You are on page 1of 0

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Darah merupakan gabungan dari cairan, sel-sel dan partikel yang
menyerupai sel, yang mengalir dalam arteri, kapiler dan vena yang
mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan dan membawa
karbondioksida dan hasil limbah lainnya.
(http://www.medicastore.com/cybermed
detail_pyk.php?idktg=128<iddtl=160,2007).
Darah terdiri dari elemen-elemen berbentuk dan plasma dalam jumlah
setara. Elemen-elemen berbentuk tersebut adalah sel darah merah
(eritrosit),sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
( Elizabeth J .Corwin ).
Trombosit berperan penting dalam pembentukan bekuan darah.
Trombosit dalam keadaan normal bersirkulasi ke seluruh tubuh melalui aliran
darah. Namun, dalam beberapa detik setelah kerusakan suatu pembuluh,
trombosit tertarik ke daerah tersebut sebagai respon terhadap kolagen yang
terpajan di lapisan sub endotel pembuluh. Trombosit melekat ke permukaan
yang rusak dan mengeluarkan beberapa zat (termasuk serotonin dan histamin)
yang menyebabkan vasokontriksi pembuluh.( Elizabeth J Corwin).
Pemeriksaan trombosit termasuk salah satu pemeriksaan hematology
yang banyak diminta di laboratorium klinik. Hal ini disebabkan oleh makin
1
2
meningkatnya kebutuhan akan data tersebut dalam upaya membantu
menegakkan diagnosis. Dengan meningkatnya permintaan pemeriksaan hitung
sel darah maka pemeriksaan hitung sel cara manual tidak lagi dapat memenuhi
kebutuhan tersebut. Walaupun demikian, hitung sel darah cara manual masih
dipertahankan. Hal ini disebabkan hitung sel darah cara manual masih
merupakan metode rujukan. Keuntungan lain ialah hitung sel cara manual
dapat dilakukan di laboratorium yang tidak ada aliran listrik juga karena
harga sebuah alat hitung sel otomatis cukup mahal. (FKUI,1992).
Pemeriksaan hitung jumlah trombosit cara langsung digunakan larutan
pengencer Rees ecker dimana eritrosit tidak dilisiskan, maka disamping dapat
dilihat trombosit juga dapat dilihat sel eritrosit. Larutan pengencer yang lain
ialah Amonium oksalat 1% dimana dengan ammonium oksalat 1% eritrosit
dapat dilisiskan, sehingga yang terlihat di mikroskop hanya trombosit saja.
Diantara penggunaan larutan pengencer tersebut, penggunaan Rees ecker yang
lebih bagus karena trombosit lebih jelas terlihat karena kandungan BCB di
dalam reagen Rees ecker yang dapat mewarnai trombosit sehingga jelas
terlihat sedang penggunaan amonium oksalat trombosit tidak terlihat jelas dan
sulit dibedakan dengan kotoran. Namun karena harga Rees ecker yang lebih
mahal,beberapa laboratorium masih menggunakan amonium oksalat sebagai
larutan pengencer dengan alasan lebih ekonomis.

3
B. PERUMUSAN MASALAH
Setelah mengetahui latar belakang masalah di atas maka dapat
dirumuskan suatu permasalahan yaitu apakah ada perbedaan hasil antara
hitung jumlah trombosit metode manual menggunakan larutan pengencer Rees
ecker dan amonium oksalat 1%.

C. HIPOTESIS PENELITIAN
Ada perbedaan hasil antara hitung jumlah trombosit metode manual dengan
reagen Rees ecker dan amonium oksalat 1%

D. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaaan hitung
jumlah trombosit metode manual menggunakan larutan pengencer Rees
ecker dan amonium oksalat 1%.
2. Tujuan Khusus:
a. Menghitung jumlah trombosit menggunakan reagen Rees ecker
b. Menghitung jumlah trombosit menggunakan reagen amonium oksalat
1%
c. Mengetahui perbedaan hitung jumlah trombosit metode manual
menggunakan larutan pengencer Rees ecker dan amonium oksalat 1%
4
E. MANFAAT PENELITIAN
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan
kepada para pekerja laboratorium klinik tentang pemeriksaan trombosit dan
analis dapat memilih larutan pengencer yang tepat untuk pemeriksaan hitung
jumlah trombosit.