You are on page 1of 15

RELATION BETWEEN MALPRACTICE CLAIMS AND ADVERSE EVENTS DUE TO NEGLIGENCE Latarbelakang Latarbelakang dan Metode.

Dengan mencocokan rekam medis dari sampel secara random terhadap 31.429 pasien rawatan inap di New York pada tahun 19 4 dengan data keseluruhan dari laporan malpraktek! kami mengidenti"ikasi pasien #ang telah melaporkan dokter dan rumah sakit. $emudian hasiln#a dibandingkan dengan temuan berdasarkan penin%auan terhadap rekam medis #ang sama! mengenai ke%adian cedera #ang disebabkan oleh mana%emen medikal &ke%adian #ang tidak diinginkan'. (asil. $ami mengidenti"ikasi 4) kasus malpraktek pada 3*.19+ pasien! dicatat pada kun%ungan kami #ang pertama dan 4 dari + * catatan tambahan selama kin%ungan "ollow,up. $eseluruhan kasus per keluaran &diukur' adalah *!13 - &inter.al tingkat keperca#aan 9+ -! *!*)/,*!1 -'. Daripada 2 * pasien #ang mengalami keadaan #ang tidak diinginkan disebabkan oleh kelalaian medis! dide"inisikan oleh protokol studi! kasus malpraktek &diukur! 1!+3 -0 inter.al tingkat keperca#aan 9+-! *,3!2-'. 1ebalikn#a perkiraan kami! ratio ke%adian #ang tidak diinginkan pada data keselurahan disebabkan oleh kelalaian &2)!1)9' pada kasus malpraktek &3+)*' adalah )!/ 2 1. 3rekuensi relati" ini men#atakan ke%adian malpraktek kemungkinan bisa dipidanakan namun keban#akan ke%adian #ang dipidanakan ini tidak tercakup di dalam de"inisi ke%adian #ang tidak diinginkan. $esimpulan. 4roses pengadilan kasus malpraktek %arang mengkompensasi pasien cedera karena kelalaian medis dan %arang teridenti"ikasi dan pro.ider pen#elenggara telah bertanggung%awab untuk pela#anan #ang sesuai standar. 3rekuensi dari kasus malpraktek pada pasien #ang cedera akibat kelalaian medis telah men%adi sub%ek #ang sering dibicarakandan %arang diin.estigasi. Dua pertan#aan utama mengenai kasus pidana malpraktek adalah sebesar apapun kompensasin#a pada korban malpraktek dan apakah dia mempromosikan kualitas dan memberikanp pela#anan #ang lebih bagus. 5ika kelalaian medis sering membawa kepada kasus malpraktek maka penggunaan pela#anan substandar adalah optimal dan sistem peradilan sipil akan mengkompensasi beberapa pasien dengan cedera medis. 5ika seperti beberapa orang mendesak keban#akan kasus malpraktek #ang dipidanakan! penuntut han#a meminta peme bebasan bia#a rawatan dan tidak bisa ditolak rumah sakit. 6etapi bia#a klaim bisa lebih besar dan kredibilitas dan legitimasi kasus malpraktek dalam mendapatkan keadilan sipil berkurang.

aluasi pen#ebab cedera pasien dan memutuskan bahwa pasien telah mengalami cedera #ang disebabkan oleh kelalaian medis.ard Medical 4ractice 1tud# menghubungkan tin%auan klinis 3*. 4ada tingkat kedua rekam medis #ang telah memenuhi satu dari 1 apakah terdapat kelalaian medis Dokter tersebut pertama kriteria! ditun%ukkan kepada dua dokter #ang independen menge.429 pasien dipulangkan tahun 1 94! didapatkan dari +1 rumah sakit seluruh New York! digambarkan secara detail ditempat lain. METODE Data dari Rekam Medi 1atu penin%auan pada catatan sampel random oleh 31.Dan7on memperkirakan berdasarkan penin%auan rekam medis dan memperoleh data dari 8ali"ornia pada pertengahan 19)* bahwa setiap klaim malpraktek! 1* cedera disebabkan karena kelalaian pela#anan. Menghubungkan kedua data ini! membolehkan kita menentukan "rekuensi kasus dengan kelalaian dan tanpa kelalaian. Dokter mencatat penilaian tentang kelalaian dalam skala teratur! dan berkategori! berkisar antara tidak terdapat ke%adian #ang tidak diinginkan ke terdapat beberapa ke%adian #ang tidak diinginkan.19+ pasien dengan catatan kleim dari keseluruhan data negara bagian. 6ingkat pertama! sebuah kelompok #ang terdiri dari perawat! dan administrator rekam medis #ang dilatih secara khusus menggunakan protokol standar untuk men#aring sekurang. 1eperti #ang die. 9ntuk mengukur kemungkinan ini! (ar. kurangn#a satu dari 1 ke%adian menun%ukkan kemungkinan ke%adian# ang tidak diinginkan. 4enin%au %uga menilai tingkat kecacatan akibat ke%adian# ang tidak . $elalaian medis diperca#a telah berlaku %ika pela#anan medis #ang men#ebabkan ke%adian #ang tidak diinginkan di bawah pela#anan standar pada pasien dengan pen#akit #ang sama. :ntin#a penin%auan dilakukan dalam tiga tingkat.aluasi oleh sebuah tim penin%au kedokteran! membawa kepada kleim malpraktek. 8edera #ang men#ebabkan pasien men%adi lama di rumah sakit atau men#ebabkan kecacatan #ang berlangsung setelah pasien dipulangkan diartikan sebagai ke%adian #ang tidak diinginkan. 1tudi ini han#a memperkirakan! "rekuensi relati"! kleim dan kelalaian tanpa metode penentuan "raksi klaim #ang tidak melibatkan kelalaian! Dan7on tidak bisa memperkirakan kemungkinan akan ter%adin#a klaim pada kasus kelalaian medis.

4ada rumah sakit selain itu! administrator rekam medis! han#a menun%ukkan kasus #ang disangka terdapat bukti tindakan pidana pada catatan pasien. Di semua rumah sakit! kami memperoleh data identi"ikasi pasien untuk memastikan rekam medis pasien dan kleim malpraktekn#a. .rata kedua e. 4enin%auan rekam medis menun%ukkan lima kelompok kasus.eberapa bulan setelah kun%ungan pertama! rumah sakit #ang berpartisispasi mencari semula rekam medis #ang hilang dan men%elaskan kenapa beberapa data tidak ada.isi #ang tidak di%elaskan tentang keputusan kedua dokter tersebut dan keputusan tergantung pada dirin#a. 4ada enam "asilitas #ang dipilih secara acak tim penin%au medis melakukan satu lagi penin%auan tiga tingkat untuk mengetahui ke%adian #ang tidak diinginkan kemungkinan ter%adi pada data. $etiga! kasus dengan beberapa ke%adian #ang tidak diinginkan dengan penilaian #ang berada padagar is atau berada di bawah garis.diinginkan! dan menggambarkan secara detail tingkat keparahan cederan#a! hubungann#a dengan pela#anan mana%emen medis dan kelalaian. 4ertama kasus #ang tidak termasuk dalam sebaran ke%adian #ang tidak diinginkan.kurangn#a bisa ter%adi.data #ang hilang. 8edera diklasi"ikasikan sebagai ke%adian #ang tidak diinginkan dan sebagai kelalaian apabila rata. 6im dokter kedua secara independen menin%au! 3*1 rekam medis dari dua rumah sakit untuk memastikan keperca#aan penin%auan tim dokter pertama. 4ada tingkat tiga! apabila kedua dokter tidak men#etu%ui ter%adin#a ke%adian #ang tidak diinginkan masalahn#a diselesaikan oleh seorang dokter super. $eempat! kasus dengan ke%adian #ang tidak diinginkan! tetapi bukan disebabkan oleh kelalaian medis.sampel random daripada semua sampel #ang ada. 9ntuk mengetahui e"ek negati" palsu pada skrining tingkat pertama oleh administrator rekam medis! kami melakukan penin%auan kedua pada 1.aluasi dokter menun%ukkan penilaian sekurang. . 4enin%auan multipel membenarkan analisis hasil pada asumsi alternati" untuk mengidenti"ikasi kelalaian. $ami melakukan analisis sensiti"itas untuk mengidenti"ikasi kemungkinan bias #ang disebabkan oleh catatan #ang hilang! atau penin%auan #ang salah diklasi"ikasikan. $elima! ke%adian #ang tidak diinginkan #ang disebabkan oleh kelalaian medis. $edua! kasus #ang ditin%au oleh dokter tetapi tanpa sembarang bukti bahwa ter%adin#a ke%adian #ang tidak diinginkan.

4ertama! kami mengemukakan ukuran sampling kasuso leh kleim #ang berhubungan dengan rekam medis melalui mencocokkan proses di%elaskan seperti di bawah dan men#esuaikan sampel dengan populasi New York.undang dan aturan New York memerlukan laporan umum oleh kleim pemegang asuransi domestik dan luar negeri! program asuransi diri dan semua rumah sakit.ratakan pasien kleim dari tahun 19 4. 9ndang. $etiga! kami memperkirakan rekuensi tahunan kleim pasien dengan merata. $edua kami kalkulasi %umlah pasien kleim dari catatan negara bagian <4M8! untuk cedera #ang berlaku pada tahun 19 4 tanpa mempedulikan kapan pasien melaporkan.ider kleim dilaporkan dari 19)+ = Mei 19 9! men%adi tipe permulaan untuk estimasi kleim pasien. $edua departemen asuransi dan pusat kesehatan awaln#a dinasehati oleh organisasi asuransi dan kesehatan mengenai kegunaan dan kepentingan studi kami dan laporan kasus baru diwa%ibkan. $alkulasi waktu antara cedera dan kleim! menentukan peluang suatu ba#aran disebabkan oleh kleim! identi"ikasi orang #ang di kleim dan menghubungkan kleim dengan rekam medis pasien #ang sudah disampaikan. Data <4M8 #ang memiliki /)9** pro. Pr# e Pen$#$#kan 1tudi protokol kami termasuk wawancara dengan pasien tentang kleim malpraktek! orang #ang mengkleim diidenti"ikasi dengan menghubungkan catatan rumah sakit ke catatan . 9ntuk memastikan kesahihan perkiraan "rekuensi kleim! kami memperkirakan %umlah pasien kleim untuk tahun 19 4 dalam 3 cara. $ami menin%au semua kleim di catatan <4M8 sebagai kleim pro. <4M8 membenarkan kami mengakses ke semua "ile komputer dan abstrak kertas. >pabila diperlukan anggota tim peneliti menghubungi dan mengun%ungi rumah sakit indi. $arena satu pasien bisa mempidana beberapa di"enden untuk satu cidera! %umlah di"enden melebihi %umlah pasien kami menin%au %umlah kleim pasien sebagai kleim pasien. Data di da"tar <4M8 berpedomen kepada di"enden dan bukan pasien mengkleim. 5ika kleim malpraktek dilaporkan dalam tempo itu.idual untuk mengambil data <4M8 dengan in"ormasi #ang lebih detail.Data !ada "leim Mal!raktek Data pada kleim malpraktek termasuk semua kleim terhadap dokter dan rumah sakit secra "ormal dan dilaporkan ke <""ice o" 4ro"essional Medical 8ondact &<4M8' di 4usat $esehatan New York.19 /! ke%adian #ang tidak diinginkan #ang diidenti"ikasi pada tahun 19 4 kemungkinan besar sudah diidenti"ikasi.ider.

$ami mencocokkan menggunakan komputer dan secara manual. 9ntuk menghubungkan catatan pasien dalam sampel dengan kleim malpraktek. (ubungan ini dilan%utkan setelah pen#elesaikan tin%auan rekam medis. 1tandar de. $ecocokan manual #aitu suatu cara biasa dalam menghubungkan prosedur dengan catatan membantu mengkon"irmasi hubungan karena gambaran %umlah in"ormasi tidak dalam bentuk so"t kopi.iasi pada rasio kleim untuk e"ek adalah strati"ied! une?uel.kleim <4M8. . 4en#esuaian ini berasumsi bahwa kleim oleh pasien dengan catatan rumah sakit #ang tidak ditemui sama dengan %umlah pasien #ang awaln#a catatan medis tidak ditemui tetapi ditemukan pada "ollow up. $ekurangan data #ang komplit dalam identi"ikasi dengan masalah nomor kartu identitas memaksa kami untuk berpegang pada beberapa karakter kecocokan. 4enin%auan dokter tidak mengetahui adan#a kleim %ika tidak din#atakan rekam medis. 1ebuah tim #ang terdiri dari pengacara #ang ahli dalam bidang malpraktek! peneliti pela#an kesehatan! pengacara dokter membandingkan in"ormasi klinis dari tin%auan rekam medis dengan data dan ringkasan dari catatan kleim <4M8.cluster sampling design. E tima i ke%adian &ang tidak diinginkan dan kleim ke el'r'(an negara bagian) Desain sampling rekam medis membolehkan kami untuk menentukkan populasi semua pasien #ang dipulangkan dari rumah sakit di New York pada tahun 19 4. 1etelah mengidenti"ikasi pasien #ang telah mengkleim! kami mempertimbangkan bahwa laporan atau malpraktek ditu%ukkan kepada rumah sakit #ang disampaikan. :denti"ikasi karakter hubungan pasien dengan orang #ang mengkleim termasuk nama! alamat! kode pos! no kartu identitas! dan umur! lokasi geogra"i dimana cedera ter%adi dan rumah sakit dimana dia dirawat. >nalisis kasus menun%ukkan klaim memerlukan pen#esuaian sampling #ang terpisah untuk mencari catatan #ang hilang. <leh karena itu! kecocokan nama tidak dimasukkan. <4M8 meminta gambaran data tambahan dari asuransi membantu kami dalam mengkon"irmasi dan mencocokkan. 6im ini dinilai dari tingkat keperca#aan dalam kecocokan dengan mengeliminasi #ang menurut tim ini tidak ada suatu kecocokan! bagi semua kasus tingkat keperca#aan tim ini dalam kecocokan dibagikan dalam enam angka kemampuan. >lgoritma kecocokan! di%elaskan ditempat lain! membenarkan ter%adin#a eror atau perbedaan dalam e%aan nama.

al tingkat keperca#aan! *! . Anali i Pen$#$#kan Rekaman 1embilan puluh delapan pasien dalam sampel menga%ukan klaim terhadap pen#edia la#anan kesehatan.al tingkat keperca#aan dari datan#a! *!*/ . 2 * ke%adian #ang tidak diinginkan kasus 1 daripada semua pasien #ang dipulangkan &9+ . 4) kasus ini menun%ukkan tingkat klaim malpraktek per keluaran di $ota New York adalah *!11 persen &9+ persen inter. 6idak semua pasien #ang diduga mengalami malpraktek selama masa perawatan! tercakup dalam penelitian ini. .inter.1!2 -'! kami menilai disebabkan kelalaian. Dimana kami mempertimbangkan han#a sampel #ang @lebih mungkin daripada tidak@ kami mengaitkan 4) klaim malpraktek kepada sampel rawatan inap. *!1/ persen'.*a il "e%adian &ang tidak diinginkan dan ke%adian &ang tidak diinginkan di ebabkan #le( kelalaian) 1eperti #ang kami laporkan di atas penin%auan rekam medis tiga tingkat mendeteksi 1133 ke%adiaan #ang tidak diinginkan.

&inter.3!24 -'. 6idak satu pun dari kasus ini #ang melibatkan peristiwa #ang merugikan. 6abel 3 menun%ukkan distribusi dari klaim malpraktek #ang sesuai dengan lima kelompok kasus #ang ditentukan oleh hasil dari tin%auan rekam medis. . 4ada empat kasus #ang datan#a tidak memadai! kami memilih mencari adan#a hubungan daripada han#a menebak. Misaln#a! dalam 3* dari 44 kasus di mana dianggap tidak ada kemungkinan kecocokan! alasan utaman#a adalah ketidakcocokan antara tanggal cedera atau tanggal saat klaim dia%ukan dengan tanggal sampel rawatan inap. 4ersentase dari penuntut pada setiap subkelompok meningkat seiring dengan meningkatn#a temuan dari penilai mengenai tingkat keparahan dari @tidak ada kriteria pen#aringan ditemukan@ men%adi @kerugian #ang disebabkan oleh kelalaian. $asus lain #ang cocok tidak memenuhi s#arat untuk inklusi berdasarkan desain sampling karena peristiwa #ang merugikan ditemukan setelah rawatan inap sampel! bukan sebelum atau selama perawatan.Dalam ban#ak kasus! keputusan tim penilai secara langsung mengacu kepada dukungan atau tentangan terhadap klaim untuk sampel rawatan inap.@ 9ntuk semua kelompok keluaran! tingkat klaim malpraktek bernilai rendah.al tingkat keperca#aan 9+ -! *. 4eluang ter%adin#a cedera #ang disebabkan kelalaian medis #ang beru%ung pada proses peradilan senilai 1!+3 .

Lima dari 12 penuntut menduga ter%adi kegagalan dalam mendiagnosis kondisi selama kun%ungan rawat %alan sebelum rawatan inap sampel. Dalam kelompok ini! + persen dari pasien han#a mengalami cidera sedang dan sembuh dalam enam bulan. Dalam hal lainn#a! dokter sepakat dalam pen#ebab tetapi berbeda pendapat mengenai ke%adiann#a! atau berdasarkan tingkat keperca#aan mereka! kelalaian.9ntuk 12 dari 4) pengamatan #ang cocok! pengelola rekam medis menemukan bahwa tidak ada satu pun dari 1 kriteria pen#aringan #ang terpenuhi! dan proses penin%auan dihentikan tanpa partisipasi dari dokter. B' E tima i ke%adian mer'gikan !ada tingkat negara akibat kelalaian &ang tidak ber'%'ng ke!ada klaim mal!raktek) 1embilan puluh depalan persen &rata. &Aincian penilaian dari 4) kasus terdapat di tempat lain. 1isan#a pasien #ang mengalami cidera sedang. Lebih dari setengah pasien ini berusia di bawah )* tahun dan berkemungkinan telah kehilangan penghasilan akibat dari cideran#a. sekelompok dari kasus ini! #ang dapat ditentukan keberadaan disabilitasn#a oleh penilai dan #ang kumpulan nilain#a mengindikasikan bukti CkuatD atau CpastiD dari kelalaian dapat diperkirakan seban#ak 13.berat sekitar +4** pasien keluar dari rumah sakit di $ota New York.rata' dari seluruh ke%adian merugikan akibat kelalaian dalam studi kami tidak beru%ung kepada klaim malpraktek. Dalam sembilan kasus! tim penin%au mengetahui adan#a klaim malpraktek #ang tertunda namun tidak menemukan adan#a buktikerugian. .*** keluaran ditingkat negara pada tahun 19 4. Dalam beberapa kasus kedua dokter tidak sepakat terhadap adan#a kerugian pada tahap kedua proses tersebut! dan seorang dokter ketiga men#elesaikan masalah tersebut dengan tidak menemukan adan#a kerugiaan. Di antara 3+ kasus sisa! #ang semuan#a ditin%au oleh dokter! penilaian klinis tentang pen#ebab keluaran hasil buruk dan kontribusi dari kelalaian sering kali bertentangan.

6ingkat klaim diantara pasien ini &*!// -0 inter. .up menga%ukan klaim malpraktek terhadap 1 pen#edia la#anan dan empat dari klaim ini berhubungan dengan terapi #ang didapat dengan rawatan inap sampel.1!3) -' bernilai enam kali lebih tinggi daripada tingkat penilaian awal &*!11 -' tapi perbedaann#a tidak signi"ikan secara statistik.up intensi" merupakan sumber klaim #ang lebih ka#a daripada #ang ditemukan saat kun%ungan rumah sakit pertama! tapi tidak ada perbedaan dalam tingkat ke%adian merugikan atau kelalaiaan antara penilaian awal dengan "ollow. 12 dari + * pasien #ang rekam medisn#a ditemukan selama "ollow.al tingkat keperca#aan 9+ -! *.up.Penilaian Follow-up dari rekam medi dan klaim Aekam medis #ang ditemukan setelah "ollow.

4erkiraan ini menun%ukkan ratio kelalaian berbanding klaim adalah )!/ berbanding 1 &2)!1)9 samapi 3+)*'. +rek'en i relati.al tingkat keperca#aan 9+ -! *!* . 5ika sa%a dua dari empat klaim ini dicocokkan terhadap sampel! "rekuensi relati"n#a akan sedikit berubah &)!3 berbanding 1'.up dari rumah sakit tersebut tidak meminta penilaian dari dokter.4ada kasus dimana tiga dari empat klaim pasien #ang baru diidenti"ikasi #ang berhubungan dengan rawatan inap sampel! satu dokter menemukan bukti kelalaian dimana #ang lain tidak menemukan.*!1 -' pada tahun 19 4.&inter. $asus keempat tidak dinilai karena protokol "ollow.rata klaim per keluaran sekitar *!13 . $etidakmampuan kami untuk menghubungkan empat klaim terhadap rawatan inap &atau untuk mengesampingkan hubungan' karena kekurangan data memiliki e"ek #ang kecil terhadap gamabaran. $arena itu! nilai gabungan men%adi dibawah ambang temuan kelalaian. dari kelalaian dan klaim mal!raktek) Dengan menggabungkan hasil dari penilaian awal dan "ollow up kami memperkirakan %umlah klaim ditingkat negara bagian seban#ak 3+)*! atau rata. 4erkiraan #ang berdasarkan sampel dari %umlah klaim pasien ditingkat negara bagian 3+)* dapat dibandingkan dengan .

Di k' i 1tudi.itas terlarang dan penalti dan dengan demikian konsisten dengan pandangan bahwa klaim malapraktik han#a menggambarkanmakna kasar identi"ikasi dan menanggulangi masalah.studi lain telah meneliti "rekuensi kelalaian dalam kaitann#a dengan %umlah total klaim. 6emuan kami %uga mendukung pendapat terbaru tentangtingkat klaim sebagai indikator kualitas la#anan memiliki"ungsi #ang terbatas.pasien.+ ! / 4enelitian kami mengambil langkah berikutn#a dengan cara mencocokkan catatan klinis indi.22 $ecuali ada hubungan #ang kuat antara "rekuensi klaim dan kelalaian! tingkat klaim sa%a akan men%adi indikator #ang lemah. Data kami menun%ukkan bahwa %umlah pasien di New York 1tate #ang memiliki cedera serius#ang men#ebabkan cacat setiap tahun sebagai akibat dari kelalaian perawatan medis tetapi #ang tidak menga%ukan klaim &+4**' melebihi %umlah pasien membuat klaim malpraktek &3+)*'.19 / &3/)*'. 4erkiraan kami terhadap ke%adian #ang merugikan akibat kelalaian #ang beru%ung kepada klaim bernilai %auh lebih rendah &1!+3 -'.14 .Yang lain mungkin menganggap cedera mereka sebagai luka ringan! pertimbangan kemungkinan kecil kesuksesan tidak sebanding dengan bia#a! atau pengacara #ang tidak baik. 1ebuah pen%elasan #ang mungkin adalah bahwa ban#ak pasien mungkin gagal untuk mengenali pela#anan #ang lalai.ariasi pada "rekuensi dasar #ang sama dari kelalaian atau ke%adian #ang tidak .194engacara percobaan biasan#a han#a menerima kasus relati" sedikit #ang memiliki probabilitas tinggi kelalaian dengan ba#aran besar cukup untuk membia#ai bia#a tinggi litigasi.23 karena angka dapat dengan mudah ber.idu dengan catatan klaim indi.rata angka tahunan dari klaim pasien #ang dimasukkan antara tahun 19 4. Mungkin setengah pengadu akhirn#a akan menerima kompensasi.)!1 Mengapa begitu sedikit pasien cedera menga%ukan klaim belum ban#ak diteliti.21 Data kami mencerminkan hubungan #ang lemah antara akti..an#ak #ang dapat menerimaman"aat asuransi kesehatan#ang memadai dan tidak ingin merusak hubungan %angka pan%ang dokter.2* (asil kami %uga menimbulkan pertan#aan tentang apakah litigasi malpraktek mempromosikan kualitas tinggi dalam perawatan medis.seban#ak cedera #ang disebabkan oleh malpraktek.perkiraan berdasarkan data <4M8 mengenai %umlah klaim pasien terhadap cidera padatahu n 19 4 &3) *' dan rata.idu untuk menentukan "rkasi apa dari kasus kelalaian men#ebabkan klaim .masalah khusus dalam pen#ediaan la#anan kesehatan.1ecara historis! han#a terdapat sedikit analisis empiris mengenai masalah ini. $arena itu klaim ter%adi han#a 13.

Ealau komparabilitas #ang kurang %elas ini memperingatkan untuk kita terhadap menarik kesimpulan tentang man"aat klaim malpraktek! hal ini tidak merusak temuan kami tentang probabilitas kecil &di bawah 2 persen' klaim akan dia%ukan saat kelalaian medis men#ebabkan cedera pada pasien.14.4enelitian kami tidak dirancang untuk menge.kadang tidak setu%u tentang pen#ebab dan kelalaian! ketika han#a satu #ang ditemukan kelalaian ! kasus ini tidak memenuhi s#arat sebagai peristiwa buruk karena kelalaian & kecuali dalam kasus #ang %arang ter%adi ketika ada han#a resensi tunggal '. .dari cedera karena kelalaian men#ebabkan klaim. 1ebagai menghubungkan dari tin%auan rekam medis ke "ile klaim<4M8 menun%ukkan "raksi kelalaian medis #ang mengarah ke klaim mungkin di bawah 2 persen. $etika para ahli berbeda! penilaian akhirsangat sensiti" terhadap proses pembuatan keputusan. Dalam gugatan ! pendapat ahli tunggal mungkin cukup untuk mendukung temuan kelalaian! di bawah protokol kami tidak akan.1 tidak berarti bahwa 13. 1tudi kami berbeda dari peker%aan sebelumn#a dalam hal itu melampaui pern#ataan tentang tingkat kelalaian dalam kaitann#a dengan tingkat klaim malpraktek.4asien kadang.3rekuensi relati" )!/. 6emuan ini tidak berarti bahwa 39 kasus klaim tanpa bukti peristiwa #ang merugikan akibat kelalaian tidak beralasan menurut hukum malpraktik #ang berlaku. 1ecara umum ! proses dan kriteria untuk membuat keputusan tentang pen#ebab dan kelalaian berbeda dalam sebuah penelitian ilmiah dengan litigasi sipil. Dalam studi ini! kekuasaan ma#oritas menentukan apakah telah ter%adi peristiwa buruk atau peristiwa buruk karena kelalaian . 4engulas kami kadang. 4erbedaann#a adalah cedera #ang dicatatbukan #angdisebabkan oleh kelalaian! seperti #ang dide"inisikan oleh protokol kami #ang menimbulkan klaim.aluasi man"aat dari klaim indi.idu.kadang menga%ukan klaim tentang hasil medis #ang tidak memenuhi s#arat sebagai ke%adian #ang tidak diinginkan sebagaimana de"inisi kita! tanpa akses penuh ke catatan asuransi! kita tidak bisa menilai prospek dari kasus.idu.kasus indi.idu! e"ek menggunakan kriteria #ang berbeda untuk kelalaian! dan kemungkinan hilang rekam medis dan data #ang hilang pada klaim malpraktek. (asil ini tetap kuat meskipun kemungkinan ada kesalahan klasi"ikasi kasus. 4enga%uan klaim dapat men%adi tanda perlun#a pen#elidikan lebih lan%ut karena kemungkinan bahwa suatu ke%adian #ang tidak diinginkan atau kelalaian #angmen#ebabkan keluhan.kasus indi.diinginkan.2+demikian ! temuan kami tidak langsung sebanding dengan hasil dari litigasi sipil .

idual tidak berarti bias dalam perkiraan kami. >dan#a ke%adian #ang tidak diinginkan karena kelalaian #ang terlewatkan %uga tidak akan mempengaruhi perkiraan ini kecuali proporsi kasus #ang miss antara claimant dan non claimant tidak sebanding. $riteria baru untuk kelalaian han#a akan mengubah estimasi kami &1!+3-'%ika mereka mempengaruhi tingkat klaim! berbeda hal n#a pada kasus tingkat dimana tidak ada klaim dibuat. 1etelah dinilai re.kasus dengan klaim malpraktekdiperkirakan 1!+3 persen atau lebih rendah rendah. Data kami menun%ukkan! bahwa peningkatan tingkat ke%adian #ang tidak diinginkan akibat kelalaian pada kasus tanpa klaim!sama dengan peningkatan tingkat kelalaian pada klaim. Meskipun kita tidak dapat menghitung! probabilitas peristiwa #ang tidak diinginkan karena kelalaian berkisar antara 12 klaim malpraktek #ang diklasi"ikasikan sebagai tidak memiliki bukti kelalaian! kita dapat . Ae.iew lebih lan%ut.kasus indi. >tau! catatan rumah sakit mungkin tidak ada #ang masukdalam kriteria untuk re.ias akibat ketidaksepakatan atau kesalahan klasi"ikasi kasus indi.iewer bahwa ter%adi kelalaian sudah cukup untuk dihitung sebagai kasus ke%adian #ang tidak diinginkan akibat kelalaian di bawah protokol kami! probabilitas bahwa ke%adian #ang tidak diinginkanakibat kelalaian akan menghasilkan klaim malpraktek hampir sama &1!+1-'.bukti kelalaian.iew duplikat pada sub.1'. Di satu sisi! perkiraan kasus kelalaian di antara kasus.. <leh karena dalam penelitian lain berdasarkan penelaahan implisit catatan medis!2/ ketidaksepakatan tentang kasus.idu tidak tidak ter%adi pada hasil kami.sampel dari 31 catatan medis! dilaporkan sebelumn#a! tim kedua dokter tidak mengidenti"ikasi kelompok ke%adian #ang tidak diinginkan#ang sama seperti #ang dilakukan tim pertama! tetapi mereka tidak menemukan insiden ke%adian #ang tidak diinginkan dan ke%adian #ang tidak diinginkan karena kelalaian #ang sama. >dministrator catatan medis mungkin melewatkan $e%adian #ang tidak diinginkan akibat kelalaian selama screening tahap pertama . 4enggunaan kriteria #angkurang ketat untuk kelalaian tidak akan mengubah tingkat klaim pada kasus ke%adian #ang tidak diinginkankarena kelalaian! tetapi akan mempengaruhi "rekuensi keseluruhan kelalaian sebagaimana pada studi ini dan pada studi sebelumn#a dengan rasio ke%adian #ang tidak diinginkan terhadapklaim &)!/. 1eperti diberitakan sebelumn#a! angka miss administratorhan#a 4!+ persen. 1ebuah replikasi penelitian mungkin menghasilkan tingkat ke%adian #ang tidak diinginkan dan kelalaian #ang samanamun belum tentu mengklasi"ikasikan klaim #ang sama seperti #ang didukung oleh bukti.

1!2 persen . %ika kita gagal untuk menemukan rekam medis penggugat dan tidak bisa mengidenti"ikasi klaim melalui proses record-matching. >dministrator mungkin lebih mungkin untuk melewatkan data nonclaimants dibandingkan climant karena bukti tindakan hukum adalah 1 dari 1 kriteria screening. 4otensi bias pada re. Dengan asumsi lebih lan%ut!angka #ang %auh lebih rendah dari kelalaian pada kasus.2!2 -.kasus tanpa klaim! memiliki screening negati"! misaln#a 1F2* angka #ang diidenti"ikasi pada skrining positi"! estimasi angka klaim padake%adian #ang tidak diinginkankarena kelalaian akan turun 1!+3. >kses tidak terbatas terhadap catatan medis dan pelaporan penuh klaim tidak akan menghilangkanpotensial bias karena klaim #ang berkaitan dengan perawatan medis pada tahun 19 4 #ang belum dia%ukan pada bulan Mei 19 9! ketika pengumpulan data kami .menghitung probabilitas klaim memiliki bukti kelalaian pada skrining &*.ariasi sampling.ahkan dengan inter. Dengan asumsi bahwa 4!+ persen screening negati" adalahnegati" palsu! seperti #ang diperlihatkan oleh duplikat re.iew rekam medis ini sangat kecil dibandingkan dengan ukuran inter.al keperca#aan 9+ . .&3!2-'! probabilitas bahwa klaim akan dia%ukan ketika pasien terluka akibat malpraktik medis masih %auh di bawah perkiraan sebelumn#a .al keperca#aan #ang didapat dari. $laim malpraktek mungkin terlewat .2*' &tabel 3'. 1elain itu! rumah sakit mungkin membuang semua catatan tanpa memperhatikan hasil pasien dan mungkin telah gagal untuk melaporkan klaim malpraktek ke <4M8 . kemungkinan sumber bias lain . Di sisi lain! administrator catatan medis mungkin %uga telah kehilangan ke%adian #ang tidak diinginkan akibat kelalaian #ang tidak dalam litigasi! sehingga men#ebabkan perkiraan kami terlalu tinggi.9pa#a pemerintah negara bagian mendapat pelaporan lengkap menun%ukkan bahwa kami memiliki data paling lengkap! dan andal! meskipun tidak ada sumber eksternal #ang dapat melengkapkan data. >sumsi bahwa ke 12 kasus harus ini telah diidenti"ikasi sebagai positi" &memiliki bukti men%adi ke%adian #ang tidak diinginkan' akan menaikkan estimasi probabilitas litigasi padake%adian #ang tidak diinginkan akibat kelalaian 1!+3.iew! dan bahwa tingkat ke%adian #ang tidak diinginkan akibat kelalaian di pada kasus #ang miss men#amai tingkat di pada kasustanpa klaim #ang diidenti"ikasi sebagai positi" pada screening! akan ada ke%adian #ang tidak diinginkan tambahan karena kelalaian antara nonclaiman. (asil pencarian tindak lan%ut untuk rekam medis #ang hilang menun%ukkan bahwa rumah sakit mungkin memotong secara selekti" rekam medis dari beberapa penggugat! tetapi han#a sebagian dari dari mereka .

Menurut data base <4M8! 9* -dari klaim #ang dia%ukan dalam waktu 4!4 tahun dari tanggal cedera. 1elain itu! 43. .berakhir. 4ersamaan estimasi berdasarkan sampel dan berdasarkan populasi dari "rekuensi klaim pasien adalah bias akibat klaim #ang hilang.9 4!) Dengan demikian! kami berharap bahwa kurang dari 1* persen dari seluruh klaim #ang mungkin hilang dari data base <4M8 dan ke%adian litigasi tidak lebih dari 1* persenlebih rendah.dari ke%adian #ang tidak diinginkan #ang disebabkan oleh perawatan medis dikumpulkan sebelum 1. 4ersamaan estimasi menun%ukkan bahwa dalam menghubungkan klaim ke rekam medis kami melewatkan beberapa persamaan #ang sebenarn#a! dan bahwa pada tahun 19 9 beberapa klaim #ang berkaitan dengan sampel rawat inap kami dari tahun 19 4 tetap akan dia%ukan . Ditinggalkann#a litigasi malpraktek tidak mungkin kecuali terdapat sistem #ang kredibel dan prosedur #ang didukung oleh mas#arakat! #ang dilembagakan untuk men%amin akuntabilitas pro"esional untuk pasien . Meskipun litigasi malpraktek mungkin memenuhi tu%uan sosial kasar! dukungan untuk men%aga pelaku tetap ada karena presepsi bahwa ada metode lain untuk memastikan pela#anan #ang optimal 2) ! 2 dan mengganti rugi keluhan pasien terbukti tidak memadai . (asil dari penelitian ini! di mana klaim malpraktek dicocokkan dengan catatan medis rawat inap! menun%ukkan bahwa sistem pengadilan sipil %arang mengkompensasi pasien cedera dan %arang mengidenti"ikasi dan meminta pertanggung%awaban pen#edia la#anan kesehatan untuk perawatan medis standar.