You are on page 1of 7

Tujuan Pemberian o Untuk memperoleh efek obat lokal maupun sistemik.

o Untuk melunakkan feses sehingga mudah untuk dikeluarkan. Indikasi dan kontra indikasi o Indikasi Mengobati gejala-gejala rematoid, spondistis ankiloksa, gout akut dan osteoritis. o Kontra Indikasi  Hipersensitif terhadap ketoprofen, esetosal dan ains lain.  Pasien yang menderita ulkus pentrikum atau peradangan aktif (inflamasi akut) pada saluran cerna.  ionkospasme berat atau pasien dengan ri!ayat asma bronchial atau alergi.

 "agal fungsi ginjal dan hati yang berat.  #upositoria sebaiknya tidak di gunakan pada penderita piotitis atau hemoroid.  Pembedahan rektal.

Prosedur a. Pengkajian -$aji ri!ayat pasien -$aji obat yang akan diberikan (nama pasien, rute, dosis, !aktu) -%ek kembali keadaan pasien -$aji &&' b. .Perencanaan ( Persiapan alat - )bat dalam tempatnya - #arung tangan - $ain kassa - $ertas tissue engkok - Pengalas - 'aselin

-

Pispot otol cebok Urinal

*+aluasi %hek kembali setelah ,-.menit untuk melihat respon klien terhadap obat yang diberikan , termasuk &&', dan efek samping obat.

PEMBERIAN OBAT PARENTRAL (INJEKSI) -. Pengertian /njeksi0 /njeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara menusuk jaringan ke dalam otot atau melalui kulit. Pemberian injeksi merupakan prosedur in+asif yang harus dilakukan dengan menggunakan teknik steril. 1. &ujuan /njeksi Pada umumnya /njeksi dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat proses penyerapan (absorbsi) obat untuk mendapatkan efek obat yang cepat. 2. /ndikasi /njeksi biasanya dilakukan pada pasien yang tidak sadar dan tidak mau bekerja sama karena tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral. 3pabila klien tidak sadar atau bingung, sehingga klien tidak mampu menelan atau mempertahankan obat diba!ah lidah. )leh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan obat klien dilakukan dengan pemberian obat secara injeksi. #elain itu, indikasi pemberian obat secara injeksi juga disebabkan karena ada beberapa obat yang merangsang atau dirusak getah lambung (hormon), atau tidak direarbsorbsi oleh usus. Pemberian injeksi bisa juga dilakukan untuk anastesi lokal.

4. $ontra /ndikasi 5angan menusukkan pada pasien di area infeksi karena dapat memasukkan bakteri ke jaringan yang lebih dalam. Pada pasien yang sulit mengalami pembekuan darah 6 hemofilia karena dapat memicu perdarahan (bleeding)

Pengertian -#uatu bentuk sediaan padat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan melalui lubang 6celah pada tubuh, dimana ia akan melebur, melunak, melarut, dan memberikan efek lokal serta sistemik. Umumnya dimasukkan melalui rektum, (37#*8 -9:9) -Massa bahan obat yang sangat mudah mencair untuk dimasukkan ke dalam lubang tubuh seperti rektum. ($amus #aku $*;)&*<37 ;)<837;) 1. Prinsip benar pemberian obat - enar nama pasien - enar nama obat - enar dosis - enar !aktu - enar dokumentasi

2. &ujuan pemberian supositoria a. Memberikan efek lokal dan sistemik b. &indakan pengobatan ini disebut pemberian obat supositoria yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat c. Menjadikan lunak pada daerah feses dan merangsang buang air besar. d. Pemberian obat ini diberikan tepat pada dinding rektal yang mele!ati sfingter ani interna

/ndikasi dan kontraindikasi /ndikasi ( Untuk pengobatan konsti+asi, !asir ( Untuk efek sistematik seperti mual dan muntah $ontraindikasi ( Pada pasien yang mengalami pembedahan rektal =. Prosedur a. Pengkajian -$aji ri!ayat pasien -$aji obat yang akan diberikan (nama pasien, rute, dosis, !aktu)

( -

-%ek kembali keadaan pasien -$aji &&' b. .Perencanaan Persiapan alat )bat dalam tempatnya #arung tangan $ain kassa $ertas tissue engkok Pengalas 'aselin Pispot otol cebok Urinal

*+aluasi %hek kembali setelah ,-.menit untuk melihat respon klien terhadap obat yang diberikan , termasuk &&', dan efek samping obat.

BENTUK-BENTUK SUPPOSITORIA DAN UKURANNYA a. Menurut RPS 18 th hal 1609 1. Suppositoria rektal USP membuat Suppositoria rektal untuk dewasa, runcin pada salah satu atau kedua u!un n"a, biasan"a berbobot # ram. Untuk anak $ dari suppositoria dewasa. %bat ini memberikan e&ek sistemik seperti sedati&, penenan suppositoria rektal. 'a aimanapun pen pen dan anal esia dilakukan secara al mun kin seba ai ram dibuat

unaan"a secara tun

obatan pada sembelit. (iba i dalam beberapa tahap berat #

suppositoria rektal biasan"a di unakan basis %leum )acao ketika basis "an di unakan berat mun kin besar atau lebih # ram. #. Suppositoria *a inal

lain"a

USP membuat Suppositoria *a inal biasan"a bentuk bundar atau o*al den an berat + , ram. %bat untuk *a inal tersedia dalam berba ai bentuk psikis. Misaln"a krim cair "an berasal dari konsep dasar Suppositoria. -. Suppositoria uretra 'iasan"a dibuat ba ian tidak dide&enisikan den an !elas, baik tentan bobot, ukuran, nilai tradisional berasal dari lemak coklat seba ai basis, bentuk silindrisn"a seba ai berikut diameter ,,mm, pan!an untuk wanita ,0 mm, berat # ram untuk wanita dan pria . ram.

EVALUASI SUPPOSITORIA Menurut /achman hal 11910119. 1. U!i 1isaran /eleh U!i ini disebut !u a u!i kesaran meleleh makro dan u!i merupakan salah satu ukuran waktu "an diperlukan suppositoria untuk meleleh sempurna bila dicelupkan dalam

penan as air den an temperatur tetap 2-3 0)4. Sebaikn"a u!i kisaran meleleh mikro adalah kisaran leleh "an diukur dalam pipa kapiler han"a untuk basis lemak.

#. U!i Pencahar atau u!i waktu melunak dari suppositoria rektal suatu modi&ikasi "an dikemban kan oleh 1rowe5"asku adalah u!i suppositoria akhir lain "an ber una. U!i tersebut terdiri dari pipa U "an seba ian dicelupkan kedalam penan as air "an

bertemperatur konstan. Pen"empitan pada satu menahan suppositoria tersebut pada tempatn"a dalam pipa. -. U!i 1ehancuran 'erba ai larutan sudah diuraikan untuk memecahkan masalah kerapuhan suppositoria. U!i kehancuran dirancan seba ai metode untuk men ukur kere asan atau kerapuhan suppositoria. 6lat "an di unakan untuk u!i tersebut terdiri dari suatu ruan berbandin ran kap dimana suppositoria "an melalui dindin ran kap ruan diu!i ditempatkan. 6ir pada suhu -3 0) dipompa

tersebut. (an suppositoria diisikan ke dalam dindin

dalam "an kerin , menopan lempen dimana suatu batan diletakkan. .. U!i (isolusi Pen u!ian la!u pelepasan 5at obat dari suppositoria secara in*itro selalu men alami kesulitan karena adan"a pelelehan. Perubahan bentuk dan depresi dari medium disolusi. Pen u!ian awal dilakukan den an penetapan biasa dalam men andun suatu medium. elas piala "an