You are on page 1of 45

Hemostasis

IMA ARUM L BAGIAN PATOLOGI KLINIK

POKOK BAHASAN
 Definisi

 Komponen hemostasis
 Proses hemostasis  Pemeriksaan laboratorium hemostasis

 Penyakit dalam hemostasis

Definisi
 Hemostasis adalah suatu mekanisme pertahanan

tubuh yang amat penting dalam menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang luka.
 Mekanisme hemostasis mempunyai dua fungsi

primer yaitu untuk menjamin bahwa sirkulasi darah tetap cair ketika di dalam pembuluh darah, dan untuk menghentikan perdarahan pada pembuluh darah yang luka.

Komponen yang berperan
 5 komponen-komponen tersebut adalah :

1. Pembuluh darah 2. Faktor-faktor pembekuan 3. Trombosit 4. Inhibitor 5. Sistem fibrinolisis

yaitu :  Tunica intima yang terdiri dari jaring ikat endotelium dan subendotelium. .  Tunica media dan  Tunica adventitia. Pembuluh darah Dinding pembuluh darah mempunyai 3 lapisan.

FAKTOR PEMBEKUAN  Faktor-faktor pembekuan darah adalah glikoprotein.  Faktor-faktor pembekuan darah diklasifikasikan ke dalam beberapa group berdasarkan fungsinya. yang kebanyakan diproduksi dihepar dan disekresi ke sirkulasi darah. .

Faktor pembekuan darah dinyatakan dalam angka romawi Faktor I II III IV V VI VII VIII Nama Fibrinogen Prothrombin Tissue factor Ion kalsium Proaccelerin Proconvertin Antihemophilic factor (AHF) Plasma Thromboplastin Component (PTC) Stuart Factor Plasma Thromboplastin Antecedent (PTA) Hageman factor Fibrin Stabilizing Factor (FSF) Hight Molecular Weight Kininogen (HMWK) Pre Kallirein (PK) Sinonim Tissue Thromboplastin Labile Factor Stable factor Antihemophilict globulin (AHG) Chrismas factor Prower factor Antihemophilic factor C IX X XI XII XIII - Contact factor Fibrinase Laki lorand factor Fitzgerald factor Flecer factor .

 TROMBOSIT Terbukanya pembuluh darah. Fungsi ini disebut adhesi  oleh vWF endothel .Serotonin. dll . menyebabkan platelet menempel ke permukaan rusak  sumbat platelet (platelet plug). PF4. Akibat adhesi terjadi perubahan bentuk dan pelepasan granul-granul ( reaksi pelepasan) Zat yang dilepaskan : ADP.

Trombosit III. Vaskuler →rx.bekuan drh →rx. b. P.Proses Hemostasis Mekanisme tubuh u/ menghentikan perdarahan secara spontan Yg berperan : I. Sist.vaskuler II.kimiawi . Seluler →rx.

SISTEM VASKULER  VASOKONSTRIKSI  AKTIVASI TROMBOSIT  AKTIVASI PEMBEKUAN DARAH Pembuluh darah luka Vasokonstriksi secara reflektoris dipertahankan : .serotonin) .I.epinefrin pemblh drh kecil → perdrhan berhenti pemblh drh besar → perlu sistem lain  trombosit & pembekuan darah .5 hidroksitriptamin(5 HT.

adhesi trombosit & pemb.darah sumbat trombosit = aktivasi faktor pembekuan darah jalur ekstrinsik & jalur intrinsik → fibrin . m.Pembuluh darah besar → luka → vasokonstriksi → sel endotel rusak ↓ jaringan ikat dibawah endotel (serat kolagen serat elastin. basalis) terbuka ↓ = aktivasi trombosit.

Reaksi pelepasan 3. Agregasi trombosit 4. SISTEM TROMBOSIT = Pembentukan & stabilisasi sumbat trombosit Pembentukan sumbat trombosit : 1. Fusi trombosit .II. Adhesi trombosit 2.

Pembuluh darah luka (sel endotel rusak) ↓ Adhesi trombosit ↓ Reaksi pelepasan ↓ Agregasi trombosit ↓ Fusi trombosit .

Lisosom = enzim hidrolase asam . Pf4.Adhesi trombosit  Trombosit melekat pada serat kolagen = Peran penting: faktor von Willebrand = Tergantung pd glikoprotein membran permukaan trombosit Reaksi pelepasan = Pemaparan thd kolagen atau aksi trombin ↓ pelepasan isi granula trombosit . norepinefrin .V. Granula padat = ADP. F. ATP. vWf. Ion kalsium. βTG . serotonin. Granula alfa = fibrinogen.

VIII:VWF VIII:C VIIIR:AG Kolagen Subendotelial Gambar 1. peranan faktor VIII. VWF .

Agregasi trombosit = ADP + TxA2 → trombosit-trombosit ber agregasi pada pembuluh darah yang luka ↓ ADP & TxA2 dilepaskan >>> ↓ Agregasi trombosit sekunder → Terbentuk massa trombosit yang cukup besar untuk menyumbat .

TROMBOSIT FOSFOLIPID FOSFOLIPASE A2 ASAM ARAKHIDONAT SIKLO OKSIGENASE PROSTAGLANDIN G2 (PGG 2) PEROKSIDASE PROSTAGLANDIN H2 (PGH2) TROMBOKSAN SINTETASE STIMULASI TROMBOKSAN A2 (TxA2) AGREGASI ENDOTEL FOSFOLIPID ASAM ARAKHIDONAT PGG2 PGH2 PROSTASIKLI SINTETAS N INHIBISI E PROSTASIKLIN (PGI2) TROMBOKSAN B2 (TxB2) Gambar Sintesis TxA2. PGI2 .

trombastenin → fusi irreversibel trombosit yang beragregasi pada tempat luka = Trombin → mendorong fusi trombosit = Fibrin → memperkuat stabilitas sumbatan .Fusi trombosit = Konsentrasi ADP  . enzim yang dilepaskan.

SISTEM PEMBEKUAN DARAH Proses pembekuan darah: Rangkaian reaksi enzimatik yang melibatkan - - - Protein plasma (fakt.pembekuan darah) Fosfolipid Ion kalsium .III.

Ratnoff) :  Faktor pembekuan darah →bentuk aktif oleh faktor sebelumnya.TEORI WATER FALL/CASCADE (Mac Farlane. rangkaian rx enzimatik  Faktor pembekuan darah yang beredar dalam darah prekursor → enzim jika diaktifkan  Enzim akan mengubah prekursor selanjutnya →enzim . Davie.

Jalur intrinsik : dicetuskan oleh aktivasi kontak F XII. Jalur ekstrinsik : dicetuskan oleh tromboplastin jaringan. Protrombin. PF3. F VII.F XI. HMWK. ion kalsium 2. ion kalsium 3. Fibrinogen . PF3. Jalur bersama : F X. F V. F IX. PK.PROSES PEMBEKUAN DARAH 1. F VIII.

.

kehamilan dan pemakaian kontrasepsi oral Faktor V.Faktor-faktor pembekuan Golongan fibrinogen: faktor I. VIII kehilangan aktifitas dalam plasma yang disimpan . VIII. V. XIII Trombin berinteraksi dengan semua Aktivasi hilang pada proses pembekuan (tdk ada dlm serum) Meningkat selama peradangan.

 Golongan protrombin : faktor II.K untuk sintesis. terjaga baik dalam plasma yang disimpan. prekalekrein   Tidak tergantung vit K untuk sintesis. . memerlukan Ca++ untuk aktivasi Semua kecuali protrombin (II) tidak dipakai selama pembekuan (ada dalam serum) Stabil. XII. tidak tergantung kalsium Stabil. terjaga baik dalam plasma yang disimpan  Golongan kontak : Faktor XI. VII. IX. X    Tergantung pada vit.

Inhibitor alamiah . Mekanisme pembersihan seluler 3. Aliran darah 2.MEKANISME KONTROL PEMBEKUAN DARAH / INHIBITOR = pembekuan darah mrpkn proses autokatalitik = sejumlah kecil enzim yang terbentuk pd tiap reaksi menimbulkan enzim dalam jumlah besar pada rekasi selanjutnya = perlu mekanisme kontrol ↓ mencegah aktivasi dan pemakaian faktor pembekuan berlebihan melalui: 1.

Inhibitor alamiah plasma normal mengandung inhibitor protease (protein yang dapat menghambat enzim proteolitik ) . ά1 antitripsin. Mekanisme pembersihan (clereance)seluler hati → sel RES : menghilangkan tromboplastin jaringan. F Xa. protein C 1. Inhibitor protease : AT III. fibrin hepatosit : menghilangkan F IXa. .Aliran darah: mengencerkan faktor pembekuan darah yg aktif dari tempat luka 2. F VIIa 3. ά2 makroglobulin. C1esterase inhibitor.

3.FIBRINOLISIS = proses penghancuran deposit fibrin oleh sistim fibrinolitik shg aliran darah terbuka kembali Tiga komponen sistem fibrinolisis : 1. 2. Plasminogen Aktivator plasminogen Inhibitor plasmin .

aktivator eksogen : urokinase (dibentuk diginjal → ekskresi di urin).aktivator ekstrinsik : tissue plasminogen aktivator (t. terdapat : endotel pemb. Plasminogen → plasmin → memecah fibrin  Aktivator plasminogen: substansi yg dpt mengaktivkan plasminogen → plasmin .PA) . darah & jaringan . kalikrein (dlm darah) . streptokinase (dibentuk o/ Streptokokkus β hemoliticus) .aktivator intrinsik : F IXa.

Inhibitor plasmin = substansi yang dapat menetralkan plasmin = disebut antiplasmin = terdapat dalam darah: ά2 plasmin inhibitor ά2 makroglobulin ά1 antitripsin AT III Inhibitor →aktivator plasminogen : plasminogen aktivator inhibitor (PAI) .

FDP : fibrinogen degradation product fibrin → FDP fragmen X ↓ fragmen Y & fragmen D ↓ fragmen D & fragmen E FDP : = inhibitor pembekuan darah terutama fragmen Y = menghambat kerja trombin & polimerisasi fibrin = menggangu fungsi trombosit .

.

Pemeriksaan Hemostasis Fungsi pemeriksaan Hemostasis  Mengetahui Adanya Penyakit Pembekuan Darah  Persiapan Pre Operatif  Pemantauan Obat-obat Antikoagulantia  Pemantauan Pengobatan Dengan Fraksi-fraksi Darah .

Kategori pemeriksaan  Pemeriksaan Penyaring Atau Skrining Tes  Pemeriksaan Lanjutan Atau Advance Tes .

Hitung Trombosit: Pemeriksaan Hitung Trombosit Evaluasi Hapusan Darah Tepi Waktu Perdarahan : Memeriksa Fungsi Vaskuler In Vivo Mengetahui Fungsi Trombosit Pada Hemostasis Primer PT (Prothrombine Time) Untuk Evaluasi Jalur Ekstrinsik APTT Untuk Evaluasi Jalur Intrinsik Clot Reaction ( Cr ) Untuk Evaluasi Trombosit Dan Fibrinogen Memeriksa Sifat-sifat Bekuan Darah .

tetapkan nilai rujukan sendiri Uji fungsi ! Indikasi : persiapan tindakan bedah. kadar fibrinogen. TT. pemantauan keberhasilan dan efek samping obat. pemantauan terapi sulih komponen darah .PEMERIKSAAAN LABORATORIUM STUDI KOAGULASI : (uji saring) PT. APTT. mean. faktor XIII Spesimen : citrated poor plasma Tes penderita dan kontrol / standard In duplo.

88 Cara pelaporan : .dalam detik .Aktivitas protrombin ( kurva standard ) .27 – 2. kisaran di pasaran : 1.PROTROMBIN TIME Dapat gunakan whole blood pada neonatus (kasar) Gambarkan jalur ekstrinsik Waktu pembekuan dengan tromboplastin jaringan maksimal. cara pelaporan beda ISI (WHO). 37 oC Sensitivitas tromboplastin beda.Rasio ( PT penderita : kontrol ) PT test INR = ( PT normal ) ISI .Indeks ( PT kontrol : penderita ) .

APTT PTTK (partial tromboplastin time with kaolin) / KCCT (kaolin cephalin clotting time) Waktu pembekuan (detik) 37 0 tanpa tromboplastin Gambarkan jalur intrinsik Standarisasi : preinkubasi pertama x dengan faktor kontak TT Waktu pembekuan (detik) 370 dengan penambahan trombin Trombin dapat diganti dengan : reptilase ( enzim Bothrops atrax) ancord ( enzim = Agkistrodon rhodostoma ) .

gravimetrik. presipitasi . FDP) waktu pembekuan perlu kurva kaliberasi  Hasil  g/l Direk :  kuantitas fibrinogen  metoda : imunologik.Pengukuran kadar fibrinogen 2 grup metoda :  fungsi  direk Fungsi : Metoda Clauss Prinsip : plasma diencerkan + larutan trombin kuat (pengenceran untuk kurangi kadar inhibitor : heparin.

2002 TES PENYARING UNTUK FAKTOR XIII UREA CLOT LYSIS Prinsip fibrin terlarut  fibrin stabil bekuan fibrin + urea 5 M / monokhlorasetat 1 % dinilai stabilitas bekuan fibrin setelah 24 jam ! Metoda pemeriksaan spesifik .

penyakit hepar obstruktif . juga V.antikoagulan (therapeutic range : INR = 2.5) .INTERPRETASI HASIL DAN APLIKASI KLINIK HUBUNGAN TERBATAS DENGAN IN VIVO TETAP PILIHAN TERBAIK DARIPADA METODA DUKE / IVY PT Memanjang : . aspirin.defisiensi Faktror VII.defisiensi vitamin K . X. chlorpromazine Memendek : plasma disimpan 4 0 C .0– 3. fibrinogen dipengaruhi vitamin C.

defisiensi vitamin K tidak valid untuk lupus antikoagulan .penyakit hati . antikoagulan . VIII. fibrinogen Sensitif terhadap inhibitor & heparin 0. IX.pemberian heparin.DIC .3-0.APTT Faktor kontak.V.transfusi masif dengan darah simpan . protrombin.7 u/ml Memanjang : .

disfibrinogenemia kongenital ) .aktivasi koagulasi .hipoalbuminemia KOREKSI : protamin sulfat (heparin.polimerasasi fibrin abnormal ( penyakit hati.FDP . FDP) toluidin biru (heparin) Memendek : .TT Memanjang : .hiperfibrinogenemia (DIC) .difibrinogenemia diturunkan / didapat .

jumlah leukosit  rendah: disfibrinogenemia. punya hubungan dengan profil lipid. aktivitas fisik >>. alkoholisme.FIBRINOGEN METODA CLAUSS:  Tidak sensitif terhadap heparin kecuali kadar  Dipengaruhi FDP > 190 ug / ml  Punya hubungan dengan risiko gangguan kardiovaskuler  Dipengaruhi usia. hormone replacement therapy . DM. indeks massa tubuh.. post meno- pause. inflamasi. HDL-kolesterol tinggi.

fresh frozen plasma dapat untuk menambah faktor XIII UJI FUNGSI : HASIL MUNGKIN TIDAK SESUAI . dapat perdarahan berat Plasma yang mengandung faktor XIII 2 – 5 % cukup untuk mencegah perdarahan Infus dengan kriopresipitat.FAKTOR XIII Waktu paruh in vivo : 11-14 hari / 9 -12 hari Defisiensi : bekuan larut kembali dalam 2-3 jam.

Gangguan pada Hemostasis .