P. 1
LAP Pkl Jadi_doni

LAP Pkl Jadi_doni

1.0

|Views: 3,599|Likes:

More info:

Published by: heroe susilo sihombing on Sep 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

TANDA PERSETUJUAN PROPOSAL PKL

Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa N.P.M Program Studi Judul Laporan PKL

: Donny Nizarwan : 2053330029 : 20053411340340029 : Sistem Informasi Akuntansi : Sistem Informasi Penerimaan Kas pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA

Pembimbing

: Dwipo Styantoro, S.Kom., MMSI

Proposal Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini telah diperiksa dan disetujui untuk memenuhi syarat-syarat Diploma III Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Akademi Akuntansi YAI.

Jakarta, 24 Maret 2008 Mengetahui, Direktur Akademi Akuntansi YAI Menyetujui, Ketua Program Akuntansi Sistem Informasi Akuntasi

(Drs. Yopi Yulius, SE, MM)

(Vivi Afifah, S.Kom., MMSI)

TANDA PERSETUJUAN LAPORAN PREKTEK KERJA LAPANGAN I PADA PT. SCORTA CITRA PRAKARSA

Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa N.P.M Program Studi Judul Laporan PKL

: Donny Nizarwan : 2053330029 : 20053411340340029 : Sistem Informasi Akuntansi : Sistem Informasi Penerimaan Kas pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini telah diperiksa dan Disetujui untuk diajukan kehadapan sidang Panitia Seminar Laporan PKL Diploma III Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Akademi Akuntansi YAI.

Jakarta, 24 Maret 2008 Pelaksana PKL : TanggaL : 17 Maret 2008 s/d 17 Mei 2008 Pembimbing PKL

(Gumariani, SE)

TANDA PERSETUJUAN LAPORAN PREKTEK KERJA LAPANGAN II

Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa N.P.M Program Studi Judul Laporan PKL

: Donny Nizarwan : 2053330029 : 20053411340340029 : Sistem Informasi Akuntansi : Sistem Informasi Penerimaan Kas pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini telah diperiksa dan Disetujui untuk diajukan kehadapan sidang Panitia Seminar Laporan PKL Diploma III Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Akademi Akuntansi YAI.

Jakarta, 28 Juli 2008 Mengetahui, Direktur Akademi Akuntansi YAI Dosen Pembimbing

(Drs. Yopi Yulius, SE, MM)

(Dwipo Styantoro, S.Kom., MMSI)

TANDA PERSETUJUAN SEMINAR LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa N.P.M Program Studi Judul Laporan PKL

: Donny Nizarwan : 2053330029 : 20053411340340029 : Sistem Informasi Akuntansi : Sistem Informasi Penerimaan Kas pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA

Telah diuji dan diterima dengan baik oleh Sidang Panitia Seminar Laporan Praktek Kerja Lapangan Diploma III Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Akademi Akuntansi YAI.

Jakarta, Team Penguji : 1.

2008

( 2.

)

(Ketua)

(

)

(Anggota)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan ini. Maksud dan tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat guna menyelesaikan studi Diploma III Sistem Informasi Akuntansi Akademi Akuntansi Y.A.I dan dapat mengetahui langsung bagaimana cara kerja suatu sistem yang digunakan pada suatu perusahaan. Adapun penyusunan laporan ini mengambil judul “ SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KAS PADA P.T SCORTA CITRA PRAKARSA “. Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan baik dari segi bahasa maupun teknik penyajiannya, tetapi berkat bimbingan dorongan serta saran – saran dari berbagai pihak maka penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan baik secara materil maupun moril dalam penyelesaian laporan ini, terutama kepada : 1. Ketua Yayasan Administrasi Indonesia, Bapak H. Julius Sjukur. 2. Direktur Akademi Akuntansi Y.A.I, Bapak Drs. Yopi Yulius MM beserta para pemimipin lainnya. 3. Ketua program studi Sistem Informasi Akuntansi, Ibu Vivi Afifah, SKom., MMSI. 4. Dosen pembimbing Bapak Dwipo Styantoro SKom., MMSI yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk dalam penyusunan laporan ini.

5. Segenap Dosen, Staff dan Karyawan Yayasan Administrasi Indonesia. 6. Ibu pimpinan P.T Scorta Citra Prakarsa beserta para staff dan karyawan yang telah memberikan izin, bimbingan dan keterangan pada waktu penulis mengadakan Praktek Kerja Lapangan untuk memperoleh data yang diperlukan. 7. Kepada orang tua, kakak, adik, dan seluruh keluarga terdekat yang telah memberikan dorongan, semangat dan doa. 8. Seluruh rekan – rekan yang telah membantu penulis dalam penyusunan laporan ini. Besar harapan penulis dengan adanya laporan ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan pihak lain pada umumnya.

Jakarta, 28 Juli 2008 Penulis,

( Donny Nizarwan )

DAFTAR ISI

HALAMANJUDUL .......................................................................................... TANDA PERSETUJUAN PROPOSAL PKL ................................................ TANDA PERSETUJUAN LAPORAN PKL I (dari perusahaan) ................ TANDA PERSETUJUAN LAPORAN PKL II (dari pembimbing) ............. TANDA PERSETUJAN SEMINAR LAPORAN PKL ................................. KATA PENGANTAR ....................................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................................... DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... DAFTAR TABEL .............................................................................................. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PKL …...................……………............................... 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.2 Alasan Pemilihan Judul ......................................................... Perumusan dan Pembatasan Masalah .................................... Metode Pengumpulan Data ...................................................

Tujuan dan Manfaat PKL ...………................................................... 1.2.1 1.2.2 Tujuan PKL .........................………………..............…….... Manfaat PKL ...….…….....……...................…………….....

1.3

Sistematika Pelaporan PKL ...……...................….….....….…….....

II PEMBAHASAN 2.1 2.2 Landasan Teori ............................................................................ ......

Tinjauan Perusahaan .......................................................................... 2.2.1 2.2.2 2.2.3 Sejarah Berdirinya PT. Scorta Citra Prakarsa ....................... Bidang Usaha PT. Scorta Citra Prakarsa ............................... Struktur Organisasi PT. Scorta Citra Prakarsa ......................

2.3

Laporan PKL ..................................................................................... 2.3.1 Analisa Sistem dan Prosedur yang sedang berjalan pada PT. Scorta Citra Prakarsa ...................................................... 2.3.2 Sistem dan Prosedur yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa ...................................................... 2..3.2.1 Diagram Alir Data (DAD) ..................................... 2.3.2.2 2.3.2.3 2.3.2.4 2.3.2.5 2.3.2.6 Diagram Hubungan Entitas .................................... Kamus Data ............................................................ Rancangan Masukan ............................................... Rancangan keluar .................................................... Spesifikasi File ........................................................

III PENUTUP 3.1 3.2 Kesimpulan ........................................................................................ Saran ..................................................................................................

Daftar Pustaka ..................................................................................................... Lampiran - lampiran Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Kegiatan Produksi - Editing …………......………………………. Gambar 2. 2 Kegiatan Produksi - Subtitle ………...……………………...…..... Gambar 2. 3 Kegiatan Produksi - Transfer …...…………………………...…… Gambar 2. 4 Kegiatan Produksi - Sulih Suara ……...…………...……………… Gambar 2. 5 Kegiatan Produksi - Pengulangan Video ……..………………….. Gambar 2. 6 Kegiatan Produksi - Translate ……………………………………. Gambar 2. 7 Struktur Organisasi PT. Scorta Citra Prakarsa …………………… Gambar 2. 8 Sistem Penerimaan Kas yang sedang berjalan pada PT. Scorta Citra Prakarsa………………………………..………. Gambar 2. 9 Sistem Penerimaan Kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa………………………………………… Gambar 2.10 Diagram Konteks Sistem Penerimaan Kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa………………………………………… Gambar 2.11 Diagram Alir Data Sistem Penerimaan Kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa……………………………………….. Gambar 2.12 Diagram Rinci 2 Sistem Penerimaan Kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa……………………………………....... Gambar 2.13 Diagram Rinci 3 Sistem Penerimaan Kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa………………………………............... Gambar 2.14 Diagram Rinci 4 Sistem Penerimaan Kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa……………………………................... Gambar 2.15 Diagram Hubungan Entitas Sistem Penerimaan Kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa……………................

DAFTAR TABEL

Table 2. 1 Simbol Standar Diagram Alir Data ……………………………......... 13 Tabel 2. 2 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen ……………………………….. 14 Tabel 2. 3 Simbol-simbol Diagram Alir Data ………………………………….. 36 Tabel 2. 4 Simbol-simbol Diagram Hubungan Entitas ………………………… 43 Tabel 2. 5 Simbol-simbol Dalam Kamus Data ………………………………… 47 Tabel 2. 6 Struktur File Pelanggan ……………………………………………... 51 Tabel 2. 7 Struktur File Barang ………………………………………………… 52 Tabel 2. 8 Struktur File Barang Selesai ………………………………………… 52 Tabel 2. 9 Struktur File Pembayaran ………………………………………….... 53 Tabel 2.10 Struktur File Laporan Penerimaan Kas ……………………….……. 53

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang PKL 1.1.1 Alasan Pemilihan Judul Kebutuhan suatu informasi yang akurat, tepat dan cepat sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan baik manajemen perusahaan maupun pihak luar. Informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan diperlukan untuk mengetahui, mengawasi dan mengambil keputusan yang menunjang kinerja perusahaan. Kas yang dimliki oleh perusahaan merupakan aktiva yang paling penting, kurangnya ketelitian terhadap pencatatan dan pengawasan akan mengakibatkan kerugian-kerugian yang sangat besar pada perusahaan. Misalkan saja terjadi kesalahan pencatatan yang berhubungan dengan penerimaan kas maka akan berdampak pada semua laporan keuangan. Penerimaan kas berasal dari dua sumber utama, yaitu penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilaksanakan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga lebih dahulu sebelum barang atau jasa diserahkan oleh perusahaan. Setelah uang diterima oleh perusahaan barang kemudian diserahkan kepada pembeli dan diserahkan kepada pembeli dan transaksi kemudian dicatat oleh perusahaan. Sedangkan penerimaan kas dari piutang yaitu perusahaan menerima pembayaran dari hasil penjualan yang telah terjadi, namun pembayaran tidak

dilakukan pada saat transaksi itu terjadi. Melainkan pembeli melakukan pembelian secara kredit. Untuk menjaga kelancaran aktivitas perusahaan dan menjaga segala kemungkinan yang tidak diinginkan, perusahaan harus mempunyai prosedur penerimaan kas yang baik, agar dapat menjadi perusahaan yang baik. Sehubungan dengan uraian tersebut diatas maka penulis tertarik untuk memilih judul “ SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KAS PADA PT. SCORTA CITRA PRAKARSA“.

1.1.2

Perumusan dan Pembatasn masalah Adapun hal yang akan penulis rumuskan dari penyampaian laporan ini

yaitu membahas masalah yang berkisar pada sistem dan prosedur akuntansi serta Sistem Pengendalian Intern dan untuk itu penulis merumuskan masalahnya antara lain : 1. Apakah sistem pengendalian intern penerimaan kas sudah dilaksanakan dengan baik oleh PT. SCORTA CITRA PRAKARSA. 2. Bagaimana sistem dan prosedur penerimaan kas yang dilaksanakan oleh PT. SCORTA CITRA PRAKARSA. Dan penulis membatasi pokok permasalahan hanya penerimaan kas tunai menggunakan over the counter sale dengan pembeli peroeangan dan juga pada pembuatan aplikasi dan laporan tentang penerimaan kas di PT. SCORTA CITRA PRAKARSA saja.

1.1.3

Metode Pengumpulan Data Untuk mendapat data dan fakta yang sebenarnya dalam menguraikan

masalah pada laporan ini, maka harus ditunjang dengan metode pengumpulan data sehingga dapat merumuskan cara melakukan praktek kerja lapangan. Berkaitan dengan hal ini tersebut, maka penulis melakukan metode pengumpulan data dengan cara : 1. metode riset keperpustakaan (library research method) metode riset kepustakaan adalah tehnik pengunmpulan data yang dilakukan dengan membaca dan mempelajari buku, dokumen, dan literature yang berkaitan dengan objek penelitian. Pengumpulan data ini penulis melakukan dengan cara mengunjungi perpustakaan. 2. metode riset lapangan (field research method) metode riset lapangan adalah teknik pengumpulan data dan penelitian langsung ke lapangan atau lokasi sebagai objek penelitian yaitu PT. SCORTA CITRA PRAKARSA. Penulis melakukan praktek kerja dan mengadakan wawacara langsung terhadap para karyawan dan pimpinan perusahaan serta mempelajari struktur penerimaan kas pada perusahaan tersebut. Dengan metode tersebut, maka penulis mendapatkan data dan keterangan untuk dianalisa dan disimpulkan sampai sejauh mana teori-teori umum diterapkan dalam perusahaan.

1.2 Tujuan dan Manfaat PKL 1.2.1 Tujuan PKL Adapun tujuan praktek kerja lapangan yaitu melakukan analisis dan perancangan sistem yang sedang berjalan pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA dan juga untuk menambah wawasan, mental, pengalaman serta memberi motivasi dan rasa percaya diri dalam memasuki dunia kerja. Disamping itu dengan melakukan praktek kerja lapangan, dapat memberikan pemahaman tentang prosedur penerimaan kas pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA, membandingan antara ilmu yang diperoleh dalam perkuliahan dengan praktek yang sebenarnya di lapangan, sehingga bisa mengembangkan potensi diri.

1.2.2

Manfaat PKL

1. Bagi Penulis  Sebagai bahan perbandingan penulis antara teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktek yang diperoleh di lapangan kerja.  Untuk mengembangkan wawasan dan pemahaman serta memperdalam pengetahuan bagi penulis.

2. Bagi Perusahaan Sebagai informasi bagi perusahaan yang dapat diprtimbangkan dalam mengambil keputusan serta sebagai bahan evaluasi bagi setiap kebijakan perusahaan.

3. Bagi Pihak Lain Sebagai suatu informasi dan pengetahuan kepada pembaca. Mungkin untuk pembaca yang ke depan akan melaksanakan PKL, ini sangatlah dibutuhkan. Karena sedikit banyaknya pembaca mendapat gambaran bagaimana pembuatan laporan PKL, yang akan sangat berguna untuk pembaca kedepannya.

1.3 Sistematika Pelaporan PKL Sistematika pelaporan adalah gambaran secara menyuluruh dalam penulisan laporan. Di dalam sistematika pelaporan ini penulis membagi dalam 3 (tiga) bab, dimana setiap bab penulis membagi lagi menjadi beberapa bagian. Sistematika yang akan digunakan adalah sebaga berikut : BAB IPENDAHULUAN Merupakan bab pendahuluan yang menguraikan secara singkat mengenai latar belakang PKL yang terdiri dari alasan pemilihan judul, perumusan dan pembahasan masalah, dan metode pengumpulan data. Juga berisikan tujuan dan manfaat PKL, beserta sistematika pembahasannya.

BAB II

PEMBAHASAN

Pada bab ini merupakan isi dari laporan PKL yang telah dilaksanakan, antara lain sebagai berikut : • Menjelaskan secara teoritis mengenai sistem, sistem akuntansi, sistem penerimaan dan hal-hal yang terkait di dalamnya.

Mengenai tinjauan umum dan sejarah perkembangan PT. SCORTA CITRA PRAKARSA. Bidang usahanya, fungsi, dan struktur organisasi.

Membahas mengenai isi dari laporan PKL yang antara lain analisa sistem dan prosedur yang sedang berjalan pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA, serta perancangan sistem dan prosedur yang diusulkan pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA yang terdiri dari Diagram Aliran Data (DAD), rancangan masukan, rancangan keluaran, diagram hubungan entitas (ERD), dan rancangan file.

BAB III

PENUTUP

Sebagai bab terakhir disini penulis akan mengemukakan beberapa kesimpulan dan saran dari praktek pembahasan yang terdapat dalam bab II. Hal ini mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran dan pertimbangan dalam rangka menetapkan dan menjalankan

kebijaksanaan perusahaan yang akan datang.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori Sebelum menganalisa sistem informasi penerimaan kas yang sedang berjalan pada PT. SCORTA CITRA PRAKARSA, penulis ingin menjelaskan terlebih dahulu pengertian sistem, informasi, sistem informasi, penerimaan kas, sistem informasi penerimaan kas, prosedur dan bagan alir dokumen menurut para pakar adalah sebagai berikut : Menurut Marshall B. Romney ( 2004 ; 2 ) : Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

Menutut Jeffery L. Whitten ( 2004 ; 23 ) : Informasi adalah data yang telah diproses atau diorganisasi ulang menjadi bentuk yang berarti. Informasi dibentuk dari kombinasi data yang diharapkan memiliki arti ke penerima. Bentuk-bentuk informasi : Pada dasarnya bentuk informasi dapat dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan fungsinya : a. DPS ( Data Processing System )

Sebagai alat pengendali operasi kegiatan perusahaan sehari-hari. Sistem ini lebih banyak mengelola data-data yang bersifat transaksi yang berulang kali dan menjadi kegiatan rutin dalam perusahaan. Misalkan dalam perusahaan manufaktur adalah pencatatan pembelian dan penjualan, pada perusahaan pemerintah adalah mencatat masuk keluarnya kas dari pemegang kas. b. MIS ( Management Information System ) Sebagai alat pengendali manajerial terhadap funfsi-fungsi

perusahaan yang berlaku. Sistem ini memungkinkan peyediaan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa. Tidak seperti sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan. Informasi yang disajikan oleh sistem informasi manajemen hanya untuk para manajemen internal perusahaan. c. DSS ( Decision Support System ) Sebagai alat bantu untuk perencanaan strategis. CIS ( Computer Information System ) adalah hubungan antara DPS, MIS dan DSS yaitu sistem informasi untuk membantu manajemen dalam melaksanakan rencana-rencana organisasi.

Menurut Soemarso S. R (2002 ; 5 ) yang mengutip dari American Accounting Assosiation mendefinisikan akuntansi sebagai berikut : ” ......... proses pengidentifikasian, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut ”.

Definisi diatas mengandung beberapa pengertian, yakni : 1. Bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari identifikasi, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi. ( bagian ini menjelaskan tentang kegiatan akuntansi ) 2. Bahwa kegiatan ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan.

Jogiyanto medefinisikan Sistem Informasi Akuntansi yang dikutip dari Stephen A. Moscove dan Mark G. Simkin ( 2001 ; 17 ) sebagai berikut : ” Siatem Informasi Akuntansi adalah komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, memproses, menganalisis,

mengkomunikasikan informasi pengambilan keputusan dengan orientasi finansial yang relavan bagi pihak-pihak luar dan pihak-pihak dalam perusahaan (secara prinsif adalah manajemen )”. Pada dasarnya SIA melakukan empat tugas pengolahan data yaitu pengumpulan data, manipulasi data ( pengklasifikasian, pengurutan, penghitungan, dan pengikhtisaran), penyimpanan data, dan penyiapan dokumen. Ada beberapa karakteristik pengolahan data membedakan SIA dengan subsistem Sistem Informasi berbasis komputer lainnya, yaitu : • • • Melaksanakan tugas yang diperlukan Berpegang pada prosedur yang relatif standar Menangani data rinci

• •

Fokus utama adalah pada data histories Menyediakan informasi pemecah masalah seminimal mungkin

Menurut Jeffry L. Whitten ( 2004 ; 10 ) : Sistem informasi adalah pengaturan orang, data, proses, dan teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan memproses meyimpan dan menyediakan sebuah keluaran (output) informasi yang diperlukan untuk mendukung sebuah organisasi.

Menurut Zaki Baridwan (1992;1) : Kas adalah alat penukaran yang dapat diterima untuk pelunasan hutang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya, juga disimpan dalam bank atau tempat – tempat lain yang dapat diambil sewaktu – waktu. Kas dapat terdiri atas : 1. uang, cek, simpanan dalam bentuk giro atau bilyet 2. cek mundur, wesel, kas bon, piutang 3. perangko atau persediaan perangko 4. saham dan obligasi Cash receipt atau penerimaan kas di dapat dari : 1. penjualan persediaan secara tunai 2. pelunasan penerimaan piutang 3. penerimaan pendapatan di pinjaman

4. anggaran Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem informasi penerimaan kas adalah pengaturan data proses dan teknologi informasi informasi penerimaan kas yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan sebagai keluaran penerimaan kas yang diperlukan untuk mendukung sebuah organisasi.

Menurut Mulyadi ( 2001 ; 5 ) : Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih, yang dibuat untuk manjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Dapat diambil kesimpulan bahwa Prosedur penerimaan kas adalah suatu tujuan mendasar guna meminimalkan kemungkinan kerugian. Penerimaan kas meliputi penyediaan dana kas atau bank (pengaturan likuiditas) serta tindakan-tindakan dalam suatu perusahaan yaitu pengamanan atas uang kas atau bank, serta pengaturan atas penerimaan penyimpanan uang kas atau bank. Bagan alir dokumen penerimaan kas yang penulis cantumkan berdasarkan teori Mulyadi ( 2001 ; 474 ) adalah sebagai berikut : 1. Over-the-counter sale Dalam penjualan tunai ini, pembeli dating ke perusahaan, melakukan pemilihan barang atau produk yang akan dibeli, melakukan pembayaran ke kasir dan kemudian menerima barang yang dibeli. Jurnal yang digunakan :

1. Berdasarkan faktur penjualan tunai Penjualan Tunai Pendapatan Penjualan 2. Berdasarkan bukti setor bank Kas Penjualan Tunai 3. Pencatatan harga pokok barang Harga Pokok Penjualan Persediaan Produk Jadi xxx xxx xxx xxx xxx xxx

2. Cash-on-delivery sale Cash on delivery sale (COD sales) adalah transaksi penjualan yang melibatkan kantor pos, perusahaan angkutan umum, atau angkutan umum sendiri dalam penyerahan dan penerimaan kas dari hasil penjualan. Jurnal yang digunakan : 1. Berdasarkan faktur penjualan COD Piutang Penjualan COD Pendapatan Penjualan 2. Setelah cek yang diterima dari pelanggan Kas Piutang Penjualan COD xxx xxx xxx xxx

3.

Credit card sale

Sebenarnya credit card bukan merupakan suatu tipe penjualan namun merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli dan sarana penagihan bagi penjual, yang memberikan kemudahan baik bagi pembeli maupun bagi penjual. Simbol-simbol standar yang digunakan untuk menggambarkan diagram alir data disajikan dalam tabel berikut : Nama Proses
1 Gene /sarso 1 De marco/ yourdon

Bentuk

Penjelasan Kas atau kerja yang dilakukan oleh orang atau pendukung siatem Simpanan dari kata yang dapat berupa tabel,

Tempat

penyimpanan

data atau arsip / data Gene/sarson store Sumber atau tujuan data / external entity
Gene/sarson De marco/yourdon

arsip, agenda, dll Menjadi awal & kemana data tersebut atau akan biasa

mengalir
De marco/ yourdon

disebut juga entitas luar Menunjukan data yang masuk dan keluar

Masukan atau keluaran

Sumber : Jogiyanto H. M, Analisis dan Desain, 2001 Tabel 2.1 Simbol Diagram Alir Data Menurut Marshall B. Romney ( 2004 ; 193 ) : Bagan alir dokumen adalah mengilustrasikan arus dokumen dan informasi diantara bidang tanggung jawab dalam suatu organisasi. Bagan alir

dokumen melacak dokumen dari awal dibuatnya hingga dokumen tersebut tidak dipergunakan lagi.

Berikut ini adalah simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir dokumen menurut Marshall B. Romney ( 2004 ; 198 ) : Simbol Keterangan Dokumen atau laporan : dokumen tersebut dapat dipersiapkan dengan tulisan tangan, atau di cetak Dokumen dengan komputer. Fungsi input atau output apa pun di dalam bagan alir program. Juga dipergunakan untuk mewakili Input/output; jurnal dan buku besar dalam bagan alir dokumen.

Menghubungkan arus pemrosesan di satu halaman yang On-page connector sama, penggunaan konektor ini akan

menghindari garis-garis yang saling silang di satu halaman. Suatu penanda masuk dari, atau keluar ke, halaman lain.

Off-page connector Pelaksanaan pemrosesan yang dilaksanakan secara manual. Proses manual Komentar deskriptif tambahan atau catatan

penjelasan untuk klarifikasi. Anotasi

File dokumen secara manual disimpan dan ditarik kembali; huruf yang ditulis di dalam urutan pengaturan file

simbol menunjukkan File secara

N = numeris, A = alfabetis, D = berdasar tanggal. Fungsi pemrosesan yang dilaksanakan dengan komputer, biasanya menghasilkan perubahan atas Pemrosesan komputer Langkah pengambilan keputusan; dipergunakan dalam sebuah program komputer bagan alir untuk memperlihatkan Keputusan alternative. Arah pemrosesan atau arus dokumen; arus yang Arus proses Titik awal, akhir, atau pemberhentian dalam suatu proses atau program; juga dipergunakan untuk Terminal menunjukkan adanya pihak eksternal. Data disimpan secara permanen di dalam disk magnetis, dipergunakan untuk file utama ( master Disk Magnetik file ) dan database. Sumber : Mulyadi, Sistem Akuntansi, 2001 Tabel 2.2 Simbol-simbol Bagan Alir Dokumen dokumen atau normal berada dibawah dan mengarah ke kanan. pembuatan cabang ke jalan dengan data atau informasi.

Sistem suatu perusahaan selalu mempunyai kelemahan, kelebihan dan hal-hal lain yang perlu diperbaiki. Untuk memperbaikinya terlebih dahulu

penulis harus mengetahui dengan pasti hal-hal yang perlu diperbaiki dari suatu sistem tersebut, setelah itulah barulah dapat ditentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki. Sebelum melakukan atau membuat rancangan sistem informasi yang baru di dalam suatu perusahaan, maka harus dikakukan analisa telebih dahulu untuk memperoleh gambaran yang jelas terhadap kelebihan, serta hal-hal yang harus diperbaiki dari sistem yang ada atau yang sedang berjalan. Dibawah ini akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian Analisis Sistem menurut para pakar sebagai berikut : Menurut Raymond Mc Leod ( 2004 ; 138 ) : Analisa sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbaharui. Menurut George H. Bodnar ( 2003 ; 166 ) : Analisa sistem adalah memahami sistem dan masalah yang ada, menguraikan kebutuhan informasi dan menetapkan prioritas pekerjaan sistem selanjutnya.

Menurut Jefferi L. Whitten (2004 ; 176 ) : Analisa sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi bagian-bagian komponen dengan tujuan mempelajari seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka.

Hubungan Sistem Pengendalian Intern Dengan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas

Sistem informasi akntansi yang baik dan efektif akan memeberikan suatu pengendalian intern dalam kegiatan usaha suatu badan usaha atau lembaga. Setiap perusahaan akan sangat menginginkan sistem akuntansi tersebut selain dapat menghasilkan informasi yang akurat dan kontrol yang baik dalam sistem akuntansi yang berjalan. Dengan unsur-unsur pengendalian intern dalam sistem kas yang mengharuskan penyetoran dengan segera ke bank seluruh penerimaan kas, maka perusahaan dapat memanfaatkan cataatan pihak bank untuk mengawasi catatan kas perusahaan. Dengan pengendalian intern ini transaksi penerimaan kas yang dicatat dalam jurnal penerimaan kas dapat direkonsiliasi dengan setoran yang tercantum dalam rekening Koran bank. Berikut ini pandangan para ahli mengenai pengertian struktur pengendalian intern : Menurut Mulyadi dalam buku sistem akuntansi edisi 4, struktur pengendalian intern adalah : “Suatu organisasi terdiri dari kebijakan dan prosedur yang diciptakan untuk memberikan jaminan yang memadai agar tujuan organisasi dapat tercapai. Prosedur pengendalian intern ditetapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa sasaran bisnis akan dicapai, termasuk pencegahan pelabuhan.

Sistem Informasi Pengendalian Intern Penerimaan Kas 1. Organisasi

Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kas Fungsi penjualan yang merupakan fungsi operasi harus dipisahkan dari fungsi kas yang merupakan fungsi penyimpanan. Pemisahan ini mengakibatkan setiap penerimaan kas dari penjualan tunai dilaksanakan oleh dua fungsi yang saling mengecek.

Fungsi kas harus terpisah dari fungsi akuntansi Fungsi operasi dan fungsi penyimpanan akan membuka kesempatan karyawan perusahaan untuk melakukan kecurangan dengan mengubah catatan akuntansi untuk menutupi kecurangan yang dilakukannya.

Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi pengiriman dan fungsi akuntansi.

2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan • Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir faktur penjualan tunai. • Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi penerimaan kas dengan cara membubuhkan cap “lunas” pada faktur penjualan tunai dan penempelan pita register kas pada faktur tersebut. • Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit • Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap “sudah diserahkan” pada faktur penjualan tunai. • Pencatatan ke dalam catatan akuntansi harus didasarkan atas dokumen sumber yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap.

3. Praktik yang sehat • Faktur penualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan untuk fungsi penjualan. • Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai/hari berikutnya.. • Perhitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodic dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksa intern.

2.2 Tinjauan Perusahaan 2.2.1 Sejarah berdirinya PT. SCORTA CITRA PRAKARSA Cikal bakal PT. SCORTA CITRA PRAKARSA bermula dari usaha rental video yang dirintis oleh HM Chitra pada tahun 1979. Berkat tangan dingin dan intuisi bisnis mumpuni sang pendiri, dalam rentang waktu lima tahun, usaha rental video terus berkembang menjadi video shooting dan akhirnya menjadi pioneer berdirinya production house pertama di Indonesia pada tahun 1984. Sebagai pioneer production house di Indonesia, Scorta turut memberikan kontribusi pada masa awal perkembangan dunia pertelevisian Indonesia, dengan mengisi beragam tayangan mulai dari pendidikan, quiz (Berseri Mengukir Prestasi, RCTI), Sinetron (Cantik, RCTI), dan lain-lain.

2.2.2 Bidang usaha PT. SCORTA CITRA PRAKARSA

PT. SCORTA CITRA PRAKARSA adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan jasa (audio visual), seperti : 1. Corporate video production • Video Autobiography : Dalam sejarah kehidupan, ada kisah yang dapat menjadi kenangan, teladan dan inspirasi bagi orang lain. • Video Product Profile : Setiap perusahaan memiliki beragam produk yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. • Video Company Profile : Setiap perusahaan wajib memiliki Company Profile yang mewakili citra perusahaan. • Video Training : Penyajian materi training dalam bentuk video lebih modern, menarik dan mudah dipahami. 2. Documentation & Equipment Rental, yaitu : • • • • • • Video shooting (final result : DVD) Photo album digital (final result : Album photo digital & CDROM) LCD projector & screen CCTV / TV Plasma / TV Monitor Sound system Dll

3. Post Production Seiring berkembangnya teknologi menjadikan imajinasi akan hasil akhir pasca produksi seakan tanpa batas. Ada beragam layanan pasca produksi yang disediakan PT. SCORTA :

Editing : proses memilih dan menggabungkan hasil rekaman dengan efek dan musik.

Gambar 2.1 Editing • Subtitle : penempatan narasi / teks dalam video / film.

Gambar 2.2 Subtitle • Copy / Transfer : Menggandakan atau pengkonversian data secara utuh dari master seperti Betacam, Betamax, dll.

Gambar 2.3 Transfer • Dubbing : pengisian / sulih suara dalam video / film.

Gambar 2.4 Sulih suara • Looping : pengulangan materi video yang sama.

Gambar 2.5 Pengulangan video

Translate : penerjemahan narasi / teks dari bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya.

Gambar 2.6 Translate 4. Replikasi Cakram Optik (DVD, VCD, dll) Materi promosi yang memberikan image high-end akan

meningkatkan citra produk dan perusahaan yang diwakili. Materi promosi dalam bentuk CD/DVD lebih efektif, up to date dan classy dibandingkan bentuk konvensional. Untuk jasa replikasi (penggandaan diatas 1000 keping), PT. SCORTA menyediakan layanan yang lengkap, mulai dari design, replikasi CD/DVD, mencetak cover, casing dan packaging sampai membantu mengurus Surat Tanda Lulus Sensor. 5. Wedding Art Production Jasa dan layanan PT. SCORTA CITRA PRAKARSA dibutuhkan dalam beragam event, antara lain : • • • • • • Seminar Training Product Launching Pameran / Exhibition Anniversary / HUT IPO (Initial Public Offering)

• • •

Konferensi Pers Family Gathering dll

2.2.3 Struktur Organisasi PT. SCORTA CITRA PRAKARSA Organisasi adalah sistem saling pengaruh mempengaruhi antara organisasi dalam kelompok kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang sama. Tujuan organisasi secara keseluruhan tidak mungkin dijalankan oleh seseorang tertentu saja. Organisasi dapat diibaratkan sebagai kesatuan anggota tubuh manusia yang bekerja bersama-sama sehingga fungsi tubuh manusia dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Bagan atau struktur menunjukkan bagaimana departemen-departemen didalam organisasi dikoordinasikan bersama-sama melalui suatu jalur wewenang dan tanggung jawab. Berikut adalah struktur organisasi yang terjadi di PT. SCORTA CITRA PRAKARSA :

Direktur Umum

General Manager

Operasional Manager

Marketing

Keuangan & Akunting

Produksi

Personalia & Umum

Gambar 2.7 Struktur Organisasi PT. Scorta Citra Prakarsa

Direktur Umum : • • Pemegang saham dan pemilik PT. Scorta Citra Prakarsa Menyusun dan menetapkan kebijakan umum perusahaan dalam

hubungannya dengan pencapaian tujuan • Menentukan arah perusahaan

General Manager : • Membina, membimbing, mengarahkan serta mengatasi dalam

hubungannya dalam mencapai tujuan perusahaan sesuai apa yang telah ditetapkan • Bertanggung jawab atas kelangsungan perusahaan perusahaan dan pengembangan keseluruhan • Memimpin, mengkoordinasikan pekerjaan dan seluruh kegiatan di dalam perusahaan perusahaan serta memimpin perusahaan secara

Operasional Manager : • • • Mengendalikan biaya-biaya operasional perusahaan Mengemdalikan semua kegiatan-kegiatan operasional perusahaan Mengawasi setiap kegiatan operasional supaya berjalan efektif dan efisien

Keuangan dan akunting : • Merancang dan memelihara sistem akuntansi keuangan dan biaya pada semua tingkatan dalam perusahaan • Mengatur dan mengawasi masalah-masalah keuangan perusahaan

Marketing : • • Sebagai penerima order Memberikan laporan penjualan kepada manejer operasional

Produksi : Menjalankan kegiatan produksi (audio visual), seperti : • • • • • Transfer kaset Editing Shooting Translate Dll

Personalia & Umum : • Membantu divisi keuangan dan akunting dalam merumuskan program kerja sistem prosedur dan kebijaksanaan di bidang administrasi personalia, transfortasi, pemeliharaan, keselamatan dan barang-barang yang bergerak atau tidak bergerak • Membantu divisi keuangan dan akunting dalam mengkoordinir,

mengarahkan dan mengawasi kinerja karyawan

2.3 Laporan PKL 2.3.1 Analisa sistem dan prosedur yang sedang berjalan pada PT. Scorta Citra Prakarsa Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan langsung selama Praktek Kerja Lapangan (PKL) serta uraian yang telah dijabarkan di atas, berikut ini penulis akan menjelaskan deskripsi atau keterangan singkat mengenai flowchart yans sedang berjalan : Bagian Marketing • • Menerima order dari pelanggan Membuat Tanda Terima Pesanan, Surat Perintah Kerja, Berita Acara Pekerjaan • • • Membuat kwitansi Menerima uang dari pembeli Menyerahkan barang kepada pembeli

Bagian Produksi • Melakukan kegiatan produksi ( seperti transfer/copy, editing, translate, pengisian suara, shooting dan lain-lain )

Bagian Keuangan • • • Membandingkan Berita Acara Pekerjaan Mengisi Bukti Setor Bank Menyetor uang ke Bank

Bagian Akuntansi • • • Membuat Laporan Penerimaan Kas Membuat jurnal penjualan Membuat jurnal penerimaan kas

Berikut ini penulis akan menjelaskan hal-hal yang perlu dipertahankan dan hal-hal yang harus diperbaiki serta usulan perbaikan dari sistem informasi penerimaan kas yang sedang berjalan pada PT. Scorta Citra Prakarsa. 1. Hal-hal yang harus dipertahankan dari Sistem Informasi Penerimaan kas pada PT. Scorta Citra Prakarsa, antara lain : a). Sudah menggunakan sistem komputerisasi dalam mencetak dokumen. b). Dilihat dari kualitas karyawan pada masing-masing bagian antara lain Administrasi, Keuangan dan Akuntansi telah diisi oleh karyawan yang memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing. c). Sudah mempunyai pengendalian intenr yang baik dalam sistem penerimaan kas yaitu selalu menyetor setiap transaksi yang terjadi ke bank.

2. Hal-hal yang harus diperbaiki dari Sistem Informasi Penerimaan kas pada PT. Scorta Citra Prakarsa, antara lain: a). Tidak adanya bagian gudang sebagai fungsi yang bertanggung jawab atas penerimaan dan pengeluaran barang. b). Tidak adanya pemisahan pembuatan dokumen ( semua dibuat oleh bagian Marketing ).

3. Sistem informasi penerimaan kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa, didasarkan pada beberapa hal penting antara lain sebagai berikut : a). Dalam sistem usulan penerimaan kas ini, penulis menambahkan bagian gudang untuk menjalankan transaksi yang terjadi di PT. Scorta karena penempatan barang tidak sesuai dengan semestinya. b). Pemisahan pembuatan dokumen yang dibuat oleh bagian Marketing karena tidak sesuai dengan pengendalian intern walaupun lebih efektif dan efisien, tetapi tetap saja tidak baik.

Bagian Marketing
3

Bagian Produksi
1

Mulai

2 Menerima order dari pembeli TTP SPK

2 SPK

1

2

Mengisi Tanda Terima Pesanan, Surat Perintah Kerja, & Berita Acara Pekerjaan

Membandingkan Tanda Terima Pesanan dengan Surat Perintah Kerja

Kegiatan Produksi

SPK 2 TTP

2

2 2

BAP SPK 1 TTP 2 1

2

1

1 SPK N 2 Menerima uang dari pembeli N Membuat Kwitansi

3

1 Ke pembeli N

Menyerahkan barang kepada pembeli

2 1 TTP

3

Ke pembeli

4

Gambar 2.8 Sistem Peneriman kas yang sedang berjalan pada PT. Scorta Citra Prakarsa

Bagian Keuangan
2 4 Mengisi Bukti Setor Bank 2 1 BAP KW 1 BSB Membandingkan Bukti Acara Pekerjaan dengan Kwitansi 2 2 3 3 KW

Bagian Akuntansi

6

8

3 2 2 BSB

BAP

Membuat Laporan Penerimaan Kas Menyetor uang ke bank

3 Kw 1 BAP 2 BSB 6 N Bersama dengan uang T N Ke Bank 8 1 2 2 2 3 LPK BSB KW 2 BAP 3 2 1

Selesai N

T

TTP = Tanda Terima Pesanan SPK = Surat Perintah Kerja BAP = Berita Acara Pekerjaan Kw = Kwitansi LPK = Laporan Penerimaan Kas BSB = Bukti Setor Bank
Jurnal Penjualan

Jurnal Penerimaan Kas

Gambar 2.8 Sistem Penerimaan Kas yang sedang berjalan pada PT. Scorta Citra Prakarsa (lanjutan)

2.3.2 Sistem dan Prosedur penerimaan kas yang diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa

a). Bagian marketing menerima order dari pelanggan dan mencetak Tanda Terima Pesanan 2 rangkap untuk memeriksa apakah ada barang yang diinginkan di gudang; rangkap 1 ke pelanggan, rangkap 2 ke bagian gudang. b). Bagian gudang memeriksa barang, jika ada langsung mencetak Surat Perintah Kerja 2 rangkap; rangkap 1 ke bagian produksi dan rangkap 2 diarsip sendiri. Dan mingirimkannya ke bagian produksi bersama dengan barang. Tetapi jika tidak ada barang yang dipesan bagian gudang melakukan konfirmasi ke bagian marketing Tanda Terima Pesanan ditolak. c). Bagian produksi menerima Surat Perintah Kerja dari bagian gudang dan langsung mengerjakan pesanan, jika sudah selesai bagian produksi mencetak Berita Acara Pekerjaan 3 rangkap; rangkap 1 ke bagian marketing bersama dengan barang, rangkap 2 ke bagian keuangan, rangkap 3 diarsip sendiri. d). Bagian marketing membandingkan Berita Acara Pekerjaan 1 dengan Tanda Terima Pesanan 1 dari pelanggan. Jika sesuai pelanggan langsung membayar ke bagian marketing dan bagian marketing mencetak Kwitansi 3 rangkap; rangkap 1 dengan Berita Acara Pekerjaan 1 diserahkan ke pelanggan bersama barang yang sudah diproduksi, rangkap 2 diarsip sendiri, dan rangkap 3 diserahkan ke bagian keuangan. e). Bagian Keuangan membandingkan Kwitansi 3 dengan Berita Acara Pekerjaan 2 dan menyetor uang ke bank dan menerima Bukti Setor

Bank. Berita Acara Pekerjaan 2 diarsip, Bukti Setor Bank dan Kwitansi 3 di kirim ke bagian akuntansi. f). Membuat Laporan Penerimaan Kas sesuai dari Kwitansi 3 dan Bukti Setor Bank oleh bagian akuntansi. Dan juga mencatat di Jurnal Penerimaan Kas.

Bagian Marketing
3 Mulai 1 BAP Menerima order dari pelanggan Membandingkan Berita Acara Pekerjaan dengan Tanda Terima Pesanan TTP 1 Dari pelanggan

Bagian Gudang
1

2 TTP

Membuat Tanda Terima Pesanan

Memeriksa barang

FBrg

FPlgn

T
Menerima pembayaran Konfirmasi ke bagian Marketing TTP ditolak

ada

Y

1 TTP

2

Membuat Surat Perintah Kerja

1 pelanggan

Membuat kwitansi

FPlgn FPbyrn

2 SPK 3 2 Kw 1 BAP 5 N N 1 uang 2 selesai TTP 2 1

pelanggan

Gambar 2.9 Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa

Bagian Produksi
2

Bagian Keuangan
5 uang 4

Bagian Akuntansi
6

1 SPK Kw

3 BAP

2

BSB 3 Kw

2

Melakukan kegiatan produksi Membandingkan Kwitansi dengan Berita Acara Pekerjaan FBrgSls 2 Menyetor uang ke Bank & menerima Bukti Setor Bank LPK BSB 3 Kw 2 1 Membuat Laporan Penerimaan Kas FLpk

Membuat Bukti Acara Pekerjaan

3 2 BAP 1 SPK 1

BSB BAP Kw 4 N 3 3 2

2

T Jurnal Penerimaan Kas

N

6 N

selesai

TTP = Tanda Terima Pesanan SPK = Surat Perintah Kerja BAP = Berita Acara Pekerjaan Kw = Kwitansi LPK = Laporan Penerimaan Kas FPlgn= File Pelanggan FPbyrn= File Pembayaran FBrg = File Barang FBrgSls = File Barang Selesai

Gambar 2.9 Sistem Penerimaan Kas yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa (lanjutan)

2.3.2.1 Diagram Aliran Data ( DAD ) Diagram Aliran Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) adalah model proses yang digunakan untuk menggambarkan aliran data melalui sebuah sistem dan tugas atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem. Berikut ini adalah simbol-simbol yang digunakan dalam diagram aliran data menurut Marshall B. Romney ( 2004 ; 2 ) : Simbol Keterangan Orang dan organisasi yang mengirim data ke dan menerima data dari sistem yang diwakili oleh bujur sangkar, Tujuan data juga disebut Sumber dan tujuan data sebagai kotak penampungan data (data sink). Arus data masuk atau keluar dari suatu proses diwakili oleh garis lengkung, atau oleh garis Arus Data lurus dengan tanda panah di ujungnya. Proses yang mentransformasi data dari

masukan ke keluaran, diwakili oleh lingkaran. Proses Transformasi Lingkaran ini disebut pula gelembung (bubble). Tempat penyimpanan data diwakili oleh dua

Penyimpanan data garis horizontal. Tabel 2.3 Simbol-simbol Diagram Aliran Data

Diagram ini dapat dibagi kedalam beberapa tingkatan, masing-masing tingkatan menggambarkan isi dari suatu sistem. Tingkatan tersebut adalah :

1. Diagram Konteks Diagram ini merupakan tingkatan paling awal yang menggambarkan ruang lingkup dari sistem yang digunakan secara garis besar, diagram konteks ini menggambarkan satu buah proses beserta dengan kesatuan-kesatuan luarnya (eksternal entity). 2. Diagram Nol Diagram ini menggambarkan arus data yang diperlukan, yang terdiri dari beberapa fungsi-fungsi penting atau utama pada sistem yang merupakan perluasan atau perincian dari diagram konteks. 3. Diagram Rinci Diagram rinci menggambarkan proses yang lebih rinci dari diagram nol, proses yang ada pada diagram nol di pecah lagi menjadi beberapa proses pada diagram rinci.

Bagian Marketing

TTP, Kw

TTP 1, BAP 1, Kw 1

pelanggan

uang

SPK Bagian Gudang TTP 2

Sistem Informasi Penerimaan Kas pada PT. Scorta Citra Prakarsa

BAP SPK 1 Bagian Produksi

Kw3, BSB Bagian Keuangan BAP 2 LPK

Bagian Akuntansi

TTP = Tanda Terima Pesanan BAP = Berita Acara Pekerjaan SPK = Surat Perintah Kerja Kw = Kwitansi BSB = Bukti Setor Bank LPK = Laporan Penerimaan Kas 1,2,3 …= Rangkap ke

Gambar 2.10 Diagram Konteks Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa

TTP Bagian Marketing

1.0 P Pembuatan TTP TTP 2

TTP 1 Pelanggan

FBrg

2.0 Pengeluaran SPK SPK 1

TTP 2 SPK Bagian Gudang

FPlgn 3.0 Pengerjaan Produksi SPK 1 BAP Bagian Produksi

Kw

FBrgSls BAP 1 BAP 2 4.0 Penerimaan Pembayaran Kw 3 Bagian Keuangan FPbyr uang BAP 1, Kw 1

5.0 P Menyetor uang ke bank BSB BSB 6.0 P Pembuatan LPK

Kw 3

Bagian Akuntansi

LPK

Keterangan : TTP = Tanda Terima Pesanan SPK = Surat Peritah Kerja BAP = Berita Acara Pekerjaan Kw = Kwitansi BSB = Bukti Setor Bank FBrg = File Barang FPlgn = File Pelanggan FPbyr = File Pembayaran FLpk = File Laporan Penerimaan Barang 1,2,3 = Menyatakan lembar ke ...

FLpk

Gambar 2.11 Diagram Alir Data Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa

TTP 2

2.1 P Memilih barang

FBrg

TTP 2

2.2 P Cetak SPK

SPK

Bagian Gudang

SPK 1

TTP = Tanda Terima Pesanan SPK = Surat Perintah Kerja 1,2,3 …. = Rangkap ke

Gambar 2.12 Diagram Rinci 2 Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa

SPK 1

3.1 P Mengerjakan pesanan

SPK 1

Bagian Keuangan

BAP 2

3.2 P Cetak BAP

BAP

Bagian Produksi

FBrgSls BAP 1

SPK = Surat Perintah Kerja BAP = Berita Acara Pekerjaan 1,2,3 .. = Rangkap ke

Gambar 2.13 Diagram Rinci 3 Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa

BAP 1

uang

4.1 P Menerima pembayaran dari pelanggan FPlgn

uang Pelanggan BAP 1

Bagian Marketing

Kw

4.2 P Mencetak Kw

Kw 1

FPbyrn

BAP = Berita Acara Pekerjaan Kw = Kwitansi FPbyrn = File Pembayaran 1,2,3 … = Rangkap ke

Gambar 2.14 Diagram Rinci 4 Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa

2.3.2.2

Diagram Hubungan Entitas Diagram Hubungan Entitas atau Entity Relationship Diagram (ERD)

adalah model data yang menggunakan beberapa notasi untuk menggambarkan data dalam konteks entitas dan hubungan yang dideskripsikan oleh data tersebut. Berikut ini adalah simbol-simbol yang digunakan dalam diagram hubungan entitas : Simbol Entitas (Entity) Digunakan untuk mewakili suatu elemen Keterangan

lingkungan sumber daya dan transaksi. Hubungan (Relationship) Digunakan untuk menunjukkan hubungan antara entitas yang satu dengan yang lain. Garis Penghubung (Line Connector) Simbol ini digunakan untuk menghubungkan antara entitas dan hubungan. Tabel 2.4 Simbol - simbol Diagram Hubungan Entitas

Ada 4 relasi dasar dalam Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship Diagram), yaitu :

1. One – to – One ( 1 – 1 )

Yaitu relasi yang terjadi jika sebuah entry dalam sebuah objek data store dihubungkan satu entry dalam objek data store yang lain. 2. One – to – Many ( 1 – M ) Yaitu relasi yang terjadi jika sebuah entry dalam sebuah objek data store dihubungkan dengan satu atau lebih entry dalam objek data store yang lain. 3. Many – to – One ( M – 1 ) Yaitu relasi yang terjadi jika satu atau lebih entry dalam sebuah objek data store dihubungkan oleh sebuah entry dalam objek data store yang lain. 4. Many – to – Many ( M – M ) Yaitu relasi yang terjadi jika satu atau lebih entry dalam sebuah objek data store dihubungkan dengan satu atau lebih entry dalam objek data store. Berikut ini adalah Gambar Diagram Hubungan Entitas yang Diusulkan pada PT. Scorta Citra Prakarsa.

Kd_Plgn # Nm_Plgn Almt_Plgn Telp_Plgn

Pelanggan

I

Beli

M

Barang

M

Kd_Plg Kd_Brg

I

Kd_Brg # Nm_Brg Jenis_Brg Jml_Brg Tgl_Pglrn

Kd_Plgn No_Kw

Bayar Mengerjakan pesanan

Kd_Brg Kd_BrgSls

I No_Kw # No_TTP Kd_Plg Nm_Plgn Kd_BrgSls Tota_Byr
Pembayaran

I I
Catat

M

Barang Selesai

I

Kd_BrgSls No_Kw

M

Kd_BrgSls # Nm_Brg Jenis_Brg Jml_Brg Tgl_Pglrn

Buat

I

I Laporan Penerimaan Kas No_Kw # Kd_BrgSls Jml_Brg Total_Hrg

Jenis

No_Kw No_TTP

Kd_BrgSls No_Kw

Gambar 2.15 Diagram Hubungan Entitas Sistem Penerimaan Kas Yang Diusulkan Pada PT. Scorta Citra Prakarsa

2.3.2.3

Kamus Data Kamus Data adalah suatu model yang mirip dengan kamus yang

membantu kita dalam mencari arti kata baru, maka Kamus Data juga mempunyai fungsi sama dalam pemodelan sistem. Selain itu Kamus Data juga berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detail, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan dan proses. Kamus Data

mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut: 1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam Diagram Aliran Data 2. Mendefinisikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran, misalnya alamat diuraikan menjadi kota, Negara dan kode pos 3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data 4. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran 5. Mendeskripsikan hubungan detail antar penyimpanan akan menjadi titik perhatian dalam Entity Relationship Diagram. Berikut ini adalah simbol-simbol yang digunakan dalam Kamus Data :

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

SIMBOL = + () {} [] ** @ |

URAIAN Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi artinya Dan Opsional (boleh ada atau boleh tidak) Pengulangan Memilih salah satu dari sejumlah alternatife, seleksi Komentar Identifikasi atribut kunci

Pemisah sejumlah alternative pilihan antara symbol [ ] Tabel 2.5 Simbol - simbol Dalam Kamus Data

Berikut ini adalah Kamus Data yang diusulkan : A. Aliran Data 1) TTP = @No_TTP + Tgl_Pesanan + Nama_Pesanan + Perusahaan + NPWP + Alamat_Pemesan + Telp_Pemesan + Jmlh_Bayar + Total_Bayar + Ket + Description. 2) SPK = @No_SPK + Tgl_Pesanan + Nama_Pesanan + Perusahaan + NPWP + Alamat_Pemesan + Telp_Pemesan + Jmlh_Bayar + Total_Bayar + Ket + Description. 3) BAP = @No_BAP + Tgl_Pesanan + Nama_Pesanan + Perusahaan + NPWP + Alamat_Pemesan + Telp_Pemesan + Jml_Bayar + Total_Bayar + Ket + Description. 4) Kw = @No_ Kw + Sudah terima dari + Banyaknya uang + Untuk

pembayaran + Tgl_Kw + Jml_Pbyrn (nominal).

5) LPK = @Tgl_LPK + Divisi + No_urut + No_Pesanan + No_Kw + Nama_Pemesan/perusahaan + Tgl_Transaksi + Jml_Bayar + Lns + Plnsn + Ket + Total + Dibuat oleh* + Diperiksa I oleh* + Diperiksa II oleh*. Dibuat oleh = Nama + Tgl Diperiksa I oleh = Nama + Tgl Diperksa II oleh = Nama + Tgl

B. Simpanan Data 1) 2) 3) Pelanggan = {@Kd_Plgn + Nm_Brg + Almt_Plgn + Telp_Plgn} Barang = {@Kd_Brg + Nm_Brg + Jns_Brg + Jml_Brg + Tgl_Penglrn} Barang Selesai = {@Kd_BrgSls + Nm_Brg + Jns_Brg + Jml_Brg + Tgl_Penglrn} 4) Pembayaran = {@No_Kw + No_TTP + Kd_Plgn + Nm_Plgn + Kd_BrgSls + Total_Byr} 5) Laporan Penerimaan = {@No_Kw + Kd_BrgSls + Jml_Brg + Total_Byr}

2.3.2.4

Rancangan Masukan

Rancangan masukan adalah suatu proses membuat berbagai bentuk atau isi dokumen sumber data dan tampilan latar untuk memasukkan data yang menghasilkan sistem. Adapun rancangan masukan yang diperlukan oleh pihak manajemen, dalam sistem informasi penerimaan kas ini, rancangan masukan yang diperlukan yaitu :

TTP ( Tanda Terima Pesanan ) Tujuan = Sebagai bukti penerimaan pesanan Sumber = Bagian marketing Jumlah = 2 rangkap Distribusi = Pelanggan, bagian gudang Format = Lampiran I

SPK ( Surat Perintah Kerja ) Tujuan = Sebagai perintah kerja ke bagian produksi Sumber = Bagian gudang Jumlah = 2 rangkap Distribusi = Bagian produksi dan diarsip sendiri Format = Lampiran II

BAP ( Bukti Acara Pekerjaan ) Tujuan = Sebagai bukti bahwa barang sudah di produksi Sumber = Bagian produksi Jumlah = 3 rangkap Distribusi = Bagian marketing, bagian keuangan, dan diarsip sendiri Format = Lampiran III

Kw ( Kwitansi ) Tujuan = Sebagai bukti bahwa telah menerima pembayaran Sumber = Bagian marketing Jumlah = 3 rangkap Distribusi = Pelanggan, bagian keuangan, dan diarsip sendiri Format = Lampiran IV

2.3.2.5

Rancangan Keluaran Rancangan keluaran adalah rancangan yang dihasilkan dari data yang

sudah diolah, berupa laporan-laporan yang berasal dari data masukan yang ada. Adapun tujuan dari rancangan sistem keluaran adalah menentukan berbagai bentuk atau isi laporan, tampilan layar, kapan laporan disampaikan dan siapa yang berhak menerimanya. Rancangan keluaran yang diusulkan adalah sebagai berikut: • LPK ( Laporan Penerimaan Kas ) Tujuan = Sebagai bukti pencatatan penerimaan kas Sumber = Bagian akuntansi Jumlah = 2 rangkap Distribusi = Keduanya diarsip sendiri Format = Lampiran V

2.3.2.6

Spesifikasi File ( Rancangan File ) PT.

Spesifikasi File pada Sistem Informasi Penerimaan Kas pada Mustika Prima Berlian adalah sebagai berikut : a. Nama File Akronim Primary key No 1 2 3 4 : Pelanggan : Plg : Kd_Plg Tipe Data Character Character Character Character Panjang 8 22 50 13 Keterangan Kode Pelanggan Nama Pelanggan

Nama Field Kd_Plg # Nm_Plg Alm_Plg Telp_Plg

Alamat Pelanggan Telepon Pelanggan

Tabel 2.6 Struktur File Pelanggan

b. Nama File Akronim Primary key No 1 2 3 4 5

: Barang : Brg : Kd_Brg Tipe Data Character Character Character Numeric Date Panjang 8 20 10 5 8 Keterangan Kode Barang Nama Barang Jenis Barang Jumlah Barang Tanggal Pengeluaran barang Tabel 2.7 Struktur File Barang

Nama Field Kd_Brg # Nm_Brg Jenis_Brg Jml_Brg Tgl_Pglrn

c. Nama File Akronim

: Barang Selesai : BrgSls

Primary key No 1 2 3 4 5

: Kd_BrgSls Tipe Data Character Character Character Numeric Date Panjang 8 20 10 5 8 Keterangan Kode Barang Nama Barang Jenis Barang Jumlah Barang Tanggal Pengeluaran barang

Nama Field Kd_BrgSls # Nm_Brg Jenis_Brg Jml_Brg Tgl_Pglrn

Tabel 2.8 Struktur File Barang Selesai d. Nama File Akronim Primary key No 1 2 3 4 5 6 : Pembayaran : Pbyrn : No_Kw Tipe Data Character Character Character Character Character Numeric Panjang 8 8 8 20 8 9 Keterangan Nomor Kwitansi Nomor TTP/BAP Kode Pelanggan Nama Pelanggan Kode Barang Total Bayar

Nama Field No_Kw # No_TTP/BAP Kd_Plg Nm_Plg Kd_BrgSls Total_Bayar

Tabel 2.9 Struktur File Pembayaran

e. Nama File Akronim Primary key No

: Laporan Penerimaan Kas : LPK : No_Kw Tipe Data Panjang Keterangan

Nama Field

1 2 3 4

No_Kw # Kd_BrgSls Jml_Brg Total_Hrg

Character Character Numeric Numeric

11 8 5 9

Nomor Kwitansi Kode Barang Jumlah Barang Total Harga

Tabel 2.10 Struktur File Laporan Penerimaan Kas

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan langsung selama Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada PT. Scorta Citra Prakarsa serta uraian-uraian yang telah dijabarkan dalam bab-bab sebelumya, maka dapat disimpulkan mengenai Sistem Informasi Penerimaan Kas pada PT. Scorta Citra Prakarsa, adalah sebagai berikut : 1. Dalam melaksanakan kegiatannya, PT. Scorta Citra Prakarsa belum adanya pemisahan fungsi atau kerja yang sesuai sehingga sulitnya memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cepat sehingga transaksi yang akan dilakukan akan mengalami kesulitan terutama dengan bagian marketing karena semua kegiatan transaksi dilakukan di bagian marketing. 2. Dengan Sistem Informasi Penerimaan Kas yang diusulkan ini, semua data yang dibutuhkan, dimasukkan ke dalam basis data yang saling terintegrasi sehingga bila diperlukan suatu informasi, maka dapat ditampilkan file-file tersebut dengan waktu yang relatif singkat.

3.2

Saran Selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada PT. Scorta Citra Prakarsa, dapat memperoleh pengalaman yang berguna, meskipun dalam

melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada PT. Scorta Citra Prakarsa masih memiliki kekurangan. Namun dengan demikian dapat diberikan saran yang mungkin berguna untuk memaksimalkan kinerja perusahaan, adalah sebagai berikut : Sebaiknya dalam melaksanakan kegiatannya, PT. Scorta Citra Prakarsa menggunakan Sistem Informasi Penerimaan Kas secara menyeluruh guna mempercepat dan mempermudah kegiatan perusahaan yang akan dilaksanakan seperti adanya basis data yang saling terintergrasi sehingga apabila ingin memperoleh informasi dapat diperoleh dengan cepat. Agar tujuan dari penerapan Sistem Informasi Penerimaan Kas yang diusulkan sesuai dengan yang diharapkan, adanya peningkatan dalam koordinasi, sosialisasi dan kerjasama antara bagian-bagian yang terkait dengan Sistem Informasi Penerimaan Kas. Dengan demikian sistem yang baru yang telah diusulkan akan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 1992. Intermediate Accounting. Jogjakarta : BPSE.

Bodnar, George H. 2003. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi ke-8.Jilid 2. Jakarta : PT. Indeks. H. M, Jogiyanto, MBA, Ph. D. 2001. Analisis dan Desain. Andi Offset. Jakarta. Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi ke-3. Jakarta : Salemba Empat. Raymond, Mc leod. 2004. Sistem Informasi Manajamen. Jogjakarta : Andi Romney, Marshall B. 2004. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi ke-9.Buku 1. Jakarta : Salemba Empat. S. R, Soemarso. 2002. Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi 5. Jakarta : Salemba 4. Whitten, Jefferi L. 2004. Metode Desain dan Analisis Sistem. Edisi ke-6. Yogyakarta : ANDI.

Nő …………. KWITANSI / RECEIPT NO . ……….

Sudah teria dari : Receipt from Banyaknya uang : The sum of

……………………………………………………………. …………………………………………………………….

Untuk pembayaran : In payment of

……………………………………………………………. ……………………………………………………………. ……………………………………………………………. ……………………………………………………………. Jakarta, …………………………...

Harmoni Plaza Blok A No. 2 – 3 Jl. Suryopranoto No . 2 Jakarta 10130 Indonesia Telp. : (021) 6325050 * Kwitansi asli merupakan bukti pembayaran yang sah . Fax. : (021 ) 6328311 * Pembayaran dengan cheque /giro baru dianggap sah apabila cheque /giro tersebut sudah dapat diuangkan .

Rp.

SC OR T A

SHOOTING LAB. SERVICE EQUIPMENT RENTAL

TANDA TERIMA PESANAN

Nő ………….

Harmoni Plaza Blok A No. 2-3, Jl. Suryopranoto No. 2 Jakarta 10130, Indonesia Telp. (021) 6325050, Fax. (021) 6328311

Sudah terima dari Perusahaan NPWP Alamat Telp. Rumah Kantor Keterangan

: : : : : : : Total Bayar

Description

Jumlah Bayar
* Pesanan yang tidak diambil dalam waktu 3 bulan setelah selesai diluar tanggung jawab kami * Kehilangan/kerusakan yang terjadi di luar kemauan kami hanya kami ganti dengan video kaset kosong * Claim hanya dapat dilayani max. 7 hari setelah hasil diterima, khusus untuk shooting master akan dihapus * Seluruh perbaikan akan dikenakan biaya tambahan * Pembayaran dengan cheque / giro harap dibuat atas nama Scorta * Tanda Terima Pesanan ini bukan merupakan kwitansi * Jika terjadi pembatalan dari client, maka client dikenakan biaya pembatalan sebesar 25% dari nilai transaksi * Jika terjadi keterlambatan atau kesalahan di luar jangkauan kami maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Scorta.

Tanda terima Pesanan ,

Jakarta, …………………………...

SC O R T A

SHOOTING LAB. SERVICE EQUIPMENT RENTAL

SURAT PERINTAH KERJA

Nő ………….

Harmoni Plaza Blok A No. 2-3, Jl. Suryopranoto No. 2 Jakarta 10130, Indonesia Telp. (021) 6325050, Fax. (021) 6328311

Sudah terima dari Perusahaan NPWP Alamat Telp. Rumah Kantor Keterangan

: : : : : : : Total Bayar

Description

Jumlah Bayar
* Pesanan yang tidak diambil dalam waktu 3 bulan setelah selesai diluar tanggung jawab kami * Kehilangan/kerusakan yang terjadi di luar kemauan kami hanya kami ganti dengan video kaset kosong * Claim hanya dapat dilayani max. 7 hari setelah hasil diterima, khusus untuk shooting master akan dihapus * Seluruh perbaikan akan dikenakan biaya tambahan * Pembayaran dengan cheque / giro harap dibuat atas nama Scorta * Tanda Terima Pesanan ini bukan merupakan kwitansi * Jika terjadi pembatalan dari client, maka client dikenakan biaya pembatalan sebesar 25% dari nilai transaksi * Jika terjadi keterlambatan atau kesalahan di luar jangkauan kami maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Scorta.

Surat perintah kerja ,

Jakarta, …………………………...

SC O R T A

SHOOTING LAB. SERVICE EQUIPMENT RENTAL

BERITA ACARA PEKERJAAN

Nő ………….

Harmoni Plaza Blok A No. 2-3, Jl. Suryopranoto No. 2 Jakarta 10130, Indonesia Telp. (021) 6325050, Fax. (021) 6328311

Sudah terima dari Perusahaan NPWP Alamat Telp. Rumah Kantor Keterangan

: : : : : : : Total Bayar

Description

Jumlah Bayar
* Pesanan yang tidak diambil dalam waktu 3 bulan setelah selesai diluar tanggung jawab kami * Kehilangan/kerusakan yang terjadi di luar kemauan kami hanya kami ganti dengan video kaset kosong * Claim hanya dapat dilayani max. 7 hari setelah hasil diterima, khusus untuk shooting master akan dihapus * Seluruh perbaikan akan dikenakan biaya tambahan * Pembayaran dengan cheque / giro harap dibuat atas nama Scorta * Tanda Terima Pesanan ini bukan merupakan kwitansi * Jika terjadi pembatalan dari client, maka client dikenakan biaya pembatalan sebesar 25% dari nilai transaksi * Jika terjadi keterlambatan atau kesalahan di luar jangkauan kami maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Scorta.

Berita acara pekerjaan ,

Jakarta, …………………………...

LAPORAN PENERIMAAN KAS TGL : ……… / ………. / ……….. Divisi : ……………….. No. No. No Pesanan Kwitansi

Nama pemesan

Tgl. Tr

Jumlah Bayar

Lunas

Pelunasan

Keterangan

Total Dibuat oleh, Nama : ………… Tgl : ………… Diperiksa I oleh, Nama : ………… Tgl : ………… Diperiksa II oleh Nama : ………… Tgl : …………

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama NIM Jurusan Tempat/Tanggal Lahir : Jenis Kelamin Agama Alamat

: : :

Donny Nizarwan 2053330029 Sistem Informasi Akuntansi

Jakarta, 17 Juli 1987 : : : Laki-laki Islam Jl. Petojo Enclek V No. 3 RT. 003/07 Jakarta Pusat 10160

Pendidikan Formal

: -

SD Negeri 05 Pagi Jakarta ( 1993 – 1999 ) SLTP Negeri 60 Jakarta ( 1999 – 2002 ) SMA Negeri 25 Jakarta (2002 – 2005 ) Akademi Akuntansi YAI ( 2005 – 2008 )

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

( DONNY NIZARWAN )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->