No. ID dan Nama Peserta : dr. Faizah Agusiah Salamah No.

ID dan Nama Wahana : RSUD Kota Surakarta Topik : Medis Tanggal (kasus) : 23 Oktober 2013 Nama Pasien : Ny. S Tanggal presentasi : 11 Desember 2013 Tempat presentasi : RSUD Kota Surakarta Objektif presentasi :  Keilmuan  Diagnostik  Neonatus  Bayi Deskripsi:  Pasien 85 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala hebat dan muntah-muntah. Riwayat hipertensi tak terkontrol. Tujuan :  Untuk mengetahui diagnosis krisis hipertensi  Untuk mengetahui penatalaksanaan krisis hipertensi Bahan bahasan:  Tinjauan Pustaka Cara membahas :  Diskusi  Presentasi dan diskusi  Email  Pos  Riset  Kasus  Audit  Keterampilan  Manajemen  Anak  Penyegaran  Masalah  Remaja  Dewasa  Tinjauan Pustaka  Istimewa  Lansia  Bumil No. RM : 01.77.93 Nama Pendamping : dr. Muhammad Fikri

Data Pasien: Nama Klinik: UGD

Nama : Ny. S Telp :

No. Registrasi : 01.77.93 Terdaftar sejak:

Data utama untuk bahan diskusi : 1. Diagnosis/ gambaran klinis : Pasien perempuan usia 85 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala hebat dan muntah-muntah sejak pagi. Pasien mengaku lemas namun menyangkal adanya keluhan nyeri dada, berdebar, sesak nafas dan nyeri perut. Buang air kecil dalam batas normal. Buang air besar dalam batas normal. Pasien memiliki riwayat hipertensi namun tidak terkontrol. 2. Riwayat pengobatan :

reguler. Kesan ekonomi: kurang 7. sklera ikterik (-/-)  Hidung : nafas cuping hidung (-/-). distensi v. Riwayat pekerjaan : Pasien saat ini sudah tidak bekerja. Jugularis (-/-)  Tenggorokan: nyeri telan (-). isi dan tegangan cukup  RR : 24 x/menit  t : 36. faring hiperemis (-) . Riwayat keluarga : Keluarga tidak ada yang sakit seperti pasien 5. Pemeriksaan fisik : a) Kesan Umum :  Keadaan umum : pasien tampak lemah  Kesadaran : Composmentis  Status gizi : cukup b) Tanda-tanda vital :  Tekanan darah: 234/85 mmHg  Nadi : 80 x/menit. JVP tidak meningkat. Pasien menggunakan asuransi Jamkesmas. sianosis (-)  Leher : simetris. discharge (-/-)  Mulut : bibir kering (-).Bila pasien sakit. namun pasien jarang kontrol  Riwayat penyakit Diabetes melitus/ kencing manis : disangkal  Riwayat magh : disangkal 4. sekret (-/-)  Telinga : simetris. pasien biasanya berobat ke puskesmas dan RS 3. Kondisi lingkungan sosial dan fisik : Pasien tinggal bersama anaknya.3oC c) Keadaan Tubuh :  Kepala : Mesochepal  Kulit : sawo matang  Mata : Konjungtiva anemis (-/-). Riwayat kesehatan/ penyakit:  Pasien belum pernah mengalami keluhan yang seperti ini sebelumnya.  Riwayat penyakit Hipertensi : diakui. 6.

retraksi (-). At a Glance Medicine. Mengetahui cara diagnosis krisis hipertensi 2. Edisi IV. BU (+) meningkat. Mengetahui penatalaksanaan krisis hipertensi SOAP Subjektif Pasien perempuan usia 85 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala hebat dan muntahmuntah sejak pagi. rhonki (-/-)   Jantung : iktus kordis teraba kuat angkat. Objektif a) Kesan Umum :  Keadaan umum : pasien tampak lemah . nyeri tekan (-)  Ekstremitas : Akral hangat(+/+). Buang air besar dalam batas normal. suara dasar vesikuler (+/+). Thoraks :  Paru : simetris. gerak hemithorak kanan=kiri. berdebar. wheezing (-/-). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. nyeri tekan (-/-). sesak nafas dan nyeri perut. Pasien mengaku lemas namun menyangkal adanya keluhan nyeri dada. sonor di semua lapang paru. FKUI. Pasien memiliki riwayat hipertensi namun tidak terkontrol. BJ I-II reguler. Patrick. Buang air kecil dalam batas normal. bising jantung (-/-) Abdomen : datar. Davey. Oedem ekstremitas inferior (-/-)  Genital : tidak dilakukan pemeriksaan  Anus : tidak dilakukan pemeriksaan Daftar Pustaka: 1. supel. 2005. Jakarta: Pusat Penerbitan IPD FKUI 2. 2007.Jakarta : ERLANGGA Hasil Pembelajaran : 1.

 Kesadaran : Composmentis  Status gizi : cukup b) Tanda-tanda vital :  Tekanan darah: 234/85 mmHg  Nadi : 80 x/menit. tegangan dan isi cukup Rawat inap Konsul SpPD . BU (+) meningkat Assesment Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. memenuhi diagnosis krisis hipertensi Plan Pada pasien ini diberikan terapi :  Oksigen dan alat bantu nafas : O2 3 L/menit  Infus RL 10 tpm  Captopril 25 mg SL  Inj ranitidine 1 amp  Inj metoklorpramide 1 amp Follow up : S : pusing berkurang. muntah (-) Vital sign : TD : 170/73 mmHg N : 88x/ menit. isi dan tegangan cukup  RR : 24 x/menit  t : 36. reguler. supel.3 oC c) Abdomen : datar.

3) 4. Hipertensi urgency : situasi keadaan tekanan darah sistolik >220mmHg dan/atau tekanan darah sistolik > 120 mmHg dan belum terapat kerusakan yang mengenai organ target. Tingginyastekanan darah bervariasi. Pengobatan biasanya diberikan secara parenteral dan memerlukan pemantauan yang ketat terhadap .4. Dikenal beberapa istilah yang berkaitan dengan Krisis hipertensi antara lain : 1. Hal ini memerlukan penurunan tekanan darah yang segera dengan obat antihipertensi parenteral karena adanya kerusakan organntarget akut atau progresif 2.peninggian tekanan intrakranial kerusakan yang cepat dari vaskular. yang terpenting adalah cepat naiknya tekanantdarah. 3. biasanya pada penderita dengan riwayat hipertensi essensial ataupun sekunder dan jarang terjadi pada penderita yang sebelumnya mempunyai TD normal. Hal ini dimana terdapat peningkatan tekanan darah yang bermakna tanpa adanya gejala yang berat atau kerusakan organ target progresif dan tekanan darah perlu diturunkan dalam beberapa jam (24-48 jam). Hipertensi maligna : penderita hipertensi akselerasi dengan TD Diastolik > 120 – 130 mmHg dan kelainan funduskopi KW IV disertai papiledema. Dibagi menjadi dua :: 1. walaupun telah diberikan pengobatan yang efektif (triple drug) pada penderita dan kepatuhan pasien. Bila tidak diobati dapat berlanjut ke fase maligna. gagal ginjal akut. 2. Hipertensi emergency : situasi keadaan tekanan darah sistolik >220mmHg dan/atau tekanan darah sistolik > 120 mmHg dan telah mengenai organ target. perubahan kesadaran dan keadaan ini dapat menjadi reversible bila TD diturunkan. ataupun kematian bila penderita tidak mendapat pengobatan. Hipertensi maligna. Hipertensi refrakter : respons pengobatan tidak memuaskan dan TD > 200/110 mmHg. Tujuan pengobatan pada keadaan darurat hipertensi ialah menurunkan tekanan darah secepat dan seaman mungkin yang disesuaikan dengan keadaan klinis penderita.(2.Tinjauan pustaka Krisis hipertensi adalah keadaan hipertensi yang memerlukan penurunan tekanan darah segera karena akan mempengaruhi keadaan pasien selanjutnya. Hipertensi ensefalopati : kenaikan TD dengan tiba-tiba disertai dengan keluhan sakit kepala yang sangat. Hipertensi akselerasi : TD meningkat (Diastolik) > 120 mmHg disertai dengan kelainan funduskopi KW III.

Propanolol 10-40 mg. Obat yang cukup sering digunakan adalah Nitroprusid IV dengan dosis 0. menurunkan tekanan darah dengan cara yang dapat diperhitungkan sebelumnya. BUKAN INJEKSI). kesadaran menurun Ensefalopati. insufisiensi ginjal. edema paru. Penderita harus dirawat inap. muncul klinis penyakit kardiovaskuler. Medikasi yang diberikan sebaiknya per parenteral (Infus drip. mempunyai jangka waktu kerja yang pendek.5-25 mg. Tekanan darah harus dikurangi 25% dalam waktu 1 menit sampai 2 jam dan diturunkan lagi ke 160/100 dalam 2 sampai 6 jam. Penurunan tekanan darah harus dilakukan dengan segera namun tidak terburu-buru. Bila tidak ada. pengobatan oral dapat diberikan sambil merujuk penderita ke Rumah Sakit. kelemahan. Obat yang ideal untuk keadaan ini adalah obat yang mempunyai sifat bekerja cepat. kecemasan. sering kali tanpa gejala Pemeriksaan Tidak ada kerusakan organ target. tidak ada penyakit kardiovaskular Kerusakan organ target.penurunan tekanan darah untuk menghindari keadaan yang merugikan atau munculnya masalah baru. nyeri dada. nokturia.25 ug/kg/menit. Captorpil 12. iskemia jantung > 180/110 Hipertensi Mendesak Mendesak > 180/110 > 220/140 Hipertensi Darurat . dysarthria. Penurunan tekanan darah yang terburu-buru dapat menyebabkan iskemik pada otak dan ginjal. Clonidin 75-100 ug. sesak napas Sesak napas. Tabel 1: Algoritma untuk Evaluasi Krisis Hipertensi Parameter Biasa Tekanan darah (mmHg) Gejala Sakit kepala. mempunyai efek yang tidak tergantung kepada sikap tubuh dan efek samping minimal. Pengobatan oral yang dapat diberikan meliputi Nifedipinde 5-10 mg. stabil Sakit kepala hebat.

150 ug. min methemoglobinemia.Terapi Awasi 1-3 jam. daftar obat hipertensi parenteral yang dapat dipakai dapat dilihat pada tabel 3.25 mg PO. penggunaan jangka setelah panjang dapat menyebabkan keracunan tiosianat. asidosis.25-10 mg / kg / langsung/2-3 menit infus IV sebagai menit infus Mual. terapi obat IV Rencana Periksa ulang dalam 3 hari Periksa ulang dalam 24 jam Rawat ruangan/ICU Adapun obat hipertensi oral yang dapat dipakai untuk hipertensi mendesak (urgency) dapat dilihat pada tabel 2.10 mg PO. ulangi per 30 min . Obat Captopril Tabel 3: Obat hipertensi parenteral Obat Dosis Efek / Lama Perhatian khusus Kerja Sodium nitroprusside 0. Sublingual. PO. takikardia. Peroral Sedangkan untuk hipertensi darurat (emergency) lebih dianjurkan untuk pemakaian parenteral.5 . Selang infus lapis perak Nitrogliserin 500-100 mg 2-5 min /5-10 Sakit kepala. mengantuk. ulangi setiap 15 gangguan koroner menit SL. 15-30 min/3-6 jam Bronkokonstriksi. 5 -15 min/4-6 jam Takikardi. naikkan dosis Awasi 3-6 jam. SL 10-20 stenosis arteri renalis SL. membutuhkan sebagai infus IV . 25 mg min/2-6 jam Clonidine PO 75 . . muntah. 15-30 min/6-8 jam Hipotensi. hipotensi. obat oral berjangka kerja pendek Pasang jalur IV.40 mg PO. memulai/teruskan obat oral. blok ulangi setiap 30 min jantung. periksa laboratorium standar. methemoglobinemia. keracunan sianida. . Tabel 2: Obat hipertensi oral Dosis Efek / Lama Kerja Perhatian khusus 12. mulut ulangi per jam kering Propanolol 10 . 30-60 min/8-16 jam Hipotensi. gagal ginjal. muntah. hipotensi ortostatik Nifedipine 5 .

sistem pengiriman khusus karena obat mengikat pipa PVC Nicardipine 5-15 mg / jam 1-5 min/15-30 Takikardi. muntah. maka memerlukan pemilihan obat yang tepat sehingga tidak memperparah keadaannya. mual. Pemilihan obat untuk hipertensi dengan komplikasi dapat dilihat pada tabel 4. sakit kepala. mual. nitroprusside. nicardipine Edema paru Nitroprusside. iskemia Nitrogliserin. 6 amp 30-60 min/ 24 Ensepalopati dengan gangguan koroner per 250 cc jam 5% tekanan intrakranial. sakit kepala. Tabel 4: Obat yang dipilih untuk Hipertensi darurat dengan komplikasi Komplikasi Diseksi aorta Obat Pilihan Nitroprusside + esmolol Target Tekanan Darah SBP 110-120 sesegera mungkin AMI.Takikardi. labetalol Kelebihan katekolamin Phentolamine. nitroprusside. muntah. Glukosa mikrodrip 5-15 ug/kg/menit 1-5 min/ 15. labetalol Gangguan Ginjal Fenoldopam. sebagai infus IV min peningkatan hipotensi Klonidin 150 ug. Pada hipertensi darurat (emergency) dengan komplikasi seperti hipertensi emergensi dengan penyakit payah jantung. nitrogliserin. labetalol 10% -15% dalam 1-2 jam 20% -25% dalam 2-3 jam Sekunder untuk bantuan iskemia 10% -15% dalam 1-2 jam . Diltiazem sebagi infus IV 30 min peningkatan hipotensi tekanan intrakranial.

nicardipine nicardipine 20% -25% dalam 2-3 jam 20% -25% dalam 2-3 jam 0% -20% dalam 6-12 jam .Hipertensi ensefalopati Subarachnoid hemorrhage Stroke Iskemik Nitroprusside Nitroprusside. nimodipine.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful