You are on page 1of 8

ASMA

8.1. AMINOPHYLIN Golongan obat : Methylxanthines Original Name : Phyllocontin Nama Dagang : Phaminov; Phyllocontion continus Bentuk dan Kekuatan Sediaan: Tablet 225 mg, Ampul 10 ml Indikasi: Asma dan penyakit paru obstruksi kronis Kontraindikasi: Hipersensitivitas terhadap teofilin dan ethylendiamine Perhatian: Usia: neonatus (term and premature), anak - anak dibawah satu tahun, usia lanjut (lebih dari 60 tahun) mengalami penurunan clearance, risiko terjadinya "fatal theophylline toxicity" meningkat; Active peptic ulcer dapat memperparah ulcer; Cardiac arrhythmias (tidak termasuk bradiaritmia) dapat memperparah keadaan; Penggunaan obat lain yang menghambat atau mempengaruhi metabolisme teofilin dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal; Congestive heart failure dapat mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin; Peningkatan dosis harus didasarkan pada kadar puncak theophyllin pada saat steady state; Demam: 102 derajat Fahrenheit (38.8 derajat celcius) atau lebih yang terjadi selama 24 jam (atau bahkan lebih), atau peningkatan suhu yang lebih rendah yang terjadi selama periode waktu yang lama Dosis dan Aturan Pakai: Dewasa: Asma akut berat yang memburuk dan belum mendapat terapi dengan Teofilin. Injeksi IV pelan : 250-500mg (5 mg/kg) (diinjeksikan lebih dari 20 menit) dengan monitoring ketat, selanjutnya dapat diikuti dengan dosis pada asma akut berat. Dewasa: Asma akut berat : IV infus 500 mcg/kg/jam (dengan monitoring ketat) disesuaikan dengan konsentrasi plasma Teofilin.Anak-anak : Asma akut berat yang memburuk dan belum mendapat terapi dengan Teofilin. Injeksi IV pelan : 5 mg/kg (diinjeksikan lebih dari 20 menit) dengan monitoring ketat, selanjutnya dapat diikuti dengan dosis pada asma akut berat. Anak-anak: Asma akut berat: IV infus: anak usia 6 bulan - 9 tahun 1mg/kg/jam anak usia 10 - 16 tahun 800 mcg/kg/jam disesuaikan dengan konsentrasi teofilin dalam plasma Efek Samping: Efek samping yang sering terjadi : Saluran cerna (diare, mual dan muntah); Neurologi (pusing, sakit kepala, insomnia, dan tremor); Renal : diuresis. Efek samping serius : Cardiovascular (Atrial fibrilasi, Bradiaritmia apabila administrasi terlalu cepat dapat menyebabkan Cardiac arrest); Takiaritmia Dermatologic : Erythroderma; Gastrointestinal : Necrotizing enterocolitis in fetus OR newborn; Immunologic : Immune hypersensitivity reaction; Neurologic : perdarahan pada intracranial, kejang Interaksi Obat: Obat-obat yang dapat meningkatkan kadar Teofilin: Propanolol, Allopurinol (>600mg/day), Erythromycin, Cimetidin, Troleandomycin, Ciprofloxacin (golongan Quinolon yang lain), kontrasepsi oral, Beta-Blocker, Calcium Channel Blocker, Kortikosteroid, Disulfiram, Efedrin, Vaksin Influenza, Interferon, Makrolida, Mexiletine, Thiabendazole, Hormon Thyroid, Carbamazepine, Isoniazid, Loop diuretics; Obat lain yang dapat menghambat Cytochrome P450 1A2, seperti: Amiodaron, Fluxosamine, Ketoconazole, Antibiotik Quinolon); Obat lain yang dapat menghambat Cytochrome P450 1A2, seperti: Amiodaron, Fluxosamine, Ketoconazole, Antibiotik Quinolon). Obat-obat yang dapat menurunkan kadar Teofilin:

Teofilin. Sulfinpyrazone. IV Isoproterenol. 200 dosis terukur/16. pasien lebih dari 1 tahun. Waktu paruh : 15 jam 8. 10% tidak berubah. Hydantoin. Ekskresi : Pada ginjal: (pasien dengan usia lebih dari 3 tahun). kandidiasis di mulut atau tenggorokan. CYP3A3.7 L/kg). glaucoma. 200 dosis terukur/25 gram botol Indikasi: Profilaksis asma Kontraindikasi: Alergi terhadap propelan fluorocarbon Perhatian: Gunakan secara hati-hati pada pengobatan kronis dengan dosis yang lebih tinggi dari yang dianjurkan karena dapat menyebabkan supresi adrenal. pertumbuhan terganggu pada anak Interaksi obat: Tidak ada yang signifikan pada dosis yang dianjurkan Farmakokinetik: Absorpsi: kerja obat sebagian besar bersifat setempat.45 L/kg (range 0. obat-obat yang dapat menginduksi CYP 1A2 (seperti: Aminoglutethimide. Ginjal: (pasien dengan usia lebih dari 3 tahun).8 g canister.3. Menembus plasenta. CYP2E1. Barbiturate. (neonatus). Isoniazid. Phenobarbital. diduga dapat terakumulasi pada neonatus dan dapat menyebabkan efek farmakologi). Larutan aerosol inhalasi nasal : 0. 90% metabolisme terjadi di hati. katarak. Distribusi : kerja obat bersifat setempat . Metabolisme : Hepatic. Sympathomimetics Farmakokinetik: Absorpsi: Oral. 8. Terapi glukokortikoid sistemik (tidak boleh dihentikan mendadak pada saat terapi inhalasi atau intranasal dimulai) Dosis dan Aturan Pakai: Aerosol inhalasi : 200 mcg 2 kai sehari atau 100 mcg 3-9 kali sehari (pada kondisi lebih berat dosis awal 600-800 mcg perhari). BUDESONID Golongan Obat : Kortikosteroid Original Name : Pulmicort Nama Dagang: Cycortide. 3-methylxanthine. 50% tidak berubah. osteoporosis. tidak terdialisis pada peritoneal dialysis.BEKLOMETASON Golongan Obat : Kortikosteroid Original Name: Beconase Nama Dagang: Kalbecort. Adanya makanan tidak mempengaruhi absorpsi. caffeine (tidak ditemukan pada pasien dewasa. Aerosol untuk inhalasi nasal : memberikan 42 mcg/aktivasi. Anak : 50-100 mcg 2-4 kali sehari atau 100-200 mcg 2 kali sehari. Turbuhaler 100 mcg/isap Indikasi: Pengobatan dan pencegahan asma Kontraindikasi: Reaksi . Metabolism dan ekskresi : eliminasinya terutama melalui feses. khususnya dengan albumin.2 . merupakan rute utama. 10-25% inhalasi terdeposisi di tempat kerja obat dalam saluran napas.042% larutan. Distribusi : Vd: 0.8 g canister. terdialisis pada hemodialysis. Efek samping: Suara serak. 200 dosis terukur/16. Rifampin). Ritonavir.3 L/kg-0.Phenytoin. sisanya dimetabolisme dengan cepat. tablet: waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar puncak 10 mcg/mL (range 5-15 mcg/mL) adalah 1-2 jam setelah pemberian dosis 5mg/kg pada dewasa. isoenzyme P450 CYP1A2. Metabolit aktif: 3-methylxanthine. Loop Diuretic. Ketoconazole. Carbamazepine. Protein binding: 40%. Budenofalk Bentuk dan Kekuatan Sediaan: Cyclocaps 200 mg/cyclocaps. Ventide Bentuk dan Kekuatan Sediaan: Aerosol untuk inhalasi : memberikan 42 mcg/aktivasi.

Gastrointestinal : Diarrhea (10%). Secara teoritis penggunan bersamaan dengan Proton Pump Inhibitor (omeprazole dan pantoprazole) mempengaruhi pH lambung yang pada akhirnya juga mempengaruhi kecepatan disolusi enteric-coated capsules. Quinupristin-Dalfopristin. Zileuton. Secara Nasal : kocok perlahan sebelum digunakan Efek Samping: Endocrine metabolic : Cushing's syndrome. Fluvoxamine. rasa terbakar/tersengat pada hidung. Dirithromycin. Anak-anak dibawah 12 tahun dosis 200-800 mcg setiap hari dalam 2 dosis terbagi (800mcg setiap hari pada severe asthma). pada penderita dengan severe asthma dosis dapat ditingkatkan menjadi 800mcg setiap hari.2-1.6mg setiap hari dalam 2 dosis terbagi. Fluoxetine. Nausea (11%). setelah menggunakan inhalasi bersihkan mulut dengan air. Secara inhalasi : jangan mengocok inhaler. Dosis anak-anak : 50-400mcg dua kali sehari. Respiratory : Epistaxis. dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan (dosis maksimal 800mcg setiap hari). Propoxyphene. Inhalation of powder (turbohaler): Pada awal pengobatan selama periode severe asthma dan pada saat pengurangan atau pemberhentian oral kortikosteroid. Pada penderita yang tidak terlalu parah dapat diberikan 200-400 mcg satu kali sehari (setiap sore). Inhibitor enzim yang lain meliputi: Amiodarone. dosis yang diberikan 1-2mg dua kali sehari (dosis dapat ditingkatkan pada penderita dengan severe asthma). ketoconazole dapat menghambat enzim CYP3A4 sehingga dapat meningkatkan serum level dan kemungkinan dapat terjadi toksisitas penggunaan budesonide.2-1. Sinusitis (8%). Saquinavir. Perhatian: Digunakan dengan hati-hati pada tuberculosis aktif maupun tidak aktif. nasal mukosa yang kering. Pasien dengan asma yang terkontrol dengan pemberian inhalasi Beclometasone dipropionat atau pemberian Budesonide 2 kali sehari. Indigestion (6%). Diltiazem. Grapefruit juice dapat . Zafirlukast. dosis dapat diubah menjadi satu kali sehari (setiap sore hari) dengan dosis total yang sama (sampai 800mcg satu kali sehari). Sakit kepala (21%). Neurologic : Pusing. dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.6 mg tiap hari dalam dosis terbagi. Tidak dapat digunakan sebagai reliever pada bronkospasme akut. Pemakaian bersama dengan omeprazole tidak mempengaruhi kinetika Budesonid kapsul. Ritonavir. Delavirdine. Aerosol inhalasi: Dewasa 200 mcg dua kali sehari. iritasi tenggorokan Interaksi Obat: Cimetidine dapat menurunkan clearance dan meningkatkan bioavailabilitas Budesonide dengan meningkatkan konsentrasi plasma. Itraconazole. Clarithromycin. Penambahan Salmeterol meningkatkan respon inhaled corticosteroid. Cara pemberian: Secara oral : jangan memecah atau mengunyah kapsul.6 mg tiap hari. Verapamil. Musculoskeletal : Arthralgia (5%). dosis yang diberikan 0. Dosis dan Aturan Pakai: Cyclohaler: Dosis dewasa : 0. Nefazodone. Dosis anak-anak usia 6 tahun keatas : 200400mcg setiap hari dalam dosis terbagi. dosis dapat dikurangi menjadi tidak lebih dari 200mcg tiap hari pada penderita dengan gejala asma yang terkontrol dengan baik. dosis dapat ditingkatkan menjadi 1. Indinavir. Nevirapine.hipersensitivitas terhadap produk budesonide Sebagai terapi primer pada Status asthmaticus atau episode akut asma. Disulfiram. minum pada pagi hari. Inhalation of nebulised suspension: Pada awal pengobatan selama periode severe asthma dan pada saat pengurangan atau pemberhentian oral kortikosteroid. infeksi saluran nafas(11%). pada severe asthma.

IPRATROPIUM BROMIDA Golongan Obat : Antikolergik Original Name : Atrovent Nama Dagang: Combivent.5. Flixotide Bentuk dan Kekuatan Sediaan: 44. 3-4 .4. Lama pengobatan eksaserbasi asma 7 hari setelah eksaserbasi Efek Samping: Osteoporosis. Distribusi: 2. T½ eliminasi: 2-3.6) : 0-9% terikat dengan albumin plasma dan a1-acid glycoprotein secara in vitro. myasthenia gravis. diskus.500 mcg. FLUTIKASON Golongan obat : Kortikosteroid Original Name : Cutivate Nama Dagang: Flixonase. Dosis dapat disesuaikan dengan respon klinis pasien. Ekskresi : feses.611.6) 20-40 mcg. Nasal inhaler 0. Inhalation Solution 250 mcg/ml Indikasi: Simptomatik asma bronchial Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap ipratropium. anak 6-18 th 8. katarak. 110 dan 220 mcg/aktuasi CFC MDI. 6 -12 th : 20-40 mcg 3 kali sehari.2-3. Distribusi (2. rotadisk 4 dosis 40. Metabolisme : sebagian dimetabolisme melalui hidrolisis ester.4. Inhalation solution (1. 120 aktuasi 50.6 jam. Anak-anak 4 – 16 tahun 1000 mcg 2 kali sehari. Farbivent Bentuk dan Kekuatan Sediaan: Inhaler 20 mcg/Semprot. 100 dan 250 mcg/dosis DPI. Anak s/d 6 th : 20 mcg 3 kali sehari. St John's wort dapat menurunkan kadar Budesonid Farmakokinetik: Absorpsi: sediaan dalam bentuk kapsul lebih cepat dan lebih baik diabsorbsi.1% dalam bentuk tidak berubah. Penggunaan bersama kapsul dengan diet tinggi lemak dapat menunda pencapaian waktu puncak.6) : 250 . 8. efek maksimum 1. OOA 1-3 menit. narrow-angle glaucoma.3.6% dalam bentuk tidak berubah. Nasal spray kurang lebih 0.3. 100 dan 250 mcg/dosis DPI. kandidiasis di mulut atau tenggorokan. hipertrofi prostat (Benign Prostatic Hyperplasia). Tidak diindikasikan untuk terapi awal bronkospasma akut Dosis dan Aturan Pakai: Inhaler (1. Metabolisme: dilakukan oleh organ hati melalui enzim CYP3A4 menjadi 2 metabolit: 16 alpha-hydroxyprednisolone dan 6 beta-hydroxybudesonide. pertumbuhan terhambat pada anak-anak Interaksi Obat: Penghambat kuat CYP3A4. ritonavir Farmakokinetik: Absorpsi : setelah oral inhalasi.7 jam.menggandakan jumlah Budesonid yang digunakan secara oral didalam sistemik. Ikatan dengan protein: 85% sampai 90%. Waktu untuk mencapai kadar puncak sediaan: Inhalasi: kurang lebih 20 menit. reaksi hipersensitivitas pada kulit. Kapsul 30-600 menit. hanya sedikit yang diabsorpsi dari permukaan paru atau saluran cerna ke dalam sirkulasi sistemik. kehamilan dan menyusui Dosis dan Aturan Pakai: Dewasa dan anak diatas 16 tahun 500-2000 mcg 2 kali sehari. tetapi tidak mempengaruhi tingkat absorpsi.9 L/kg. Ekskresi melalui urin (60%) dan feses.6 jam 8.5-2 jam.7-5. glaucoma. ginjal (dewasa 3. DOA = 4 jam. seperti ketokonazol. 60 dosis Indikasi: Profilaksis asma Kontraindikasi: Hipersensitivitas pada obat dan komponen obat Perhatian: Peningkatan dan penurunan dosis serta penghentian harus dengan pengawasan medik. suara serak.6 jam. 3-4 kali sehari. Hipersensitif terhadap soya lecithin (aerosol) Perhatian: Bledder-neck obstruction. Bioavailabilitas (oral inhalation) sekitar 2-7%. Waktu paruh eliminasi 1.4.

meningkatkan nafsu makan dan berat badan. kemudian dosis ditingkatkan sampai dosis terapeutik. Anak s/d 6 th : 125-250 mcg. 8.7.MAOI Dosis dan Aturan Pakai: Oral: dosis ketotifen fumarat setara dengan 1 mg ketotifen dua kali sehari bersama makanan. Konsentrasi plasma maksimum (oral) dicapai pada 2-4 jam. SALBUTAMOL Golongan Obat : Agonis β2 Original Name : Ventolin Nama Dagang : Salbuven.5-1 mg pada malam hari selama beberapa hari. interaksi dengan alkaloid belladonna dapat meningkatkan efek antikolinergik.5 mg/ml Injeksi. takikardi. mulut kering. dapat diulang sampai dosis maksimum sehari 1 mg Efek samping: Mulut kering. dosis maksimum sehari 1 mg. sakit kepala. platelet. Ekskresi terutama melalui urin sebagai metabolit inaktif dengan jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah. dengan Cisaprid : menghilangkan / menurunkan efikasi Cisaprid. fibrilasi atrial Interaksi Obat: Kombinasi albuterol dan inhaler ipratropium harus diperhatikan bila digunakan bersamaan dengan obat golongan beta adrenergik yang lain karena meningkatkan risiko efek samping pada kardiovaskular. 200 dosis MDI 10 ml. 6-12 th : 250 mcg. terapi awal 0. pusing. Profilas Bentuk dan Kekuatan Sediaan: Tablet 1 mg. terapi allergic rhinitis dan conjunctivitis Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap ketotifen atau komponen lain dalam formulasi (pengawet benzalkonium klorida). asma.1 mg/tiap Semprot Aerosol Inhalasi. Fartolin Bentuk dan Kekuatan Sediaan: Tablet 4 mg Easyhaler 200 mcg/dosis. 0. mual. serangan asma akut Perhatian : Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Farmakokinetik : Absorbsi sistemik minimal. Inhaler Dosis 200 dan Dosis . 8. antihistamin. Untuk pasien yang tidak tahan dengan efek sedasi. konstipasi. glukoma sudut sempit. Drop 1 mg/ml Indikasi: Pencegahan asma bronkial jangka panjang. Obat penekan sistem saraf pusat (sedatif. KETOTIFEN Golongan Obat : Antihistamin dan Antialergi Original Name : Zaditen Nama Dagang: Astifen. hamil. Anak 6 bln-3 th : dosis ketotifen fumarat setara dengan 500 mcg ketotifen dua kali sehari Efek Samping: Mengantuk. epilepsy. laktasi. reaksi pada kulit. Distribusi tidak tampak menembus sawar darah otak. hipnotik. jika perlu ditingkatkan sampai 2 mg dua kali sehari. 0. alkohol) meningkatkan efek sedative Farmakokinetik: Bioavailabilitas oral hanya sekitar 50% disebabkan oleh hepatic first-pass metabolism. dapat diulang tiap 4-6 jam. Anak > 3 th: dosis ketotifen fumarat setara dengan 1 mg ketotifen dua kali sehari. Jarang terjadi : cystitis. Sirup 1 mg/5ml. Waktu paruh eliminasi kurang lebih 21 jam. Interaksi Obat : Obat oral antidiabetes: terjadi penurunan trombosit. Secara teori.6. Metabolisme dan ekskresi sejumlah kecil yang diabsorbsi akan dimetabolisme oleh hati.kali sehari. Antimuskarinik harus diperhatikan bila digunakan bersamaan karena berpotensi untuk terjadinya interaksi.

Tablet 2 mg. Endocrine metabolic : Hipokalemia. Dopamin. i. Profilaksis untuk exercise-induced bronchospasm Dewasa 400mcg. Kapsul 2 mg.1-1 mcg/kg/menit (unlicensed). Anak-anak 1-12 bulan 0.c / i. dapat menyebabkan perubahan pada pulse rate. injeksi IV bolus pelan 250 mcg diulangi bila perlu.5 mg sampai 4 kali sehari tetapi administrasi yang lebih sering kemungkinan diperlukan pada kasus-kasus parah Efek Samping: Kardiovaskular : Palpitasi. Dewasa 200mcg (2 semprot). Rifamycins dan obat lain yang dapat menginduksi CYP3A4 dapat menurunkan efek Salbutamol Farmakokinetik: Onset of action: peak effect: sediaan dalam bentuk nebulization/oral inhalation: 0. tetapi perlu mempertimbangkan penilaian medis karena kemungkinan terapi alternatif dapat diindikasikan. dosis awal 5mcg/menit. sediaan oral: 2-3 jam. biasanya dalam interval 3-20 mcg/menit. dapat ditingkatkan sampai 200 mcg (2 semprot) bila perlu. Takiaritmia. Anak-anak dibawah 2 tahun : 100 mcg/kg 4 kali sehari (unlicensed).5 mg/2. Parenteral: Injeksi s. Duration of Action: sediaan dalam bentuk nebulization/oral inhalation: 3-4 . Profilaksis pada exercise-induced bronchospasm. Anak-anak : 100mcg (1 semprot). adrenergic amines. atau lebih bila perlu.6). Perhatian: Kelainan pada sistem cardiovascular . Nafcillin. Anak dibawah 18 tahun (unlicensed) (hipoksemia transient dapat terjadi-pertimbangkan penggunaan suplemen oksigen). ditingkatkan sampai 200mcg (2 semprot) bila perlu. Dobutamin) secara bersamaan. anak-anak 100mcg (1 semprot). 2. untuk gejala menetap boleh diberikan sampai 4 kali sehari. Hypokalemia Dosis dan Aturan Pakai: Oral: Dewasa : dosis 4mg (orang lanjut usia dan penderita yang peka awali dengan dosis awal 2 mg) 3-4 kali sehari. Psychiatric : Nervousness.v infus. Penggunaan bersama dengan Beta-Adrenergic Blocker (contohnya: Propranolol). untuk gejala yang menetap boleh diberikan sampai 4 kali sehari. diulang sampai 4 kali. peningkatkan risiko terjadinya malignant arrhythmia jika salbutamol digunakan bersamaan dengan inhaled anesthetic (contohnya: enflurane. Nevirapine. cardiac arrhythmias. Carbamazepine.5-2 jam. Phenytoin. Serbuk Inhalasi. peningkatan efek pada kardiovaskular dengan penggunaan MAO Inhibitor. Stevens-Johnson syndrome Interaksi Obat: Peningkatan durasi efek bronkodilasi mungkin terjadi jika salbutamol digunakan bersama Ipratropium inhalasi. 1. Inhalasi : Dewasa : 100-200 mcg (1-2 semprot). anak-anak 200 mcg. 6-12 tahun 2 mg 3-4 kali sehari. 4 mg. anak-anak 200mcg. khususnya coronary insufficiency. and hipertensi.400. Diabetes mellitus.25-2.5 ml NaCl Digunakan Dengan Nebulizer. untuk gejala yang menetap boleh diberikan sampai 4 kali sehari. dan 8 mg. Serbuk inhalasi : Dewasa 200-400 mcg. efek samping yang cukup parah meliputi : Dermatologic : Erythema multiforme. Kontraindikasi: Reaksi hipersensitivitas terhadap salbutamol/albuterol. Phenobarbital.5 mg.m 500mcg ulangi tiap 4 jam bila perlu. Antidepresan Trisiklik. Aminoglutethimide. electrocardiogram. serta obat-obat sympathomimetic (misalnya: Amfetamin. dosis maksimal 8mg dalam dosis tunggal ( tetapi jarang memberikan keuntungan ekstra atau dapat ditoleransi dengan baik). halothane). Kaplet 4 mg Indikasi: Pengobatan dan pencegahan asma. Kelainan convulsive. (5. disesuaikan dengan respon dan nadi. Hyperthyroidism. Dewasa dan anak lebih dari 18 bulan 2. 2-6 tahun 1-2 mg 3-4 kali sehari. Neurologic : Tremor. tekanan darah. dapat ditingkatkan menjadi 5 mg bila perlu.

subkutan 6-15 menit. Ampul 0. antidepresan trisiklik. dan angioderma pernah dilaporkan. 8.5-5 mcg/menit) selama 8-10 jam. 7-15 th : 2.5 mg = 0. Distribusi : konsentrasi yang terdistribusi ke dalam ASI kurang lebih sama dengan konsentrasi dalam plasma. Risiko hipokalemia meningkat dengan kortikosteroid. 0.5 jam (0. Inhaler : dewasa dan anak : 250-500 mcg (1-2 semprot) 3-4 kali sehari1. xantin. inhalasi 5 menit. Dosis anak dikurangi. intramuskular. Subkutan.1. inhalasi 3-4 jam.5-1 mL/menit (1. Canister 0. hipokalemia Dosis dan Aturan Pakai: Oral : awal 2. subkutan 0. Sirup 1. Paradoxical bronchospasm. maksimum 7. sediaan oral: 3. oral : larutan = 1. kemudian jika perlu ditingkatkan sampai maksimum 5 mg 3 kali sehari. Aminophylin 8.25 mg = ± 20 menit. Beklometason 8. sakit kepala.5 mg per hari. hipertiroid. Salbutamol mengalami metabolisme di hati menjadi bentuk sulfat yang tidak aktif.5 mg/5 ml. Efek menurun dengan beta bloker.5 mg/ml. Obat-obat simpatomimetik yang lain kemungkinan akan meningkatkan efek samping pada kardiovaskular.08-1 jam). 0. Anak : 75 mcg/kg 3 kali sehari. Respules 2. Anak 2-15 th : 10 mcg/kg sampai maksimum 300 mcg. TERBUTALIN SULFAT Golongan Obat : Agonis ββ2 Original Name : Bricanyl Nama Dagang: Brasmatic. Hipokalemia terutama pada dosis tinggi Interaksi Obat: Toksisitas meningkat dengan MAO inhibitor. diabetes melitus. efek maksimum dicapai 2-3 jam. palpitasi. dengan laju 0.25 mg.5 mg 3 kali sehari selama 1-2 minggu.5 mg/ml.jam. tablet= 2 jam (1-3 jam).2. diuretik.8. 8. urtikaria.25 mg/Semprot. Cardiac arrhythmias yang berhubungan dengan takikardi Perhatian: Penyakit kardiovaskular. Infus intravena : larutan yang mengandung 3-5 mcg/mL. Metabolisme : dimetabolisme sebagian di hati. intravena : 250-500 mcg sampai 4 kali sehari.5 mg 2-3 kali sehari.3. Asma 8. Bricasma Bentuk dan Kekuatan Sediaan: Tablet 2. Aerosol 0. hipertensi. DOA : oral sampai 8 jam. takikardi.5 mg Indikasi: Terapi simptomatik pada asma bronchial Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap terbutalin/simpatomimetik amin. Obat diabsorpsi dengan baik setelah pemberian subkutan. tetapi diperkirakan yang terdistribusi ke dalam ASI kurang dari 1% dosis. aritmia. T½ eliminasi: sediaan dalam bentuk inhalasi: 3-8 jam. Kombinasi dengan teofilin berpotensi menimbulkan aritmia jantung Farmakokinetik: Absorpsi : 3350% dosis oral diabsorpsi di saluran cerna.7-5 jam. Turbuhaler 0. Budesonid 8.5 jam (0. maksimum 8 kali semprot sehari Efek Samping: Tremor (terutama di tangan). gangguan tidur dan perilaku pada anak. tmax .25 mg/Semprot. sediaan oral: 4-6 jam. Bioavailabilitas (tablet) 103% terhadap larutan. Ekskresi melalui urin (30% dalam bentuk yang tidak berubah).4. otot kaku. Flutikason .5 mg. konvulsi.5-3 jam). OOA: oral 30-45 menit. terutama dalam bentuk konjugat sulfat.

8. Ketotifen 8.7.8. Salbutamol 8.5. Terbutalin sulfat .6. Ipatropium bromida 8.