P. 1
Berakhirnya Hak-Hak Atas Tanah Ditinjau Dari UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria) UU. No. 5 Tahun 1960

Berakhirnya Hak-Hak Atas Tanah Ditinjau Dari UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria) UU. No. 5 Tahun 1960

|Views: 1,437|Likes:
TAHASAK SAHAY

TAHASAK SAHAY

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Jurnal Ilmu Hukum, Vol.3, No.

2, Agustus 2008

Berakhirnya Hak-Hak Atas ...(Tahasak Sahay) 29-46

BERAKHIRNYA HAK-HAK ATAS TANAH DITINJAU DARI UUPA (UNDANG-UNDANG POKOK AGRARIA) UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960 Oleh : Tahasak Sahay Staf Pengajar Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya

Latar Belakang Persoalan mengenai Hak-hak Atas Tanah adalah merupakan persoalan pokok dalam Hukum Agraria dimanapun di dunia ini disamping persoalan kewenangan dari Negara atau penguasa. Hak-hak ini umumnya menyangkut persoalan warga masyarakat yang menguasai tanah-tanah yang ada dalam Negara yang bersangkutan. Didalamnya harus benarbenar terkandung adanya suatu kepastian karena ketentuan mengenai hak yang tidak pasti akan mengundang munculnya berbagai kasus sengketa tentang tanah.1 Hak terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah adalah hak milik, akan tetapi ironisnya sampai sekian lama pula hak ini diakui dan dijamin oleh Undang-undang Pokok Agraria selama ini pula hak itu dibiarkan mengambang tanpa kepastian, karena selama aturan mengenai hak milik sebagaimana yang dikehendaki oleh Undang-undang Pokok Agraria belum juga dikeluarkan. Undang-undang tentang hak milik atas tanah perlu segera dibuat. Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana penjabaran ketentuan pokok mengenai hak milik yang terdapat di dalam Undangundang Pokok Agraria ke dalam UndangAbdurrahman. 1985 : Tebaran Pikiran mengenai hukum agraria, Penerbit Alumni. Bandung, hal 92.
1

undang Hak Milik itu nantinya. Disamping ketentuan hak milik yang sudah diakui dalam Undang-undang Pokok Agraria, dalam praktek masyarakat masih sering pula kita dengar adanya hak milik adat. Untuk itu perlu dipertanyakan bagaimana eksistensi dari Hak Milik Adat ini menurut Undang-undang Pokok Agraria, apakah diakui ataukah dilarang /tidak dibenarkan. Disamping hak milik, dua hak yang cukup kuat diakui dan dijamin oleh Undang-undang Pokok Agraria adalah Hak Guna Bangunan dan Hak Guna Usaha. Sebagian besar dari hak ini adalah hasil konversi dari hak-hak barat sebagai kelanjutan dari masa sebelum Undangundang Pokok Agraria. Pemerintah punya kebijaksanaan sendiri mengenai masalah ini bahwa hak tersebut diakhiri berlakunya pada tanggal 24 September 1980.2 Dimaksud dengan berakhirnya hakhak atas tanah ditinjau dari UUPA adalah hak-hak atas tanah itu berakhir tanpa kerja sama dalam artian relatif ataupun persetujuan seperti yang kita kenal untuk sahnya suatu perjanjian seperti yang diatur oleh pasal 1320 BW dari pemiliknya semula. Disini pemilik tanah seolah-olah dipaksa atau terpaksa untuk menyerahkan
2

Ibid. Hal 93.

ISSN : 1904 - 4107

29

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->