You are on page 1of 110

PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

PROYEK AKHIR
Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya

Disusun Oleh : Nuning Afriyanti 05506131007

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA AGUSTUS 2008

i

ii

iii

iv

PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA8535 Oleh : Nuning Afriyanti 05506131007

ABSTRAK

Tujuan proyek ahkir ini adalah untuk membuat prototype pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller. Kendali mikrokontroller yang digunakan adalah ATMega8535 dan ATMega8 yang difungsikan untuk mengendalikan kerja motor serta untuk menentukan penyetingan jam. Metode yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah pengembagan alat pemberi pakan ikan berbasis mikrokontroller ATMega8535. Adapun langkahlangkah yang digunakan yaitu analisis kebutuhan alat, pembuatan mekanik serta kontrol dan pengambilan data. Perancangan sistem ini terdiri dari 5 bagian yaitu : sistem minimum mikrokontroller ATMega8535 dan mikrokontroller ATMega8, driver relay dan rangkaian driver relay serta catu daya. Sistem minimum mikrokontroller ATMega8535 digunakan sebagai kendali utama yaitu untuk menjalankan motor, sedangkan ATMega8 digunakan untuk penyetingan jam digital. ULN2804A digunakan sebagai antarmuka antara mikrokontroller dengan rangkaian daya (motor). Sedangkan rangkaian driver relay berfungsi mengatur aktif tidaknya motor power window sebagai pembuka dan penutup kran, jalan nya rel (baik maju atau mundur), serta untuk memutar piringan. Berdasarkan pengujian dan unjuk kerja dari alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535 telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan rancangan yaitu mampu menebarkan pelet secara otomatis berdasarkan setingan waktu yang telah ditentukan. Pada saat alat ini bekerja bobot pelet yang dikeluarkan sangat bergantung pada lama tidak nya waktu membuka kran tersebut.

v

MOTTO

”Barang siapa melihat kemungkaran maka hendaknya dia mengubah dengan tangan nya (kekuasaan Nya ), jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman”.(Al-Hadist)

”Jangan Menoreh kebelakang terlalu lama, cukuplah pandang sekilas untuk tentukan langkah kedepan yang lebih baik ” .

”Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (Q>S. Al-Insyiroh : 6-7)

 

vi

gandhi.. terimakasih untuk do’a serta bimbingan yang telah engkau berikan padaku.... emon.   vii . Seluruh keluarga ku tercinta. wince.. Adik-adik ku yang selalu menjadi sumber inspirasi serta motivasi untuk ku selalu berjuang. terima kasih untuk bantuan kalian selama ini..... Buat anak-anak Lampung-Tengah yang ada di Jogja tanpa terkecuali.Dengan segala kerendahan hati kupersembahkan karya ku ini untuk : Orang tuaku tercinta. galih) terima kasih untuk dukungan nya. nita. ganjar. rizma). Keluarga kedua ku di C... ayo berjuang. terima kasih untk semuanya.10 (amie.. tika. ayu. dan semua angkatan ’05.. darmin. wati. Seluruh orang yang pernah aku kenal dan pernah mengisi hari-hariku dari aku kecil hingga saat ini. kasih sayangmu akan selalu terkenang sepanjang usiaku.. dini. indah. Kalian semua pahlawan kecil ku. Sahabat seperjuanganku (tyas. tanti. shinta. retno. doa kalian lah yang mampu menjadikan ku untuk tetap terus maju menggapai cita-cita.

dan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.T. Bapak serta ibu dosen di jurusan Teknik Elektro. Semoga dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. kesehatan. Allah SWT yang telah memberikan kekuatan. 3. Sugeng Mardiyono.. Amin. Bapak Mutaqin..D selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Tugas akhir dengan judul “PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA8535” ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Diploma III di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.T Universitas Negeri Yogyakarta. yang tidak dapat disebutkan satu persatu.Pd. terima kasih untuk ilmu yang telah diberikan kepada penulis. Nabi Muhammad SAW. Terima kasih atas bimbingannya yang telah diberikan dalam penyusunan Proyek Akhir ini... Dengan segenap rasa syukur akhirnya tugas akhir ini terwujud nyata.M.Ph. M.D selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta. 2.! selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro viii .KATA PENGANTAR Alhamdulillahi rabbil ’alamin. selaku Ketua Prodi Teknik Teknik Elektro. Bapak Sukir. Sholawat teriring salam semoga selalu tercurah kepada suri tauladan. Dengan hati yang tulus penulis sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. segala puji dan syukur hanya pantas terucap bagi Sang Pemilik jiwa. khususnya bagi kemajuan dibidang teknologi. sekaligus sebagai Dosen Pembimbing.. semoga menjadi ilmu yang bermafaat. Bapak Prof. 5. M. Bapak Wardan Suyanto. 4.. Ed.

08 Agustus 2008 Penulis. Amien. Yogyakarta. Akhirnya penulis berharap semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi penulis dan semua pihak serta dapat menjadi amal ibadah. Saudara-saudara seperjuangan ku di Teknik Elektro angkatan 2005 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. 05506131007 ix . penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan baik dalam isi maupun penyusunannya. 7. Semua pihak yang telah banyak memberikan bantuan baik moril maupun materil untuk terselesainya proyek akhir ini. terima kasih untuk doa. serta materil yang selalu kalian berikan untuk Ananda selama ini.6. semua yang telah kalian berikan tak mampu untuk ku membalasnya. 8. Bapak. ibu. untuk itu masukan berupa kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan dan kemajuan dimasa akan datang. Nuning Afriyanti NIM. yang telah menjadi keluarga kedua ku selama hidup di Jogja. Semoga kebaikan kalian menjadi amal ibadah. semangat. terima kasih atas warna-warni indah dilembaran kehidupanku. Dalam penyusunan tugas akhir ini.

............................. 1 3 3 4 4 4 6 BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A......................................................................................................................... Batasan Masalah ............................................................. HALAMAN PENGESAHAN ..... Struktur Memori Data ATMega8535 ……………... LAMPIRAN ................. DAFTAR TABEL ...................................... Latar Belakang ................................................... Identifikasi Masalah ....... HALAMAN MOTTO ....................................................................... E............................................... 1................................................................................................. C..................... HALAMAN PERSETUJUAN ..................................................................... D..................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ............. Tujuan .................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . F. Mikrokontroller ATMega8535 ............................... Keaslian Gagasan .................................................................................................. KATA PENGANTAR ......................................... Rumusan Masalah .................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii x xiii xv BAB I PENDAHULUAN A..................................................................................................... DAFTAR ISI ............ Manfaat ................................... HALAMAN PERNYATAAN ..................................................................................................................... ABSTRAK ...................... DAFTAR GAMBAR ....................... G........................................................... 7 7 10 x .................................................................................................... Pengertian Umum Mikrokontroller ........................ 2................................................ B....................

.... 4................................................. LCD .................. Perancangan Perangkat Lunak ...... 2.......... Catu Daya ....................................................... Konsep Perancagan .... xi ............................. Motor DC (Power Window) ……………………………......................... Pembuatan Mekanik ........ D... Proses pembuatan Hardware ........ H................. 1........... Analisis Kebutuhan ............ C............................. ATMega8 ............ Rangkaian catu daya ...... 3................... Driver Motor (ULN2804A) ……………………………............................................................................................ B.................. BAB III KONSEP PERANCANGAN DAN PENGUJIAN A......... Status Register (SREG) Pada Mikrokontroller ATMega8535 …………………………………….......... Pembuatan mekanik Box .......................... Relay ....... Diagram Alir (Flowchart) ……………………………….. 1................................ 1........ 3.......................... Limit Switch ............. G... I................................................ 2.................................................................................. E.................... 33 34 35 36 37 37 39 39 Perancangan Rangkaian ... F........ Stack Pointer ……………………………………… Timer AVR ATMega8 …………………………….......... C.... Konfigurasi Pin AVR ATMega8 …………………..........3............. 11 13 15 17 17 18 21 24 26 27 30 31 B.......................

..... B........... 59 60 60 DAFTAR PUSTAKA .............. Keterbatasan Alat ........ dan ULN2804A ..................... Driver Relay (ULN2804A) .... Kesimpulan ......................................................... Rencana Pengujian .. Rangkaian Driver Relay ..................... Saran-saran . ATMega8.............................................................. 1........................ Alat dan bahan yang digunakan …………………......2........... Pengujian Perangkat Keras ................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A............................ menit dan detik . 41 44 45 45 47 47 47 47 3......................................................................................... Pengujian Perangkat Lunak ................ 3........... D..... 5................................. Langkah-langkah pengambilan data ………………...... 2........ Hasil Pengujian Alat ……………………………………... Perencanaan tabel pengujian ……………………… BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN A. Rangkaian Mikrokontroller ATMega8535..................................... 48 48 53 56 Pembahasan ............................ 1.. LAMPIRAN 62 xii ............................................ B...... Rangkaian display jam........... 2........................... 4......... C..........

. Bentuk fisik motor Power Window ………………………....... Gambar 20..................... Gambar 6.......... Gambar 7......... Konfigurasi pin pada LM78xx …………………………….... Limit Switch Yang Terdapat Di Pasaran ......... Gambar 2....... Konfigurasi pin-pin ATmega8 ………………………….......................... Gambar 11............... Liquid Crystal Display …………………………………...................... Gambar 10.......... Rangkaian catu daya ..................... Gambar 17.... Skema Relay Elektromekanik ............. Gambar 4....... Rangkaian transistor Darlington …………………………............. Gambar 5................. Gambar 8...................... Metode Pengendalian 7-segmen LCD ……………………............... IC Mikrokontroller ATMega8535 ………………………… Konfigurasi Memori Data AVR ATMega8535 .................................. Rangkaian Dan Simbol Logika Relay ……………………......... Gambar 3.... Bentuk fisik dari IC ULN2804A .................. Gambar 9............... Gambar 19........ Diagram Alur Program ........................... Gambar 13..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.... Relay Yang Terdapat Di Pasaran ... 9 11 12 15 19 20 21 22 24 25 26 28 29 30 30 33 36 37 38 39 xiii . Metode kendali sebuah segmen LCD ……………………. Diagram blok sistem secara umum ....... Gambar 15.................................. Gambar 18..... Status Register ATMega8535 …………………………............... Gambar 14......................... Box rangkaian ........ Gambar 12........... Gambar 16................. Kerangka Mekanik ..........

............. Rangkaian Driver Relay (pada kran) ............................................... 43 44 45 46 Gambar 22....... Rangkaian Mikrokontroller ATMega8535...............Gambar 21. Gambar 23............. xiv ............................... Rangkaian Driver Motor ULN2804A ...... Rangkaian Display jam.. menit dan detik .. ATMega8 dan Driver motor ULN2804A . Gambar 24.....................

............................. Daftar Komponen Pada Rangkaian Display Jam......... Data Hasil Pengujian Untuk Jumah Pelet Yang Keluar dari Kran ................................ Tabel 5............................ Tabel 6.. Simbol Diagram Alir ………………………………………….. Karakteristik Regulator Tegangan Seri 78xx …………………......... Data Hasil Pengujian Rangkaian Driver Motor Kran ..................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1............. Data Hasil Pengujian Rangkaian Catu Daya .. Tabel 10. Tabel 3......... Menit dan Detik ...................................... Data Hasil Pengujian Rangkaian Driver Motor ....... Fungsi Pin pada IC ULN2804A ………………………………......... Tabel 2..... Tabel 8................................ 53 52 25 27 31 45 50 50 51 51 Tabel 9.......... Tabel 7............................. Data Hasil Pengujian Rangkaian Driver Motor Rel .................. xv ...... Tabel 4........................... Data Kesesuaian Antara Jam Yang Sesungguhnya dengan Jam Pada Tampilan LCD ...............

Bahkan kepadatan aktivitas yang lain tersebut dapat menyita waktu hingga berhari-hari.BAB I PENDAHULUAN A. Keadaan ini menyebabkan proses pemberian makanan kepada ikan menjadi terlantar dan tidak sesuai dengan jadwal serta porsinya atau bahkan lupa hingga berhari-hari tidak memberikan makanan kepada ikan. Apalagi jika yang dipelihara adalah ikan lele dumbo yang memerlukan jadwal pemberian makanan yang pasti dan porsi makanan yang . Salah satu hal yang terpenting dalam pemeliharaan ikan adalah pemberian makanan bagi ikan tersebut. pertumbuhannya terhambat. kebersihan kolam dan sebagainya. terkadang keseharianya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lain yang padat. Bagi pemilik ikan. sakit dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. kondisi dan pergantian air yang baik. Kelalaian dalam memberikan makanan kepada ikan dapat mengakibatkan ikan kekurangan gizi. kerdil. sebab ikan sebagai makhluk hidup tentunya memerlukan makanan agar tetap hidup dengan sehat dan cepat pertumbuhannya. Penanganan dan perawatan ikan yang baik mencakup pemberian makanan yang umumnya berupa pellet dengan teratur dan porsi yang tepat. Latar Belakang Ikan merupakan hewan yang banyak dipelihara orang dikolam atau tambak serta dapat dijadikan sebagai mata pencaharian. sirkulasi oksigen yang lancar. Agar ikan dapat hidup dengan sehat dan cepat pertumbuhannya maka memerlukan penanganan dan perawatan yang baik.

dapat dilakukan pula pemerataan tebaran makanan serta ketersediaan makanan yang terkontrol. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian rancang bangun pemberi makan ikan otomatis. Pemberi makan ikan otomatis ini berbasis kendali mikrokontroller ATMega8535. Hal demikian tentu saja sangat merugikan pemilik ikan. Disamping itu. Dengan demikian dapat diharapkan ikan akan mendapatkan makanan secara teratur dengan jumlah porsi yang mencukupi dan tidak berebut sehingga ikan dapat hidup dengan sehat. Dengan prototype ini dapat dilakukan pemberian makanan kepada ikan secara otomatis menyangkut waktu atau jadwal pemberian makanan dan jumlah atau porsi makanan.2 mencukupi. 2007). disampaing panennya lebih lama. . keterlambatan pemberian makanan serta porsi makanan yang kurang akan berdampak langsung pada penurunan bobot lele dumbo. cepat besar dan berbobot yang pada gilirannya panenan ikan akan memuaskan. pembelian makanan lele menjadi bertambah yang tentu saja memerlukan uang yang lebih banyak serta bobot ikan belum tentu memuaskan (Sukir. Apabila sampai terjadi kelalaian dalam pemberian makanan hingga berhari-hari. bisa dipastikan badan lele menjadi kurus dengan kepala besar yang memerlukan waktu yang relatif lama untuk menjadi besar dan gemuk kembali.

Batasan Masalah Mengingat keterbatasan waktu pengerjaan dan biaya yang ada. 2. maka penulis membatasi permasalahan sebagai berikut : 1. 2. 4. dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan antara lain : 1. 3.3 B. Perlu adanya alat pemberi makan ikan yang bekerja secara otomatis. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. 3. namun karena kesibukannya kadang tidak tersempatkan. sakit. maka dalam pembuatan alat pemberi pakan ikan otomatis ini. Menggunakan motor DC power window . Kerja otomatis dibatasi pada pengaturan jadwal pemberian makanan ikan dan bobot pelet serta penambahan penunjukan jam. Kelalaian dalam memberi makan ikan dapat mengakibatkan ikan kekurangan gizi. pertumbuhannya terhambat. C. Pemilik tambak harus selalu memberi makan ikan sesuai dengan jadwal. Penggunaan mikrokontroller ATMega8535 sebagai alat kendali motor serta ATMega8 sebagai kendali jam digital . kerdil. . dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. Perlu adanya basis kendali yang dipilih untuk pengendali pemberi makan ikan tersebut.

yaitu: a.4 D. Bagaimanakah rancang bangun pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535 ? 2. Mengetahui unjuk kerja prototype pemberi makan ikan otomatis berbasis mikikontroller ATMega8535. Penulis 1. Sebagai sarana penelitian tentang perancangan sistem elektronik dan pemrograman menggunakan mikrokontroller AVR . . Tujuan Tujuan yang akan dicapai dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah : a. Membuat prototype pemberi makan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535. Rumusan Masalah Permasalahan yang diangkat dalam penulisan Tugas akhir adalah : 1. F. Manfaat Pembuatan proyek akhir ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif berupa manfaat kepada semua pihak yang dapat memanfaatkannya. Bagaimanakah unjuk kerja prototype pemberi makan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535 ? E. b. Mengetahui prinsip kerja rangkaian dan mengetahui karakteristik dari setiap komponen utama rangkaian 2.

serta komponen lain ketika akan digunakan dalam pembuatan pemberi pakan ikan otomatis. Bagi Masyarakat Penelitian ini akan menghasilkan prototype pemberi makan ikan otomatis berbasisi mikrokontroller ATMega8535 yang dapat dikembangkan untuk penerapan di industri budidaya ikan seperti dikolam dan tambak dengan harga yang murah. tidak berebut karena tebaran makanan merata dan kontinyuitas makanan yang terkontrol sehingga ikan dapat hidup sehat cepat besar dan berbobot yang pada gilirannya panenan ikan dapat memuaskan. Disamping itu ikan akan mendapatkan porsi makanan yang cukup. c. sehingga dapat memacu kreatifitas dalam pengembangan rangkaian kendali berbasis mikrokontroller AVR.5 b. Bagi pemilik ikan. Mahasiswa dan Lembaga Pendidikan Menambah wawasan keilmuan dalam hal pemanfaatan teknologi Mikrokontroller AVR. penggunaan prototype pemberi makan ikan otomais berbasis mikrokontroller ATMega8535 ini dapat meringankan beban dalam memberikan makanan kepada ikan karena dapat bekerja secara otomatis. .

. Keaslian Gagasan Pembuatan proyek akhir dengan judul “Pemberi Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller ATMega8535“ merupakan pengembangan dari alat yang sudah ada. yaitu “ Pemberi Makan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller AT89S52“.6 G.

Mikrokontroller merupakan bentuk minimum dari sebuah mikrokomputer. khususnya dunia mikroelektronika. Mikrokontroller umumnya bekerja pada frekwensi sekitar 12 MHz hingga 40 MHz. Chip mikrokontroler ini dapat diprogram menggunakan port pararel atau serial.BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A. resistor. ROM dan lain sebagainya yang terintegrasi dalam keping IC. Penemuan silikon menyebabkan bidang ini mampu memberikan sumbangan yang amat berharga bagi perkembangan teknologi medern. dan kapasitor. Selain itu. Pengertian Umum Mikrokontroller 1. RAM. CPU. ada perangkat kerasnya dan ada perangkat lunaknya serta juga ada memori. . berbeda dengan instruksi MCSI yang membutuhkan 12 siklus clock. Mikrokontroller AVR (ATMega8535) memiliki arsitektur RISC8 bit. Mikrokontroller ATMega8535 Perkembangan teknologi telah maju dengan pesat dalam perkembangan dunia elektronika. dapat beroperasi hanya dengan 1 chip dan beberapa komponen dasar seperti kristal. Atmel sebagai salah satu vendor yang mengembangkan dan memasarkan produk mikroelektronika telah menjadi suatu teknologi standart bagi para desainer sistem elektronika masa kini. dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1(satu) sikuls clock.

8 ATMega8535 mempunyai kelebihan yaitu mempunyai flash memori sebesar 8K byte dengan kemampuan Read While Write. selain itu juga ATMega8535 ini juga memiliki system mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz. SRAM sebesar 512 byte. Unit interupsi internal dan eksternal. SRAM sebesar 512 byte. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat deprogram saat operasi. 5.0 V. Saluran I/O sebanyak 32 buah. Watchdog timer dengan osilator internal. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran. 13. Port C. 9. Port USART untuk komunikasi serial. dan Port D. Bekerja dengan rentang 0-33 MHz. 2. dan EEPROM sebesar 512 byte. Mikrokontroller ATMega8535 memiliki beberapa spesifikasi. Tegangan kerja 4-5. 10. serta enam pilihan mode sleep mengehemat penggunaan daya listrik. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbadingan. 11. Port antarmuka SPI 12. 14. CPU yang terdiri atas 32 buah register. 6. yaitu Port A. Antarmuka komparator analog. 7. 8. antara lain : 1. 4. Port B. . 3. Memori flash sebesar 8 Kb dengan kemampuan Read While Write.

4. Fungsi-fungsi pin yang lain dijelaskan sebagai berikut: 1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya.. 2. yaitu Timer/Counter. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroller.PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. dan komunikasi serial.9 Gambar 1. 7. Port C (PC0. Port D (PD0. GND merupakan pin Ground. interupsi eksternal. yaitu komparator analog.PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC. komparator analog. yaitu TWI. komparator analog. Port A (PA0. IC Mikrokontroller ATMega8535 (Sumber : Lingga Wardhana :2006) Jika dilihat pada gambar dapat dilihat bahwa mikrokontroller ATMega8535 terdiri dari 40 kaki (pin). dan SPI.PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. Port B (PB0.PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. 3. Mikrokontroller ini mempunyai 4 port sebagai bus data yang mana dalam satu port terdiri dari 8 pin... 5.. . dan Timer Oscilator 6.

2 di bawah ini. yaitu pada lokasi $60 sampai dengan $25F. dan sebagainya. 9. timer/counter. . 64 buah register I/O. 10. Sementara itu. yaitu 32 buah register umum. fungsi-fungsi I/O. Memori program yang terletak dalam Flash PEROM tersusun dalam word atau 2 byte karena setiap instruksi memiliki lebar 16-bit atau 32-bit. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal. Struktur Memori Data ATMega8535 AVR ATMega8535 memiliki ruang pengalamatan memori data dan memori program yang terpisah. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC. register khusus untuk menangani I/O dan kontrol terhadap mikrokontroller menempati 64 alamat berikutnya. yaitu mulai dari $20 hingga $5F. dan 512 byte SRAM internal.10 8. 2. yaitu $00 sampai $1F. Konfigurasi memori data ditunjukkan pada gambar. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC. Register tersebut merupakan register yang khusus digunakan untuk mengatur fungsi terhadap berbagai periperal mikrokontroller. Memori data terbagi menjadi 3 bagian. seperti kontrol register. Alamat memori berikutnya digunakan untuk SRAM 512 byte. Register keperluan umum menempati space data pada alamat terbawah.

.. 3....... Konfigurasi Memori Data AVR ATMega8535 (Sumber : Lingga Wardhana :2006) ATMega8535 memiliki 4KbyteX16-bit Flash PEROM dengan alamat mulai dari $000 sampai $FFF. AVR tersebut memiliki 12-bit Program Counter (PC) sehingga mampu mengalamatkan isi Flash. $025E $025F(RAMEND) Gambar 2. SREG merupakan bagian dari inti CPU mikrokontroller... Status Register (SREG) Pada Mikrokontroller ATMega8535 Status register adalah register berisi status yang dihasilkan pada setiap operasi yang dilakukan ketika suatu instruksi dieksekusi..11 Register Umum R0 R1 .... Selain itu.... AVR ATMega juga memiliki memori data berupa EEPROM 8-bit sebanyak 512 byte.... R30 R31 Register Umum R0 R1 ..... $001E $001F Alamat $0000 $0001 .. Alamat EEPROM dimulai dari $000 sampai $1FF.... $001E $001F SRAM INTERNAL $0060 $0061 . ... R30 R31 Alamat $0000 $0001 .

Bit akan diclear apabila terjadi suatu interupsi yang dipicu oleh hardware dan bit tidak akan mengizinkan terjadinya interupsi. Status register ATMega8535 (Sumber : Lingga Wardhana :2006) a. Bit 7 – I: Global Interupt Enabel Bit harus diset untuk meng-enable interupsi. serta akan diset kembali oleh instruksi RETI. Bit 5 – H: Half Carry Flag d. kita dapat mengaktifkan interupsi mana yang akan digunakan dengan cara mengenable bit kontrol register yang bersagkutan secara individu. c. Suatu bit dalam sebuah register GPR dapat disalin ke bit T menggunakan instruksi BST. Bit 3 – V: Two’s Complement Overflow Flag Bit berguna untuk mendukung operasi aritmatika. e. b.12 Bt Read/Write Initial Value 7 I R/W 0 6 T R/W 0 5 H R/W 0 4 S R/W 0 3 V R/W 0 2 N R/W 0 1 Z R/W 0 0 C R/W 0 SREG Gambar 3. Setelah itu. Bit 4 – S: Sign Bit Bit-S merupakan hasil operasi EOR antara flag-N (negatif) dan flag V (komplemen dua overflow). Bit 6 – T: Bit Copy Storage Instruksi BLD dan BST menggunakan bit-T sebagai sumber atau tujuan dalam operasi bit. dan sebaliknya bit-T dapat disalin kembali kembali ke suatu bit dalam register GPR menggunakan instruksi BLD. .

ADC sebanyak 6 saluran. 5. Bit 0 – C: Carry Flag Apabila suatu operasi menghasilkan carry. Instruksi dalam memori program dieksekusi . Saluran I/O sebanyak 23 unit. 2. CPU yang terdiri atas 32 unit register. ATMega8 ATMega8 merupakan mikrokontroller 8 bit CMOS berdaya rendah berbasis AVR (Alf and Vegard’s RISC processor) yang mempunyai arsitektur RISC (Reduce Instruction Set Computer). g. Memori flash sebesar 8 kb dengan kemampuan Read While Write. Bit 2 – N : Negative Flag Apabila suatu operasi menghasilkan suatu bilangan negatif. maka flag-N akan diset. h. Bit 1 – Z: Zero Flag Bit akan diset bila hasil operasi yang diperoleh adalah nol. Mikrokontroller ATMega8 memiliki fasilitas antara lain sebagai berikut. 1. B. maka bit akan diset. Tiga unit Timer/Counter. Arsitektur ini mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah hanya dalam satu siklus detak osilator dengan kecepatan mendekati 1 MIPS (Million Instruction Per Second) per MHz.13 f. AVR menggunakan arsitektur harvard dengan memori dan bus untuk program dan data yang terpisah. 3. 4.

dan hasilnya disimpan kembali dalam register berkas dalam satu pewaktuan detak.14 dengan a single level pipelining. Register berkas yang bisa diakses dengan cepat berisi 32x8 bit register kegunaan umum dengan waktu akses satu pewaktuan detak. Memori program merupakan flash memori yang bisa diprogram dalam sistem ISP (In-System Programing). Sehingga bisa melakukan operasi ALU (Arithmetic Logic Unit) dalam satu pewaktuan detak. Dalam operasi ALU. dari register berkas dikeluarkan dua operan. bagian boot program dan bagian program aplikasi. dilakukan eksekusi operasi. instruksi berikutnya langsung diambil dari memori program. Aliran program menyediakan loncatan bersyarat dan loncatan tidak bersyarat dan instruksi CALL. Setiap alamat memori program berisi 16 – 32 bit instruksi. yaitu register X. Operasi satu register dapat juga dieksekusi pada ALU. terdapat enam unit register yang dapat digunakan untuk pengalamatan tidak langsung 16 bit sebagai register pointer. register Y. ALU mendukung operasi aritmetik dan logik antara register atau antara konstanta dan register. Kebanyakan instruksi AVR berformat 16 bit. Register tersebut memiliki nama khusus. Memori flash program terbagi atas dua bagian. Dari 32 register yang ada. Konsep ini membiarkan instruksi dieksekusi setiap pewaktuan detak. Status register diperbaharui untuk melihat informasi hasil operasi setelah mengoperasikan sebuah operasi aritmetik. mampu mengalamatkan langsung seluruh lokasi alamat. Kedua bagian menggunakan lock bit untuk menulis . Pada saat sebuah intruksi sedang dieksekusi. dan register Z.

1. sehingga mendapatkan keluaran sekitar 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan mikrokontroller CISC (Complex Instruction Set Computer) konvensional.com) . Konfigurasi Pin AVR ATMega8 Konfigurasi pin mikrokontroller ATMega8 adalah seperti diperlihatkan pada gambar berikut : Gambar 4. Konfigurasi pin-pin ATmega8 (Sumber : http://www.15 (write) dan proteksi baca/tulis. Semua register tersebut terhubung langsung ke ALU. Inti AVR mengkombinasikan banyak set instruksi dengan 32 register keperluan umum.delta-electronic. memperbolehkan 2 register bebas yang dapat diakses oleh satu instuksi dalam satu putaran waktu. Intruksi LPM (Load Program Memory) akan dituliskan kedalam bagian memori aplikasi flash yang terletak di dalam bagian boot program. Dengan arsitektur ini penggunaan code akan lebih efisien.

f. Kaki ini juga berfungsi sebagai masukan reset. j. e. Kaki 8 dan 22 adalah ground. Kaki 1 adalah port C6 yaitu port I/O bidirectional yang dilengkapi dengan pullup internal. k. dan 14 – 19 adalah port B. PB7 dan PB6 dapat digunakan sebagai input TOSC2 dan TOSC1 untuk timer/counter2 asinkron jika AS2 bit pada ASSR diset. Kaki 7 adalah Vcc yaitu kaki untuk masukan sumber tegangan. Kaki 23 – 28 adalah port C. g. Kaki 9. pada level rendah akan terjadi reset jika lebar pulsa minimum lebih panjang. h. PB6 dapat digunakan sebagai masukan dari inverting oscillator amplifier dan sebagai input clock internal. . d. yaitu port I/O bidirectional yang dilengkapi dengan pullup internal. Jika internal RC oscillator digunakan sebagai detak sumber. Kaki 20 adalah AVCC yaitu kaki tegangan sumber untuk A/D Converter. i. yaitu port I/O bidirectional yang dilengkapi dengan pullup internal. c. PD6 dan PD7 juga dapat digunakan untuk melayani input sebagai komparator analog. b. Kaki 21 adalah AREF. 10. yaitu kaki referens analog untuk A/D Converter.16 Fungsi kaki-kaki dari ATMega8 adalah sebagai berikut : a. PB7 juga dapat digunakan sebagai output dari inverting oscillator amplifier. port C (PC0 – PC3). Kaki 2 – 6 dan kaki 11 – 13 adalah port D yaitu port I/O bidirectional yang dilengkapi dengan pullup internal.

3. Deskripsi untuk Timer/Counter 0 pada ATMega8 adalah sebagai berikut: 1) Sebagai counter 1 kanal 2) Pembangkit frekuensi (Frekuensi generator) 3) Prescaler 10 bit untuk timer b. dan alamat kembali dari suatu interupsi ataupun subrutin. Stack Pointer Stack pointer merupakan suatu bagian dari AVR yang berguna untuk menyimpan data sementara. Timer AVR ATMega8 AVR ATMega8 memiliki tiga buah pewaktu yaitu Timer/Counter 0. Timer/Counter 1. Stack pointer diwujudkan sebagai dua unit register. Saat awal maka SPH dan SPL akan bernilai 0. Berbagai fitur dari Timer/Counter 1 adalah: 1) Desain 16 bit (juga memungkinkan 16 bit PWM) 2) Dua unit compare . Timer/Counter 0 Timer/Counter 0 adalah 8 bit Timer/Counter yang multifungsi. Timer/Counter 2. Penjelasan masing-masing Timer/Counter adalah sebagai berikut : a. yaitu SPH dan SPL. sehingga perlu diinisialisasi terlebih dahulu jika diperlukan. Timer/Counter 1 Timer/Counter 1 adalah 16-bit Timer/Counter yang memungkinkan program pewaktuan lebih akurat.17 2. variabel lokal.

LCD dibuat dengan teknologi CMOS logic. LCD tidak menghasilkan cahaya tetapi . OCF1A. Timer/Counter 2 Timer/Counter 2 adalah 8 bit Timer/Counter yang multifungsi. Deskripsi untuk Timer/Counter 2 pada ATMega8 adalah sebagai berikut: 1) Sebagai counter 1 kanal 2) Pewaktuan dinolkan saat proses perbandingan tercapai (auto reload) 3) Dapat mengahasilkan gelombang PWM dengan glitch-free 4) Pembangkit frekuensi (Frekuensi generator) 5) Prescaler 10 bit untuk pewaktuan 6) Intrupsi pewaktu yang disebabkan timer overflow dan match compare C. OCF1B dan ICF1) c. LCD Display atau peraga merupakan alat yang berguna untuk menyajikan informasi tentang hal keadaan atau kondisi perangkat yang sedang diuji.18 3) Dua unit register pembanding 4) Satu unit input capture unit 5) Timer dinolkan saat match compare (autoreload) 6) Dapat menghasilkan gelombang PWM dengan glitch-free 7) Periode PWM yang dapat diubah-ubah 8) Pembangkit frekuensi 9) Empat buah sumber interupsi (TOV1.

frekuensi rendah (25 Hz hingga 60 Hz) sinyal AC dan membutuhkan arus yang sangat kecil. LCD ditata layaknya tampilan tujuh-segmen untuk pembacaan numerik seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini. molekul organik yang panjang dan silindris menyesuaikan diri dengan elektroda dari segmen. LCD adalah lapisan dari campuran organik antara lapisan kaca bening dengan elektroda transparan indium oksida dalam bentuk tampilan sevensegment dan lapisan elektroda pada kaca belakang.net) . Cahaya yang dipantulkan tidak dapat melewati molekul-molekul yang telah menyesuaikan diri dan segmen yang diaktifkan terlihat gelap.jonsanet. Pada dasarnya LCD dioperasikan dengan tegangan rendah (tipikal 3-15 Vrms).19 memantulkan cahaya yang ada di sekelilingnya terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari versi back-lit. Liquid crystal display (Sumber : www.cjb. Ketika elektroda diaktifkan dengan medan tegangan. Lapisan sandwich memiliki polarizer cahaya vertikal depan dan polarizer cahaya horisontal belakang yang diikuti dengan lapisan reflektor. Gambar 5.

.cjb. Jika tidak ada perbedaan tegangan. maka segmen akan OFF. LCD membutuhkan arus yang sangat kecil dibandingkan dengan penggunaan LED dan secara luas LCD digunakan pada peralatan yang menggunakan catu daya baterai seperti kalkulator dan arloji. Metode kendali sebuah segmen LCD (Sumber : www. Masukan lain dari EX-OR adalah sinyal kontrol yang akan mengendalikan segmen untuk ON dan OFF. dan akan padam ketika tidak ada tegangan antara keduanya. Ketika input kontrol tinggi.net) Ketika input kontrol rendah. keluaran EX-OR merupakan kebalikan dari ghelombang persegi 40 Hz. Untuk membangkitkan sinyal AC. sehingga sinyal yang menuju segmen dalam kondisi diluar-phasa (out-of-phase) dengan sinyal yang ada pada backplane.jonsanet.20 Tegangan AC dibutuhkan untuk menyalakan sebuah segmen yang diterapkan antara segmen dan backplane. keluaran EX-OR pasti akan sama dengan gelombang persegi 40 HZ sehingga sinyal yang sama diterapkan ke segmen dan backplane. Sebuah gelombang persegi 40 Hz diterapkan ke backplane dan ke input gerbang EXCLUSIVE-OR CMOS. Gambar 6. Segmen LCD akan menyala ketika sebuah tegangan AC diterapkan pada sebuah segmen dan backplane. digunakan sinyal atau gelombang persegi out-ofphase ke segmen dan backplane seperti diilustrasikan pada Gambar 7 untuk satu segmen.

perlengkapan CMOS digunakan untuk mengendalikan LCD karena dua alasan : 1. Motor DC (Power Window) Motor merupakan suatu kumparan elektrik yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak putar.net) Secara umum. TTL-low-state dapat memberikan tegangan 0.cjb. motor yang digunakan adalah motor arus searah. Metode pengendalian 7-segmen LCD (Sumber : www. Gambar 7. Pada tugas akhir ini. Adapun keungulan dari motor ini . 2. D.21 Akibatnya tegangan segmen akan berganti-ganti pada +5 V dan -5 V relatif ke backplane. Kondisi tegangan AC tersebut yang akan menyalakan segmen.jonsanet.4 V dimana tegangan tersebut dapat menghasilkan tegangan DC antara segmen dan backplane yang akan memperpendek penggunaan LCD. Membutuhkan daya yang lebih kecil daripada TTL dan cocok untuk aplikasi penggunaan LCD yang dioperasikan oleh baterai.yaitu power window.

yaitu: 1. 2. Bentuk fisik motor power window (Sumber : www. Gambar 8. .com) Prinsip dasar dari motor arus searah hampir sama dengan motor arus bolak-balik. yang merupakan tempat terbentuknya gaya gerak listrik atau aliran listrik. yang membedakannya adalah motor arus searah dilengkapi dengan komutator yang berfungsi mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah. Adanya fluks magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet. Ada tiga macam pokok yang menjadi dasar kerja sebuah motor listrik. sehingga mampu mengangkat atau menarik beban lebih kuat.22 adalah torsi yang dimiliki besar. dalam hal ini energi listrik yang diubah adalah listrik arus searah atau DC (Direct Current). Adanya kawat penghantar listrik.made-in-china. Motor arus searah (DC) berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Stator motor arus searah adalah badan motor atau kutub magnet (sikat-sikat). torsi dan kecepatan. dalam hal ini boleh fluks magnetnya tetap. Prinsip kerja motor DC adalah ketika arus listrik (I) mengalir melewati kumparan di dalam medan magnet (B) yang akan menghasilkan gaya magnetnya (F) dalam hal ini adalah gaya Lorentz. sedangkan yang termasuk rotor adalah jangkar .23 3. Gaya magnet tersebut dapat dihitung dengan persamaan : F = BIL (1) Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mentukan penilaian dari performa sebuah motor dan pengaruh kecocokannya sebagai penggerak diantaranya adalah daya. Kecepatan putar motor DC (N) dapat dirumuskan dengan persamaan di bawah ini : N= VTM − I A R A kφ N VTM IA RA k Φ (2) = Kecepatan Motor = Tegangan Terminal = Arus Jangka = Hambatan Jangkar = Konstanta Motor = Fluks Magnet Dimana : Motor listrik DC tersusun dari dua bagian yaitu bagian diam (stator) dan bagian bergerak (rotor). sedangkan kawat penghantarnya yang bergerak atau sebaliknya. sepanjang kawat tersebut (L). Gerakan relatif antara fluks dengan kawat penghantar listrik.

Struktur kaki IC ULN2804A ditunjukkan pada gambar berikut. (Sumber : www. kawat penghantar listrik yang bergerak tersebut pada dasarnya merupakan lilitan yang berbentuk persegi panjang yang disebut kumparan.DatasheetCatalog. Pada motor.24 lilitannya. E. Driver Motor (ULN2804A) IC driver motor ULN2804A terdiri dari 18 pin yang perinciannya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Gambar 9. IC ULN2804A merupakan antarmuka atau driver untuk CMOS dengan piranti yang membutuhkan arus atau tegangan yang besar misalnya relay. Bentuk fisik dari IC ULN2804A.com) .

25 Tabel 1. Untuk menggerakkan sebuah motor diperlukan daya yang besar dan mikrokontroller tidak bisa memenuhi persyaratan itu. Oleh karena itu digunakan driver motor untuk mendapatkan arus yang mencukupi agar pada motor tidak terjadi drop tegangan dan motor dapat berputar dengan baik. Rangkaian transisitor Darlington pada ULN2804 secara lebih terinci ditunjukkan pada gambar 11. (Sumber : http://www. Gambar 10.com) . Fungsi Pin pada IC ULN2804A NO 1 2 3 4 Pin 1-8 9 10 11-18 Fungsi Pin masukan dari Mikrokontroller Ground Cammon Pin output dari driver motor ke motor (Sumber : www.delta-electronic.com) Driver motor berisi rangkaian transistor Darlington yang berfungsi untuk mensuplay arus ke motor yang akan dikendalikan. Rangkaian transistor Darlington.DatasheetCatalog.

26 F. Catu Daya Unit penting dari suatu rangkaian elektronika adalah sumber tegangan atau catu daya. Besar tegangan output yang diinginkan terdapat pada kode XX dari IC tersebut. Ada beberapa rangkaian penyetabil tegangan untuk mensuplay suatu rangkaian diantaranya menggunakan IC regulator tetap. Gambar 11. IC regulator tegangan tetap yang banyak digunakan adalah jenis IC regulator 78XX untuk catu daya tegangan positif terhadap netral dan IC regulator 79XX untuk catu tegangan negatif terhadap netral dan IC yang murah dan mudah dalam penggunaannya. Hal lain yang perlu diperhatikan pada catu daya suatu rangkaian adalah kestabilannya.com/) . Jadi untuk merancang catu daya dengan tegangan output sebesar +9 V. Tegangan catu daya untuk rangkaian elektronika pada umumnya adalah dalam arus searah. Kestabillan catu daya akan membuat rangkaian bekerja dengan baik. diperlukan IC 78XX. Konfigurasi pin pada LM78xx (http://www.elektroindonesia.

5 18 Max 20 30 Untuk mendapatkan catu daya tegangan yang kita inginkan maka perlu komponen-komponen yang lain.1 0.27 Tabel 2.1 78Mxx 0. Selain itu pemasangan kapasitor tersebut bertujuan untuk menghilangkan ripple/kerut. Kemudian tegangan bolak-balik yang disearahkan oleh penyearah yaitu berupa dioda. Nilai kapasitor tergantung pada besar kecilnya arus yang akan dikeluarkan. Dari tegangan jaringan 220 V diturunkan dengan menggunakan transformator CT Steep Down ke nilai tertentu sesuai yang diperlukan.5 0. Karakteristik Regulator Tegangan Seri 78xx Tipe 7805 7812 Vout (Volt) 5 12 78Cxx 1 1 I out (A) 78Lxx 0. dan poros besi.5 Vin (V) Min 7. G. Kemudian ditambahkan transistor yang dipasang seri sebagai penguat dan kapasitor untuk penghalus keluaran. selanjutnya diratakan oleh kapasitor. Tegangan ini kemudian distabilkan oleh IC pada nilai yang diinginkan. Relay Relay merupakan rangkaian yang bersifat elektronis sederhana dan tersusun oleh saklar. medan elektromagnet (kawat koil). Fungsi dari relay yaitu untuk memutuskan atau menghubungkan suatu rangkaian elektronika yang satu dengan rangkaian elektronika yang lainnya atau merupakan jenis saklar elektromagnetik yang memiliki beberapa .

sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil. dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close).wordpress. Skema relay elektromekanik (sumber : http://handyw. Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open).files. relay juga mempunyai fungsi sebagai pengendali sistem. tahanan gulungan. Perhatikan gambar 13. akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas. tipe dan arus kontaknya. coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik.28 parameter penting yaitu rating tegangan. dan contact akan menutup. Sehingga relay mempunyai 2 macam simbol yang digunakan pada: 1. Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized).com) Selain berfungsi sebagai komponen elektronik. Relay terdiri dari coil dan contact. tegangan operasi (maksimal dan minimal). Gambar 12. Rangkaian listrik (hardware) .

com) Sifat – sifat relay : a. Daya yang diperlukan untuk mengoperasikan relay besarnya sama dengan nilai tegangan dikalikan arus. Biasanya impedansi berharga 1– 50 KΩ guna memperoleh daya hantar yang baik. Tegangan yang diperlukan untuk menggerakkan relay. Banyaknya kontak-kontak jangkar dapat membuka dan menutup lebih dari satu kontak sekaligus tergantung pada kontak dan jenis relay nya. Relay dengan perlawanan kecil memerlukan arus besar sedangkan relay dengan perlawanan besar memerlukan arus yang kecil. Rangkaian dan simbol logika relay (sumber : http://handyw. . c. Impedansi kumparan. d.files. e. biasanya impedansi ditentukan oleh tebal kawat yang digunakan serta banyaknya lilitan. b. Jarak antara kontak-kontak menentukan besarnya tegangan maksimum yang diizinkan antara kontak tersebut.wordpress. Program (software) Berikut ini simbol yang digunakan : Gambar 13.29 2.

Gambar 15. sensor ini bekerja dengan cara bersentuhan dengan objek yang dikenai. kondisi awal rangkaian dalam keadaan terhubung. sehingga ketika saklar tersebut ditekan membuat rangkaian menjadi terhubung.germes-online. Limit switch dapat difungsikan sebagai normally open atau normally close.com) H. Pada normally open. Limit switch yang terdapat di pasaran . Relay yang terdapat di pasaran (www. sehingga ketika saklar tersebut ditekan membuat rangkaian menjadi terputus. Pada normally close. Limit Switch Sensor kontak (mechanical limit switch) atau dikenal dengan limit switch.30 Gambar 14. kondisi awal rangkaian dalam keadaan terbuka.

seperti terlihat pada table 3 berikut ini. Tablel 3. P ro c e s s Setting Waktu pengolahan data dalam suatu system kerja. Diagram Alir (Flowchart) Dalam merancang sebuah program diperlukan suatu diagram alir atau yang biasa disebut dengan flowchart. Simbol diagram alir No Simbol Contoh Keterangan Terminator. Diagram alir ini dibuat guna mempermudah dalam pembacaan program secara keseluruhan. Simbol ini digunakan untuk menyatakan adanya suatu 2. Biasanya sebelum membuat program. Simbol terminal ini Start biasa digunakakn untuk 1. Decision k o n d is i menyatakan y a pemilihan program. T id a k Simbol adanya ini suatu 3. Terminator menyatakan awal dan akhir suatu rangakain program pada sistem Process. terlebih dahulu dibuat kerangka system kerja dari suatu system.31 I. . Decission. diagram alir ini dirancang. Adapun simbol-simbol yang ada saat membuat dagram alir. Oleh karena itulah.

. atau melakukan penulisan pada file keluaran (output) Connector.32 Input / output. Simbol ini digunakan untuk adanya proses 4. Simbol ini digunakan c 5. c untuk menyambung suatu rangkaian dalam suatu proses . In p u t/ O u tp u t Baca pembacaan data file input.

Berikut ini adalah gambar diagram blok sistem secara umum atau keseluruhan dari otomatisasi pemberi pakan ikan berbasis mikrokontroller : CATU DAYA Sistem Minimum Mikrokontroller ATMega8 Sistem Minimum Mikrokontroller ATMega8535 Driver Relay Settingan Waktu Display LCD Jam. Tujuan secara umum kinerja dari alat yang dibuat ini adalah pengaturan waktu yang ditentukan sesuai dengan program yang telah dibuat. Detik Motor Power Window Gambar 16. Analisis Kebutuhan Pemberi Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller ATMega8535 dibuat dengan bentuk kontruksi secara umumnya yang terdiri dari : 1. 2. Menit. Perangkat lunak (Software) yaitu alir diagram program yang dibuat untuk mengatur alur kerja sistem mekanik.BAB III KONSEP PERANCANGAN DAN PENGUJIAN A. Perangkat keras (Hardware) yaitu berupa beberapa sistem mekanik dan rangkaian pengendali. . Diagram blok sistem secara umum.

6. Catu daya 12 Volt dan 5 Volt digunakan sebagai sumber bagi motor DC Power Window dan mikrokontroller. . Besi berulir pada as motor Power Window. 7. Kabel penghubung antar catu daya dengan mikrokontroler. Tombol Push Button sebagai inputan pada mikrokontroller. Output sistem untuk motor Power Window. 3. serta rangkaian pengendali. adalah sebagai berikut : 1. Rangkaian pengendali untuk mengatur semua proses kerja alat. Alat ini dibuat sebagai perkembangan teknologi dalam mengembangkan alat yang sudah ada dalam era teknologi seperti sekarang ini. B. 5. bagian-bagian yang dibutuhkan untuk membangun alat ini. motor Power Window. 2. secara umum terdiri dari perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software). dan LCD (Liquid Crystal Display). display menit dan timer. 4. Sistem yang dirancang tersebut menggunakan komputer sebagai unit pemrograman pada mikrokontroller dan kendali utama. display jam. serta IC pendukung lainnya. Konsep Perancangan Alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535. sistem minimum Mikrokontroller ATMega8535 dan ATMega8. Seperangkat box dengan kendali utama dan tombol.34 Berdasarkan gambar tersebut diatas.

. Setelah itu gambar rangkaian disablonkan di PCB. Pada proses kedua ini tujuannya adalah melarutkan PCB yang telah disablon gambar rangkaian dengan cairan pelarut dengan maksud untuk menghilangkan tembaga yang tidak tersablon gambar rangkaian sehingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan gambar rangkaian. pelarutan PCB serta proses perakitan komponen. Sehingga dengan waktu yang ditentukan alat tersebut dapat beroperasi. 1. a. Untuk proses pembuatan Hardware pada alat ini meliputi 2 tahap. Proses pembuatan Hardware. Tahap pelarutan. Proses pembuatan lay-out diawali dengan menggambar tata letak rangkaian dengan gambar skema rangkaian yang sudah ada. Tahap yang pertama adalah pembuatan lay-out PCB. Tahap kedua adalah pembuatan mekanik berupa Box. Tahap pembuatan lay-out PCB. Kemudian gambar yang sudah jadi tersebut dicopy dengan kertas transparan atau glosi.35 Dalam mengoperasikan atau menjalankan alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535. Perancangan alat pemberi pakan ikan otomatis tersebut menekankan pada unjuk kerja dari motor Power Window dan kesesuaian pemrograman yang dibuat dengan sistem mekanik sebagai proses pemberi pakan ikan. dibantu dengan implementasi program sebagai alur kerja sistem. b.

36 c. Tahap perakitan komponen. lebar 25 cm. a. Pembuatan mekanik Box Proses pembuatan Box ditujukan untuk rangkaian pengendali. dan panjang 43 cm. Pada tahap ini membutuhkan kesabaran dan ketrampilan tangan.5 mm. LCD POWER l =25 cm TAMPAK SAMPING DETIK MENIT JAM RESETMIKRO RESETJAM INTERUPT ENTER P = 43 cm TAMPAK DEPAN Gambar 17. Berbentuk balok dengan tinggi 18 cm. Pembuatan Box untuk rangkaian ini menggunakan plat eser dengan ketebalan 1. 2. Kemudian langkah kedua adalah memasang komponen sesuai dengan tata letak dan menyolder komponen-komponen yang sudah dipasang tersebut. Pembuatan Box untuk rangkaian. Proses perakitan yang pertama adalah melubangi PCB dengan bor kecil sesuai dengan tata letak komponen. Box rangkaian t= 18 cm .

tinggi penyangga 1. lebar 50 cm.hex. Adapun untuk ukuran panjang lintasan rel 2 m. Kerangka Mekanik 4. pemilihan bahan seperti besi sangatlah cocok. Pembuatan Mekanik Mekanik atau body digunakan sebagai sebagai penopang alat secara keseluruhan. file ini kemudian dicompile menjadi file hexadesimal dengan ekstensi file *. Hal ini dikarenakan alumunium merupakan bahan yang ringan bila dibandingkan dengan besi. karena besi merupakan bahan yang kuat dan harganya pun relatif murah. Perancangan Perangkat Lunak Pada sistem pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535 ini. Dengan menggunakan perangkat lunak BASCOM-AVR. File .5 m. diprogram dengan bahasa pemrograman BASCOM. Gambar 18.37 3. Sedangkan untuk piringan nya terbuat dari alumunium.hex ini .

38 kemudian didownload ke dalam mikrokontroller dengan menggunakan perangkat lunak PonyProg 2000.00 Kran Buka Kran Buka N Y Kran Buka Tunda 50 ms Tunda 50 ms Kran Tutup Kran Tutup Tunda 50 ms Tunda 50 ms Tunda 50 ms Kran Tutup Rel Maju Rel Maju Tunda 50 ms Limit2 = 0 ? N N Limit3 = 0 ? Y Rel Maju Y Putar Piringan 10s Putar Piringan 10s Limit1 = 0 ? N d Y Putar Piringan 10 s Rel Mundur Rel Mundur b c Limit Maks Kran = 0 ? N Rel Mundur Y End a Gambar 19.00 Atau Jam = 16. Program kendali yang akan digunakan secara garis besar dapat digambarkan dalam suatu diagram alir sebagai berikut : Start a c Setting Waktu Limit Maks Kran = 0 ? b Limit Maks Kran = 0 ? d Jam = 06. Diagram Alur Program .

Sedangkan untuk catu daya +12 volt digunakan untuk motor Power Window. Rangkaian catu daya.39 C. Untuk memenuhi kebutuhan rangkain-rangkaian diperlukan catu daya +5 volt DC dan +12 volt DC. relay dan kipas sebagai pendigin. Rangkaian catu daya . serta tombol Push Button. rangkaian LCD menit dan jam. U9 LM7812 1 GND VI VO 3 12V + C4 CAPACITOR D4 1 DIODE D5 T1 CAPACITOR DIODE D6 1 DIODE D7 C2 DIODE + C1 + U10 LM7812 GND VI VO 3 2 12V + C5 CAPACITOR 220 V TRANSFORMER CT U11 LM7805 VIN GND VOUT 2 2 5V + C CAPACITOR CAPACITOR U10 LM7812 1 GND VI VO 3 3 12V + C3 CAPACITOR C3 + 2 CAPACITOR GND GND Gambar 20. display detik dan timer. Catu daya yang mensuplay kebutuhan daya untuk setiap komponen. Sumber catu daya +5 volt digunakan untuk rangkaian kendali. Perancangan Rangkaian 1.

yang berfungsi sebagai perata tegangan setelah disearahkan menggunakan dioda. . Setelah itu. Kapasitor C2 35V/1000µF berfungsi penghalus tegangan atau penghilang ripple. Kapasitor C1 sebesar 35V/1000µF yang dipasang pararel terhadap resistor digunakan sebagai filter. tegangan AC tersebut disearahkan dengan menggunakan dioda jembatan untuk menghasilkan output berdenyut. b) Dioda Dioda merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk menyearahkan gelombang AC menjadi gelombang DC. c) Kapasitor Kapasitor yang digunakan adalah kapasitor jenis elektrolit. Penambahan transistor pada rangkaian tersebut dimaksudkan untuk penguat daya yang nantinya digunakan dalam mensuplay rangkaian-rangkaian yang lain. Rangkaian Catu daya ini tersusun atas beberapa komponen antara lain: a) TRAFO Step Down Trafo Step Down merupakan suatu komponen yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC 220 V menjadi tegangan AC 12V. Untuk menstabilkan tegangan output ditambahkan IC Regulator LM7805 yang berfungsi sebagai pengatur tegangan. kemudian tegangannya diturunkan dari 220 volt dari sisi primer menjadi tegangan 12 volt pada sisi sekunder. Keluaran tersebut tetap sebesar 5 volt.40 Rangkaian tersebut terdiri dari komponen transformator Step Down. Transformator ini mendapat suplay dari tegangan jala-jala PLN.

Selain itu.41 d) IC LM7805 IC 7805 ini berfungsi untuk membatasi tegangan agar output yang keluar maksimal 5 Volt DC. Pada rangkaian sistem minimum ATMega8535 ini terdiri dari rangkain osilator (kristal dan dua kapasitor). ATMega8. Pada perancangan dan pembuatan alat ini digunakan sebuah IC mikrokontroller ATMega8535. Dalam sistem ATMega8 digunakan sebagai pengendali jam digital yang nanti nya difungsikan sebagai penyetingan jam untuk mengaktifkan . e) IC LM7812 IC 7812 ini berfungsi untuk membatasi tegangan agar output yang keluar maksimal 12 Volt DC. ATMega8 serta driver motor. Rangkaian Mikrokontroller ATMega8535. Nilai dari clock internal ini tergantung dari keramik resonator (X-TAL) yang digunakan. 2. dan rangkaian reset (resistor dan kapasitor). sistem kerja rangkaian yang lainnya yaitu rangkain resonator yang terdiri dari X-TAL 4Mhz serta dua buah kapasitor C1 dan C2 senilai 30pF yang berfungsi sebagai penghasil clock internal (penghasil detak) agar mikrokontroller ATMega8535 dapat menjalankan eksekusi program. dan ULN2804A Sistem minimum mikrokontroller ATMega8535 ini digunakan untuk mengendalikan aktif tidaknya power windows sedangkan sistem minimum mikrokontroller ATMega8 digunakan untuk mengendalikan tampilan jam pada LCD. digunakan untuk menyuplai tegangan pada rangkaian kendali dan relay.

4 (dalam kondisi ini PORTD. maka transistor akan bekerja untuk mengaktifkan relay3. Apabila PORTD. maka PORTC.5 akan berlogika 1 dan akan memicu basis pada transistor BC547 (NPN) yang berfungsi sebagai saklar elektronik. sebagai pengendali putaran pada piringan dan . maka basis pada transistor akan terpicu dan mengaktifkan relay4.4 mendapat sinyal dengan logika 0 maka PORTC.3 berlogika 1. Jika PORTC. Dalam kondisi seperti ini. Dengan prinsip kerjanya.5 akan berlogika 1 sehingga basis pada transistor pun terpicu yang kemudian mengaktifkan relay6. PORTD.5 (pada ATMega8) berlogika 0.4 mendapat sinyal dengan logika 0).2 menerima sinyal dengan logika 1. Sedangkan untuk sistem mikrokontroller ATMega8535 adalah sebagai berikut : Pada tahap awal. Kemudian jika PORTC. apabila jam yang ditentukan dalam progaram telah sama dengan settingan jam dari tombol maka PORTD. Karena PORTD. Sehingga akan mengakifkan relay2 sebagai pengendali kran dan hal ini kran dalam kondisi terbuka. sebagai pengendali rel dalam hal ini rel akan maju dan akan berhenti sampai menyentuh limit1 atau PORTD.1 (ATMega8535) akan berlogika 1. basis pada transistor NPN (darlington) akan terpicu.5 pada mikrokontroller ATMega8 berlogika 0 maka pada mikrokontroller ATMega8535 siap untuk mengeksekusi program yang ada didalamnya. sebagai pengendali kran (balik putaran) dan dalam hal ini kran dalam kondisi tertutup.42 mikrokontroller ATMega8535.

Keadaan seperti yang telah dipaparkan di atas akan sama kerja nya untuk limit2 dan limit3. 40 39 38 37 36 35 34 33 1 2 3 4 5 6 7 8 PA0/ADC0 PA1/ADC1 PA2/ADC2 PA3/ADC3 PA4/ADC4 PA5/ADC5 PA6/ADC6 PA7/ADC7 PB0/T0 PB1/T1 PB2/AIN0 PB3/AIN1 PB4/SS PB5/MOSI PB6/MISO PB7/SCK XTAL1 XTAL2 RESET PC0/SCL PC1/SDA PC2 PC3 PC4 PC5 PC6/TOSC1 PC7/TOSC2 PD0/RXD PD1/TXD PD2/INT0 PD3/INT1 PD4/OC1B PD5/OC1A PD6/ICP1 AVCC GND* AREV 22 23 24 25 26 27 28 29 1 2 3 4 5 6 7 8 9 14 1B 1C 2B 2C 3B 3C 4B 4C 5B 5C 6B 6C 7B 7C 8B 8C GND COM ULN2804A 18 17 16 15 14 13 12 11 10 pow er relay kran buka kran tutup rel maju rel mundur piringan 15 16 17 18 19 20 30 mak_ttp VCC mak_buka mak_kran 30p 13 12 9 RESISTOR 31 limit1 Y1 4MHZ 10 32 11 limit2 BC 547 30p R1 100n SW1 VCC ATMEGA 8535 GND limit3 10k 5VOLT LCD 5Volt VSS VDD VEE RS RW E D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 RV 5k 23 24 25 26 27 28 7 8 13 12 21 9 10 1 30p Y1 4MHZ PC0(ADC0) PD5(T1) PC1(ADC1) PD0(RXD) PC2(ADC2) PD1(TXD) PC3(ADC3) PD2(INT0) PC4(ADC4) PD3(INT1) PC5(ADC5) PD4(T0) VCC PB0 PB1 GND PD7 PB2 PD6 PB3 AREF PB4 PB6(XTAL1) PB5 PB7(XTAL2) AVCC PC6(RESET) GND 11 2 3 4 5 6 14 15 16 17 18 19 20 22 detik menit interupt jam enter ATMega8 30p R1 100n 10k SW1 5Volt Gambar 21. sebagai pengendali rel (hal ini berarti rel dalam kondisi mundur). ATMega8 dan Driver motor ULN2804A . Jika piringan telah berhenti.4 akan mendapatkan sinyal yang berlogika 1 sehingga basis pada transistor dipicu dan akan mengaktifkan relay4. maka PORTC.43 piringan pun akan berputar selama batas waktu yang telah ditentukan. Rangkaian Mikrokontroller ATMega8535.

menit dan detik Rangkain display jam. Rangkaian display jam. enter. Salah satu kaki dari tombol-tombel tersebut di pararel dan mendapat inputan dari sumber. menit. Tombol Push Button ini berfungsi sebagai inputan mikrokontroller. Pengaturan setting waktu dilakukan pada tombol pada Push Button yang ada pada rangkain setting waktu. menit dan detik digunakan sebagai settingan waktu dan penampil detik lewat LCD (Liquid Crystal Display). digunakan 5 buah tombol Push Button yang terdiri dari interupt.44 3. 5VOLT LCD VSS VDD VEE RS RW E D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 RV 5k 23 24 25 26 27 28 7 8 13 12 21 9 10 1 30p Y1 4MHZ PC0(ADC0) PD5(T1) PC1(ADC1) PD0(RXD) PC2(ADC2) PD1(TXD) PC3(ADC3) PD2(INT0) PC4(ADC4) PD3(INT1) PC5(ADC5) PD4(T0) VCC PB0 GND PB1 PD7 PB2 PD6 PB3 AREF PB4 PB6(XTAL1) PB5 PB7(XTAL2) GND PC6(RESET) AVCC ATMega8 11 2 3 4 5 6 14 15 16 17 18 19 22 20 detik menit interupt jam enter 30p R1 100n 10k SW1 5Volt Gambar 22. detik. Pada rangkaian ini. . Semua IC yang ada pada rangkaian ini mendapat supplay tegangan +5 volt. jam. menit dan detik. Rangkaian display jam. Pemasangan potensio pada rangkaian ini dimaksudkan sebagai pengaturan cahaya dari LCD.

C4) Rel Maju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Rel Maju(PORT. Driver Relay (ULN2804A) Rangkaian driver/penggerak yang digunakan pada Proyek akhir ini berfungsi sebagai antarmuka antara mikrokontroller dengan rangkaian daya (motor).C0) 1B 2B 3B 4B 5B 6B 7B 8B GND 1C 2C 3C 4C 5C 6C 7C 8C COM 18 17 16 15 14 13 12 11 10 Rel Mundur Kran Tutup Kran Buka Pow er Relay ULN2804A 12Volt Gambar 23.C5) Piringan Rel Mundur(PORT. Komponen utama pembentuk rangkaian driver berupa IC ULN2804A yang merupakan transistor darlington. menit dan detik NO 1 2 3 4 5 6 KOMPONEN IC ATMega8 Potensio LCD Resistor Push Button Kabel JUMLAH (Buah) 1 1 1 1 5 Secukupnya 4. Susunan rangkaian driver ditunjukan pada gambar berikut : Piringan(PORT.45 Tabel 4.C2) Kran Buka(Port. Daftar komponen pada rangkaian display jam. Rangkaian Driver Motor ULN2804A . Selain berfungsi sebagai antarmuka rangkaian ini juga berfungsi sebagai pengaman atau isolasi antara rangkaian daya dengan mikrokontroller sehingga bila terjadi kerusakan pada rangkaian daya maka mikrokontroller tidak mengalami kerusakan.C1) Pow er Relay(Port.C3) Kran Tutup(Port.

12V VCC. Apabila output dari Mikrokontroller ATMega8535 berlogika “1” maka transistor akan berada pada mode jenuh (saturasi). sehingga motor power window dalam kondisi off.0) RELAY 1 RELAY 2 KRAN BUKA(PORTC. Gambar rangkaian driver relay ini ditunjukkan pada gambar berikut ini : VCC. serta untuk memutar piringan.2) RELAY 3 1 GND 2 MOTOR POWER WINDOW Gambar 24.46 5. dimana driver ini bekerja apabila ada masukan dari rangkaian pengontrol (mikrokontroller ATMega8535). jalan nya rel (baik maju atau mundur). Rangkaian Driver Relay Rangkaian ini berfungsi mengatur aktif tidaknya power window sebagai pembuka dan penutup kran. sehingga relay akan bekerja mengaktifkan motor power window Namun apabila output dari mikrokontroller berlogika “0”. Rangkaian ini mempunyai input 12 Volt. Rangkaian Driver Relay (pada kran) .12V 4 3 5 8 6 7 1 2 6 1 2 4 3 5 8 7 POWER RELAY(PORTC. Rangkaian driver pada sistem pemberi pakan ikan otomatis ini menggunakan prinsip kerja transistor sebagai saklar yang nantinya sebagai masukan relay.12V VCC. maka transistor akan berada pada mode operasi cut off (mati).1) 3 4 5 8 6 7 1 2 KRAN TUTUP(PORTC.

Rencana Pengujian Tujuan pengambilan data adalah untuk mengetahui kebenaran rangkaian dan mengetahui kondisi komponen.47 D. Alat dan bahan yang digunakan Multimeter analog digunakan untuk mengukur besar tegangan pada rating logika 1 atau 0. b. diadakan pengamatan mengenai rangkaian driver catu daya dan jumlah bobot pelet yang tertebar dalam kurun waktu yang telah ditentukan. . serta hasil dari pengujian dari alat itu sendiri. Menghubungkan keluaran dari rangkaian power ke sumber tegangan 220V. Langkah-langkah pengambilan data a. Menghidupkan saklar. 1. Perencanaan tabel pengujian Dalam pengujian. alat. 3. Menjalankan alat dan melakukan pengujian sesuai dengan tabel pengujian alat. 2. c.

Apabila rangkaian mendapatkan logika 1 dari rangkaian mikrokontroler. Penggunaan jenis ini dimaksudkan agar hardware masih dapat bekerja untuk melakukan pensaklaran pada beban yang berdaya 350 W. Rangkaian driver dirancang dengan menggunakan transistor dan relay. Hal tersebut menyebabkan beban output yang dalam hal ini adalah motor power window akan aktif. Pengujian Perangkat Keras a. Setelah mencapai tegangan . dilakukan pengukuran pada masing-masing blok sistem ataupun komponen yang digunakan sehingga dapat dihasilkan perbandingan antara teoritis dan secara prakteknya. 1. Untuk dapat melakukan pengamatan. Rangkaian ini memanfaatkan transistor sebagai saklar elektronis yang dapat menghidupkan serta mematikan relay.BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN A. yaitu power window.dan 12 Volt dc. Blok Driver Relay yang digunakan memiliki spesifikasi 28V-5A-8pin. dalam pengambilan data dilakukan pengamatan pada tiaptiap bagian atau blok. maka saklar di dalam relay dalam keadaan hubung (ON). Hasil Pengujian Alat Pada sistem pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535 ini.

namun hal itu dilakukan karena untuk kehandalan relay. Saat kumparan relay mendapatkan arus listrik.max = Daya maksimal I V = Arus = Tegangan (3) (Watt) (Ampere) (Volt) Walaupun spesifikasi relay yang digunakan sesungguhnya terlalu besar untuk beban yang hanya 12 Volt DC. Dengan kapasitas maksimum relay yang . Vcc akan kecil dan transistor bekerja pada daerah jenuh seperti sebuah saklar yang tertutup dan dapat mengaktifkan relay. maka digunakan relay yang mempunyai nilai 5 Amp/ 28Volt. dengan perhitungan : P. inti besi akan menjadi magnet dan akan menarik kontak relay sehingga menjadi tertutup. max = I × V = 5 Amp × 28 Volt = 140 Watt Dimana : P. Jika arus basis lebih besar atau sama dengan IB. maka titik kerja transistor ada pada ujung garis beban.7 Volt untuk VBE) transistor akan berfungsi sebagai saklar tertutup .49 kerja (yaitu 0. Dengan menutupnya kontak relay akan melewatkan tegangan AC 220V ke power window atau DC 12 Volt sehingga pengendali yang ditujukan akan menyala (on). Relay yang ada dalam sistem ini difungsikan untuk mengaktifkan motor power window dengan beban 12V DC.

00010001 Aktif Tabel 6. maka untuk mengaktifkan power window yang hanya 12V DC sangat aman. 00100001 Aktif 5.50 mencapai nilai beban yang baik untuk relay sebesar 140 Watt. Data hasil pengujian rangkaian driver motor pada mikrokontroller ATMega8535 No 1.2 Yang Menuju Ke Motor 0 1 0 1 0 0 1 1 0 Volt 12 Volt 12 Volt 0 Volt Kondisi awal Kran Buka Kran Tutup Diam . Data hasil pengujian rangkaian driver motor kran pada mikrokontroller ATMega8535 Masukan Tegangan Keluaran Kondisi PORTC. 00000101 Aktif 3. Data PORTC 00000011 Relay1 Aktif Relay2 Aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Relay3 Tidak aktif Aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Relay4 Relay5 Relay6 Tidak aktif Tidak aktif Aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Aktif Tidak aktif Tidak aktif Tidak aktif Aktif Tidak aktif Ket Kran Buka Kran Tutup Rel maju Putar Piringan Rel Mundur 2. 00001001 Aktif 4.1 PORTC. Tabel 5.

10 Detik 15 Detik 25 Detik Yang Keluar (Gram) 190 Gram 210 Gram 250 Gram Bobot Pelet Tabel diatas menjelaskan tentang waktu yang diperlukan oleh kran untuk bekerja. Data Hasil Pengujian Untuk Jumlah Pelet Yang keluar Dari Kran Lama Waktu Alat No Bekerja (Second) 1. maka ikan-ikan yang ada didalam nya akan memperoleh makanan secara merata. 3. Sehingga jumlah bobot pelet yang keluar pun akan sangat dipengaruhi oleh rentang waktu tersebut. Lama tidak nya kran membuka sangatlah tergantung pada setingan waktu yang ada pada programnya.4 Yang Menuju Ke Motor 0 1 0 1 0 0 1 1 0 Volt 12 Volt 12 Volt 0 Volt Kondisi Awal Rel Maju Rel Mundur Diam Tabel 8. 2.3 PORTC. Data Hasil Pengujian Rangkaian Driver Motor Rel pada mikrokontroller ATMega8535 Masukan Tegangan Keluaran Kondisi PORTC. Dengan takaran yang tepat. Untuk memperoleh hasil penebaran yang merata pada kolam atau tambak.51 Tabel 7. maka diperlukan takaran yang tepat pula. selama proses membuka. .

3. 2. Jam Yang Sesungguhnya 19 : 49 : 52 20 : 49 : 52 21 : 30 : 22 22 : 30 : 21 23 : 30 : 20 Jam Pada Tampilan LCD 19 : 49 : 52 20 : 49 : 52 21 : 30 : 21 22 : 30 : 19 23 : 30 : 18 Selisih Waktu 1 detik 2 detik 2 detik Berdasarkan data jam pada tabel 8 diatas. 5. Akan tetapi pada pengambilan data yang seterusnya. Catu Daya Pada rangkaian catu daya ini terdiri dari transformator dioda CT sebagai penyearah gelombang penuh. Yaitu dengan adanya perubahan selisih waktu ±2 detik. motor power window serta kipas pendingin. b. Data Kesesuaian Antara Jam Yang Sesungguhnya dengan Jam pada Tampilan LCD Hari Ke 1. Sehingga jam yang ada pada tampilan LCD telah menujukkan jam yang real atau tampilan jam yang sesungguhnya. Fungsi transformator (trafo) dalam rangkaian catu daya adalah . kapasitor sebagai filter. Rangkaian catu daya yang dibuat tersebut menghasilkan tegangan +5V dan 12V. ternyata tampilan pada LCD menunjukkan perubahan. terlihat bahwa selisih waktu untuk tabel no 1 dan 2 dapat dikatakan nol. 4. dan IC regulator. Catu daya +5V digunakan untuk mencatu rangkaian-rangkaian pada sistem mikrokontroller ATMega8535 sedangkan 12V digunakan untuk mencatu relay.52 Tabel 9.

5 Volt LM7812 11.95 Volt LM7812 11. . Hasil keluaran trafo disearahkan oleh dioda dan diberi kapasitor untuk menghilangkan ripple dari penyearah dioda tersebut. Untuk mendapatkan tegangan yang stabil sesuai yang diinginkan digunakan IC regulator. Data Hasil Pengujian Rangkaian Catu Daya Output Output Trafo IC LM7805 15 Volt 4. Pengamatan tersebut menghasilkan tegangan yang tidak jauh berbeda dari tegangan keluaran yang diinginkan.53 sebagai penurun tegangan jala-jala (220V AC) menjadi 15V AC.5 Volt Output IC Output IC 2. atau biasa disebut sebagai trafo step down. Tabel 10. Pengamatan dilakukan dengan mengukur tegangan catu daya melalui multimeter. IC LM7812 digunakan untuk menghasilkan tegangan sebesar +12 V DC. Pada bagian ini akan diamati tegangan keluaran dari transformator dan tegangan keluaran dari IC regulator LM7805 dan LM7812 nantinya akan menjadi tegangan sumber. Pengujian Perangkat Lunak Perangakat lunak digunakan untuk mengendalikan kineja dari mikrokontroller dalam mengendalikan seluruh sistem pemberi pakan ikan otomatis ini disusun dengan menggunakan bahasa BASCOM. IC LM7805 digunakan untuk menghasilkan tegangan sebesar +5V DC.

Declare Sub Kerja_rel1 4.B nibble atas digunakan sebagai input .0 Mak_kran Alias Pind. Config Portc = output Config Portd = input Program diatas digunakan untuk melakukan konfigurasi port-port yang digunakan.54 a. sedangkan PORT. 14.4 Limit2 Alias Pind. c. 9. Inisialisasi Variabel Pada bagian ini.2 Mak_tutup Alias Pind. Power1 Alias Portc. 17.0 Kran_buka Alias Portc.4 Putar Alias Portc.5 Mak_buka Alias Pind. Berikut ini merupakan petikan program pada ATMega8535 sebagai program pengendali motor. 12. $regfile = "m8535. 7. akan dijelaskan mengenai perintah untuk melakukan insialisasi variabel – variabel yang nantinya akan digunakan untuk mendeklarasikan Subroutin yang nantinya akan digunakan dalam perancangan program.3 Limit1 Alias Pind. Declare Sub Kerja_rel2 5. 16. Konfigurasi Port 6. 11. 13.2 Rel_maju Alias Portc. 19. $crystal = 8000000 .1 Mulai Alias Pind.3 Rel_munduralias Portc. 15. Declare Sub Kerja_kran 3. 1.c nibble bawah digunakan sebagai output.’--------Inisialisasi Variabel---------------2.5 . Konfigurasi pada baris 7 dan 8 digunakan untuk melakukan konfigurasi pada port. Declare Sub Kerja_rel3 a. Inisialisasi Port 8. 18.dat" 2. 10.1 Kran_tutup Alias Portc.

0 = Input Config Portd. sehingga dapat memudahkan penggunaannya dalam program. Config Portd.2 . 18. konfigurasi port. 15. Berikut ini merupakan petikannya.55 20. 19.4 . 12.dat" $crystal = 8000000 Declare Sub Hitung Declare Sub Tampil Dim Kondisi As Bit Dim Detik_sat As Byte Dim Detik_pul As Byte Dim Menit_sat As Byte Dim Menit_pul As Byte Dim Jam_sat As Byte Dim Jam_pul As Byte Dim Cacah As Integer e. 16. dan inisialisasi port pada ATMega8 yang digunakan untuk penyetingan jam. 20.1 . 4. Db7 = Rs = Portc. 3. $regfile = "m8def. Limit3 Alias Pind. 10. Konfigurasi port 13. 17. 6.6 Perintah diatas digunakan untuk melakukan inisialisai pada masing–masing pin pada setiap port yang akan digunakan. 9. 2. Db4 = Portc.5 = Output Config Lcd = 16 * 2 Config Lcdpin = Pin .3 = Input Config Portd. 7. 11.0 Prescale = 64 .5 .3 . 14. Inisialisasi variabel 1.1 = Input Config Portd. Config Timer1 = Timer . d. Db6 = Portc.4 = Input Config Portd. 5. 8. Db5 = Portc. Sedangkan untuk inisialisasi variabel. Portc. E = Portc.

Pembahasan Alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535 tersebut merupakan hasil perombakan dari alat pemberi pakan ikan yang sudah ada dan diaplikasikan pada kolam ikan ataupun tambak ikan.3 Enter Alias Pind. Set_detik Alias Pind.4 B. alat ini dijalankan dengan bantuan program mikrokontroller yaitu BASCOM AVR dan untuk menghubungkan ke hardware nya digunakan program ponyprog 2000. Inisialisasi port 21. Perangkat keras (Hardware) pada alat ini dibuat dengan system mekanik yang terbuat dari lempeng besi setebal 1 mm dan menggunakan beberapa komponen didalamnya yang terdiri dari perangkat input. Hasil dari perancangan alat ini terdiri dari perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software). Program mikrokontroller ini (BASCOM AVR) mempunyai peranan penting sebagai penggerak system . Dalam proses kerjanya.56 f. perangkat pengendali.1 Set_jam Alias Pind. Pada perangkat input terdiri dari beberapa tombol Push Button yang dipasang dan digunakan untuk memasukkan input ke mikrokontroller. 22. 23. Sedangkan pada bagian output system terdiri dari rangkaian driver motor untuk menggerakkan system mekanik yaitu motor power window 12 Volt.0 Set_menit Alias Pind. dan perangkat output. 24.

. Motor pada rel akan menggerakkan piringan untuk berjalan dan akan berhenti setelah limit1 tersentuh. maka pelet yang telah keluar akan ditampung dipiringan. Proses ini akan berlangsung hingga 2 kali atau sampai station ke 3. Penyetingan waktu dikerjakan dengan memberi input pada mikrokontroller dan dengan output berupa tampilan pada LCD. Kemudian kran pun akan tertutup hingga menyentuh batasan limit. pada saat settingan waktu yang dilakukan di awal telah sesuai dengan settingan jam yang ada pada program maka pada kran pun akan membuka untuk mengeluarkan pelet pada tampungan pertama (dalam hal ini adalah galon). maka dengan sendirinya alat tersebut akan bekerja sesuai dengan setting waktu yang telah ditentukan. Penggunaan motor power window sangatlah tepat untuk memutar as untuk ulir yang berfungsi menggerakkan pelet (pakan ikan) dari tempat tampung. Proses kerja alat ini tergantung pada settingan waktu yang telah ditentukan. Setelah terbuka nya kran selama beberapa detik.57 jalannya kerja alat secara keseluruhan baik dalam penyetingan jam atau pun dalam menggerakkan motor-motor pada sistem. maka piringan pun berhenti dan akan kembali menuju kran untuk menampung pellet kembali. Setelah tertebar dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Kemudian dilanjutkan untuk memutar piringan yang berfungsi untuk menebarkan pellet pada media yang telah ada. Banyaknya pelet yang keluar tergantung dari lamanya motor tersebut berputar. Setelah waktu setting dikerjakan. Adapun mekanisme kerja dari alat ini yaitu. seperti kolam ataupun tambak ikan.

Jam digital pada alat ini. Pemilik hanya mengeset waktu nya diawal saja. otomasi pemberi pakan ikan ini. masih memiliki kekurangan yaitu untuk tampilan jam pada LCD yang terkadang tidak tampak.58 Alat pemberi pakan ikan otomatis ini memiliki keunggulan salah satu diantaranya yaitu. . proses yang lain tidak akan terpengaruh. hanya digunakan sebagai saklar saja. Akan tetapi dibalik itu semua. Atau dengan kata lain proses pemberi pakan ikan ini akan tetap bekerja secara normal. Walaupun tampilan jam yang ada tidak muncul. selanjutnya program yang akan mengeksekusi untuk menjalankan proses yang ada didalamnya. mempermudah pemilik tambak atau kolam dalam pemberian pakan untuk ikan-ikan nya.

Alat dapat menebarkan pakan ikan yang berupa pelet secara otomatis jika setingan waktu yang ditentukan telah sesuai dengan jam atau tampilan waktu pada LCD (Liquid Crystal Display) dalam hal ini pukul 06. d. Unjuk kerja dari alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller ATMega8535 telah menunjukkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Rangkaian catu daya. Rangkaian sistem minimum mikrokontroller ATMega8535.00 . maka sistem ini pun akan bekerja untuk . Rangkaian driver relay (ULN2804A). Jika setingan waktu telah sesuai maka motor akan bekerja secara otomatis. Dalam pembuatan rancang bangun penebar pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroler ATMega8535 terdiri dari beberapa rangkaian yaitu: a. b. yaitu : a. 2. c. Kesimpulan Setelah mengamati dan membahas Sistem Pemberi Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller ATMega8535 ini. Rangkaian sistem minimum mikrokontroller ATMega8.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. sebagaimana telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu : 1. b. begitu.00 dan 16.

5 m hanya mampu melayani luasan kolam atau tambak dengan 2 x 2 meter. seperti genset. Selain itu juga settingan waktunya pun harus dilakukan kembali karena system ini akan mereset ulang saat terjadi gangguan (listrik padam). 2. Adanya selisih waktu pada tampilan LCD dengan jam yang sesungguhnya akan menyebabkan ketidak akuratan jam. lebar 0. Alat ini akan bekerja ketika mendapatkan sumber listrik 220Volt.5 m. serta tinggi 1. C. . 3. Ukuran alat yang masih terbatas dengan spesifikasi panjang 2 m. Sebaiknya ukuran panjang serta tinggi rancang bangun prototype harus menyesuaikan dengan area tambak ataupun kolam yang ada. B. sehingga bila terjadi gangguan seperti pemadaman listrik maka system pada alat ini pun tidak akan bekerja sebagaimana mestinya. 2.60 menebarkan pakan ikan yang berlangsung selama 10 detik dengan berat pelet yang tertebar ±250 gram. Saran-Saran 1. Keterbatasan Alat 1. Jika memungkinkan gunakan sumber cadangan lain sebagai pengganti ketika listrik dari PLN terjadi gangguan (pemadaman listrik secara tibatiba).

Untuk lebih menyempurnakan tampilan jam. . sebaiknya menggunakan RTC (Real Time Clock). Hal ini dimaksudkan agar jam pada tampilan LCD akan sesuai dengan kondisi jam yang sesungguhnya.61 3.

(2006). Foster. D. Jakarta: Multimedia.. Yogyakarta: Penerbit Gava Media. (2003). Agfianto. Malvino A.com) (http://handyw. Ph.DAFTAR PUSTAKA Eko Putra.(2007). Sukir. Jakarta: Erlangga. FISIKA SMU KELAS 3.DatasheetCatalog. Jakarta : Erlangga. AVR Seri Wasito.files.jonsanet. Lingga.com) 62 . Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55.delta-electronic.germes-online.com) (www. Pemberi Pakan Ikan Berbasis Mikrokontroller AT89S52. Prof.com) (www. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Wahyudin. Yogyakarta : Teknik Elektro.PH. Wardhana. Barmawi M. Kumpulan Data Penting Komponen Elektronika.(2002). D. Bob.. Belajar Mudah Mikrokontroller AT89s52 Dengan Bahasa Basic Menggunakan Bascom M-8051.(2007).P. Didin.made-in-china. Belajar Sendiri Mikrokontroler ATMega8535.com) (www.elektroindonesia.cjb.Prinsipprinsip Elektronika Jilid 1 dan 2. Ph.dkk. Tjia M.wordpress.O. 1992.net) (www. (www.(1986)..com) (www. Yogyakarta : Andi Offset.

3) REL MUNDUR (PORT.12V 40 39 38 37 36 35 34 33 PA0/ADC0 PA1/ADC1 PA2/ADC2 PA3/ADC3 PA4/ADC4 PA5/ADC5 PA6/ADC6 PA7/ADC7 VCC.12 Volt mak_buka RELAY1 RELAY2 4 30p Y1 4MHZ 13 12 XTAL1 9 XTAL2 RESET 30 31 32 mak_kran limit1 RESISTOR 3 5 8 6 7 limit2 BC 547 10 30p VCC GND 11 limit3 1 2 R1 ATMEGA 8535 RELAY3 100n SW1 10k 5VOLT 1 2 LCD VCC.Gambar Rangkaian Pengendali Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller ATMega8535 VCC.C.12V RELAY3 1 2 MOTOR PENGENDALI REL 5Volt 3 5 8 6 7 1 2 4 RELAY6 1 2 MOTOR PENGENDALI PIRINGAN .2) REL MAJU (PORT C.0) KRAN BUKA (PORTC.12V 5Volt VSS VDD VEE RS RW E D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 GND 23 24 25 26 27 28 7 8 13 12 21 9 10 1 PC0(ADC0) PD5(T1) PC1(ADC1) PD0(RXD) PC2(ADC2) PD1(TXD) PC3(ADC3) PD2(INT0) PC4(ADC4) PD3(INT1) PC5(ADC5) PD4(T0) VCC PB0 PB1 GND PD7 PB2 PD6 PB3 AREF PB4 PB6(XTAL1) PB5 PB7(XTAL2) AVCC PC6(RESET) GND RV 5k 11 2 3 4 5 6 14 15 16 17 18 19 20 22 detik MOTOR PENGENDALI KRAN 4 menit 3 interupt 5 8 6 7 1 2 jam enter RELAY2 30p Y1 4MHZ 4 3 ATMega8 5 8 6 7 1 2 30p R1 100n SW1 10k VCC.4) PIRINGAN (PORT.12V PC0/SCL PC1/SDA PC2 PC3 PC4 PC5 PC6/TOSC1 PC7/TOSC2 PD0/RXD PD1/TXD PD2/INT0 PD3/INT1 PD4/OC1B PD5/OC1A PD6/ICP1 AVCC GND* AREV 22 23 24 25 26 27 28 29 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 1B 1C 2C 2B 3C 3B 4C 4B 5B 5C 6B 6C 7B 7C 8B 8C GND COM 18 17 16 15 14 13 12 11 10 POWER RELAY(PORTC.C5) 4 3 5 8 6 7 1 2 VCC 4 3 5 8 6 7 1 2 PB0/T0 PB1/T1 PB2/AIN0 PB3/AIN1 PB4/SS PB5/MOSI PB6/MISO PB7/SCK ULN2804A 5 Volt mak_ttp VCC.1) KRAN TUTUP (PORTC.

10.3 Rel_munduralias Portc. 3. 12. Wait 1 33. Do 25. 7. Gosub Kerja_rel1 32. Wait 1 28.PROGRAM PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTOLLER ATMEGA8535 1.4 Putar Alias Portc. 6. 20. Portc = &H00 26. Wait 1 35. 2. 22. 8. 13.6 '-----------------------Program Utama--------------23. 15.2 Mak_tutup Alias Pind.4 Limit2 Alias Pind. Reset Power1 29. 11. Wait 1 31. Wait 1 37.3 Limit1 Alias Pind.5 Limit3 Alias Pind.5 Mak_buka Alias Pind.1 Mulai Alias Pind. 5. Gosub Kerja_kran 30. 17.1 Kran_tutup Alias Portc.2 Rel_maju Alias Portc. $regfile = "m8535.0 Mak_kran Alias Pind. 21.dat" $crystal = 8000000 Declare Declare Declare Declare Sub Sub Sub Sub Kerja_kran Kerja_rel1 Kerja_rel2 Kerja_rel3 Config Portc = Output Config Portd = Input Portd = &B11111111 Power1 Alias Portc. Do 24. 9. Gosub Kerja_kran . 4. Gosub Kerja_rel2 36. Gosub Kerja_kran 34. 19. 18.0 Kran_buka Alias Portc. Loop Until Mulai = 0 27. 16. 14.

65. 72. 53. 66. 68. 42. 71. 51. 64. 59. 56. 46. 45.38. 69. 60. 54. 40. Kerja_kran: Set Kran_buka Waitms 50 Set Power1 Do Set Kran_buka Loop Until Mak_buka = 0 Reset Power1 Reset Kran_buka Wait 25 ’waktu saat kran buka untuk mengeluarkan pelet 'durung: Reset Kran_buka Set Kran_tutup Waitms 50 Set Power1 Do Set Kran_tutup Loop Until Mak_tutup = 0 Reset Kran_tutup Reset Power1 Return Kerja_rel1: Reset Rel_mundur Set Rel_maju Waitms 75 Set Power1 Do Set Rel_maju Loop Until Limit1 = 0 Reset Rel_maju '--PENEBAR----Waitms 5 Set Putar Wait 10 ‘waktu saat piringan memutar untuk menebarkan pelet . 50. 67. 62. 57. 70. 48. 61. 58. 39. 55. 63. 43. 47. Wait 1 Gosub Kerja_rel3 Loop 41. 49. 52. 44.

82. 84. 95. 110. 92. 83. 78. 89. 75. 93. 102. 77. 86. 103. 88. 106. 85. 101. 80. 104. 91. Reset Putar Wait 1 'durung_rel1: Set Rel_mundur Waitms 75 Set Power1 Do Set Rel_mundur Loop Until Mak_kran = 0 Reset Rel_mundur Reset Power1 Return Kerja_rel2: Reset Rel_mundur Set Rel_maju Waitms 75 Set Power1 Do Set Rel_maju Loop Until Limit2 = 0 Reset Rel_maju '--PENEBAR----Waitms 5 Set Putar Wait 10 Reset Putar Wait 1 durung_rel2: Set Rel_mundur Waitms 75 Set Power1 Do Set Rel_mundur Loop Until Mak_kran = 0 Reset Rel_mundur Reset Power1 Return Kerja_rel3: Reset Rel_mundur Set Rel_maju Waitms 75 Set Power1 Do . 108. 74. 90. 107. 105. 97.73. 99. 100. 94. 115. 112. 96. 111. 81. 114. 87. 109. 79. 98. 76. 113.

119. 121. 117. 120. 132. 123. 125.116. 130. 124. Set Rel_maju Loop Until Limit3 = 0 Reset Rel_maju '--PENEBAR----Waitms 5 Set Putar Wait 10 Reset Putar Wait 1 Set Rel_mundur Waitms 75 Set Power1 Do Rel_mundur Loop Until Mak_kran = 0 Reset Rel_mundur Reset Power1 Return 134. 129. End 'end program . 131. 133. 126. 122. 127. 128. 118.

1 Set Portd. On Int0 Seting_jam 166. Const Nilai_timer = 125000 '1detik = 31250 160. 170.1 Set_jam Alias Pind. Db7 = Portc.4 159. 139.0 Set Portd. 149.5 .1. Enable Timer1 163. 143.4 . 145. 158. 146. Db5 = Portc. Timer1 = Nilai_timer 161. Portd = 255 Set Portd.0 Config Timer1 = Timer . 151. On Timer1 Timerover 162.3 = Input Portd. 148. 147. 137. 150.0 Set_menit Alias Pind. 144. 140.E = Portc.5 = Output Lcd = 16 * 2 Lcdpin = Pin .1 = Input Portd. 157.Rs = Portc. $regfile = "m8def. 142. Portd. 156.dat" $crystal = 8000000 Declare Sub Hitung Declare Sub Tampil Dim Dim Dim Dim Dim Dim Dim Dim Kondisi As Bit Detik_sat As Byte Detik_pul As Byte Menit_sat As Byte Menit_pul As Byte Jam_sat As Byte Jam_pul As Byte Cacah As Integer Config Config Config Config Config Config Config 154. 136.2 . Prescale = 64 Set_detik Alias Pind.3 Enter Alias Pind. Enable Int0 165. 152.3 .5 .135. 155.Db6 = Portc. 138. 169. Enable Interrupts 164. 171. Db4 = Portc. 141. 167.3 Set Portd.0 = Input Portd.4 Reset Portd. 153.4 = Input Portd. 168.

176. 201. 177. 194. 189. 206. 209. 178. 184. 9 Lcd ":" Locate 2 . 193. 174. 181. 7 Lcd Menit_pul Locate 2 . 180. 185. 211. 203. 11 Lcd Detik_sat Return Hitung: If Detik_sat = 10 Then Detik_sat = 0 Incr Detik_pul End If If Detik_pul = 6 Then Detik_pul = 0 Incr Menit_sat End If If Menit_sat = 10 Then Menit_sat = 0 Incr Menit_pul End If If Menit_pul = 6 Then Menit_pul = 0 . 208. 183. 2 Lcd "Jam Digital" Do Gosub Hitung Gosub Tampil Loop Tampil: Locate 2 . 191. 173. 4 Lcd Jam_pul Locate 2 . 197. 10 Lcd Detik_pul Locate 2 . 6 Lcd ":" Locate 2 . 195. 202. 5 Lcd Jam_sat Locate 2 . 212. 199. 187. 182. 186. 192. 190. 207. 8 Lcd Menit_sat Locate 2 .172. Kondisi = 0 Cls Locate 1 . 200. 204. 188. 198. 196. 179. 210. 205. 175.

244. 239. 215. 234. 232. 236. 224. 214. 221.213. 226. If Jam_pul = 0 And Jam_sat = 6 And Menit_pul = 0 And Menit_sat = 0 And Detik_pul = 0 And Detik_sat = 0 Then Set Portd. 230. 241. 233.5 Else Reset Portd.5 Else If Jam_pul = 1 And Jam_sat = 6 And Menit_pul = 0 And Menit_sat = 0 And Detik_pul = 0 And Detik_sat = 0 Then Set Portd. 219. 229. 235. 216.5 End If End If Return Timerover: Incr Cacah If Cacah = 4 Then Cacah = 0 Incr Detik_sat End If If Detik_sat = 10 Then Detik_sat = 0 Incr Detik_pul End If Timer1 = Nilai_timer Return Seting_jam: Stop Timer1 Do If Set_detik = 0 Then 227. 231. 248. 225. 238. Incr Jam_sat End If If Jam_sat = 10 Then Jam_sat = 0 Incr Jam_pul End If If Jam_pul = 2 And Jam_sat = 4 Then Jam_sat = 0 Jam_pul = 0 End If 223. 245. 220. 237. 240. 246. 217. 247. 228. 222. 242. 243. 218. .

251. 258. 262. 260. 255. 250. Incr Detik_sat End If If Set_menit = 0 Then Incr Menit_sat End If If Set_jam = 0 Then Incr Jam_sat End If Waitms 100 Gosub Hitung Gosub Tampil Loop Until Enter = 0 Start Timer1 Return End ’ End Program . 264.249. 263. 257. 256. 261. 254. 253. 252. 259.

COP472-3 Liquid Crystal Display Controller July 1995 COP472-3 Liquid Crystal Display Controller General Description The COP472–3 Liquid Crystal Display (LCD) Controller is a peripheral member of the COPSTM family fabricated using CMOS technology The COP472-3 drives a multiplexed liquid crystal display directly Data is loaded serially and is held in internal latches The COP472-3 contains an on-chip oscillator and generates all the multi-level waveforms for backplanes and segment outputs on a triplex display One COP472-3 can drive 36 segments multiplexed as 3 x 12 (4 digit display) Two COP472-3 devices can be used together to drive 72 segments (3 x 24) which could be an 8 digit display Features Y Y Y Y Y Y Y Y Y Y Direct interface to TRIPLEX LCD Low power dissipation (100 mW typ ) Low cost Compatible with all COPS processors Needs no refresh from processor On-chip oscillator and latches Expandable to longer displays Operates from display voltage MICROWIRETM compatible serial I O 20-pin Dual-In-Line package and 20-pin SO Block Diagram TL DD 6932 – 1 COPSTM and MICROWIRETM are trademarks of National Semiconductor Corporation C1996 National Semiconductor Corporation TL DD 6932 RRD-B30M56 Printed in U S A http www national com .

Absolute Maximum Ratings Voltage at CS DI SK pins Voltage at all other Pins Operating Temperature Range b 0 3V to a 9 5V b 0 3V to VDD a 0 3V Storage Temperature Lead Temp (Soldering 10 Seconds) b 65 C to a 150 C 300 C 0 C to 70 C DC Electrical Characteristics GND e 0V VDD e 3 0V to 5 5V TA e 0 C to 70 C (depends on display characteristics) Parameter Power Supply Voltage VDD Power Supply Current IDD (Note 1) VDD e 5 5V VDD e 3V Input Levels DI SK CS VIL VIH BPA (as Osc in) VIL VIH Output Levels BPC (as Osc Out) VOL VOH Backplane Outputs (BPA BPB BPC) VBPA BPB BPC ON VBPA BPB BPC OFF VBPA BPB BPC ON VBPA BPB BPC OFF Segment Outputs (SA1 E SA4) VSEG ON VSEG OFF VSEG ON VSEG OFF Internal Oscillator Frequency Frame Time (Int Osc d 192) Scan Frequency (1 TSCAN) SK Clock Frequency SK Width DI Data Setup tSETUP Data Hold tHOLD CS tSETUP tHOLD Output Loading Capacitance Note 1 Power supply current is measured in stand-alone mode with all outputs open and all inputs at VDD Note 2 DV e 0 05VDD Conditions Min 30 Max 55 250 100 Units Volts mA mA 0 7 VDD 08 95 06 VDD 04 VDD VDD VDD a DV DV VDD a DV DV VDD a DV VDD VDD a DV 80 12 8 208 250 Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts kHz ms Hz kHz ms ms ns ms ms VDDb0 6 VDDb0 4 During BP a Time During BPb Time During BP a Time During BPb Time VDDb DV VDDb DV 0 VDDb DV 0 VDDb DV VDDb DV VDDb DV 15 24 39 4 17 10 100 10 10 100 pF http www national com 2 .

Absolute Maximum Ratings If Military Aerospace specified devices are required please contact the National Semiconductor Sales Office Distributors for availability and specifications Voltage at CS DI SK Pins Voltage at All Other Pins Operating Temperature Range b 0 3V to a 9 5V b 0 3V to VDD a 0 3V b 40 C to a 85 C Storage Temperature Lead Temperature (Soldering 10 seconds) b 65 C to a 150 C 300 C DC Electrical Characteristics GND e 0V VDD e 3 0V to 5 5V TA e b40 C to a 85 C (depends on display characteristics) Parameter Power Supply Voltage VDD Power Supply Current IDD (Note 1) VDD e 5 5V VDD e 3V Input Levels DI SK CS VIL VIH BPA (as Osc In) VIL VIH Output Levels BPC (as Osc Out) VOL VOH Backplane Outputs (BPA BPB BPC) VBPA BPB BPC ON VBPA BPB BPC OFF VBPA BPB BPC ON VBPA BPB BPC OFF Segment Outputs (SA1 E SA4) VSEG ON VSEG OFF VSEG ON VSEG OFF Internal Oscillator Frequency Frame Time (Int Osc d 192) Scan Frequency (1 TSCAN) SK Clock Frequency SK Width DI Data Setup tSETUP Data Hold tHOLD CS tSETUP tHOLD Output Loading Capacitance Note 1 Power supply current is measured in stand-alone mode with all outputs open and all inputs at VDD Note 2 DV e 0 05 VDD Conditions Min 30 Max 55 300 120 Units Volts mA mA 0 7 VDD 08 95 06 VDD 04 VDD VDD VDD a DV DV VDD a DV DV VDD a DV VDD VDD a DV 80 12 8 208 250 Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts Volts kHz ms Hz kHz ms ms ns ms ms VDDb0 6 VDDb0 4 During BP a Time During BPb Time During BP a Time During BPb Time VDDb DV VDDb DV 0 VDDb DV 0 VDDb DV VDDb DV VDDb DV 15 24 39 4 17 10 100 10 10 100 pF 3 http www national com .

Dual-In-Line Package Pin CS VDD GND DI SK BPA BPB BPC SA1 E SC4 TL DD 6932–2 Description Chip select Power supply (display voltage) Ground Serial data input Serial clock input Display backplane A (or oscillator in) Display backplane B Display backplane C (or oscillator out) 12 multiplexed outputs Top View Order Number COP472MW-3 or COP472N-3 See NS Package Number M20A or N20A FIGURE 2 Connection Diagram TL DD 6932 – 3 FIGURE 3 Serial Load Timing Diagram TL DD 6932 – 4 FIGURE 4 Backplane and Segment Waveforms TL DD 6932 – 5 FIGURE 5 Typical Display Internal Connections Epson LD-370 http www national com 4 .

Functional Description The COP472-3 drives 36 bits of display information organized as twelve segments and three backplanes The COP472-3 requires 40 information bits 36 data and 4 control The function of each control bit is described below Display information format is a function of the LCD interconnections A typical segment backplane configuration is illustrated in Figure 5 with this configuration the COP472-3 will drive 4 digits of 9 segments To adapt the COP472-3 to any LCD display configuration the segment backplane multiplex scheme is illustrated in Table I Two or more COP472-3 chips can be cascaded to drive additional segments There is no limit to the number of COP472-3’s that can be used as long as the output loading capacitance does not exceed specification TABLE I COP472-3 Segment Backplane Multiplex Scheme Bit Number 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Segment Backplane SA1 SB1 SC1 SC1 SB1 SA1 SA1 SB1 SA2 SB2 SC2 SC2 SB2 SA2 SA2 SB2 SA3 SB3 SC3 SC3 SB3 SA3 SA3 SB3 SA4 SB4 SC4 SC4 SB4 SA4 SA4 SB4 BPC BPB BPA BPB BPC BPB BPA BPA BPC BPB BPA BPB BPC BPB BPA BPA BPC BPB BPA BPB BPC BPB BPA BPA BPC BPB BPA BPB BPC BPB BPA BPA Data to Numeric Display SH SG SF SE SD SC SB SA SH SG SF SE SD SC SB SA SH SG SF SE SD SC SB SA SH SG SF SE SD SC SB SA SPA SP2 SP3 SP4 SEGMENT DATA BITS Data is loaded in serially in sets of eight bits Each set of segment data is in the following format SA SB SC SD SE SF SG SH Data is shifted into an eight bit shift register The first bit of the data is for segment H digit 1 The eighth bit is segment A digit 1 A set of eight bits is shifted in and then loaded into the digit one latches The second set of 8 bits is loaded into digit two latches The third set into digit three latches and the fourth set is loaded into digit four latches CONTROL BITS The fifth set of 8 data bits contains special segment data and control data in the following format SYNC Q7 Q6 X SP4 SP3 SP2 SP1 The first four bits shifted in contain the special character segment data The fifth bit is not used The sixth and seventh bits program the COP472-3 as a stand alone LCD driver or as a master or slave for cascading COP472-3’s BPC of the master is connected to BPA of each slave The following table summarizes the function of bits six and seven Q7 1 0 1 Q6 1 1 0 0 Function Slave Stand Alone Not Used Master BPC Output Backplane Output Backplane Output Internal Osc Output Internal Osc Output BPA Output Oscillator Input Backplane Output Oscillator Input Backplane Output Digit 1 Digit 2 0 The eighth bit is used to synchronize two COP472-3’s to drive an 8 -digit display Digit 3 Digit 4 SC1 BPC SC2 BPC SC3 BPC SC4 BPC not used Q6 Q7 SYNC Digit 1 Digit 2 Digit 3 Digit 4 5 http www national com .

LOADING SEQUENCE TO DRIVE A 4 -DIGIT DISPLAY Steps 1 2 3 4 5 6 0 Turn CE low Clock in 8 bits of data for digit 1 Clock in 8 bits of data for digit 2 Clock in 8 bits of data for digit 3 Clock in 8 bits of data for digit 4 Clock in 8 bits of data for special segment and control function of BPC and BPA 0 1 1 SP4 SP3 SP2 SP1 7 Turn CS high Note CS may be turned high after any step For example to load only 2 digits of data do steps 1 2 3 and 7 CS must make a high to low transition before loading data in order to reset internal counters LOADING SEQUENCE TO DRIVE AN 8 -DIGIT DISPLAY Two or more COP472-3’s may be connected together to drive additional segments An eight digit multiplexed display is shown in Figure 7 The following is the loading sequence to drive an eight digit display using two COP472-3’s The right chip is the master and the left the slave Steps 1 Turn CS low on both COP472-3’s 2 3 1 Shift in 32 bits of data for the slave’s four digits Shift in 4 bits of special segment data a zero and three ones 1 1 0 SP4 SP3 SP2 SP1 TL DD 6932 – 6 FIGURE 6 System Diagram – 4 Digit Display 4 5 6 7 0 This synchronizes both the chips and BPA is oscillator input Both chips are now stopped Turn CS high to both chips Turn CS low to master COP472-3 Shift in 32 bits of data for the master’s 4 digits Shift in four bits of special segment data a one and three zeros 0 0 1 SP4 SP3 SP2 SP1 8 This sets the master COP472-3 to BPA as a normal backplane output and BPC as oscillator output Now both the chips start and run off the same oscillator Turn CS high TL DD 6932 – 7 The chips are now synchronized and driving 8 digits of display To load new data simply load each chip separately in the normal manner keeping the correct status bits to each COP472-3 (0110 or 0001) FIGURE 7 System Diagram – 8 Digit Display http www national com 6 .

Physical Dimensions inches (millimeters) unless otherwise noted 20-Lead Molded DIP (M) Order Number COP472MW-3 NS Package Number M20B 7 http www national com .

COP472-3 Liquid Crystal Display Controller Physical Dimensions inches (millimeters) unless otherwise noted (Continued) 20-Lead Molded DIP (N) Order Number COP472N-3 NS Package Number N20A LIFE SUPPORT POLICY NATIONAL’S PRODUCTS ARE NOT AUTHORIZED FOR USE AS CRITICAL COMPONENTS IN LIFE SUPPORT DEVICES OR SYSTEMS WITHOUT THE EXPRESS WRITTEN APPROVAL OF THE PRESIDENT OF NATIONAL SEMICONDUCTOR CORPORATION As used herein 1 Life support devices or systems are devices or systems which (a) are intended for surgical implant into the body or (b) support or sustain life and whose failure to perform when properly used in accordance with instructions for use provided in the labeling can be reasonably expected to result in a significant injury to the user National Semiconductor Corporation 1111 West Bardin Road Arlington TX 76017 Tel 1(800) 272-9959 Fax 1(800) 737-7018 2 A critical component is any component of a life support device or system whose failure to perform can be reasonably expected to cause the failure of the life support device or system or to affect its safety or effectiveness http www national com National Semiconductor Europe Fax a49 (0) 180-530 85 86 Email europe support nsc com Deutsch Tel a49 (0) 180-530 85 85 English Tel a49 (0) 180-532 78 32 Fran ais Tel a49 (0) 180-532 93 58 Italiano Tel a49 (0) 180-534 16 80 National Semiconductor Hong Kong Ltd 13th Floor Straight Block Ocean Centre 5 Canton Rd Tsimshatsui Kowloon Hong Kong Tel (852) 2737-1600 Fax (852) 2736-9960 National Semiconductor Japan Ltd Tel 81-043-299-2308 Fax 81-043-299-2408 National does not assume any responsibility for use of any circuitry described no circuit patent licenses are implied and National reserves the right at any time without notice to change said circuitry and specifications .

MICRO-LIMIT SWITCHES SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE H APEM. PO BOX 8288. HAVERHILL.com H1 . MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.

Movement differential The distance from the operating to release position of the actuator. Free travel The distance between the release and free positions. copy and fax machines.MICRO-LIMIT SWITCHES Micro-limit pushbutton switches are used in many applications including microwave ovens.com . PO BOX 8288. Overtravel position The final position of the actuator. End operating force The force to be applied to keep the actuator in the allowed final position. Operating force The force required to cause snap action of contact. Total travel The sum of pretravel and overtravel. rated current and resistive load at 20°C ambient temperature. 1 2 3 4 A B C D E F I II III IV free position operating position overtravel position release position total travel free travel back travel pretravel overtravel movement differential total force operating force differential force release force Back travel The distance between the overtravel and release positions. DEFINITIONS OF TERMS Free position Position of the switch actuator when no force is applied. vending machines. Operating position The position of the actuator when the contact snaps. MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem. Release position The position of the actuator when the contact snaps back from the operating position to original position. Mechanical life The minimum number of actuations with no load on the switch. Pretravel The distance between free and operating positions. TRAVEL DIAGRAM H2 APEM. Contact opening gap The distance between the open contact pair. SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE H FORCE vs. They are characterized by close tolerance precision switching positions and long service life. APEM micro-limit switches are 100% electronic tested prior to shipment to insure proper operation and conformance with specifications. Release force The force applied to the actuator at the moment the contact snaps back from the operating position. HAVERHILL. Differential force The difference between the operating force and the release force. medical and security equipment. Overtravel The distance the actuator travels after the contact actuates. computer peripherals and many others. Electrical life The minimum number of actuations at rated voltage.

MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem. 0.059" (1. Close tolerance switching action with long life (10.59 oz. PO BOX 8288. 4 Amps 250 VAC (motor load) or 3 Amps 250 VAC (resistive load).com H3 .4mm) ≤ .MA SERIES . hinge lever or roller lever actuator options. Pin plunger.1 Amps 250 VAC (motor load).578" ± . G G G MATERIALS Contacts: Actuator: Case & cover: Terminals: Stationary: Nicker silver Shorting: Beryllium copper FS 161 (UL94V-O) PBT (UL94V-O) Silver plated copper/zinc AGENCY RECOGNITION NRTL Approval pending.047" (1.2mm) ≥ .020" (14.000 mechanical cycles min. H SPECIFICATIONS Operating force: Pretravel: Overtravel: Movement differential: Free position: Operating position: Operating temperature: Contact gap: Tracking resistance: ≤ 12.5mm) -40°C to +85°C less than .000.).72 oz. for 3 Amp models ≤ . NC (normally closed momentary) and NO (normally open momentary) configurations.649" (16. for 16 Amp models ≤ 0. HAVERHILL.016" (0. (20 grams) approx. ≤ .5mm) min.5mm) .118" (3mm) > PTI 175 APEM.MICRO-LIMIT SWITCHES SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE FEATURES G Ratings: 16 Amps 250 VAC (resistive load). Single pole CO (change-over or alternate action). (343 grams) approx.7mm ± 0.

020x.197"(5mm) 16(4)A MAD6A MAE6A MAF6A MAD6B MAE6B MAF6B MAD6C MAE6C MAF6C . spacing .8mm) .8x6.031 x .031 x .248" (0.031x.020 x .189" (0.031 x .031 x .MICRO-LIMIT SWITCHES ORDER FORMAT M A A 6 B SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE Series MA Circuit & quick-connect terminals A B C D E F G H I J K L Switch rating Actuator style A Pin actuator B Hinge actuator C Roller actuator Normally open (standard) .248" (0.8x4. .8mm) Normally closed.8x6.1)A H Hinge lever MAA6A MAA7A MAB6A MAB7A MAC6A MAC7A MAA6B MAB6B MAC6B MAA6C MAB6C MAC6C - MAG6A MAG7A MAH6A MAH7A MAI6A MAI7A MAG6B MAH6B MAI6B MAG6C MAH6C MAI6C - MAJ6A MAJ7A MAK6A MAK7A MAL6A MAL7A MAJ6B MAK6B MAL6B MAJ6C MAK6C MAL6C - Roller lever NO = NORMALLY OPEN: NC = NORMALLY CLOSED: NC (2) CO = CHANGE-OVER: NC (2) COM (1) NO (4) COM (1) NO (4) COM (1) H4 APEM.8mm) Normally closed.189" (0.8x6.8x6.189" (0.248" (0.189" (0.3mm) 6 16(4)A 250 VAC Normally closed (standard) .8x6. .197" (5mm) Change-over. PO BOX 8288.197" (5mm) Normally open.8mm) STANDARD MODELS Quick-connect terminal . . HAVERHILL.5x4.5x4.3mm) pin spacing .197" (5mm) Normally closed.8x6. . spacing . .3mm).8mm) Change-over.8x4.3mm) Normally open.248" (0.031 x .248" (0.8x4.3mm).020 x . MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.1)A 16(4)A 3(0.189" (0.8x6.3mm) .031x. .1)A 250 VAC Change-over (standard) .3mm) 7 3(0.031 x .8mm) Change-over.8x4.248" (0.031x.1)A 16(4)A 3(0.3mm).189" (0.248" (0. spacing .248" (0.com . .8mm) Switching capacity Pin plunger NO NC CO NO NC CO NO NC CO 16(4)A 3(0.5x4.031 x .020 x .031 x . .8mm) Normally open.MA SERIES .5x4. .8x6.031 x .189" (0.189" (0.

HAVERHILL. PO BOX 8288.248" (0.031x.3mm) SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE Normally open Change-over Side view Normally closed Quick-connect terminal H Hinge lever Roller lever APEM.8x6.MICRO-LIMIT SWITCHES MECHANICAL OUTLINES Models with quick-connect terminal . MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.com H5 .MA SERIES .

3mm) & pin spacing .248" (0.MICRO-LIMIT SWITCHES MECHANICAL OUTLINES Models with quick-connect terminal .MA SERIES .031x. PO BOX 8288.com SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE . HAVERHILL.8x6.197" (5mm) Normally open Change-over Side view Normally closed Quick-connect terminal H Hinge lever Roller lever Adaptor element H6 APEM. MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.

MICRO-LIMIT SWITCHES MECHANICAL OUTLINES Models with quick-connect terminal .031x.8 or 0.3mm) SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE Normally open Change-over Normally closed H Hinge lever Roller lever Side view Quick connect terminal APEM.248" (0.com H7 .8x6. MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.MA SERIES . HAVERHILL.020 or . PO BOX 8288.

MICRO-LIMIT SWITCHES FEATURES G G Ratings: 10 Amps 250 VAC (resistive load). Pin plunger.).3mm) -40°C to +85°C < .005" (0. HAVERHILL. Single pole CO (change-over or alternate action).012" (8.13mm) ≤ .4mm ± (0.039" (1mm) ≥ . 1.024" (0. NC (normally closed momentary) and NO (normally open momentary) configurations.000 mechanical cycles min.118" (3mm) >PTI 175 H8 APEM. (274 grams) approx. hinge lever or roller lever actuator options.MB SERIES . ≤ .com SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE . Close tolerance switching action with long life (10.000.3mm) . MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.6mm) ≤ .331" ± .5 Amps 250 VAC (motor load).366" (9. G G MATERIALS Contacts: Actuator: Case & cover: Terminals: Stationary: Nickel silver Shorting: Beryllium copper POM (UL94HB) PBT (UL94V-O) Silver plated copper/zinc AGENCY RECOGNITION H SPECIFICATIONS Operating force: Pretravel: Overtravel: Movement differential: Free position: Operating position: Operating temperature: Contact gap: Tracking resistance: ≤ 10 oz. PO BOX 8288.

MB SERIES - MICRO-LIMIT SWITCHES

ORDER FORMAT

M B D 5 B 1

SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE

Series MB

Circuit & quick-connect terminals D E F G H J Normally open (solder terminal) Normally closed (solder terminal) Change-over (solder terminal) Normally open (p.c. terminal) Normally closed (p.c. terminal) Change-over (p.c. terminal)

Switch rating 5 10(1.5)A 250 VAC

Actuator style A Pin actuator B Hinge actuator C Roller actuator

Length Actuator length and fixed position(see table below)

STANDARD MODELS Circuit Terminals . Pin plunger with radius Pin plunger, spherical form Lever type Hinge lever Fix EH EV EH EV EH EV EH EV EH EV EH EV Act. length .189" (4.8mm) .276" (7.0mm) .276" (7.0mm) .370" (9.4mm) .098" (2.5mm) .185" (4.7mm) .185" (4.7mm) .280" (7.1mm) .098" (2.5mm) .185" (4.7mm) .185" (4.7mm) .280" (7.1mm) MBD5B MBD5B2 MBD5B1 MBD5B3 MBD5C MBD5C2 MBD5C1 MBD5C3 MBD5E MBD5E2 MBD5E1 MBD5E3 MBG5B MBG5B2 MBG5B1 MBG5B3 MBG5C MBG5C2 MBG5C1 MBG5C3 MBG5E MBG5E2 MBG5E1 MBG5E3 MBE5B MBE5B2 MBE5B1 MBE5B3 MBE5C MBE5C2 MBE5C1 MBE5C3 MBE5E MBE5E2 MBE5E1 MBE5E3 MBH5B MBH5B2 MBH5B1 MBH5B3 MBH5C MBH5C2 MBH5C1 MBH5C3 MBH5E MBH5E2 MBH5E1 MBH5E3 MBF5B MBF5B2 MBF5B1 MBF5B3 MBF5C MBF5C2 MBF5C1 MBF5C3 MBF5E MBF5E2 MBF5E1 MBF5E3 MBJ5B MBJ5B2 MBJ5B1 MBJ5B3 MBJ5C MBJ5C2 MBJ5C1 MBJ5C3 MBJ5E MBJ5E2 MBJ5E1 MBJ5E3 Normally open Solder MBD5A MBD5D P.C. MBG5A MBG5D Normally closed Solder MBE5A MBE5D P.C. MBH5A MBH5D Change-over Solder MBF5A MBF5D P.C MBJ5A MBJ5D

Roller lever

H

Simulated roller lever

NO = NORMALLY OPEN:

NC = NORMALLY CLOSED: NC (2)

CO = CHANGE-OVER: NC (2) COM (1) NO (4)

COM (1) NO (4)

COM (1)

APEM, PO BOX 8288, HAVERHILL, MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.com

H9

MB SERIES - MICRO-LIMIT SWITCHES
ACTUATORS AND SPECIFICATIONS

Hinge lever
Actuator . Actuator length, inches ±.031" ±0.8mm Fixed position, EH=rear EV=front Operating force, ≤ grams ≤ ??? Pre-travel, ≤ inches ≤ mm Overtravel, min. inches min. mm Overtravel, max. inches max.mm Movement diff.≤ inches ≤ mm Free position, ≤ inches ≤ mm Operating position, inches Tolerance inches ± Operating position, mm Tolerance mm ± Order code

Roller lever
Hinge lever .189 4.8 EH 100 .177 4.5 .030 0.75 .059 1.5 .035 0.9 .551 14 .421 .063 10.7 1.6 B .276 7.0 EV 45 .354 9 .049 1.25 .098 2.5 .059 1.5 .709 18 .472 .118 12 3 B2 .276 7.0 EH 85 .197 5 .030 0.75 .059 1.5 .047 1.2 .591 15 .437 .071 11.1 1.8 B1 .370 9.4 EV 40 .394 10 .059 1.5 .118 3 .071 1.8 .787 20 .492 .138 12.5 3.5 B3 .098 2.5 EH 110 .177 4.5 .030 0.75 .059 1.5 .028 0.7 .748 19 .622 .063 15.8 1.6 C Roller lever .185 4.7 EV 50 .354 9 .049 1.25 .098 2.5 .059 1.5 .866 22 .669 .118 17 3 C2 .185 4.7 EH 95 .197 5 .030 0.75 .059 1.5 .039 1 .787 20 .638 .071 16.2 1.8 C1 .280 7.1 EV 40 .394 10 .059 1.5 .118 3 .071 1.8 .945 24 .689 .138 17.5 3.5 C3

Simulated roller lever
Simulated roller lever .098 2.5 EH 115 .177 4.5 .030 0.75 .059 1.5 .028 0.7 .748 19 .630 .063 16 1.6 E .185 2.7 EV 60 .354 9 .049 1.25 .098 2.5 .059 1.5 .866 22 .677 .118 17.2 3 E2 .185 4.7 EH 95 .197 5 .030 0.75 .059 1.5 .039 1 .787 20 .646 .071 16.4 1.8 E1 .280 7.1 EV 50 .394 10 .059 1.5 .118 3 .071 1.8 .945 24 .697 .138 17.7 3.5 E3

H

MECHANICAL OUTLINES

Normally open

Change-over

Side view (w/solder terminal)
H10

Normally closed

P.C. terminal

APEM, PO BOX 8288, HAVERHILL, MA USA 01835-0788 TOLL FREE: (877) 246-7890 FAX: (781) 245-4531 E-mail: info@apem.com

SPECIFICATIONS SUBJECT TO CHANGE WITHOUT NOTICE

Order this document by ULN2803/D

ULN2803 Octal High Voltage, High Current Darlington Transistor Arrays
The eight NPN Darlington connected transistors in this family of arrays are ideally suited for interfacing between low logic level digital circuitry (such as TTL, CMOS or PMOS/NMOS) and the higher current/voltage requirements of lamps, relays, printer hammers or other similar loads for a broad range of computer, industrial, and consumer applications. All devices feature open–collector outputs and free wheeling clamp diodes for transient suppression. The ULN2803 is designed to be compatible with standard TTL families while the ULN2804 is optimized for 6 to 15 volt high level CMOS or PMOS.

ULN2804

OCTAL PERIPHERAL DRIVER ARRAYS
SEMICONDUCTOR TECHNICAL DATA

MAXIMUM RATINGS (TA = 25°C and rating apply to any one device in the
package, unless otherwise noted.) Rating Output Voltage Input Voltage (Except ULN2801) Collector Current – Continuous Base Current – Continuous Operating Ambient Temperature Range Storage Temperature Range Junction Temperature
RθJA = 55°C/W Do not exceed maximum current limit per driver.

Symbol VO VI IC IB TA Tstg TJ

Value 50 30 500 25 0 to +70 – 55 to +150 125

Unit V V mA mA °C °C °C A SUFFIX PLASTIC PACKAGE CASE 707

PIN CONNECTIONS

1

18 17 16 15 14 13 12 11 10

ORDERING INFORMATION
Characteristics Input Compatibility TTL, 5.0 V CMOS 6 to 15 V CMOS, PMOS Operating Temperature Range TA = 0 to + 70°C

2 3 4 5 6 7 8 Gnd 9

D i Device ULN2803A ULN2804A

VCE(Max)/IC(Max) 50 V/500 mA

© Motorola, Inc. 1996

Rev 1

MOTOROLA ANALOG IC DEVICE DATA

1

IC = 200 mA) (VCE = 2. IC = 350 mA) Input Capacitance Turn–On Delay Time (50% EI to 50% EO) Turn–Off Delay Time (50% EI to 50% EO) Clamp Diode Leakage Current (Figure 6) (VR = 50 V) Clamp Diode Forward Voltage (Figure 7) (IF = 350 mA) TA = +25°C TA = +70°C All Types All Types ULN2802 ULN2804 VCE(sat) All Types All Types All Types II(on) ULN2802 ULN2803 ULN2804 ULN2804 VI(on) ULN2802 ULN2803 ULN2803 ULN2803 ULN2804 ULN2804 ULN2804 ULN2804 All Types ULN2801 II(off) hFE CI ton toff IR VF – – – – – – – – 50 1000 – – – – – – – – – – – – – 100 – 15 0.0 8. unless otherwise noted) Characteristic Output Leakage Current (Figure 1) (VO = 50 V.5 1. IB = 250 µA) Input Current – On Condition (Figure 4) (VI = 17 V) (VI = 3.45 V – – – 1.82 0.0 V. IC = 300 mA) (VCE = 2.0 6.0 V.0 5. VI = 1.0 V) (VO = 50 V.35 0.0 V.0 7.1 mA Symbol ICEX – – – – – – – – 100 50 500 500 V Min Typ Max Unit µA 2 MOTOROLA ANALOG IC DEVICE DATA . IB = 500 µA) (IC = 200 mA.0 V.0 V. TA = +70°C) DC Current Gain (Figure 2) (VCE = 2.93 0. IC = 125 mA) (VCE = 2.0 µA – pF µs µs µA V – – – – 0.0 50 100 2. TA = +70°C.6 1. TA = +70°C.95 0.35 1.ULN2803 ULN2804 ELECTRICAL CHARACTERISTICS (TA = 25°C.0 V) (VI = 12 V) Input Voltage – On Condition (Figure 5) (VCE = 2.25 – 1. TA = +25°C) (VO = 50 V.0 V) Collector–Emitter Saturation Voltage (Figure 2) (IC = 350 mA. IC = 300 mA) (VCE = 2.0 1. IC = 275 mA) (VCE = 2.4 2.1 0. TA = +70°C) (VO = 50 V.0 – – 25 1. IC = 200 mA) (VCE = 2. IC = 250 mA) (VCE = 2.7 3.5 13 2.25 0.0 V.3 1. IC = 350 mA) Input Current – Off Condition (Figure 3) (IC = 500 µA.0 1.85 V) (VI = 5. IB = 350 µA) (IC = 100 mA.0 V. VI = 6.25 1.0 V.85 1.0 V.

Open h FE + IC I in µA Open DUT ICEX Vin DUT IC V VCE Figure 3. IF V VF DUT Open MOTOROLA ANALOG IC DEVICE DATA 3 .ULN2803 ULN2804 TEST FIGURES (See Figure Numbers in Electrical Characteristics Table) Figure 1. Open VCE Figure 4. VR µA IR DUT IC Vin V VCE V Open DUT Figure 7. Open VCE Figure 2. Open Figure 6. Open µA Iin Vin µA µA Vin DUT DUT Open Figure 5.

Output Current versus Saturation Voltage Figure 9.0 1.7 k 7.0 k 1/8 ULN2804 Pin 10 4 MOTOROLA ANALOG IC DEVICE DATA . Representative Schematic Diagrams 1/8 ULN2803 2.5 6. INPUT VOLTAGE (V) 5.5 VCE(sat). ULN2803 Input Current versus Input Voltage 2. COLLECTOR CURRENT (mA) IC .0 4.2 k 3. unless otherwise noted Output Characteristics Figure 8.0 10 VIN.0 7.0 9.0 0 0 200 400 600 IIN.5 0.5 1.5 0 2. INPUT VOLTAGE (V) 11 12 13 Figure 12.0 Figure 11.0 k Pin 10 10. INPUT CURRENT (mA) 1.0 3.5 VIN. COLLECTOR CURRENT (mA) 600 All Types 400 600 All Types 400 200 200 0 0 0.5 3.5 1.0 2. ULN2804 Input Current versus Input Voltage IIN .5 1.2 k 3.5 k 7.0 1. Output Current versus Input Current IC .0 5.0 6.0 0. INPUT CURRENT (mA) IIN .0 2.5 4. SATURATION VOLTAGE (V) 2.ULN2803 ULN2804 TYPICAL CHARACTERISTIC CURVES – TA = 25°C. INPUT CURRENT (µA) 800 Input Characteristics Figure 10.0 8.0 0 5.

56 4.040 0.012 0.60 3.100 BSC 0.050 0. DIMENSION L TO CENTER OF LEADS WHEN FORMED PARALLEL.57 0.36 0. 2.30 2.92 3.022 0.52 0.240 0.014 0.24 6.62 BSC 0_ 15_ 0. SHALL BE WITHIN 0.02 1.060 0.140 0. DIMENSION B DOES NOT INCLUDE MOLD FLASH.56 1.070 0. 3.43 7.260 0.22 23.135 0.27 1.25 (0.10 6. IN RELATION TO SEATING PLANE AND EACH OTHER.78 2.300 BSC 0_ 15 _ 0.20 0.115 0.915 0.008 0.51 1.020 0.02 INCHES MIN MAX 0.010) AT MAXIMUM MATERIAL CONDITION.54 BSC 1. POSITIONAL TOLERANCE OF LEADS (D).040 A C L DIM A B C D F G H J K L M N N F H G D SEATING PLANE K M J MOTOROLA ANALOG IC DEVICE DATA 5 .875 0. MILLIMETERS MIN MAX 22.ULN2803 ULN2804 OUTLINE DIMENSIONS A SUFFIX PLASTIC PACKAGE CASE 707–02 ISSUE C 18 1 10 B 9 NOTES: 1.180 0.

is an Equal Opportunity/Affirmative Action Employer. Should Buyer purchase or use Motorola products for any such unintended or unauthorized application. or authorized for use as components in systems intended for surgical implant into the body. including without limitation consequential or incidental damages. Inc. P.sps. or for any other application in which the failure of the Motorola product could create a situation where personal injury or death may occur. and reasonable attorney fees arising out of. intended. 1–800–441–2447 or 602–303–5454 MFAX: RMFAX0@email. Motorola and are registered trademarks of Motorola. any claim of personal injury or death associated with such unintended or unauthorized use. Motorola products are not designed. Tokyo 135. How to reach us: USA / EUROPE / Locations Not Listed: Motorola Literature Distribution. Tai Po.K. “Typical” parameters which may be provided in Motorola data sheets and/or specifications can and do vary in different applications and actual performance may vary over time.com JAPAN: Nippon Motorola Ltd. Inc. and distributors harmless against all claims. Hong Kong. directly or indirectly. 51 Ting Kok Road. damages. Motorola makes no warranty. N. Ltd. Arizona 85036. Box 20912. Tatsumi–SPD–JLDC. and expenses. even if such claim alleges that Motorola was negligent regarding the design or manufacture of the part. affiliates. Phoenix. 852–26629298 6 ◊ *ULN2803/D* MOTOROLA ANALOG IC DEVICE DATA ULN2803/D .. Japan.com – TOUCHTONE 602–244–6609 INTERNET: http://Design–NET. representation or guarantee regarding the suitability of its products for any particular purpose. 8B Tai Ping Industrial Park.. nor does Motorola assume any liability arising out of the application or use of any product or circuit. All operating parameters.mot. or other applications intended to support or sustain life.ULN2803 ULN2804 Motorola reserves the right to make changes without further notice to any products herein. 03–81–3521–8315 ASIA/PACIFIC: Motorola Semiconductors H.T. employees.O. Buyer shall indemnify and hold Motorola and its officers.. and specifically disclaims any and all liability. Motorola does not convey any license under its patent rights nor the rights of others. 6F Seibu–Butsuryu–Center. subsidiaries. costs. 3–14–2 Tatsumi Koto–Ku. Motorola. including “Typicals” must be validated for each customer application by customer’s technical experts.