No. ID dan Nama Peserta : / dr. Rahmawati No. ID dan Nama Wahana : / RSUD Batara Guru Belopa, Kab.

Luwu Topik : Eritroderma Tanggal (kasus) : 3 Januari 2014 Nama Pasien : Tn. AH No. RM : Tanggal Presentasi : 7 Januari 2014 Pendamping : dr. HM. Hasrun, M.Kes Tempat presentasi : RSUD Batara Guru Belopa, Kab Luwu Obyek Presentasi : Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka Keilmuan Manajemen Masalah Istimewa Diagnostik Neonatus Bayi Anak Remaja Lansia Bumil Dewasa Deskripsi : Tujuan : Mengetahui gejala klinis eritroderma serta penanganan awal di Unit Gawat Darurat. Bahan Bahasan: TInjauan pustaka Riset Kasus Audit Cara Membahas Diskusi Presentasi dan E-Mail Pos diskusi Nama : Tn. AH Data Pasien : No. Registrasi : RSUD Batara Guru Belopa, Kab Luwu Nama Klinik : Data utama untuk bahan diskusi : 1. Diagnosis / gambaran klinis : Keluhan utama : Kulit kemerahan pada seluruh bagian tubuh. Anamnesis terpimpin : dialami sejak ± 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. Keluhan disertai rasa panas pada seluruh tubuh, kulit yang keriput dan bersisik serta rasa gatal. Pasien mengeluh tidak dapat menutup kelopak matanya karena terasa berat disertai rasa lemah pada seluruh tubuh. Mual (-), muntah (-), demam (-), nyeri (-). Status generalis : Sakit sedang/ Gizi kurang/ Komposmentis Tanda – tanda vital :  Tekanan darah : 90/70 mmHg  Nadi : 98x/menit, regular dan kuat angkat.  Pernapasan : 22 x/ menit, Bronkovesikuler, Rh-/-, Wh-/ Suhu : 37,9 oC Pemeriksaan Fisik :  Kepala : konjungtiva palpebra superior dan inferior kiri dan kanan Nampak hiperemis (+), sklera ikterus (-), bibir sianosis (-).  Leher : nyeri tekan (-), massa tumor (-), pembesaran KGB.  Thoraks : Inspeksi : Simetris kiri dan kanan Palpasi : MT -/-, NT -/Perkusi : Sonor Auskultasi : Bronkovesikuler (+), Rh -/-, Wh -/ Jantung: dalam batas normal  Abdomen : Inspeksi : Datar, ikut gerak napas Auskultasi : Peristaltik (+), kesan normal.

Palpasi : Nyeri tekan region epigastrium (+). Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi ke-5. Pemeriksaan Penunjang : 2. Mochtar. www. 2007. 2. Mendapat pengobatan yang adekuat dan mengalami perbaikan. Riwayat Kesehatan/ Penyakit : Pasien sering menderita penyakit yang berkaitan dengan lambung kemudian mengonsumsi obat yang diterima dari puskesmas. Penatalaksanaan awal kasus eritroderma (dermatitis eksoliativa) . golongan ekonomi rendah. Hasil pembelajaran : 1. 4. 5. perabaan terasa panas (+) dan terlihat adanya infeksi sekunder. Lain – lain : Tingkat pendidikan rendah. 2010. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Riwayat Pengobatan : Pasien pernah berobat sebelumnya di rumah sakit dengan keluhan yang sama. Erupsi Obat Alergik. Erythroderma (Generalized Exfoliative Dermatitis). Sanusi H. Umar. Penegakan diagnosis eritroderma (dermatitis eksfoliativa) 2. 3. Riwayat Keluarga : Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama. Hamzah. Riwayat Pekerjaan : Pasien bekerja sebagai 6. Daftar Pustaka : 1. Perkusi : timpani (+)  Ekstremitas : Tampak kulit eritema disertai skuama (+).medscape.com diakses pada tanggal 2 Januari 2014.

Objektif : Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan effluoresensi berupa eritema mulai berkurang dan skuama yang masih terlihat masif dan baru diseluruh tubuhnya. . krusta. 3. Keluhan juga disertai rasa gatal dan rasa panas. ekskoriasi dan reaksi infeksi lainnya ditemukan di beberapa tempat. Assessment : Berdasarkan temuan data subjektif dan objektif pada pasien ini.Rangkuman pembelajaran hasil portofolio: 1. Dari hasil laboratorium yang menandakan bahwa telah terjadi reaksi inflamasi. 2. Konjungtiva palpepra superior dan inferior tampak hiperemis dan membuat udem disekitarnya sehingga kelopak mata tidak dapat menutup. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya reaksi hipersensitivitas pada tubuh pasien ini. Subyektif: Pasien mengeluh kulit tubuhnya yang eritema berskuama hampir di seluruh bagian tubuhnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful