Untuk Capendekar 09/10, dan siapa saja yang merasa haus akan ilmu dan kebenaran..

Page

2

Jalan Cinta Para Legenda
----------------------Kumpulan Opini, Otokritik, dan Refleksi Hidup Seorang Pemimpi

-----------------------

Page

3

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyang…..

Page

4

Dalam agama, pengetahuan dan perasaan tidak diperlakukan sebagai dua hal yang terpisah karena keduanya diubah menjadi pemahaman dan keimanan oleh akal sehat dan keinginan untuk mengetahui sesuatu. - Ali Syariati

Page

5

Prakata
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya lah ebook yang berjudul, “Jalan Cinta Para Legenda” dapat selesai tepat waktu. Saya sangat senang bisa berbagi pemikiran dan tulisantulisan saya dengan teman-teman pembaca. Semua artikel dan tulisan dalam ebook ini sebenarnya telah dipublikasikan melalui blog pribadi saya, di www.catkus.com. Hanya saja, beberapa waktu lalu ada kendala yang membuat artikel-artikel ini tidak dapat diakses. Tetapi, alhamdulilah setelah ebook ini selesai ditulis www.catkus.com bisa aktif kembali. Oh ya, agar pembaca bisa lebih santai, pada setiap halaman genap dalam ebook ini berisi renungan, karikatur, atau kata-kata bijak. Saya hanya bisa berharap semoga tulisan-tulisan sederhana ini bisa memberikan secuil ilmu dan inspirasi. Segala kebenaran datangnya dari Allah SWT dan segala kesalahan yang ada datangnya dari diri saya sendiri. Oleh karena itu, saya sangat senang bila teman-teman pambaca mau meberikan kritik dan saran yang membangun melalui email, agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Akhir kata, semoga ebook ini bermanfaat dan.. Tetaplah Dijalan Cinta Para Legenda!

M. Nasrurrohman a.k.a Anas

Page

6

Penulis

Daftar Isi
Prakata 6 Daftar Isi 7 Jalan Cinta Para Legenda 8 PIKIRAN GILA 27 Alamku, Alam Kita Semua 45 Arti Kerja Keras 63 Mengapa Mati Muda Lebih Baik 69 Tribes 76 Anonimitas, privasi, dan kebebasan berpendapat 81 Presentasi Efektif 86 Implementasi Knowledge Management dalam Membangun Komunitas Web 2.0 93 Tentang Kritik 99 Manusia yang menyebabkan Global Warming? 105 The World is Flat 115 Tentang Penulis 121

Page

7

Gambar 1 Hukum Pancung

Page

8

Jalan Cinta Para Legenda
Gw siswa SMA, gw nggak tau kenapa setelah gw putus sama pacar gw, banyak hal-hal yang enggak mengenakkan mempengaruhi gw. Nilainilai akademis gw turun, dan gw pun jadi nggak terlalu aktif di organisasi gw. Ada yang punya saran?

Apa pendapatmu tentang curhatan Pertanyaannya klasik sekarang, resapi, untuk kalau fenomena remaja-remaja diatas? cukup untuk zaman kita ini

sungguh memilukan dan menyedihkan. Sebuah kodrat alam yang suci seperti Cinta dianggap sebagai masalah yang membuat hidup banyak orang menjadi lebih buruk. “Cinta ini membunuhku..” begitu kata D’massive. Untuk memulainya, disini saya punya dua gambaran besar berupa kisah-kisah beberapa orang yang hidup didunia ini. Kedua kisah ini berbeda, tetapi mempunyai keterkaitan yang sama. Coba kita simak, Page

9

Tidaklah fajar menyingsing pada suatu hari kecuali ia berseru, “Wahai anak Adam sesungguhnya aku adalah hari yang baru, menjadi saksi atas amalmu, maka berbekallah dariku, karena aku tidak akan kembali hingga hari kiamat.”

Page

10

Gambaran Besar pertama
Mereka adalah sepasang kekasih. Mereka adalah orang-orang yang banyak dikenal oleh para pujangga, terutama para penyair cinta. Kebanyakan dari mereka hidup dalam penderitaan, tetapi kekuatan cinta yang mereka miliki banyak menginspirasi banyak orang. Mereka seakan tidak dapat hidup tanpa ditemani kekasihnya. Kebanyakan dari mereka mati bunuh diri karena cinta ini; ada yang karena tidak direstui, ada juga yang karena kesalahpahaman. Bagi mereka, hidup bersama atau mati. Banyak orang menyebutnya dengan kesetiaan terhadap cinta. Contoh orang-orang seperti ini adalah Layla Majnun, Tristan und Isolde, Roro Mendut dan Pronocitro, sampai Romeo and Juliet.

Gambaran Besar kedua
Umur mereka tidak terlalu panjang, rata-rata 40-50-an. Tetapi setiap nama mereka didengungkan, seolah dunia bertekuk lutut dan menangis dihadapan mereka. Beberapa dari mereka berasal dari rakyat buruh dan masyarakat termiskin. Pada Umur 11-17 tahun banyak dari mereka sudah hafal al-qur’an, melakukan berbagai penelitian mengagumkan, mendalami sains, berani membela kebenaran, menjadi pemimpin legendaris dan bahkan menjadi guru bagi banyak orang tua. Keterampilan dan ilmu mereka sudah sangat dibutuhkan oleh banyak penguasa dan raja-raja padahal mereka masih banyaknya) karya berharga berupa buku dan karya ilmiah lahir dari

Page

11

remaja. Ratusan (bahkan beberapa nggak terhitung karena saking

Page

12

goresan tinta emas mereka. Disaat remaja-remaja lain masih mencari gadis pujaan, mereka malah mamilih untuk menjadi pemikir dan pejuang yang berpengaruh. Mereka tidak pernah takut miskin atau takut mati. Harta tidak akan bisa membutakan mereka. Mereka tidur setelah orang lain tidur, dan bangun sbelum orang lain bangun. Mereka adalah versatilist yang luar biasa. Mereka adalah kutu buku kelas berat, mereka juga penulis kelas kakap. Mereka sangat paham bahwa mendapatkan pendidikan adalah sebuah perjuangan, dan hidup dari keringat sendiri adalah suatu kebanggaan. Bela sungkawa Kematian mereka lebih dahsyat setelah berita peristiwa pemboman di Hiroshima. Meskipun telah lusinan abad lamanya, namun nama mereka tetap terukir dan dikenang setiap orang didunia. Contoh orang-orang ini adalah Al-Biruni, Al-Ghazali, Ibnu Sina ( Avicienna), Al-Haitsam, Al-Khawarizmi, Al-Kindi, Ibn Zuhr (Avenzoar), Farid Esack, Hamka, Moh. Hatta, Moch. Natsir, Steve Jobs, Aristoteles, dan Guten Grass. Seperti yang saya bilang, kedua gambaran tadi memang berbeda, tetapi mereka mempuyai keterkaitan yang sama : Pejuang Cinta. Orangorang pada kisah pertama biasa disebut dengan julukan “Fikri Yathir”, artinya apa? Liat kamus bahasa arab atau tanya orang yang bisa bahasa arab, hhe. Tapi supaya nggak penasaran, saya kasih tahu deh.. artinya “Orang Gila”. Orang yang gila karena rasa cintanya. Sementara oranggambaran besar mana yang pengen kamu pilih? Pertama atau kedua? orang di kisah kedua biasa disebut dengan julukan Para Legenda. So,

Page

13

REALITY

How CAN a single soul know what reality is? For God only knows what the answers become And the final say in all situations is His! If you say you are in reality, what do you mean? In the past, the present, or the future, It does not exist during any of those times, Reality is not past, present, future, or in between. Moment to moment reality will change And only during one given moment can reality be. Reality becomes something new and restructured That with each passing second you will see. All that you have is this moment in time And to be realistic is to understand That the only thing real in this life right now Is that God holds your soul in His Hand.

Page

14

Ok, saya bukanlah tipe orang yang gampang main vonis (insyaAllah) dan kedua gambaran besar tadi belum terlalu mengartikan apa-apa tentang diri kamu sebelum kamu baca artikel ini sampai habis. Siap? Saya setuju dengan pendapat Henry A. Bowman, bahwa ada sejumlah konsep cinta yang menyesatkan namun dipercayai oleh mereka sebagai kebenaran. Cinta memang sering membingungkan, nyaris setiap orang mempunyai makna yang berbeda tentang cinta. Termasuk Lauren Slater dalam National Geographic edisi 2006 mengatakan, "Sulit untuk memisahkan pembicaraan antara cinta dan penyakit mental”. Apakah cinta dan mencintai itu salah? Jawabannya tentu Tidak. Cinta itu indah, cinta itu kebahagiaan, cinta itu kehdupan. Cinta adalah anugrah yang diberikan Allah untuk kita. Cinta juga sudah bagian dari sunnatullah. Bahkan mungkin, kekuatan untuk mencintai adalah titik tertingi dari hakekat cinta sejati (halah).  Hanya yang jadi permasalahn utamanya adalah banyak dari kita yang salah meletakkan posisi hati, dan salah mengartikan cinta. (Romi satrio Wahono, 2008) 1. Salah meletakkan posisi hati “Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan jalan yang kalian tempuh terjal dan mendaki”. Itu kata-kata Khalil Gibran. yang akan datang. Bila cinta memanggilmu, ikutlah dengannya meski

Page

15

Gambar 2 Digetok

Page

16

Setiap kata-kata cinta seperti syair diatas tentu saja selalu berhubungan dengan Hati. Lambang cinta juga sering diilustrasikan dengan gambar hati. Karena di hatilah tempat bersemayamnya nilainilai cinta, yaitu keindahan, semangat dan kebahagiaan. Dan kita membutuhkan itu, bahkan menurut Descartes bukunya yang berjudul Passions of the Soul cinta merupakan salah satu enam passion dasar yang dimiliki manusia selain kekaguman, kebencian, hasrat, kebahagiaan dan kesedihan. Oleh karena itu, tentu pemenuhan rasa cinta harus terpenuhi, karena itu adalah salah satu kebutuhan aktualisasi diri yang harus terpenuhi. Sekarang, coba kita analisa beberapa ciri remaja zaman sekarang (emang lw remaja zaman kapan nas? ) yang sedang jatuh cinta : Menghujam pandangan mata bak anak panah yang melesat dari busurnya. Malu-malu kucing kalau orang yang dicintai memandang. Ngeliat rumah dan tempat orang yang dicintai serasa berada di surge terindah. Gampang kangen, kalau sehari nggak ketemu dia serasa pengen garuk-garuk tanah. cukup-cukup jangan kebanyakan. Sekarang, apa saja yang membuat remaja juga bisa patah hati?

dia. Cemburu maksudnya..

Page

Ngeliat ada laki-laki/perempuan lain yang jalan bareng sama

17

Tidak diterima si dia.

 

“Aku hanya butuh sepuluh orang pemuda terbaik negeri ini, maka kita akan buat dunia tercenggang” – Soekarno
 

Page

18

Telepon gak diangkat, sms ga dibales, chatting di YM invisible mulu, jadi merasa di cuekin. Nah, dari sini kita bisa melihat bahwa kebanyakan orang meletakkan posisi kebersamaan dan penerimaan cinta sebagai titik tertinggi dari keindahan, semangat dan kebahagiaan. Hal inilah yang menyebebkan kita kecewa, sedih, marah, dan patah semangat kalau di tolak oleh sang pujaan hati. Inilah titik sentral permasalahan cinta ala Layla – Qais, Roro Mendut – Pronocitro, maupun Romeo – Juliet. Menempatkan posisi kebersamaan dan penerimaan bukan sebagai titik puncak dari cinta adalah faktor terpenting yang membuat cinta tidak akan bisa membunuh kita. Para legenda selalu menempatkan posisi hati terhadap keindahan, semangat, dan kebahagiaan ketika mereka bisa bermanfaat bagi orang lain. Ketika mereka berprestasi, bisa membantu banyak orang, membela kebenaran, mewariskan karya-karya berharga. Mereka memandang cinta sebagai bentuk perjuangan. Saya harus membuat lapangan kerjabaru dan membantu banyak orang, saya akan membuat semua orang sakit sembuh, saya ingin bencana bisa dicegah sehingga tidak ada korban jiwa, saya ingin mengajar orang lain agar tidak ada lagi yang bodoh. Implikasinya bisa sangat berat, mereka harus mengurangi tidur, bekerja lebih keras, dan lebih mendisiplinkan diri. Ketika orang lain berlomba-lomba mencintai orang lain, apalagi cinta logika. Dan begitulah cara para legenda menghembuskan ayat-ayat cinta.. buta, mereka memilih untuk mencintai diri sendiri. Inilah cinta dengan

Page

19

Gambar 3 Evolusi (1)

Page

20

Jadi,

tidak

mungkin

cinta

dapat

membunuhmu,

kesalahan

memposisikan hatilah yang bisa membunuhmu. 

2. Salah mendefinisikan Cinta Coba kunjungi twitter.com, lalu ketikkan frase “arti cinta” atau sejenisnya, setelah itu tekan Enter. Kamu akan menemukan betapa banyak orang yang bertanya ataupun yang berpendapat tentang apa itu cinta. Lalu, definisi cinta itu apa? Sebagai referensi, kita bisa menelaah berbagai penelitian mengenai cinta, salah satu yang paling terkenal adalah formula cinta dari Robert J Sternberg: A Triangular Theory of Love (Teori Segitiga Cinta). Sternberg mengutarakan bahwa cinta terdiri dari tiga komponen, yaitu intimacy (keakraban), passion (gairah), dan komitmen.

Page

21

To Realize

Page

To realize the value of a sister Ask someone who doesn’t have one. To realize the value of ten years: Ask a newly divorced couple. To realize the value of four years: Ask a graduate. To realize the value of one year: Ask a student who has failed a final exam. To realize the value of nine months: Ask a mother who gave birth to a still born. To realize the value of one month: Ask a mother who has given birth to a premature baby. To realize the value of one week: Ask an editor of a weekly newspaper. To realize the value of one hour: Ask the lovers who are waiting to Meet. To realize the value of one minute: Ask a person who has missed the train, bus or plane. To realize the value of one-second: Ask a person who has survived an accident. To realize the value of one millisecond: Ask the person who has won a silver medal in the Olympics. To realize the value of a friend: Lose one. Time waits For no one. Treasure every moment you have. You will treasure it even more when you can share it with someone special. The origin of this letter is unknown, But it brings good luck to everyone who passes it on.

22

Wew, penjelasannya bakal panjang kalau mau dibahas satu-persatu, jadi kalau yang mau tahu silahkan cari aja bukunya di took buku terdekat ya.. untuk lebih menyederhanakannya lagi, berikut diagramnya :

Page

23

Menurut Sternberg, jenis cinta tergantung dari sifat hubungan kita dengan orang lain. Komitmen saja tanpa gairah dan keakraban adalah Cinta Kosong. Gairah saja tanpa dua unsur yang lain artinya tergila-gila. komitmen dan keakraban tanpa gairah menjadikan persepsi cinta sebagai Cinta Persahabatan. Keakraban dan gairah tanpa komitmen membuat Cinta Romantis. Sedangkan komitmen dan gairah tanpa keakraban menyebabkan Cinta Buta. Ketika kita berhasil menyatukan komitmen, gairah dan keakraban maka akan terjadi Cinta Sempurna. Nah, silahkan deskripsikan sendiri cinta seperti apakah yang biasanya ada disinetron remaja sekarang?

Gambar 4 Spiderman

Page

24

Meskipun teori ini belum tentu valid, tapi setidaknya kita bisa memahami bahwa cinta yang sesungguhnya adalah perjuangan. Salim A Fillah, penulis buku Jalan Cinta Para Pejuang, mengatakan bahwa Komitmen adalah sudut kunci dalam teori cinta Robert J Sternberg. Tidak ada istilah “pandangan pertama” pada cinta sempurna. Cinta sempurna bukanlah cinta monyet, cinta lokasi, cinta jadi-jadian, atau cinta pada harta dan tahta. Cinta dapat kita dapatkan dan bisa kita rasakan dengan melalui perjuangan yang panjang. Memahami perbedaan dan persamaan, dan merekatkan hati untuk komitmen supaya tetap dijalanNya. Mudah-mudahan ketika terjadi penolakan cinta, kita berani berikrar dengan gagah, ”Lupakan dirimu dan aku akan kembali padaNya”. Catat bahwa huruf N untuk Nya itu harus kapital  Jangan lupa ubah genjrengan gitar kita dari lagu kenangan kisah cinta, ke lagu: Menghapus Jejakmu (Peterpan), Musnah (Andra and The Backbone), atau Aku Bukan Untukmu (Rossa), dan got pissed off (bikinan teman saya) hhe.. Pak Romi Satrio Wahono (founder ilmukomputer.com), pernah mengatakan bahwa Ingatlah bahwa para legenda tidak pernah mengejar cinta, karena itu: Janganlah kalian mengejar cinta. Jadilah legenda yang penuh dengan prestasi dan manfaat untuk orang lain, maka cinta akan silih berganti mengejar kalian. Dan ketika masa itu datang, pilihlah takdir cintamu, kelola cintamu, atur kadarnya, arahkan posisinya, dan kontrol kekuatan cinta sesuai dengan tempatnya. Dan itulah jalan cinta para legenda …

Page

25

Sebagai penutup, renungkanlah perkataan salah satu legenda islam ini :

The Present

Tiga Cara Untuk Memanfaatkan Masa Sekarang Hari Ini BERADA PADA MASA SEKARANG Jika Anda ingin lebih bahagia dan lebih sukses Fokuslah pada apa yang ada pada Masa Sekarang Responlah pada hal yang penting sekarang BELAJAR DARI MASA LALU Jika Anda ingin menjadikan Masa Sekarang lebih baik daripada Masa Lalu Lihatlah apa yang telah terjadi pada Masa Lalu Belajarlah sesuatu yang berharga dari hal tersebut Lakukan hal yang berbeda pada Masa Sekarang RENCANAKAN MASA DEPAN Jika Anda ingin Masa Depan yang lebih baik daripada Masa Sekarang Lihatlah Masa Depan seperti apa yang Anda inginkan Buatlah rencana untuk mewujudkannya Tindak lanjuti rencana itu pada Masa Sekarang
(dikutip dari Spencer “The Present” Johnson)

Page

26

Jika seorang berkata : “Kalau Dunia Islam sebagaimana yang kaukatakan, lantas mengapa orang-orang Muslim berada dalam kondisi begitu menyedihkan?” Aku akan menjawab :”Kalau mereka muslim (sejati), mereka akan sebagaimana mereka, dan dunia akan menyaksikan kejayaan mereka. Tetapi untuk sekarang, aku akan berpuas diri dengan ayat suci ini :”Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah keadaan mereka sendiri.” – Al-Afghani (Bapak Modernisme Islam.)

Tetaplah Di jalan Cinta Para Legenda!
Bahan Bacaan : Dian Widianti, S. Ensiklopedi Cinta. DAR! Mizan. Wahono, R. s. (n.d.). Ketika Cinta Ini Membunuhmu …. Retrieved from http://romisatriawahono.net/2008/11/18/ketika-cinta-inimembunuhmu/

PIKIRAN GILA
Pernah dengar kata-kata ini? Mati muda itu jauh lebih baik daripada mati tua (Soe hok Gie). simple is everything (Bill Gates). Do What You Love or Die Unhappy (Matt shadows) . Jika semua hal yangg mungkin itu tidak mungkin, maka hal yang tidak mungkin adalah hal yg paling mungkin (Sherlok Holmes).

Page

27

Al-Fahmu (pemahaman) adalah kecerdasan memahami suatu perkataan dengan memperhatikan konteksnya, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan.

Page

28

Perkataan-perkataan diatas cukup unik dan aneh bukan? Kadang kita memang mempunyai gagasangagasan dan pikiran yang aneh, absurd dan memberontak. Kamu pernah mengalaminya? Aku pernah. Aku pernah ingin lebih baik Drop Out. Ya, drop out atau keluar dari sekolah formal. Aku membayangkan bisa mencari ilmu, belajar, dan berkarya dengan bidang-bidang yang aku tekuni. Dan aku rasa itu akan jauh lebih efektif dan aku dapat memanage hidupku dengan lebih fokus dan dengan target-target yang akan aku capai. Ini juga akan menghemat waktu. Karena yang dibutuhkan setelah keluar dari sekolah adalah “hanya” kegigihan untuk terus belajar, berfikir, dan bekerja. Terdengar gila bukan? Ada 3 alasan mengapa gagasanku ini gila. Pertama, dengan keluar dari sekolah, berarti aku meninggalkan teman-temanku yang dimana dengan merekalah aku mendapatkan banyak pengalaman dan momenmomen berharga, aku meninggalkan organisasi, dan juga meninggalkan sekolah unggulan yang padahal banyak orang mengidamkan belajar disana. Yang kedua, dengan keluar dari sekolah berarti aku telah mengambil keputusan besar dalam hidup, karena dizaman platinum ini apa yang bisa dilakukan seseorang yang hanya berijazahkan SMP? Jadi kasir di swalayan? Yang ketiga, aku bukanlah orang yang sejenius Bill gates, Einstein, ataupun Alva Edsison yang meskipun Drop Out mereka dapat mengubah dunia.

Page

29

Dari Abdullah bin Mas’ud RA bahwa rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada iri hati, kecuali kepada dua orang, yaitu orang yang diberi Allah harta kemuadian dipergunakannya dalam kebenaran, dan orang yang diberi Allah hikmah (ilmu) kemudian dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya.”

Page

30

Ini memang aneh. Tapi diluar itu semua, ada alasan yang mendorongku dan menganggukan kepala saat aku menggagaskan pikiran ini.

Telur Emas dan Angsa
Aku asumsikan telur emas adalah tujuan dari pendidikan formal kita, yaitu melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggung jawab, dan peka terhadap realitas sosial. Pendidikan memang merupakan salah satu alternatif yang paling dipertimbangkan untuk mendapatkan telur emas tersebut, terutama di negara yang kondisinya seperti Indonesia. Pendidikan formal merupakan salah satu cara untuk bisa mengangkat kredibilitas kita dihadapan negara-negara lain, karena dengan pendidikan formal kita dapat melahirkan berbagai macam ahli dan sarjana untuk dapat ikut membangun negeri ini. Lagi pula, aliran pendidikan yang dilakukan oleh pendidikan formal itu cukup bagus, yaitu aliran Perenialisme. Tokoh aliran ini adalah Plato, Aristoteles, dan Thomas Aquino. Mereka berpendapat bahwa belajar adalah berfikir. Oleh sebab itu, kita dilatih berfikir sejak dini, bahkan sejak Taman Kanak-kanak. Tetapi, esensi yang sebenarnya untuk dapat mempunyai telur emas ini adalah dengan mendapatkan angsa yang menghasilkan telur-telur ini. Aku berpendapat bahwa yang terpenting dan yang paling berkesan dalam pendidikan formal adalah keahlian-keahlian dan pemahaman yang sebenarnya akan ilmu pengetahuan. Sehingga dengan begitu individu-individu dapat mengekspresikan pemahaman itu kepada berbagai ilmu pengetahuan yang ingin digelutinya. Aku rasa, tujuan pendidikan yang terpenting adalah bagaimana menumbuhkan rasa keingintahuan dan kreatifitas bertanya pada setiap murid, dan rasa kegigihan untuk dapat mencari jawaban yang tepat, lalu menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dari kompetensi yang ia punya. Itu saja.

Page

31

Gambar 5 Wartawan

Page

32

Dari analogi seperti itu, aku punya dua alasan saat aku berpikir untuk keluar dari sekolah formal.

Telur yang dicari bukanlah telur emas
Aku tidak tahu telur apa, tapi yang terjadi pada kenyataannya adalah banyak pelaku-pelaku pendidikan yang tindakan-tindakannya tidak mencerminkan bahwa ia ingin mendapatkan telur emas pendidikan. Banyak orang yang curang dan tidak jujur. Ijazah dengan mudah diperjual belikan. Mereka berfikir bahwa pendidikan formal hanyalah untuk mendapatkan ijazah, dan bila mereka lakukan sesuai adanya, itu akan membuang-buang waktu. Nilai, angka-angka di rapor, itulah yang menjadi orientasi kebanyakan siswa di lingkungan kita. Suatu paradigma yang saat ini semakin menjadi trend terselubung. Pendidikan sudah banyak bercampur dengan unsur-unsur politik dan bisnis. Ada banyak band, atau produk-produk yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pendidikan melakukan promosi dilingkungan sekolah. Aku rasa ini salah satu yang paling parah. Di TV aku sering melihat berbagai macam acara hiburan yang dipentaskan disebuah sekolah. Aku tidak setuju mengenai hal ini. Apa hubungannya kegiatan-kegiatan tadi dengan pendidikan? Itu hanya akan menumbuhkan citra yang lebih buruk lagi terhadap pendidikan di Indoensia. Kita hidup memang membutuhkan ilmu dan berbagai macam keahlian untuk dapat hidup mandiri. Tetapi itu bukan berarti kita harus menjadi “master” disemua bidang studi. Selama 12 tahun setiap murid dituntut untuk dapat menguasai semua bidang studi tertentu. Secara psikologis, ini membuktikan pendidikan formal kita menganut mazhab behavioristik. Siswa diwajibkan menurut dan tunduk pada semua yang tertulis dibuku paket pelajaran. Yang mempunyai pendapat yang berbeda, ia akan disalahkan. Setiap siswa harus mencapai standar tertentu dihampir satu lusin bidang studi. Inilah justru yang membuat

Page

33

Masalah dan Hadiah
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan di baliksetiap masalah. Itu adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah,karena itu terimalah sebagai hadiah. Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anakanaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat dimalam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak kan menjadi seseorang yang sejati

Page

34

begitu banyak siswa yang lebih memilih cara curang, dan ini mengindikasikan salah satu pelanggaran dalam pendidikan. Kalau boleh aku berpendapat, pendidikan seperti ini cenderung akan melahirkan individu-individu yang generalis, bukan spesialis terlebih versatilist. Generalis berarti setiap orang bisa melakukan semua bidang, tetapi dengan kecenderungan keahlian yang hanya digaris standar rata-rata. Berbeda dengan spesialis yang mempunyai keahlian dominan hanya dalam satu atau beberapa bidang, tetapi sampai keakar-akarnya. Mereka menjadi master didalam industri mereka. Kita memang perlu dan butuh pengetahuan dibidang-bidang yang lain. Tetapi, hey.. lihatlah! Kita sekarang sudah dizaman dimana akses informasi tidak terbatas ada diujung telunjuk jari. Mau sepintar orangorang di Jepang? Bacalah seluruh isi Wikipedia! Walaupun terdengar lucu, aku yakin pengetahuannya akan lebih luas dibanding orang-orang yang berpendidikan formal dengan cara curang.

Ada Cara Lain untuk mendapatkan Angsa
Dikalangan pelajar dan mungkin mahasiswa juga, banyak orang yang mengidolakan apa yang dilakukan Bill Gates. Ia drop out dari kuliahnya di Harvard, tetapi akhirnya menjadi orang terkaya didunia. Sekarang, mari kita bicara fakta. Banyakkah orang-orang yang seberuntung Bill gates, Mark Zuckerberg, Mike Lazaridis (pendiri perusahaan RIM, Blackberry yang juga DO dari kuliahnya), ataupun Einstein? Tidak! Kita bisa melihat bahwa orangorang yang sukses secara finansial mereka juga sukses dipendidikan formalnya, mereka berpendidikan tinggi. Satu persamaan dari orangorang kaya ini dengan Bill Gates adalah mereka sudah mendapatkan angsa untuk mendapatkan kekayaan materi. Bill gates keluar dari kampusnya bisa jadi karena dia sudah yakin dengan apa yang dilakukannya, dan dia juga yakin itu akan berhasil, lalu ia membuatnya menjadi kenyataan dan akhirnya tercapai. Ia sudah mempunyai

Page

35

Gambar 6 Evolusi (2)

Page

36

angsanya, ia percaya akan hal itu. Begitu pula orang-orang kaya tadi, mereka sudah mempunyai angsa-angsa yang menghasilkan telur emas financial. Hanya dengan cara yang berbeda. Keinginan untuk belajar adalah kemampuan de facto untuk menggapai kesuksesan. Berpendidikan tinggi adalah kemampuan de jure-nya. Yang salah dari paradigma kita adalah, untuk mendapatkan telur emas satu-satunya cara adalah dengan melalui pendidikan formal. Banyak orang-orang yang kurang mampu menyekolahkan anaknya ataupun orang-orang yang ingin bersekolah tetapi tidak bisa, mereka lebih memilih pasrah dan menerima apapun yang sudah ditakdirkan alam padanya. Mereka berfikir bahwa untuk menjadi orang sukses, mereka harus sepintar orang-orang yang lulus di universitas. Inilah paradigma salah yang berakibat sangat fatal. Banyak dari mereka belum menyadari bahwa cara terbaik untuk mendapatkan telur emas itu adalah dengan mendapatkan angsanya. Dan angsa ini tidak hanya melalui pendidikan formal. Apakah prof. Hamka menjadi ahli agama dan sastra lewat sekolah? Apakah Sir Thomas Alfa Edison menemukan lampu pijar melalui pelajaran fisika dikelas? Jawabannya tidak. Mereka menjadi besar karena mereka senantiasa belajar dan memilih mendapatkan angsanya denga cara mereka sendiri. Bila setiap orang berfikir bahwa pendidikan formal itu satu-satunya cara untuk sukses, betapa banyak kita mendapati orang-orang yang tidak belajar. Aku ingin mengubah paradigma itu! Aku sedih setiap melihat anakanak yang seharusnya bermain dan belajar bersama teman-temannya disekolah harus lari dari satu kendaraan-kekendaraan yang lain untuk mengamen, untuk mencari uang, dan untuk mencari makan. Sungguh tragis. Aku ingin membuktikan bahwa bila kita percaya, ikhlas, berikhtiar, dan bertawakkal pada Allah SWT, kita bisa mendapatkan angsa itu! Tidak peduli apa warna kulitmu, siapa orangtuamu, darimana asalmu, seperti apa rumah mu.. itu tidak penting!

Page

37

“Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan disebabkan upaya keterampilan kedua tangannya pada siang hari, maka pada malam itu diampuni (dosanya) Oleh Allah.” (HR. Imam Ahmad)
● ● ●

Page

38

Lalu, seperti apa angsa yang sebenarnya itu? Menurutku, setidaknya 4 hal yang bisa dijadikan parameter bahwa seseorang sudah mempunyai angsa yang ideal : 1. Gemar membaca Aku tidak main-main, keinginan membaca seseorang merupakan salah satu pencerminan bahwa ia mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Semua tokoh–tokoh terbesar dunia adalah para penyerap ilmu pengetahuan besar. Mereka mendapatkan pengetahuan besarnya, terutama dari membaca. Mereka adalah kutu buku kelas berat. Harun al-Rasyid (dari Masa Keemasan Peradaban Islam, Zaman 1001 Malam) adalah penggemar karya-karya Plato dan Aristoteles. Isaac Newton sejak muda membaca karya para tokoh–tokoh besar masa lalu, “The Giants”, Euclid, Kopernicus, Galileo, Descartes dan banyak lainnya. Bill Gates (pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia) menghabisi seluruh buku komputer di perpustakaan sekolahnya hanya dalam waktu beberapa minggu. Hitler adalah pembaca buku–buku militer, buku sejarah kebesaran Jerman, Bismarck, filosofi Nietzsche, dan banyak lainnya. Saat menganggur dipakainya untuk menghabisi buku– buku di perpustakaan di Wina, Austria. Einstein suka bolos sekolah untuk bisa membaca lebih banyak. Begitu pula Soekarno, Hatta, sampai salahsatu pejuang idealisme yang pernah kita kenal, Soe Hok Gie. “If I have been able to see further, it was only because I stood, on the shoulders of Giants.” Begitu kata Isaac newton. 2. Taat pada agama Mempunyai keyakinan yang kuat adalah salah satu sumber kekuatan terbesar. Kalau banyak orang muslim misalnya, yang memandang ibadah hanyalah bentuk ritual biasa dan membaca al-Qur’an hanyalah untuk orang-orang yang disebut “alim”, ustadz, kiai, atau orang yang diasosiasikan mempunyai jenggot panjang dan selalu memaki sorban..

Page

39

Gambar 7 Ngantri digoreng

Page

40

mereka salah besar! Mereka telah meremehkan sebuah kekuatan besar dan bahkan semua pertanyaan sulit yang pernah ada seperti tujuan kita hidup, dsb dapat kita temukan jawabannya disini. Dengan mempunyai keyakinan agama yang kuat. Dan sejarah juga sudah mencatat banyak orang-orang besar yang berdiri karena iman. Goethoe, Tolstoy, Edison, Marconi di Eropa. Tagore, Gandhi di india. Hulail dan Okbah dalam agama Yahudi. Dante, Mathin Luther, de Loyala, Thomas Cerlyle dan Ruskin dalam agama Nasrani. Jamaluddin Afghani, Ibnu Sinna, Muhammad Abduh, Iqbal dalam dunia Islam, dan lain-lain. 3. Pribadi pemikir dan pekerja Hamka berkata dalam buku beliau, Pribadi, “pribadi yang membuat sejarah dalam suatu bangsa adalah dua macam : pribadi pemikir dan pribadi pekerja. Atau orang yang menteorikan dan orang yang mempraktikannya. Lantaran itu maka pekerjaan didalam hidup inipun ada dua : berfikir dan bekerja.” Orang yang senantiasa berfikir, merenung, biasanya adalah orangorang yang kritis. Sebuah permasalahan besar bisa dipecahkan bila kita sudah tahu terlebih dahulu apa masalah yang sebenarnya terjadi dan apa hal yang sebenarnya membuat permasalahan itu terjadi. Dan semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai daya kritis. Dengan kata lain, orang yang bisa membuat perubahan besar adalah orang yang juga mempunyai pikiran yang besar. Dan hasil pemikiran itu butuh keberanian untuk bisa merealisasikannya menjadi kenyataan. Keberanian untuk melakukan

Page

41

Renungan

Awali dengan bismillahirrahmanirrahim, berarti Anda telah melaksanakan sebuah kegiatan yang baik atas nama Yang Maha Esa. Sediakan waktu untuk berpikir dengan awalan bismillah, agar selalu mendapat hikmah dan hasil yang terbaik. Sediakan waktu untuk bermain dengan awalan bismillah, itulah rahasia keceriaan dan awet muda. Sediakan waktu untuk membaca dengan awalan bismillah, itulah landasan hikmat, pengetahuan & kebijaksanaan yang bermanfaat. Sediakan waktu untuk berteman dan bersahabat dengan awalan bismillah, itulah jalan menuju keharmonisan abadi. Sediakan waktu untuk bermimpi dengan awalan bismillah, itulah yang membawa Anda dan mempermudah menggappai bintang. Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai dengan awalan bismillah, itulah sumber kekerabatan dan relasi yang sejati. Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda dengan awalan bismillah, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri, berkontribusilah untuk orang lain. Sediakan waktu untuk bekerja dengan awalan bismillah, itulah sumber kebahagiaan. Sediakan waktu untuk tersenyum dan tertawa, itulah musik jiwa. Sediakan waktu selalu untuk Allah, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik untuk bersanding di sisiNya. Salam Sukses! Jadikan Hari ini hari yang penuh makna!

Page

42

dan berjuang. Berani melakukan hal-hal besar, dan tekun bekerja untuk mencapai semua itu. Bila kamu adalah seorang yang senang berfikir dan giat bekerja, selamat! Kamu adalah salah seorang yang nantinya akan dibutuhkan oleh umat manusia. 4. Senang berdiskusi Ini memang hanya pendapatku, tetapi aku yakin orang yang senang berdiskusi berarti orang yang selalu terbuka dengan pikiran-pikiran baru. Dan orang yang terbuka adalah salah satu indikasi orang yang kreatif dan inovatif. Dalam dunia kerja, intuisi dan daya kreatif adalah aset yang sangat berpengaruh dalam sebuah pencapaian target. Semua tahu itu. Yap, itu memang salahsatu gagasan aneh yang pernah kupikirkan. Tapi aku khawatir dengan begitu berarti aku tidak bersyukur. Aku takut menghianati orang tuaku yang bersusah payah membiayai semua keperluanku dan aku dengan angkuh berkata bahwa aku akan memecahkan jalan setapak dunia ini dengan pikiranku sendiri. Aku memang aneh. Mungkin tulisan ini menjadi sebuah kritik bagi dunia pendidikan. Kalau itu benar, tujuanku bukan ingin menghancurkan sistem yang sudah ada. Aku hanya ingin perubahan, aku ingin kita semua bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. Dan ini aku lakukan karena aku juga cinta Indonesia, aku cinta Negara ini. Aku ingin Indonesia menjadi lebih baik. Mungkin dengan kritik ini nantinya aku akan dijauhi orang-orang yang tidak sependapat denganku. Aku mungkin dimusuhi nantinya. Tetapi aku hanya ingin kebaikan, aku hanya ingin mengungkapkan apa yang ada dipikiranku. Karena, apa lagi yang lebih puitis selain bicara tentang kebenaran?

Page

43

Gambar 8 Pembunuhan

Page

44

Alamku, Alam Kita Semua
Bogor. Sabtu, 23 mei 2009.

Hari ini, aku dan teman-teman KIR sekolahku menghadiri seminar sehari FORKIR. Forkir adalah sebuah forum yang dibentuk oleh seluruh KIR dari berbagai sekolah diBogor. Itu berarti, aku merupakan salah satu perwakilan dari KIR sekolahku, SMA Negeri 1 Bogor. Dari KIR sekolahku, ada 10 orang perwakilan, diantaranya adalah Adhi, teh Aliya, Teh Anoy, Banggas, Angga, fitria, dan annisa. Kami berangkat dari sekolah pukul delapan pagi, padahal acaranya dimulai pukul delapan. Alhasil, kami sedikit terlambat. Setelah perjalanan sekitar setengah jam di angkot, kami turun. Didepan kami, sudah terpasang baliho bertuliskan “Selamat Datang Peserta seminar sehari Forkir”. Kami berjalan lurus kearah poster tersebut, lalu disambut oleh salah seorang panitia. Mereka mempersilahkan kami masuk. Walaupun agak terlambat, untung saja acara belum dimulai. Jadi kami tidak ketinggalan sama sekali. Didalam, sudah banyak teman-teman KIR dari sekolah lain. Beberapa dari mereka aku kenal, seperti joy dari sma n 7 bogor, ia teman seangkatanku di SMP. Aku jadi teringat pesan adhi sewaktu diangkot, “Nanti disana jangan Jaim ya.. kenalan sama KIR sekolah lain.” Aku tertawa dalam hati. Setelah mengisi pendaftaran dan mengambil ID peserta, kami mencari

Page

45

Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. (Umar bin Khattab)

Page

46

tempat duduk. Kami lihat kursi-kursi dipaling depan sebelah kiri masih kosong semua. Kami pun memutuskan duduk disitu. Seminar kali ini bertema 3R; reduce, reuse, dan recycle. reduce artinya mengurangi sampah-atau dalam seminarini limbah, reuse artinya pemanfaatan kembali limbah, dan recycle adalah mendaur ulang limbah. Temanya cukup menarik. Tentu saja, itu semua berkaitan dengan lingkungan hidup. Aku pernah baca dikoran, bahwa isu lingkungan hidup adalah salah satu topik yang paling ramai dibicarakan. Dalam agenda PBB, isu ini sudah menjadi pembahasan tahunan sejak 1972. Aku jadi bersemangat.

Ide kecil untuk planetku
Di sesi pertama, ada materi yang disampaikan oleh DR.Yadi Suryadi, Msi, Kasi pengendalian dampak & pencemaran lingkungan. Beliau mempresentasikan berbagai macam hal mengenai limbah dan kondisi pencemaran lingkungan dikota Bogor. Beliau menjelaskan tentang limbah B3 atau limbah yang beracun. Beliau juga memberikan ilustrasi betapa drastisnya penurunan jumlah lahan dikota bogor. Misalnya saja, pada tahun 1972, 27% lahan dari kota Bogor adalah hutan. Dan pada tahun 2005, hutan dikota hujan ini hanya tinggal 1,6%. Penurunan yang cukup ekstrim bukan? Disaat bapak Yadi menjelaskan materinya, aku jadi berfikir. Aku sudah beberapa kali menghadiri seminar dan mendengarkan materi bertema lingkungan seperti ini. Aku juga bisa menduga, bahwa seminar dan acara-acara seperti ini sudah banyak dilakukan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga lain, dari yang skalanya satu sekolah sampai yang sangat meriah dan ditampilan diacara TV. Aku berani mengatakan, kalau pemerintah juga sudah memberikan penyuluhan seperti ini kepada berbagai lapisan masyarakat, terutama kalangan terpelajar,

Page

47

Gambar 9 Evolusi (3)

Page

48

walaupun belum menyeluruh. Dan aku rasa ini tindakan yang bagus. Sangat bagus. Tapi, pernahkah kalian berpikir bagaimana cara agar pencemaran lingkungan ini bisa benar-benar berkurang? Maksudku, meskipun tidak ada penyuluhan seperti ini, kita bisa mengurangi pemakaian CFC. Kita bisa mengurangi sampai sesedikit mungkin pemakaian plastik. Kita bisa mengurangi pencemaran lingkungan; disungai, didanau, semuanya. Kita bisa melakukannya dengan atau tanpa penyuluhan seperti ini. Kau mau tahu pendapatku? Baiklah, akan aku jelaskan. Begini, sebagian besar pencemaran lingkungan ini tentu diakibatkan oleh produk-produk yang berbahan tidak ramah lingkungan, Betul? Pembuangan dan pengolahan sampah-sampah produk tersebut yang tidak tepatlah yang dapat mencemari lingkungan. Dari manakah produk-produk ini? Tentu saja dari produsen, dari institusi-institusi dan perusahaan-perusahaan yang memproduksinya. Sampai akhirnya sampai ketangan konsumen, dan si konsumen inilah yang membuang sampah kesungai sehingga terjadilah pencemaran di sungai. Begitu misalnya. Kita bisa buat bagan sederhananya seperti ini :

Produsen

Produk

konsumen

pengolahan tidak semmpurna

pencemaran lingkungan

Kau lihat di kotak yang berwarna hijau? Ya, itu konsumen. Itu kita, masyarakat. Pemerintah selalu memfokuskan konsumen untuk diharapkan dapat mengurangi atau mencegah pencemaran lingkungan. Kita disuruh membuang sampah pada tempatnya, kita disuruh mengolah sampah-sampah anorganik, kita disuruh mengurangi pemakaian produk-produk yang tidak ramah lingkungan, dan sebagainya. Dan ternyata pencemaran pun masih merajalela. Karena memang masih banyak masyarakat yang belum peduli dan belum

Page

49

Page

50

mengerti akan betapa buruknya bila pencemaran lingkungan ini terus menerus terjadi. Aku bisa memberi hipotesa, kalau pemerintah kita lebih melakukan tahap “cara pengurangan”, bukan “pencegahan” atau “penanggulangan”. Meskipun penyuluhan itu hal yang bagus untuk dilakukan, tapi aku rasa ada cara lain yang dapat lebih terasa dampaknya. Ada cara lain untuk mencegah pencemran lingkungan. Dan alangkah lebih baiknya bila cara ini dijalankan beriringan dengan penyuluhan yang terus dilakukan. Caranya adalah dengan memfokuskan pada si pembuat produknya (baca : produsennya), bukan pada konsumennya. Atau lebih jelasnya kepada institusi-institusi, perusahaan-perusahaan, pengembang teknologi, atau bahkan pemerintah itu sendiri yang notabene mempunya andil besar dalam pengurangan pencemaran lingkungan. Mengapa saat ini pemerintah terlalu memfokuskan dan menyalahkan konsumen atau masyarakat akan pencemaran lingkungan yang terjadi? Mengapa mereka lebih dituntut untuk melakukan perubahan, sementara mereka yang mempunyai pengaruh besar justru sepertinya kurang diberi “penyuluhan”. Seandainya semua perusahaanperusahaan memproduksi produknya dengan berbahan yang ramah lingkungan; walaupun masyarakatnya masih keras kepala untuk membuang sampah sembarangan, pencemaran lingkungan tidak akan jauh lebih ekstrim. Mengapa? Karena si-penyebab pencemaran lingkungannya saja sudah ramah lingkungan. Bukan begitu? Mengapa sampai saat ini pemerintah terlalu memfokuskan pada perilaku masyarakat? Bukan kepada industri-industri yang memproduksi dan mempunyai kekuasaan dalam pembuatan produk yang menyebabkan pencemaran tersebut? Mengapa masyarakat yang justru dibebankan untuk kesalahan yang pada esensinya dilakukan mereka, lembagalembaga besar yang berpengaruh? Itulah yang ingin kutanyakan di sesi Tanya-jawab nanti. Aku lihat bapak Yadi masih mempresentasikan slide-slidenya. Setelah 10 menit, slidenya berubah menjadi ucapan “terima kasih” yang menandakan

Page

51

Akal yang besar akan mendiskusikan pemikiran Akal yang sedang akan mendiskusikan kejadian Akal yang kecil akan mendiskusikan orang dan benda Akal yang kecil sekali akan mendiskusikan kepribadiannya

Page

52

bahwa materi sudah selesai disampaikan. Moderator pun memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Aku mengangkat tangan. Tapi moderator memberi kesempatan pada temanku terlebih dahulu untuk bertanya. Setelah itu, moderator memilih peserta lain untuk bertanya. Aku mengangkat tangan lagi. Tapi moderator memberi kesempatan pada peserta lain. Begitu seterusnya. Sampai akhirnya aku tidak diberi kesempatan bertanya. Mungkin karena dari sekolahku banyak yang ingin bertanya, jadi moderator justru memberikan peserta dari sekolah lain kesempatan bertanya. Ya, tak apa lah. Tetapi, ketika sesi Tanya jawab bernar-benar berakhir, adhi bertanya padaku. “Lu mau nanya apa nas? Gue jadi penasaran” tanyanya. Aku pun menjelaskan pertanyaan yang ingin kusampaikan. “oh, bener juga tuh. Kenapa pemerintah terlalu menganggap masyarakat dan konsumenlah yang lebih bertanggung jawab terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi..” Adhi diam sejenak. Sepertinya ia sedang berfikir. Tidak lama kemudian, ia berkata padaku lagi. “aha! Kenapa pemerintah nggak menyuruh perusahaan-perusahaan itu untuk bertanggung jawab terhadap produknya. Jadi, perusahaan itu memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pencemaran lingkungan. Ya kan?” ucapnya sambil memberi sedikit isyarat. Aku mengerti. Bila perusahaan itu memberi penyuluhan kepada masyarakat, SEHARUSNYA perusahaan itu “tau diri” dan akhirnya memproduksi produk yang berbahan ramah lingkungan. Dengan begitu pencemaran lingkungan bukan tidak mungkin kita kurangi sampai 70%. Karena nilai-nilai environtmentalist telah tersinergi kepelaku-pelaku ekonomi seperti produsen dan konsumen.

Page

53

Gambar 10 Evolusi (4)

Page

54

“Dan bila ada perusahaan yang melanggar dan tidak bertanggung jawab, mereka didenda. Satu milyar misalnya.” Adhi melanjutkan. Aku mengangguk setuju. Bila pemerintah memberlakukan peraturan seperti itu, dan peraturan itu benar-benar dilaksanakan, Cepat atau lambat pencemaran lingkungan akan benar-benar berkurang. Kita hanya menunggu waktu. Pertanyaannya adalah, mengapa pemerintah tidak memikirkan cara itu? Kalau memang sudah membuat peraturan seperti itu, mengapa masih banyak produk yang menggunakan bahan dasar yang tidak ramah lingkungan? Bukahkah begitu kawan? Setelah berdiskusi mengenai hal itu, adhi mengeluarkan buku tulis dan menuliskan ide-nya. Sepertinya ia benar-benar bersemangat. Aku melihatnya sesekali. “Bikin proposal, lalu ajukan ke Dinas. Siapa tahu nanti masuk Kick Andy.” Bisikku pada Adhi. Kamipun tertawa. Aku pamit terlebih dahulu pada jam 12 siang. Sebenarnya, masih ada beberapa agenda lagi di acara seminar Forkir ini, tapi ada janji yang harus aku penuhi hari ini di sekolah. Sebenarnya, hari ini merupakan hari yang dinanti-nanti oleh siswa-siswi sekolahku, karena hari ini adalah hari closing SmansaDay, serangkaian acara yang diadakan untuk memperingati hari ulang tahun sekolah kami. Acaranya pun sepertinya akan sangat meriah. Karena ada banyak acara dengan guest star yang prestisius atas akan hadir diacara ini. Tapi, sepertinya aku ada jadwal lain hari ini. Meskipun begitu, aku berusaha menyempatkan diri hadir kesekolah, walaupun hanya sebentar. Karena walaubagaimanapun, ini juga sekolahku. Dan hanya ada satu tahun sekali. Setelah semua urusanku telah selesai, aku meyempatkan diri kemushola. Disana ada teman-temanku yang sedang mengobrol. Mereka mengajakku bergabung. Tapi aku tidak bisa. aku mengambil air wudhu, dan mengerjakan shalat Zhuhur. Setelah itu, aku tergoda untuk

Page

55

Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar ma´ruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya adalah sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat adalah sedekah. (Hadis Riwayat At Tirmizi dan Abu Dzar)

Page

56

menyender ke tembok mushula. Dan meregangkan kaki sejenak untuk istirahat. Aku kembali memikirkan ideku tentang lingkungan tadi. Itu cukup menarik perhatianku. Aku merasa ada yang kurang dari solusi yang aku tawarkan tadi. Tapi aku masih belum tahu apa itu.

Islam : agama yang ramah lingkungan
Aku jadi teringat sebuah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an : ‘’Dan, janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.’’ (Al-A’raf: 56). Aku terdia sejenak. Kalian lihat, kita kadang banyak menyalahkan faktor-faktor diluar diri kita, kita sering menyalahkan intensitas cahaya matahari yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca, kita menyalahkan pergerakan alam berupa gerakan lempeng-lempeng geologis tertentu yang menyebabkan terjadinya gempa dan tsunami. Namun, sadarkah kita bahwa masalah sebenarnya bisa saja ada didalam pikiran kita sendiri. Kitalah yang membuat semua kerusakan itu. Kita mengira kita menjaga lingkungan ini degan baik, padahal kitalah yang justru berbuat kerusakan. Dan jika kita berbuat kerusakan dibumi ini, jika kita merusak alam ini, itu sama saja dengan kita merusakkan seluruh alam semesta ini. Seperti dalam surat Al-Maidah ayat 32, Allah berfirman yang artinya, ”Barang siapa yang membunuh seorang manusia dan membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan, barang siapa yang memelihara kehidupan manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya.’’ Sungguh sebuah kiasan yang membuat hatiku terguncang. Dalam ilmu Biologi, kita diajarkan bahwa tumbuhanlah yang merupakan trofik pertama dalam sebuah rantai makanan. Tumbuhanlah yang berperan sebagai produsen. Kita memakan daging

Page

57

Gambar 11 Evolusi (5)

Page

58

hewan, kita memakan buah-buahan, kita memakan lauk-pauk, karena kita membutuhkan energy. Esensinya, semua energy dan zat-zat yang kita butuhkan seperti mineral, karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin yang terkandung dalam makanan kita merupakan zat-zat yang terkandung dalam tumbuhan. Misalnya saja, kita mendapatkan lemak dengan memakan daging sapi. Sapi itu dapat tumbuh besar, berkembang, dan akhirnya kita potong dan kita makan adalah hasil apa? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena sapi mendapat suplai energy dari makanannya, yaitu rumput. Dengan enzim selulosa, sapi mengolah rumput dan tumbuhan tadi yang akhirnya membuat tubuhnya menjadi besar. Pada dasarnya semua kebutuhan energy kita terdapat dalam tumbuhan, ini semua hanya aliran energy saja. Sekarang, bayangkan bila tumbuh-tumbuhan (lingkungan hidup) kita rusak. Apa yang akan terjadi? Yang pasti akan sangat mengerikan. Aku mencoba merenung kembali. Aku bertanya-tanya kembali. Aku penasaran, karena ini semua terasa menjadi semakin jelas. Kitalah yang bertanggung jawab terhadap lingkungan alam didunai ini. Karena kitalah khalifah dibumi ini, kita mendapat amanah yang penting untuk memakmurkan bumi ini. Lalu, apa akar dari masalah ini? Sadarkah kawan, saat ini kita sering memisahkan agama dari kehidupan kita. Masyarakat kita sudah banyak terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran barat yang mengagungkan logika. Betapa banyak dari kita yang melihat sebuah permasalahan seperti kebanyakan orang kapitalis. Mereka mengagungkan dirinya, mereka terlalu menuhankan rasionalitas. Bila ada sebuah bencana dan kesalahan, mereka menganggap semuanya bisa diatasi dengan cara berpikir yang rasional. Mereka telah lupa dengan hukum fitrah-nya sebagai makhluk Allah SWT. Contohnya adalah saat terjadi tsunami lima tahun yang lalu di Aceh. Para ilmuwan mendalihkan bahwa ini semua terjadi karena ada pergeseran lempeng antara kerak bumi dengan kerak bumi dibagian patahan yang lain. Dan dengan proses sedemikian rupa, naiklah air laut

Page

59

Dua cara untuk menguasai waktu

Prinsip barito yang popular dengan sebutan teori 80/20 : Siapkan daftar dari poin-poin yang harus dikerjakan. Anda akan dapati, bahwa jika 20% dari poin-poin itu telah diselesaikan, maka akan menghasilkan 80% dari hasil yang diinginkan. Teori Prakinson : tentukan deadline untuk setiap pekerjaan dan komitmenlah dengan waktu tersebut. Karena waktu penyelesaian sebuah pekerjaan akan terus mengulur sesuaiwaktu yang diberikan.

Page

60

dan akhirnya terjadilah apa yang kita namakan dengan Tsunami. Lalu, solusinya adalah dengan membeli alat-alat pendeteksi tsunami, menanam pohon-pohon bakau di pantai, dan sebagainya. Mereka telah lupa, bahwa air laut, bumi, tanah, semuanya ada yang menciptakan. Dan bencana itu juga ada yang memberikan. Mereka berpikir bencana itu bisa diatasi dengan ide-ide dari pikiran rasional mereka. Tapi mereka tidak sadar, bahwa itu saja belum cukup. Mereka lupa akan sang Khalik. Mereka tidak menggunakan agama sebagai salah satu pertimbangan mereka. Sekali lagi, manusia telah lupa dengan fitrah dirinya. Aku mencoba dari yang paling dasar : manusia. Sebenarnya, apa itu manusia? Ternyata, pengertian manusia versi Barat berbeda dengan pengertian manusia dimuka bumi menurut ajaran islam. Menurut Barat, manusia disini berperan sebagai subjek. Artinya, manusia berhak menggunakan sesuka hati apa saja yang terkandung dalam perus planet bumi ini. Mereka berhak mengeksploitasi hasil kekayaan bumi ini dengan semena-mena. Mereka lupa, bahwa lingkungan juga merupakan bagian dari kehidupan dibumi ini. Kita hanyalah salah satu dari makhluk ciptaan-Nya. kita memang diberi kelebihan oleh Allah SWT, tetapi itu bukan berarti lebih baik. Kita diberi amanah untuk menjaga lingkungan hidup ini, dan kita juga memang berhak untuk menggunakannya untuk kemaslahatan bersama, tetapi kita juga harus menjaga dan melestarikannya. Jangan menggunakan kekayaan alam secara berlebih-lebihan, karena Allah SWT tidak suka dengan segala sesuatu yang berlebihan. Dalam hal ini, Rasulullah telah menghimbau kita agar tidak berperilaku rakus. ‘’Rasulullah menganjurkan kita untuk minum, makan, dan berpakaian dengan tidak berlebih-lebihan.’’ Kawan, pada dasarya kita sendirilah yang harus membenahi diri dan menginstrospeksi diri. Sudahkah kita melakukan amanah yang kita emban dalam hidup ini? Apakah kita sudah benar-benar menjaga

Page

61

Gambar 12 Serem nih..

Page

62

lingkungan ini? Apakah kita tidak merasa, bahwa kitalah makhluk yang paling berbahaya dimuka bumi ini? Apakah kita lupa dengan janji kita saat manusia diberi amanah untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini? Untuk memakmurkan bumi ini? Dan bukan membuat kerusakan didalamnya? Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Allah telah memberi kita kenikmatan yang luar biasa. Sudahkah kita menggunakannya dijalan yang benar? Sudahkah kita mensyukuri segala nikmat-Nya? itulah pertanyaan yang sebenarnya yang harus kita renungkan. Karena pada dasarnya, bukan alam yang salah, bukan gunung, bukan awan, bukan siapa-siapa. Kebanyakan dari kita selalu berpikir reaktif. Padahal, justru pikiran kita sendirilah yang salah. Lalu, bagaimana solusinya? Sederhana. Seperti firman Allah SWT dalam surat Ar Ra’ad ayat 11 berikut, “…sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” Jadi, mari kita mulai dari diri kita sendiri. Mari kita lindungi dan lestarikan lingkungan ini, karena alam merupakan salah satu cermin keindahan Tuhan. Mari kita buat perubahan bersama-sama. Ayo! Hidup ini akan sungguh indah bila kita menjaga keseimbangan dan keharmonisan didalamnya. Bukankah begitu kawan?

Arti Kerja Keras
Pemilu tangal 8 juli sudah usai. Mengingat-ingat masa kampanye dulu, saya jadi teringat sebuah yang dibuat tim suksus JK-Wiranto yang menjanjikan program MAMPU. Saya tidak mengkritik mengenai program tersebut, memberi subsidi kepada para pemuda untuk berkarya dan berusaha adalah ide yang bagus dan gagasan yang mulia.

Page

63

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orangorang yang fasik.” (QS : Ali Imran : 110)

Page

64

Yang akan saya singgung disini adalah makna dari kata-kata yang diucapkan oleh (kalau tidak salah) Cut Mimi, “… Banyak pemudapemudi yang mau bekerja dan berkarya untuk mensejahterakan hidupnya tetapi sayang, mereka tidak mempunyai modal…” nah, kata yang tercetak tebal itulah yang saya maksud. Atau lebih jelasnya adalah kerja keras (karena saya yakin maksud dari kata “bekerja” disini bukanlah kerja lamban).

Menurut saya, nyaris tidak mungkin ada kata gagal bagi seorang pekerja keras, baik itu yang berorientasi materi dan mencari banyak uang ataupun membuka lapangan kerja baru. Banyak buku-buku dan ceramah motivasi yang menganjurkan kerja keras bagi siapa saja yang ingin sukses. Namun ternyata, banyak orang yang kurang paham makna kerja keras ini. Maksud saya, arti kerja keras yang berlaku saat ini.

Memang, kerja keras itu apa?
Tanyakan pada kakek buyutmu dan kamu akan tahu arti kerja keras. Ia bangun sejak menjelang fajar, kekebun, menyirami pohon, membajak sawah, menggembala kambing, dan memastikan ternak-ternaknya sudah diberi makan yang cukup. Lalu ia pulang saat malam hari dengan membawa semerbak bau keringat yang terus mengucur. Ia menghabiskan banyak waktu dan menguras energi dalam tubuhnya untuk bekerja.

Page

65

Page

66

Tapi itu dulu, berbeda dengan sekarang. Definisi “kerja keras” seharusnya sudah bergeser sekarang. Banyak hal yang sudah bisa dilakukan mesin untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan kita. Banyak pula dari kita sudah bisa bersekolah dengan lebih terjamin. Kondisi ini mengharuskan kita mengganti makna kerja keras agar tidak mudah terlempar kebelakang oleh orang-orang yang sudah terlebih dahulu menyadarinya. “Tunggu dulu nas, kamu bilang saya nggak bekerja keras? Saya setiap hari bangun pagi dan pulang nggak kurang dari jam empat sore. Saya menggunakan banyak energy setiap hari..! masa nggak dibilang bekerja keras?” mmm, maaf tapi sepertinya orang ini belum tentu pekerja keras dan membuang banyak waktu bukanlah kerja keras. Kerja keras adalah ketika ada keberanian untuk melakukan keputusan emosional yang sulit. Kerja keras adalah berani mendatangi ruangan pimpinan dan berkata ada yang harus diperbaiki dari caranya memimpin. Kerja keras adalah membuka usaha baru dan membuka lapangan kerja untuk orang lain. Kerja keras adalah saat kamu berani mengacungkan tangan pada guru dan menjelaskan ada teori yang salah dari yang beliau ajarkan. Kerja keras adalah bekerjasama dan mengumpulkan banyak orang untuk menuntut keadilan didepan gedung dewan terhormat. Kerja keras adalah tentang membuat perubahan. Kerja keras berbicara keberanian dan menghasilkan cara baru. Begitu banyak orang yang rela bekerja lebih lama sementara membiarkan yang lainnya untuk bekerja keras. Kebanyakan orang seperti ini adalah pengekor situasi dan mudah terbawa arus. Oleh karena itu, jarang pengekor yang bisa berhasil. Dan sebagian dari pengekor ini dinamakan pengangguran. Orang yang bekerja keras tidak mungkin ada yang menganggur, kecuali menganggur adalah pilihan bagi mereka (dan sepertinya ini tidak mungkin).

Page

67

Umar bin Khattab r.a. berkata, “Janganlah mengecilkan semnagatmu, sesungguhnya aku tak pernah diam dari hal-hal yang dibenci, yaitu dari orang yang kecil semangatnya.”

Page

68

Jadi, mari kita berupaya untuk terus bekerja keras. Pelajar yang bekerja keras. Blogger yang bekerja keras. Anggota organisasi yang bekerja keras. Pemimpin yang bekerja keras. Bukan bekerja lebih lama!

Mengapa Mati Muda Lebih Baik
Pernah juga saya menuliskan judul artikel ini di facebook saya, dan muncullah berbagai pertanyaan dari teman-teman. Dari mulai yang bijak, seperti “mati muda asalah syahid sih ga apa-apa”. Sampai ada sedikit nantangin sekaligus nakut-nakutin, “wah jangan bikin fatwa yang sesat dong nas. “ Saya geli membaca komentar satu ini  . Tapi biar lebih jelas, akan saya paparkan diartikel ini dengan jelas. Sebenarnya, pernyataan mati muda ini berkaitan dengan aktifitas sehari-hari kita, yaitu tidur dan kegiatan bergadang yang sering dilakukan beberapa teman saya. Saya sendiri nggak akan ragu untuk memilih begadang bila ada kegiatan penting atau ide yang ingin dilampiaskan. Tetapi nggak sampai full terjaga sama sekali, saya suka menyempatkan waktu 1-3 jam setelah shalat isya untuk mengisi “bahan bakar”. Waktu malam sering saya gunakan untuk membaca buku, menulis, dan belajar atau mengeksplorasi berbagai software. Dalam sehari, rata-rata saya tidur selama 5 jam, kadang 3 jam atau bahkan pernah dua kali nggak tidur sama sekali, hhe. Menyisihkan sebagian waktu tidur bagi saya juga bagian daripengoptimalan menggunakan waktu. Saya jadi ingat kakak kelas saya yang pernah membuat karya tulis mengenai kegiatan dan geja bergadang untuk tugas sekolahnya, saya biasa memanggilnya Teh Jannah. Pernah saya chatting sama teh jannah klo ia juga mengakui bahwa banyak kok orang sukses yang waktu tidurnya sedikit. Fenomena begadang ini memang cukup menarik

Page

69

Page

70

untuk dibahas karena banyak yang melarang tapi banyak juga yang melakukannya. Faktanya, tidur memang kebutuhan kita sebagai manusia. Tidurnya juga bermanfaat untuk kesehatan, seperti dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Qashash ayat 73, ”Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” Tapi ingat, tidur tentu harus seimbang dan jangan terlalu lama. Di zaman rasullah, banyak para sahabat yang tidurnya hanya beberapa jam tetapi mereka sangat kuat, siang hari mereka bisa bekerja dan bahkan mampu berperang, sementara di malam hari mereka beribadah dan mengagungkan nama Allah. Sungguh orang-orang yang luar biasa. Kalau para sahabat nabi (yang tentu dizaman dulu belum secanggih zaman saat ini) bisa berbuat seperti itu dan bisa mengubah dunia, moso’ generasi muda sekarang malah kebanyakan berfoya-foya sih? Tidur rata-rata bisa diatas 10 jam, bangun tidur langsung nonton tv seharian dan main game, kita bisa merasakan waktu yang terbuang percuma begitu banyak. Sadarkah kita bahwa Al-Wajibat aktsaru minal Awqat , kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Apakah bijaksana membuang-buang waktu dengan terlalalu banyak tidur? Seandainya kita tidur 8 jam sehari, berarti saat kita berumur 70 tahun, kita menghabiskan 20 tahun hanya untuk tidur! Bayangkan, apa yang bisa kita lakukan dengan waktu sebanyak ini! Banyak orang-orang yang berpengaruh dan sukses, mereka mempunyai waktu tidur yang cukup singkat. Napoleon Bonaparte tidur hanya 3 jam sehari, dia bahkan membuat aturan yang cukup keras saat rezim kepemimpinannya berkuasa, yaitu : empat jam untuk laki-laki lima jam untuk wanita enam jam untuk para idiot

Page

71

“Apa yang kamu citacitakan atau impikan, Lakukanlah. Keberanian mengandung kejeniusan dan kekuatan yang besar. (Goethe)

Page

72

Leonardo Da Vinci dan Thomas Alva Edison apalagi, mereka sering mengalami masa-masa tidak tidur sepanjang malam. Belum lagi Imam syafe’i yang konon pernah tidak tidur selama sebulan saat beliau menuliskan salah satu karyanya. Mereka adalah orang-orang yang produktif dan mempunyai banyak karya. Bagi mereka tidur mungkin sebuah pilihan. Setidaknya, kita bisa bercermin bahwa terlalu banyak tidur itu bisa membuat kita tidak produktif. Teman saya, Adiguna pernah beberapakali mengingatkan saya untuk tidur cukup, sampai-sampai ia menyuruh saya membaca artikel agar saya bisa taubat. akhirnya saya mencoba googling dan baca berbagai artikel mengenai efek kurang tidur dan begadang. Dan ternyata memang benar, kurang tidur dapat menyebabkan hipertensi sampai berpotensi memperpendek umur. Terimakasih Digun, tapi gimana dong? Awalnya saya juga khawatir dengan banyaknya informasi kesehatan “mengancam” orang-orang yang sedikit tidur. Ok, sekarang jika berita ini benar dan kita asumsikan bila berita ini memang benar. Saya sendiri nggak keberatan bila umur pendek, asalkan bisa menghasilkan banyak karya yang bermanfaat dan bisa membantu orang banyak. Dari pada umur 80 tahun, tapi cuman nyusahin orang, nggak produktif, kaya dari hasil curang, terus korupsi, waktu diisi hanya untuk bersenangsenang dan maksiat, nggak bisa membantu orang lain, dan nggak beribadah kepada Allah dengan optimal. Soe hok gie juga mati saat masih muda sekali. Dan yang harus diingat adalah, bila seseorang mati saat sedang berjuang untuk kebaikan dan bejalan dijalan Allah, sebenarnya mereka tidaklah mati. Mereka sebenarnya masih hidup. Mereka dikenang banyak orang, mereka menjadi teladan bagi anak, cucuk, dan orang banyak didunia walaupun mereka sudah tidak bisa melakukan apaapa. Bahkan Al-Quran pun berkata begitu.

Page

73

Page

74

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. (QS. Ali-Imran : 169) Saya jadi ingat kata-kata Pa Harfan dalam film Laskar pelangi, “hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”. Sampai saat ini, saya sangat sedih karena banyak waktu yang terbuang sia-sia dan masih lebih banyak menerima dari orang lain daripada member. Belum lagi dosa saya semakin menumpuk. Hidup ini hanya sementara, dan yang sementara ini harus digunakan secara optimal untuk berjuang dan berkarya. Saya malu sudah diberikan kesempatan bersekolah di sekolah yang layak tetapi belum bisa menghasilkan banyak karya yang berguna. Padahal banyak anak-anak jenius hasil didikan alam seperti Lintang, yang mau berjuang dengan susah payah untuk bisa belajar dan menerima pendidikan. Seharusnya orang-orang seperti itulah yang diberikan pendidikan tinggi, bukan orang seperti saya. Mari kita lawan nafsu diri yang berlebihan. Seperti yang pernah dikatakan ahya ibn Muadz al-Razi, “Perangilah egomu dengan empat bilah pedang: sedikit makan, sedikit tidur, sedikit bicara, dan sabar ketika seseorang menjahatimu. Dengan begitu, egomu akan menapaki jalan ketaatan, seperti seorang penunggang kuda yang melaju di medan perang.” Umur bukanlah segala-galanya, dunia ini penuh fana. Bila kita menggunakannya untuk berbuat kebaikan, mati muda muda bukanlah masalah. Diberi umur lebih adalah tantangan, menyianyiakannya adalah kesalahan. BTW, Saya lagi bikin essay sederhana menganai tidur yang dibahas dari berbagai aspek dan juga metode-metode tidur yang dapat digunakan (seperti polyphasic sleep). Klo udah selesai insyaAllah bisa akan saya share diblog ini. Tetap di jalan cinta para Legenda!

Page

75

“Apabila tiga orang keluar untuk melakukan perjalanan, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai pemimpin.” (HR Abu Daud)

Page

76

Tribes
(Sebuah Resensi)

It works, if you get it right. Only one who stick with it, passionate, transparent and motivated will succeed. - Seth Godin Di gramedia, saya melihat sebuah buku terbaru yang ditulis oleh Seth Godin berjudul, “Tribes – Andalah Pemimpin Yang Kami Cari”. Dari yang saya tahu, Seth Godin ini selalu memberikan gagasan dan ide-ide segar nan cemerlang disetiap bukunya, dan itulah yang membuat saya tertarik. So, apa itu Tribes? Tribes adalah sekelompok orang yang terhubung satu sama lain, terhubung dengan seorang pemimpin dan terhubung pada sebuah ide. Tribe adalah mengenai keyakinan. Keyakinan mengenai sebuah ide dan komunitas. Penggemar Apple adalah tribe. Pengguna Facebook adalah tribe. Google adalah tribe. Twitter adalah tribe. Blogger adalah tribe. Komunitas The Journal adalah Tribe  Tribe dulunya bersifat lokal, terpaku dengan letak geografis dan lokasi. Tetapi sekarang, dengan adanya internet, blog, facebook, twitter, tribe sudah tidak ada batasan lagi.

Page

77

Page

78

Gambar 13 jangan takut!

Gagasan utama buku ini adalah ingin menekankan pada kita bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin. Setiap orang bisa membangun tribes. Menurut Godin, di era digital seperti saat ini sebuah kelompok hanya membutuhkan dua hal, yaitu: minat yang sama dan sarana komunikasi. Minat bisa beragam, sarana komunikasi juga bisa bervariasi, dan cara mengkomunikasikannya juga bisa berbeda. Misalnya saya suka mengupload video-video lucu dari kehidupan sehari-hari ke Facebook. Saya tag teman-teman, dan banyak yang berkomentar di video-video tersebut. Mereka menyukainya. Dalam hal ini, saya adalah pemimpin tribes, sementara penonton dan pengkomentar tadi adalah anggotanya. Setiap anggota ini bisa berhubunan langsung dengan dunia luar. Mereka menceritakan ke teman-teman mereka, keluarga, dan pada akhirnya terbentuklah sebuah manifesto, terobosan baru, dan trend baru. Sekali lagi, disini saya berperan sebagai pemimpin tribes ini, dan dengan membangun kondisi ini, saya bisa dapat mendapatkan lebih banyak anggota dan bisa membentuk tribes yang lebih besar. Bila dikelola secara professional, tribes ini bisa menjadi aset yang multifungsi, baik dalam bantuk materil atau immateril. Tribe dibentuk dari sekelompok orang yang kemudian ditransformasi melalui minat yang sama serta cara tertentu dalam berkomunikasi. Tribe menjadi penting dan berpengaruh karena kumpulan minat dan tujuan yang sama adalah kekuatan terbaik dari perubahan. Setelah kita tahu betapa luar biasa-nya sebuah tribe, tentunya kita ingin juga memiliki ataupun menjadi bagian darinya. pemimpin tribe punya 3 cara berkomunikasi dalam rangka meningkatkan efektifitas tribe dan anggotanya: 1. Mentransformasi kesamaan minat menjadi sebuah target dan keinginan kuat akan perubahan.

Page

79

Aturan lama cukup sederhana : Cara terbaik unutk menumbuhkan sebuah organisasi adalah dengan menjadi andal, bersikap konsisten, terpercaya, dan pelan-pelan mengumpulkan pangsa pasar. (Tribes)

Page

80

2. Menyediakan sarana yang memungkinkan anggota untuk mempererat komunikasi. 3. Membuat pencapaian tribe dan memperoleh anggota tribe yang baru. Nah, bagaimana penjabaran poin-poin diatas? Silahkan baca bukunya langsung. Meskipun buku ini cukup mahal untuk buku setebal 114 tetapi menurut saya gagasan yang terkandung dalam buku ini lebih berharga dan tentu akan lebih terasa bila langsung di praktekkan. Dan karena bukunya cukup mahal untuk ukuran bocah seperti saya.. ada yang mau minjemin? Hhe..

Anonimitas, privasi, dan kebebasan berpendapat
Internet telah menjadi bahan empuk para pelaku anonimitas. Saya sering sekali melihat di forum kaskus apa yang disebut dengan junker. Junker adalah orang-orang yang memberikan posting tidak bermutu dan terkesan asal-asalan, tujuannya untuk mencapai reputasi apa yang dinamakan dengan ISO 2000. Predikat ISO 2000 ini akan dicapai bila seorang member telah memposting 2000 kali. Seorang junker biasanya sangat mengganggu karena ia merusak forum diskusi sehingga memberatkan server saja. Mengapa junker itu begitu berani? Karena ia tidak takut, meskipun member-id bisa dicap buruk, toh identitas diri aslinya tidak diketahui banyak orang. Ini adalah salah satu akibat dari anonimitas.

Page

81

Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka.” (Hadits riwayat Tirmidzi)

Page

82

Masih banyak akibat-akibat buruk yang dapat terjadi bila anonimitas berkeliaran tanpa terkendali. Email berantakan karena dipenuhi spam yang tidak tahu asalnya darimana. Situs jual beli on-line tidak berjalan dengan baik karena banyak pengacau yang iseng, dan akhirnya membuat citra keamanan on-line di negara kita menjadi buruk dimata asing. Ini membuktikan anonimitas terjadi karena tidak adanya sopan santun. Situs-situs pornografi akan kosong jika pembuat dan penikmatnya menuliskan nama asli mereka. Sungai-sungai tidak akan dibanjiri sampah bila nama si pelaku ditempel besar-besar. Sementara orangorang yang kenal dengan anda nyaris tidak akan berani berbuat jahat pada anda. Seorang anak siswa tidak akan berani menghajar habishabisan teman yang dia kenal baik (kecuali kalau ia memang tidak bermoral). Anonimitas, dimanapun akan menimbulkan kekacauan. Apakah kalau tidak ada anonimitas menjadi tidak ada perlindungan privasi? Anonimitas dan privasi itu hal yang berbeda. Didunia internet, privasi bisa aman atau tidak akan dipengaruhi oleh diri masingmasing. Misalnya, dengan tidak memberikan informasi pribadi kita dengan rinci di facebook, itu akan mencegah terjadinya pelanggaran didunia maya. Ok, memang ada saat-saat dimana kita memberikan informasi pribadi, misalnya saat kita bertransaksi menggunakan Paypal. Tetapi itu juga tidak akan terjadi bira si pengguna jeli dan bisa memilah-milah mana situs yang terpercaya.Konsepsi ini saya pegang sampai suatu hari saya mendengar kasus ibu Prita yang ditarik ke meja hijau karena menuliskan keluhannya melalui email. Mendengarnya saya sangat marah. Apakah menyampaikan kebenaran itu salah? Apalagi, dalam surat itu Ibu Prita hanya mengeluhkan apa yang terjadi

Page

83

 

Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhankebutuhanmu. Sesungguhnya pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan. (HR Thabrani dan Al – Bazzar
 

Page

84

padanya agar tidak ada lagi korban seperti dia. Dalam hal ini, saya rasa RS O**I sudah melakukan hal yang salah dan berakibat fatal. RS O**I sudah menjatuhkan kredibilitasnya sendiri sebagai rumah sakit internasional, yang saya rasa lebih cocok dengan rumah sakit tradisional. Padahal, seperti yang dikatakan Henry Wotton (1568– 1639), penyair dan diplomat Inggris, critics are like brushers of noblemen’s clothes. Kritik ibarat sikat untuk membersihkan pakaian sang bangsawan yang baik budinya. Tetapi rupanya RS Omni tidak memilih untuk bersikap sebagai orang mulia itu. Huh.. saya kan nggak mau masuk penjara hanya karena curhat! Apa seperti ini kebebasan berpendapat di Indonesia? Potong tangan dan kaki seseorang, jangan lupa potong juga lidahnya lalu masukkan keruangan 2 x 3, lalu biarkan dia bebas. Itulah kebebasan berpendapat dinegara ini! Orang-orang yang berani mengkritik pemerintah atau kelompok berduit akan dipotong lidahnya. Sungguh ironis. Sampai saat ini, kita bicara tentang anonimitas, privasi, dan kebebsan berpendapat. Apakah keseimbangan hanya akan mungkin terjadi bila salah satunya dirusak? Saya rasa ada keterkaitan ketiga aspek tersebut dengan sesuatu yang dinamakan dengan accountability, tanggung jawab. Jika setiap individu dapat mempunyai tanggung jawab apa yang telah ia katakan dan tuliskan di Internet, saya jamin semuanya akan baik-baik saja, kasus yang berhubungan dengan dunia maya akan jauh lebih sedikit. Ibu Prita tidak bersalah, sejauh ia jujur dan bisa mempertangungjawabkan kebenaran surat yang beliau tulis. Membela kebenaran adalah pekerjaan mulia. Membantu orang lain agar tidak terjerumus pada kejahatan adalah perilaku terhormat. Saran saya sederhana : mari kita wujudkan dunia maya yang dapat dipertanggung jawabkan. Mari kita berbagi, berdiskusi, dan berpendapat tetapi dengan memegang asas tanggung jawab terhadap konten yang kita sebarkan. Dan semoga saja, tulisan saya ini tidak akan diajukan kepengadilan . Bagaimana pendapatmu?

Page

85

Page

86

Presentasi Efektif
Keahlian membawakan presentasi merupakan nilai plus tersendiri untuk membangun personal brand dan reputasi kita terkait dengan bidang yang kita tekuni. Ini karena keefektifan prensentasi sangat menentukan seberapa efisien pesan yang diterima audiens, dan seberapa profesionalkah kita menguasai apa yang kita sampaikan. Bahkan ada yang bilang, kepiawaian membawakan presentasi merupakan salah satu parameter apakah kita kompeten atau tidak. Bahkan disekolah saya, seringkali guru membuat tugas presentasi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sehingga secara tidak langsung, siswa juga dituntut untuk bisa membawakan presentasi dengan baik disamping penguasaan materi pelajaran. Jadi, tidak diragukan lagi keahlian presentasi merupakan teknik komunikasi yang sangat bermanfaat. Lalu, seperti apakah presentasi yang efektif itu? Sederhana saja, presentasi yang efektif adalah presentasi yang dapat membawakan audiensnya pada pesan yang disampaikan oleh pembicara. Presentasi yang efektif adalah presentasi yang dapat mempengaruhi atau merubah pola pikir audiensnya. Namun yang sering saya lihat adalah, banyak siswa dan pembicara yang hanya menampilkan penjelasan dalam slide ditambah komunikasi lisan yang sepertinya kurang efektif dan menarik. Karena pembicara hanya “membaca” apa yang tertulis didepan slide. Audiens dituntut untuk membaca teks yang ada dislide terlebih dahulu, agar mereka bisa paham. Dan kondisi ini justru membuat mereka tidak fokus pada si pembicara. Disa dipastikan, presentasi seperti ini pasti sangat membosankan. “Ah, lebih baik saya minta saja file presentasinya daripada mendengarkan ceramah orang ini..” mungkin itu yang akan ada dipikiran audiens.

Page

87

Ide yang terus berkembang, menang. Ide yang membosankan tidak akan berkembang. Organisasi yang membosankan tidak akan maju.

Page

88

Banyak penulis yang justru mendapatkan penghasilan terbesarnya dari honor sebagai pembicara ketimbang penghasilannya sebagai penulis. Banyak pula para motivator yang mendapatkan uang lebih banyak dari membawakan seminar-seminar. Bagaimana mereka mendapatkannya? Karena mereka bisa melakukan presentasi dengan bagus, mereka dapat membawakan presentasi yang efektif. Dalam bukunya yang bejudul Master Your Mind, Design your destiny, Adam Khoo berpendapat bahwa ada satu teknik efektif bagaimana caranya agar kita bisa sukses. Bagaimana caranya agar kita bisa sehebat orang yang kita kagumi. Bagaimana caranya agar kita bisa “mirip” dengan role model kita. Termasuk pula bagaimana caranya agar kita bisa membawakan presentasi yang efektif. Kuncinya adalah dengan MENIRU. Mau menjadi aktor yang baik? Tirulah pemeran terbaik di film-film. Ingin bisa bermain bola dengan hebat? Tirulah para pemain kelas dunia. Ingin bisa membawakan presentasi dengan efektif? Tirulah pembicarapembicara ulung nan handal. Coba pikirkan ini : bagaimana caranya agar kita bisa membuat masakan sehebat koki di hotel bintang lima? Mudah saja! Minta resep masakannya, lalu tirulah caranya memasak sesuai resep tersebut. Bila kita melakukannya dengan baik, bukan tidak mungkin masakanmu bisa selezat makanan koki handal tadi. Saya suka melakukan ini. Saya sering mengunjungi Youtube, dan melihat bagaimana pembicara-pembicara handal membawakan presentasinya. Saya melihat video Steven Covey, Adam Khoo, Matt Mullenberg, dan lainlain. Saya memperhatikan setiap gerekan tubuh mereka. Saya mendengarkan bagaimana mereka memberikan intonasi disetiap katanya, bagaimana mereka melihat audiens, sampai bagaimana cara mereka membuat penonton bisa tertawa. Lalu, saya lakukan semua teknik tadi, lalu saya olah dan akhirnya menjadi karakter personal saya dalam berbicara didepan umum.

Page

89

Page

90

Pernah suatu hari ketika saya sedang membaca buku Talk Inc. karya aaa dengan teman saya, dia tiba-tiba nyeplos, “Nas, lu mah udah banyak baca buku kayak ginian yah?”. Saya bingung. “Emang kenapa?” Lalu dia menjawab, “Soalnya lu kalau ngomong keren banget. Ga pernah grogi sama sekali”. Mendengar itu saya kaget, karena orang saperti saya mendapat pujian seperti itu, ini tidak mungkin! . Untuk bisa belajar lebih jauh tentang presentasi yang efektif, saya membawakan presentasi Seth Godin tentang teknik membawakan presentasi.

Page

Nah, ternyata banyak orang yang membawakan presentasinya berbedabeda. Ada yang menggunakan laser, ada yang memanfaatkan pointer dikomputer, atau ada juga yang membawakan penunjuk manual untuk aksesorisnya saat presentasi. Sekarang, bagaimana kamu membawakan

91

Hindari alasan karena sebagian besar alasan fiktif belasa (Satria Hadi Lubis)

Page

92

presentasi? Ada benda-benda khusus yang kamu gunakan saat presentasi? Apa yang akan kamu lakukan untuk membuatmu nyaman saat menjadi pembicara? apa kamu mempunyai teknik khusus?

Implementasi Knowledge Management dalam Membangun Komunitas Web 2.0
Minggu ini, saya sudah dua kali mempresentasikan materi yang sama di tempat yang berbeda, saat pertemuan The Journal dan Diskusi perdana FSRB di TPAI IPB. Dan agar materinya bisa lebih bermanfaat, saya rangkumkan lagi di blog ini. Ok? Kata “komunitas 2.0” hanyalah istilah yang saya gunakan untuk mendeskripsikan sebuah kelompok, komunitas baik offline ataupun on-line yang bisa menjadi alat pengelola pengetahuan untuk meningkatkan keefektifan kinerja. Tepatnya adalah komunitas generasi baru yang sudah bisa mengimplementasikan knowledge management dengan baik. Sebuah kelompok dapat menjadi besar dan efektif bila mereka dapat mengelola pengetahuan dengan baik. Ini karena pengetahuan sudah menjadi aset penting dalam merubah dunia dan meningkatkan kualitas SDM. Seperti yang dikemukakan oleh Peter Drucker, “the basic economic resource is no longer capital, nor natural resources, not labor. It is and will be knowledge.” Oleh karena pentingnya pengetahuan tersebut, kita harus bisa mengelolanya dengan baik.

Page

93

Kita cela zaman ini, padahal cela ada pada diri kita. Tidak ada cela pada zaman kita selain dari kita. Kita hina zaman yang tak berdosa. Andai zaman ini berbicara akan menghina kita. (Imam Syafi’i)

Page

94

Tapi sebelumnya, apa itu pengetahuan? Menurut Davenport, pengetahuan merupakan perpaduan yang cair dari pengalaman, nilai, informasi kontekstual, dan kepakaran yang memberikan kerangka berfikir untuk menilai dan memadukan pengalaman dan informasi baru. Selain itu, menurut Prof Ikojiru Nonaka dalam bukunya The Knowledge-Creating Company, pengetahuan dapat dibagi dua, yaitu : 1. Explicit knowledge : pengetahuan yang kita plajari disekolah, litelatur-litelatur, dan bacaan-bacaan tertulis baik cetak maupun elektronik. 2. Tacit knowledge : pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman, skill, atau beupa Know-How. Dari dua pembagian pengetahuan diatas, Prof Nonaka merancang sebuah teori terkenal yang disebut SECI. SECI atau biasa dianggap sebagai spiralisasi pengetahuan, dapat digambarkan melalui kuadran dibawah ini.

Page

95

Orang yang berhasil mealukannya bukan yang paling cerdas, bukan pula yang paling sukses. Ia adalah orang pertama yang mau keluar untuk menjajaki wilayah baru. Dengan cara itulah ia berhasil.

Page

96

Proses Sosialisasi. Tacit Knowledge menjadi tacit yang lain bisa dalam bentuk percakapan, observasi dan sejenisnya. Kita bisa melakukannya dengan belajar dari pengalaman orang lain. Proses Eksternalisasi. Tacit ke eksplisit dapat dilakukan dengan menuliskan know-how menjadi dalam artikel, tulisan, atau bahkan buku. Proses Kombinasi. Memanfaatkan explicit knowledge yang ada untuk di implementasikan menjadi explicit knowledge yang lain. timbulnya eksplisit knowledge yang lain melalui kombinasi bentuk pengetahuan yang dikodifikasikan. Proses Internalisasi. Eksplisit knowledge menjadi inspirasi datangnya tacit knowledge dengan cara Learning by Doing. Perusahaan, organisasi, atau komunitas yang efektif harus terjadi proses spiraliasi pengetahuan ini didalam kinerjanya. Bila setiap individu dapat membuat kiat praktis atau bisa mengaplikasikan konsep ini, implementasinya dalam sebuah tim akan menjadi lebih sederhana. Dan seiring dengan pesatnya aplikasi web, spiralisasi yang di teorikan prof Nonaka tersebut bisa kita implementasikan dengan mudah dan sederhana, salah satu caranya adalah dengan menggunakan web 2.0. definisi dari web 2.0 ini sendiri sering ada perdebatan dikalangan praktisi IT, yang pasti karakteristik utamanya adalah sebuah layanan dimana penggunanya (user) ikut serta dalam mengisi konten. Contoh layanan dan aplikasi yang berbasis web 2.0 adalah : Blog : blogger.com, wordpress Wikis : Wikipedia File sharing : indowebster, google docs. Social networking : friendster.com, facebook.com

Page

97

Page

98

Komunitas dan organisasi yang dapat memanfaatkan dan mengelola dengan optimal penggunaan aplikasi web 2.0 ini, secara tidak langsung telah mengimplementasikan spiralisasi pengetahuan dalam timnya. Dan bila ini tercapai, organisasi tersebut dapat berjalan dengan lebih efektif. Ayo kita buat perubahan!

Tentang Kritik
Apa yang membuat orang atau kelompok tidak berani membuat perubahan dan menciptakan purple cow? Takut. Bukan hanya takut pada kegagalan. Bahkan menurut Seth Godin, takut pada kegagalan dinilai terlalu tinggi sebagai alasan. Karena bila kamu bekerja untuk orang lain atau organisasi, biaya kegagalan ditanggung oleh organisasi kamu, bukan kamu. Jika sebuah acara gagal, kamu sebagai panitia tidak akan dipecat. Sebenarnya, hal yang ditakuti banyak orang bukanlah kegagalan. Orang takut kesalahan. Orang takut kritik. Banyak orang yang memilih untuk tidak menjadi luar biasa karena takut kritikan. Pelajar yang biasa saja malu membawakan presentai

Page

99

Putih Itu Bersih

Page

100

yang spektakuler karena takut dikritik oleh teman-temannya, “Itu cara berbicara didepan umum yang terburuk yang pernah saya lihat.” Seorang remaja takut memulai bisnis karena takut dikritik oleh orangorang dewasa yang menilainya terlalu banyak bermimpi. Orang-orang takut dihina, kritikan membuat mereka merasa jatuh dan kewibawaan menjadi sirna. Namun, sadarkah kita bahwa sebagian besar perubahan-perubahan besar, perusahaan-perusahaan raksasa, orangorang berpengaruh, dulunya lebih banyak menerima kritik daripada pujian. Kita tentu kesal pada orang-orang yang terlalu banyak mengkritik. Mereka duduk dan dengan seenaknya melukai kamu tanpa memberikan informasi apa yang seharusnya kamu lakukan untuk membuatnya lebih baik. Kritik yang konstruktif tentu saja akan sangat membantu, tetapi sebagian besar yang kamu terima kebanyakan adalah kritik yang seakan-akan menjatuhkan kamu. Tetapi sebelum semuanya berjalan lebih jauh, coba pikirkan : Apa yang terjadi kalau kamu menerima kritikan mereka? Apa kamu akan mati karena sakit hati? Apa kamu akan dipukul oleh banyak orang dengan pentungan karena idemu konyol? Apa kamu akan dibawa kekantor polisi dan mendekam dipenjara karena inovasimu penuh dengan kejanggalan? Apakah kamu akan kehilangan pekerjaan, orang tua, teman-teman, dan sahabat-sahabatmu? Jika satu-satunya alasan kamu takut terhadap kritikan adalah rasa tidak enak, coba pikirkan keuntungan yang jauh lebih besar yang akan kamu dapatkan. Pelajarannya adalah : Jika kamu menulis artikel membosankan, tidak akan ada kritikan. Produk dan inovasi yang dibicarakan adalah yang pantas dibicarakan. Menjadi luar biasa adalah hal yang menarik, menguntungkan, dan menyenangkan. Buanglah perasaan tidak enak itu.

Page

101

Page

102

Jadi bila kamu ingin membuat sebuah inovasi dan perubahan besar, coba jawab pertanyaan ini : Bagaimana saya dapat membuat sesuatu yang akan dikritik oleh para kritikus? Dalam islam, kritik bisa bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Tetapi tentu saja hal ini berlaku bila kritik yang disampaikan efektif. Kritik yang efektif adalah kritik yang yang esensinya adalah ingin membuat perubahan yang lebih baik. Islam sendiri sudah membuat model seni mengkritik dan menerima kritik yang sangat efektif. Berikut beberapa poin cara mengkritik yang saya rangkum dari buku seri manajemen qolbu yang ditulis oleh KH. Abdullah Gymnastiar: 1. Niat Harus Ikhlas : ingatlah sabda nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya amalan-amalan itu adalah tergantung niatnya” 2. Perhatikan Situasi dan kondisi : sebaik-baik situasi adalah saat keadaan tenang, keadaan tubuh sehat, dan kondisi hati kedua belah pihak sedang lapang dan dilakukan dengan situasi yang akrab dan bersahabat. 3. Perhatikan cara : jangan menkritik dengan emosional, berikan masukan dengan tenang dan jangan lupa membantu menemukan solusinya. 4. Pantangan : Jangan sekali-kali mengkritik seseorang dihadapan banyak orang. Bayangkan bila yang dikritik adalah kamu, apa yang kamu rasakan? 5. Siap untuk ditolak 6. Jangan merasa berjasa Marilah kita belajar menerima kritik dan memberikan kritik dengan bijaksana dan dengan tujuan untuk saling membantu dan menasihati.

Page

103

“Sesungguhnya orang yang paling bahagia adalah orang yang memberikan kebahagiaan paling besar kepada orang lain.” – Dr. Aidh al-Qarni, M.A.

Page

104

Manusia yang menyebabkan Global Warming?1
Masih inget kampanye EARTH HOUR 28 maret lalu? Hayo, pada ikut matiin lampu nggak? Demi bumi kita masa nggak mau sih matiin lampu sejam doang, hhe.. acara yang diadakan dalam rangka mengurangi Global Warming ini gagasan yang cukup bagus juga. anak smansa pasti tahu dong fenomena Global Warming ini.. biar lebih mengerti, kita analisa dari “sisi yang lain” yuk.. semuanya pasti udah tau kan.. salah satu “bencana” yang paling ditakutkan abad ini adalah Global Warming. Nyaris dari waktu kewaktu kita banyak menerima informasi kalo pemanasan global dibumi ini makin ekstrim. Sebagai contoh, di Kompas tanggal 6 september lalu, dikabarkan lubang ozon tahun ini membesar dan katanya inilah lubang ozon terbesar kelima yang pernah terekam sepanjang sejarah, emisi gas rumah kaca capai rekor tertinggi, dan itu semua menimbulkan lahirnya lebih dari 30 penyakit baru. Wow, super. Semenjak kata “Global Warming” didengungkan tahun 1992, masyarakat dunia udah mulai melek ngurusin masalah ini. Orangorang yang cinta lingkungan mulai membentuk komunitas-komunitas, ada yang berdemo-demo tentang Global warming, dan bukan Cuma itu.. masih inget kan konferensi UNFCCC dibali oktober 2007 lalu? Itu udah cukup membuktikan, klo Global warming memang masalah yang benar-benar serius (ya iyalah). Tapi.. coba kita pikirin, sebuah pertanyaan sederhana tapi efeknya bisa benar-benar kompleks,

1

Page

Artikel ini hasil kolaborasi tim Redaksi The Journal, dan dimuat di edisi perdana The Journal

105

Saya benar-benar benci melihat orang yang hanya menganggur saja, dan tidak berusaha untuk memenuhi kepentingan keduniaan maupun keakhiratannya. (Abdullah bin Mas’ud ra)

Gambar 14

Page

106

“Apakah benar global warming diakibatkan oleh aktivitas manusia?” Pertanyaannya cukup bikin shock kan? kalo iya kita lanjutin, kalo nggak tetep kita lanjutin juga. kalau orang-orang (atau seenggaknya pelajar) ditanya, apa yang menyebabkan terjadinya global warming? Pasti jawabannya karena aktivitas manusia yang banyak ngeluarin as emisi rumah kaca. Pertanyaan ini kayaknya perlu kita bahas, karena memang kalau dianalisa lagi, ternyata ada “pihak lain” yang berperan atas terjadinya pemanasan global ini, salah satunya adalah Alam itu sendiri. Coba pikirkan : 1. Dulu kan ada jaman es, kok esnya bisa mencair? ya karena global warming ~ (padahal manusia pas itu dikit banget kan, lagipula kerjaannya cuma bisa berburu ma metik buah) 2. Di planet lain yang ngga berpenghuni, terjadi global warming secara alami, contohnya kayak planet mars dan venus. 3. Sinar kosmik dari luar angkasa bisa masuk ke bumi. kalo masuk ke bumi, jumlah awannya makin bertambah. disini awan berfungsi sebagai payung bumi dari matahari, jadi kalo panas mau masuk, dipantulin lagi ke luar angkasa. tapi akhir-akhir ini sinar kosmiknya berkurang, jadi awannya gak seberapa banyak.. Itu semua alami kan? dan, tahu nggak, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), lembaga internasional yang dianggap sebagai narasumber utama dunia untuk pemanasan global, hingga saat inipun merek baru bisa mengatakan ’sangat mungkin’ manusia penyebabnya. Disini kita nggak bermaksud bikin pesimis orang-orang yang cinta lingkungan lho.. (secara kita juga pelajar baik hati dan environmentalist kale..) kita bahas ini karena memnag pertanyaan ini harus kita gali lebih dalam, sebelum fenomena “Global Warming” ini

Page

107

Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan katakata yang lemah lembut. (Umar bin Khattab ra)

Page

108

benar-benar dijadikan lahan empuk para kapitalis untuk ngeruk harta kekayaan. Coba kita denger pengakuan salah seorang aktivis global warming berikut : “media dan life style memang jahat, hakiki sebuah makna dirampas menjadi eksistensi palsu.. 5 tahun yang lalu saya seorang aktivis Greenpeace SEA, saya sempat demo dan berkoar-koar soal global warming, tapi masyarakat tidak ada peduli, sekarang berbeda.. Global Warming adalah sebuah bentuk wacana gaya hidup, dan hal ini diperparah dengan para industrialis kapitalis yang mengambil keuntungan dari fenomena global tersebut.. Dulang emas sebanyak-banyaknya dengan dalih perduli lingkungan. menurut saya, permasalahan global warming adalah permasalahan kita semua. Itu pasti.. tetapi kenapa target kampanye utama media adalah masyarakat biasa yang notabene mempunyai pengaruh kecil dalam menanggulangi global warming ? kenapa bukan pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan seperti industri, pemerintah, dan pembuat teknologi? bukankah mereka yang mempunyai daya yang signifikan dalam membuat policy yg berkenan dengan sumber daya alam.. kenapa masyarakat yang dibebankan karena perbuatan mereka?” Gimana, punya komentar? Hmm.. efek populer dari pemanasan global ini makin populer sekarang. Dari Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher yang memerlukan justifikasi untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir; ilmuwan-ilmuwan yang berlomba memperoleh dana riset; runtuhnya tembok Berlin membuat pendukung komunisme beralih menggunakan isu lingkungan hidup sebagai arena baru untuk menentang kapitalisme; para jurnalis yang harus membuat berita

Page

109

Page

110

sensasional; dan besarnya peluang bisnis dan lapangan kerja yang tercipta dari pemanasan global. Menurut para narasumber film dokumenter “Global Warming Swindle”, pemanasan global sekarang telah digunakan secara berlebihan sebagai legitimasi untuk banyak hal – baik maupun buruk. Salah satu yang buruk adalah mendorong negara berkembang untuk tidak menggunakan sumberdaya alam yang mereka miliki karena akan mengemisikan gas rumah kaca. Seorang aktivis lingkungan hidup dalam dokumenter ini menyayangkan mengapa Afrika yang memiliki minyak bumi dan batubara ditekan untuk menggunakan listrik dari tenaga matahari dan angin yang sangat mahal dan tidak handal. Nah, lho.. jadi sebenrnya Global warming itu penyebabnya siapa sih? Oh ya, udah pernah nonton film “The Great Global warming Swindle” ini belom? Film dokumenter ini gak kalah menarik dengan “Inconvenient Truth” karya Al-Gore lho.. kalau uadah pernah nonton kedua video ini, seenggaknya kita bisa ambil kesimpulan kalau ternyata ada dua pendapat dikalangan ilmuwan mengenai Pemanasan Global alias Global warming ini : 1. Global Warming itu akibat ulah manusia (industri, kendaraan bermotor, pembakaran hutan ) menghasilkan CO 2 cukup besar merupakan penyebab utama dari global warming. Ini dibuktikan oleh model iklim IPCC (model iklim iilah yang slama ini kita pelajari disekolah). 2. Banyak pula ilmuwan berpendapat bahwa model iklim IPCC masih mengandung banyak kelemahan, ulah manusia memang memberi kontribusi pada global warming, namun bukan faktor utama, faktor utamanya adalah penyebab alami seperti siklus aktivitas matahari, siklus sinar kosmik galaktik, siklus letusan gunung api yang dahsyat, respons biosfer, etc). Intinya, ini

Page

111

Kami berkata: Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). (QS. 20:68)

Page

112

akibat dari umur alam semesta. Global warming merupakan efek atasbertambah tuanya bumi kita ini. Sebagai contoh, para ilmuwan ini berpendapat bahwa yang menyebabkan suhu bumi naik adalah meningkatnya aktivitas matahari, sumber energy bumi. Pernyataan tersebut mereka perkuat dengan menampilkan data yang menunjukkan bahwa perubahanperubahan aktivitas matahari dalam beberapa ratus tahun terakhir berbanding lurus dengan perubahan suhu bumi. Mereka berpendapat, bahwa memang ada hubungan antara naiknya suhu bumi dengan bertambahnya karbon dioksida, namun dengan hubungan sebab-akibat yang terbalik. Justru, karbon dioksida bertambah karena suhu bumi naik. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Ehm. Global Warming adalah permasalahan kita bersama.. dari mulai masyarakat, para pemilik industri sampai pemerintah harus bersamasama mengatasi efek global warming ini. environmentalist udah lama teriak-teriak tentang global warming, tapi orang cuek. sampe akhirnya sekarang udah hampir telat, es abadi trilyunan ton udah cair, ozon bocor, co2 nutupin bumi dll. Kita harus mulai bertindak dari sekarang.. Jangan jadi seperti sebuah cerita di Cerita dari Seven Habits Of Highly Effective Teens, tentang 10 orang di kutub yang mereka saling membawa belahan kayu.. namun diantara 10 orang tersebut tidak ada yang membakar kayunya.. karena takut bahwa bila kehilangan kayu itu dia tidak akan memiliki penghangat lagi.. dan akhir dari cerita itu adalah, kesepuluh orang tersebut tewas karena tidak ada satu orangpun yang rela memberikan kayunya untuk pemanas tubuh mereka, mereka semua terbujur kaku sambil membawa “penyelamat” yaitu sepotong kayu yang mungkin bisa menolong mereka emua dari bahaya kedinginan itu.

Page

113

Gambar 15

Page

114

Meskipun banyak perbedaan pendapat dikalangan ilmuwan, kebenaran pasti cumin satu. Dan bahkan, bukan nggak mungkin kalo pendapat para ilmuwan (baik yang bilang pemanasan global akibat manusia atau bukan)masih sebatas validitas. Artinya, masih ada tanda tanya atas pernyataan mereka. persis seperti orang yang dulu menganggap kalo atom adalah partikel terkecil yang ada dialam, tapi ternyata ada partikel penyusun atom yang jauh lebih kecil dari atom. Yang sebaiknya kita lakukan adalah, melakukan yng terbaik yang bisa kita lakukan untuk lingkungan. Kita bisa mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal-hal yang kecil, dan mulai sat ini. Kita bisa mulai membuang sampah pada tempatnya, meminimalisir kegiatan yang bisa menghasilkan gas emisi rumah kaca keatmosfer, de el el. Umur alam semesta memang semakin lama semakin tua (ya iyalah). Kalo ada yang bilang yang diciptakan Tuhan itu sempurna, itu memang bener, tapi yang namanya diciptakan, pasti ada permulaan, dan yang namanya permulaan, pasti ada akhirnya. semua yang Dia ciptakan di alam ini suatu saat bisa berakhir (mungkin kalo yang ada di surga lebih tahan lama, tapi kalo yang nyata, yang bisa kita liat ini, walaupun nggak ada manusianya, lama-lama ya pasti ancur sendiri..) Tuhan adalah awal dan akhir, tetapi dia nggak punya permulaan dan ngg punya akhir. tak terhingga, tapi bumi, galaksi, jagad raya suatu saat pasti ancur walaupun nggak ada manusia. (waduh, kok malah nakut-nakutin ya? Hehe..) Semoga dengan ulasan mengenai Global Warming ini, kita juga bisa bertafakkur (berfikir) bahwa didunia ini, nggak ada yang abadi, yang abadi hanyalah hanyalah ke-tidak-abadian itu.. (kayak Einstein aja.. hehe..).

The World is Flat

Page

115

Bukanlah orang kuat itu karena selalu menang gulat, akan tetapi orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan nafsunya ketika marah. (HR Bukhari Muslim)

Page

116

Menarik sekali membicarakan topik “The World is Flat” yang saat ini sudah (lama) booming dimana-mana. Istilah ini berawal dan sering merujuk pada buku fenomenal karangan Thomas L. Friedman, “The World Is Flat: A Brief History of the Twenty-First Century“. Dunia sudah datar. Dunia menjadi semakin sempit, dan kompetisi semakin sengit. Istilah ini -tentu saja bukan merusak teori copernicus tentang bentuk bumi, tapi Friedmen mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang membuat dunia ini semakin datar. Fenomena ini semakin terasa seiring semakin berkembangnya teknologi informasi dan berubahnya beberapa konsep banyak orang terhadap pencarian dan pengelolaan pengetahuan. Ini menyebabkan sebuah revolusi pengetahuan yang baru. Siapa saja, didunia ini mempunyai kesempatan yang nyaris sama untuk mendapatkan pengetahuan yang berlimpah tentang apa saja. Diperkirakan perkembangan dunia akan semakin berlipat-lipat lebih cepat dari sebelumnya. Manurut Friedmen, ada 10 kekuatan pendatar dunia, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Abad Baru Kreatifitas: Runtuhnya tembok Berlin Zaman Konektifitas: KETIKA WWW MENDUNIA Reformasi Alur Kerja dan Perangkat Lunak Outsorcing Offshoring Rantai Suplai In-forming Steroid-steroid.

Page

Melihat fakta ini, seperti yang dikatakan CEO Motorola, “Everyone is talking about technology, when what’s important is what people do with technology“

117

Page

118

Semakin mendatarnya dunia membuat setiap orang bisa mengekspresikan setiap kreatifitas dan membangun tribenya dengan lebih bebas. Sebuah atmosfer baru seperti ini telah melahirkan banyak inovasi-inovasi penting yang sangat berguna, seperti semakin populernya: Citizen Journalistic Open source Social media network Blogging E-Learning Internet sudah mengenalkan sebuah Kultur pencarian, kultur sosial, dan media massa yang sangat berbeda dan menarik. Berterimakasihlah pada Ts’ai Lun sang penemu kertas; Guten Berg si pembawa sejarah dunia percetakan, dan Tim Berners-Lee yang membawa abad internet; karena merekalah titik sentral dari perkembangan peradaban dunia sampai saat ini. Dunia digital semakin membesar, media mainstream semakin tertantang untuk melakukan langkah cepat dan inovatif. Ingatlah kata-kata napoleon Hill, “Innovate or Die.” Globalisasi versi 3 telah lahir. Kalau era globalisasi pertama menokohkan peran utama negara dan nasionalisme, lalu Globalisasi versi dua adalah produk dari perang bisnis antarperusahaan.. Siapakah yang akan mengubah dunia untuk globalisasi generasi 3? Tanya majalah TIME, dan kamu akan terkejut bahwa “The agent of change” yang sebenarnya pada abad ini adalah YOU! Ya, anda.. Individu-idividu yang berbagi pengetahuan Mempubilkasikan konten-konten Yang Terlibat dalam Demokrasi Digital.

Page

119

Lupakan pengumpulan masa tradisional. Buatlah blog, marketingkan dan buat ratusan ribu orang untuk mengetahui apa yang sedang kamu lakukan. Buka mata, mantapkan tekad, mulailah langkahkan kaki, dan keluarlah dari comfort zone.. Dan ucapkanlah selamat datang kepada dunia digital! Bersiaplah untuk mengubah Dunia!

Page

120

Tentang Penulis
Muhammad Nasrurohman atau biasa di panggil Anas adalah seorang pelajar 16 tahun sekaligus salah satu pendiri komunitas pelajar, The Journal dan menjadi salah satu darui pendiri In-Tech Inc. Saat ini ia mengarungi dunia organisasi keislaman dan Kelompok Ilmiah. Menyukai dunia blogging & social networking, web applications, penelitian ilmiah komputer, membaca dan menulis. Founder situs www.catkus.com, dan pemilik www.jurnalanas.web.id, juga web designer www.fsrb.info. blog

Contact Me Kamu bisa menghubungi Anas melalui : Mobile Phone : 085711505224 Email : anas.bladz@gmail.com Facebook : www.facebook.com/anasface Yahoo! Messenger : anasourch

Page

121

Sumber Karikatur dan Renungan Inspirasi

www.kaskus.us www.devianart.com www.inspirasi.co.nr

Page

122

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful