P. 1
1. Kolera

1. Kolera

|Views: 0|Likes:
ryryryryryry
ryryryryryry

More info:

Published by: Musthafa Afif Wardhana on Jan 16, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

Dr. IMANSYAH, Sp.

PD

Kolera: Penyakit berak-berak disertai muntah yang akut ditimbulkan karena enterotoksin yang dihasilkan vibrio kolera dalam usus halus.

Eltor • > Serotipe : Ogawa.EPIDEMIOLIGI: • > Endemik. Inaba > Penularan : kontaminasi makanan/ minuman. • Dikenal adanya karier • Kekebalan : antibodi humoral & antibodi enterotoksin . Epidemik. Pandemik • > Biotipe: klasik.

tidak ada darah. meningkatkan aktivitas adenil-siklase pada menaikkan produksi cairan pada usus halus. Tinja bersifat isotonis.PATOGENESIS: Lokasi: usus halus Enterotoksin vibrio terikat secara cepat pada epithel usus halus dan tidak dapat terlepas kembali. Mempengaruhi sekresi sekresi elektrolit. . warna seperti cucian beras.

PA: Pada usus halus ditemukan: edema ringan pada lamina propia. dilatasi ringan pemb darah dan pemb limfe pada puncak villi. .

B.b encer.a. mules (-). berat. profus.Manifestasi klinik: Inkubasi : 16 – 72 jam Sifat diare : Sekretorik a. kejang otot yang nyeri . keluhan tenesmus (-). Ringan/asimtomatik b. Kemudian dpt timbul muntah.

renjatan hipovolemik. Prognosis: ringan : baik berat : bila pengobatan tidak cepat dan adekwat  meninggal dunia. tampak lemas.Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan: keadaran masih baik. . Tanda dehidrasi ringan sampai berat. Bila keadaan berat dapat ditemukan kesadaran menurun. asidosis metabolik sampai keasadaran koma.

Komplikasi penyakit penyerta : gagal jantung (Iatrogenik) gagal ginjal. Pengobatan tidak adekwat . Wanita hamil muda dapat terjadi aborsi .Penyulit Pengobatan: . Pengobatan terlambat diberikan . reaksi infus infeksi nosokomial .

.Anamnesa dan pemeriksaan fisik yang teliti.Pemeriksaan laboratorium: Feses rutin Rectal swab. .DIAGNOSIS . kultur. uji fluorosensi antibodi Test serum mobilisasi.

DIAGNOSIS BANDING: GED kholeriform (sekretorik) : E. St aureus.perfringens.coli. food intolerance .cereus. B. keracunan makanan. C.

antisipasi dan mengobati penyulit yang timbul maupun penyakit penyerta .Pengobatan: 1. penggantian cairan dan elektrolit 2. antimikroba 3.

berdasarkan berat badan : dehidrasi ringan : penurunan 2 -5 % BB sedang : 5 – 8 % BB berat : 8 – 10%.001) x 1. Mengukur berat jenis plasma: Jumlah kebutuhan cairan = (BJ plasma/0. 2.025 x BB (kg) x 4 ml. .Penggantian cairan dan elektrolit Tentukan dahulu derajat dehidrasi pasien ! 1.

Mengukur central venous pressure 4. . Menghitung Skor Penilaian klinis derajad dehidrasi dengan menggunakan rumus secara empris. Jumlah cairan yang dibutuhkan = (skor/15) x BB (kg) x 1000 ml x 10%.3.

Sulfa d. Amoxycilin.l.Antimikroba: Tetracycline. Ciprofloxacin. .l.

Data: kompos mentis. TD 90/60 mmHg. turgor turun. frek napas 30/mnt. . lidah kering. Jenis Cairan dan tetesan 5 6 7 8 9 10 11 12 TD sistolik < 90 TD sistolik < 60 Nadi > 120 /menit Frek napas > 30 /menit(Kusmaul) Turgor kurang Wajah Kolereika Ekstemitas dingin Washer women’s hand 1 2 1 1 1 2 1 1 13 14 15 Sianosis Umur 50 – 60 tahun Umur > 60 tahun 2 -1 -2 . BB 60 kg dengan D/ GED kholereicum dehidrasi sedang. Pertanyaan: 1.Kebutuhan cairan 2. Nadi 100/mnt. telapak tangan berkeriput. Afebris. umur 58 tahun. suara serak. tidak tampak sianosis. mata cekung. Jarijari tangan dingin.NO 1 2 3 4 DITEMUKAN Muntah Suara serak Apatis Somnolens sd koma NILAI 1 2 1 2 Laki2.

. 1 Telapak tangan keriput .Jawab: BB 60 kg Muntah ……………….8 l . Selanjiutnya evaluasi skor dan bila sudah tidak perlu menghitung skor.. b.……. 1 Turgor kurang ……. a. . 2 jam pertama berikan cairan sesuai perhitungan skor.1 Cara Pemberian Jenis cairan: mis: Ringer Lactate. berikan cairan sesuai kebutuhan. Skor=7 Kebutuhan cairan: 7/15 x 60 x 1000 ml x 10% = 2. 1 Serak ………………… 2 TD 90 ………………… 1 Napas 32/mnt ………. 1 umur 50-60 tahun ….. Satu jam kemudian berikan cairan sesuai cairan yang keluar selama 2 jam tsb c..… 1 Ekst dingin …….

Berapa tetes harus diberikan permenit ? Jumlah tetesan = 500 X 20 = 28 tetes/menit 6x60 .CARA MENGHITUNG TETESAN CAIRAN INFUS • Infus set : umumnya I ml = tetes. • Mikrodrip : 1 ml = 60 tetes Jumlah tetesan/menit = volume cairan (ml) X 20 tetes/menit lama pemberian (menit) Misalnya : rencana memberikan cairan 500 ml RL melalui intravena fluid drip dalam waktu 6 jam.

Parenteral Ciran Isotonis . misalnya: Ringer Lactate. 2. dapat berupa: 1. d.l. atau membuat sendiri yaitu air putih/ air teh.l Cukupkan kebutuhan mineral seperti : Natrium. ditambah gula pasir satu sendok teh ditambah garam dapur sejumput.Pemberian cairan: Cairan bersifat isotonik. Kalium dan Chlorida. .Per oral: garam oralit. Na Cl 0. Glucosa 5%.9% .

Lokasi dan transportasi c. Vaksin.Pencegahan Meningkatkan hygne dan sanitasi Vaksinasi : vaksin cholera sec : Proteksi selama 3 – 6 bulan PERMASALAHAN : a. . Pengadaan cairan dan obat b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->