You are on page 1of 10

LOGAM KROMIUM

KELOMPOK : MARIA AGUSTIN TAOLIN LOUIS CLAUDIA MARPAUNG AKHMAD LATIF 21030113140191 2103011313030201

21030113130200

REYHAN ZACKY RIVAI 21030113130189 FEBRINA FARADIBA 21030113140190

TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

T selaku dosen yang telah membimbing kami dalam pembelajaran kimia anorganik. S. kami dapat menyelesaikan makalah ini.T. Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir semester.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatNya. Maka kritik dan saran yang membangun kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini Penyusun . Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Aprilina Purbasari . Kami menyadari bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. M.

Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. mengetahui karakterisik unsur kromium 2. Perpaduan kromium dengan logam besi dan nikel juga dapat menghasilkan baja tahan karat. maupun sebagai pelapis perhiasan seperti emas.1.BAB I PENDAHULUAN 1. mengetahui cara pelapisan kromium 4. Kekurangan kromium trivalen dapat menyebabkan penyakit yang disebut chromium deficiency. mengetahui manfaat kromium 5. Dengan sifat ini. kromium banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamenornamen bangunan. mengetahui dampak kesehatan unsur kromium . Kromium merupakan logam tahan karat dan dapat dipoles menjadi mengkilat.2 Tujuan 1. Kromium trivalen (Cr3+) diperlukan dalam jumlah kecil dalam metabolisme gula pada manusia. Emas yang telah dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal sebagai emas putih. 1. komponen kendaraan. seperti knalpot pada sepeda motor. mengetahui proses pembuatan kromium 3. Latar Belakang Logam kromium ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin.

7 x 106 kg/tahun. kromik oksida. Kromium (VI) dan kromium (0) umumnya dihasilkan dari proses industri. kalsium kromat. ·Tahan terhadap korosi karena reaksi dengan udara menghasilkan Cr2O3 yang bersifat nonpori .1 KARAKTERISTIK UNSUR KROMIUM Kromium adalah elemen yang secara alamiah ditemukan dalam konsentrasi yang rendah di batuan. timbale kromat. Kromium di alam berada dalam bentuk senyawa : kromik sulfat. Kromium terdapat di alam dalam beberapa bentuk senyawa yang berbeda. Diperkirakan substansi kromium didalam lingkungan sekitar 6. kromik klorida. Kromium stabil pada tekanan dan temperature normal. Kromium (VI) dan kromium (0) umumnya dihasilkan dari proses industri.BAB II PEMBAHASAN 2. Bentuk yang paling umum adalah kromium (0). hewan dan tumbuh – tumbuhan. kromium (III) dan kromium (VI). akan berubah menjadi bentuk kromium trivalen. kromik trivalent. air. hewan. Kromium relatif stabil di udara dan air. kalium dikromat. ditambang dalam bentuk biji kromit. debu vulkanik dan juga gas. Kromium adalah logam baja berwarna abu – abu. Kromium dalam konsentrasi tertentu bersifat racun bagi manusia. tidak berbau dan mengkilat. tanaman. Kromium (III) terdapat di alam secara alamiah dan merupakan salah satu unsur nutrisi yang penting bagi manusia. Senyawa kromium masing – masing mempunyai peranan yang berbeda di lingkungan dan efek yang berbeda pula terhadap kesehatan manusia sesuai dengan bilangan oksidasinya. Dilaporkan bahwa krom (VI) merupakan senyawa krom yang paling berbahaya (misalnya Kalium Chromat K2CrO4 atau CrO3). tanah. natrium dikromat. udara dam tanah. Sifat – sifat kromium:   Merupakan logam pasif berwarna putih perak dan lembek jika dalam keadaan murninya. seng kromat. tetapi setelah kontak dengan biota.

+2. 2Cr2+(aq) + 4H+(aq) + O2(g) katalis berupa serbuk logam. dapat juga terbertuk jika larutan kromium(VI) (misalnya kromat atau dikromat) atau ion kromium(III) direduksi oleh seng dan asam klorida.      oksidanya berbeda – beda tergantung jenis dan jumlah atom yang diikatnya. 1. +6 CrO2 bersifat konduktor dan magnetic Tahan terhadap panas Reaksi dan persenyaawan kromium meliputi kromium dengan bilangan oksidasi +2. Kromium +2 Logam kromium dapat larut dalam larutan asam klorida atau asam sulfat membentuk larutan [Cr(H2O)6]2+. Cr3+(aq) + e Cr2+(aq) Eɵ = -0. Dalam larutan. berwarna biru langit. Jika H2O diganti dengan ion klorida maka akan terjadi . 2001). +3.41 V Oleh karena itu ion ini mudah dioksidasi oleh udara. ion ini terdapat sebagai [Cr(H2O)6]3+ dengan warna ungu. Pembentukan dari dikromat(VI) disertai perubahan warna yang menarik. Di dalam larutan ion kromium(II) adalah reduktor kuat dan mudah dioksidasi di udara menjadi senyawa kromium(III). 2Cr2+(aq) + H2O(l) 2Cr2+ + 2H+(aq) 2Cr3+(aq) + 2OH-(aq) + H2(g) 2Cr3+(aq) + H2(g) 2Cr3+(aq) + H2O(l) Ion Cr2+(aq) dapat juga bereaksi dengan H+(aq) dan juga dengan air apabila terdapat 2. Cr(s) + 2H+(aq) Cr2+(aq) + H2(aq) Ion kromium(II). Titik leleh : 1900 C Titik didih : 2690 C Mempunyai tingkat oksidasi +3. Cr2+. dan +6 (Hiskia. Kromium +3 Ion kromium(III) adalah ion yang paling stabil diantara kation logam dan transisi yang mempunyai bolangan oksidasi +3.

13 V Etanol. kompleks yang berwarna hijau terurai.perubahan warna. Kromium +6 Kromium(VI) oksida. 3. Kromium(III) dapat membentuk kompleks dengan warna yang menarik. CrO3. Misalnya: ion [Cr(H2O)5]2+berwarna hijau muda.33 V sedangkan reaksi yang terjadi dalam larutan bersifat basa. dan kembali menjadi warna ungu. CrO42-(aq) + 4H2O(l) + 3e Cr(OH)4-(aq) + 4OH-(aq) Eɵ = -0. 2Cr2O72-(aq) + 3C2H5OH(g) + 16H+(aq) 11H2O(l) 4Cr3+(aq) + 3CH3COOH(aq) + Pembentukan Senyawa Kompleks Kromium(III) dapat membentuk banyak kompleks khususnya dengan bilangan koordinasi 6.(aq) + 6Na+(aq) + 4H2O (l) Cr2O4(aq) + H2O(l) Kromium(III) hidroksida dioksidasi dengan Na2O2 menghasilkan ion kromat yang Dalam larutan asam. Hal ini disebabkan karena adanya kelembapan kinetik yang relatif dalam larutan aqua (Cotton dan Wilkinson. 2007). CrO3(s) + 2OH(aq) berwarna kuning. C2H5OH. Pada suhu kamar. Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6e 2Cr3+(aq) + 7H2O(l) Eɵ = +1. dapat mereduksi ion kromat yang berwarna jingga menjadi ion kromium(III) yang berwarna hijau. Tahapan perubahan reaksi ditandai dengan perubahan warna coklat campuran antara warna hijau dan jingga. Selain itu. 2Cr(OH)3 + 3 Na2O2 + 2H+(aq) 2CrO42. bahkan secara termodinamik tidak stabil. Berdasarkan hal tersebut mendorong para kimiawan klasik untuk mensintesis maupun mengisolasi senyawa kompleks dengan melibatkan kromium. persenyawaan kromium dapat bertahan dalam larutan. Misalnya: ion kompleks [Cr(H2O)6]3+. Kompleks tersebut berwarna ungu. . bersifat asam sehingga dapat bereaksi dengan basa membentuk ion kromat(VI). akan tetapi bila dipanaskan menjadi hijau karena mengakibatkan terbentuknya kompleks seperti [Cr(H2O)4Cl2]+ dan [Cr(H2O)5SO4]+. ion kromat ataupun ion dikromat bersifat oksidator kuat. pada kompleks ini perubahan warna Cr(III) sangat menarik. sedangkan ion [Cr(H2O)4Cl2] + berwarna hijau tua.

Jika perbandingannya menyimpang dari ketentuan biasanya akan menghasilkan lapisan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. baja. Jarak antara elektroda tersebut antara 9 cm sampai 29 cm. Pelapisan krom menggunakan bahan dasar asam kromat.2. Elektroda yang digunakan pada pelapisan krom ini adalah timbal (Pb) sebagai anoda (kutub positif) dan benda yang akan dilapis sebagai katoda (kutub negatif). Temperatur pelapisan bervariasi antara 35 °C sampai 60 °C dengan besar perbandingan besar arus 18 A/dm2 sampai 27 A/dm2. Sumber listrik yang digunakan adalah arus searah antara 10 – 25 Volt. dengan perbandingan campuran yang tertentu. Perbandingan yang umum bisa 100:1 sampai 400:1. Reaksinya: Cr2O3 (s) + 2Al(s) Al2O3(s) + 2Cr(s) 2. dengan persyaratan bahwa benda tersebut harus dicat dengan cat yang mengandung logam sehingga dapat mengalirkan listrik. Pelapisan krom juga dapat dilakukan pada plastik atau jenis benda lain yang bukan logam. . PROSES PEMBUATAN KROMIUM logam krom dibuat menurut proses goldschmidt dengan jalan mereduksi Cr2O3 dengan logam aluminium.3 CARA PELAPISAN KROMIUM Pelapisan krom adalah suatu perlakuan akhir menggunakan elektroplating oleh kromium. Pelapisan dengan krom dapat dilakukan pada berbagai jenis logam seperti besi. dan asam sulfat sebagai bahan pemicu arus. atau bisa juga menggunakan aki mobil. Faktor lain yang sangat berpengaruh pada proses pelapisan krom ini adalah temperatur cairandan besar arus listrik yang mengalir sewaktu melakukan pelapisan. atautembaga.2.

dalam tubuh logam krom biasanya berada dalam keadaan sebagai ion Cr3+. 2. industry tekstil dan keramik. dilakukan dengan menambahkan . kuning. pencelup. Senyawa Kromium a. Kromium berguna sebagai bahan dasar pembuatan pigmen cat/warna karena Kromium mengandung komponen warna merah.2. Krom dapat menyebabkan kanker paru-paru. Kromium (II) Oksida (CrO) Kegunaan: pewarna dalam percetakan. mengkilatkan logam. orange. anodized Aluminium. Sebagai katalisator. Logam Kromium Kegunaan: sebagai campuran besi dalam bentuk aloi (campuran logam). Pada proses fisika. Kromium (III) Sulfat (Cr2 (SO4)2) Kegunaan: keperluan pelapisan atau penyepuhan logam dan sebagai pewarna dalam industry tekstil dan keramik. b. Dalam bidang idustri kimia. Potassium Dikromat sebagai chemical reagent untuk mencuci alat gelas laboratorium. c. Garam-garam Kromium untuk menyamakan kulit. d. dan hijau. Jika kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan muntah. dan cat.4 MANFAAT KROMIUM 1. 2. Bidang metalurgi untuk mencegah korosi. Pada proses kimia. dan wood treatment. chromeplating. Usahausaha yang dilakukan untuk mengurangi kadar pencemar pada perairan biasanya dilakukan melalui kombinasi proses biologi. Kromium (III) Klorida (CrCl3) kegunaan: zat pewarna hijau dalam pembuatan keramik. kerusakan hati (liver) dan ginjal. Sebagai pewarna. kerikil serta ijuk. Hal ini lebih ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan kotorankotoran kasar dan penyisihan lumpur. b. dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam bak penampung yang telah diisi campuran pasir. antara lain sebagai bahan komponen alloy. c.5 DAMPAK KESEHATAN UNSUR KROMIUM Logam krom (Cr) adalah salah satu jenis polutan logam berat yang bersifat toksik. e. fisika dan kimia.

Pada saat bernapas ada krom (VI) dapat menyebabkan iritasi dan hidung mimisan.Perubahan materi genetik . Bentuk yang hexavalent beracun. Tapi terlalu banyak penyerapan kromium (III) dapat menyebabkan efek kesehatan juga.Sistem kekebalan yang lemah .Kanker paru-paru Bahaya kesehatan yang berkaitan dengan kromium bergantung pada keadaan oksidasi. terutama bagi orang-orang yang bekerja di industri baja dan tekstil.Kulit ruam. .Ginjal dan kerusakan hati . Bentuk logam (krom sebagaimana yang ada dalam produk ini) adalah toksisitas rendah. Kromium (III) adalah esensial bagi manusia dan kekurangan dapat menyebabkan kondisi jantung. Efek samping dari bentuk hexavalent pada kulit mungkin termasuk dermatitis. Gejala pernafasan termasuk batuk. dan reaksi alergi kulit. Orang yang merokok tembakau juga memiliki kesempatan yang lebih tinggi terpapar kromium.bahan-bahan kimia untuk mengendapkan zat pencemar misalnya persenyawaan karbonat (Putra. Masalah kesehatan lainnya yang disebabkan oleh kromium (VI) adalah (Putra. seperti ruam kulit. sesak napas.Masalah pernapasan . 2004). 2004). Kromium (VI) diketahui menyebabkan berbagai efek kesehatan. 2004): . dan hidung gatal (Putra. sebuah senyawa dalam produk kulit. sakit perut dan bisul . Kromium (VI) adalah bahaya bagi kesehatan manusia. dapat menyebabkan reaksi alergi. misalnya ruam kulit (Putra. gangguan dari metabolisme dan diabetes. 2004).

Logam krom dibuat menurut proses goldschmidt dengan jalan mereduksi Cr2O3 dengan logam aluminium. Bahaya kesehatan yang berkaitan dengan kromium bergantung pada keadaan oksidasi. Pelapisan krom menggunakan bahan dasar asam kromat.1 KESIMPULAN 1. Manfaat aplikasinya yaitu untuk keperluan pelapisan atau penyepuhan logam dan sebagai pewarna dalam industry tekstil dan keramik. . 4.BAB III PENUTUP 3. 3. 5. dengan perbandingan campuran yang tertentu. dan asam sulfat sebagai bahan pemicu arus. Kromium terdapat di alam dalam beberapa bentuk senyawa yang berbeda. 2.