You are on page 1of 55

LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI EKSPERIMEN

Disusun Oleh : Nama NIM : Ismi Zulaehah : 12013113

Assisten : Nana Diana Pramudita

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2013

Daftar Isi Daftar Isi ......................................................................................... i Asosiasi ............................................................................................ 1 Transfer of Learning ....................................................................... 10 Memory .......................................................................................... 18

i

LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI EKSPERIMEN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Nama Eksperimenter Nomor Mahasiswa Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Pendidikan Nama Eksperimen Nomor Eksperimen Tanggal Eksperimen Waktu Tempat Eksperimen : Ismi Zulaehah : 12013113 : Vega Nucleoniza dan Meidiya Ende Repa : Perempuan : 18 Tahun dan 17 Tahun : 1. Mahasiswa S-1 Psikologi : ASOSIASI :1 : 03 Desember 2013 : 14.30-16.30 WIB : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

I.

PROBLEM Tanggapan-tanggapan dari pikiran kita terlihat datang dan pergi. Banyak dan sedikitnya tanggapan berhubungan dengan kebiasaan. Stimulus yang berbeda menghasilkan jumlah tanggapan yang berbeda pula. Setiap individu akan memberikan respon yang berbeda ketika dihadapkan pada stimulus yang boleh ditanggapi secara bebas dengan ketika dihadapkan pada stimulus yang dibatasi tanggapannya.

II.

DASAR TEORI Association (asosiasi), makna paling umum : hubungan fungsional dan bisa dipelajari antara dua/lebih elemen. Mengidentifikasi apa sajakah elemen-elemen hubungan tersebut (yaitu ide, tindakan, imaji, stimuli-respon, dan memori), dan menspesifikkan mekanisme yang melandasinya

merupakan upaya teoretis yang banyak dilakukan para filsuf dan psikolog sejak dulu. Association juga diartikan sebagai ikatan atau hubungan yang dipertemukan lewat makna. Di massa keemasan behaviorisme, kebanyakan teori belajar dikembangkan berdasarkan ikatan atau asosiasi antara stimuli (S) dan respon (R), dinotasikan S-R, sejumlah aktivitas penelitian yang tidak bisa dianggap sepele tersebut dimaksudkan untuk memahami hakikat hubungan asosiatif ini. Dan dalam praktiknya, setiap karakterisasi asosiasi

1

2

diteliti terus dari waktu ke waktu, entah dari sekadar jalan saraf yang sederhana sampai jaringan proporsi yang abstrak. Menariknya, meskipun „pendekatan S-R‟ sudah ditinggalkan, konsep tentang asosiasi atau hubungan di antara elemen-elemen sekarang dihidupkan kembali melalui perspektif yang disebut connectionism. Selain itu, association juga mengandung arti sebuah pengalaman psikologis tertentu yang dimunculkan oleh sebuah stimulus atau peristiwa; contohnya, Anda diberi kata „seks‟ maka urutan-urutan asosiasi akan muncul dengan sendirinya. Makna ini biasanya dilengkapi oleh sebuah keterangan seperti constrained association atau free association. Di dalam statistika : derajat perubahan di satu variabel disertai perubahan di variabel lain. Di dalam analisis korelasional contohnya, tidak aneh jika kita membicarakan asosiasi diantara variabel-variabel yang berkorelasi secara statistik. Akhirnya, perhatikan juga bahwa sejarah penggunaan istilah ini yang begitu lama dan bervariasi telah melahirkan sejumlah besar penggunaan spesifik. Kebanyakan masih terus digunakan dan berperan signifikan di dalam psikologi, yang tentunya selalu disertai keterangan seperti beberapa item berikut ini : 1. Association arreas (wilayah/area asosiasi) Wilayah-wilayah di otak (persisnya korteks atau kulit otak) tempat „proses-proses mental lebih tinggi‟ seperti berpikir dan bernalar diduga muncul. Secara umum, wilayah korteks yang tidak menunjukkan fungsi motorik dan sensorik dianggap sebagai wilayah asosiasi. Yang paling sering dikutip dan ditemukan prosesnya adalah lobus frontalis dan lobus parietalis. 2. Association backward (asosiasi mindur) hubungan antara satu item di sebuah daftar dalam tugas pembelajaran-berseri dengan sebuah item atau beberapa item yang mendahuluinya. Asosiasi-asosiasi regresif dianggap lebih lemah ketimbang forward association. Namun demikian, pada keduanya berlaku hal yang sama, semakin jauh asosiasinya, semakin lemah hubungannya. 3. Association by cogniguity (asosiasi teratur) istilah pemayung utuk sejumlah generalisasi empiris dan teoritis menganai cara-cara asosiasi dibentuk.

3

4. Association constrained (asosiasi terbatas) istilah umum untuk setiap prosedur asosiasi yang di dalamnya stimuli yang diberikan kepada subjek atau tipe respons yang boleh diberikan subjek terbatasi. Setiap asosiasi selain free association. 5. Association controlled (asosiasi terkontrol) sebuah teknik yang digunakan di dalam penelitian klinis maupun eksperimen dengan memberikan instruksi yang tepat bagi batasan-batasan jenis asosiasi yang boleh diberikan subjek atau klien kepada stimuli. Asosiasi terkontrol merupakan salah satu bentuk constrained association. 6. Association direct (asosiasi langsung) sebuah asosiasi diantara dua hal yang tidak dijembatani oleh hal-hal lain, atau oleh peranti-peranti mnemonik. 7. Association forward (asosiasi maju) sebuah koneksi antara satu item di sebuah daftar di dalam tugas pembelajaran-berseri dengan sebuah item atau beberapa item yang mengikutinya. Asosiasi maju dianggap lebih kuat ketimbang backward association. 8. Association free (asosiasi bebas) sebuah asosiasi yang tidak dibatasi, boleh dilakukan terhadap ide, gagasan, imaji, bayangan, kata atau gambaran apapun. Di dalam free association test (tes asosiasi bebas), subjek diberi sebuah kata dan diminta menjawab dengan kata pertama yang muncul di benak. Asosiasi bebas banyak digunakan di berbagai wilayah penelitian dan terapi, namun penggunaan terbesarnya adalah psikologi kognitif dan psikoanalisis. Psikologi kognitif menggunakan asosiasi bebas untuk mengeksplorasi topik-topik seperti kecepatan manusia memaknai, mengenali sintaksis dan tanda-tanda bahasa, dan kemampuan mengakses memori-implisit. Sedangkan penyelidikan dan prosedur terapi psikoanalitik menggunakannya untuk mengeksplorasi alam bawah sadar klien terhadap suatu perilaku yang dianggap klien mengganggu atau yang menurut orang lain menyimpang (biasanya lewat projective test dan meminta pasien bercerita bebas tentang apa saja yang dirasakannya, dipandu pertanyaan-pertanyaan terapis yang intervensif). (Arthur S. Reber & Emily S. Reber, 2010) Faktor-faktor yang mempengaruhi asosiasi antara lain: Kebiasaan yang sering dihadapi dimana banyak sedikitnya aktivitas yang ia ikuti, ada

(Jess Feist & Gregory J. dan mengikuti ke mana ide ini pergi. tanpa memandang apakah pikiran tersebut ada atau tidak ada ataupun menimbulkan rasa jijik. Tujuan asosiasi bebas adalah untuk sampai ke alam tidak sadar dengan cara mulai dari ide yang disadari saat ini. Treatment/perlakuan : Keterangan : R : Random X : perlakuan (X1 : pada kelompok 1. menelusurinya melalui serangkaian asosiasi. Proses ini tidak mudah dan sejumlah pasien tidak bisa menjalani proses tersebut. Dengan membagi 24 subjek secara random ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing terdiri dari 12 subjek. HIPOTESIS Ada pengaruh perbedaan tipe asosiasi yang diberikan terhadap jumlah kata-kata yang benar. Feist. X2 : pada kelompok 2) Y: Hasil (Y1 : pada kelompok 1.4 berbagai respon terhadap berbagai situasi stimulus yang berbeda sehingga tentunya akan menghasilkan tanggapan yang berbeda pula. 2013) III. IV. dimana variabel tergantungnya adalah jumlah kata-kata yang benar dan variabel bebasnya adalah perbedaan tipe asosiasi. Y2 : pada kelompok 2) . Variabel-variabel yang terdapat dalam eksperimen ini adalah variabel tergantung dan variabel bebas. (Atkinson & Richard. pasien diminta untuk mengutarakan setiap pikiran yang muncul dalam benaknya. DESAIN EKSPERIMEN Desain eksperimen yang digunakan adalah two independent group design yaitu desain eksperimen yang memberikan penugasan yang berbeda pada dua kelompok eksperimen. 2012) Freud mengatakan melalui asosiasi bebas (free asosiation).

Asisten mengundi kelompok mana yang mendapat stimulus golongan discreate free association dan kelompok mana yang mendapat stimulus golongan discreate controlled association. Eksperimentee yang mendapat stimulus golongan discreate free association dipersilahkan yang untuk menunggu stimulus di luar ruangan. Stopwatch b. PROSEDUR a. Eksperimenter bersama dengan asisten memgundi eksperimentee. 4. Lembar Observasi (lihat lampiran 3) 3. discreate Eksperimentee mendapat golongan controlled association diminta masuk ruangan dan dipersilahkan duduk. Eksperimenter juga mencatat observasi perilaku eksperimentee selama proses eksperimen. Eksperimentee yang mendapat stimulus golongan discreate controlled association diminta menunggu di luar ruangan. . Saudara tidak boleh memikirkan jawaban yang akan Saudara berikan. Prosedur Pelaksanaan 1.5 V. Material 1. Eksperimenter mencatat satu kata sebagai respon eksperimentee dalam 10 detik pertama. 3. Daftar kata-kata sebagai stimulus (lihat lampiran 1 & lampiran 2) 2. Eksperimentee yang mendapat stimulus golongan discreate free association dipersilahkan untuk duduk. kemudian membacakan kata selanjutnya dan seterusnya sampai kata terakhir dalam golongan tersebut. melainkan benarbenar apa yang seketika itu timbul dalam asosiasi Saudara saja. Eksperimenter membaca kata-kata pada golongan discreate free association. dari seluruh eksperimentee siapa yang masuk kelompok 1 dan siapa yang masuk kelompok 2.” 5. Eksperimenter membacakan instruksi : “Tugas Anda adalah mengatakan asosiasi berupa satu kata yang segera saudara ingat setelah saya menyatakan suatu perkataan. 2. 6.

Sebutkan satu kata yang segera saudara ingat setelah saya 8. menyatakan suatu perkataan. Eksperimentee kemudian dipersilahkan keluar ruangan. Eksperimenter membaca kata-kata pada golongan discreate controlled association.6 7. melainkan benar-benar apa yang seketika itu timbul dalam asosiasi Saudara saja. jawaban salah diberi skor 0. VI. Eksperimenter bersama-sama dalam satu kelompok mengumpulkan skor hasil eksperimen dari seluruh eksperimentee. Jawaban benar diberi skor 1. PENCATATAN HASIL 1. 9. 2. Pencatatan Hasil Kelompok mengikuti tabel berikut : Kelompok discreate free association (A1) Eksperimentee Huda Diah Vega Ani Afqhan Imam Rifani Firda Nia Teza Skor 6 13 12 10 11 9 6 8 16 8 Kelompok discreate controlled association (A2) Eksperimentee Sihah Memei Desvi Alim Hafiz Aziz Arif Amalia Vivid Yogi Skor 19 19 20 18 15 15 18 19 18 16 . Eksperimenter melakukan scoring terhadap jawaban dari kedua eksperimentee. Eksperimenter membacakan instruksi : “Tugas Anda adalah mengatakan satu kata sesuai dengan instruksi yang akan saya berikan. Eksperimenter mencatat satu kata sebagai respon eksperimentee dalam 10 detik pertama. 3. kemudian membacakan kata selanjutnya dan seterusnya sampai kata terakhir dalam golongan tersebut. 10. Eksperimenter juga mencatat observasi perilaku eksperimentee selama proses eksperimen. Saudara tidak boleh memikirkan jawaban yang akan Saudara berikan.

000) < . maka dapat disimpulkan bahwa hasilnya adalah sangat signifikan yang artinya ada pengaruh tipe asosiasi terhadap jumlah kata yang benar antara kelompok A1 (Discreate Free Assosiation) dengan kelompok A2 (Discreate Controlled Assosiation).000) < 0. ANALISIS HASIL Hasil eksperimen dianalisis dengan uji t independent sample karena untuk menguji perbedaan dari dua populasi yang independent. DISKUSI Setiap individu akan memberikan rsepon yang berbeda ketika dihadapkan pada stimulus yang boleh ditanggapi secara bebas dengan stimulus yang dibatasi tanggapannya. VIII. Karena P(0.000. Uji homogenitas ini juga untuk membuktikan bahwa random yang telah dilakukan benar. Oleh karena itu.001. terlebih dahulu menguji data dengan uji homogenitas yaitu untuk memastikan bahwa subjek yang dirandom menjadi 2 kelompok mempunyai kualitas yang sama. berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan pada kelompok Discreate Free Association (A1) dan Discreate Controlled Association (A2) terlihat bahwa hasil dari perolehan jumlah kata yang benar pada kelompok ekseperimen Discreate Free Association (A1) yang totalnya 119 lebih kecil daripada kelompok eksperimen Discreate Controlled Association (A2) yang totalnya berjumlah 209. Artinya bahwa kemampuan yang dimiliki oleh eksperimentee pada kedua kelompok tersebut seimbang dan tidak ada kelompok yang mendominasi. Berdasarkan uji t independent sample dengan software SPSS maka diperoleh hasil P = 0.7 Egas Julius Total 9 11 119 Sahrul Batiar Total 12 20 209 VII. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan uji t independent sample. maka diperoleh nilai P = 0. atau dengan kata lain untuk menguji perbedaan tipe asosiasi yang diberikan terhadap jumlah kata-kata yang benar antara descreate free association dengan descreste controlled association. Sebelum melakukan uji t.000. Artinya P(0.

Eksperimentee atau subjek sudah mengenal eksperimenter.001 = sangat signifikan. sehingga memungkinkan eksperimentee sudah mendengar terlebih dahulu respons eksperimentee yang lain). Emosi positif yang ada pada diri eksperimentee sehingga semangat dalam merespon stimulus yang diberikan. 5. Namun kedua eksperimentee tetap terlihat fokus saat dibacakan stimulus berupa kata dan dapat menjawab dengan baik stimulus yang diajukan kepadanya. 4. Banyaknya kosa kata dalam pikiran eksperimentee yang bisa dipengaruhi oleh pengalamannya. X. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisa data dengan uji t independent sample diperoleh nilai P = 0. . Digunakan untuk melatih keterampilan berbahasa pada anak kecil yaitu dengan mengajarkannya satu per satu suku kata. 3. karena anak perlu untuk memahami setiap kata yang telah diajarkan kepadanya. Tata ruang (tempat duduk yang berdekatan. Maka hipotesis yang menyatakan ada penngaruh perbedaan tipe asosiasi terhadap jumlah kata.001 (sangat signifikan) artinya ada pengaruh perbedaan tipe asosiasi antara kelompok 1 (Discreate Free Association) dan kelompok 2 (Discreate Controlled Association) terhadap jumlah kata – kata yang benar. IX.8 0. XI. KEGUNAAN SEHARI-HARI 1. Hasil yang sangat signifikan tersebut dikarenakan faktor-faktor sebagai berikut : 1. Kondisi fisik serta psikis eksperimentee yang baik selama eksperimen berlangsung. 2. OBSERVASI DAN EKSPERIMEN Kondisi ruangan yang baik dan nyaman membuat eksperimentee terlihat tenang selama percobaan meskipun eksperimentee kedua terlihat bingung saat memikirkan respon dari stimulus yang diberikan eksperimentee.000 < 0.kata yang benar diterima.

3.9 2. Assosiasi dapat membantu dalam proses komunikasi dengan orang lain dalam proses komunikasi dengan orang lain dalam memahami pembicaraan orang lain maupun menanggapinya. Yogyakarta. Digunakan untuk mempelajari keterampilan bahasa dengan baik. 03 Desember 2013 Eksperimenter Ismi Zulaehah Nilai Asisten : : Nana Diana Pramudita . sehingga komunikasi bisa aktif.

DAFTAR PUSTAKA Atkinson. 2013. 2011. Rober. Teori kepribadianTheories of Personality. Jakarta : Salemba Humanika.. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Celeban Timur: Pustaka Pelajar . Kamus Psikologi. Feist.. Jess. Petunjuk Praktikum Eksperimen. Emili. 2012. Pengantar Psikologi. Gregory J. Feist. RI dan Richard. Bagian Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. S. Jakarta: Penerbit Airlangga.Reber. Arthur. 2010. S.

Lampiran 1 Daftar Kata-kata Stimulus Asosiasi Kelompok Discreate Free Association Identitas Eksperimentee Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : : Vega Nucleoniza : Perempuan : 18 Tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kata-kata Ayah Perbuatan Gelap Ujian Cinta Kesukaran Rindu Partai Kakak Mati Musuh Pesta Hubungan Racun Air Tajam Pergi Pukul Marah Darah TOTAL Jawaban Kepala keluarga Tindakan Malam Susah Manis Gak tau Kangen Golkar Abang Kuburan Gak tau Ramai Sosial Mematikan Mengalir Pisau Pulang Sakit Teriak B Skor 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 12 .

Keseluruhannya 11 Akar 12 Sisik 13 Ban 14 Atap 15 Jari IV. Bagian-bagiannya 6 Rumah 7 Buku 8 Bunga 9 Pohon 10 Sepeda III. Persamaannya 16 Datang 17 Laki-laki 18 Pakaian 19 Wanita 20 Dinding : : Meidiya Ende Repa : Perempuan : 17 Tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi Jawaban Tumpul Kecil Bodoh Mudah Jarang Pintu Kertas Kelopak Daun Rem Bunga Ular Sepeda Rumah Kelingking Tiba Pria Baju Perempuan Tembok Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 19 TOTAL .Lampiran 2 Daftar Kata-kata Stimulus Asosiasi Kelompok Discreate Controlled Association Identitas Eksperimentee Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan No Kata-kata I. Lawannya 1 Tajam 2 Besar 3 Pandai 4 Sukar 5 Sering II.

namun tidak mengurangi kecepatan eksperimentee pada saat merespons kata.Lampiran 3 Lembar Observasi Identitas Eksperimentee : Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : Vega Nucleoniza : Perempuan : 18 tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi Hasil Observasi Selama Eksperimen : Eksperimentee terlihat semangat sebelum eksperimen berlangsung. eksperimentee selelu tersenyum. Raut muka eksperimentee yang senyum pada saat percobaan berlangsung menunjukan bahwa eksperimentee tidak gugup. dan pada saat eksperimen berlangsung eksperimentee pun terlihat santai dan senang dalam merespon stimulus berupa kata-kata yang diberikan oleh Eksperimenter karena selama eksperimen berlangsung. Eksperimentee tetap fokus dan konsentrasi walau keadaan pada saat percobaan berlangsung ramai. Walau ada beberapa kata yang harus diulang karena pada saat percobaan berlangsung suasananya ramai. .

sehingga eksperimentee tidak dapat menjawab secepat eksperimentee yang pertama. bawah. Namun terkadang eksperimentee terlihat bingung saat memikirkan jawaban terlihat dari gerakan matanya yang melihat keatas. Eksperimentee terlihat tenang pada saat percobaan di mulai. . dan sekeliling ruangan.kata yang diajukan kepadanya.Lampiran 3 Lembar Observasi Identitas Eksperimentee : Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : Meidiya Ende Repa : Perempuan : 17 tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi Hasil Observasi Selama Eksperimen : Selama percobaan berlangsung. Hal ini terlihat dari wajahnya yang tersenyum saat percobaan berlangsung. Tetapi eksperimentee dapat menjawab dengan baik stimulus berupa kata.

Lampiran Grafik Grafik Discreate Free Association 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 Series1 Grafik Discreate Controlled Association 25 20 15 Series1 10 5 0 .

(2-tailed) a. Deviation 4.641 .158 .906 2. Deviation 13.586 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.641 Minimum 6 Maximum 20 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test skor N Normal Parameters a 24 Mean Std. Group Statistics tipe asosiasi skor 1 2 N 12 12 Mean 9.67 4. Error Mean . Sig.42 Std.Lampiran SPSS Descriptive Statistics N skor 24 Mean 13.701 .92 17.429 Std.158 .67 Std.839 .099 -. Deviation 2. Test distribution is Normal.775 .

329 .000 -7.093 -9.228 . t df Sig. (2taile d) Mean Differen ce Std.238 .500 1.859 22 .772 -5.000 -7.Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper F Sig.859 21.500 1.630 -6.232 -6. Error Differ ence skor Equal varianc es assume d Equal varianc es not assume d .093 -9.768 -5.

11. 10. 6. Contoh yang terjadi pada dunia pendidikan.LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI EKSPERIMEN 1. jika situasi belajar di kelas sama dengan situasi dimana pembelajaran sebelumnya terjadi maka ini disebut transfer dekat.30-16. yang sebelumnya diberi tugas memasukkan bola dengan tugas menghafalkan pasangan kata? II.30 WIB : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta I. 4. Nama Eksperimenter Nomor Mahasiswa Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Pendidikan Nama Eksperimen Nomor Eksperimen Tanggal Eksperimen Waktu Tempat Eksperimen : Ismi Zulaehah : 12013113 : Vega Nucleoniza : Perempuan : 18 Tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi : TRANSFER OF LEARNING :2 : 10 Desember 2013 : 14. Transfer dapat dikarakteristikkan sebagai transfer dekat atau jauh dan juga sebagai transfer jalur rendah dan jalur tinggi. 3. 8. PROBLEM Apa yang kita pelajari sebelumnya akan mempengaruhi belajar kita sekarang. DASAR TEORI Transfer terjadi ketika seseorang mengaplikasikan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya untuk mempelajari atau memecahkan problem dalam situasi baru. a. 7. 2. 9. 5. Transfer dekat atau jauh. Sedangkan transfer jauh berarti transfer pembelajaran ke situasi yang sangat berbeda dari situasi pembelajaran sebelumnya. Transfer dekat terjadi ketika situasinya sama. 10 . Transfer of learning terjadi ketika pengetahuan atau keterampilan pada suatu tugas ditransfer pada tugas yang baru bagaimana suatu tugas dapat mempengaruhi tugas yang lain? Bagaimana perbedaan hasil belajar.

Transfer jalur rendah (low-road) terjadi ketika pengetahuan sebelumnya secara otomatis. (John W. tetapi juga diberi kesempatan untuk berlatih menggunakannya. Kemudian transfer menjangkau ke belakang terjadi ketika seseorang melihat ke situasi sebelumnya (situasi “lama”) untuk mencari informasi yang akan membantu memecahkan problem dalam konteks baru. Ini sering terjadi dalam keahlian yang sering dipraktikkan dimana tidak dibutuhkan pemikiran reflektif. yang disebut retensi. seseorang diberi problem baru untuk dipecahkan. seseorang tak hanya diberi informasi tentang pentingnya strategi dan cara menggunakannya. mungkin menjelaskan mengapa tampaknya kemampuan siswa yang sama memiliki . Phye juga percaya bahwa motivasi adalah aspek penting dari transfer. seseorang harus menyadari apa yang mereka lakukan dan memikirkan hubungab antarkonteks. Gary Phye mendeskripsikan tiga fase untuk meningkatkan transfer. ditransfer ke situasi yang lain. transfer. tetapi problemnya tampak berbeda. Gabriel Salomon dan David Perkins membedakan transfer jalur rendah dan jalur tinggi. Transfer jalur rendah dan jalur tinggi. Transfer jalur tinggi mengimplikasikan abstraksi kaidah atau prinsip umum dari pengalaman sebelumnya dan kemudian menerapkannya ke problem baru dalam konteks baru. Transfer menjangkau ke depan terjadi ketika seseorang memikirkan tentang cara dia mengaplikasikan apa yang telah dipelajari pada situasi yang baru (dari situasi sekarang. seseorang mendapat lebih banyak latihan menggunakan strategi dan mengingat kembali cara menggunakan strategi itu sampai lancar. dia melihat “ke depan” untuk mengaplikasikan informasi ke situasi baru di depan). biasanya secara tak sadar. Problem ini membuat ia harus menggunakan strategi yang sama. 2010) Banyak aspek keuntungan mengajar dengan jenis transfer. Transfer jalur tinggi dilakukan dengan penuh kesadaran yakni. Santrock.11 b. Sedangkan transfer jalur tinggi (high-road) adalah transfer yang dilakukan dengan banyak usaha dan secara sadar. Salomon dan Perkins membagi transfer jalur tinggi menjadi transfer menjangkau ke depan (forward-reaching) dan transfer menjangkau ke belakang (backward-reaching). Dalam fase ketiga. Dalam fase akuisisi awal. Dalam fase kedua.

tapi tidak ada sengketa fakta bahwa transfer terjadi. Semakin menyeluruh siswa memahami materi. (FAA. Untuk instruktur. Gunakan bahan-bahan yang membuat hubungan yang jelas. Menjaga tingkat tinggi standar pembelajaran. 4. karena tidak mendorong transfer. 3. Saran-saran berikut ini mewakili apa yang psikolog pendidikan percaya harus dilakukan: 1. Menggunakan materi pembelajaran yang membantu membentuk konsep yang valid dan generalisasi. Rencana untuk transfer sebagai tujuan utama. kesempatan untuk sukses meningkat jika instruktur sengaja membuat rencana untuk mencapainya. Transfer negatif dapat menghambat belajar dari beberapa. Dalam pelajaran dan pengembangan silabus. kita bisa menggunakan berbagai strategi metamemori. Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk mengetahui pengalaman masa lalu siswa dan apa yang telah dipelajari. Memberikan pengalaman belajar bermakna yang membangun kepercayaan siswa dalam kemampuan mereka untuk mentransfer pembelajaran. 5. 2. 2009) Untuk mempertahankan atau meningkatkan integritas memori selama konsolidasi. Hal ini menunjukkan kegiatan yang menantang mereka untuk latihan imajinasi mereka dan kecerdikan dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka. instruktur dapat merencanakan untuk transfer dengan mengorganisir materi pelajaran dan bahan pelajaran individu dalam urutan yang bermakna. transfer positif dapat membantu orang lain. Mempersiapkan mereka untuk mencari aplikasi lain. pentingnya transferensi terletak pada kenyataan bahwa siswa dapat dibantu untuk mencapainya. semakin besar kemungkinan untuk melihat hubungannya dengan situasi baru. Seperti dalam semua bidang pengajaran. memastikan bahwa siswa memahami bahwa apa yang dipelajari dapat diterapkan pada situasi lain. Menghindari belajar menghafal yang tidak perlu. Strategi- . Overlearning mungkin cocok. Setiap fase harus membantu siswa belajar apa yang mengikuti.12 perbedaan keberhasilan di daerah tertentu. Penyebab transfer dan bagaimana tepatnya itu terjadi sulit untuk menentukan.

sedangkan variabel bebasnya adalah pemberian tugas yang berbeda pada masing-masing kelompok. Treatment/perlakuan : R Keterangan : R : Random X : Perlakuan X1 : Perlakuan pertama pada kelompok 1 -X : Perlakuan berarti pada kelompok 2 Y : Hasil . DESAIN EKSPERIMEN Desain eksperimen yang digunakan adalah two independent group design yaitu desain eksperimen yang memberikan penugasan yang berbeda pada dua kelompok eksperimen. yaitu kemampuan untuk memikirkan tentang dan mengontrol proses-proses berpikir kita sendiri dan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kita. (Robert J. Strategi metamemori merupakan salah satu komponen metakognisi. HIPOTESIS Ada pengaruh tipe transfer terhadap perbedaan hasil belajar seseorang. Strategi-strategi itu sangat penting saat kita sedang mentransfer informasi baru menuju memori jangka panjang lewat pelatihan. Variabel-variabel yang terdapat dalam eksperimen ini adalah variabel tergantung dan variabel bebas. Sternberg.13 strategi metamemori melibatkan perefeleksian terhadap proses-proses memori kita sendiri dengan sebuah pandangan untuk memperbaiki ingatan kita. 2008) III. dimana variabel tergantungnya adalah hasil belajar. Dengan membagi 12 subjek secara random ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing terdiri dari 6 subjek. IV.

eksperimentee diundi dibagi menjadi dua kelompok secara random. Eksperimentee kelompok 2 diminta melempar bola ke dalam keranjang dengan memantulkan bola sekali dan bola masuk ke dalam keranjang (seri B). Prosedur Pelaksanaan 1. 4. Ketika semua eksperimentee kelompok 1 selesai dengan tugasnya. 2. Untuk lemparan ke 6 sampai ke 10 (seri B). Kalau bola memantul terlebih dahulu tidak mendapat skor. Eksperimentee dari kelompok 2 dipersilahkan keluar ruangan. Material 1.14 V. 5. PENCATATAN HASIL 1. Hanya mereka yang lemparannya masuk ke dalam keranjang yang diberi skor. 3. Daftar pasangan kata (lihat lampiran 4) 4. masing-masing eksperimentee harus melempar bola ke dalam keranjang. subjek harus langsung melempar bola ke dalam keranjang tanpa memantul di lantai dulu. dengan memantulkan bola sekali dan bola masuk ke dalam keranjamg. VI. Eksperimenter mengamati dan mencatat jumlah lemparan yang masuk dari masing-masing eksperimentee. Eksperimentee diminta untuk menghafalkan daftar pasangan kata. Untuk lima lemparan bola pertama (seri A). Lembar observasi (lihat lampiran 3) b. Skor diberikan termasuk pada mereka yang dapat memasukkan bola ke dalam keranjang tapi keluar lagi. kelompok 2 diminta memasuki ruangan. sebanyak 5 lemparan. Eksperimenter bersama-sama dalam satu kelompok mengumpulkan catatan waktu hasil eksperimen dari seluruh eksperimentee. Masing-masing eksperimentee melakukan 10 lemparan bola. 2. Kelompok 1 diminta melempar bola ke dalam keranjang dengan jarak 3 meter dari keranjang secara bergiliran. . Keranjang 3. PROSEDUR a. Bola tenis 2. Seluruh eksperimentee diminta memasuki ruangan.

VIII. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan Mann-Whitney Test yang menggunakan software SPSS. metode analisa data yang digunakan adalah dengan Mann-Whitney Test karena Mann-Whitney Test merupakan sebuah metode yang dipakai untuk menguji signifikansi perbedaan antara 2 populasi. dengan menggunakan sampel random yang ditarik dari populasi yang sama.15 3. DISKUSI Dalam eksperimen ini.601) > 0. Kelompok 1 diberi tugas untuk melempar bola ke dalam keranjang sebanyak 10 kali dengan pembagian 5 kali lemparan tanpa dipantulkan dan 5 kali lemparan . maka diperoleh hasil P = 0.601. Test ini juga berfungsi sebagai alternative penggunaan uji-t bilamana persyaratan-persyaratan parametriknya tidak terpenuhi. terdapat 2 kelompok. ANALISIS HASIL Pada eksperimen ini. Pencatatan Hasil kelompok mengikuti tabel berikut : Kelompok 1 Jumlah lemparan Eksperimentee yang masuk Seri A Yossa Sihah Julius Syifa Rifani Husniati Total 1 1 2 1 2 2 9 Seri B 1 1 0 1 0 0 3 Vega Hafidz Tony Alim Firda Egas Total Eksperimentee Kelompok 2 Jumlah lemparan yang masuk Seri B 0 0 3 1 2 0 6 VII. yang berarti bahwa tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada subjek yang diberi tugas menghafal pasangan kata dengan subjek yang diberi tugas memasukkan bola ke dalam keranjang. dan bila datanya berskala ordinal.005 = Tidak Signifikan. Artinya P(0.

601. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang berperan pada transfer of learning. Kelompok 2 diberi tugas untuk menghafal pasangan kata terlebih dahulu lalu melempar bola ke dalam keranjang dengan memantulkannya terlebi dahulu. Phye juga percaya bahwa motivasi adalah aspek penting dari transfer.601) > 0.601 > 0. yang berarti bahwa tidak ada pengaruh perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pada subjek yang diberi tugas menghafal pasangan kata dengan subjek yang diberi tugas memasukkan bola ke dalam keranjang. 5. diperoleh nilai P = 0. Santrock. terlihat ketika eksperimentee-eksperimentee melempar bola. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dengan Mann-Whitney Test. IX. Pengalaman dan latihan yang kurang dari eksperimentee sendiri dalam melempar bola. 4. 3. 2010). dimana P = 0. 2. retensi.005 = Tidak Signifikan.005 (tidak signifikan).16 selanjutnya dengan pantulan terlebih dahulu. seperti: 1. Faktor-faktor yang telah dijelaskan di atas berbanding terbalik dengan teori yang dikemukakan oleh Gary Phye yang mendeskripsikan fase akuisisi awal. Suasana bising yang mempengaruhi konsentrasi eksperimentee ketika memasukkan bola ke dalam keranjang. dan transfer. . Emosi eksperimentee yang kurang stabil ketika melempar bola ke dalam keranjang. Tata ruangan yang sempit sehingga membuat ruang gerak eksperimentee menjadi terbatas. ada yang saling senggol tanpa disengaja. Kurangnya informasi bagaimana cara melempar bola yang baik dari eksperimenter. Artinya P (0. maka diperoleh nilai dengan P = 0. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan Mann-Whitney Test dalam eksperimen ini. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa Ada pengaruh perbedaan hasil belajar pada subjek yang diberi tugas menghafal pasangan kata dengan subjek yang diberi tugas memasukkan bola ke dalam keranjang tidak diterima.601. (John W.

17 X. XI. OBSERVASI DALAM EKSPERIMEN Suasana yang bising membuat kurangnya konsentrasi eksperimentee pada saat melempar bola. Yogyakarta. Transfer of learning digunakan oleh para siswa untuk menemukan cara belajar yang paling sesuai dengan dirinya dari waktu ke waktu sehingga mampu memperoleh hasil belajar yang jauh lebih maksimal. Selain itu. 10 Desember 2013 Eksperimenter Ismi Zulaehah Nilai Asisten : : Nana Diana Pramudita . Belajar desain eksperimen pada saat perkuliahan psikologi eksperimen kemudian diterapkan ketika membuat rancangan desain eksperimen untuk laporan praktikum. Tata ruang yang sempit mengurangi ruang gerak eksperimentee. kegagalan memasukkan bola ke dalam keranjang pada saat pelemparan bola pertama membuat eksperimentee terlihat gugup ketika akan melempar lagi. KEGUNAAN SEHARI-HARI 1. 3. Digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran yang dianggap membosankan oleh para siswa dengan lebih menarik agar mudah diserap oleh siswa secara maksimal. 2.

Psikologi Kognitif. 2009. Aviation Instructor’s Handbook. Jakarta : Kencana. Celeban Timur: Pustaka Pelajar. John W. FAA.DAFTAR PUSTAKA Bagian Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. 2010. . 2011. China: Federal Aviation Adminstration. Robert J. Psikologi Pendidikan. Santrock. Petunjuk Praktikum Eksperimen. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Sternberg. 2008.

Tata ruang yang sempit mengurangi ruang gerak eksperimentee.Lampiran 3 Lembar Observasi Identitas Eksperimentee : Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : Vega Nucleoniza : Perempuan : 18 tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi Hasil Observasi Selama Eksperimen : Suasana yang bising membuat kurangnya konsentrasi eksperimentee pada saat melempar bola. kegagalan memasukkan bola ke dalam keranjang pada saat pelemparan bola pertama membuat eksperimentee terlihat gugup ketika akan melempar lagi. Selain itu. .

Tidur .Lampiran 4 Daftar Pasangan Kata Sim – Rajawali Baq – Kapal Rac – Sepakbola Pib – Kuda Fas – Dahlia Pol – Pensil Sot – Mobil Moz – Travel Wer – Kopi Qix .

5 3 2.8 0.6 0.2 1 0.2 0 Yossa Sihah Julius Syifa Rifani Husniati Series1 Kelompok 2 (controll) 3.5 0 Vega Hafidz Tony Alim Firda Egas Series1 .Lampiran Grafik Kelompok 1 (free) 1.4 0.5 2 1.5 1 0.

(2-tailed) a. Deviation .00 7.281 .Lampiran SPSS Uji Normalitas Descriptive Statistics N skor 12 Mean .965 . Sig.298 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.00 42. Test distribution is Normal.00 Sum of Ranks 36.522 Minimum 0 1 Maximum 3 2 Ranks namakel ompok skor 1 2 Total N 6 6 12 Mean Rank 6.00 .975 .965 . Deviation .75 Std.75 1. Mann Whitney – test Descriptive Statistics N skor namakelompok 12 12 Mean .219 .965 Minimum 0 Maximum 3 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test skor N Normal Parameters a 12 Mean Std.50 Std. Deviation .75 .281 -.

000 36. b. (2-tailed) Exact Sig.000 -. Sig.523 . [2*(1-tailed Sig.699 a . Not corrected for ties. Grouping Variable: namekelompok 15.Test Statistics b Skor Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp.601 .)] a.

Sedangkan kapasitas Long Term Memory tidak terbatas. PROBLEM Apakah memory bersifat tunggal? Apakah kapasitas ingatan pada materi yang berbeda hasilnya sama? Pada dasarnya memori terbagi dua berdasarkan kapasitasnya yaitu Short Term Memory yang berperan sebagai working memory. II. mempertahankan dengan mengeluarkan informasi tentang pengalaman dimasa lalu. 4. 5. 6. 3.LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI EKSPERIMEN 1. 7. Dan yang kedua adalah Long Term Memory yang menyimpan semua ingatan dalam otak manusia. namun dengan proses pengulangan yaitu audio dan visual loop sebuah stimulus dapat berada di Short Term Memory untuk di olah. Short Term Memory hanya mampu menyimpan sebuah stimulus kurang lebih 30 detik. Kapasitas memori berbeda beda. 2. 8. 10. DASAR TEORI Memori/ingatan adalah cara-cara yang dengannya kita mempertahankan dan menarik pengalaman-pengalaman dari masa lalu untuk digunakan saat ini. memori mengacu kepada mekanisme-mekanisme dinamis yang diasosiasikan dengan aktivitas otak untuk menyimpan. Nama Eksperimenter Nomor Mahasiswa Nama Subjek Jenis Kelamin Umur Pendidikan Nama Eksperimen Nomor Eksperimen Tanggal Eksperimen Waktu Tempat Eksperimen : Ismi Zulaehah : 12013113 : Vivid Yuza Abdul Latif dan Meidiya Ende Repa : Perempuan : 17 Tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi : MEMORY :3 : 17 Desember 2013 : 14. 18 .30 WIB : Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan I.30-16. tergantung pada proses penyimpanan memori dalam otak.sebagai sebuah proses. 11. 9.

menyanyikan lagu favourit. Proses Penyimpanan  Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam . Menurut Atkinson-Sriffin. 2008) Tahapan tahapan pada proses : 1. Penyimpanan jangka panjang : Istilah long-termmemory pada umumnya digunakan untuk menggambarkan sistem dalam otak yang menyimpan banyak informasi yang secara relatif memiliki dasar yang berkelanjutan. para psikolog kognitif telah mengidentifikasikan tiga operasi memori yang umum : Pengodean. (Solso. simpanan jangka pendek hanya bisa mengingat beberapa hal saja. seperti ketika sesorang bermain bola. Penyimpanan.19 Secara khusus. 2. Penyimpanan Jangka Pendek (short-term memory) : memori ini menahan data memori selama beberapadetik dan terkadang bisa juga sampai beberapa menit. siapa saja mantan pacar. Ada tiga tipe utama mengingat yang digunakan didalam eksperimen-eksperiman : 1. Ia bisa juga diakses oleh sejumlah proses pengontrolan yang mengontrol aliran informasi kepada dan dari simpanan jangka-panjang. Masing-masing operasi merepresentasikan sebuah tahapan didalam proses memori. Pemanggilan. Mengingat secara bebas (pengingatan bebas/mengingat item-item dalam urutan apapun yang dipilih). diperihatkan item-item secara berpasangan. namun selama prosesnya. Mengingat dengan menggunakan petunjuk (dalam mengingat. Materi masih tetap bertahan didalam memori jangka pendek kira-kira 30 detik saja. informasi semacam itu dan keterampilan. 3. Mengingat secara berseri (mengingat item-item dalam urutan yang tepat seperti yang sudah diperihatkan kepada kita ). ingatan akan menu makan siang kemarin. diberi petunjuk hanya salah satunya dari setiap pasangan dan kemudian diminta menyebutkan setiap pasangannya dengan tepat). disimpan di dalam long-therm memory. Proses Pemasukan Pesan Dalam Ingatan (Encoding)  Proses Encoding (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). 2.

(Atkinson. Prinsip kekhasan penyandian (encoding specificity principle) dapat kembali ingatan yang sudah disimpan dapat meningkatkan potensi pengambilan memori dari LTM dengan menyediakan isyarat yang dapat menyediakan akses ke jejak jejak memori. Faktor-faktor yang meningkatkan kinerja memori : yang pertama adalah Maintenance Rehearsal (pengulangan pemeliharaan) agar menjaga informasi tetap didalam STM.20 encoding. Contohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud b. Ketika setiap item memiliki jumlah suku kata yang lebih banyak . 3. Menimbulkan menggunakan cara: a. apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi). Bahkan umumnya batas kapasitas Cuma bisa berkisar dari tiga sampai lima item saja ketimbangsampai tujuh item bahkan bisa lebih rendah lagi. Sesuatu yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. kita hanya bisa mengingat beberapa item saja. Proses Pengingatan Kembali  Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Recognize Yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. 2012) Faktor-faktor lain juga mempengaruhi kapasitas memori bagi simpanan temporer. penundaan atau campuran apapun dapat menyebabkan kapasitas tujuh item kita merosot mejadi tiga item. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan. Cara lain untuk meningkatkan memori adalah teknik yang dirancang untuk . selain itu. Contoh : jumlah suku kata yang kita ucapkan menurut setiap itemnya dapat mempengaruhi jumlah item yang dapat kita ingat. Recall Yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. kemudian yang kedua yaitu Elaborative Rehearsal (pengulangan elaborative) mendorong informasi STM ke LTM.

Dalam eksperimen inii subjek dibagi menjadi 2 kelompok. 2008) III. namun perlakuan pada kedua kelompok ini sama yaitu pada masing-masing kelompok diberi tiga perlakuan yang berbeda. Sistem mata rantai adalah suatu sistem penggunaan mnemonics yang paling dasar yang menghubungkan antara item satu dengan yang lain secara berurutan.Selain itu.21 menignkatkan penyandian dan memudahkan pengambilan (retrival). HIPOTESIS Ada pengaruh pemberian informasi secara berulang-ulang terhadap hasil ketajaman ingatan seseorang. Kita dapat menggunakan asosiasi sederhana untuk mengingat potongan-potongan informasi. (Sternberg. terutama saat kita ingin mengingat informasi dengan urutan tertentu. Metode ini juga disebut dengan metode cerita. Teknik asosiasi atau cantolan adalah bagaimana cara kita mengasosiasikan pelbagai hal dalam memori kita. yang disebut dengan teknik mnemonic. sebab dengan cerita ada item-item yang dihubungkan secara berurutan baik dari depan maupun dari belakang dan akan mudah diingat. DESAIN EKSPERIMEN Desain eksperimen yang digunakan adalah within subject design/treatment by subject design yaitu dengan memberikan perlakuan atau treatment yang bervariasi pada subjek yang sama. IV. Tretment/perlakuan : Keterangan : R : Random X : Perlakuan X1 : Perlakuan pertama X2 : Perlakuan kedua X3 : Perlakuan ketiga . teknik ini juga untuk mengajarkan daftar informasi yang panjang.

Prosedur Pelaksanaan 1. Adakan istirahat selama 15 menit dengan diisi pembicaraan. Eksperimenter bersama-sama dengan asisten melakukan random assigment yaitu mengundi urutan tugas yang akan diberikan pada keenam kelompok eksperimentee. BAC. Bacakan daftar kata dengan nada yang sama untuk masing-masing kata dengan urutan kelompok kata sesuai dengan randomisasi tugas. 6. 3. Stopwatch b. 4. 3.22 Y : Hasil Y1 : Hasil perlakuan pertama Y2 : Hasil perlakuan kedua Y3 : Hasil perlakuan ketiga V. dari seluruh eksperimentee siapa yang masuk kelompok 1. 4. Jarak ulangan 15 detik. 2. Daftar Kata-kata Sebagai Stimulus (lihat lampiran 5) 2. kemudian diberi tugas sesuai dengan urutan yang diperoleh pada waktu random. Eksperimentee pertama dipersilahkan duduk. Penyusunan enam urutan tugas yang berbeda dimaksudkan sebagai counterbalancing yaitu teknik untuk mengontrol error yang diakibatkan oleh pengaruh urutan. . 2. 5. Lembar Observasi (lihat lampiran 3) 4. Eksperimenter memberikan instruksi sebagai berikut : “ saya akan membacakan beberapa kata. Ulangi sebanyak 5 kali. tugas saudara adalah hanya mendengarkan saja sambil mengingat-ingatnya”. jangan beri kesempatan eksperimentee untuk mengingat-ingat. CBA. Lembar Pencatatan (lihat lampiran 6) 3. PROSEDUR a. BCA. Eksperimenter bersama dengan asisten mengundi eksperimentee. Material 1. Urutan tugas terdiri atas enam macam yaitu ABC. ACB. CAB. 5 dan 6. Antara pasangan kata pertama dengan pasangan kedua disampaikan dengan jarak 2 detik. Jarak antar seri golongan kata 10 detik.

tunggu 4 detik. Eksperimenter bersama-sama dalam satu kelompok mengumpulkan jumlah jawaban yang benar hasil eksperimen dari seluruh eksperimentee. 9. 11. 7. eksperimenter meneruskan memberikan kata selanjutnya. Bila eksperimentee menjawab dengan benar. Eksperimentee pertama dipersilahkan keluar. 6. Eksperimenter memberikan intruksi : “sekarang saya akan membacakan pada saudara satu kata. Jika eksperimentee belum dapat menjawab. 10. PENCATATAN HASIL 1. 2. Eksperimentee kedua dipersilahkan keluar ruangan. Pencatatan hasil kelompok mengikuti table berikut : Kelompok Eksperimentee Kata A (tidak berarti) Herman Eli Sihah Vivid Alim Egas Afqhan Rifani Syifa Nova 2 0 3 4 1 2 5 1 4 4 Kelompok Kata B (berarti tapi tidak berhubungan) 2 5 6 8 2 4 1 2 7 2 Kelompok Kata C (berarti & berhubungan) 6 9 9 9 7 7 10 5 5 9 BCA ACB ABC Urutan Tugas . 8 untuk eksperimentee kedua. Ulang langkah 4. 3. VI.23 7. Eksperimenter menuliskan menghitung jawaban yang benar pada masing-masing kelompok kata untuk masing-masing eksperimentee. dan tugas saudara adalah langsung mengatakan pasangan dari kata tersebut”. eksperimentee kedua dipersilahkan masuk. bila gagal dihitung sebagai salah. 8. 5.

000. metode analisa data yang digunakan adalah dengan varians amatan ulang atau Repeated Measure. karena merupakan sebuah metode yang dipakai untuk kasus amatan karena mengamati dua subjek yang melakukan eksperimen dengan perlakuan yang berbeda namun dengan tujuan yang sama. ANALISIS HASIL Pada eksperimen ini. kelompok . kelompok kata A (Tidak Berarti).24 Farhan Tony Memei Ani Hanik Husniati Gembor Sahrul Khafidz Arif Rahimah Budi Yossa Ibnu Total 3 7 1 0 3 8 0 0 0 1 3 5 1 2 60 1 7 0 0 5 10 4 1 2 1 4 7 1 1 83 9 8 8 5 8 10 8 8 9 6 9 10 8 9 191 CBA CAB BAC VII. Artinya P (0. DISKUSI Eksperimen yang dilakukan adalah dengan menguji daya ingat atau memori eksperimentee dengan memberikan beberapa pasangan kata yang terdiri dari tiga kelompok yaitu.001) = sangat signifikan .000) < (0. secara berulang-ulang terhadap hasil ketajaman ingatan VIII. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan varians amatan ulang yang menggunakan software SPSS hasil P = 0. yakni untuk mengetahui ketajaman ingatan setelah diberi stimulus. yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian informasi seseorang.

001 yang artinya sangat signifikan.000. faktor lain yang mempengaruhi adalah tata ruang. Hasilnya menunjukkan bahwa hasil dari skor perolehan jumlah jenis pasangan kata yang benar pada kelompok kata A paling rendah dibandingkan dari kedua kelompok yang lainnya.000) < 0. dan kelompok kata C (Berarti dan Berhubungan). SIMPULAN Berdasarkan hasil analisa data dengan varians amatan ulang atau repeated measure maka diperoleh nilai P = 0. Hal terseut juga dapat dipengaruhi karena adanya 2 macam memory. artinya pada kelompok kata C skor perolehan jumlah jenis pasangan kata yang benar tertinggi diantara kedua kelompok lainnya. emosi positif yang ada pada diri eksperimentee sehingga semangat dalam mendengarkan pasangan kata yang diberikan. Selain itu.000) < 0. kondisi fisik serta psikis eksperimentee yang baik selama eksperimen berlangsung. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan varians amatan ulang dalam eksperimen ini. maka diperoleh nilai P = 0. sehingga ketika diuji akan mudah diingat kembali. Pada kelompok kata B skor perolehan jumlah jenis pasangan kata yang benar lebih kecil dibandingkan kelompok kata C.001 yang artinya sangat signifikan yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian informasi secara berulang-ulang terhadap hasil ketajaman ingatan seseorang. kemampuan mengingat eksperimentee yang cukup baik.25 kata B (Berarti tetapi tidak berhubungan).kata yang berarti dan berhubungan tersebut memiliki makna dan kesan tersendiri sehingga memiliki kode khusus di dalam memory. yang berarti bahwa ada pengaruh pemberian informasi secara berulang-ulang terhadap hasil ketajaman ingatan seseorang. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian informasi secara berulang-ulang terhadap hasil ketajaman ingatan seseorang dapat diterima. dimana P(0.000. yaitu memori jangka pendek (Short Term Memory) dan memori jangka panjang (Long Term Memory). Hal itu dikarenakan kata. IX. dimana P(0. serta pengulangan yang dilakuakan sebanyak 5 kali menyebabkan eksperimentee lebih mengingat pasangan kata tersebut. .

Digunakan untuk menjawab soal saat mengikuti ujian karena saat itu seseorang akan menggunakan ingatan (memory) untuk mengingat.ingat kembali materi yang pernah didapatkan dikelas yang berkaitan dengan soal pada lembar ujian. XI. 2. baik yang indah maupun yang buruk. Yogyakarta.26 X. Digunakan untuk menghafal Al-Qur‟an. terutama pasangan kata pada bagian A. Dan ketika dilakukan penskoran. Namun eksperimentee tetap berusaha keras untuk fokus mendengarkan pasangan kata yang dibacakan oleh eksperimenter. kedua eksperimentee terlihat bingung mendengar pasangan kata yang diberikan. 17 Desember 2013 Eksperimenter Ismi Zulaehah Nilai Asisten : : Nana Diana Pramudita . eksperimentee tampak lebih bingung lagi mengingat pasangan kata di bagian A. KEGUNAAN SEHARI-HARI 1. 3. Memory digunakan untuk mengenag masa lalu. tapi sangat cepat mengingat pasangan kata di bagian C. OBSERVASI DALAM EKSPERIMEN Selama eksperimen berlangsung.

Jakarta: Erlangga. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan. 2012. Robert J. Psikologi Kognitif. Psikologi Kognitif. Bagian Laboratorium Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.DAFTAR PUSTAKA Atkinson. Celeban Timur: Pustaka Pelajar. Solso. Pengantar Psikologi. RI dan Richard. Sternberg. 2008. Petunjuk Praktikum Eksperimen. dkk. 2008. Jakarta: Erlangga. . 2011.

Saat eksperimenter membacakan kata.Lampiran 3 Lembar Observasi Identitas Eksperimentee : Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : Meidiya Ende Repa : Perempuan : 17 tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi Hasil Observasi Selama Eksperimen : Pada saat eksperimen belum dimulai.kata sebagai stimulus yang terdapat pada lampiran 5 eksperimentee terlihat serius dan fokus dalam mendengarkan dan eksperimentee terlihat mencoba untuk menghafalnya. namun eksperimentee dapat mengikuti eksperimen dengan baik. Eksperimentee dapat melakukan eksperimen dengan baik walaupun kondisi ruangan yang kurang kondusif karena terlalu banyak orang sehingga sangat berisik. eksperimentee terlihat bingung dan saat eksperimen dilakukan eksperimentee masih terlihat bingung sama seperti eksperimentee yang pertama. .

kondisi eksperimentee terlihat bingung dan setelah eksperimen dimulai eksperimentee tetap terlihat bingung. Saat eksperimenter membacakan kata.kata sebagai stimulus yang terdapat pada lampiran 5 eksperimentee berkonsentrasi dan mendengarkan dengan baik dan mengikuti eksperimen dengan baik walaupun keadaan ruangan yang tidak kondusif karena terlalu banyak orang sehingga sangat berisik.Lampiran 3 Lembar Observasi Identitas Eksperimentee : Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : Vivid Yuza Abdul Latif : Perempuan : 17 tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi Hasil Observasi Selama Eksperimen : Pada saat eksperimen berlangsung. Ditengah eksperimen ketika eksperimentee diajak mengobrol. eksperimentee mengatakan bahwa eksperimentee bingung karena eksperimen terasa aneh ketika mndengar pasangan kata bagian A namun eksperimentee senang dapat mengikuti eksperimen. .

Kar . Pisau – Surat c. Belajar .Watak i.Tidur g. Kelompok C. kata-kata yang berarti tetapi tidak berhubungan : a. Surat – Kantor Pos b.Sur h. Sit . Par –Sep b. Meja .Sekolah h. Mid – Rus 2.Polisi g. Beli . Pohon – Makan f. Kes – Dar f. Mulai – Ayah b. Maksud – Bangsa 3. Ram . Tum . kata-kata yang tidak berarti atau non-sense syllable : a. Air .Lampiran 5 Daftar Kata-kata Stimulus Memory 1. Kelompok A. Kakak .Tanah h. Bapak – Ibu f.Kor j.Kursi . Sore .Negara j. Bas – Rap e. Buku . Nakal – Hukuman d.Mancur i. kata-kata yang berarti dan berhubungan : a. Musuh – Racun c. Kelompok B. Mencuri .Pandai j.Pun g.Rab i. Sat – Mal c. Siap . Ujian – Lulus e. Gemar – Maksud e. Kim – Pot d. Asing – Niat d.

Lampiran 6 Lembar Pencatatan Memory Identitas eksperimentee Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : : Vivid Yuza Abdul Latif : Perempuan : 17 Tahun : Mahasiswa S-1 Psikologi Kelompok A Soal Par Jawab Sep Skor Soal 1 Mulai Kelompok B Jawab Ayah Skor 1 Soal Surat Kelompok C Jawab Kantor Pos Skor 1 Sat Kim Bas Kes Sit Ram Kar Tum Mid Mal Pot Rap Dar Pun Sur Rab Kor Rus Total 1 1 0 0 0 1 0 0 0 4 Pisau Asing Gemar Pohon Beli Kakak Siap Sore Maksud Surat Niat Maksud Makan Tidur Tanah Watak Negara Bangsa 1 1 0 1 1 1 0 1 1 8 Musuh Nakal Ujian Bapak Mencuri Buku Air Belajar Meja Racun Hukuman Lulus Ibu Polisi Sekolah Mancur Pandai Kursi Total 1 1 1 1 1 1 0 1 1 9 Total .

Lampiran 6 Lembar Pencatatan Memory Identitas eksperimentee Nama Jenis Kelamin Umur Pendidikan : : Meidiya Ende Repa : Perempuan : 17 Tahun : Mahasiswa s-1 Psikologi Kelompok A Soal Par Jawab Sep Skor Soal 0 Mulai Kelompok B Jawab Ayah Skor 0 Soal Surat Kelompok C Jawab Kantor Pos Skor 0 Sat Kim Bas Kes Sit Ram Kar Tum Mid Mal Pot Rap Dar Pun Sur Rab Kor Rus Total 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 Pisau Asing Gemar Pohon Beli Kakak Siap Sore Maksud Surat Niat Maksud Makan Tidur Tanah Watak Negara Bangsa 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Musuh Nakal Ujian Bapak Mencuri Buku Air Belajar Meja Racun Hukuman Lulus Ibu Polisi Sekolah Mancur Pandai Kursi Total 0 1 1 1 1 1 1 1 1 8 Total .

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12 Skor A (Tak Berarti) Skor B (Berarti Tak Berhubungan) 0 Herman Eli Sihah Vivid Alim Egas Afqhan Rifani Syifa Nova Farhan Tony Memei Ani Hanik Husniati Gembor Sahrul Khafidz Arif Rahimah Budi Yossa Ibnu Series1 Series1 2 4 6 8 Lampiran Grafik Memory Herman Eli Sihah Vivid Alim Egas Afqhan Rifani Syifa Nova Farhan Tony Memei Ani Hanik Husniati Gembor Sahrul Khafidz Arif Rahimah Budi Yossa Ibnu .

10 12 Skor C (Berarti Berhubungan) 0 Herman Eli Sihah Vivid Alim Egas Afqhan Rifani Syifa Nova Farhan Tony Memei Ani Hanik Husniati Gembor Sahrul Khafidz Arif Rahimah Budi Yossa Ibnu Series1 2 4 6 8 .

75 2.131 .072 .923 1.96 1.50 2.225 -. Deviation 2. Deviation 2.219 1.Lampiran SPSS Uji Normalitas Descriptive Statistics N TB BTB BB 24 24 24 Mean 2.225 .129 -.219 .75 7.50 3.574 Minimum 0 0 5 Maximum 8 10 10 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test TB N Normal Parameters a BTB 24 24 3.226 2.166 -.519 Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.574 . Test distribution is Normal.815 . Sig.923 .200 Mean Std.96 Std.175 BB 24 7. (2-tailed) a.166 .117 1. General linear model Within-Subjects Factors Measure:MEASURE_1 Dependent factor1 1 2 3 TB BTB BB Variable .226 .104 .

796 76.96 Std.Descriptive Statistics Mean TB BTB BB 2.000 22.981 F 76.000 a a a Mauchly's Test of Sphericity Measure:MEASURE_1 b Epsilon Within Subjects Effect factor1 Mauchly's W Approx. Deviation 2.574 N 24 24 24 Multivariate Tests Effect factor1 Pillai's Trace Wilks' Lambda Hotelling's Trace Roy's Largest Root a.000 Sig.076 Tests the null hypothesis that the error covariance matrix of the orthonormalized transformed dependent variables is proportional to an identity matrix. Design: Intercept Within Subjects Design: factor1 .500 .000 2.000 Error df 22.226 2.50 3. Exact statistic b.125 6.875 .143 df Sig. Design: Intercept Within Subjects Design: factor1 Value .884 Lowerbound .000 22.828 a HuynhFeldt .981 6. GreenhouseGeisser . ChiSquare 5.796 76.000 . b.792 2 .75 7.000 . May be used to adjust the degrees of freedom for the averaged tests of significance.000 2.923 1.000 2.000 .796 a b Hypothesis df 2.796 76. Corrected tests are displayed in the Tests of Within-Subjects Effects table. a. .000 22.

198 7.Tests of Within-Subjects Effects Measure:MEASURE_1 Type III Sum of Source factor1 Sphericity Assumed Greenhouse-Geisser Huynh-Feldt Lower-bound Error(factor1) Sphericity Assumed Greenhouse-Geisser Huynh-Feldt Lower-bound Squares 392.000 Mean Square 196.121 392.571 Sig. .881 Sig.000 .655 1.528 392.792 6.528 392.528 154.007 2.275 F 174.014 213.000 .000 .014 9.130 Sig.049 3.571 58.571 58.065 40.000 .175 222.007 51.139 df 2 1.000 .767 1. .979 102.264 237.000 Tests of Within-Subjects Contrasts Measure:MEASURE_1 Type III Sum of Source factor1 factor1 Linear Quadratic Error(factor1) Linear Quadratic Squares 357.571 58.160 Df 1 1 23 23 Mean Square 357.521 35.351 4. .528 392.319 Df 1 23 Mean Square 1615.260 4.521 35.139 154.000 46 38.442 F 158.528 3.139 154.139 154.010 Tests of Between-Subjects Effects Measure:MEASURE_1 Transformed Variable:Average Type III Sum of Source Intercept Error Squares 1615.702 F 58.645 23.

Error Mean Paired Samples Statistics Mean Pair 1 BTB BB 3.597 Paired Samples Correlations N Pair 1 TB & BTB 24 Correlation .454 .279 Upper -.226 2.221 -2. Deviation 2.50 3.923 1.488 . Error Mean .514 23 . Error Mean .497 -2. Deviation 2. Deviation Std.250 2. (2tailed) Mean Std.003 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Pair 1 TB .75 7.019 t df Sig.BTB -1.436 .96 N 24 24 Std.Paired samples t-test Paired Samples Statistics Mean Pair 1 TB BTB 2.923 Std.581 Sig.597 .75 N 24 24 Std.574 Std. .321 Paired Samples Correlations N Pair 1 BTB & BB 24 Correlation .149 Sig. .

(2tailed) Mean Std.574 Std.434 -6.454 .356 Upper -4.BB -5.897 -6.043 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Interval of the Difference Lower Pair 1 TB .Paired Samples Test Paired Differences Std.458 2.000 Sig. .416 Sig.208 . Deviation Std.226 1. Deviati on 3.578 23 .561 -12. Error Mean .000 t df Sig.BB -4.107 95% Confidence Interval of the Difference Lower Pair 1 BTB . Error Mean t df .126 .50 7.96 N 24 24 Std.321 Paired Samples Correlations N Pair 1 TB & BB 24 Correlation . Error Mean Paired Samples Statistics Mean Pair 1 TB BB 2.520 Upper -2.634 -5.637 23 . Deviation 2. (2tailed) Mean Std.