You are on page 1of 66

V .

.

INTRODUCTION  THERE IS NO GREATER HEALTH CONCERN IN THE PEDIATRIC POPULATION THAN TRAUMA.  LEADING CAUSE OF DEATH  ONE DEATH– 12 HOSPITALIZED– 60 IN E D  CARE INJURED CHILD DIFFERS CARE INJURY ADULT  ANATOMIC DIFFERENCES  PHYSIOLOGIC RESPONS DIVERGE .

. C N S. SPINE. THORAX .ABDOMEN  DECREASE MUSCLE STRENGTH PER UNIT VOL — DIMINISHED PROTECTION C. ABD & DECREASE STARLING EFFECT IN THE HEART  RELATIVE INCREASED SURFECE AREA MEANS INCREASED VULERABILITY TO RADIATIVE AND EVAPORATIVE LOSS OF HEAT & FLUID.  DECREASE MINERALIZATION OF BONE --.THE BIOMECHANICS DIFFER FROM ADULT IN DISCREET WAYS.LESS PROTECTION TO.

TRAUMA SYSTEMS  TRAUMA CENTERS DEVOLOPED BEST CARE  CONCENTRATING RESOURCES  ESTABLISH GUIDLINES AS TRAUMA CENTERS  SIMILAR TO VERYFY PEDIATRIC TRAUMA  PED TR CENTER SHOWN IMPROVED OUTCOMES COMPARE NON PED TR CENTERS  THE BASIC EQUIPMENT RECOMMENDED FOR PEDIATRIC TRAUMA CENTER .

IV ACCES & C SPINE IMMOBILISATION .PRE HOSPITAL CARE  PARAMEDIS DELIVER GOOD PREHOSPITAL CARE TO CHIDREN AS WELL AS TO ADULTS  EQUIPMENT IS OFTEN ABSENT– PARAMEDIS IMPROVISE TO PROTECT INJURY CHILD  RESPONS TIME AND EXTRICATION ARE INDEPENDENT OF AGE OF COURSE  STRUGGLE. PED AIRWAY.

PRE HOSPITAL • AVOID ENDOTRACHEAL IN THE FIELD • USING ORAL AIRWAY & BAG VALVE MAS WITH CHIN-LIFT/JAW-THRUST • EXCEPTION PT REQUIRING PROLONGED TRANSPORT BY EMS WHO CLEARLY UNDERSTAND THE ANATOMIC DIFFEFENCES OF THE PEDIATRIC AIRWAY • I V ACCES IN PEDIATRIC FREQUENTLY CHALENGING • CERVICAL SPINE PRECUATION OFTEN MISAPPLIED OR NOT EMPLOYED .

Disability and Exposure( A B C D E )  SECONDARY SURVEY  TERTIARY SURVEY  with emphasis on clinically important anatomic and physiologic diferences . Air way . Circulation.ACUTE CARE  PRIMARY SURVEY  Rubric PRIMARY SURVEY . Breathing.

ANY UNSTABLE CHILD SHOULD BE INTUBATED BY THE MOST EXPERIENCED PERSON PRESENT .AIRWAY • SAFE CONTROL OF THE AIRWAY IS PARAMOUNT • • • • IN PED TRM RESUSCITATION THIS SUCCESS.INDICATION . PREVENT SECONDARY INJURY SUCCESS DEPENDS UPON CLEAR UNDERSTANDING OF .FACILITY .AIRWAY ANATOMIC OF CHILD TRAUMA CENTERS/INSTITUTION HAVE ESTABLISH PROTOCOL AND GUIDLINE.CLINICAL .

PEDIATRIC AIRWAY DIFFERS FROM ADULT (at least) six discreetway  1 shorter trachea  2 anteriorly dipaced epiglotis  3 prominent occiput  4 high larynx  5 proportionately large toungue & smaller mouth  6 narrowed at the cricoid cartilage .

DRUG.CARDIAC INSTABILITY) .Indication for intubation  INABILITY TO SPONTANEUSLY PROTECT THE AIRWAY ( G C S less 8. FASCIAL TRAUMA . SMOKE INHALATION. OVERDOSE)  INABILITY TO VENTILATE ( eg FLAIL CHEST)  INABILITY TO OXYGENATE (eg PULMINARY CONTUSION.

.

BLOOD IN THE NOSE IMPEDE AIR MOVEMENT  REQUIRE HIGHER RESPIRATORY RATE AND LOWER TIDAL VOLUME .DEBRIS. .BREATHING  AIRWAY CONSIDERATION  OBLIGATE NOSE BREATHERS  TUBES.ESPECIALLY DURING BAG-VALVE MASK VENTILATION.

Cara penanggulangan trauma pada anak (urutan dan intensitas) tergantung pada : – Berat / ringannya trauma – Transport / pemindahan pasien – Kondisi pada waktu tiba di Instalasi Rawat Darurat (IRD) .

Trauma yang berat. nampaknya tak ada reaksi hidup walaupun dengan organisasi pelayanan perawatan yang baik → sine qua non of success. . sering disertai dengan kerusakan pada beberapa alat tubuh (multiple organ failure) tiba di IRD.

perlu dirawat oleh dokter ahli dengan pertimbangan yang hati – hati dan saksama. .Penderita trauma yang masuk ke IRD. sadar dengan anamnesa trauma yang berat.

yang nampaknya gambaran klinik yang ringan. sangat mungkin terjadi kelengahan dan perawatan yang salah.Penderita dengan trauma yang berat. .

Urgent Treatment segera dikerjakan kalau ada kecurigaan dan mencegah atau mengurangi keadaan yang tiba – tiba menjadi buruk. .

.Trauma tumpul menyebabkan multi sistem injury karena itu selalu dicurigai sampai terbukti tidak ada kerusakan pada organ – organ tubuh.

.Prioritas pemeriksaan dan penanggulangan sama dengan orang dewasa. Walaupun demikian pada anak dengan trauma mempunyai bentuk dan jenis trauma tertentu.

Anatomi dan fisiologi yang berbeda dengan orang dewasa akan menyebabkan perbedaan dalam respon terhadap trauma, demikian pula penanggulangannya.

Special Considerations : Size and shape Skeleton Surface area Psychologic status Long-term effects Equipment

Airway Anatomi Craniofacialdispropotion Large occiput cervical flexion Infants : Obligate nasal breathers Larynx : Anterior caudad angle Trachea : Short

Head : Sniffing position 2. Needle cricothyroidotomy . Endotracheal intubation 4. Ventilate 3. Suction. Oxygenate.Airway Management 1.

.Pengobatan segera didasarkan persepsi adanya emergency condition dan pengetahuan tentang prioritas pada penanggulangan anak dengan multiple injury.

.Sesudah satu trauma yang berat. kondisi yang perlu segera diobati adalah gangguan pernapasan yang menyebabkan oxygenisasi terganggu. Yang dapat dimulai dengan face mask yang dihubungkan dengan resuscitation bag dengan oxygen reservoir dan dengan meningkatkan kadar oxygen.

.Langkah berikutnya adalah Endo Tracheal Intubasi.Oxygenisasi dan Ventilasi.

Release Cricoid Pressure .1 mg/kg (5 mg maximum) Normovolemic Thiopental sodium 4 – 5 mg/kg Cricoid Pressure Paralysis Succnycholine chloride < 10 kg : 2 mg/kg > 10 : 1 mg/kg Intubate. check Tube Position.1 – 0.5 mg Sedation Hypovolemic Midazolam HCL 0.ALGORITHM 1 RAPID SEQUENCE INTUBATION (RSI) FOR THE PEDIATRIC PATIENT Preoxygenate Atropine sulfate 0.

Intubasi endo tracheal pada anak dilakukan pada :    Trauma capitis untuk hyperventilation Anak yang tak dapat mempertahankan/membuka jalan napas Anak dengan hypovolemia yang akan dioperasi .

.Cara lain (alternatif) untuk melakukan oxygenisasi dan ventilasi adalah ”transtracheal jet ventilation” (needle cricothyrodotomi).

Cervical spine injury.” Transtracheal jet ventilation” (needle cricothyrodotomi) sangat berguna pada anak dengan :  Brain injury oleh karena ketegangan endo tracheal tube menyebabkan venous hipertension yang akan mengakibatkan peningkatan oedema otak. oleh karena sering dengan extensi kepala. akan menyebabkan cervical cord injury. Maxillo facial injury dengan pendarahan yang banyak juga menghalangi fungsi mask untuk mengalirkan oxygen.   .

Pada prinsipnya resuscitasi dikerjakan simultan. Pada waktu respirasi diresuscitasi. juga cirkulasi dikembalikan. kalau perlu pijat jantung luar juga dikerjakan. .

.Circulasi dan Shock Peningkatan cadangan fisiologis pada anak menyebabkan tanda vital masih normal walaupun adanya shock yang berat. Tachycardi dan perfusi pada kulit yang buruk merupakan tanda dini adanya shock hypovolemi dan perlu resuscitasi dengan kristaloid.

Hemodynamic normal jika : • nadi menurun • meningkat tekanan nadi (>20 mmHg) • warna kulit menjadi normal • ujung jari menjadi hangat • kesadaran membaik (GCS score meningkat) • tekanan systolic meningkat • produksi urine 1 – 2 ml/kg BB/jam .

2 kali Hemodinamik normal Evaluasi k/p .Rujuk Observasi Operasi .Rujuk Hemodinamik abnormal 10 ml/kg BB PRBC Normal Evaluasi Operasi Abnormal Observasi Operasi k/p .TABEL Diagram resusitasi cairan pada anak -anak Konsul Ahli Bedah 20 ml/kg BB Ringer Laktat (Bolus) dapat diulang 1 .

Lokasi / tempat untuk mendapat vena : 1. . Cutdown : Saphenous at ankle/groin 3. Intraosseous : ≤ 6 years Percutaneous peripheral 2.

Kulit tipis 3. Lemak kurang Sangat mempengaruhi suhu tubuh .Thermo regulasi 1. Permukaan tubuh luas 2.

Gangguan pembekuan darah .Hypothermi 1. Gangguan CNS otak & saraf 2.

Trauma Dada 1. . Rib Fractures : Severe injuring force 2. Compliant chest wall Lung Contusion Mediastinal mobolity sensitivity to pulmonary injury Thoracotomy : Ussually not needed Other organ system injuries 4. 5. 3.

Trauma Abdomen : 1. Method of assessment 2. Diagnostic adjuncts: a. DPL/Ultrasonography Keputusan para Ahli Bedah . Urinary catheter 4. CT with contras b. Gastric distention 3.

Extracranial injuries 4. Outcome 3. Secondary brain injury Management : Same as adult .Trauma kepala 1. Hypotension 5. suture lines 2. Anatomic : Fontanelles.

but consolable Persistently irritable Restless. agitated None V .Score 5 4 3 2 1 . fixes and follows Cries.TABLE 4 PEDIATRIC VERBAL SCORE Verbal Response Appropriate words or social smile.

Larger head 2. wedged anteriorly c.Spinal Cord Injury 1. Interspinous ligament. Vertebrae. Treatment . Flat facets d. Differens a. joint capsules b. X-ray consedarations 3.

Musculoskeletal Trauma : 1. History important 3. Management principles same 2. Growth plate frequently involved 4. Blood loss proportionately greater .

Perubahan dalam ketidaktertarikan diatas penting dalam pengamatan mengenai tingkat kesadaran anak. arsipkan tindakanmu itu masukkan dalam laporan dan coba minta tanda tangan mereka. cobalah membujuk meraka. saudara menolong dan mengangkat. . pernah hipoksia. Paramedis harus membuat keputusan bilamana dihadapkan pada masalah memerlukan waktu yang terlalu lama untuk menemukan orang tuanya untuk meminta persetujuan. mengalami shock. Mereka dapat melakukan tugas sederhana seperti memegang verban atau hanya menghibur anak mereka. Pada sisi lain anak yang tidak bisa dihibur atau tertarik mungkin punya luka/ trauma kepala.Anak datang bersama orang tuanya. Orang tua bisa saja membantu pemeriksaan atau malahan menghambat perawatan pasien anak. atau mengalami sakit yang parah. Anak yang tertarik dengan seseorang atau boneka mempunyai otak yang masih baik perfusinya dengan oksigen maupun nutrisi. Jika tetap menolak. Jika orang tua atau wali resmi tidak ingin. Cara terbaik untuk menyakinkan orang tua adalah memperagakan keahlianmu dalam menangani anaknya Tunjukkan pada orang tua tersebut saudara tahu betapa pentingnya mereka melibatkan diri pada perawatan anaknya. dimana situasi anak membutuhkan pertolongan segera.

PERKIRAAN BERAT BADAN DOSIS OBAT UKURAN ALAT PENOLONG .ALAT PERTOLONGAN UNTUK ANAK HARUS TERSEDIA DAN MUDAH DIJANGKAU PITA “ BROSELOW “ UNTUK MENGUKUR PANJANG BAYI/ ANAK terdapat.

. 4. Laporan pada pihak rumah sakit penerima. secondary survey kemudian transport. Penilaian keseluruhan situasi pasien Airway dengan stabilisasi C-spine Breathing Circulation dan kontrol perdarahan Kesadaran . yaitu: 1.dan reflex pupil Pemeriksaan ringkas abdomen. Adanya situasi kritis.pelvis dan ekstremitas Intervensi kritis dan transport decision. backboard transport/ kirim untuk segera intervensi live saving dan selama perjalanan secondary survey b. 9.Sama dengan pada orang dewasa. Tidak ada situasi kritis backboard transport. 5 6 7 8. 3. 2. a. Perawatan kritis dan pemeriksaan ulang / reasessment.

nadi carotis. vena leher.pasang cervical collar sebelum primary survey selesai Periksa leher .Pemeriksaan jalan napas lebih mudah Karakteristik Lidah besar. trachea pandek dan sempit Bernapas dengan hidung Tulang occiput yang besar-----kepala flexi----jalan napas sempit--perlu ganjal pada bahu Membersihkan mulut dan hidung sangat menolong disertai jaw trust Oral airway/orofryngeal airway membantu pada anak yang tidak sadar Pastikan stabilisasi leher dalam posisi netral. letak trachea Buatlah catatan kesadaran seperti pada orang dewasa G C S .

Tangan besar menutup jalan napas .Fase mask .Mulut ke mulut .Timbul Pnemothorax Hati – hati : Intubasi dilakukan .tidak ada gerakan .Udara masuk lambung .Alat lengkap .Udara keluar masuk paru Jika .Look / Lihat .Ukuran sesuai .Dada mengembang Listen / Dengarkan .Menutup mulut & hidung Hati – hati : .Ventilasi tidak adekuat Lakukan pernapasan buatan .

UMUR Baru Lahir ½ -1 2–4 5–8 BERAT (kg) 3–4 8 – 10 12 – 16 18 – 26 PERNAPASAN 30 – 50 30 – 40 20 – 30 14 – 20 NADI 120 – 160 120 – 140 100 – 110 90 – 100 TEKANAN SISTOLIK 60 70 – 80 80 – 95 90 – 100 8 – 12 > 12 26 – 50 50 12 – 20 12 – 16 80 – 100 80 – 100 100 – 110 100 – 120 .

→ → → → Cermati kehilangan darah. Volume darah 80 – 90 cc/ hp BB. Bebat tekan Angkat extremitas yang bersangkutan .

→ → → Log – Roll & Cervical colar Berikan oxsigen maximal Bag – Valve mask dan ventilasi Pertimbangkan faktor kesulitan .Alat -RS .Waktu .

Jika sudah menyelesaikan pemeriksan primary dan saudara tidak menemukan situasi kritis. . SITUASI KRITIS  Tidak sadar  Pupil dilatasi  Penurunan tingkat kesadaran  Glasgow Coma Scale < 8  Pediatric Trauma Score < 8. tempatkan pasien anak pada backboard dan melakukan metode secondary survey dst.

5. 3. 7. 6. . 4. Ditabrak mobil ketika jalan kaki atau naik sepeda Fraktur pada lebih dari I bagian Extremitas Luka yang berarti pada satu organ atau lebih Kriteria untuk pengiriman ke Instansi Rawat Darurat yang bisa untuk merawat anak Pediactric trauma center Trauma Center. 2. Jatuh dari ketinggian > 5 meter Kecelakaan dengan kematian (ada yang mati) Terlempar keluar kendaraan pada kecelakaan kendaraan bermotor Pada kecelakaan kendaraan bermotor yang mesinnya masuk kedalam kabin penumpang.1.

→ → → Periksa – ujung kepala – sampai dengan ujung kaki Periksa semua lubang AMPLE .

pernapasan kurang lebih 10 kali / menit diatas normal. sulitnya mendapatkan pembacaan. memutar leher atau merapatkan colar. Jangan menekan vena jugularis. 1. . Saudara bisa mengangkat kepala pada papan. Jadi tekanan sistolik harus lebih dan 80 mmHg pada anak prasekolah dan 90 mmHg anak yang lebih besar. darah diperlukan oleh otak untukmembawa oksigen. (Perkiraan pernapasan normal dan nilai hyperventilasi). Tekanan darah yang akurat pada anak kecil. saudara akan mempercayakan pada tanda – tanda kurangnya perfusi . Menghindari ini. menyebabkan darah masuk ke ruang intra cranial jika anak tidak dalam keadaan shock. disini pembuluh darah otak akan kontraksi dan tekanan intra cranial rendah. 15 – 30 derajat untuk membantu menurunkan tekanan darah keluar dan otak. saudara harus mengerjakan 4 prosedur : Beri oksigen untuk meningkatkan metabolisme sel – sel otak dan menurunkan aliran darah pada bagian terkecil pada otak Usahakan tekanan darah naik. Tetap waspada untuk mencegah aspirasi pasien luka kepala. kadang – kadang muntah. aturan secara umum.Luka pada kepala adalah fokus pertama pada trauma anak karena porsi kepala anaklebih besar daripada orang dewasa.Tekanan intracranial diturunkan Hyperventilasi pasien. peningkatan laju. Saudara harus menghisapnya dan siap bila hal tersebut terjadi.

Respiratori Distress ..Retraksi dinding dada Pneumothorax Tension Pneumothorax Simple .Pernapasan 40 – 60 kali / menit .

Trauma tumpul → → Ruptura hati & limpa Kalau shock segera rujuk ( pasang 2 Infus) .

    Jatuh. hati. usus . tabrakan motor Luka bakar Benda asing dijalan napas Ruptura limpa.

.→ → Biasa ringan Periksa dan pindahkan dengan kursinya.

memahami bagaimana berinteraksi dengan orang tuanya yang cemas. pakaian tahan api ada dalam benak kita. cedera kendaraan kerja (Traktor) pengaman diair. sabuk pengaman. . (tertempel pada kotak trauma) mengenali cedera yang biasanya sering terjadi pada anak. sabuk pengaman. mengetahui tanda – tanda vital normal pada berbagai umur anak. Kita harus menyumbangkan waktu kita untuk mengajarkan keamanan kita dan kita harus memberitahukan / menginformasikan ada aturannya (kursi pengaman infant. Jika saudara melakukan pemeriksaan dengan baik : akan menemukan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan yang benar dalam perawatan. mempunyai peralatan yang memadai. sarung tangan tahan api. Urutan pemeriksaan anak sama dengan orang dewasa.Perawatan yang baik untuk anak. cedera lukabakar. Kursi mobil. Pemeriksaan cedera anak adalah kemampuan/ ketrampilan menyelamatkan hidup. supir mabuk) tentang keselamatan jiwa. kita semua terlibat dalam perawatan pada cedera anak yang serius juga harus tanggap tentang pencegahannya. helm pengaman.