You are on page 1of 4

Centella Herba (Herba Pegagan)

Nama Daerah
Sumatra : Pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), pegago (Minangkabau) Jawa : Antanan gede (Sunda), gagan-gagan, Pacul gowang (Jawa) Nusa Tenggara : Bebele (Sasak), Paiduh (Bali) Maluku : Sarowati (Halmahera) Irian : Dogauke, Sandanan

Pemerian
bau lemah, aromatik; rasa mula-mula tidak berasa, lama kelamaan agak pahit.

Pemeriksaan Makroskopik

Klik untuk melihat.

Daun : tunggal, berkeriput, rapuh, tersusun dalam roset yang terdiri dari 2 sampai 10 daun; tangkai daun, panjang 2 cm sampai 10 cm, dengan pangkal tangkai melebar serupa seludang; helai daun berbentuk ginjal, lebar, panjang sampai 9 cm, lebar sampai 7 cm, atau berbentuk bundar dengan garis tengah sampai 7 cm, berwarna hijau kelabu, umumnya dengan 7 tulang daun yang menjari; pangkal helai daun berlekuk; ujung daun membundar; pinggir daun bergerigit sampai bergeringgitbergerigi, pinggir pangkal daun bergerigi; permukaan daun umumnya licin, tulang daun pada permukaan bawah agak berambut; stolon dan tangkai daun berwarna coklat kelabu, berambut halus. Nodium dari batang yang menjalar umumnya berakar; panjang ruas batang sampai 11 cm. Rimpang: pendek, umumnya tegak, berwarna coklat kelabu. Perbungaan : berupa payung tunggal, panjang gagang sampai 5 cm; perbungaan umumnta terdiri dari 3 bunga; daun pelindung 2 sampai 3 helai; daun mahkota berwarna kemerahan, panjang 1 mm sampai 1,5 mm. Buah : terdapat 3 sampai 5 kremokarp berbentuk pipih, berlekuk 2, berusuk, tinggi kremokarp 3 mm, lebar sampai 4 mm, saling berhadapan pada bidang yang lebar, berwarna kuning kecoklatan; tiap kemokarp terdiri dari 2 merikarp.

Pemeriksaan Mikroskopik

Klik untuk melihat.

Daun : atas terdiri dari 1 lapis sel jernih berbentuk poligonal, dinding antiklinal lurus, kutikula bergaris. Sel epidermis bawah : mirip sel epidermis atas, tetapi lebih kecil. Stomata : tipe anisositik berbentuk corong, besar 25 m sampai 40 m dengan 2 sel tetangga yang kecil dan 1 sel tetangga lebih besar. Terdapat lebih banyak pada epidermis bawah daripada epidermis atas. Rambut penutup : berbentuk kerucut ramping, panjang 100 m sampai 200 m, terdiri dari 2 sel, sel ujung lebih panjang dan berdinding lebih tebal dari sel pangkal. Jaringan palisade : terdiri dari 2 lapis sel, lapisan pertama selnya lebih panjang dari lapisan kedua. Jaringan bunga karang : 5 sampai 7 lapis sel. Idioblas : berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset, tersebar di dalam mesofil, terutama dalam jaringan palisade lapisan kedua; besar hablur 15 m sampai 25 m. Buah : merikarp terdiri dari epikarp, mesokarp, dan endokarp. Epikarp : sel kecil, dinding antiklinal agak berombak, kutikula bergaris, stomata dan rambut penutup serupa di daun. Mesokarp : bagian luar parenkimatik, saluran minyak pipih dan berkas pembuluh kolateral terdapat di rusuk; mesokarp bagian dalam terdiri dari beberapa jaringan yaitu parenkim dengan sel kecil, dinding berlignin, bernoktah jelas, dan jaringan sklerenkim yang terdiri dari sel batu berbentuk bulat panjang, saluran noktah jelas, lumen sempit, tersusun membujur; pada batas 2 jenis jaringan itu terdapat lapisan sel idioblas berisi hablur kalsium oksalat berbentuk prisma berukuran lebih kurang 20 m. Endokarp : serupa dengan sklerenkim masokarp, tersusun melintang. Endosperm : sel parenkimatik berdinding tebal, tidak berlignin, mengandung butir-butir minyak dan hablur kalsium oksalat berbentuk roset. Stolon dan tangkai daun : sel epidermis berkutikula tebal dan bergaris, jaringan kolenkimatik terdapat dibawah epidermis. Korteks : parenkimatik, dengan saluran minyak tersebar; beberapa berkas pembuluh kolateral, terpisah satu dengan yang lain oleh parenkim, tersusun dalam lingkaran ; empulur parenkimatik; empulur tangkai daun sering rusak dan berongga; pembuluh kayu berpenebalan spiral, cincin dan bernoktah sempit serupa celah. Di sebelah luar floem terdapat lengkungan serabut sklerenkim. Rimpang : parenkimatik berisi butir pati kecil; pembuluh kayu terutama terdiri dari pembuluh jala dan pembuluh bernoktah sempit; di permukaan akar terdapat periderm. Serbuk : warna hijau kelabu. Fragmen pengenal adalah fragmen daun, tampak melintang dan tangensial dengan sel epidermis jernih, betuk poligonal, dinding antiklinal lurus; kutikula bergaris; hablur kalsium oksalat berbentuk roset didalam mesofil; stomata dengan 2 sel tetangga kecil dan 1 sel tetangga lebih besar; fragmen rambut penutup berbentuk kerucut panjang, sel ujung lebih panjang dan berdinding lebih tebal dari sel pangkal; fragmen sklerenkim dari mesokarp dan endokarp yang susunan lapisan selnya saling menyilang; lapisan idioblas berisi hablur kalsium oksalat berbentuk prisma; fragmen pembuluh spiral, pembuluh cincin, pembuluh jala dan pembuluh noktah dari berkas pembuluh; fragmen endosperm dengan hablur roset.

Cara Identifikasi

Klik untuk melihat.

a. Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat. b. Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes asam sulfat 10N; terjadi warna coklat hijau. c. Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan besi (III) klorida P 5% b/v; terjadi warna hijau kekuningan. d. Pada 2 mg serbuk herba tambahkan 5 tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v; terjadi warna kuning coklat.

Uji Kemurnian
Kadar abu tidak lebih dari 19 %

Klik untuk melihat.

Kadar abu yang tidak larut dalam asam tidak kurang dari 5%. Kadar sari yang larut dalam air tidak kurang dari 6% Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 9,5% Bahan organik asing tidak lebih dari 2 %.

Kegunaan
Diuretik

Kandungan Senyawa
glikosida asiatikosida, asam asiatikat

Referensi
Data belum tersedia.

Produk Terkait
Data belum tersedia.

Klik untuk melihat.

Penulis
1. Erma Putr