You are on page 1of 22

BAB I PENDAHULUAN Osteoartritis (OA) adalah bentuk dari arthritis yang berhubungan dengan degenerasi tulang dan kartilago

yang paling sering terjadi pada usia lanjut. Osteoartritis, yang juga disebut dengan penyakit sendi degeneratif, artritis degeneratif,osteoartrosis, atau artritis hipertrofik, merupakan salah satu masalah kedokteran yang palingsering terjadi dan menimbulkan gejala pada orang orang usia lanjut maupun setengah baya.Terjadi pada orang dari segala etnis, lebih sering mengenai wanita, dan merupakan penyebab tersering disabilitas jangka panjang pada pasien dengan usia lebih dari 6 tahun. !ebih dari sepertiga orang dengan usia lebih dari " tahun mengeluhkan gejala persendian yang ber#ariasi mulai sensasi kekakuan sendi tertentu dan rasa nyeri intermiten yang berhubungan dengan akti#itas, sampai kelumpuhan anggota gerak dan nyeri hebat yang menetap, biasanya dirasakan akibat deformitas dan ketidakstabilan sendi.$egenerasi sendi yang menyebabkan sindrom klinis osteoartritis mun%ul paling sering pada sendi tangan, kaki, panggul, dan spine, meskipun dapat terjadi pada sendi syno#ial manapun. &re#alensi kerusakan sendi syno#ial ini meningkat dengan bertambahnya usia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Definisi. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi yang karakteristik dengan menipisnya rawan sendi se%ara progresif, disertai dengan pembentukan tulang baru pada trabekula subkondral dan terbentuknya rawan sendi dan tulang baru pada tepi sendi (osteofit). Osteoartritis (OA) ialah suatu penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat yang tidak diketahui penyebabnya, meskipun terdapat beberapa faktor resiko yang berperan. 'eadaan ini berkaitan dengan usia lanjut, terutama pada sendi(sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban dan se%ara klinis ditandai oleh nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak. )ering kali berhubungan dengan trauma atau mikrotrauma yang berulang(ulang, obesitas, stress oleh beban tubuh, chronic inflammatory arthritis, malformasi kongenital, dan penyakit(penyakit sendi lainnya 2. Epidemiologi Osteoartritis merupakan penyakit tersering yang menyebabkan timbulnya nyeri dan disabilitas (hambatan) gerakan pada populasi usia lanjut. OA merupakan kelainan yang mengenai berbagai ras dan kedua jenis kelamin. &ria dan wanita memiliki kesempatan yang sama untuk terkena OA, namun pada wanita biasanya sendi yang terkena lebih banyak. )eiring dengan bertambahnya usia, insidens OA juga semakin bertambah. $apat dibayangkan nanti ketika seseorang sudah berusia lebih dari 6* tahun, + dari seluruh populasi wanita dan ,- dari seluruh populasi pria dapat terkena OA. OA dapat menyerang semua sendi, namun predileksi yang tersering adalah pada sendi(sendi yang menanggung beban berat badan seperti panggul, lutut, dan sendi tulang belakang bagian lumbal bawah. $i Amerika, OA menyerang "* juta warga Amerika dan .*(6*/ berusia 6 tahun. &ada suatu sur#ei radiografi pada wanita di bawah "* tahun hanya 0/ mempunyai OA1 akan tetapi pada usia " (6* tahun angka kejadiannya .*/ sementara pada orang(orang di atas 6, tahun angka kejadiannya lebih dari 6 /. &ada laki(laki nilai ini sedikit lebih rendah (grafik ,). OA jarang sekali dijumpai pada anak(anak. )ekitar 2*/ warga Amerika akan memperlihatkan beberapa
2

gejala OA pada sendi(sendi yang menahan beban tubuh di usia sekitar "* tahun. &ria %enderung akan memperlihatkan gejala OA lebih dini daripada wanita. $i bawah usia tahun, distribusi sendi OA pada laki(laki dan perempuan sama. &ada yang berusia lebih tua, OA panggul lebih sering pada laki(laki, sedangkan OA sendi antarfalang dan pangkal jempol lebih sering pada perempuan. $emikian juga bukti radiografik OA lutut, terutama OA lutut simptomatik, tampaknya lebih sering pada perempuan daripada laki(laki Gr fi! " 1 Pre# lensi $A p d %si &' ( ) *' + ,%n

-. . !+or /esi!o. &redisposisi genetik dan kelemahan sendiri merupakan faktor resiko osteoartritis sedangkan usia merupakan faktor resiko yang paling penting. 3ebannya mekanik yang mempengaruhi kemampuan sendi memperbaiki atau mempertahankan dirinya juga merupakan faktor bentuk sendi post trauma, instabilitas, atau alignment dan displasia sendi dapat menghasilkan tekanan mekanik yang merusak permukaan sendi tulang rawan.

,. 4sia
3

5ungsi kondrosit menurun dengan bertambahnya usia. )el(sel ini mensintesis aggre%ans yang lebih ke%il dan protein penghubung yang kurang fungsional sehingga mengakibatkan pembentukan agregat proteoglikan yang ireguler dan lebih ke%il. Akti#itas mitotik dan sintesis menurun dengan bertambahnya usia, dan mereka kurang responsif terhadap sitokin anabolik dan rangsang mekanik. 0. 3eban )endi yang 3erlebihan dan 3erulang(ulang. &emeliharaan struktur dan fungsi sendi syno#ial yang normal dilakukan melalui penggunaan sendi yanng teratur dalam akti#itas sehari(hari. 6amun, beban berlebihan dan berulang(ulang dari sendi yang normal dapat meningkatkan resiko kerusakan degeneratif pada sendi. .. 7iwayat &enyakit &enelitian longitudinal meninjukkan bahwa selama beberapa puluh tahun,pemeriksaan radiologi pasien dengan osteoartritis sendi panggul dan lutut, tidak berkembang pada ,-. sampai 0-. pasien. Tidak terdapat hubungan kuat antara perubahan radiografik dan klinis. 5aktor lain yang sukar dinilai adalah hubungan antara derajat degenerasi sendi dengan gejala yang ditimbulkannya. 8eskipun gejala osteoartritis utama yaitu nyeri dan kekakuan sendi, mun%ul dari degenerasi sendi, tingkat keparahan kerusakan tulang rawan tidak memiliki korelasi kuat dengan tingkat keparahan gejala. &asien dengan degenerasi sendi yang berat dapat merasakan nyeri yang minimal dan ruang gerak yang luas, dan sebaliknya. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk membedakan riwayat klinis dan riwayat penyakit. &. P +ogenesis Osteoartritis merupakan sekuen retrogresif dari perubahan sel dan matrik yang berakibat kerusakan struktur dan fungsi kartilago artikuler, diikuti dengan reaksi perbaikan dan remodeling tulang.'arena reaksi perbaikan dan remodeling tulang ini, degenerasi permukaan artikuler pada osteoartritis tidak bersifat progresif, dan ke%epatan degenerasi sendi ber#ariasi pada tiap indi#idu dan sendi. Osteoartritis sering terjadi, tapi pada sebagian besar kasus osteoartritis berkembang lambat selama bertahun(tahun, meskipun dapat menjadi stabil atau bahkan membaik dengan spontan dengan restorasi parsial yang minimal dari permukaan sendi dan pengurangan gejala.

Osteoartritis biasanya melibatkan semua jaringan yang membentuk sendi sino#ial, termasuk rawan sendi, tulang sub%hondral, tulang metafise, syno#ium,ligamen, kapsul sendi, dan otot otot yang bekerja melalui sendi1 tetapi perubahan primer meliputi kerusakan rawan sendi, remodeling tulang sub%hondral, dan pembentukan osteofit. &erubahan struktur tulang rawan sendiyang paling dini terlihat padaosteoartritis adalah kerusakan atau fibrilasi 9ona superfisial sampai ke 9ona transisional dan #iolasi oleh pembuluh darah tulang sub%hondral. 3erberapa peneliti memperkirakan bahwa kekakuan tulang sub%hondral menyebabkan dan memper%epat degenerasi rawan sendi, dan progresi degenerasi kartilago mengakibatkan kekakuan tulang sub%hondral, tapi beberapa peneliti lain mengatakan bahwa kerusakan tulang rawan sendi meningkatkan stress pada tulang sub%hondral yang menyebabkan remodeling tulang. $egenerasi kartilago artikuler dan remodeling tulang sub%hondral mun%ul pada pasien yang mengeluhkan gejala, dan kerusakan rawan sendilah yang mengakibatkan kerusakan fungsi sendi.:alaupun insidens OA meningkat dengan bertambahnya usia, ternyata proses OA bukan sekedar suatu proses wear and tear yang terjadi pada sendi di sepanjang kehidupan. $ikatakan demikian karena beberapa hal. ,. &erubahan biokimiawi rawan sendi pada tingkat molekuler yang terjadi akibat proses menua berbeda dengan yang terjadi pada rawan sendi akibat OA. 0. &erubahan menyerupai OA dapat terjadi pada rawan sendi per%obaan berusia muda yang dirangsang dengan berbagai trauma seperti tekanan mekanik dan 9at kimia. &enyebab OA bukan tunggal, OA merupakan gangguan yang disebabkan oleh multifaktor, antara lain usia, mekanik, genetik, humoral dan faktor kebudayaan. 8enipisnya rawan sendi diawali dengan retak dan terbelahnya permukaan sendi di beberapa tempat yang kemudian menyatu dan disebut sebagai fibrilasi. $i lain pihak pada tulang akan terjadi pula perubahan sebagai reaksi tubuh untuk memperbaiki kerusakan. &erubahan itu adalah penebalan tulang subkondral dan pembentukan osteofit marginal, disusul kemudian dengan perubahan komposisi molekular dan struktur tulang

Tulang rawan sendi )tage ; < =angguan atau perubahan matriks kartilago. 3erhubungan dengan peningkatan konsentrasi air yang mungkin disebabkan gangguan mekanik, degradasi makromolekul
5

matriks, atau perubahan metabolism kondrosit. Awalnya konsentrasi kolagen tipe ;; tidak berubah, tapi jaring(jaring kolagen dapat rusak dan konsentrasi aggre%an dan derajat agregasi proteoglikan menurun. )tage ;; < 7espon kondrosit terhadap gangguan atau perubahan matriks. 'etika kondrosit mendeteksi gangguan atau perubahan matriks, kondrosit berespon dengan meningkatkan sintesis dan degradasi matriks, serta berproliferasi. 7espon ini dapat menggantikan jaringan yang rusak, mempertahankan jaringan, atau meningkatkan #olume kartilago. 7espon ini

dapat berlangsung selama bertahun(tahun. )tage ;;; < &enurunan respon kondrosit. 'egagalan respon kondrosit untuk menggantikan atau mempertahankan jaringan mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendidisertai dan diperparah oleh penurunan respon kondrosit. &enyebab penurunan respon ini belum diketahui, namun diperkirakan akibat kerusakan mekanis pada jaringan, dengan kerusakan kondrosit dan downregulasi respon kondrosit terhadap sitokin anaboli% &erubahan Tulang. &erubahan tulang sub%hondral yang mengikuti degenerasi tulang rawan sendi meliputi peningkatan densitas tulang sub%hondral, pembentukan ronggarongga yang menyerupai kista yang mengandung jaringan my>oid, fibrous, atau kartilago. 7espon ini mun%ul paling sering pada tepi sendi tempat pertemuan tulang dan tulang rawan yang berbentuk bulan sabit (%res%ent).&eningkatan densitas tulang merupakan akibat dari pembentukan lapisan tulang baru pada trabekula biasanya merupakan tanda awal dari penyakit degenerasi sendi pada tulang sub%hondral, tapi pada beberapa sendi rongga rongga terbentuk sebelum peningkatan densitas tulang se%ara keseluruhan. &ada stadium akhir dari penyakit, tulang rawan sendi telah rusak seluruhnya, sehingga tulang sub%hondral yang tebal dan padat kini berartikulasi dengan permukaan tulang ?denuded? dari sendi lawan. 7emodeling tulang disertai dengan kerusakan tulang sendi rawan mengubah bentuk sendi dan dapat mengakibatkan shortening dan ketidakstabilan tungkai yang terlibat. &ada sebagian besar sendi sino#ial, pertumbuhan osteofit diikuti dengan perubahan tulang rawan sendi serta tulang sub%hondral dan metafiseal. &ermukaan yang keras, fibrous, dan kartilaginis
6

ini biasanya mun%ul di tepi(tepi sendi. Osteofit marginal biasanya mun%ul pada permukaan tulang rawan, tapi dapat mun%ul juga di sepanjang insersi kapsul sendi (osteofit kapsuler). Tonjolan tulang intraartikuler yang menonjol dari permukaan sendi yang mengalami degenerasi disebut osteofit sentral. )ebagian besar osteofit marginal memiliki pernukaan kartilaginis yang menyerupai tulang rawan sendi yang normal dan dapat tampak sebagai perluasan dari permukaan sendi. &ada sendi superfisial, osteofit ini dapat diraba, nyeri jika ditekan, membatasi ruang gerak, dan terasa sakit jika sendi digerakkan. Tiap sendi memiliki pola karakter yang khas akan pembentukan osteofit di sendi panggul, osteoarthritis biasanya membentuk %in%in di sekitar tepi a%etabulum dan tulang rawan femur. &enonjolan osteofit sepanjang tepi inferior dari permukaan artikuler os humerus biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit degenartif sendi glenohumeral. Osteofit merupakan respon terhadap proses degerasi tulang rawan sendi dan remodelling tulang sudkhondral, termasuk pelepasan sitokin anabolik yang menstimulasi proliferasi dan pembentukan sel tulang dan matrik kartilageneus @aringan &eriartikuler. 'erusakan tulang rawan sendi mengakibatkan perubahan sekunder dari syno#ium, ligamen, kapsul, serta otot yang menggerakan sendi yang terlibat. 8embran sino#ial sering mengalami reaksi inflamasi ringan serta sedang dan dapat berisi fragmen(fragmen dari tulang rawan sendi.)emakin lama ligamen, kapsul dan otot menjadi %ontra%ted. 'urangnya penggunaan sendi dan penurunan 7O8 mengakibatkan atropi otot. &erubahan sekunder ini sering mengakibatkan kekakuan sendi dan kelemahan tungkai.

'. Di gnosis
)indrom klinis osteoartritis mun%ul akibat degenerasi sendi syno#ial1 berupa kerusakan keseluruhan yang progresif dari tulang rawan sendi diikuti oleh perbaikan, remodelling, dan sklerosis dari tulang sub%hondral, dan pada banyak kasus terjadi kista sub%hondral dan osteofit submarginal.

)elain perubahan sendi syno#ial, yang biasanya dapat dibuktikan melalui foto rontgen, diagnosis sindrom klinis osteoartritis harus disertai adanya nyeri sendi yang kronik. 3anyak pasien dengan osteoartritis juga mengalami keterbatasan gerakan, krepitasi dengan gerakan, dan efusi sendi. &ada kondisi yang berat dapat terjadi deformitas tulang dan subluksasi. )ebagian besar pasien dengan osteoartritis datang dengan keluhan nyeri sendi. &asien sering menggambarkan nyeri yang dalam, ketidaknyamanan yang sukar dilokalisasikan, yang telah dirasakan selama bertahun(tahun. 6yeri dapat bertambah dengan perubahan %ua%a, khususnya dalam %ua%a dengan suhu yang dingin, dan akti#itas. 6yeri yang berhubungan dengan akti#itas biasanya terasa segera setelah penggunaan sendi dan nyeri dapat menetap selama berjam(jam setelah akti#itas. 3eberapa pasien pada awalnya memperhatikan adanya gejala penyakit degeneratif sendi ini setelah trauma ringan sendi atau akti#itas fisik yangberat, pada pemeriksaan radiologis dapat ditemukan perubahan degenerasi sendi.

&ada tahap lanjut, nyeri menjadi konstan hingga dapat membangunkan pasien dari tidurnya. )elama degenerasi sendi berlanjut, pasien dapat mengeluhkan nyeri yang tajam yang dipi%u dengan gerakan. &embesaran sendi karena pembentukan osteofit dan deformitas mun%ul pada tahap akhir dari penyakit. Tanda awal osteoartritis meliputi penurunan ke%epatan dan ruang gerak aktif sendi. 'eterbatasan gerakan dapat mun%ul akibat rusaknya kartilaggo artikularis, kontraktur ligamen A kapsul sendi, kontraktur A spasme otot, osteofit, atau adanya fragmen kartilago, tulang, atau meniskus intraartikuler. &ada palpasi dapat ditemukan krepitasi, efusi, dan nyeri sendi. Osteofit dapat menyebabkan tonjolan tulang yang dapat diraba dan dilihat, kerusakan progresif kartilago artikuler dan tulang sub%hondral dapat mengakibatkan luksasi sendi dan deformitas. Atrofi otot dapat terjadi pada kasus osteoartritis yang sudah lama. $okter sering mendiagnosis osteoartritis berdasar riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. &erubahan perubahan yang nampak pada rontgen foto dapat digunakan penunjang, namun hubungan antara klinis dan perubahan radiografis ber#ariasi diantara pasien. 3eberapa pasien dengan rontgen foto yang menunjukkan kerusakan sendi berat mengeluhkan gejala yang ringan, sedangkan pasien dengan rontgen foto yang menunjukkan kerusakan sendi minimal dapat mengeluhkan nyeri yang hebat. &erubahan radiografis yang tampak pada osteoartritis adalah adanya penyempitan spatium kartilago, peningkatan densitas tulang sub%hondral, dan adanya osteofit. 8eskipun . marker radiografis dari degenerasi sendi ini sering mun%ul bersamaan, pada beberapa sendi hanya , atau 0 dari marker tersebut yang tampak di rontgen standar. =ambaran radiografi sendi yang menyokong diagnosis OA ialah< a. penyempitan %elah - rongga sendi yang seringkali asimetris (lebih berat pada bagian yang menganggung beban) b. peningkatan densitas (sklerosis) tulang subkondral %. kista tulang d. osteofit pada pinggir sendi (marginal osteophytes) e. perubahan struktur anatomi . )ubluksasi, deformitas, dan malalignment sendi mun%ul pada tahap lanjut. Ankylosis tulang jarang terjadi. &en%itraan diagnostik tambahan, termasuk s%anning tulang, BT, dan 87; akan

10

sangat mambantu menilai stadium awal penyakit degeneratif sendi, tapi pemeriksaan ini jarang diperlukan untuk menegakkan diagnosis 3erdasarkan perubahan(perubahan radiografi di atas, se%ara radiografi OA dapat digradasi

menjadi ringan sampai berat menurut kriteria 'ellgren A !awren%e . Carus diingat bahwa pada awal penyakit, radiografi sendi masih tampak normal Kri+eri per%0 , n r diologi men%r%+ Kellgren 1 L 2ren3e
Kriteria 1 2 3 4 5 Perubahan &embentukan osteofit pada sisi sendi atau pada perlekatan ligamentum &eriarti%ular ossi%les (kista), ditemukan terutama pada sendi $;& dan &;& &enyempitan rongga sendi disebabkan karena sklerosis tulang subkondral $aerah kista dengan dinding sklerotik pada tulang subkondral &erubahan bentuk ujung tulang, sebagian besar pada kaput femoralis

G m0 r A G m0 r ( A 4 G m0 r n sendi +%ng! i norm l

G m0 r B

G m0 r " B 4 Ad n5 pem0en+%! n os+eofi+ d n pen5empi+ n 3el , sendi p d sendi +%ng! i

6. Pen + l !s n

n
11

Pen + l !s n ,. Olahraga

n Non . rm !ologi

Ada beberapa %ara dalam penanganan osteoarthritis non farmakologi, diantaranya< Olahraga dapat mengurangi rasa sakit dan dapat membantu mengontrol barat badan. Olahraga untuk osteoarthritis misalnya berenang dan jogging. 0. 8enjaga sendi 8enggunakan sendi dengan hati(hati dapat menghindari kelebihan stres pada sendi. .. &anas-dingin &anas didapat, misalnya dengan mandi air panas. &anas dapat mengurangi rasa sakit pada sendi dan melan%arkan peredaran darah. $ingin dapat mngurangi pembengkakan pada sendi dan mengurangi rasa sakit. $apat didapat dengan mengompres daerah yang sakit dengan air dingin. ". Dis%osupplementation yaitu gel untuk orang yang terkena osteoarthritis pada lutut. . &embedahan Apabila sendi sudah benar(benar rusak dan rasa sakit sudah terlalu kuat, akan dilakukan pembedahan. $engan pembedahan, dapat memperbaiki bagian dari tulang Ter pi . rm !ologi )emua obat memiliki efek samping yang berbeda, oleh karena itu, penting bagi pasien untuk membi%arakan dengan dokter untuk mengetahui obat mana yang paling %o%ok untuk di konsumsi. 3erikut adalah beberapa obat pengontrol rasa sakit untuk penderita osteoarthritis< ,. A%etaminophen 8erupakan obat pertama yang di rekomendasikan oleh dokter karena relatif aman dan efektif untuk mengurangi rasa sakit. 0. 6)A;$s (nonsteroidal anti inflammatory drugs) $apat mengatasi rasa sakit dan peradangan pada sendi. 8empunyai efek samping, yaitu menyebabkan sakit perut dan gangguan fungsi ginjal. .. Topi%al pain $alam bentuk %ream atau spray yang bisa digunakan langsung pada kulit yang terasa sakit. ". Tramadol (4ltram)
12

Tidak mempuyai efek samping seperti yang ada pada a%etaminophen dan 6)A;$s. . 8ilk nar%oti% painkillers 8engandung analgesi% seperti %odein atau hydro%odone yang efektif mengurangi rasa sakit pada penderita osteoarthritis. 6. 'orti%osteroid Efektif mengurangi rasa sakit. F. Cyaluroni% a%id 8erupakan gly%osaminogly%an yang tersusun oleh disaccharides of glucuronic acid dan Nacetygluosamine. $isebut juga #is%osupplementation. $igunakan dalam perawatan pasien osteoarthritis. $ari hasil penelitian yang dilakukan, G*/ pengobatan dengan menggunakan hyaluroni% a%id mempunyai efek yang lebih ke%il dibandingkan pengobatan dengan menggunakan pla%ebo. 8akin besar molekul hyaluroni% a%id yang diberikan, makin besar efek positif yang di rasakan karena hyaluroni% a%id efektif mengurangi rasa sakit. G. =lu%osamine dan %hondroitin sulfate 8engurangi pengobatan untuk pasien osteoarthritis pada lutut. Pen3eg , n Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar kita terhindar dari osteoarthritis< ,. menghindari olahraga yang bisa meyebabkan sendi terluka 0. mengontrol berat badan agar berat yang ditopang oleh sendi menjadi ringan .. minum obat untuk men%egah osteoarthritis

13

46;DE7);TA) A6$A!A) 5A'4!TA) 'E$O'TE7A6 'E&A6;TE7AA6 '!;6;' 7OTA); TACA& ;; )TAT4) &A);E6 ,. ;dentitas &asien a. 6ama-'elamin-4mur b. &ekerjaan-pendidikan %. Alamat < 6y 6-perempuan-F6 tahun < ;bu 7umah Tangga-Tamat )$ < 'ampung 3aru .

0. !atar belakang sosial(ekonomi(demografi(lingkungan keluarga a. )tatus &erkawinan b. @umlah anak-saudara < @anda < " orang

%. )tatus ekonomi keluarga < 8ampu, &enghasilan anak pasien dan menantu H 7p 0. **.***-bulannya d. '3 e. 'ondisi 7umah <( <

7umah pasien permanen,pekarangan luas Dentilasi baik,jumlah kamar . buah. )umber air minum air &$A8 !istrik ada. &asien memiliki :B di rumah. )ampah dibakar.
14

'esan < hygiene dan sanitasi baik. .. 'ondisi lingkungan keluarga &asien sedang tinggal dengan anak lelaki dan menantu serta ketiga orang %u%unya. &asien tinggal di daerah pinggir kota yang padat penduduk. ". Aspek psikologis keluarga Cubungan pasien dengan keluarganya baik.

. 7iwayat penyakit dahulu-penyakit keluarga Tidak ada anggota keluarga pasien yang menderita penyakit seperti ini. )uami pasien pernah menderita penyakit asam urat 7iwayat penyakit $8 dan Cipertensi tidak ada. 6. 7iwayat penyakit sekarang 'eluhan 4tama< 6yeri pada sendi jari jari tangan sejak 0 minggu lalu. 7&) ( < 6yeri pada sendi jari jari tangan yang hilang timbul sejak 0 minggu lalu.6yeri seperti ditusuk(tusuk terutama timbul pada pagi hari, setelah aktifitas dan nyeri bertambah hebat jika jari dibengkokkan. @ari jari susah dibengkokkan. 6yeri dirasakan tidak menjalar. 6yeri berkurang dengan istirahat. ( ( ( 'aku pada sendi jari tangan ada. 3engkak pada sendi ada. 7asa panas di sendi tidak ada.
15

( ( (

Tidak ada kemerahan di sendi jari jari tangan 'esemutan tidak dirasakan. 'eluhan yang sama pada sendi yang lain ada. 7asa nyeri dan sering kaku pada sendi panggul dan lutut terutama pada pagi hari dan berkurang jika istirehat sejak , tahun lalu

&asien dulu sering bekerja kuat mengangkat beban kuat dan jualan makanan di pasar

F. &emeriksaan fisik )tatus =eneralis 'eadaan umum 'esadaran 6adi 6afas Tekanan darah )uhu 33 T3 )tatus gi9i 8ata Thorak &aru ;nspeksi < )akit sedang < B8B < G" kali-menit < 0* kali-menit <,0*-F* mmCg 1 .6, B < 6* kg <, < baik < konjun%ti#a tidak anemis, s%lera tidak ikterik < < < )imetris kiri dan kanan statis dan dinamis
16

%m

&alpasi &erkusi Auskultasi @antung ;nspeksi &alpasi &erkusi Auskultasi Abdomen ;nspeksi &alpasi &erkusi

< 5remitus kiri dan kanan normal < )onor < )uara nafas #esikuler, ronkhi (-(, whee9ing(-( < < ;ktus tidak terlihat < ;ktus teraba , jari medial !8B) 7;B D < 3atas jantung dalam batas normal < 3unyi jantung murni, ising tidak ada

< &erut tidak tampak membun%it < Cati dan lien tidak teraba, 6yeri Tekan ( ( ) < Timpani

Auskultasi < 34 (I) 6 Anggota gerak < )endi jari tangan < nyeri (I), bengkak (I)kemerahan ((), panas (() 7O8 terbatas sendi panggul< nyeri (I), bengkak (() , kemerahan ((), panas (() 7O8 terbatas sendi lutut< nyeri (I), bengkak (() , kemerahan ((), panas (() 7O8 terbatas refle> fisiologis I-I, refle> patologis (-(, Oedem tungkai (-( G. !aboratorium anjuran< 7ontgen sendi jari jari tangan, sendi panggul dan sendi lutut 2. $iagnosa kerja ,*. $iagnosa 3anding < Osteoartiritis <
17

,,. 8anajemen &re#entif <

8engurangi aktifitas fisik berat dalam kegiatan sehari(hari Tidak mengangkat beban berat Olahraga ringan setiap hari Bompress hangat pada sendi yang sakit

&romotif

<

8enjelaskan kepada pasien tentang penyakit pasien yaitu panyakit peradangan pada sendi, faktor pen%etus pengobatan dan komplikasinya.

8enginformasikan pada pasien agar tidak mengobati penyakitnya dengan obat( obat tanpa resep dokter

8emberikan penjelasan pada pasien untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan makan se%ara teratur.

'uratif (resep)< natrium diklofenak tab . > *mg Ditamin 3 %omple> tab . > , 7ehabilitatif <

'ontrol teratur ke &uskesmas ;stirahat dengan %ukup

18

$inas 'esehatan 'odya &adang &uskesmas lubuk begalung

$okter Tanggal

< Bharan &al )ingh < 0 januari 0*,"

7- 6a.$i%lofena% tab * mg ). dd tab ;

6o. JD

KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKL

7- Ditamin 3 %omple> ) .dd tab ;

6o. JD

KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK L

&ro < 6y 6 4mur < F6 tahun

19

DA.TA/ PUSTAKA ,. 3randt, 'enneth. Osteoarthritis. $alam Harrisons Principles of Internal Medicine 17th edition volume 2. 4)A < The 8%=raw Cill Bompanies. 0**G 0. 3arra%k !, 3ooth E, et all. 0**6. !" # rthopaedic !no$ledge "pdate % . Cip and rthopaedic 'urgery %rd edition. &hapter 'nee 7e%onstru%tion Bhapter ,6 < Osteoarthritis dan Arthritis ;nflamatori%. .. Bhapman, 8i%hael : et al. 0**,. &hapmans ". 5ransis%a, 5rank @ et al. 0**F. +-Minutes :illiams A :ilkins.4)A . ;sbagio, Carry. 0***. &,!# 'tru-tur .a$an 'endi dan Peru/ahannya pada steoartritis . Bermin $unia 'edokteran. 1(7# steotomies of )he !nee *or steoarthritis. !ippin%ott :illiams A :ilkins. 4)A rthopaedic &onsult 2nd edition. !ippin%ott

20

&ase .eport 'ession .otasi II

$STE$AT/ITIS

$LEH 4

7HA/AN PAL SINGH


PE/SEPT$/4

8918-1&1'6

D/ ELDI SAU:A

KEPANITE/AAN KLINIK /$TASI TAHAP II .AKULTAS KED$KTE/AN UNI;E/SITAS ANDALAS PUSKES:AS LUBUK BEGALUNG
21

281&

22