You are on page 1of 5

Air Liur

Ditulis pada 2 June 2010 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Air liur (saliva) disekresi oleh tiga pasang kelenjar besar yaitu parotis, submaksilaris dan sublingualis. Air liur parotis merupakan cairan hipotonis yang sangat encer dengan konsentrasi zat padat yang rendah; air liur submaksilaris dapat kental maupun encer tergantung pada rangsang simpatis atau parasimpatisan; air liur sublingualis mengandung banyak musim. Selain itu air liur juga disekresi oleh beberapa kelenjar kecil dalam mukosa mulut seperti labialis, lingualis, bukal dan palatal. Sekresi air liur dari kelenjar ke dalam mulut dapat disebabkan oleh rangsangan lokal dalam mulut atau oleh perangsangan pusat akibat rangsang psikis atau somatic. Air liur dalam rongga mulut berfungsi sebagai pelican dan untuk membasahi makanan saat dikunyah sehingga mudah ditelan. Air liur juga merupakan tempat eksresi obat-obatan tertentu seperti alkohol dan morfin. Air liur mengandung air kira-kira 99,5%. Sekitar dua pertiga dari bahan terlarut dalam air liur merupakan bahan organik dan sepertiganya adalah bahan anorganik. Komponen anorganik air liur antara lain adalah natrium, kalium, kalsium, magnesium, fosfat dan bikarbonat. Sedang kandungan organik air liur terutama terdiri atas musim dan enzim amylase; bahan organik lain yang juga terdapat dalam jumlah sedikit adalah urea, kolesterol, hormon-hormon tertentu dan lain-lain. saliva juga mengandung berbagai macam sel, seperti sel epitel mukosa mulut, leukosit dan bakteri. Tujuan percobaan adalah untuk mempelajari sifat dan susunan air liur. Pengumpulan air liur. Tiap mahasiswa mengumpulkan air liurnya sendiri, kira-kira 20 mL dalam sebuah gelas kimia. Untuk merangsang sekresi air liur, kunyalah sepotong paraffin (lilin) yang telah disediakan. BAB II PEMBAHASAN Menentukan pH senyawa suatu larutan dapat dilakukan dengan menggunakan indikator universal dan larutan indikator. Kalau pada kertas lakmus merah dan lakmus biru, kita hanya mengamati perubahan warna biru tanpa memperhatikan warna biru kemerah atau dari merah ke biru tanpa memperhatikan intensitas warna tersebut maka dengan kertas indikator universal, kita bisa mengetahui kekuatan asam/basa pada konsentrasi yang sama dengan cara menetapkan pH larutan tersebut. Perubahan warna dari kertas lakmus demikian dicocokkan dengan table warna tayek pH dari 0 sampai dengan 14. Asam amino merupakan senyawa monomer dari protein. Asam amino dikelompokkan sebagai turunan asam karboksilat dengan

Ada 20 jenis amino yang terdapat dalam molekul protein asam-asam amino terikat satu dengan lain oleh ikatan peptide protein sudah dipengaruhi oleh suhu tinggi. disebut golongan asam amino non esensial. Struktur serta kerja suatu protein mudah rusak atau dihentikan oleh panas. proses yang beruntung dapat digunakan untuk menghilangkan dan menganalisis satu penggalan asam amino pada saat yang sama (Pine: 1988). dan kemudian perombakan panggung secara lebih hati-hati untuk menetapkan tuntutan asam amino.ujung dan G. protein akan menghasilkan asam-asam amino. Peristiwa denaturasi ini juga berlangsung tatkala rambut anda keriting pada salon kecantikan. Contoh populer adalah pengumpulan albumin ketika merebus atau menggoreng telur. Dan begitu pula dengan menggunakan Reagen Millon Nese (Sri Maryati: 2000). Sebagai kemungkinan lain.adanya gugus amina yang terikat pada C alfa yaitu atom C setelah gugus COOH (Hiskia Ahmad : 2000). jadi setelah sampai di lambung kerjanya tidak efektif lagi karena apabila pereaksi ini ditambahkan pada pelarut protein. Analisis peptide meliputi hidrolisis sempurna untuk menentukan kadar total asam amino. Pembentukan suatu ikatan amida antara dua asam amino atau lebih. Karbohidrat adalah zat makanan yang banyak menghasilkan energi yang diperlukan tubuh. Kemudian dari kebutuhan asam amino tersebut. pH dan pelarut organik (Poedjiadi. 1994). Dengan cara hidrolisis oleh asam dan enzim. dan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah . Peptide adalah asam poliamino dan ikatan amidanya yang menyebabkan asam aminonya bergabung disebut ikatan peptide. Peptide dibuat dengan berbagai macam reaksi kimia yang diperkenalkan dalam bab-bab terdahulu. Pereaksi millon yang terdapat dalam air liur hanya dapat berfungsi dengan baik dalam pHnya berkisar 7. Protein mempunyai molekul besar dengan bobot molekul bervariasi antara 5000 sampai jutaan. jika berwarna ungu berarti mengandung protein. Pengujian protein dapat menggunakan reagen biuret atau reagen millon nase. terbentuklah jembatan sulfida yang baru untuk melestarikan model rambut anda (Sri Maryati: 2000). Penggalan yang kecil dapat dianalisis dan kemudian direkonstruksi berdasarkan konsepsi seperti dalam memecahkan teka teki. Selain sebagai sumber energi karbohidrat berfungsi dalam penyediaan bahan pembentuk protein dan lemak serta menjaga keseimbangan asam dan basa (Sri Maryati: 2000). Dalam kondisi seperti ini protein dapat mengalami denaturasi (perubahan sifat fisis dan aktivitas biologis). ada beberapa jenis asam amino yang tidak dapat (dapat dibuat) oleh tubuh tetapi tidak harus ada dalam makanan. Larutan makanan ditetesi Ragen Biuret. Untuk asam amino yang tidak dapat disintetis (tidak dapat diubah) oleh tubuh. tetapi harus ada dalam makanan. Jembatan disulfide pada molekul kratin dipecahkan dengan suatu zat reduktor. Lalu dengan penambahan suatu zat oksidator. perubahan pH dan suatu indikator atau reduktor. kemudian rambut dipilin dan dibuat bergelombang menurut mode yang anda kehendika. Gugus perlindungan yang tepat biasanya digunakan untuk menjamin kekhususan reaksi pada setiap tahap (Pine: 1988).ujung dari peptide. Berbagai cara kimia dan enzim digunakan untuk mengenali asam amino N. Asam amino merupakan bahan pangan penting yang sangat diperlukan oleh tubuh. menghasilkan peptide. disebut golongan asam amino esensial (Hiskia Achamd: 2000).

merupakan langkah reaksi pati semua hingga menjadi bahan yang siap di bawah ke darah (Metjesh: 1996 ). Biologi Sains. Erlangga: Jakarta. 1996. Saran Sebaiknya dalam penyusunan makalah berikutnya tidak usah terlalu banyak DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Depdikbud. Hampir semua enzim sudah mengalami denaturasi dan menjadi tidak aktif pada pemanasan yang tinggi (Matjesh . Sri. Kimia Organik. Enzim dapat mengkatalisis reaksi organ atau anorganik yang sangat spesifik dan selektif. Hiskia. 2000. Anna. Ganessa Bandung. Larutan Asam dan Basa. ITB Bandung. Stanley. Enzim ptialin yang terdapat dalam air liur hanya dapat berfungsi dengan baik dalam pH-nya berkisar 7. Sebagian besar protein berfungsi sebagai katalis biologis yang disebut enzim. Bumi Aksara. Setelah sampai di lambung kerja tidak efektif lagi karena lingkungan lambung adalah sama (Prawihartono : 2000) Pada waktu karbon hidrat masuk dalam mulut. Hampir semua reaksi biokimia berjalan sangat teratur karena pengaruh enzim. Sabirin. Maryati. jadi enzim ptialin masih berfungsi sampai kerongkongan. Kimia Organik II. enzim saliva (air liur) sudah bertindak sebagai katalis pada percobaan polisakarida menjadi bagian yang kecil yang kemudian di dalam perut dan susu halus pemecahan poliskarida di lanjutkan lagi sampai menjadi monoskarida. tetapi sampai menimbulkan warna merah karena merkuri yang digunakan bukan merkuri padat melainkan merkuri cair. Bandung. bisa mencapai ribu kali lebih besar dari katalis biasa. Protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif (Poedjiadi : 1994 ). Poedjaji. 1988. Prawirohartono. Jakarta. Kekuatan mengkatalisis enzim sangat tinggi. Slamet. Universitas Indonesia: Jakarta. Dasar-dasar Biokimia. Matjesh. 2000. H. 1994. Jakarta. . 1996). 2000.menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol karena terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidrosfil yang berwarna. BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil yang telah diketahui adanya asam amino yang terdapat dalam saliva. Banyak enzim merupakan senyawa yang sangat stabil yang bisa dikristalkan dan mempunyai sifat fisik dan keefektifan katalis yang sangat rendah dihasilkan kembali. Pine. Sistem Pencernaan Makanan.

Alkohol yang mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna. Oksidasi alkohol tersier Oksidasi alkohol tersier oleh oksigen akan menghasilkan campuran asam karboksilat. keton. b. Reaksi dengan natrium . akan tetapi memberikan kesan panas dalam mulut. karbondiokaida dan air. Alkohol monohidroksi suku rendah (jumlah atom karbon 1-4 ) berupa cairan tidak berwarna dan dapat larut dalam air dengan segala perbandingan. Kelarutan alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang. Oksidasi alkohol primer Oksidasi alkohol primer dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu aldehida dan air. d. makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya. Contoh : d. e. Alkohol suku rendah tidak mempunyai rasa.Sifat fisik dan sifat kimia Sifat Fisik alkohol a. Oksidasi alkohol sekunder Oksidasi alkohol sekunder dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu keton dan air. Makin tinggi berat molekul alkohol. c. Contoh: b. Sifat Kimia Alkohol a. Contoh : c.

Contoh : Sumber: Buku BSE http://rolifhartika.wordpress.com/kimia-kelas-xii/senyawa-karbon/a-alkohol/sifat-fisik-dansifat-kimia/ . Hasil samping berupa gas hidrogen.Alkohol bereaksi dengan logam natrium menghasilkan suatu alkoksida. Esterifikasi Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat menghasilkan ester dan produk samping berupa air. Dehidrasi alkohol Dehidrasi alkohol dengan suatu asam sulfat akan menghasilkan alkena dan air. Contoh : f. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan Contoh : g. Reaksi dengan asam halida Alkohol bereaksi dengan asam halida menghasilkan alkil halida dan air. Contoh : e.