You are on page 1of 7

FAREL ISBISTER STEWART GURNING 125130101111017 KELAS A ABSEN GENAP TUGAS PEMULIAAN HEWAN

SISTEM PERKAWINAN IN BREEDING DAN OUT BREEDING
Sistem perkawinan hewan adalah cabang ilmu hewan yang membahas evaluasi dari nilai genetik ternak dalam negeri. Bangsa (breeds) adalah kelompok hewan domestik dengan penampilan homogen, perilaku, dan karakteristik lain yang membedakannya dari hewan lain. Pengaturan perkawinan pada ternak sangat penting untuk tujuan mendapatkan keturunan yang unggul. Perkawinan ternak dapat dilakukan 2 cara, yaitu inbreeding atau outbreeding Inbreeding Perkawinan tertutup adalah perkawinan ternak-ternak yang mempunyai suatu hubungan yang semakin dekat kepada satu sama lain dibanding hubungan rerata di dalam populasi terkait. Ukuran nya adalah sehubungan dengan beberapa populasi, sama seperti ukuran hubungan adalah. Pembiakan murni adalah perkawinan tertutup sehubungan dengan keseluruhan jenis, ternak-ternak tetapi berdarah asli tidak banyak lekat hasil perkawinan keluarga sehubungan dengan keturunan mereka (Lush, 1963). Sedang Warwick (1984) mengemukakan Perkawinan tertutup adalah perkawinan individu yang lebih berhubungan erat dibanding para anggota rerata suatu keturunan atau populasi. Perkawinan tertutup meningkatkan homozygositas dan konsekuensi genetik dari perkawinan tertutup yang muncul secara langsung dari homozygositas yang ditingkatkan. Hal tersebut menegaskan bahwa Inbreeding (perkawinan Tertutup) adalah perkawinan antara saudara satu keturunan yang secara langsung meningkatkan Homozigositas. Dalam perkawinan ternak yang jumlah populasinya relatif kecil maka sering terjadi perkawinan antar bapak dengan anak, anak dengan anak, kakek dengan cucu dan sebagainya. Nampaknya keadaan ini tak bisa dihindari sehingga dengan meningkatnya intensitas kawin antar keluarga atau inbreeding, akan diikuti pula oleh peningkatan koefisien inbreding. Peningkatan koefisien inbreeding akan di ikuti oleh penurunan kwalitas produksi atau bobot badan. Makin besar koefisien inbreedingnya maka makin besar pula penurunan bobot badan, secara teoritis setiap produksi dalam hal ini bobot badan sebesar 1 %. Mungkin faktor ini merupakan salah satu penyebab penurunan kualitas produksi ternak sapi di pulau Lombok (Syamsuddin, 1985). Menciptakan bangsa baru ternak mempunyai dua prosedur yaitu: (1) menciptakan bangsa baru ternak dari kombinasi bangsa , strain, atau tipe ternak lokal yang telah ada, dan (2) prosedur menciptakan bangsa baru ternak guna memenuhi permintaan khusus (Warwick dkk,1983). Sehingga Kasip (1988) menegaskan Dalam perkembangan terakhir ini, penciptaan bangsa baru ternak lebih banyak diarahkan kepada penciptaan bangsa baru guna memenuhi kebutuhan khusus yang sesuai dengan permintaan pasar. Dalam hal ini, bangsa baru ternak mungkin diciptakan dari suatu bangsa saja dengan tujuan memperoleh bangsa murni untuk type yang diinginkan, dan mungkin pula di ciptakan dengan program perkawinan yang terusmenerus atau dengan saling menyilangkan bangsa crossbreed. Kasip (1988) menambahkan bahwa faktor pendukukung pembentukan bangsa baru ini adalah dengan mengutip penjelasan dari Warwick (1983) yang menyatakan bahwa

sebenarnya sudah dapat membiak-dalam. tingkat membiak dalam tersebut tergantung dari berapa dekat hubungan keluarga antara kedua penurunnya. Pane (1986). (1980).5 sampai 1. (5) Oleh perkawinan tertutup dan pemilihan banyak rangkaian binatang-binatang labolaratorium seperti tikus-tikus. Jadi. Prapotensi istilah berarti kemampuan dari suatu binatang. (1987). guineapigs (Marmut) dll. yang diinginkan baik sering prepotent. Bila silang dalam meningkat lebih cepat lagi. Untuk kepentingan jumlah total ternak-ternak dalam populasi warwick dkk. jika tidak semua. Perkawinan tertutup meningkatkan homozygositas dan konsekuensi genetik dari perkawinan tertutup yang muncul secara langsung dari homozygositas yang ditingkatkan. Oleh sebab itu Menurut Lasley. Hal ini bervariasi dari mereka yang gen-gen bersifat mematikan di dalam status terpendam kepada mereka yang mempunyai pengaruh seperti itu yang sedikit bahwa itu dapat dengan susah dicatat atau tidak akan dicatat sama sekali. (1983) menyatakan.dalam ialah suatu nilai atau tingkat dimana sifat heterozygot diperkecil atau sifat homozigot diperbesar generasi demi generasi di dalam suatu populasi ternak. Pada umumnya. (4) perkawinan tertutup ditambahkan dengan pemilihan di atas periode waktu sudah menimbulkan banyak keturunan yang berharga dari ternak. yang mungkin sudah menjadi homozigot ke perkawinan tertutup. yang manapun [jantan/pria] atau wanita untuk mengabadikan suatu karakteristik-karakteristik yang di-set yang diberi di dalam keturunan mereka. tindakan gen resesif adalah kurang baik kepada kesehatan. Sehingga Warwick (1984) menegaskan bahwa Koefisien biak-dalam mengukur proporsi tempat yang mempunyai heterozigot di dalam populasi dasar.0 persen tiap generasi.dalam dilukiskan sebagai berikut: . mereka akan menjadi biak-dalam (inbred) dan derajat atau tingkat dari biak dalam tersebut dapat di hitung dan dinyatakan sebagai “koefisien biak dalam” (inbreeding coefficient). meskipun seperti itu gen-gen yang demikian kegagalannya itu untuk menghasilkan enzim-enzim yang diperlukan atau melalui produksi protein-protein tidak biasa dan campuran-campuran lain Koefisien biak. menjelaskan bahwa Jika penurunan dari ternak (subjek pedigri) mempunyai leluhur bersama yang bercermin dari pedigri keturunannya. (2) karena gen-gen yang diinginkan sering binatang-binatang dominan. populasi yang digunakan untuk membentuk suatu bangsa baru harus cukup besar untuk mencegah derajat silang dalam naik lebih dari 0. demikian di jelaskan Mukherjee. masing-masing dimana hanya mempunyai suatu pengaruh merugikan yang sedikit pada ciri yang sama. kelincikelinci. efek tak diinginkan yang manapun dari perkawinan tertutup adalah karena beberapa pasang gen resesif. Kemudian beliaupun menambahkan penjelasan dari Weatley (1979) yang menyatakan Adanya heterosis pada keturunan karena adanya pengaruh gen-gen dominan dan besarnya keunggulan dari type crossbred yang digunakan sebagai dasar dari suatu bangsa baru disebaabkan oleh kombinasi gen dengan pengaruh aditif lawan heterosis yang disebabkan oleh pengaruh gen non-aditif (Warwick dkk. maka produktivitas dapat cukup tertekan sehingga membahayakan keberhasilan dari bangsa baru itu. tetapi jika mereka tidak berhubungan keluarga satu sama lain maka subjek tersebut tidak akan membiak-dalam Keuntungan dari perkawinan tertutup adalah (1) Perkawinan tertutup menghapuskan gen resesif yang tidak diinginkan dari bursa/stock-bursa/stock pembiakan.Keberhasilan usaha untuk menghasilkan bangsa baru ternak sangat tergantung pada dua faktor. Mungkin dari hampir semau aksi. 1983). Perkawinan tertutup adalah perjodohan individu yang lebih berhubungan erat dibanding para anggota rerata suatu keturunan atau populasi. (3) oleh perkawinan tertutup bentuk atau keluargakeluarga dapat dikembangkan sebagai dasar dari gen dominan ataupun resesif Murni. Kalkulasi dari koefisien biak. yaitu pemanfaatan heterosis dan jumlah total ternak-ternak dalam populasi.

5 %. atau beda bangsa ternak. perkawinan mempunyai keuntungan yang berikut. (1) metoda ini adalah sangat efektif karena karakter-karakter yang sebagian besar di bawah kendali dari gen-gen dengan pengaruh penambahan seperti. Outbreeding Outbreeding adalah system perkawinan hewan dari jenis yang sama tetapi yang tidak memiliki hubungan yang lebih dekat dari sedikitnya 4-6 generasi. Pejantan kambing ini dapat mencapai bobot badan 50 – 60 Kg. dan pembiakan langsung secara acak. Brahman dan Limosin juga mempunyai mutu genetik yang lebih baik diabandingkan keturunan pejantan sapi Bali. bila dipandang perlu dapat pula mendatangkan bibit kambing yang berasal dari daerah-daerah kering seperti Afrika yang cukup banyak terdapat. Silang luar (biak-luar) yang dikombinasikan dengan pemilihan adalah suatu teknik sangat bermanfaat dalam perbaikan keturunan yang mencakup kepada ciri-ciri yang turun temurun yang sangat bermanfaat (Warwick. Secara garis besar out breeding dapat dibedakan menjadi : 1. Atau untuk mudahnya dari ternak yang tidak mempunyai leluhur bersama selama paling sedikit empat generasi. seperti pada daging sapi. dll. (1986) menyimpulkan bahwa misal di dalam kelompok sapi yang terdiri dari 2 pejantan dan 50 ekor betina. Membiak-luar adalah suatu metode standar untuk memperbesar variasi populasi. dapat dilihat kesimpulannya di kemukakan oleh Pane (1980) yang mengatakan bahwa Istilah biak-luar sebenarnya kebalikan dari biak-dalam. Atau untuk mudahnya dari ternak yang tidak mempunyai leluhur bersama selama paling sedikit empat generasi. Menurut mereka. Keadaan heterozigot dari populasi akan meningkat dan sebagai akibatnya kesegaran/ketahanan dan daya adaptasi ternak terhadap lingkungan juga akan meningkat. Biak silang (cross breeding) 2. biak secara fenotip atau genotip. Mastur dan M. Sehingga dalam Penelitian yang dilakukan oleh Lestari. 1984). Biak tingkat (grading up) . Membiak-luar adalah perkawinan ternak yang hubungan keluarganya kurang dari hubungan kekeluargaan rata-rata ternak dari mana mereka berasal. Limosin dan Brahman mempunyai mutu lebih baik dibandingkan sapi Bali akibatnya keturunan pejantan sapi Simental. Istilah biak-luar sebenarnya kebalikan dari biak-dalam. Biak silang luar (out breeding) 3. (2) sistim yang efektif untuk perbaikan genetika jika dikombinasikan dengan seleksi. maka sifat heterozigot yang hilang anak menjadi (1/6 + 1/400) atau lebih kurang 6. tergantung dari tujuan perkawinannya. maka tidak dapat dielakkan bahwa akan terjadi suatu peningkatan dari tingkat biak-dalam melalui perkawinan antara keluarga. laju pertumbuhan di dalam ternak.. Sehingga Pane. Perkawinan ini bisa satu bangsa ternak. dkk (1997) memberikan contoh bahwa pada sapi-sapi yang Secara genetic seperti sapi Simmental. Out breeding adalah perkawinan antara ternak yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan. Membiak-luar adalah perkawinan ternak yang hubungan keluarganya kurang dari hubungan kekeluargaan rata-rata ternak dari mana mereka berasal. bangsa-bangsa kambing dengan pertumbuhan yang baik seperti kambing Mudian. produksi susu.Jika suatu populasi ternak tertutup (tidak ada lagi variasi generasi genetik yang masuk di luar). Dohi (1996) memberikan contoh Untuk meningkatkan populasi dan produktivitas kambing pada usaha tani lahan kering guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Petani maka perlu diambil langkah-langkah upaya pengembagan salah satunya penyediaan bibit unggul. Dari penjelasan di atas. (3) merupakan cara terbaik untuk kebanyakan perkawinan Mukherjee (1980).

dan menyimpulkan pola yang tepat. dan lain-lain. crossbreed dan inbreed berlawanan. Berikut ini bagan pola crossbreeding . Dalam perkawinan sistem crossbreed. Misal antara sapi Brahman dengan sapi Angus. Memanfaatkan keunggulan ternak dalam keadaan hetrozygot. pada sistem inbreed. Mendapatkan pola yang tepat dalam crossbreeding haruslah berdasarkan pada uji coba. Pola dan efek crossbreeding Secara genetis. dan efek negatif yang berhubungan dengan stamina. memilih pasangan indukan. dan tingkat produksi mungkin muncul dalam sistem ini. Banyak ternak yang disebut sekarang Murni (Pure Bred) sebenarnya adalah hasil biak silang beberapa waktu yang lalu dan masalah penentuan istilah antara hasil biak silang dan peranakan atau blasteran tetap ada. Saling substitusi sifat yang diinginkan. cacat bawaan. Peternakan modern saat ini sudah banyak yang berhasil menggunakan crossbreeding untuk mendapatkan ternak unggul sesuai dengan yang diharapkan. Keberhasilan untuk mendapatkan bibit unggul hasil crossbreeding tergantung pada kemampuan si peternak dalam menyeleksi indukan. menilai hasil ternakan. Sementara itu. komposisi gen menjadi semakin homozigot sesuai dengan tingkat inbreednya. gen tetap bersifat hehetrozigot. Biak silang hingga saat ini tetap memegang peranan penting dalam perbaikan mutu ternak. dan pengamatan yang berdasarkan pada jenis dan sifat ternak. Ayam Island Red dengan White Rock. 2. Sehingga Warwick (1990) mengemukakan bahwa beberapa bangsa diketahui menjadi Inbreed atau mengalami perkawinan galur secara intensif selama tahap-tahap pembentukannya.Biak silang ( Cross-breeding ) Cross breeding adalah persilangan antar ternak yang tidak sebangsa.dengan kegunaan-kegunaan : 1. pengalaman. Jenis persilangan ini memegang peranan penting dalam pemuliaan ternak.

Sapi Santa Gertrudis Hasil perkawinan antara sapi Brahman dengan sapi Shorthorn. cara ini dikenal sebagai criss-crossing. 50% Brahman. 3. Shorthorn dan sapi Hereford. Sapi Charbray Hasil kawin silang sapi Brahman dengan sapi Charolais. dan 13/16 Charolais. Komposisi darahnya adalah 3/16 Brahman.Contoh bangsa sapi baru yang terbentuk dari crossbreding : 1. dengan komposisi darah : 25% Hereford. Sapi Beef Master Hasil persilangan antara sapi Brahman. Metoda itu diusulkan karena memanfaatkan heterosis di dalam kedua induk dan keturunan. Crisscrossing : Program crossbreeding berkelanjutan Mukherjee (1980) menyatakan Criss-Crossing adalah persilangan ternak yang terpisah dari Crosbreeding. Di mana keduanya sebagai silang alternatif. Pane. 25% Shorthorn. . 4. Komposisi darahnya adalah 3/8 Brahman. 2. Biak silang hingga saat in tetap memegang peranan penting dalam perbaikan mutu ternak. Sapi Brangus Hasil perkawinan antara sapi Brahman dengan sapi Aberdin Angus. (1980) menambahkan. Banyak ternak yang disebut sekarang Murni (Pure Bred) sebenarnya adalah hasil biak silang beberapa waktu yang lalu dan masalah penentuan istilah antara hasil biak silang dan peranakan atau blasteran tetap ada. 5/8 Angus.

Tujuan Grading Up adalah untuk memperbaiki ternak-ternak lokal. Kelemahan Grading up adalah dapat menyebabkan ternak-ternak lokal punah. Contoh Grading up di Indonesia yaitu proses Ongolisasi (Sejak pemerintah Hindia Belanda). . sehingga terbentuk sapi yang disebut peranakan ongol (PO). Sapi-sapi betina lokal Indonesia dikawinkan dengan pejantan Ongol terus menerus. Tujuan utama out crossing adalah untuk menjaga kemurnian bangsa ternak tertentu tanpa silang dalam. Semakin sering dilakukan perkawinan maka keturunannya akan semakin mendekati sifat yang diinginkan. Ternak dan kemudian keturunannya tersebut dikawinkan secara terus menerus dengan ternak yang memeiliki galur murni dan sifat yang jelas diharapkan. Grading up adalah perkawinan yang digunakan untuk meningkatkan mutu genetik ternak yang diskrib (tidak jelas asal usulnya). Grading Up Grading Up adalah perkawinan pejantan murni dari satu bangsa dengan betina yang belum didiskripsikan atau belum diperbaiki dan dengan keturunannya betina dari generasi ke generasi (Warwick et al.3-breed Rotational Cross : crossbreeding berkelanjutan antara tiga bangsa ternak Out Crossing Out crossing adalah persilangan antara ternak dalam yang satu bangsa tetapi tidak mempunyai hubungan kekerabatan.. Grading up adalah persilangan balik yang dilakukan terus menerus dan diarahkan terhadap saru bangsa ternak tertentu. 1990).

Skema Grading up dapat dilihat pada gambar di bawah: .