You are on page 1of 6

Batuan Metamorf

By SODIKIN MANDALA PUTRA email: cendikiamuslim@ymail.com UNIVERSITAS SRIWIJAYA

BATUAN METAMORF

Metamorfosa adalah proses rekristalisasi di kedalaman kerak bumi (3-20km) yang keseluruhannya atau sebagian besar terjadi keadaan padat, yakni tanpa melalui fasa cair sehingga terbentuk struktur mineralogy baru akibat dari pengaruh temperature (T) (200-6500C) dan tekanan yang tinggi. Batuan metamorf adalah batuan yang berasal dari batuan induk bisa batuan beku, sedimen, maupun metamorf itu sendiri yang mengalami metamorfosa.

A.

Tipe-tipe Metamorfosa

Tipe metamorfosa berdasarkan kejadiannya dan sejarah pembentukannya yang banyak dibahasa oleh para ahli sehingga banyak pula macam-macam metamorfosa tetapi pada dasarnya dapat digolongkan menjadi:

1.

Metamorfosa Lokal

Disebut local karena penyebaran dari metamorfosanya sangat kecil sekali, tipe ini meliputi:

a.

Metamorfosa Kontak atau Termal

Metamorfosa kontak disebabkan oleh adanya kenaikan temperature pada batuan tertentu panas tubuh batuan intrusi yang diteruskan pada batuan sekitarnya mengakibatkan metamorfosa kontak.

b.

Metamorfosa Dislokasi/kataklastik/ dynamo

Batuan metamorf ini dijumpai pada daerah yang mengalami dislokasi, missal pada daerah sesar besar, proses metamorfosanya terjadi pada lokasi dimana batuan ini mengalami proses penggerusan secara mekanik yang disebabkan oleh factor penekanan secara kompresional baik tegak maupun mendatar.

2.

Metamorfosa Regional

Tipe metamorfosa ini meliputi

a.

Metamorfosa Dinamo Termal

Metamorfosa ini terjadi pada kulit bumi bagian dalam dan factor yang berpengaruh adalah temperature dan tekanan yang tinggi. Secara geografis dan genetic penyebarannya sangat erat kaitannya dengan aktivitas orogenesa atau proses pembentukan perugunungan lipatan gunung api. Meliputi daerah yang luas dan selalu dalam bentuk sabuk pegunungan yakni dalam daerah geosinklin.

b.

Metamorfosa Beban/Burial

Batuan Metamorfosa ini terbentuk oleh proses pembebanan oleh suatu massa sedimentasi yang sangat tebal pada suatu cekungan yang sangat luas atau dikenal dengan sebutan cekungan geosinklin.

B.

Struktur Batuan Metamorf

Struktur pada batuan metamorf terbagi atas dua golongan besar yaitu:

1.

Struktur Foliasi

Yaitu struktur pada batuan metamorf yang ditunjukan oleh adanya penjajaran mineral-mineral penyusun batuan metamorf. Struktur ini meliputi

a.

Struktur slaty cleavage

Merupakan derajat metamorf rendah dari lempung mineral-mineral berukuran dan kesan kesejajarannya halus sekali memperlihatkan belahan-belahan yang rapat dimana mulai terdapat daun-daun mica halus.

b.

Struktur Phylitic

Struktur ini hamper mirip dengan struktur slay cleavage hanya mineral dan kesejajarannya sudah mulai agak kasar. Derajat metamorfosanya lebih tinggi dari pada slate

c.

Struktur Schistosa

Adalah suatu struktur dimana mineral pipih lebih dominan dibandingkan mineral butiran. Struktur ini biasanya dihasilkan oleh proses metamorfosa regional.

d.

Struktur Gneisik

Struktur dimana jumlah mineral yang grnulose relative lebih banyak dari mineral pipih.

2.

Struktur Non-Foliasi

Merupakan struktur yang tidak memperlihatkan adanya penjajaran mineral penyusun batuan metamorf yang termasuk dalam struktur ini adalah.

a.

Sturuktur Hornfelsik

Dicirikan adanya butiran-butiran yang seragam, terbentuk pada bagian dalam daerah kontak sekitar tubuh batuan beku. Pada umumnya merupakan rekristalisasi batuan asal. Struktur ini diibaratkan seperti tanduk.

b.

Struktur Milonitik

Struktur yang berkembang oleh adanya penghancuran terhadap batuan asal yang mengalami metamorfosa dynamo, batuan berbutir halus dan liniasinya ditunjukan oleh adanya orientasi mineral yang berbentuk rentikuler terkadang masih menyimpan lensa batuan asalnya.

c.

Struktur Kataklastik

Struktur ini hamper sama dengan struktur milonit hanya butiranya lebih kasar

d.

Struktur Pilonitik

Struktur ini menyerupai milonit tetapi butirannya relative lebih kasar dan strukturnya mendekati struktur pada tipe phylitik.

e.

Struktur flaser

Seperti struktur kataklastik dimana struktur batuan asal berbentuk lensa yang tertanam pada massa dasar milonit.

f.

Struktur augen

Seperti struktur flaser hanya lensa-lensanya terdiri dari butir-butir feldsfar dalam massa dasar yang lebih halus.

g.

Struktur granulose

Struktur ini hamper sama dengan hornfelsik hanya butirnya tidak sama besar.

h.

Struktur Liniasi

Struktur ini diperlihatkan adanya kumpulan mineral yang berbentuk seperti jarum.

C. Tekstur Batuan Metamorf

Tekstur pada batuan metamorf digolongkan menjadi:

1.

Tekstur Kristaloblastik

Tekstur yang terjadi pada saat tumbuhnya mineral dalam suasana padat dimana tekstur batuan asalnya tidak Nampak lagi

a.

Lepidoblastik

Tekstur batuan metamorf yang didominasi oleh mineral-mineral pipih yang memperlihatkan orientasi sejajar seperti minera-mineral biotit, mika, dan sebagainya.

b.

Granoblastik

Tekstur batuan metamorf yang terdiri dari mineral-mineral yang membutir seragam seperti kuarsa, kalcit, dan gerniet.

c.

Nematoblastik

Terdiri dari mineral-mineral berbentuk prismatic menjarum yang memperlihatkan orientasi sejajar.

d.

Porfiroblastik

Tekstur pada batuan metamorf dimana suatu Kristal besar (fenokris) tertanam dalam massa dasar yang relative halus.

e.

Idioblastik

Tekstur pada batuan metamorf dimana bentuk mineral-mineral penyusunnya berbentuk euhedral

f.

Xenoblastik

Tekstur pada batuan metamorf dimana bentuk mineral-mineral penysusunya berbentuk anhedral.

2.

Tekstur Palimpsest

Merupakan tekstur sisa dari batuan asal yang dijumpai pada batuan metamorf, tekstur ini meliputi:

a.

Blastoporfiritik

Suatu tekstur sisa dari batuan asal yang bertekstur porfiritik

b.

Blastopsefit

Suatu tekstur sisa dari batuan sedimen yang ukuran butirnya lebih besar dari pasir.

c.

Blastopsamit

Sama dengan balastopsefit hanya saja disini ukuran butirnya sama dengan pasir

d.

Blastoppellite

Tekstur sisa dari batuan sedimen yang berukuran butir lempung.

D. Komposisi Mineral Batuan Metamorf

1.

Mineral Stress

Merupakan suatu mineral yang stabil dalam kondisi tekanan dimana mineral ini dapat berbentuk pipih atau tabular, prismatic, maka mineral tersebut akan tumbuh tegak lurus terhadap arah gaya sebagai contoh: mika, actinolit, hornblende, serpentine, silimanite, kyanite, seolite, glaukupan, claurite, epidote, staurolite, dan antopilite.

2.

Mineral Anti-Stress

Merupakan mineral yang terbentuk bukan dalam kondisi tekanan dimana biasanya berbentuk equidimensional sebagai contoh: Kuarsa, feldsfar, gernet, kalcit, dan kordierite.

Selain mineral stress dan anti-stress ada juga mineral yang khas dijumpai pada batuan metamorf antara lain:

1.

Mineral khas dari metamorfosa regional

Silimanite, kyanite, andalusite, staurolite, talk

2.

Mineral khas dari metamorfosa termal

Gernet, grafit, corundum

3.

Mineral khas yang dihasilkan dari efek larutan kimia

Epidote, chlorite, wolastonite

E.

Klasifikasi Batuan Metamorf Berdasarkan Komposisi Kimianya

1.

Calcic Metamorphic Rock

Merupakan batuan metamorf yang berasal dari batuan yang bersifat kaya akan unsure Al.

2.

Quartz Feldspathic Rock

Merupakan batuan metamorf yang berasal dari batuan yang kaya akan unsru kuarsa dan feldsfar.

3.

Calcareus Metamorfhic Rock

Merupakan batuan metamorf yang berasal dari batuan gamping dan dolomite

4.

Basic Metamorpihic Rock

Merupakan batuan metamorf yang berasal dari batuan beku basa.

5.

Magnesia Metamorfic Rock

Merupakan batuan metamorf yang berasal dari batuan yang kaya akan unsru magnesium.