You are on page 1of 14

PAPER KELAINAN-KELAINAN JARINGAN PERIODONTIAL

PENYAKIT PERIODONTAL PENGERTIAN Jaringan periodontal adalah jaringan yang mengelilingi gigi dan berfungsi sebagai penyangga gigi, terdiri dari gingiva, sementum, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Massler menyatakan bahwa gingivitis merupakan fenomena bifase. Pada anak - anak bersifat akut, sementara dan cenderung mengenai papila, sedangkan pada orang dewasa bersifat kronis dan progresif. Gambaran histologi jaringan periodontial sebagai berikut

Gingiva !ebih merah karena lapisan epitel yang tipis, "at tanduknya sedikit dan adanya vaskularisasi pembuluh darah yang banyak. #urangnya stippling karena papila jaringan ikat dari lamina propria lebih pendek dan lebih datar. #onsistensinya lunak karena kurang padatnya jaringan ikat dari lamina propria. $ulkusnya relatif dalam. %epi-tepi menggumpal dan membulat dihubungkan dengan adanya hiperami dan edema yang disebabkan proses erupsi gigi.

(erajat kalsifikasi yang lebih rendah )ertambahnya aliran darah dan cairan getah bening Permulaan terjadinya kerusakan biasanya timbul pada saat plak bacterial terbentuk pada mahkota gigi. Plak menghasilkan sejumlah "at yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam perkembangan penyakit periodontal.Sementum !ebih tipis. . Ligamen periodontal 'uang ligamen periodontal lebih lebar $erat-seratnya kurang padat dan jumlah seratnya kurang ditiap daerah %erdapatnya pertambahan cairan jaringan yaitu aliran darah dan cairan getah bening Tulang Alveolar !amina dura lebih tipis. kurang padat &enderung terjadi hiperplasia sementum pada bagian apikal dan epitel attachment. 'uang sumsum lebih besar. %rabekula lebih sedikit. meluas disekitarnya dan menerobos sulkus gingiva yang nantinya akan merusak gingiva disekitarnya. Peradangan pada gingiva dan perkembangannya pada bagian tepi permukaan gigi terjadi ketika koloni mikroorganisme berkembang.

se1uensis/ proses terjadinya gingivitis adalah sebagai berikut yang pertama terjadi Permulaan. Penderita biasanya tidak merasa sakit pada gusi. 0rutan . Menetap dan Parah. %iga tahap pertama yaitu permulaan. %erjadi proliferasi pembuluh darah kapiler dan bertambahnya aliran darah. Perubahan ini tidak tampak secara klinis.Penyakit periodontal dibagi atas dua golongan yaitu gingiviti dan periodontiti ! Gingiviti adalah peradangan pada gusi yang disebabkan bakteri dengan tanda-tanda klinis perubahan warna lebih merah dari normal.empat/ tahap yaitu periodontitis. Gingivitis bersifat reversible yaitu jaringan gusi dapat kembali normal apabila dilakukan pembersihan plak dengan sikat gigi secara teratur. 2kumulasi dan . Penyakit ini bersifat progresif. biasanya dijumpai antara usia *+-. dini dan menetap merupakan tahap pada diagnosa gingivitis dan tahap parah merupakan diagnosa adalah respon gingiva terhadap plak gigi yaitu perubahan pada vascular. #onsep patogenesis penyakit periodontal yang diperkenalkan oleh Page dan $chroeder terdiri dari . (ini. .+ tahun dan bersifat irreversible/tidak dapat kembali normal seperti semula. KLASI"IKASI Penyakit periodontal dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu gingivitis dan periodontitis. Periodontiti menunjukkan peradangan yang sudah mengenai jaringan pendukung gigi yang lebih dalam. gusi bengkak dan berdarah pada tekanan ringan. yaitu apabila tidak dirawat dapat menyebabkan kehilangan gigi dan bila gigi tersebut sampai hilang-tanggal berarti terjadi kegagalan dalam mempertahankan keberadaan gigi di dalam rongga mulut seumur hidup.

tergantung dari respon host.260G/ GEJALA KLINIS 0ntuk mengungkapkan gejala-gejala penyakit periodontal dapat dinilai melalui pemeriksaan secara klinis dan histopatologis.+.migrasi leukosit bertambah dalam sulkus gingiva yang ditandai bertambahnya aliran cairan gingiva dari sulkus gingiva. Gingivitis biasanya terjadi pada anak saat gigi erupsi gigi sulung maupun gigi tetap dan menyebabkan rasa sakit.. #lasifikasi penyakit periodontal secara klinik dan histopatologi pada anak-anak dan remaja dapat dibedakan atas 3 . !esi permulaan yang terjadi ini dapat sembuh atau menjadi keradangan kronis. #eadaan ini menyebabkan sisa makanan masuk ke dalam . Masuknya sel darah merah secara berlebihan ke dalam jaringan ikat dan pecahnya hemoglobin menjadi pigmen.GJP/ a. pada usia 8 tahun 3+7 dan angka tertinggi yaitu 9+7 pada anak usia 44 tahun.lima/ tipe 4.moderate/ dan berat . Pada anak usia 8-: tahun saat gigi permanen sedang erupsi.!PJ/ *. berperan juga menuakan atau menggelapkan warna gingiva pada keradangan kronis. (alam keadaan demikian keradangan gingiva dalam keadaan keparahan sedang .9+7. Periodontitis kronis 3. Periodontitis Prepubertas . 2kut 6ecroti"ing 0lcerative Gingivitis . gingival marginnya tidak terlindungi oleh kontur mahkota gigi. #! Gingiviti Kroni Prevalensi gingivitis pada anak usia * tahun dibawah 37. Periodontitis Juvenile !okalisata . $edangkan anak usia diantara 44-4: tahun mengalami sedikit penurunan yaitu . Periodontitis Juvenile Generalisata . Gingivitis kronis 5.severe/.

tetapi pada tempat yang dirusak dijumpai kalkulus subgingiva.2danya hiperamie. berkilat dan keras. tetapi bisa juga terjadi pada umur 4+-44 tahun.&. 2ngka karies biasanya rendah. gatal = gatal dan terbentuknya saku periodontal akibat rusaknya jaringan kolagen. M5/. -Gingiva sensitif. %anda dari inflamasi .* 4/ Gigi yang pertama dirusak molar satu dan insisivus. Perempuan lebih sering diserang daripada laki-laki . -<arna gingiva berubah dari merah muda menjadi merah tua. tetapi GJP terjadi secara menyeluruh pada gigi permanen dan dijumpai penumpukan plak yang banyak serta inflamasi gingiva yang nyata. P. -Gingiva menjadi besar . %erjadi inflamasi gingiva tanpa adanya kehilangan tulang atau perlekatan jaringan ikat. Muncul perlahan-lahan dalam jangka lama dan tidak terasa nyeri kecuali ada komplikasi dengan keadaan akut. Gingiva bisa kelihatan normal tetapi dengan probing bisa terjadi perdarahan dan gigi yang dikenai akan terlihat goyang. perdarahan gingiva spontan atau bila dilakukan probing.gingiva dan menyebabkan peradangan. . licin.membengkak/. $! Periodontiti Juvenile Lo%ali ata &LJP' Penderita biasanya berumur 45-58 tahun. (! Periodontiti Juvenile Generali ata &GJP' GJP ini mirip dengan !JP. $tadium lanjut dapat terjadi abses periodontal $angat sedikit dijumpai plak atau kalkulus yang melekat pada gigi. disebabkan dilatasi kapiler. sehingga jaringan lunak karena banyak mengandung darah. Melibatkan keempat gigi molar satu dan semua insisivus serta dapat merusak gigi lainnya . )ila peradangan ini dibiarkan dapat berlanjut menjadi periodontitis.

2ngka karies. . Jika keadaan ini terus berlanjut. dengan keradangan ringan dan kehilangan tulang lambat Pasien di bawah umur 45 tahun . pada akhirnya tulang rahang di dekat kantong akan rusak. Periodontitis prepubertas dimulai saat gigi tetap mulai erupsi dan ditemukan keradangan akut yang mencolok. #antong ini mengumpulkan plak dalam suatu lingkungan bebas oksigen yang memperudah pertumbuhan bakteri.tidak ditutupi lapisan pseudomembran berwarna putih keabu-abuan. Gejalanya adalah biasanya menimbulkan nyeri. 2kan membentuk kantong antara gigi dan gusi dan meluas ke bawah diantara akar gigi dan tulang dibawahnya.. pendarahan gusi. ditutupi .furcation involment/ terlihat secara radiografis. jaringan gingival proliferasi dan kerusakan tulang yang cepat )entuk local dari prepubertal periodontitis hanya mengenai beberapa gigi.ERATI/E GINGI/ITIS &AN-G' 2danya lesi berbentuk seperti kawah . plak dan kalkulus biasanya rendah #ehilangan tulang dan lesi furkasi . *! Periodontiti Kroni Periodontitis merupakan akibat dari penumpukan plak dan karang gigi . atau 3 tahun/. perubahan warna gusi menjadi merah keunguan.-TE NE.ING -L.halitosis/ +! A.ROTI. Periodontiti Prepu)erta %erjadi kerusakan periodontal lanjut pada anak-anak dan tidak jelas penyakit sistemiknya. sehingga gigi dapat lepas. gusi tampak bengkak. tampak plak atau karang gigi disertai kantong yang melebar ke dalam gusi dan bau mulut .ulkus/ pada bagian proksimal dengan daerah nekrosis yang luas.a.tartar/ diantara gigi dan gusi.

Merokok tembakau . Pernafasan mulut 3. infeksi virus. #erusakan yang disebabkan oleh inflamasi gingiva mengakibatkan pengurangan ketinggian tulang alveolar. sedangkan trauma dari oklusi menyebabkan hilangnya tulang alveolar pada sisi permukaan akar. Penyakit ini sangat besar kemungkinan dipengaruhi beberapa faktor etiologi sekunder seperti stress dan kecemasan. Gigi tiruan lepas sebagian :. disamping dipengaruhi faktor lokal lainnya. kekurangan gi"i. #aries *. Mulut berbau. daya tahan tubuh yang menurun. $ifat fisik makanan 8. perdarahan dan sangat sensitif bila disentuh. ETIOLOGI Penyebab primer dari penyakit periodontal adalah iritasi bakteri. edematus dan epitelnya terkelupas. kerusakan kelenjar limpa . #erusakan tulang dalam penyakit periodontal terutama disebabkan oleh faktor lokal yaitu inflamasi gingiva dan trauma dari oklusi atau gabungan keduanya. >aktor lokal merupakan penyebab yang berada pada lingkungan disekitar gigi. sedangkan faktor sistemik dihubungkan dengan metabolisme dan kesehatan umum. (apat juga dipengaruhi faktor-faktor lain seperti kelelahan. lesu dan perasaan terbakar.food impaction/ .ekstrinsik/ dan 0a%tor i temi% . Plak bakteri 5. ?atrogenik (entistry. kurang tidur. #alkulus. %umpukan makanan .. merokok.intrinsik/. %rauma dari oklusi..- !esi yang mengalami inflamasi akut menambah serangan rasa sakit yang cepat. - Gingiva berkeratin. $usunan gigi geligi tidak teratur . "a%tor Lo%al 4. 2da factor lain yaitu 0a%tor lo%al .

%indakan ini diperlukan karena kalkulus merupakan deposit terkalsifikasi yang melekat. >actor genetic 5. $tress 8."a%tor Si temi% 4. bengkak dan lembut Gusi berdarah sewaktu memberus gigi Gusi menyusut dari gigi 6afas berbau atau rasa didalam mulut yang tidak menyenangkan 6anah diantara gigi dan gusi <ujud ruang diantara gigi Gigi longgar TERAPI %erapi penyakit periodontal meliputi scalling yaitu melepaskan kalkulus dari tempat perlekatannya pada gigi. @ormonal .yaitu • • • • • • • Gusi merah. 6utrisional *. Abat-obatan 3.. hematologi TANDA DAN GEJALA Gejala penyakit kelainan jaringan periosteal. keras serta tidak hilang dengan gosok gigi .

maka dokter gigi anda akan memberikan antibiotik yang sesuai dengan penyebab penyakit periodontal tadi. dengan kasus yang dialami telah lanjut. sehingga tidak mungkin menghambat penyakit tersebut. tahap fungsional *. Penyakit periodontal adalah kelainan yang berawal dari plak gigi sehingga kunci sukses dalam upaya pencegahan adalah melakukan kontol plak dan akan lebih baik jika scalling ke dokter gigi minimal 8 bulan sekali. pasien harus ditenangkan dari keputusasaan dan diyakinkan bahwa walaupun penyakit tidak dapat dirawat. 2pabila terbukti terdapat keterlibatan kuman baik secara klinis maupun mikrobiologis.. PERA1ATAN PENYAKIT PERIODONTAL $ering dijumpai pasien datang ke dokter gigi. tahap jaringan lunak 5. #eadaan ini merupakan pengalaman yang menyebabkan trauma bagi pasien usia remaja bila mereka dihadapkan dengan kenyataan bahwa mereka mempunyai penyakit periodontal dan akan kehilangan satu atau semua gigi-giginya bila tidak segera dirawat. %ujuan dari perawatan ini adalah untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah dan kehilangan gigi. (engan perawatan banyak gigi dapat dipertahankan sampai pasien mencapai dewasa. Menurut Glickman ada empat tahap yang dilakukan dalam merawat penyakit periodontal yaitu 4. Pada kasus ini.$elain itu perlu dilakukan kuretase yaitu tindakan pembersihan periodontal pocket yang berisi banyak food debris maupun kuman untuk mencegah peradangan lebih lanjut. Penyakit periodontal harus ditemukan secepatnya dan dirawat sesegera mungkin setelah penyebab penyakit itu ditemukan. masih banyak usaha yang dapat dilakukan untuk mempertahankan gigi selama bertahuntahun. tahap sistemik . tahap pemeliharaan #! Ta2ap 3aringan luna% .

Masalah sistemik memerlukan kerja sama dengan dokter yang biasa merawat pasien atau merujuk ke dokter spesialis.bila terdapat gigi yang mobiliti/ dan koreksi kebiasaan jelek . Pencegahan dilakukan dengan memelihara gigi-gigi dan mencegah serangan serta kambuhnya penyakit.misal PEN. (isamping itu juga untuk mempertahankan kontur gingiva dan hubungan mukogingiva yang baik.Pada tahap ini dilakukan tindakan untuk meredakan inflamasi gingiva. pembuatan gigi palsu. 0ntuk mencapai hubungan oklusal yang optimal. (! Ta2ap i temi% #ondisi sistemik memerlukan perhatian khusus pada pelaksanaan perawatan penyakit periodontal.EGA4AN Pencegahan penyakit periodontal merupakan kerja sama yang dilakukan oleh dokter gigi. karena kondisi sistemik dapat mempengaruhi respon jaringan terhadap perawatan atau mengganggu pemeliharaan kesehatan jaringan setelah perawatan selesai. occlusal adjustment. $! Ta2ap 0ung ional @ubungan oklusal yang optimal adalah hubungan oklusal yang memberikan stimulasi fungsional yang baik untuk memelihara kesehatan jaringan periodontal. karies baru atau faktor penyebab penyakit lainnya. kunjungan berkala ke dokter gigi untuk memeriksa tambalan. koreksi tepi tambalan proksimal yang cacat dan memelihara jalur ekskursi makanan yang baik. perawatan ortodonti. usaha yang perlu dan dapat dilakukan adalah bruksim atau clenching/. splinting . pasien dan personal pendukung. *! Ta2ap pemeli2araan Prosedur yang diperlukan untuk pemeliharaan kesehatan periodontal yang telah sembuh yaitu dengan memberikan instruksi higine mulut .kontrol plak/. Pemeliharaan kesehatan jaringan periodontal dapat dilakukan dengan penambalan lesi karies. Pencegahan dimulai pada jaringan periodontal yang sehat yang bertujuan . menghilangkan saku periodontal dan faktor-faktor penyebabnya.

#ontrol Plak 5. meliputi penggunaan alat-alat fisik dengan memakai sikat gigi. tanpa kontrol plak kesehatan mulut tidak dapat dicapai atau dipelihara. Pencegahan trauma dari oklusi .untuk memelihara dan mempertahankan kesehatan jaringan periodontal dengan mempergunakan teknik sederhana dan dapat dipakai di seluruh dunia.. $asaran yang ingin dicapai adalah mengontrol penyakit gigi untuk mencegah perawatan yang lebih parah.)etadine. #ontrol plak secara kimia adalah memakai bahan kumur . Profilaksis mulut *. Pencegahan dengan prosedur ortodontik 8. Pencegahan kambuhnya penyakit #! Kontrol Pla% #ontrol plak merupakan cara yang paling efektif dalam mencegah pembentukan kalkulus dan merupakan dasar pokok pencegahan penyakit periodontal . ?sodine/. Pencegahan dengan pendidikan kesehatan gigi masyarakat :. Metode kontrol plak dibagi atas dua yaitu secara mekanis dan kimia $ecara mekanis merupakan cara yang paling dapat dipercaya. Pencegahan penyakit periodontal meliputi beberapa prosedur yang saling berhubungan satu sama lain yaitu 4. 0mumnya penyakit periodontal dan kehilangan gigi dapat dicegah karena penyakit ini disebabkan faktor-faktor lokal yang dapat ditemukan. tusuk gigi dan kumurkumur dengan air. Pencegahan dengan tindakan sistemik 3. alat pembersih proksimal seperti dental floss.kumur seperti chlorheBidine . dikoreksi dan dikontrol. $! Pro0ila% i mulut .

akibat pemakaian yang lama/.disclosing solution/ untuk mendeteksi plak. (! Pen5ega2an trauma dari o%lu i Menyesuaikan hubungan gigi-gigi yang mengalami perubahan secara perlahanlahan .supra dan sub gingiva/ pada seluruh permukaan. 0ntuk memberikan manfaat yang maksimum bagi pasien. %ujuan koreksi secara ortodontik ini adalah untuk pemeliharaan tempat gigi tetap pengganti. +! Pen5ega2an dengan pro edur ortodonti% Prosedur ortodontik sangat penting dalam pencegahan penyakit periodontal. profilaksis mulut harus lebih luas dan meliputi hal-hal berikut Memakai larutan pewarna . Penyingkiran plak. Memeriksa tanda dan gejala impaksi makanan. Gincu kue warna ros dapat dipakai untuk mendeteksi plak pada anak-anak. letak gigi dan panjang lengkung rahang. terdiri dari penyingkiran materi alba. stain dan pemolisan gigi. kalkulus. memperbaiki tepi tambalan yang menggantung .Profilaksis mulut merupakan pembersihan gigi di klinik. kalkulus . . @ubungan tonjol gigi asli dengan tambalan gigi yang tidak tepat dapat menimbulkan kebiasaan oklusi yang tidak baik seperti bruBim atau clenching. Membersihkan dan memolis gigi. 2gen pencedera seperti plak bakteri dapat dinetralkan aksinya bila jaringan sehat. *! Pen5ega2an dengan tinda%an i temi% &ara lain untuk mencegah penyakit periodontal adalah dengan tindakan sistemik sehingga daya tahan tubuh meningkat yang juga mempengaruhi kesehatan jaringan periodontal. menggunakan pasta pemolis-pasta gigi Memakai "at pencegah yang ada dalam pasta pemolis-pasta gigi. Memeriksa tambalan gigi.

perkumpulan remaja. 8! Pen5ega2an %am)u2n7a pen7a%it $etelah kesehatan jaringan tercapai. media cetak maupun elektronik.untuk pasien anak peran orang tua juga dibutuhkan/. @al yang penting diketahui masyarakat ialah bukti bahwa penyakit periodontal dapat dicegah dengan metode yang sama atau lebih efektif dari metode pencegahan karies gigi Pendidikan kesehatan gigi masyarakat adalah tanggung jawab dokter gigi. tindakan pencegahan harus diperluas dari klinik gigi kepada masyarakat. Pasien harus mentaati pengaturan untuk menjaga higine mulut dan kunjungan berkala. organisasi kedokteran gigi dan (epartemen #esehatan. dokter gigi harus membuat kunjungan berkala sebagai pelayanan pencegahan yang bermanfaat. Pengajaran yang efektif dapat diberikan di klinik. $edangkan untuk masyarakat dapat diberikan melalui kontak pribadi. diperlukan program yang positif untuk mencegah kambuhnya penyakit periodontal. sekolah dan wadah lainnya. aktivitas dalam kelompok masyarakat. . ?ni merupakan tanggung jawab bersama antara dokter gigi dan pasien .6! Pendidi%an %e e2atan gigi ma 7ara%at 2gar pencegahan penyakit periodontal menjadi efektif.

-penyakit-periodontal.blogspot.ac.ui.+4.com-penyakit-*+8-PeriodontitisDpyorrhea.id-course-download-844-PC(A(A6$?2-(2$2'-kgm.com-5+45-+.usu.html .5:DslideDpenyakitDperiodontal.DA"TAR P-STAKA http --ocw.pdf http --staff.ac.5:49-material-PC6E2#?%PC'?A(A6%2!PC'?A(A6%2! (?$C2$C.pdf http --carasiip.id-internal-4.html http --medicastore.