TRAUMA LUTUT

INDRI C TURNIP

ANATOMI LUTUT

• Patela merupakan tulang sesamoid yang paling besar pada tubuh dan mempunyai fungsi mekanis dalam eksistensi anggota gerak bawah.

Bagian-bagian dari tulang-tulang pembentuk regio knee joint antara lain : • Femur :  Epicondylus lateralis  Epicondylus medialis  Fossa patella  Tubercullum adductor  Condylus medialis  Condylus lateralis  Fossa Intercondylaris .

• Patella : Basis Apex Facies Articularis .

• Tibia :  Condylus lateralis  Condylus medialis  Linea musculi sole  Margo interosseus  Margo medialis  Malleolus medialis • Fibula :  Apex capitis fibulae  Caput fibulae  Collum fibulae  Crista medialis  Malleolus lateralis .

Gambaran anatomi lutut .Gambar.

• Ligamentum pada sendi lutut terbagi menjadi 2 : Ligamentum IntraCapsular Ligamentum ExtraCapsular .

Gambaran ligamentum pada lutut .Gambar 2.

Gambar. Gambaran anterior lutut saat ekstensi .

.

Gambar dari ACL normal Gambar dari ACL abnormal .

.

.

.

Perdarahan pada lutut .Gambar 4.

KLASIFIKASI (TINGKAT KEPARAHAN & JENIS) TRAUMA LUTUT .

CEDERA LIGAMENT PADA LUTUT Medial Collateral ligament (MCL) Lateral Collateral ligament (LCL) Stabilitas lutut Anterior Cruciate Ligament (ACL) Posterior Cruciate Ligament (PCL) .

CEDERA MCL Tingkat 1 • Robekan MCL partial Cedera Medial Collateral Ligament Tingkat 3 • Robekan MCL Komplit Tingkat 2 • Robekan MCL Partial .

CEDERA LCL Tingkat 1 Nyeri ringan pada sisi lateral lutut Tingkat 2 Nyeri signifikan pada daerah lateral lulut Tingkat 3 Terdapat robekan komplit dari ligament .

CEDERA ACL • Manifestasi : ▫ ▫ ▫ ▫ Nyeri terutama setelah cedera Bengkak pada lutut Tidak mampu meluruskan lutut Test Drawer anterior positif .

Rasa sakit yang relatif sedikit. Rasa sakit lebih & bengkak. GRADE-2 • Ligamentum tertarik keluar & diperpanjang. sering memar di sekitar lutut. namun sendi sangat tidak stabil. dengan nyeri ringan & bengkak. juga memar. . Lutut “buckle”.Tingkat Keparahan ACL GRADE-1 • Sebuah hamparan ringan. GRADE-3 • Pada cedera ini seluruh ligamen putus sehingga kedua ujungnya terpisah.

CEDERA PCL
• Manifestasi :
▫ Gejala mirip ACL ▫ Test Drawer Posterior positif

ETIOLOGI

Etiologi Cedera Lutut
• Diperkirakan bahwa 70% cedera melalui mekanisme non kontak dan 30% adalah kontak langsung dengan pemain atau object. • Mekanisme non kontak:
 Jatuh dari tangga atau dari ketinggian sehingga terjadi hyperflexi yang berlebihan.  Deselerasi atau berputar secara tiba-tiba.
 Terkena tackle pada saat bermain bola.  Bertabrakan dengan kaki pemain lawan saat kaki hyperextension.

• Mekanisme kontak:

• Cedera ini seringkali terjadi pada olahraga keras yang mengharuskan melompat dan berlari (olahraga yang ketika lari kencang tiba-tiba berhenti atau saat melompat tiba-tiba harus berputar)

Etiologi Cedera Lutut .

PATOFISIOLOGI .

• Cedera saat olahraga: 1. Trauma akut cedera berat yang mendadak 2. Overuse syndrom sindrom pemakaian berlebihan .

TRAUMA BERLEBIHAN OTOT TIDAK BISA MEREDAM ACL AMBIL ALIH BEBAN CEDERA ACL LUTUT TIDAK STABIL TERJADI SUPERPOSISI TULANG REAKSI INFLAMASI CEDERAI MENISKUS DAN PD LUTUT MENGUNCI NYERI .

Tanda Peradangan Trauma lutut vasodilatasi rubor aliran darah >> nutrisi & oksigen >> metabolisme >> rangsang ujung saraf darah merembes dari kapiler ke ruang intrasel kalor tumor dolor F U N C T I O L A E S A .

.

• saraf. ligamen.TRAUMA LUTUT meliputi: • jaringan lunak (tendon. otot. dan pembuluh darah) • tulang • sendi .

.

.

.

Manifestasi Klinis .

NYERI KEHILANGAN FUNGSI MENGUNCI CARA JALAN HISTORY KAKU DEFORMITAS BENGKAK LEMAS .

Pemeriksaan .

LOOK FEEL Pemeriksaan Umum MOVE .

.

.

.

ABDUCTION /ADDUCTION STRESS TEST • Assessment for MCL / LCL injuries • Lutut diberi gaya abduksi atau adduksi dalam posisi ekstensi penuh • Nyeri di atas. bawah. atau pada garis sendi • Cedera collateral ligament .

tungkai bawah pasien didistraksikan sambil ekso dan internal rotasi dan jika nyeri= cedera colloateral ligament . dan jika nyeri= cedera meniscus kemudian dengan menahan paha pasien.lutut ekstensi di beri gaya internal rotasi kemudian direfleksikan dan di tekan ke bawah di lakukan juga dengan gaya eksternal rotasi .APLEY COMPRESSION TEST Posisi pronasi.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pemeriksaan Penunjang • X-RAY  Xray : untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan tulang pada tempat menempelnya ligament.  Adanya tulang yang lepas dapat terlihat pada pemeriksaan ini. .

.

.• MRI (Magnetic Resonance Imaging)  MRI : pemeriksaan non invasive yang sangat berguna untuk memperlihatkan struktur tulang dengan sangat baik. meniskus tulang rawan. atau tulang rawan artikular.  Pemeriksaan dapat memperlihatkan selain kerusakan ACL juga kerusakan ligament yang lain.

.

• ARTHROSCOPI  Alat bedah dimasukkan melalui satu atau lebih potongan kecil (sayatan) pada lutut untuk melihat dalam lutut.  Ini adalah prosedur yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam sendi dengan memasukkan tabung tipis (arthroscope) yang berisi kamera dan cahaya melalui sayatan kecil di dekat sendi. dimana dokter dapat melihat bagian dalam sendi. .  Kamera mengirimkan gambar close-up video dari sendi ke monitor tv.

 Instrumen bedah juga dapat dimasukkan melalui arthroscope untuk mengambil sampel jaringan atau untuk memperbaiki luka/kerusakan pada sendi. . Arthroscopi dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit sendi dan cedera sendi dan untuk mengobati beberapa masalah bersama.

TATALAKSANA .

Pengobatan • Istirahat dan pemberian analgetik • Istirahat lokal dengan bidai dan traksi • Pemberian antibiotik secepatnya .

Sprain/ contusio • • • • Rest Ice Compression Elevation RICE .

Apa yang dapat di lakukan segera setelah cedera? (penanganan pertama) • Tindakan yang harus di lakukan disingkat R.I. karena cedera lutut harus beristirahat untuk 24 sampai 48 jam pertama guna untuk mencegah cedera lebih lanjut.C.E  Rest : Hentikan segera segala aktifitas. .

 Ice : lakukan kompres dengan es atau air dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri .

 Compression : lakukan balutan dengan compression bandage (elastic verband) untuk mengurangi bengkak .

 Elevation : berbaring dengan tungkai ditinggikan untuk mengurangi bengkak .

. • Untuk mobilisasi pasien dapat langsung berjalan dengan menggunakan tongkat. • Kontrol luka operasi dilakukan seminggu sekali selama 2 minggu.REHABILITASI • Pasien dirawat biasanya semalam di rumah sakit.

KOMPLIKASI & PROGNOSIS .

dan trauma berulang pada daerah lutut. Gejala: Persendian terasa kaku dan nyeri saat digerakan Pembengkakan pada persendian .Osteoartritis Terjadi karena instabilitas. robeknya kartilago.

Komplikasi Rekonstruksi ACL Arthrofibrosis Adalah inflamasi yang menyebabkan produksi berlebihan jaringan parut di sekitar sendi. Gejala: Nyeri ROM yg terbatas karena sendi kaku .

Infeksi pasca operasi Sering disebabkan oleh bakteri gram (+). Gejala : Bengkak Panas Keluar darah/nanah dari luka operasi .coli. bakteri gram (-). dan bakteri anaerob contohnya Streptococcus aureus dan E.

Hilangnya sensorik di daerah patella • Akibat pengambilan autograft pengganti ligamen yang robek. • Ruptur ligamen patella dan fraktur patella akibat pengambilan graft untuk pengganti ligamen yang robek . • Biasanya mati rasa di daerah pattela dan cenderung kembali normal dalam beberapa bulan.

Prognosis Cedera ACL • Pasien yg ditangani dengan rekonstruksi keberhasilan jangka panjang 80-90%. pasien akan bisa melakukan gerakan persendian lutut secara normal dalam waktu 6-9 bulan. memiliki • Setelah rekonstruksi . .