Asuhan Keperawatan Klien

dengan Gagal Ginjal Kronik
Lestari Sukmarini, MNS
KMB – FIK 2008
tanggal upload : 29 April 2009





Gagal ginjal kronik ?

Definisi GGK (CKD)

Ketidakmampuan ginjal mempertahankan
keseimbangan internal tubuh karena
penurunan fungsi ginjal bertahap diikuti
penumpukan sisa metabolisme protein dan
ketidakseimbangan cairan elektrolit.

gg. Fungsi excretory & non excretory

Fungsi ginjal?

Fungsi ginjal:

Regulasi volume cairan tubuh

Regulasi keseimbangan elektrolit

Regulasi keseimbangan asam basa

Regulasi tekanan darah (R!

"kskresi sampah metabolik

Regulasi erithropoesis

#etabolisme vit $

%intesis prostaglandin

Penyebab

&lomerulonefritis (&'!

(enyakit ginjal
herediter

)ipertensi

*ropathy obstruktif

+nfeksi

'efropati diabetik

ALGORITMA GGK
GFR ↓
ETIOLOGI
Gg konsentrasi urin
i!ertro"i se# rena#
↓ Fungsi gin$a# #an$ut
gg% "ungsi
non&
ekskretori
Gg imun
Li'i(o ) in"erti#
In"eksi, !en*em'u+an #uka #am'at
,nemia, !a##or ↓ -ro(uksi eritro!oetin
Gg ↓ a'sor!si .a#.ium
Osteo(istro"i, +i!o.a#.emia
gg% re!ro(uksi
↓ Eksresi sisa meta'o#ik
↑So(ium rea'sor'si
↓ Ekskresi ka#ium
↓ Ekskresi !+os!at
,si(osis meta'o#ik
↓ ekskresi /
Gg "ungsi ekskretori
Retensi air0 e(ema,
+i!ertensi, F
+i!erka#emia
+i!er!+os!atemia
1remia0 ke$ang, ↑B1N 2r
Na2O
3
- 'in(ing
agent
Restrisi air,
(iuretik
antikon4u#sant
Restrisi K, K
'in(ing agent

PATOGENESIS OSTEOISTRO!I RENAL
G,G,L GIN5,L KRONIK
Ggn sistem regu#asi
aki'at ↓masa gin$a#
Ggn "aa# ekskresi
↓6,27 8O92O3

/
!#asma
↓ ,'sor'si 2a
//
!a(a usus
↑ Toksin uremia
↑ Fos"or !#asma
↓ 2a// !#asma
Bu""er 2a//
tu#ang
↓ 2a
//
!#asma
i!er!aratiroi(ism
Meng+am'at
e"ek 4it :
:eminera#isasi
↓ 2a(angan untuk
ka#si"ikasi tu#ang
OSTEO:ISTROFI
OSTEITIS FIBROS,

KLASI!IKASI GGK"#K
Ta+a! :eskri!si GFR
, Kerusakan ginjal
dg &FR '-↑
./0
1 Kerusakan ginjal
&FR ringan
2034/
5 &FR sedang 5036/
7 &FR berat ,631/
6
&agal ginjal
8,6

Ga$%aran klinis

Kelainan hemopoesis:
anemia retensi toksin uremia
 defisiensi eritropoetin

Kelainan sal. cerna: mual9 muntah9 hiccup9 stomatitis9 fetor
uremikum. 3333

Kelainan mata: visus9 retina9 saraf mata.

Kulit: kering bersisik9 gatal9 uremic frost, easy bruishing.

'eurologi: kejang ec. +mbalans elektrolit9 uremik

Kardiopulmonal: :)F9 hipertensi9 perikarditis9 edema paru.

Pe$eriksaan diagnostik

;aboratorium

nalisa urin & kultur

*reum9 kreatinin serum9
::< (fungsi ginjal!

)emopoesis: )b9 )t9 faktor
pembekuan.

"lektrolit9 &$

(enunjang :

Foto polos abdomen

*%& renogram

(ielografi retrograde

PENGKA&IAN KEPERA'ATAN
Ri;a*at kese+atan : faktor resiko (mengalami infeksi saluran nafas atas9
infeksi kulit9 infeksi saluran kemih9 hepatitis9 ri=ayat penggunaan obat
nefrotoksik9 ri=ayat keluarga dengan penyakit polikistik9 keganasan9
nefritis herediter!.
Sirku#asi : hipertensi9 disritmia kardia9 distensi vena jugular9 edema general
(termasuk area periorbital9 sakrum!9 pallor.
E#iminasi : perubahan pola urin9 perubahan =arna urin seperti merah9
keruh9 pekat9 oliguri.
Makanan<.airan : penambahan berat badan (edema!9 dehidrasi9 mual9
muntah9 adanya penggunaan diuretik9 perubahan turgor kulit9 edema.
N*eri : pada area kostovertebral-pinggang
-erna"asan : dispnea9 takipnea9 adanya batuk produktif (edema paru!9
>kussmaul?
-emeriksaan (iagnostik 0
Se(imen urin : pengumpulan urin 17 jam untuk pemeriksaan bersihan
kreatinin dan protein total untuk memperhitungkan fungsi ginjal residual
dan ekskresi protein urin.

Bio!si gin$a# sangat diperlukan untuk menentukan kelainan histologi
yang terjadi.
:ara+ : )b ↓ karena anemia9 @*'3creatinin ↑9 protein albumin serum
↓9 potasium ↑9 &$ (as met!.
(emeriksaan lain yang penting adalah : ureum serum9 albumin9
kolesterol9 elektrolit dan juga pemeriksaan serologis seperti:
autoantibodi9 complement :5 :79 imunoglobulin.
1rin: jumlah urin 8700 cc-17jamA =arna urin merah ditemukan adanya
hematuria gross-mikroskopik9 proteinuria (rendah ,31BA tinggi 537B!9
cast merah selular menandakan adanya infeksi glomerular.
@ersihan creatinin mungkin ↓.
Ra(iogra"i<1SG: pembesaran-mengecil ginjalA batu-obstruksi.

Masalah perawatan utama

Kelebihan volume cairan tubuh

Ketidakseimbangan asam basa & elektrolit

&g. 'utrisi: kurang dari kebutuhan

ktivitas intoleran

Resti cidera

&angguan koping

Kurang pengetahuan

Manajemen keperawatan
(rioritas intervensi

#onitor status cairan: observasi @@9 edema9 turgor kulit9 dan
lakukan balans cairan (+ntake3Cutput!

#onitor tanda vital dan tingkat kesadaran.

#onitor gejala uremik

#onitor pemeriksaan lab: fungsi ginjal9 elektrolit9 &$9 protein
albumin9 )b9 )t9 trombo.

Cptimalkan istirahat

#otivasi makan diet rendah protein

(emberian makan dalam porsi kecil sering

(era=atan kulit dan pertahankan self hygiene

Psychosocial care: gali persepsi dan perasaan klien b.d penyakit
dan diskusikan ttg kondisi klien.

Manaje$en konser(ati)
(rinsip

#encegah memburuknya fungsi ginjal

:egah obat nefrotoksik

:egah deplesi volume cairan ekstrasel

:egah imbalans elektrolit

Restriksi ketat diet protein

)indari penggunaan media kontras pemeriksaan tertentu

(endekatan terhadap penurunan fungsi ginjal progresif lambat

#engurangi gejala uremia

Koreksi faktor reversibel

(engobatan tepat

Kontrol hipertensi

:egah infeksi

(endidikan kesehatan

#anajemen diet

Dietary guidelines:

Restriksi -rotein restri.tion0 mem!er#am'at progress.

D
(ertahankan kondisi optimal
D
#engurangi-mencegah akumulasi toksin
aEotemia
D
#encegah pemburukan fungsi ginjal krn
glomerulosklerosis
Konsumsi protein he=ani ( esensial!
D
&&K ringan (;F& F0 ml-mnt!
D
<anpa penurunan progresif $R( ,3,.1 gr-kg-hr
D
(enurunan progresif $R( 0.630.2 gr-kg-hr
D
&&K moderate (;F& 163F0! dan &&K lanjut $R( 0.63
0.2 gr-kg-hr


Restriksi garam0 =–> gram<+ari  .ega+ retensi .airan )
kontro# +i!ertensi%

Restriksi .airan 0 .ega+ !rogress  2K:%

Restriksi -otassium 0 ta+a! #an$ut gin$a# ti(ak mam!u
mem'uang !otassium ? +i!erka#emia  a'norma# +eart
r+*t+ms%

Restriksi -+os!+or0 me#in(ungi tu#ang%

<erapi lain : 3 dialisa
3 transplantasi

DI!I"I"
Genera# -rin.i!a#: #ovement of fluid and molecules
across a semi permeable membrane from one
compartment to another
emo(ia#*sis G #ove substances from blood through
a semi permeable membrane and into a dialysis
solution (dialysate Gbath! (synethetic membrane!
-eritonea# G (eritoneal membrane is the semi
permeable membrane


Osmosis&:i""usion&1#tra"i#tration

Osmosis & movement fluid from an area of < to @

.oncentration of solutes (particles!

:i""usion 3 movement of solutes (particles! from an area of
> concentration to area of < concentration HRemove urea9
creatinine9 uric acid and electrolytes9 from the blood to the
dialystate bathI R@:9 J@:9 ;arge plasma proteins do not go
through

1#tra"i#tration G Water and fluid removed =hen the
pressure gradient across the membrane is created9 by
increase pressure in the blood compartment & decrease
pressure in the dialysate compartment


Perit#neal dialisis


*e$odial+sis

Aas.u#ar a..ess "or +ig+ '#oo( "#o;

S+unts, 8te#"on, eBterna#9

,rterio4enous "istu#as an( gra"ts 8,A9

,nastomosis 'et;een an arter* an( 4ein

Fistu#as are nati4e 4esse#s 8=&> ;ks
maturit*9

Gra"ts are arti"i.ia#<s*nt+eti. materia#

Diali$er% pengganti ginjal

,A "istu#a .ommuni.ation
,A Gra"t a..ess


&em#dialisis

-: ,(4antages -: (isa(4antages
+mmediate initiation
;ess complicated
(ortable (:($!
Fe=er dietary restrictions
%hort training time
;ess cardio stress
:hoice for diabetics
@acterial-chemical periotonitis
(rotein loss
"xit site of catheter
%elf image
)yperglycemia
%urgical placement of catheter
#ultiple abdominal surgery

Nursing 2are -re, -ost :ia#*sis
D
Ceig+ 'e"ore ) a"ter
D
,ssess site 'e"ore ) a"ter 8'ruit, t+ri##, in"e.tion,
'#ee(ing et.%9
D
Me(i.ations 8!re.autions 'e"ore ) a"ter9
D
Aita# signs 'e"ore an( a"ter et.%

'enal transplant

Li4ing an( 2a(a4eri. (onors

-re(ia#*sis0 o'tain a (r* ;eig+t "ree o" eB.ess "#ui(s an(
toBins

More !re!aration time "rom a #i4ing (onor 4s% .a(a4eri. –
trans!#ant ;it+in 3> +ours o" !ro.urement

:e#a* ma* in.rease ,TN

-re&trans!#ant0 Immunot+era!* 8IA met+*#!re(niso#one
so(ium su..inate, 8, –met+a-re(, So#u&
Me(ro#9, .*.#os!orine 8San(immune an( aDat+io!rine
88Imuran9

#o$pli,ations Post Transplant

Re$e.tion is a ma$or !ro'#em

*!era.ute re$e.tion0 o..urs ;it+in minutes to
+ours a"ter trans!#antation

Rena# 4esse#s t+rom'osis o..urs an( t+e ki(ne*
(ies

T+ere is no treatment an( t+e trans!#ante(
ki(ne* is remo4e(



2+roni. Re$e.tion0 o..urs o4er mont+s or *ears
an( is irre4ersi'#e%

T+e ki(ne* is in"i#trate( ;it+ #arge num'ers o" T
an( B .e##s .+ara.teristi. o" an ongoing , #o;
gra(e immuno#ogi.a# me(iate( in$ur*

Gra(ua# o..#usion rena# '#oo( 4esse#s

Signs0 !roteinuria, TN, in.rease serum
.reatinine #e4e#s

Su!!orti4e treatment, (i""i.u#t to manage

Re!#a.e on trans!#ant #ist

Re"eren.es0
@lack9 K#. & #atassarin3Kacobs9 ". (,//F!. Medical surgical nursing: Clinical
management for continuity of care. (6
th
ed.!.J@ %aunders :ompany9
(hiladelphia.
&oldman9 ;. & @ennett9 K:. (100,!. Pocket companion to cecil textbook of
medicine (1,
st
ed.!. J@ %aunders :ompany9 (hiladelphia.
Reeves9 :K.9 Roux9 &.9 ;ochart9 R. (100,!. Keperawatan medikal bedah ("d.
%etyono9 K.!. (enerbit %alemba #edika9 Kakarta.
%ukandar9 ". (,//F!. efrologi klinik. (1
nd
ed.!. (enerbit +<@9 @andung.
Jilson9 $$. (,//4!. urses guide to understanding laboratory and diagnostic
test. ;ippincott Jilliam&Jilkins9 (hiladelphia.

Teri$a kasih atas perhatian-.
jangan lupa tugas %a,a/0

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful