You are on page 1of 10

PERBAIKAN KUALITAS TEGANGAN MENGGUNAKAN KOMPENSASI DYNAMIC VOLTAGE RESTORE (DVR) DAN DISTRIBUTION STATIC COMPENSATOR (DSTATCOM) DENGAN

SOFTWARE PSCAD/EMTDC POWER SIMULATION
Yusuf Ismail Nakhoda1), Fitri Rahayu Hasan2) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang 1) 2) Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang Telp. (0341) 417636, Ext. 611 E-mail : yusuf_nakhoda@yahoo.com1) Abstrak Kebutuhan jaringan distribusi, beban industri sensitif dan operasi komersil kritis semua mengalami gangguan dan mengatasi gangguan yang diklasifikasikan dalam masalah yang berkaitan dengan kualitas tegangan. Instalasi Dynamic Voltage Restore (DVR) dan Distribution Static Compensator (D-STATCOM) adalah salah satu dari solusi penghematan biaya untuk permasalahan kualitas tegangan sejenisnya. Sasaran yang utama dari penelitian ini adalah penerapan DVR dan D-STATCOM untuk peningkatan kualitas tegangan. Dari hasil simulasi pada Penyulang Tingkat 1 PT. PLN (PERSERO) Kupang dengan kompensasi DVR dan D-STATCOM, diambil nilai referensi dari node 40 yang terjauh dari sumber. Perbandinan nilai tegangan sebelum dan setelah kompensasi saat gangguan voltage sag adalah 0.9027 pu atau 343,02 volt menjadi 0,9859 pu atau 374,64 volt. Saat voltage swell nilainya dari 1.0616 pu atau 403,4 volt menjadi 1.0002 pu atau 380.07 volt. Saat gangguan tiga fasa simetris nilainya dari 0.8798 pu atau 334.32 volt menjadi 1.0288 pu atau 390,94 volt. PSCAD/EMTDC adalah perangkat lunak yang digunakan untuk pemodelan dan simulasi. Kata Kunci: Kualitas tegangan, Sag/Swell Voltage, Dynamic Voltage Restore (DVR), Distribution Static Compensator (D-STATCOM)
oleh generator ke konsumen yang membutuhkan energi listrik tersebut. Secara garis besar suatu sistem tenaga listrik dapat dikelompokkan menjadi tiga bagain sub sistem yaitu : • Sistem pembangkitan : berperan sebagai sumber daya tenaga listrik dan disebut juga sebagai produktor energi. • Sistem transmisi atau penyalur : berfungsi sebagai penyalur daya listrik dalam skala besar dari pembangkit kebagian sistem distribusi. • Sistem distribusi dan beban : berfungsi sebagai distributor energi ke konsumen yang memerlukan energi tersebut. aringan distribusi berada pada akhir dari sistem tenaga listrik, perannya mendistribusikan tenaga listrik dari gardu induk atau pembangkit tenaga ke konsumen melalui gardu distribusi.

PENDAHULUAN
Dalam kaitan dengan perkembangan yang pesat di industri elektronika daya, sebagian besar semikonduktor dengan kapasitas daya yang tinggi tersedia untuk aplikasi sistem tenaga. FACTS menggunakan komponen elektronika daya dan metode kendali untuk mengendalikan sisi tegangan tinggi pada jaringan sistem tenaga [1]. Kecenderungan penggunaan beban-beban elektronik dalam jumlah besar dalam selang waktu kira-kira dua puluh tahun terakhir pada saat ini telah menimbulkan masalah yang tidak terkirakan sebelumnya. Besarnya kenaikan penggunaan beban-beban elektronik yang canggih seperti komputer, Programmable Logic Controllers (PLC), Variable Speed Drives (VSD), dan lain sebagainya. Dampaknya berupa penurunan tegangan sesaat (Voltage sag) dan kenaikan tegangan sesaat (Voltage swell).

SISTEM TENAGA LISTRIK
Sistem tenaga listrik ini mempunyai peranan utama untuk menyalurkan energi listrik yang dibangkitkan

E-135

Voltage Sag. • • Faktor Daya = Daya Nyata (kW ) Daya Semu (kVA ) (3) Untuk daya sendiri dibentuk oleh dua komponen.1 dan 0. • Penyebab Voltage Sag Voltage Sag atau Voltage Dip merupakan penurunan tegangan pada frekuensi daya antara 0. Daya reaktif kapasitif adalah daya yang dibutuhkan oleh kapasitor yang tidak menghasilkan kerja.5 cycle hingga 1 menit. dan dapat juga karena disebabkan kehilangan koneksi netral. Dapat juga terjadi karena adanya kenaikan tegangan temporer pada fasa yang tidak terganggu selama gangguan satu fasa ke tanah 3.9 pu selama durasi waktu dari 0. Daya reaktif induktif adalah daya listrik yang dibutuhkan untuk menghasilkan medan magnet yang dibutuhkan oleh alat–alat seperti motor induksi. Saat de-energisasi kapasitor 3. Voltage Swell. Swell biasanya timbul saat : 1. Daya Semu ( Apparent Power ) Daya semu merupakan penjumlahan secara vektoris antara daya aktif dan daya reaktif. Starting beban-beban yang besar seperti motor listrik. • Daya Reaktif (Reactive Power) Persamaan daya reaktif adalah : Q = [ V ] [ I ] sin ϕ (2) Dua macam daya reaktif yaitu : daya reaktif induktif dan daya reaktif kapasitif. harmonisa. 2. Gangguan kenaikan impedansi sumber 6. Gangguan hubung singkat 4.8 pu untuk durasi dari 0. dimana keduanya memiliki tanda yang berlawanan. transformator dan sebagainya. Hubungan ini dapat digambarkan dalam diagram vektor berikut : E-136 . Power Factor Faktor daya pada dasarnya didefinisikan sebagai perbandingan antara daya nyata dan daya semu. dan juga ketidakseimbangan tegangan. tetapi tersimpan dalam bentuk energi magnetis atau energi kapasitif. Gangguan yang sangat berpengaruh pada kualitas tegangan adalah Voltage Sag dan Voltage Swell. Umumnya karena adanya kehilangan koneksi • Penyebab Voltage Swell Voltage Swell didefenisikan sebagai kenaikan tegangan rms atau arus pada frekuensi daya antara 1. daya nyata (P) dan komponen daya reaktif (Q). Pengoperasian pemanas elektrik 5. Bersama-sama dengan kondisi gangguan sistem 2. dinyatakan oleh persamaan: dengan: Cos φ P S Q = Faktor Daya = Daya Nyata (kW) = Daya Semu (kVA) = Daya Reaktif (kVAR) Voltage Sag Dan Voltage Swell Gangguan terhadap tegangan yang biasa terjadi antara lain.1 dan 1. fluktuasi tegangan. Saat energisasi kapasitor Voltage swells banyak disebabkan karena adanya reduksi beban pada suatu rangkaian dengan regulator tegangan yang jelek.5 cycles hingga 1 menit yang disebabkan oleh : 1.Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008 Bidang Teknik Elektro P (kW) φ S (kVA) Gambar 2 Gambar 1 Skema Penyaluran Tenaga Listrik Sistem Distribusi Segitiga Daya Cos ϕ = P = S P P +Q 2 2 Q (kVAR) Dengan Faktor Daya : = kW kVA Daya Dalam Sistem Tenaga Listrik • Daya aktif (Active Power ) Secara umum daya aktif persamaan : P = [ V ] [ I ] cos dinyatakan oleh (1) kW = kVA cos ϕ kVAR = kVA sin ϕ = kW tan ϕ tan ϕ = kVAR kW ϕ dimana : V = Tegangan I = Arus P = Daya rata–rata yang disebut juga daya aktif.

22 November 2008 Power Supply). DVR biasanya bekerja pada bagian yang sama dengan DSTATCOM dimana trafo penghubung dihubungkan secara urut dengan sistem arus bolakbalik seperti yang terlihat pada gambar 4 Gambar 3 Model pembagi tegangan untuk voltage sag dan voltage swell Dari Gambar 3 diatas dilihat adanya 2 impedansi yaitu. E Zs Vsag ZF Fault Load pcc Peralatan Kompensasi Dynamic Voltage Restorer (DVR) Dan Distribution Static Compensator (D-STATCOM) • MODEL DVR Dynamic Voltage Restorer merupakan pengontrol yang biasanya digunakan untuk meminimalisasikan Volltage Sag. PERBAIKAN KUALITAS TEGANGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PSCAD / EMTDC V 4. menjalankan simulasi dan melihat hasil secara langsung. Karenanya dinyatakan ZF = Z * L. jadi pengguna dapat mengubah parameter sistem. Peralatan Elektronika Daya • Insulated Gate Bipolar Transistor (IGBT) IGBT merupakan piranti atau komponen aktif pokok yang kini banyak digunakan dalam bidang Elektronika Daya. seperti UPS (Uninterruptible Gambar 5 Diagram blok fungsional D-STATCOM E-137 . Zs (impedansi sumber pada titik kopling bersama) dan Zf (impedansi antara titik kopling bersama dan gangguan). suatu sumber DC dan trafo penggabungan yang dihubungkan secara shunt dengan sistem arus bolak-balik dan unit kontrol yang terhubung. • Perhitungan Nilai Voltage Sag dan Voltage Swell Sistem Untuk menghitung besaran voltage sag/voltage swell pada sistem radial dapat dilihat pada contoh model yang ditunjukan pada Gambar 3. Tegangan diberikan ke dalam sistem distribusi arus bolak-balik untuk menjaga tegangan beban sesuai dengan yang diinginkan. dan sistem pengendali daya atau motor-motor besar di bidang industri. • MODEL D-STATCOM Bentuk umum dari Distribution Static Compensator terdiri dari suatu gabungan dua level VSC. Jadi besaran kedip tegangan dinyatakan dengan persamaan: Vsag/swell= Persamaan 1 dapat digunakan untuk menghitung besaran voltage sag/swell sebagai fungsi dari jarak terhadap gangguan. analisa hasil dan manajemen data terintegrasi secara lengkap. Titik kopling bersama (point of common coupling atau PCC) adalah titik dimana cabang-cabang arus beban dalam posisi off dari arus gangguan. pengontrolan dan pengukuran juga tersedia. menjalankan sebuah simulasi. Penggambaran. dimana Z adalah impedansi dari saluran per unit panjang dan L adalah jarak antara kesalahan dan PCC. Maka dalam hal ini dipilih IGBT yang memiliki kemampuan lebih baik. Besaran kedip tegangan sebagai fungsi dari jarak terhadap gangguan dinyatakan dengan persamaan : Vsags/swell = ZF Zs + ZF (4) Gambar 4 Diagram blok fungsional untuk DVR zL Z s + zL (5) VSC menghasilkan suatu output tegangan arus bolakbalik tiga fasa yang dikontrol pada fasa dan besarannya. Adanya suatu kendala tentang kecepatan respon penyakelar (Switching Devices) antara lain sulit untuk dimatikan (turn-off) dan lambat. PSCAD memungkinkan pengguna menggambar mengkonstruksi sebuah rangkaian.ISBN : 978-979-3980-15-7 Yogyakarta.2 POWER SIMULATION PSCAD (Power System CAD) adalah graphical user interface yang sangat baik dan fleksibel. Bentuknya dapat dirancang lebih canggih menggunakan multipulse atau konfigurasi multilevel.

Tegangan ini digabungkan dengan sistem arus bolak-balik melalui reaktansi trafo penggabung. • PWM Sinusoida Tujuan rencana kendali adalah untuk memelihara magnitude tegangan konstan suatu beban sensitif. pengontrol PI memproses sinyal error dan menghasilkan sudut penundaan yang diperlukan (δ) untuk membawa kesalahan itu menjadi nol. DVR Menggambar Rangkaian Control PWM Sinusoidal Entry Data Parameter Check Connection Check data parameter Compile Succes Generating Fortran & Data Files No Yes Running Simulation Tampilan Grafik Data generating fortran file Analisa Hasil Selesai Gambar 6 • Flowchart Analisa Perbaikan Kualitas Daya Dengan (DVR) dan (D-STATCOM) Flowchart Desain Kontrol Dynamic Voltage Restorer (DVR) dan Distribuion Static Compensator (D-STATCOM) E-138 . Jadi sinyal yang diolah oleh PWM merupakan sinyal referensi yang diperoleh dari hasil perhitungan tersebut. Sistem kendali mengukur tegangan rms di titik beban. frekwensi Switching ditetapkan pada 450 Hz. Index Amplitudo Ma dipertahankan tetap pada 1 pu. Sinyal error ini berbentuk sinusoidal yang dimodulasikan dengan sinyal gigi gergaji sebagai sinyal carrier. strategi penyakelaran VSC adalah didasarkan pada suatu teknik PWM sinusoidal. Penyesuaian terhadan keluaran tegangan D-STATCOM memberikan kontrol yang efektif terhadap daya aktif dan daya reaktif dari D-STATCOM dan sistem arus bolak-balik. D-STATCOM digunakan untuk meregulasi tegangan pada titik penyaluran beban. Hasilnya kemudian dimasukan ke PWM Voltage Source Converter tiga fasa pada rangkaian utama. • Memberikan koreksi terhadap faktor daya. VSC yang dihubungkan secara shunt dengan sistem arus bolak-balik memberikan kontribusi: • Mengganti kompensasi rugi-rugi dari daya reaktif. dalam hal memperoleh komponen dasar tagangan tinggi pada pengontrol keluaran. dan kasus pengujian dilakukan pada jaringan yang stabil.Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008 Bidang Teknik Elektro Pada gambar 8 menunjukkan diagram blok fungsional D-STATCOM. • Aksi Kontrol PWM Sinusoida Terhadap DVR Dan D-STATCOM Prinsip dari DVR dan D-STATCOM adalah menerima dan memproses sinyal error dari sumber. Mf= 9. Sinyal referensi ini kemudian dimodulasikan dengan sinyal carrier (triangular wave) yang berupa sinyal gigi gergaji (saw tooth). parameter utama dalam rencana sinusoidal PWM adalah index sinyal amplitudo modulasi (ma) pada sinyal Vcontrol. Suatu sinyal error diperoleh dengan membandingkan tegangan acuan dengan tegangan rms pengukuran di titik beban. dan sinyal segi tiga pada index modulasi frekuensi (mf). Sinyal yang diatur dibandingkan dengan suatu sinyal bersegi tiga (carrier) dalam rangka menghasilkan sinyal penyakelaran untuk VSC. dimana VSC mengkonversi tegangan DC melewati peralatan sampai ke dalam satu keluaran arus bolak-balik tiga fasa. Dari hasil perhitungan arus referensi yang dihasilkan oleh sinyal error antara tegangan beban dengan tegangan referensi. Output dari PWM di atas digunakan untuk mentrigger rangkaian switching yang terdiri atas 6 IGBT tiap fasa terdiri dari 2 IGBT. Flowchart • Flowchart Desain dan Simulasi Sistem dengan Dynamic Voltage Restorer (DVR) dan Distribuion Static Compensator (D-STATCOM) Mulai Menggambar single line Test Case Menggambar Rangkaian D-STATCOM.

75 2.Theta : Graphs 2.00 (b) Grafik 1 (a) Gelombang Tegangan dan Sudut Fasa (b) Gelombang Daya Aktif Daya Reaktif.00 0.00 VLoad_Threephase 40 Membuat Rangkaian Kontrol PI y (p u . Pulse Data 250 200 y (kW .25 0.00 Membuat Rangkaian Kontrol SPWM Membuat Rangkaian Komparator 300 Active Power (a) Node 40 : Graphs Reactive Power Input Data: .00 0.00 PERBAIKAN KUALITAS TEGANGAN DENGAN KOMPENSASI DAN TANPA KOMPENSASI Tanpa Kompensasi (b) Grafik 2 (a) Gelombang Tegangan dan Sudut Fasa (b) Gelombang Daya Aktif Daya Reaktif.25 0. Check Connection Check data parameter Check Data Signal 2.50 -1. Signal Type . Frequency Input Units.50 0. Phase Output Units.00 1.00 -1.50 1.kVAR ) Gambar 7 Flowchart Pembuatan Rangkaian Kontrol PWM Untuk DVR dan STATCOM 400 300 200 100 0 0. 22 November 2008 • Mulai Voltage Sag Node 40.50 1.50 1.Comparator Output Type.50 1.25 1.00 1.50 0.75 2.50 1.Modulator Base Carrier Function.25 1. Frequency of Signal.00 0.50 -2. Proportional Gain Integral Time Constant . Initial Phase of Signal.50 0.50 -1.00 1.00 0.00 Succes Generating Fortran & Data Files Yes Selesai No (a) Node 40 : Graphs 600 500 Active Power Reactive Power y (kW .Theta : Graphs 40 Compile y (p u .00 0. E-139 .25 0.00 1. ra d ) 1.75 1.50 -2.00 VLoad_Threephase • Voltage Swell Node 40.75 2.00 -1.25 1.00 0.25 1.00 -0.Blok Kontrol PI Vref.75 1.50 0. Signal Generator.75 1.00 -0.ra d ) 1.50 1.50 0.kV AR ) 150 100 50 0 0.25 0. Vload 3 Phase Measurment.ISBN : 978-979-3980-15-7 Yogyakarta.00 0.00 0.50 0.75 2.75 1.

00 1.Theta : Graphs 2.75 1.50 0.00 -1. ra d ) 0.00 -0.00 0. k V A R ) 200 150 100 50 0 0.00 0.50 -2.25 0.25 1.50 -2.25 1.00 -0.75 1.75 1.25 0.00 Active Power Reactive Power (b) Grafik 4 • (a) Gelombang Tegangan dan Sudut Fasa (b) Gelombang Daya Aktif Daya Reaktif.00 -1.50 0.00 1.50 -2.Theta : Graphs 2.00 0.Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008 Bidang Teknik Elektro • Three Phase Symmerical Fault Node 40.25 0.50 y (p u .00 0.50 y (p u .25 1.75 2.00 -1. ra d ) 0. k V A R ) 150 100 50 0 0.00 VLoad_Threephase 40 250 y (k W .25 0.75 2.50 1.50 0. k V A R ) 200 150 100 50 0 0.50 1.00 0.75 2.50 1.50 0.Theta : Graphs 2.25 0.75 1.00 Active Power Reactive Power 1.00 (b) Grafik 5 (a) Gelombang Tegangan dan Sudut Fasa (b) Gelombang Daya Aktif Daya Reaktif.75 1.25 1.00 1.25 1.50 1.00 0.75 2.00 0.50 0.25 0.00 VLoad_Threephase 40 Voltage Swell (b) Grafik 3 (a) Gelombang Tegangan dan Sudut Fasa (b) Gelombang Daya Aktif Daya Reaktif Dengan Kompensasi • Volttage Sag Node 40. (a) E-140 . ra d ) 0.00 0.50 -1.00 0.00 1.00 -0.50 1.75 1.00 1.50 VLoad_Threephase 40 Node 40 : Graphs 300 250 200 y (k W .00 1.50 1.50 -1.00 0.50 350 300 Active Power (a) Node 40 : Graphs Reactive Power 0.50 1.75 2.25 1.75 2. Node 40.50 1.50 -1.00 0.00 1.50 y (p u .00 0.00 1.00 (a) Node 40 : Graphs 350 300 250 y (k W .00 1.

759547582 382.282916642 0.284596395 1.042676831 -0.955249735 -0.0325043 25.979619984 53.283125608 0.021848238 -0.017544387 -0.028487053 1.487204 595.75 1. dan Sesudah Tabel Perbandingan Tegangan dan Sudut Fasa Beban Saat Gangguan Voltage Swell Dengan Kompensasi dan Tanpa Kompensasi Tanpa D-STATCOM Tegangan Sudut Fasa (pu) (rad) 1.028276448 0.Theta : Graphs 2.75874746 46.50 1.016881739 -0.028252387 0.03183967 -0.028278524 0.991367283 -0.31470476 20.028483007 1.028444743 1.50 y (p u .028217448 1.75807221 4.282134324 1.604766394 11.00 0.028227575 1.56553444 4.962883686 -0.284834149 0.978302041 -0.50 -2.3650709 343.008330721 -0.028320458 0.972406 65.038655193 -0.55914382 258.061660365 -0.04058362 -0.00 0.8354271 258.045692077 -0.996208953 -0.930263843 -0.71788909 5.001072719 -0.943143976 -0.44007625 12.00 1.284360655 1.282353794 1.102957753 -0.98321007 -0.50 0.028243178 1.4754682 248.083178975 -0.067528435 -0.028249099 1.5027938 323.015938324 -0.25 1.6322541 62.50 1.0834645 672.028239543 0.38559347 44.028262277 1.50 1.79306512 10.092203422 -0.077530699 -0.028260507 1. k V A R ) 200 150 100 50 0 0.907759329 -0.16074593 82.035429646 -0.028202071 1.283114608 0.64508206 11.7816129 22.86185474 12.05854705 13.028217047 1.969386281 -0.028207912 1.282555753 0.9929441 -0.18745249 35.386913998 177.00784899 -0.985914601 -0.525770692 46.129685 (a) Node 40 : Graphs 350 300 250 y (k W . 22 November 2008 Three Phase Symmerical Fault Node 40.028237543 1.00 -0.028446917 1.5434225 576.91261594 86.025598504 -0.50 0.9922571 150. Perbandingan Daya Aktif dan Daya Reaktif Beban Saat Gangguan Voltage Sag Dengan Kompensasi dan Tanpa Kompensasi Tanpa D-STATCOM P Q (kW) (kVAR) 1079.282865411 1.564324776 29.75 2.028424323 -0.021336388 -0.978332193 -0.072655549 -0.25 0.25 1.916215023 -0.09391227 -0.282542774 0.920895298 -0.3536099 117.32154488 7.566115 632.028423942 0.921001581 -0.57401659 40.00 Active Power Reactive Power • Perbandingan Nilai Sebelum Kompensasi Saat Voltage Swell 3.1452691 62.028240225 1.2315929 173.028232827 1.47028073 5.10720122 23.282752154 Dengan D-STATCOM Tegangan Sudut Fasa (pu) (rad) 0.028247533 1.028308526 1.056454516 -0.44568015 20.75 1.21398957 7.9188828 95.036890685 -0.6357712 32.8957135 383.668952361 124.2822952 1.03000838 -0.095028853 -0.028646506 -0.028243325 0.282564703 1.077690997 152.282944948 0.874688591 -0.282363417 0.97219128 8.71901505 86.282390514 Dari Node 1 3 7 9 11 13 14 21 23 23 25 27 28 30 33 34 33 37 37 39 Ke Node 2 5 8 10 12 14 15 22 24 25 26 28 29 32 34 35 36 38 39 40 E-141 .028255149 0.024040795 -0.1881605 66.75 2.028227575 1. dan Sesudah Dari Node 1 3 7 9 11 13 14 21 23 23 25 27 28 30 33 34 33 37 37 39 Ke Node 2 5 8 10 12 14 15 22 24 25 26 28 29 32 34 35 36 38 39 40 Tabel Perbandingan Tegangan dan Sudut Fasa Beban Saat Gangguan Voltage Sag Dengan Kompensasi dan Tanpa Kompensasi Tanpa D-STATCOM Tegangan Sudut Fasa (pu) (rad) 0.058771048 -0.87208805 -0.284819277 1.028295843 0.895826896 -0.30969284 73.282611974 0.00022983 -0.49334425 10.50 -1. ra d ) 0.74454729 4.18745249 8.900246229 -0.00 1.282535595 Dengan D-STATCOM Tegangan Sudut Fasa (pu) (rad) 1.282144101 1.0339844 Dengan D-STATCOM P Q (kW) (kVAR) 1253.028255149 0.284671231 0.005874812 -0.874688591 -0.028501339 0.282702005 0.955249735 -0.73293974 4.928683398 -0.00 0.000618961 -0.22701623 7.282130574 1.8701462 213.39648567 17.3186653 141.284385366 1.5728046 124.053507733 -0.282572563 0.35115398 10.00 0.00 Dari Node 1 3 7 9 11 13 14 21 23 23 25 27 28 30 33 34 33 37 37 39 Ke Node 2 5 8 10 12 14 15 22 24 25 26 28 29 32 34 35 36 38 39 40 VLoad_Threephase 40 Tabel 2.ISBN : 978-979-3980-15-7 Yogyakarta.282379102 0.95181646 33.028243256 1.045691958 -0.2845674 0.225775067 445.120549166 -0.028423942 1.024272357 -0.952827317 -0.9187068 183.94977127 144.10617802 301.857036956 -0.01283723 19.00 -1. • Perbandingan Nilai Sebelum Kompensasi Saat Voltage Sag 1.01286013 -0.931074246 -0.902767763 -0.282387344 1.028471872 1.912188538 -0.76291604 24.952409714 -0.109059854 -0.93080442 18.028280069 0.292264 37.028646506 -0.32352041 12.25 0.97839329 7.935968185 -0.282458465 1.3038176 407.966938566 -0.00567106 -0.282469929 1.028292818 0.12956104 41.028273217 0.028312857 1.21342457 17.028319971 0.028265346 1.083017617 -0.284458366 0.005719274 -0.28211528 1.00 1.028276448 1.014242885 -0.282441481 0.948582713 -0.4445967 222.937898984 -0.028478676 1.028316785 1.306156377 25.028319971 0.282788592 0.284613005 (b) Grafik 6 (a) Gelombang Tegangan dan Sudut Fasa (b) Gelombang Daya Aktif Daya Reaktif.881674801 -0.028475561 1.969386281 -0.

8939232 36.986681 132.9163557 223.072998476 -0.028424904 1.0581115 332.4417141 7.63519501 13.98005493 13.045888411 -0.028220301 0.3667335 = 39.4492614 = 29.26547999 52.2710392 229.88849884 20.35017194 90.81762522 15.91227497 84.675750304 29.55870269 17.060395051 -0.914299917 -0.75479462 42.716353944 47.75309364 13.01974722 5.0.027086056 161.98256686 7.41672076 5.1937322 70.1089118 Dengan DVR P Q (kW) (kVAR) 1.028185694 0.028392553 0.028436187 1.59 V Poptimasi = ∑ PwithSTAT − ∑ PwithoutSTAT = 248.21375913 8.6010343 750.034450167 -0.879829513 -0.96763633 76.028392553 1.9994423 320.76435278 85.897495842 -0.23548891 106.277.220.72652993 4.13055813 41.52887488 9.41905734 26.558977051 32.4408146 67.30802572 85.84462652 12.6440123 351.2107606 703.997051798 -0.028424269 1.14705204 4.1093106 183.93832295 443.213.90766267 45.7662191 188.379912 10.42983349 8.028847067 -0.069496406 143.93527091 6.5449303 5.981087 270.086500857 -0.0612606 Dengan D-STATCOM P Q (kW) (kVAR) 1247.63299794 11.425432581 25.35573468 26.4989859 595.028399331 0.028427042 -0.38295266 34.0290176 247.282222939 0.7278134 365.22576102 11.282145834 Dengan DVR Tegangan Sudut Fasa (pu) (rad) 1.4603695 67.849855391 -0.3536099 = 35.284674517 0.028237118 1.865649956 31.70761418 16.6720345 .1.037597567 -0.0061430535 (pu) atau 2.052089066 -0.9039389 289.221127934 157.1185112 277.067593417 -0.1712199 43. Nilai di Node 40 dijadikan referensi karena merupakan node yang paling jauh dari sumber.6822388 8.852456721 -0.2783603 19.93322695 13.580335 4.4935949 80.283821642 1.171185074 53.768131021 465.986681 .0283795 1.1536124 64.061660365 = 0.028225079 0.058321815 -0.3301148 258.877226467 -0.2972547 433.284311459 1.902767763 = 0.350167 417.04334006 11.872999045 -0.985914601 .7766477 160.906620033 -0.281661863 0.3667335 120.02839076 1.27858516 5.16488845 8.028382275 1.835225537 -0.4492614 151.06387884 5.45633468 22.77275536 17.6203051 63.30519624 22.0879065 33.897472443 -0.1490175 (pu) atau 56.284035838 1.2392237 495.028293923 0.835056826 12.5448289 669.021265615 -0.6612584 144.30E+03 673.859261096 -0.96250576 30.3213136 • Perbandingan Nilai Sebelum dan Sesudah Kompensasi Saat Voltage Sag Akibat Three Phase Symmetrical Fault 5.879829513 = 0.284059503 1.0.028847 .005874454 -0.257823987 13.65094614 13.08772373 96.994422338 -0.3684666 37.28167462 0.976032539 -0.12736846 49. Perbandingan Daya Aktif dan Daya Reaktif Beban Saat Gangguan Three Phase Symmetrical Fault Dengan Kompensasi dan Tanpa Kompensasi Dari Node 1 3 7 9 11 13 14 21 23 23 25 27 28 30 33 34 33 37 37 39 Ke Node 2 5 8 10 12 14 15 22 24 25 26 28 29 32 34 35 36 38 39 40 Tanpa DVR P Q (kW) (kVAR) 1113.5535232 198.714521059 59.028229543 0.505219374 56.7772269 kW • Three Phase Symmetrical Fault : V optimasi = V withDVR − V withoutDVR =1.512677787 177.0643144 Tabel 6.927415045 395.852456721 -0.28252495 0.028146856 0.61955 kW E-142 .7347907 267.710473 612.955854 416.282727411 0.9998775 392.028429458 1.4443096 195.48966317 94.2369977 8.667933 39.281975722 0.28242875 90.89412084 7.068602953 -0.00022983 .067593417 -0.028146856 0.888807432 -0.605086332 14.029695 646.6012069 70.0169488 28.738031762 186.64968162 21.028216851 0.787391333 128.11766174 4.21375913 38.905018934 -0.02588941 11.2842592 • Tabel Optimasi Perbaikan Kualitas Tegangan Saat Sebelum dan Sesudah Kompensasi Berikut adalah perhitungan optimasi perbaikan kualitas tegangan saat sebelum dan sesudah kompensasi untuk tiap gangguan.11721706 301.892887444 -0.050630568 -0.88480135 -0.48869401 12.19529574 13.8939232 8.6720345 127.88386345 9.7138307 41.63080518 25.283776469 1.321619 768.951433 220.99346637 6.81461976 18.2191947 kW • Voltage Swell : Voptimasi = VwithSTATCOM − VwithoutSTATCOM Poptimasi = ∑ PwithSTAT − ∑ PwithoutSTAT = 1.37925833 46.62066539 23.71945964 12.24783415 5.276191443 150.60046667 25. Perbandingan Tegangan dan Sudut Fasa Beban Saat Gangguan Three Phase Symmetrical Fault Dengan Kompensasi dan Tanpa Kompensasi Tanpa DVR Tegangan Sudut Fasa (pu) (rad) 0.028206594 0.4267654 259.919342578 -0.6866464 27.7608558 53.0311619 178. Perbandingan Daya Aktif dan Daya Reaktif Beban Saat Gangguan Voltage Swell Dengan Kompensasi dan Tanpa Kompensasi Dari Node 1 3 7 9 11 13 14 21 23 23 25 27 28 30 33 34 33 37 37 39 Ke Node 2 5 8 10 12 14 15 22 24 25 26 28 29 32 34 35 36 38 39 40 Tanpa D-STATCOM P Q (kW) (kVAR) 1403.5728046 .283598128 1.63363292 335.282128646 0.997051798 -0.1327357 22.907331254 -0.928593496 -0.63 V Poptimasi = ∑ PwithDVR − ∑ PwithoutDVR = 259.08427751 22.3819016 80.283850301 0.19313042 21.0298165 154.33 V = 247.Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008 Bidang Teknik Elektro Tabel 4.282082781 0.083146838 (pu) atau 31. • Voltage Sag : Dari Node 1 3 7 9 11 13 14 21 23 23 25 27 28 30 33 34 33 37 37 39 Ke Node 2 5 8 10 12 14 15 22 24 25 26 28 29 32 34 35 36 38 39 40 Voptimasi = VwithSTATCOM − VwithoutSTATCOM = 0.028208208 0.05454694 20.063685002 -0.028442607 1.25185531 46.26514389 99.91403404 497.

Jack E. “Power System Analysis”. [4] Aredes. Pada ketiga macam gangguan yang disimulasikan. Setelah dikompensasi. “Analisis Sistem Tenaga Elektrik” .32 volt menjadi 1.9027 pu atau 343. Trans. G. N. Pada kondisi voltage Swell. “An Universal Active Power Line Conditioner”.9866 kW. Jilid 1 edisi 4 Penerbit Erlangga. Understanding FACTS: “Concepts and Technology of Flexible AC Transmission Systems”. Jr. [3] Stevenson.64 volt. Setelah dikompensasi. Kemmerly. 2. on Power Delivery. tegangan mengalami perbaikan dari 0. 7. E-143 . 5. H.ISBN : 978-979-3980-15-7 Yogyakarta. tegangan mengalami perbaikan dari 1.0002 pu atau 380. E.3667 kW menjadi 259. 22 November 2008 KESIMPULAN 1. 1996.5728 kW. 2001. saat terjadi gangguan Three Phase Symmetrical Fault. M.02 volt menjadi 0.4492 kW menjadi 247.0616 pu atau 403.. Pada kondisi Three Phase Symmetrical Fault. 4. 3. McGrawHill. saat terjadi Voltage Sag penyaluran daya aktif dapat direduksi dari 213.672 kW. penyaluran daya aktif dapat direduksi dari 220. Setelah dikompensasi. saat terjadi Voltage Swell penyaluran daya aktif dapat direduksi dari 277. 1996. Jr. 6. William D. Hayt. Pada kondisi voltage Sag. Penerbit Erlangga edisi keempat. and Watabe.4 volt menjadi 1. [6] Hadi Saadat.0288 pu atau 390. E.9859 pu atau 374. on Power Delivery.17 (1): 265-272. Heumann. maka DVR dan D-STATCOM dapat menunjukkan kompensasi yang lebih baik dalam mempertahankan kualitas tegangan pada sistem.94 volt. L. New York: IEEE Press. IEEE. Dengan nilai referensi di node 40. “Rangkaian Listrik”. [5] William H. [2] Olimpo Anaya Lara and Acha. “Modeling and Analysis of Custom Power Systems” by PSCAD/EMTDC.2002.13 (2): 545-551. IEEE Trans.07 volt. K. and Gyugyi.8798 pu atau 334. tegangan mengalami perbaikan dari 0.1998. DAFTAR PUSTAKA [1] Hingorani.3536 kW menjadi 248.

Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2008 Bidang Teknik Elektro E-144 .