You are on page 1of 29

1

A. KONSEP DASAR ADMINISTRASI 1. Pengertian Administrasi Telah dimaklumi bahwa manusia sebagai makhluk sosial senantiasa didorong oleh adanya berbagai macam kebutuhan, baik kebutuhan primer, kebutuhan skunder maupun kebutuhan tersier. Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, setaiap orang tidak selamanya mampu untuk mengusahakan dan mencukupi berdasar atas kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri, hingga pada akhirnya seseorang tidak dapat melepaskan ketergantungannya dengan orang lain (dengan kata lain akan senantiasa membutuhkan adanya bantuan dari orang lain). Sebagai sarana untuk dapat mencukupi apa yang menjadi kebutuhan hidupnya, seseorang pada akhirnya

tersadarkan diri untuk membentuk kelompok bersama, --dengan tujuan agar harapan dan cita-citanya dapat terwujud dengan baik dan relatif cepat—dalam konteks inilah yang sering disebut dengan berorganisasi. Dengan demikian jelaslah bahwa, upaya mewujudkan cita-cita, harapan dan keinginan tidak mungkin dicapai atau diwujudkan dengan mengabaikan adanya suatu bantuan dari orang lain, atau harus melakukan kerjasama antar sesama manusia. Untuk lebih mengefektifkan dan mengoptimalisasikan bentuk-bentuk kerjasama dalam mayarakat itu diperlukan adanya suatu penataan. Penataan ini penting artinya, bukan saja agar harapan setiap individu yang tergabung dalam organisasi itu dapat terpenuhi, akan tetapi dalam rangka pula mengoptimalkan setiap keterampilan, kemampuan dan kecakapan yang

2

dimiliki setiap anggota. Ilmu yang berkaitan dengan bagaimana menjadikan kerjasama dalam sebuah organisasi itu agar lebih baik efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan bersama (organisasi) dan atau tujuan individu dapat disebut pula disebut dengan istilah administrasi. a. Secara Etimologis Apa sebenarnya makna dari administrasi itu ?. untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut ini, kita dapat memandangnya dari berbagai sudut. Banyak para ahli memberikan arti atau definisi kata “administrasi”. Istilah

administrasi itu berasal dari bahasa latin “administrare” yang berarti membantu atau melayani. Kata sifatnya “administrativus” dan kata bendanya “administration”. (Hendiyat Sutopo dan Wasty Sumanto, 1982 : 15 – 16) Dimock dan Dimock (1953 : 3) mengartikan administrasi adalah : melaksanakan tugas pemerintah yang dilaksanakan dengan mengkoordinasikan usaha orang-orang sehingga mereka dapat bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan apa yang mereka sebut “tugas”’ Batasan makna tersebut di atas kiranya memberi suatu pemahaman bahwa, kata “administrasi” itu berarti pula to- conduct atau to- serve. Dengan demikian kata administrasi yang dipakai ini adalah merupakan pengertian

administrasi dalam arti umum atau luas. Kata administrasi dalam arti umum/luas ini diambil dari bahasa latin yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris sehingga menjadi kata “to administer” yang berarti mengurus, mengelola atau

3

mengerjakan. Sedangkan kata benda dari to administer ialah administration, dan kata sifatnya adalah administrative. Kata administration dari bahasa Inggris ini kemudian ditranslite ke dalam bahasa Indonesia yaitu administrasi. Disamping kata administrasi itu berasal dari bahasa latin yang kemudian diambil alih ke dalam bahasa Inggris, ternyata juga berasal dari bahasa Belanda yaitu : administratie, yang berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain. (Pariata Westra, 1978 : 4-5) Dari penyataan di atas, dapat dipahami bahwa kata administrasi yang diambil dari bahasa Belanda mempunyai makna ketata-usahaan atau tulis menulis di kantor. Dengan demikian pengertian ini mengandung makna lebih sempit. Penggunaan kata atau istilah administrasi ini hendaknya tidak dicampur-adukkan. Artinya jika kita akan menggunakan atau menamakan kegiatan perkantoran atau kegiatan tulis menulis hendaknya tidak menggunakan kata administrasi akan tetapi lebih tepat menggunakan nama tata usaha, dengan maksud agar dapat dibedakan kata administrasi dengan maksud administrative dan administrasi dengan maksud manajerial. Untuk uraian dan penjelasan selanjutnya pada tulisan ini secara umum menggunakan kata administrasi yang berarti umum atau luas. Pengertian administrasi secara luas ini, para ahli yang memberikan definisi yang berbeda-beda

4

(sebanyak orang yang mendefinisikannya). Untuk lebih menambah pemahaman kita terhadap pengertian administrasi dalam arti umum ini, dapat kita perhatikan pendapat-pendapat berikut ini. b. Secara Semantik Administrasi dapat diartikan keseluruhan proses yang mempergunakan dan mengikutsertakan semua sumber potensi yang tersedia dan yang sesuai, baik personal maupun material, dalam usaha untuk mencapai bersama suatu tujuan secara efektif dan efisien. (Moh. Riva’i, 1986 : 25) Batasan ini secara jelas menerangkan bahwa yang dimaksud dengan administrasi adalah, kegiatan yang berkaitan dengan upaya memanaj atau menggerakkan atau menata segenap potensi atau sumber daya organisasi (sumber daya manusia dan sumber daya alam/lingkungan), dengan maksud agar semua sumber itu dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk mendukung tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Sejalan dengan pernyataan di atas Hendiyat Sutopo menegaskan bahwa, administrasi itu adalah aktivitas

individu-individu (para pejabat) dalam suatu organisasi yang berkaitan dengan tugas memerintah, memajukan dan memperlengkapi usaha bersama dari kelompok individu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (1982 : 17) Pengertian administrasi ini jelas menunjukkan pada suatu arti aktivitas atau proses melaksanakan kegiatan secara bersama.berupa kegiatan menggerakkan, memajukan atau menyediakan sarana/prasarana yang diperlukan bagi aktivitas personil/anggota untuk mewujudkan suatu tujuan bersama (tujuan organisasi = institusional).

5

Statemen ini menunjukkan pula bahwa dalam suatu organisasi ada orang yang memimpin/manajer. Sebagai seorang manajer ia harus mampu melaksanakan kegiatan administrasi secara dinamis atau statis. Administrasi diartikan pula sebagai suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien. (Muljani A. Nurhadi, 1983 : 2) Jika administrasi itu merupakan kegiatan bagi seorang pemimpin --dengan menunjuk pada kegiatan manajerial--, maka sudah barang tentu dalam kaitan ini terselenggaranya kegiatan administrasi itu tidak dapat dilepaskan dari peran serta dan aktivitas individu/personil yang ada di bawah komando pemimpin. Ini artinya kegiatan administrasi itu bukan saja berarti manajerial (bagi pemimpin) akan tetapi juga merupakan kegiatan yang bermakna membantu, melayani. Sedangkan orang yang memberi bantuan disebut pembantu atau orang yang melayani disebut dengan pelayan. Sebagai penjelasan singkat dari pemahaman yang terakhir ini, kita dapat memperhatikan pernyataan di bawah ini : Istilah administrasi berasal dari bahasa Latin ad dan ministrare (to server, melayani). Prefiks ad – berfungsi mengintensifikasi kata ministrare. Kata ministrare berkaitan dengan kata minister (a person authorized to conduct religius, worship; a clergyan; pastor) dan ministry (the service, functions, or profession of a minister of religion). Akar

6

kara minister mengandung serabut kata minis – artinya kecil. Jadi orang yang melayani (yang melakukan service), yaitu servant, memiliki posisi lebih rendah dari para orang atau pihak yang dilayani olehnya. (Taliziduhu Ndraha, 1989 : 1) Keterkaitan aktivitas orang-orang yang tergabung di dalam organisasi kiranya merupakan suatu hal yang tidak bisa dipungkiri adanya. Ini artinya administrasi itu adalah merupakan sesuatu yang terdapat didalam suatu organisasi modern dan memberi hayat kepada organisasi tersebut, sehingga organisasi itu dapat berkembang, tumbuh dan bergerak. (Prajudi Atmosudirjo, 1979 : 21 ) Untuk memperjelas keterkaitan aktivitas orang-orang di dalam suatu organisasi tersebut, dapat kiranya kita memperhatikan penjelasan lebih lanjut dari Prajudi Atmosudirjo tentang administrasi sebagai suatu obyek study (keilmuan), yaitu : 1. Administrasi merupakan fenomena sosial, suatu perwujudan tertentu di dalam masyarakat (modern). Eksistensi dari administrasi ini berkaitan dengan organisasi, artinya administrasi itu terdapat di dalam suatu organisasi. 2. Administrasi merupakan suatu hayat atau kekuatan yang memberikan hidup atau gerak kepada suatu organisasi. Tanpa administrasi suatu organisasi akan mati, tanpa administrasi yang sehat, maka organisasi itu tidak akan sehat pula. Pembangkit dari pada administrasi sebagai kekuatan/energi atau hayat ini adalah administrator, yang harus pandai menggerakkan seluruh sistemnya yang terdiri atas para manajer, staffer dan personil lainnya.

7

3. Administrasi merupakan suatu fungsi yang tertentu untuk mengendalikan, menggerakkan dan mengarahkan suatu organisasi yang dijalankan oleh administrator dibantu oleh team bawahannya, terutama para manager dan staffer. 4. Administrasi merupakan suatu kelompok orang-orang yang secara bersama-sama merupakan badan pimpinan (the goverming body) dari pada suatu organisasi, yang merupakan pimpinan atau team pimpinan. 5. Administrasi merupakan suatu seni (art, kunst) yang memerlukan bakat dan ilmu (science, knowledge, wetenschap, kennis) yang selain pengetahuan memerlukan pula pengalaman. 6. Administrasi merupakan suatu proses penyelenggaraan bersama atau proses kerjasama antara sekelompok orangorang secara tertentu untuk mencapai sesuatu tujuan tertentu yang telah ditentukan dan direncanakan sebelumnya. 7. Administrasi merupakan suatu jenis tingkah laku atau sikap kelakuan tertentu yang memerlukan sikap serta kondisi mental yang tertentu, dan merupakan suatu tipe tingkah laku manusia yang tertentu. 8. Administrasi merupakan suatu praktek (pratice) atau tehnik (teknique) yang tertentu, suatu tata cara melakukan/mengerjakan sesuatu, yang memerlukan kemampuan, kemahiran, ketrampilan (skill) atau kebiasaan yang tertentu yang hanya dapat diperoleh melalui pendidikan dan latihan. 9. Administrasi merupakan suatu system yang tertentu, yang memerlukan input, transportasi, pengolahan, dan out-put yang tertentu pula.

8

10.Administrasi merupakan suatu tipe manajemen yang tertentu yang merupakan “overall management” dari pada suatu organisasi. Walaupun administrasi itu merupakan manajemen, akan tetapi administrasi mempunyai banyak segi atau aspek lain lagi, sehingga sampai batas-batas tertentu dapatlah dikatakan bahwa manajemen itu merupakan inti dari pada administrasi. (Sardjuli, 1983 : 2 – 3 ) Dari beberapa uraian tersebut di atas, dapatlah kiranya dipahami bahwa pengertian/definisi kata administrasi dapat dilihat dari dua sudut yaitu : a. Dari sudut makna sempit, administrasi itu mempunyai arti setiap kegiatan yang berkaitan dengan tata-tulis menulis/catat mencatat atau surat menyurat yang biasa dilaksanakan di kantor-kantor (sekolah, pemerintah dan perusahaan) secara sistematis dalam rangka membantu penelusuran kembali tentang ikhtisar surat itu. b. Dari sudut makna luas, administrasi itu mempunyai pengertian segenap proses atau serangkaian proses kegiatan berupa penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu sistem kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Dari beberapa definisi administrasi di atas, dapat diambil beberapa unsur pokok pikiran yang ada dalam definisi administrasi, yaitu : 1) Sekelompok orang atau sejumlah orang (dua orang atau lebih).

9

2) Adanya proses atau serangkaian proses kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut. 3) Adanya kerjasama, bahwa rangkaian/tahapan kegiatan sekelompok orang itu dilakukan dalam rangka usaha mencapai harmonitas kerja untuk mencapai tujuan. 4) Adanya tujuan tertentu yang telah ditetapkan atau dicita-citakan untuk realisasinya (Tujuan organisasi, institusi). B. Pengertian Manajemen Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai pula pemakaian kata-kata manajemen, selain pengertian administrasi itu sendiri. Oleh karena dalam dunia pendidikan sering ada istilah manajemen pendidikan, manajemen pengajaran dan administrasi pendidikan atau administrasi sekolah. Barangkali akan timbul suatu pertanyaan mengapa sudah ada istilah administrasi pendidikan juga kadang-kadang ada istilah manajemen pendidikan, manajemen pengajaran, manajemen pembelajaran ?. Adakah substansi makna yang membedakan dibalik kalimat itu ?. Sementara itu kata administrasi dalam arti sempit atau dalam arti luas sudah kita ketahui, agar lengkap pemahaman manajemen. Menurut Sondang P. Siagian. (1979 : 74 – 75) kita tentang kedua istilah di atas perlu kiranya kita mencermati pengertian

10

Manajemen adalah suatu aktivitas menggerakkan orang lain sesuatu kegiatan memimpin, atas dasar sesuatu yang telah diputuskan dahulu Menurut M. Manulang ( 1976 : . 7) Dalam “Encyclopedia of the Social Science” didefinisikan bahwa manajemen adalah “proses dengan mana pelaksanaan dari pada suatu tujuan tertentu (yang) diselenggarakan dan diawasi”. Kedua batasan tersebut di atas memberikan suatu pengertian bahwa manajemen itu berkaitan dengan suatu kemampuan orang untuk menggerakkan orang lain untuk bekerja/berbuat sebagi upaya mencapai suatu tujuan. Atau dengan kata lain manajemen itu adalah suatu kemampuan seseorang untuk bekerja melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh para anggota. Dengan demikian orang yang menggerakkan orang lain sehingga mereka mau dan mampu disebut dengan manajer. Untuk mempertegas kesimpulan di atas, kita dapat memahami statemen berikut bahwa, berfikir secara menejemen adalah berfikir bagaimana cara mengendalikan, mengerakkan dan memanfaatkan segala apa (factor-faktor, sumber-suber daya) yang menurut perencanaan (Planning) diperlukan untuk menyelesaikan atau mencapai suatu prapta (obyektive) atau tujuan (goal) yang tertentu (Prajudi Atmosudirjo, 1979 : 34) Apabila inti dari administrasi itu adalah manajemen, maka isi pokok dari kegiatan manajerial itu adalah kepemimpinan. Sementara itu untuk dapat mengelola kegiatan kerjasama, diperlukan kecakapan khusus untuk

11

menggerakkan orang lain, diperlukan cara yang disebut “human relation”. Jika digambarkan eksistensi dan keterkaitan antara administrasi manajemen, leadership dan human relation adalah sebagai berikut :(1979 : 74 – 75) Organisation Administration Management Leardership Human Relation
Gambar 1. Letak administrasi dalam Organisasi

Dari gambar di atas jlaslah bahwa dalam sebuah organisasi apapun, apakah dalam bidang pendidikan, perusahaan, pemerintahan, atau dalam sebuah organisasi besar atau kecil sangat diperlukan adanya administrasi (Oteng Sutrisna 1987). Administrasi dalam arti luas (bersifat manajerial) atau dalam arti sempit (bersifat administratif), keduaduanya sangat diperlukan dalam sebuah organisasi. Karena administrasi di sini merupakan hayat, ruh, penggerak atau motor bagi dinamika organisasi. Administrasi dalam arti dinamis ini diperlukan, oleh karena kita maklumi bahwa dalam setiap organisasi sudah tentu terdapat beberapa unsur atau komponen yang menjadikan terbentunya sebuah organisasi. Unsur atau komponen dimaksud adalah : Man, Money, Machine, Matrial dan Method yang kesemuanya dalam

12

pemakaiannya dibangun dalam sebuah lingkungan budaya dalam organisasi itu sendiri. Hubungan antara kelima unsur itu adalah sebegai berikut :

Method

Mone y Man

Matrial

Machine

Gambar 2. Hubungan unsur-unsur Organisasi

Dari kelima unsur di atas, unsur manusia adalah merupakan unsur yang paling menentukan atau mempengaruhi terhadap efektifitas pemanfaatan atau penggunaan sumber-sumber organisasi dimaksud. Artinya dalam sebuah organisasi, dinamika gerak organisasi itu keempat unsur itu akan dipakai secara maksimal atau tidak, semuanya sangat tergantung pada kemauan dan kemampuan manusia atau personil dalam mencapai tujuan.

Matrial

Money Ma n Tu j uan

13

Machin e Metho d
Gambar 3. Independensi unsur Man terhadap unsur –unsur organisasi yang lain.

C. Administrasi Pendidikan. 1. Pengertian Administarsi Pendidikan Dalam dunia pendidikan atau sekolah, kegiatan administrasi atau manajemen keduanya dipergunakan untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara efektif, efisien dan maksimal. Definisi administrasi pendidikan banyak ragam diberikan oleh para ahli/ilmuan atau praktisi. Baragamnya definisi administrasi yang ada, menunjukkan adanya sudut pandang yang berbeda. Dengan demikian sulit bagi kita untuk mendapat dan menentukan mana definisi administrasi yang baik dan sempurna (karena hal ini bersifat relatif). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang definisi dimaksud kita dapat melihat pendapat-pendapat di bawah ini :

14

Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan, semua kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia baik personil, materiil ataupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan. (S. Nasution, 1972 : 245) Sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa, administrasi pendidikan itu bukanlah pekerjaan tulis menulis di kantor saja/belaka. Ia melibatkan komponen manusia dengan berbagai potensinya dan komponen non manusia dengan berbagai jenisnya. Semua perlu ditata dan dikoordinasikan atau didayagunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. (Hendiyat Sutopo, 1992 : 25) Dari pendapat di atas, dapat kiranya kita pahami bahwa administrasi pendidikan itu bukan hanya berkaitan dengan kegiatan tulis-menulis saja (ini artinya kegiatan tulis-menulis itu hanyalah merupakan bagian kecil dari kegiatan administrasi yang berfungsi sebagai sarana atau alat untuk mencapai tujuan), akan tetapi di sini lebih menekankan pada suatu kegiatan yang berkaitan dengan bagaimana mengelola, melaksanakan dan menyelenggarakan pendidikan,

sehingga dapat memanfaakan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh personal, untuk mendukung keberhasilan kegiatan penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan siswa dalam konteks penyelenggaraan pendidikan yang baik, dan berhasil berfungsi sebagai objek dan subyek pendidikan. Ini artinya kegiatan-kegiatan administrasi di bidang pendidikan, dijadikan sarana untuk mendukung ketercapaian maksud pendidikan itu, yaitu mampu mengantarkan siswa menjadi manusia yang

15

berkepribadian, berwatak, cerdas, terampil, kuat fisiknya dan kuat keyakinan beragamanya. Ini semua tidak lain dilakukan dengan cara mengadakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (pembelajaran). Lebih jelas lagi proses belajar mengajar ini, bukan saja memindahkan/mentransfer nilai-nilai dan budaya, akan tetapi lebih dari itu, yaitu bagaimana agar anak itu bisa dididik dari belum berkepribadian yang baik menjadi memiliki watak dan kepribadian yang luhur, berakhlak yang mulia, dan bagaimana agar anak dapat menerima materi pembelajaran, sehingga dari belum tahu menjadi tahu, dari belum mengerti/memahami menjadi mengerti dan mampu memahami segala macam ilmu yang dibutuhkan bagi kepentingan masa depan anak. Dalam kurikulum SMP tahun 1975 dijelaskan bahwa :administrasi pendidikan adalah segala usaha bersama dalam mendayagunakan semua sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Sejalan dengan pengertian di atas dinyatakan pula bahwa, administrasi Madrasah ialah segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber baik personil maupun materiil secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di Madrasah Aliyah. Berdasarkan batasan ini maka ada 3 (tiga) prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam pemaknaan administrasi pendidikan ::

16

1) Administrasi Madrasah bersifat praktis, dapat dilaksanakan (workable) sesuai dengan kondisi dan situasi nyata di Madrasah. 2) Administrasi Madrasah berfungsi sebagai sumber informasi bagi peningkatan pengelolaan pendidikan dan proses belajar mengajar. 3) Administrasi Madrasah dilaksanakan dengan suatu system mekanisasi kerja yang menunjang realisasi pelaksanaan kurikulum. (1995/1996 : 14). Walaupun dalam uraian di atas menunjukkan adanya kekhususan tentang pengertian administrasi Madrasah/sekolah dan bukan administrasi pendidikan, namun demikian kita dapat memahami bahwa administrasi (prinsip-prinsip atau teori-teori tentang administrasi dalam arti sempit ataupun dalam arti luas) dipakai dalam dunia pendidikan hanyalah semata-mata dijadikan sarana atau means untuk mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, efektif dan efisien. Oleh karena yang membedakan antara administrasi perusahaan, administrasi pemerintahan dengan administrasi pendidikan adalah pada input, prosesor --digunakan untuk memproduk atau menghasilkan out-put organisasi—serta bidang garapnya, dengan demikian bahasan dalam administrasi pendidikan akan banyak jenis ragam bidang administrasi

17

yang digarap, antara lain : administrasi kurikulum, administrasi siswa, administrasi kepegawaian, administrasi biaya, administrasi sarana-prasarana, disamping juga kegiatan atau bidang administrasi ketata-usahaan. Ditegaskan oleh Oteng Sutisna, bahwa administrasi itu dimanapun sama, apakah dalam pemerintahan, perusahaan, atau pendidikan, apakah dalam usaha yang besar dan kompleks seperti misalnya sebuah departemen pendidikan atau dalam usaha yang kecil dan sederhana seperti misalnya sebuah sekolah dasar. (1987 : 2 ) Oleh karena proses administrasi pendidikan itu merupakan rangkaian atau tahapan kegiatan penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan pendidikan, maka kegiatan administrasi pendidikan itu pada hakekatnya bukan merupakan kegiatan yang bersifat substansif yang langsung berhubungan dengan upaya pencapaian tujuan pendidikan, akan tetapi merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan di bidang pendidikan agar dapat dipakai secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan. Dengan demikian jelaslah di sini bahwa kegiatan administrasi pendidikan yang bersifat substanstif tidak dapat dikategorikan/disamakan dengan kegiatan administrasi pendidikan dalam arti manajerial atau administrative. Sebagai suatu contoh kita lihat tujuan dan tugas pokok suatu sekolah : Tugas pokok Sekolah Menengah Umum adalah menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pengajaran di atas pendidikan tingkat dasar dengan memberikan pendidikan

18

dan pengajaran yang berdasarkan kebudayaan kebangsaan Indonesia dengan cara ilmiah yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Memperhatikan tugas pokok sebagaimana tersebut di atas, maka sekolah sebagai sebuah organisasi formal yang mempunyai ciri kegiatan khusus (yaitu menyelenggarakan kegiatan proses pembelajaran), maka kegiatan administrasi pendidikan di sini dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : : a. Kegiatan Substantif Kegiatan administrasi pendidikan yang bersifat substantif, adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru yang secara langsung berkaitan dengan inti pokok dari kegiatan pendidikan. Inti atau substansi kegiatan pendidikan ini segala apa yang dilakukan oleh guru dalam rangka menjadikan anak mau dan mampu mempelajari dan menguasai materi yang telah direncanakan/diajarkan. Contoh kegiatan administrasi pendidikan yang bersiifat substantive adalah :: 1). Guru memberi pelajaran/mengajar. 2). Guru membuat soal dan menguji siswanya. 3). Guru membimbing praktikum (ibadah, biologi, dll). 4). Guru menulis atau mengarang buku/modul. 5). Guru melaksanakan penelitian.

19

6). Guru mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. b. Kegiatan Administratif Kegiatan ini dilakukan guru berkaitan dengan tata tulis-menulis yang ada kaitannya dengan tugasnya sebagai seorang guru, mulai dari membuat perencanaan materi pembelajaran, selama melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan sampai pada kegiatan berupa melaksanakan kegiatan perbaikan terhadap hasil dan proses pembelajaran. Kegiatan admninistrasi pendidikan yang bersifat administratif antara :lain : 1). Berdasarkan kurikulum/bidang study yang menjadi tanggung jawabnya, guru membuat Rencana Kegiatan Pembelajaran (RKP) dan Analisis Materi Pembelajaran (AMP). 2). Membuat Program Tahunan (Prota) Pembuatan program tahunan didasarkan atas : banyaknya materi pembelajaran dalam satu tahun pelajaran (untuk setipa tingkat kelas), analisis materi pembelajaran yang telah dibuat, alokasi waktu yang tersedia dengan melihat : susunan program, kelender pendidikan, perhitungan minggu efektif untuk kegiatan pembelajaran, perhitungan waktu untuk ulangan harian dan umum, perhitungan waktu untuk perbaikan, waktu untuk cadangan.

20

3). Membuat program semester (Promes)

Pada kegiatan ini guru menetapkan ada berapa satuan pelajaran

yang akan dijadikan program satuan pelajaran, yang telah ditetapkan pada bulan ke berapa dan minggu ke berapa, serta jumlah jam pelajaran yang akan digunakan untuk setiap minggunya. 4). Membuat Program Satuan Pelajaran (PSP) PSP ini merupakan salah satu bagian program pembelajaran yang memuat satuan pelajaran untuk disajikan dalam beberapa kali pertemuan/tatap muka, sesuai dengan banyaknya bahan/materi pembelajaran yang terkandung dalam satuan pelajaran tertentu. 5). Membuat dan menyusun jadwal pelajaran. 6). Membagi tugas semua personil sekolah (membuat job description). .7). Membuat peraturan/tata tertib sekolah 8). Mengadakan, mengatur dan menginventarisir alat-alat perkantoran dan pendidikan. a. Menyusun dan mengatur buku-buku sekolah : perpustakaan, Induk, Leger, Kleper, dan lain sebagainya.

21

c. Manajerial, antara lain : Memberi tugas dalam memimpin upacara bendera. Mengawasi jalannya kegiatan proses belajar engajar. Melakukan bimbingan dan pembinaan terhadap guru-guru. Memberi motivasi kepada pegawai untuk mengerjakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mendelegasikan tugas-tugas pemantauan dan penyelenggaraan kegiatan ketata-usahaan, pengawasan dan tugas monitoring kegiaan sekolah sehari-hari. Jika kita cermati secara seksama dari contoh tersebut di atas, maka kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa semua jenis administrasi itu mempunyai kesamaam dalam proses, apakah itu dalam administrasi pendidikan, administrasi perusahaan, administrasi pemerintahan atau administrasi di bidang lainnya. Kesmaan itu terletak prosesnya sedangkan perbedaannya terletak pada isinya atau tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh organisasi tersebut. D. Tujuan Administrasi Pendidikan. Pada prinsipnya pembicaraan tentang apa sebenarnya yang menjadi tujuan dari administrasi pendidikan, kiranya tidak dapat dipisahkan dengan tujuan pendirian suatu organisasi atau sekolah. Atau dengan kata lain tujuan administrasi pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Sebagaimana telah kami paparkan pada uraian-

22

uraian sebelumnya bahwa, administrasi (teori-teori administrasi atau manajerial) dipakai dalam dunia pendidikan hanyalah berfungsi sebagai alat saja. Sehingga bagaimanapun disini tujuan administrasi pendidikan itu tidak bisa dilepaskan dengan tujuan pendidikan nasional secara umum, dan pencapaian tujuan pendidikan nasional-pun takdapat dilepaskan dari tujuan pembangunan nasional. Untuk dapat lebih mencermati dan memahami keterkaitan antara administrasi dengan pendidikan (dari segi tujuan yang akan dicapai) alangkah baiknya kita lihat masing-masing tujuan tersebut. Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu asyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai. (GBHN, 1993 : 14) Sepintas kilas tujuan pembangunan nasional sebagaimana dipaparkan di atas tidak mencerminkan adanya suatu konstelasi atau keterkaitan antara tujuan pembangunan dengan tujuan pendidikan nasional. Namun apabila kita cermati ternyata untuk dapat mewujudkan kondisi bangsa dan rakyat yang sedemikian digambarkan di atas, apakah itu

23

masyarakat yang makmur, atau masyarakat yang merdeka, itu semua tidak akan dapat dicapai tanpa adanya modal pendidikan yang diperuntukkan bagi bangsa atau rakyat tersebut. Oleh karena tercapainya tujuan pembangunan nasional tersebut di atas, tidak dapat dilepaskan dengan fondasi atau asas yang mendasarinya. Ini artinya suatu pembangunan nasional tersebut dalam aplikasi dan dalam berbagai macam bentuknya haruslah senantiasa bertumpu pada asas-asas yang ada. Seperti halnya ditegaskan bahwa salah satu asas pembangunan nasional itu adalah asas ilmu pengetahuan dan Teknologi; bahwa agar pembangunan nasional dapat memberikan kesejahteraan rakyat lahir batin yang setinggi-tingginya, penyelenggaraannya perlu menerapkan nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendorong pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara seksama dan bertanggungjawab dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. (GBHN, 1993 : 16 – 17) Dengan adanya penegasan tersebut di atas, maka jelaslah bahwa pembangunan nasional Indonesia kita tidak bisa mengesampingkan makna pentingnya kegiatan pendidikan bagi terwujudnya masyarakat yang cerdas, taqwa dan terampil. Sementara itu tujuan pendidikan nasional kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi

24

pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (UUSPN, 1989 : 8 – 9) Jelaslah kiranya bahwa tujuan pendidikan nasional tersebut di atas merupakan salah satu upaya mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional, oleh karena pencapaian tujuan pembangunan nasional itu bukan hanya ditekankan dan tumpukan pada pendidikan saja. Sebagaimana kita maklumi bahwa tujuan pembangunan nasional itu upaya pencapaiannya juga dijabarkan lagi menjadi tujuan-tujuan pembangunan daerah, baik itu di tingkat propinsi atau di tingkat kabupaten. Sementara itu tujuan pendidikan nasional yang telah ditetapkan itu juga diikuti dengan adanya suatu kurikulum nasional, walaupun kurikulum nasional itu telah ditetapkan (harus diikuti oleh suatu sekolah) namun untuk dapat mengembangkan wawasan budaya kedaerahan, ternyata pada tiap masing-masing wilayah juga menetapkan adanya suatu kurikulum muatan local (MULOK). Hal ini menandakan bahwa tujuan pembangunan manusia melalui lembaga pendidikan/sekolah ternyata juga tidak dapat melepaskan dengan tujuan pembangunan daerah setempa. Setelah diketahui konstelasi antara tujuan pembangunan nasional dengan tujuan pendidikan nasional, maka apa sebenarnya yang menjadi tujuan dari administrasi pendidikan itu ?. Seperti telah kami singgung dalam pembicaraan di muka, bahwa maksud pemakaian teori administrasi di sekolah adalah sebagai alat, maka yang menjadi tujuan umum

25

administrasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan kegiatan operasional kependidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. (Hadari Nawawi, 1989 : 12) Jika demikian penerapan atau penggunaan teori-teori adminisrasi di sekolah diharapkan dapat

meningkatkan/mendukung tercapainya tujuan pendidikan (dari tujuan pendidikan nasional sampai dengan tujuan pendidikan khusus/operasional). Untuk mengetahui tujuan adminstrasi pendidikan ini kita dapat emperhatikan penjelasan di bawah ini : a. Tujuan jangka pendek. Pada hakekatnya tujuan jangka pendek administrasi pendidikandi sekolah adalah agar tersusun dan terlakssna suatu system pengelolaan komponen instrumental proses pendidikan, yang terdiri dari : komponenkomponen siswa, pegawai, guru, prasarana, sarana, organisasi, pembiayaan, kurikulum, tata laksana dan hubungan masyarakat; guna menjamin terlaksananya proses pendidikan di sekolah yang relevan, efektif dan efisien yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

b. Tujuan jangka menengah.

26

Uang menjadi tujuan menengah dari kegiatan administrasi pendidikan di sekolah adalah tujuan instutusional maing-masing jenis dan tingkat sekolah. c. Tujuan jangka panjang. Semua tujuan jangka menengah yang akan dicapai itu nantinya diharapkan akan mendukung tercapainya tujuan yang lebih luas, yaitu tujuan nasional. Oleh sebab itu kegiatan administrasi pendidikan di sekolah hendaknya dalam jangka panjang juga diharapkan akan mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional tersebut. (Muljani A. Nurhadi, 1983 : 27 – 44). Jika uraian-uraian tentang tujuan pembangunan dan tujuan pendidikan nasional tersebut digambarkan dalam bentuk bagan tentang konstelasinya masing-masing, kiranya dapat dipaparkan sebagai berikut :

Tujuan Pembangunan Nasional

Departemen P&K Kurikulum Nasional

Tujuan Administrasi Jangka Panjang

Tujuan Pembangunan Daerah

Sekolah/Kurikulum Nasional &Kurikulum Muatan Lokal

Tujuan Administrasi Jangka Menengah

27

Sekolah : Proses Belajar Mengajar

Tujuan Administrasi Jangka Pendek

Dari gambaran tersebut di atas maka kita dapat memahami bahwa penyelenggaraan kegiatan administrasi pendidikan itu pada hakekatnya mencakup suatu seluruh kegiatan pendidikan secara makro, yaitu dari kegiatan administrasi pendidikan di tingkat nasional sampai dengan kegiatan administrasi pendidikan di lembaga pendidikan atau yang lebih sering disebut dengan administrasi sekolah. Sekaligus di sini kita dapat mengerti bahwa aministrasi pendidikan dengan administrasi pendidikan di sekolah tidaklah sama khususnya dalam kegiatan administrasi pendidikan yang bersifat substantif (ini hanya ada di sekolah).

DAFTAR KEPUSTAKAAN GBHN 1993 GBHN Dan Susunan Kabinet Pembangunan VI, Semarang : Aneka Ilmu

Hadari Nawawi

28

1989

Administrasi Pendidikan, Jakarta : CV. Haji as Agung

Hendiyat Sutopo dan Wasty Sumanto 1982 Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan, Surabaya : Usaha Nasional. Departemen Agama 1994 Kurikulum Madrasah Aliyah, Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Madrasah, tp : 1995/1996. Muljani A. Nurhadi 1983 Administrasi Pendidikan di Sekolah, Yogyakarta : Andi Offset. Nasution. S 1972 Azaz-Azaz Kurikulum, Bandung Jemars.

Oteng Sutrisna 1987 Administrasi Pendidikan, Dasar-Dasar Teoritis Untuk Praktik Profesional, Bandung : Angkasa. Pariata Westra 1978 Ensiklopedi Administrasi, Jakarta : Gunung Agung. Prajudi Atmosudirjo 1979 Dasar-Dasar Ilmu Administrasi, Jakarta : tp. Rifa’i Moh. 1986 Sarjuli 1984 Diktat Administrasi Pendidikan, Yogyakarta : tp. Sondang P. Siagian 1980 Filsafat Administrasi, Jakarta : Gunung Agung. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung : Jemmars.

29

Taliziduhu Ndraha 1988 Konsep Administrasi dan Administrasi di Indonesia, Jakarta : Bina Aksara UUUSPN 1989 tth system Pendidikan Nasional, Klaten : Intan Pariwara.