BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien.1 Terdapat empat tipe dizziness yaitu vertigo, lightheadedness, presyncope, dan disequilibrium. Yang paling sering adalah vertigo yaitu sekitar 54% dari keluhan dizziness yang dilaporkan pada primary care. 2 Diagnosis banding vertigo meliputi penyebab perifer vestibular (berasal dari system saraf perifer), dan sentral vestibular (berasal dari system saraf pusat) dan kondisi lain. 93% pasien pada Iprimary care mengalami BPPV, acute vestibular neuronitis, atau menire disease.2 Karena pasien dengan dizziness seringkali sulit menggambarkan gejala mereka, menetukan penyebab akan menjadi sulit. Penting untuk membuat sebuah pendekatan menggunakan pengetahuan dari kunci anamnesis, pemeriksaan fisik, dan temuan radiologis akan membantu dokter unutk menegakkan diagnosis dan member terapi yang tepat untu pasien.3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi dan Fisiologi Alat Keseimbangan Tubuh Terdapat tiga sistem yang mengelola pengaturan keseimbangan tubuh yaitu : sistem vestibular, sistem proprioseptik, dan sistem optik. Sistem vestibular meliputi labirin (aparatus vestibularis), nervus vestibularis dan vestibular sentral. Labirin terletak dalam pars petrosa os temporalis dan dibagi atas koklea (alat pendengaran) dan aparatus vestibularis (alat keseimbangan). Labirin yang merupakan seri saluran, terdiri atas labirin membran yang berisi endolimfe dan labirin tulang berisi perilimfe, dimana kedua cairan ini mempunyai komposisi kimia berbeda dan tidak

saling berhubungan.4 Aparatus vestibularis terdiri atas satu pasang organ otolith dan tiga pasang kanalis semisirkularis. Otolith terbagi atas sepasang kantong yang disebut sakulus dan utrikulus. Sakulus dan utrikulus masing-masing mempunyai suatu penebalan atau makula sebagai mekanoreseptor khusus. Makula terdiri dari sel-sel rambut dan sel penyokong. Kanalis semisirkularis adalah saluran labirin tulang yang berisi perilimfe, sedang duktus semisirkularis adalah saluran labirin selaput berisi endolimfe. Ketiga duktus semisirkularis terletak saling tegak lurus.4 Sistem vestibular terdiri dari labirin, bagian vestibular nervus kranialis kedelapan (yaitu,nervus vestibularis, bagian nervus vestibulokokhlearis), dan nuklei vestibularis di bagian otak, dengan koneksi sentralnya. Labirin terletak di dalam bagian petrosus os tempolaris dan terdiri dari utrikulus, sakulus, dan tigan kanalis semisirkularis. Labirin membranosa terpisah dari labirin tulang oleh rongga kecil yang terisi dengan perilimf; organ membranosa itu sendiri berisi endolimf. Urtikulus, sakulus, dan bagian kanalis semisirkularis yang melebar (ampula) mengandung organ reseptor yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan.4

2.2 Definisi Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien. Dizziness dapat berupa vertigo, presinkop (perasaan lemas disebabkan oleh berkurangnya perfusi cerebral), disequilibrium (perasaan goyang atau tidak seimbang ketika berdiri). 1 Vertigo - berasal dari bahasa Latin vertere yang artinya memutar - merujuk pada sensasi berputar sehingga mengganggu rasa keseimbangan seseorang, umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistim keseimbangan. 3 Fisiologi Informasi yang berguna untuk alat keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh respetor vestibuler visual dan propioseptik. Dan ketiga jenis reseptor tersebut, reseptor vestibuler yang punya kontribusi paling besar, yaitu lebih dari 50% disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil konstibusinya adalah propioseptik.2 Arus informasi berlangusng intensif bila ada gerakan light-headness,

Insidens sklerosis multiple berkisar diantara 10-80/ 100. 85% merupakan stroke iskemik.3 Epidemiologi Vertigo merupakan gejala yang sering didapatkan pada individu dengan prevalensi sebesar 7 %. informasi tentang gerakan juga tersimpan di pusat memori prefrontal korteks serebri. Selain serebellum. dan 1. Pada sebuah studi mengemukakan vertigo lebih banyak ditemukan pada wanita disbanding pria (2:1). yaitu sebesar 20-30% dari populasi umum. oleh karena memori gerakan yang pernah dialami masa lalu diduga tersimpan di vestibuloserebeli. Rasio stroke iskemik serebelum dibandingkan dengan stroke perdarahan serebelum adalah 3. Beberapa studi telah mencoba untuk menyelidiki epidemiologi dizziness.000 per tahun.atau perubahan gerakan dari kepala atau tubuh. hanya memiliki gejala vertigo dan ketidakseimbangan.000 orang menderita stroke setiap tahunnya. Sebanyak 10% dari pasien infark serebelum. Jenis kelamin Insidens penyakit cerebrovaskular sedikit lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita.4 Pusat Integrasi alat keseimbangan tubuh pertama diduga di inti vertibularis menerima impuls aferen dari propioseptik. Tekukan bulu menyebabkan permeabilitas membran sel berubah sehingga ion Kalsium menerobos masuk kedalam sel (influx). 2 Frekuensi Di Amerika Serikat.2 2.5: 1. Dizziness telah ditemukan menjadi keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien. Dari stroke yang terjadi.5% diantaranya terjadi di serebelum. Sekitar 3000 kasus neuroma akustik didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat. Dari keempat jenis dizziness vertigo merupakan yang paling sering yaitu sekitar 54%. sekitar 500. sekitar 88% pasien mengalami episode rekuren. akibat gerakan ini menimbulkan perpindahan cairan endolimfe di labirin dan selanjutnya bulu (cilia) dari sel rambut ( hair cells) akan menekuk. rasio antara penderita pria . visual dan vestibuler. Dalam satu seri pasien dengan infark serebelum. Serebellum selain merupakan pusat integrasi kedua juga diduga merupakan pusat komparasi informasi yang sedang berlangsung dengan informasi gerakan yang sudah lewat. yang meliputi vertigo dan non vestibular dizziness. Influx Ca akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan juga merangsang pelepasan NT eksitator (dalam hal ini glutamat) yang selanjutnya akan meneruskan impul sensoris ini lewat saraf aferen (vestibularis) ke pusat-pusat alat keseimbangan tubuh di otak.

Penyebab umum dari vertigo:6 1. 2.4 Etiologi Vertigo merupakan suatu gejala. Rata-rata pasien dengan infark serebelum berusia 65 tahun.rata berusia 70 tahun. stres. yaitu yang GCSnya lebih dari 8. terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke otak dan lain-lain. gentamisin. membutuhkan manajemen medis dan bedah saraf yang agresif. diabetes melitus. Sklerosis multiple dua kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. sederet penyebabnya antara lain akibat kecelakaan. namun gangguan pendengaran unilateral dapat terjadi. Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. vertigo. oleh karena itu. gangguan pada telinga bagian dalam. adalah 20% Neuroma akustik memiliki tingkat kematian yang rendah jika dapat didiagnosis dengan cepat. infeksi telinga bagian dalam karena . mabuk laut. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. Dalam satu seri. Keadaan lingkungan : mabuk darat. Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang menyebabkan benign paroxysmal positional 4. dengan setengah dari kasus terjadi pada mereka yang berusia 60-80 tahun. Dalam satu rangkaian 94 pasien. infark serebelum memiliki tingkat kematian sebesar 7% dan 17% dengan distribusi arteri superior serebelar dan arteri posterior inferior serebelar. 2. pasien dengan hematoma serebelum rata. Pemulihan seperti yang terjadi pada vertigo perifer akut tidak dapat diharapkan pada vertigo sentral. Tingkat kematian pasien lainnya.dibandingkan wanita adalah 2:1. Dalam satu seri. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga. 20 diantaranya datang dengan Glasgow Coma Scale (GCS) 8 yang mengindikasikan adanya penurunan kesadaran yang signifikan. di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. Morbiditas/ Mortalitas Cedera vaskular dan infark di sirkulasi posterior dapat menyebabkan kerusakan yang permanen dan kecacatan. obat-obatan.5 Keseimbangan dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. diantaranya hipetensi. 3. Usia Vertigo sentral biasanya diderita oleh populasi berusia tua karena adanya faktor resiko yang berkaitan. Infark di daerah yang disuplai oleh arteri posterior inferior serebelar sering terkait dengan efek massa dan penekanan batang otak dan ventrikel ke empat. Obat-obatan : alkohol. atherosclerosis. Tumor dapat diangkat tanpa mengganggu N VII. dan stroke.

persyarafannya atau keduanya. antiinflamasi nonsteroid. dimana sistem vestibulum. bakteri) toksik (misalnya oleh aminoglikosid. mata.penyakit menierre . herpes zoster.fistula labirin Saraf otak ke VIII . vasodilator dan antiparkinson dapat menimbulkan keluhan rasa melayang yang dapat dikacaukan dengan vertigo 2. Obat penyekat alfa adrenergik. atau saraf vestibular). asam nalidiksat.Otitis media . Penyebab vertigo serta lokasi lesi :7 Labirin.Epilepsi Infratentorial . streptomisin. tumor yang menekan saraf vestibularis. demikian juga gentamisin. labirintis. Fisiologik Ketinggian. Streptomisin lebih bersifat vestibulotoksik.neuritis iskemik (misalnya pada DM) . dan patah tulang otak yang disertai cedera pada labirin.tumor lain di sudut serebelo-pontin Telinga luar dan tengah .labirinitis (viral. herpes zoster) .Obat-obat itu antara lain aminoglikosid. serebelum atau otak) atau di perifer (telinga – dalam. Berbagai penyakit atau kelainan dapat menyebabkan vertigo. Vertigo fisiologik adalah keadaan vertigo yang ditimbulkan oleh stimulasi dari sekitar penderita. penyakit maniere. Terapi berupa penghentian obat bersangkutan dan terapi fisik. amikasin dan netilmisin lebih bersifat ototoksik.5 Klasifikasi Vertigo dapat berasal dari kelainan di sentral (batang otak.Trauma . derivat kina atau antineoplasitik yang mengandung platina. Kelainan Neurologis : Tumor otak.vertigo posisional paroksisimal benigna .oklusi peredaran darah di labirin . peradangan saraf vestibuler. sklerosis multipel. telinga dalam . mabuk udara.Tumor Sentral Supratentorial . dan somatosensorik berfungsi . gentamisin) . inflamasi (misalnya pada sifilis. Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral dan arteri basiler.Insufisiensi vertebrobasiler Beberapa obat ototoksik dapat menyebabkan vertigo yang disertai tinitus dan hilangnya pendengaran. 7. metronidaziol dan minosiklin. Penyebab vertigo dapat berasal dari perifer yaitu dari organ vestibuler sampai ke inti nervus VIII sedangkan kelainan sentral dari inti nervus VIII sampai ke korteks. 5.bakteri.pasca trauma . diuretik loop.7 1. penggunaan obat supresan vestibuler tidak dianjurkan karena jusrtru menghambat pemulihan fungsi vestibluer. 6. Antimikroba lain yang dikaitkan dengan gejala vestibuler antara lain sulfonamid.infeksi.neuroma akustikus .neuritis vestibular . sedangkan kanamisin.

Vertigo ketinggian (height vertigo) Adalah uatu instabilitas subjektif dari keseimbangan postural dan lokomotor oleh karena induksi visual.baik. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain : Mabuk gerakan (motion sickness) Mabuk gerakan ini akan ditekan bila dari pandangan sekitar (visual surround) berlawanan dengan gerakan tubuh yang sebenarnya. Sentral Diakibatkan oleh kelainan pada batang batang otak atau cerebellum b. Pada pasien seperti ini perlu cepat dirujuk dan diinvestigasi. 2. atau membaca waktu mobil bergerak. disertai rasa takut jatuh. Patologik : sentral .perifer Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi 2 a. Red flag pada pasien dengan vertigo meliputi :7 Sakit kepala Gejala neurologis Tanda neurologis Penyebab vertigo jenis sentral biasanya ada gangguan di batang otak atau di serebelum. Pada keadaan ini terdapat suatu gangguan dari keseimbangan antara kanalis semisirkularis dan otolit. Episode . dang gejala-gejala vegetatif. Perifer disebabkan oleh kelainan pada telinga dalam atau nervus cranialis vestibulocochlear (N. Untuk menentukan gangguan di batang otak. atau gangguan metabolic karena pengobatan atau infeksi sistemik. Mabuk gerakan akan sangat bila sekitar individu bergerak searah dengan gerakan badan. parestesia. Kata kunci untuk vertigo yang berasal dari sentral adalah gejala atau tanda batang otak lainnya atau tanda onset akut misalnya sakit kepala tuli dan temuan neurologis lainnya misalnya trigeminal sensory loss pada infark arteri cebellar postero inferior. gula darah yang rendah. misalnya diplopia. Keadaan yang memperovokasi antara lain duduk di jok belakang mobil. perubahan sensibilitas dan fungsi motorik.5 Vertigo Perifer Lamanya vertigo berlangsung :9 a. rasa lemah. apakah terdapat gejala lain yang khas bagi gangguan di batang otak. Mabuk ruang angkasa (space sickness) Mabuk ruang angkasa adalah fungsi dari keadaan tanpa berat (weightlessness). VIII) c. Medical vertigo dapat diakibatkan oleh penurunan tekanan darah .

tabung berputar. vertigo dan tinitus. dan gejala ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu.Episode vertigo yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu Neuronitis vestibular merupakan kelainan yang sering datang ke unit darurat. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam. misalnya pada penyakit Meniere oleh sebab tekanan Endolimfa yang meninggi. Paling sering penyebabnya idiopatik (tidak diketahui). Vertigo spontan komponen cepatnya mengarah ke jurusan lirikan kedua bola mata. Nystagmus merupakan bentuk reaksi dari refleks vestibulo oculer terhadap aksi tertentu. Prognosis umumnya baik.Vertigo spontan Vertigo ini timbul tanpa pemberian rangsangan. ritmis. Fungsi pendengaran tidak terganggu pada neuronitis vestibular. Sesuai kejadiannya. namun dapat juga diakibatkan oleh trauma di kepala. Berlangsung beberapa detik dan kemudian mereda. Penyakit meniere mempunyai trias gejala yaitu ketajaman pendengaran menurun (tuli). . vertigo ada beberapa macam yaitu : . . Pada penyakit ini. .Episode vertigo yang berlangsung beberapa menit atau jam Dapat dijumpai pada penyakit meniere atau vestibulopati berulang. tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.Episode vertigo yang berlangsung beberapa detik Paling sering disebabkan oleh vertigo posisional benigna. Nystagmus bisa bersifat fisiologis atau patologis dan manifes secara spontan atau dengan rangsangan alat bantu seperti test kalori. Selain itu kita bisa membedakan vertigo sentral dan perifer berdasarkan nystagmus. dengan frekuensi tertentu. kedudukan bola mata posisi netral atau menyimpang atau test posisional atau gerakan kepalaVertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Nystagmus adalah gerakan bola mata yang sifatnya nvolunter.Vertigo posisi . gejala menghilang secara spontan. pembedahan di telinga atau oleh neuronitis vestibular. Pada pemeriksaan fisik mungkin dijumpai nistagmus. Dapat dicetuskan oleh perubahan posisi kepala. kursi berputar. mulainya vertigo dan nausea serta muntah yang menyertainya ialah mendadak. bolak balik. Rangsangan timbul dari Penyakitnya sendiri..

Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar. reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar. dan proprioseptik. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler. supaya ia dapat membandingkan perasaan vertigo ini dengan serangan yang pernah dialaminya. Di samping itu. Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-prioseptik. visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan diperbandingkan. informasi yang tiba di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler. sedangkan bila ternyata berbeda. akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus. IV dan VI.9 Dalam kondisi fisiologis/normal. maka proses pengolahan informasi akan terganggu. unsteadiness.6 Patofisiologi Vertigo timbul jika terdapat gangguan alat keseimbangan tubuh yang mengakibatkan ketidakcocokan antara posisi tubuh (informasi aferen) yang sebenarnya dengan apa yang dipersepsi oleh susunan saraf pusat (pusat kesadaran). Respons yang muncul berupa penyesuaian otot-otot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. akan diproses lebih lanjut. visual. ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya.Vertigo kalori Vertigo yang dirasakan pada saat pemeriksaan kalori.10 . atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan. susunan vestibuloretikularis. Bila sama. Vertigo timbul karena perangsangan pada kupula kanalis semi-sirkularis oleh debris atau pada kelainan servikal. Debris ialah kotoran yang menempel pada kupula kanalis semi-sirkularis. yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik.7 2.Vertigo ini disebabkan oleh perubahan posisi kepala. . dan vestibulospinalis. yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. III. jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar. jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nuklei N. maka keluhan vertigo sebelumnya patut diragukan. Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis. Vertigo ini penting ditanyakan pada pasien sewaktu tes kalori. maka keluhan vertigonya adalah betul. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan.

teori ini lebih menekankan gangguan proses pengolahan sentral sebagai penyebab. timbul reaksi dari susunan saraf otonom. vestibulum dan proprioseptik. sehingga jika pada suatu saat dirasakan gerakan yang aneh/tidak sesuai dengan pola gerakan yang telah tersimpan. gejala klinis timbul jika sistim simpatis terlalu dominan. menurut teori ini otak mempunyai memori/ingatan tentang pola gerakan tertentu. akibatnya akan timbul vertigo. sebaliknya hilang jika sistim parasimpatis mulai berperan. 4. Jika pola gerakan yang baru tersebut dilakukan berulang-ulang akan terjadi mekanisme adaptasi sehingga berangsur-angsur tidak lagi timbul gejala. serebelum) atau rasa melayang. berputar (yang berasal dari sensasi kortikal). Teori neural mismatch Teori ini merupakan pengembangan teori konflik sensorik. Teori rangsang berlebihan (overstimulation) Teori ini berdasarkan asumsi bahwa rangsang yang berlebihan menyebabkan hiperemi kanalis semisirkularis sehingga fungsinya terganggu. Teori otonomik Teori ini menekankan perubahan reaksi susunan saraf otonom sebagai usaha adaptasi gerakan/perubahan posisi. Berbeda dengan teori rangsang berlebihan. Ketidakcocokan tersebut menimbulkan kebingungan sensorik di sentral sehingga timbul respons yang dapat berupa nistagmus (usaha koreksi bola mata).Ada beberapa teori yang berusaha menerangkan kejadian ketidakseimbangan tubuh : 1. 3. Teori neurohumoral . 5. atau ketidakseimbangan/asimetri masukan sensorik dari sisi kiri dan kanan. 2. Teori konflik sensorik Teori ini terjadi ketidakcocokan masukan sensorik yang berasal dari berbagai reseptor sensorik perifer yaitu antara mata/visus. nistagmus. mual dan muntah. ataksia atau sulit berjalan (gangguan vestibuler.

5 Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) disebabkan oleh pergerakan otolit dalan kanalis semisirkularis pada telinga dalam. 2. yang berkembang menjadi gejala mual. Teori ini dapat menerangkan gejala penyerta yang sering timbul berupa pucat.8 Ménière’s Disease Ménière’s disease ditandai dengan vertigo yang intermiten diikuti dengan keluhan pendengaran . 10 Ménière’s disease terjadi pada sekitar . infeksi kronik telinga. dan tuli sensoris pada fluktuasi frekuensi yang rendah. operasi dan neuritis vestibular sebelumnya. muntah dan hipersalivasi setelah beberapa saat akibat dominasi aktivitas susunan saraf parasimpatis.Di antaranya teori histamin (Takeda).7 Penyebab Vertigo Perifer Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah peyebab tersering dari vertigo perifer. teori dopamin (Kohl) dan teori serotonin (Lucat) yang masing-masing menekankan peranan neurotransmiter tertentu dalam mempengaruhi sistim saraf otonom yang menyebabkan timbulnya gejala vertigo. Pergerakan dari otolit distimulasi oleh perubahan posisi dan menimbulkan manifestasi klinik vertigo dan nistagmus. Teori sinap Merupakan pengembangan teori sebelumnya yang meninjau peranan neurotransmisi dan perubahan-perubahan biomolekuler yang terjadi pada proses adaptasi. dan sensasi penuh pada telinga. Rangsang gerakan menimbulkan stres yang akan memicu sekresi CRF (corticotropin releasing factor). berkeringat di awal serangan vertigo akibat aktivitas simpatis. Hal ini terutama akan mempengaruhi kanalis posterior dan menyebabkan gejala klasik tapi ini juga dapat mengenai kanalis anterior dan horizontal. belajar dan daya ingat. peningkatan kadar CRF selanjutnya akan mengaktifkan susunan saraf simpatik yang selanjutnya mencetuskan mekanisme adaptasi berupa meningkatnya aktivitas sistim saraf parasimpatik. Otoli mengandung Kristal-kristal kecil kalsium karbonat yang berasal dari utrikulus telinga dalam . 11 Gangguan pendengaran berupa tinnitus (nada rendah). 6. 9 Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) biasanya idiopatik tapi dapat juga diikuti trauma kepala. Onsetnya lebih sering terjadi pada usia rata-rata 51 tahun.

Multipel sklerosis pada batang otak akan ditandai dengan vertigo .. dan seringkali membaik dengan terapi yang digunakan untuk migraine. Hal ini terjadi karena dilatasi dari membrane labirin bersamaan dengan kanalis semisirularis telinga dalam dengan peningkatan volume endolimfe. Lebih sering pada usia tua dan pada paien yang memiliki factor resiko cerebrovascular disease. ataxia. Keduanya terjadi pada sekitar 15% kasus vertigo otologik. Sering juga berhungan dengan gejala visual meliputi inkoordinasi. Pemeriksaan diantara gejala biasanya normal.8 Vertigo Sentral Migraine Selby and Lance (1960) menemukan vertigo menjadi gejala yang sering dilaporkan pada 2733% pasien dengan migraine. Sebelumnya telah dikenal sebagai bagian dari aura (selain kabur.11 2.15% pada kasus vertigo otologik. Hal ini dapat terjadi idiopatik atau sekunder akibat infeksi virus atau bakteri telinga atau gangguan metabolic. Labirintis terjadi dengan komplek gejala yang sama disertai dengan tinnitus atau penurunan pendengaran. jatuh. dan nistagmus.8 Ménière’s disease merupakan akibat dari hipertensi endolimfatik. Gejala yang lebih sering adalah penurunan pendengaran atau gejala neurologis . Tumor pada fossa posterior yang melibatkan ventrikel keempat atau Chiari malformation sering tidak terdeteksi di CT scan dan butuh MRI untuk diagnosis. 10 Vertebrobasilar insufficiency Vertebrobasilar insufficiency biasanya terjadi dengan episode rekuren dari suatu vertigo dengan onset akut dan spontan pada kebanyakan pasien terjadi beberapa detik sampai beberapa menit. penglihatan ganda dan disarthria) untuk basilar migraine dimana juga didapatkan keluhan sakit kepala sebelah. Hal ini berhubungan dengan infeksi virus pada nervus vestibularis. Verigo pada migraine lebih lama dibandingkan aura lainnya. Vestibular Neuritis Vestibular neuritis ditandai dengan vertigo. mual.9 Tumor Intrakranial Tumor intracranial jarang memberi manifestasi klinik vertigo dikarenakan kebanyakan adalah tumbuh secara lambat sehingga ada waktu untuk kompensasi sentral. dan lemah.

Sensasi impulse mengindikasi disfungsi apparatus otolitik pada telinga dalam atau proses sentral sinyal otolit. gejala pendengaran.12 Oscilopsia ilusi pergerakan dunia yang dirovokasi dengan pergerakan kepala. biasanya berasal dari sentral dan disertai dengan nistagmus dengan gerakan ke bawah atau ke atas. Jika bersamaan dengan nistagmus. sekunder ataupun gejala non spesifik. Vertigo vertical jarang terjadi. vertical atau rotasi. oscilopsia. biasanya universal pada pasien dengan vertigo otologik dan sentral. Namun jika menetap. 12 Gejala pendengaran biasanya berupa tinnitus. impulsion. dan sensiivitas visual 12. Vertigo diartikan sebagai sensasi berputar. Gejala primer diakibatkan oleh gangguan pada sensorium. gejala otonom. Gejala primer berupa vertigo. Pasien dengan bilateral vestibular loss akan takut untuk membuka kedua matanya. 12 Impulsi diartikan sebagai sensasi berpindah.9 Gejala Klinis Gejala klinis pasien dengan dizziness dan vertigo dapat berupa gejala primer. Vertigo dapat horizontal. atau hanya suatu perasaan yang berbeda (kebingungan) . kelelahan. 12 Ataksia adalah ketidakstabilan berjalan. Jika sementara biasnaya disebabakan BPPV namun jika menetap disebabakan oleh sentral dan biasanya disertai dengan rotator nistagmus. sakit kepala. Suatu informasi penting yang didapatkna dari anamnesis dapat digunakan untuk membedakan perifer atau sentral meliputi:2 Karekteristk dizziness Perlu ditanyakan mengenai sensasi yang dirasakan pasien apakah sensasi berputar. pasien biasanya merasakan sensasi pergerakan dari sisi yang berlawanan dengan komponen lambat. Vertigo rotasi merupakan jenis yang paling jarang ditemukan. Sedangkan pasien dengan unilateral vestibular loss akan mengeluh dunia seakan berputar ketika pasien menoleh pada sisi telinga yang mengalami gangguan. jika sementara biasanya disebabkan oleh BPPV. 2. atau sensasi non spesifik seperti giddiness atau liht headness. Vertigo horizontal merupakan tipe yang paling sering disebabkan oleh disfungsi dari telinga dalam.akut dan nistagmus walaupun biasanya didaptkan riwayat gejala neurologia yang lain dan jarang vertigo tanpa gejala neurologia lainnya. ataxia. biasanya dideskrepsikan sebagai sensais didorong atau diangkat. pengurangan pendengaran atau distorsi dan sensasi penuh di telinga.12 Gejala sekunder meliputi mual.

Nyeri yang menyertai vertigo dapat terjadi bersamaan dengan infeksi akut telinga tengah. mual. disarthria. Gejala neurologis berupa kelemahan. kadnag disertai aura). penurunan kesadaran. penyakit invasive pada tulang temporal. mengejan. Faktor yang mencetuskan migraine dapat menyebabkan vertigo jika pasien vertigo bersamaan dengan migraine. . muntah. muntah dan gejala neurologis dapat membantu membedakan diagnosis peneyebab vertigo. gangguan penglihatan dan pendengaran. atau iritasi meningeal. penyebab yang paling mungkin adalah BPPV. neoplasma. Pada vertigo sentral mual dan muntah tidak terlalu parah. unilateral. Vertigo dapat disebabkan oleh fistula perilimfatik Fistula perimfatik dapat disebabkan oleh trauma baik langsung ataupun barotraumas. kecuali pada penyakit serebrovaskular yang mengenai arteri auditorius interna atau arteri anterior inferior cebellar. mual. fotofobia. Vertigo sering bersamaan dengan muntah dan mual pada acute vestibular neuronitis dan pada meniere disease yang parah dan BPPV. Kebanyakan penyebab vertigo dengan gangguan pendengaran berasal dari perifer. dan fonofobia. parestesia. menanyakan tentang stress psikologis atau psikiatri terutama pada pasien yang pada anamsesis tidak cocok dengan penyebab fisik vertigo manapun. Adanya fenomena Tullio’s (nistagmus dan vertigo yang disebabkan suara bising pada frekuensi tertentu) mengarah kepada penyebab perifer. Pasien denga migraine biasanya merasakan gejala lain yang berhubungan dengan migraine misalnya sakit kepala yang tipikal (throbbing. 21-35 persen pasien dengan migraine mengeluhkan vertigo.Faktor Pencetus Faktor pencetus dan dapat mempersempit diagnosis banding pada vertigo vestibular perifer.3 Gejala Penyerta Gejala penyerta berupa penurunan pendnegaran. Stess psikis yang berat dapat menyebabkan vertigo. atau multiple sklerosis. nyeri. Bersin atau gerakan yang mengakibatkan telinga ke bawah akan memprovokasi vertigo pada pasien dengan fistula perilimfatik. Jika gejala terjadi hanya ketika perubahan posisi. Infeksi virus yang baru pada saluran pernapasan atas kemungkinan berhubungan dnegan acute vestibular neutritis atau acute labyrhinti. ataksia atau perubahan lain pada fungsi sensori dan motoris lebih mengarahkan diagnosis ke vertigo sentral misalnya penyakit cererovascular.

tuli sensorineural. hal ini tidak dapat dgunakan dalam mendiagnosis vertigo. nistagmus. Unterberger's stepping test Pasien disuruh untuk berjalan spot dengan mata tertutup – jika pasien berputar ke salah satu sisi maka pasien memilki lesi labirin pada sisi tersebut) . Pada sebuah studi.2. Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi. Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan. Heel-to. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. mulamula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. seizure. hanya 19% sensitive untuk gangguan vestibular dan tidak berhubungan dengan penyebab yang lebih serius dari dizziness (tidak hanya erbatas pada vertigo) misalnya drug related vertigo.2 Nistagmus vertical 80% sensitive untuk lesi nucleus vestibular atau vermis cerebellar. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). Nistagmus horizontal yang spontan dengan atau tanpa nistagmus rotator konsisten dengan acute vestibular neuronitis. Romberg’s sign Pasien dengan vertigo perifer memiliki gangguan keseimbangan namun masih dapat berjalan. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. pada mata terbuka badan penderita tetap tegak.toe walking test 3.6 Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan neurologis. arrhythmia. atau cerebrovascular event3. pemeriksaan dan leher dan system cardiovascular. Pemeriksaan Neurologik Pemeriksaan neurologic meliputi : pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari tanda paralisis nervus. 2 Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu . Gait test 1. 2. sedangkan pasien dengan vertigo sentral memilki instabilitas yang parah dan seringkali tidak dapat berjalan. walaupun Romberg’s sign konsisten dengan masalah vestibular atau propioseptif.

Test hiperventilasi Tes ini dilakukan jika pemeriksaan-pemeriksaan yang lain hasilnya normal. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi. kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa. kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik.menit. dengan uji ini dapat dibedakan apakah lesinya perifer atau sentral. Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany) Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan. 2008). Jika pasien merasakan vertigo . Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram. Lalu diperiksa nistagmus dan tanyakan pasien apakah prosedur tersebut menginduksi terjadinya vertigo. kepala dan badan berputar ke arah lesi. Pasien diinstruksikan untuk bernapas kuat dan dalam 30 kali. Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi. Perhatikan saat timbul dan hilangnya vertigo dan nistagmus. 4. penderita dibaring-kan ke belakang dengan cepat. nistagmus dan vertigo ber-langsung lebih dari 1 menit. hilang dalam waktu kurang dari 1 menit. Valsava maneuver Teknik ini dilakukan exhalasi dengan mulut dan hidung ditutup untuk meningkat tekanan melawan tuba eusthacius dan telinga dalam) dapat menyebabkan vertigo pada pasien. Fungsi Vestibuler . Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup. Perifer (benign positional vertigo) : vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik. penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas.Dix-Hallpike manoeuvre 1 Dari posisi duduk di atas tempat tidur. akan berkurang atau menghilang bila tes diulangulang beberapa kali (fatigue). 1.ulang reaksi tetap seperti semula (non-fatigue) ( Allen. kemudian kepalanya dimiringkan 45º ke kanan lalu ke kiri. Sentral : tidak ada periode laten. sehingga kepalanya meng-gantung 45º di bawah garis horisontal. bila diulang. Pemeriksaan untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau perifer.

Bekesy Audiometry. Untuk membedakan tuli konduktif dan tuli perseptif Audiometri : Loudness Balance Test. tuli unilateral yang progresif. 2. dan kompleks nervus VIII. Fungsi Pendengaran Tes garpu tala : Rinne. Namun jika diagnosis tidak jelas maka dapat dilakukan audiometric pada semua pasien meskipun tidak mengeluhkan gangguan pendengaran. dan periventrikular white matter. Swabach. Vestibular testing membantu jika tidak ditemukan sebab yang jelas.9 Diagnosis Banding Dianosis banding dari vertigo Meniere disease Labyrinthine trauma Acute vestiblar dysfunction .7 Diagnosis Penunjang Pemeriksaan penunjang pada vertigo meliputi tes audiometric. gula darah. vestibular testing. cerebellum. evalusi laboratories dan evalusi radiologis. Weber.8 Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. MRI kepala mengevaluasi struktur dan integritas batang otak.tanpa nistagmus maka didiagnosis sebagai sindrom hiperventilasi. dan durasi gejala (table ) 2. Pemeriksaan radiologi sebaiknya dilakukan pada pasien dengan vertigo yang memiliki tanda dan gejala neurologis. Tes ini diperlukan jika pasien mengeluhkan gangguan pendengaran. Pemeriksaan laboratories meliputi pemeriksaan elekrolit. Vestibular testing tidak dilakukan pada semau pasien dengan keluhan dizziness . Diagnosis juga dapat ditentukan berdasarkan komplek gejala yang terdapat pada pasien (table . Tone Decay. 5 2. fungsi thyroid dapat menentukan etiologi vertigo pada kurang dari 1 persen pasien. Jika nistagmus terjadi setelah hiperventilais menandakan adanya tumor pada nervus VIII. ada factor resiko untuk terjadinya CVA. 11 2. SISI. Sekitar 20 sampai 40% pasien dapat didiagnosis segera setelah anamnesis dan pemeriksaan fisik. Tes audiologik tidak selalu diperlukan.

seringkali menggunakan pengobatan simptomatik. siklisin. Mungkin sifat anti-kholinergik ini ada kaitannya dengan kemampuannya sebagai obat antivertigo. Dimenhidrinat (Dramamine) Lama kerja obat ini ialah 4 – 6 jam. phenytoin. Antihistamin yang dapat meredakan vertigo seperti obat dimenhidrinat. . dan sesekali “rash” di kulit.vestibular dysfunction Cervical spondylosis Multiple sklerosis Aura epileptic attack.10 Terapi Prinsip umum terapi Vertigo Medikasi Karena penyebab vertigo beragam. rasa enek. Efek samping yang umum dijumpai ialah sedasi (mengantuk).kholinergik di susunan saraf pusat.karena obat-obatan. Beberapa golongan yang sering digunakan : Antihistamin Tidak semua obat antihistamin mempunyai sifat anti vertigo.Misalnya. 3 kali sehari. Dapat diberi per oral atau parenteral (suntikan intramuscular dan intravena). dapat diberikan untuk mengatasi gejala vertigo. sementara penderita seringkali merasa sangat terganggu dengan keluhan vertigo tersebut. Betahistin Mesylate (Merislon) Dengan dosis 6 mg (1 tablet) – 12 mg. Dapat diberikan dengan dosis 25 mg – 50 mg (1 tablet). Efek samping Betahistin ialah gangguan di lambung.g aminoglycosides Migraine Acute cochleo. Lamanya pengobatan bervariasi.Tumor otak . Betahistin Senyawa Betahistin (suatu analog histamin) yang dapat meningkatkan sirkulasi di telinga dalam. Pada penderita vertigo yang berat efek samping ini memberikan dampak yang positif. meksilin. barbiturate 2. Betahistin di Hcl (Betaserc) dengan dosis 8 mg (1 tablet). Maksimum 6 tablet dibagi dalam beberapa dosis. Sebagian besar kasus terapi dapat dihentikan setelah beberapa minggu. 3 kali sehari per oral. Antihistamin yang mempunyai anti vertigo juga memiliki aktivitas anti.misalnya. difenhidramin. epyndimoma atau metastasis pada ventrikel keempat Acoustic neuroma Medication induced vertigo e.

Diberikan dengan dosis 12. Promethazine (Phenergan) Merupakan golongan Fenotiazine yang paling efektif mengobati vertigo. Lama aktivitas obat ini ialah 4 – 6 jam. sedangkan efek samping ekstrapiramidal lebih sedikit disbanding obat Fenotiazine lainnya. Khasiat obat ini dapat sinergistik bila dikombinasi dengan obat anti vertigo lainnya. Difhenhidramin Hcl (Benadryl) Lama aktivitas obat ini ialah 4 – 6 jam. Dosis dapat diberikan 10 -25 mg. 4 kali sehari per oral atau parenteral (suntikan intramuscular atau intravena). Khlorpromazine (Largactil) Dapat diberikan pada penderita dengan serangan vertigo yang berat dan akut. Efek samping ialah insomnia.5 mg – 1 mg Diazepam Dosis dapat diberikan 2 mg – 5 mg. Prognosis Prognosis biasanya membaik setelah diberikan pengobatan . Obat ini dapat juga diberikan parenteral.4 kali sehari. Efek samping ialah sedasi (mengantuk). Obat ini dapat diberikan per oral atau parenteral (suntikan intramuscular atau intravena). 3 – 4 kali sehari.5 mg – 25 mg (1 draze). 4 kali sehari. jantung berdebar (palpitasi) dan menjadi gelisah – gugup. Efek samping ialah mengantuk. Efedrin Lama aktivitas ialah 4 – 6 jam. diberikan dengan dosis 25 mg (1 kapsul) – 50 mg. Efek samping yang sering dijumpai ialah sedasi (mengantuk). Dosis yang lazim ialah 25 mg (1 tablet) – 50 mg. Lorazepam Dosis dapat diberikan 0. Efek samping mengantuk. 4 kali sehari per oral.

Identitas Pasien a. Pasien tinggal di lingkungan yang cukup padat penduduk. Aspek Psikologis di keluarga . Kondisi Rumah : Tidak ada : Rumah permanen dengan 3 kamar tidur. Status Perkawinan b. Nama/Kelamin/Umur b. Kondisi Lingkungan Keluarga Pasien tinggal bersama suami.-/bulan d.9 .Padang 2. Pekerjaan/pendidikan c. Status Ekonomi Keluarga : cukup mampu. sumber air minum air galon isi ulang Jamban ada 1 buah. penghasilan Rp. Alamat : Ny.000. KB e. Jumlah Anak : Sudah Menikah : 3 orang c.2. 3.000. luas bangunan 8x5 m2 Perkarangan cukup luas Ventilasi dan sirkulasi udara kurang Listrik ada Sumber air : PDAM. di dalam rumah Sampah dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara Kesan : hygiene dan sanitasi kurang baik f.Y/ Perempuan / 38 tahun : Ibu Rumah Tangga / SMA : Jalan Adinegoro No. dan tiga orang anaknya. Latar Belakang sosial-ekonomi-demografi-lingkungan keluarga a.STATUS PASIEN 1.

Riwayat infeksi pada telinga tidak ada. Pasien mengeluhkan sukar untuk tidur sejak sakit. Diabetes Melitus tidak ada. Pusing terutama dirasakan pada pagi hari dan bertambah berat jika pasien berjalan atau merubah posisi kepalanya ke kiri atau pun ke kanan.. berisi makanan dan minuman yang dimakan sebelumnya. Keluhan Utama  Pusing berputar sejak 1 hari yang lalu. 6. Muntah tidak menyemprot.- Hubungan dengan anggota keluarga lainnya baik. Riwayat Penyakit Sekarang  Pusing berputar sejak 1 hari yang lalu. jumlah ± ¼ gelas.  Pusing disertai dengan mual dan muntah. Tidak ada anggota keluarga lain yang menderita keluhan yang sama dengan pasien. Pusing terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung singkat ± 1 menit. Sejak saat itu pasien tidak ada keluhan. Riwayat Penyakit Dahulu / Penyakit Keluarga  Pasien pernah menderita pusing berputar 3 bulan yang lalu. 5. Keluhan berkurang ketika pasien tiduran dengan mata tertutup. Pasien lupa nama obat yang diberikan. Pandangan ganda tidak ada.    Riwayat hipertensi. dibawa ke puskesmas dan mendapatkan 3 macam obat.     Telinga berdenging ada sejak 3 hari yang lalu. Pasien merasa dirinya terasa berputarputar dan ruangan disekelilingnya pun ikut terasa berputar. Faktor stress dalam keluarga tidak ada. Pasien tidak mengeluhkan adanya gangguan pendengaran. . 4.

03 ( normoweight) Mata Kulit Dada Paru Inspeksi Palpasi Perkusi : sonor Auskultasi Jantung : Konjungtiva tidak anemis.8 0C : 60 Kg : 165 cm : 22. Sklera tidak ikterik : Turgor kulit baik : simetris ki=ka : fremitus ki=ka : vesikuler.      Penurunan nafsu makan ada sejak 3 hari yang lalu. Buang air kecil dan buang air besar biasa. Demam sebelumnya tidak ada. Riwayat memakai kacamata tidak ada. wheezing (-). Riwayat pemakaian obat-obatan jangka lama tidak ada. ronkhi (-) . Pemeriksaan Fisik Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Nadi Nafas TD Suhu BB TB Indeks Massa Tubuh : Sedang : CMC : 86x/ menit : 20x/menit : 110/60 mmHg : 36. 7. Riwayat trauma pada kepala tidak ada.

GCS 15 : E4 M6 V5 2. bising (-) Status Neurologis : 1. Tanda peningkatan tekanan intrakranial : .Brudzinsky II (-) . Nn Kranialis : .Kernig (-) 3.muntah proyektil (-) .Brudzinsky I (-) .) : Timpani : BU (+) N : RIC II : bunyi jantung murni. Tanda rangsangan meningeal : .Kaku kuduk (-) . Nyeri Tekan ( .Inspeksi Palpasi Perkusi : : iktus tidak terlihat : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V Kiri : 1 jari medial LMCS RIC V Kanan : LSD Atas Auskultasi Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Perut tidak tampak membuncit : Hepar dan lien tidak teraba. irama teratur.sakit kepala progresif (-) 4.

N XI . tekan dan nyeri baik .Proprioseptif : rasa getar dan posisi sendi baik . nistagmus (-) -NV . pasien jatuh ke samping.N VIII . bisa mengangkat bahu dan bisa melihat kiri dan kanan lidah : deviasi (-) Keseimbangan dan Koordinasi : Tes Romberg (+).N IX.N II .N VII . uvula di tengah. IV. Motorik : 5 5 5 5 5 5 555 555 Sensorik . gerakan bola mata bebas ke segala arah.N XII : : bisa membuka mulut. Romberg dipertajam (+).-NI . X . menggerakkan rahang ke kiri dan ke kanan bisa menutup mata.N III.Eksteroseptif : rasa raba. mengangkat alis : simetris : fungsi pendengaran baik : : : arcus faring simetris. diameter 3 mm/ 3 mm. VI : : : penciuman baik reflek cahaya +/+ pupil bulat. Tandem gait (+) Tes telunjuk hidung : tidak terganggu Test supinasi-pronasi : tidak terganggu Test tumit-lutut : tidak terganggu 5.

Diagnosis Banding : 11. Menjelaskan kepada pasien mengenai latihan fisik vestibular agar pasien dapat beradaptasi atau membiasakan diri terhadap gangguan keseimbangan yang dimilikinya. Laboratorium : Tidak Dilakukan +/+ 9. kurangi aktifitas fisik yang berlebihan. serta menganjurkan pasien untuk melakukannya. Hindari perubahan gerak kepala yang cepat dan ekstrim. . Promotif : Menjelaskan dan memberikan edukasi kepada pasien tentang vertigo. Diagnosis Kerja Vertigo Perifer 10. pencegahan serta pengobatan vertigo. Reflek triceps +/+. meloncat atau berputar tiba-tiba. Hindari posisi yang memperberat serangan vertigo seperti menoleh ke kiri atau ke kanan saat serangan terjadi. Reflek APR Reflek patologis : Reflek Hoffman Trommer -/-. Reflek KPR +/+. Hindari posisi membungkuk dalam mengangkat barang atau posisi yang memperpanjang leher saat mengambil barang yang letaknya tinggi ( hindari posisi yang mencetuskan rasa pusing berputar). misal dari posisi jongkok lalu berdiri. Manajemen a. Preventif : Istirahat yang cukup.Fungsi otonom : BAK dan BAB normal Reflek fisiologis : Reflek biseps +/+. memutar kepala tanpa menggerakkan tubuh. Reflek Babinsky Group -/8. Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum berdiri dari tempat tidur b.

. segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Kuratif - : Betahistin mesilat tab 6 mg 3x1 tab/hari. Dinas Kesehatan Kodya Padang Puskesmas Lubuk Buaya Dokter Tanggal : Elsy Pramitha Sari : 26 Desember 2012 R/ Betahistin Mesilat tab 6 mg S3 dd tab I No. Domperidone tab 10 mg 3x1 tab/hari diminum 15-30 menit sebelum makan.c.Merujuk pasien ke Spesialis THT guna penanganan lebih lanjut dari penyakitnya. Rehabilitatif : .Jika serangan bertambah berat atau menetap.X £ __________________________________________ . X £ __________________________________________ R/ Domperidone tab 10 mg S3 dd tab I ac No. d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful