Eksplorasi Terhadap Hutan Adat dalam Perspektif Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”

#entuk model kearifan mas*arakat adat dalam pengelolaan sum#erda*a hutan di (ila*ah )ndonesia disa+ikan dalam ta#el #erikut ini 0 8o Bentuk Kearifan A(ig6A(ig ,"om#ok Barat dan Bali3 Keterangan

Studi Kasus di Desa eks Marga Bukit Bulan Ke!amatan "imun Ka#upaten Sarolangun Pro$insi %am#i 4&

A&

"atar Belakang -& 'epong Damar ,Hutan Damarn Krui6"ampung Barat3

Aturan adat *ang harus dipenuhi setiap (arga mas*arakat di "o#ok Barat dan Bali dan se#agai pedoman dalam #ersikap dan #ertindak terutama dalam #erinteraksi dan mengelola sum#erda*a alam dan lingkungan& Pengelolaan #ekas lading dalam #entuk (anatani *ang dikem#angkan oleh mas*arakat Krui di "ampung Barat *aitu menanami lahan #ekas lading dengan #er#agai +enis tanaman antara lain dammar kopi karet durian& Hutan #elukar *ang melingkupi ka(asan inti pemukiman orang rim#a ,di ka(asan Taman 8asional Bukit Dua Belas %am#i3 *ang di+aga ke#eradaann*a #erfungsi se#agai #enteng pertahanan dari gangguan pihak luar& Hutan rak*at *ang dikem#angkan oleh mas*arakat Da*ak )#an di Kalimantan Barat *ang didalamn*a terdapat tanaman produktif seperti durian& Aturan adat *ang men+adi pedoman setiap (arga mas*arakat Maluku dalam mengelola lingkungan termasuk pedoman pemanfaatan sum#erda*a alam& Ter#entuk dari pranata sosial mas*arakat *ang telah #erlangsung se+ak lama dan mengatur pemanfaatan sum#erda*a pesisir dan laut&

'eformasi merupakan a(al dari peru#ahan segala tatanan Pemerintahan )ndonesia termasuk didalamn*a pengelolaan hutan& Se#elumn*a pengelolaan hutan mempun*ai paradigma timber management tetapi saat ini #eru#ah men+adi community based management& Paradigma ini telah mem#uka peluang *ang le#ih luas #agi mas*arakat untuk ikut serta dalam pemanfaatan sum#erda*a hutan& Peru#ahan ini +uga mem#a(a konsekuensi tersendiri terhadap sum#erda*a terse#ut& Dalam Marsono ,-../ 0 123 dise#utkan #ah(a peru#ahan situasi politik sosial ekonomi dan #uda*a )ndonesia telah mendorong ter+adin*a peru#ahan mendasar arah pengelolaan hutan *akni hutan se!aralangsung mendapatkan tekanan sosial *ang kuat& Berdasarkan data dari “A Do(n to Earth spe!ial report” ,-..-3 diperkirakan se#an*ak 4.. +uta dari -42 +uta penduduk )ndonesian se!ara langsung menggantungkan hidup mereka pada hutan dan hasil +asa hutan ,Ed* -..53& Ketergantungan ini dimulai dari oemanfaatan langsung sum#erda*a hutan seperti hasil hutan ka*u maupun sum#erda*a lain seperti air lahan se#agai tempat #er!o!ok tanam& Alih fungsi lahan untuk kegiatan pemekaran (ila*ah merupakan salah satu #entuk tekanan terhadap sum#erda*a hutan& Ketergantungan lain dapat dilihat dari #er#agai #entuk kearifan mas*arakat dalam pemanfaatan sum#erda*a hutan& Mas*arakat lokal telah lama menggantungkan kehidupan mereka pada hutan dan sum#erda*an*a dengan tetap men+aga keseim#angan sum#erda*a terse#ut& Pengelolaan hutan ,kearifan lokal3 oleh mas*arakat disekitar hutan se#enarn*a telah dipraktekkan se+ak lama dan men+adi tradisi turun temurun& Pada #e#erapa kasus pengelolaan hutan oleh mas*arakat dapat di!ermati #ah(a kearifan mas*arakat di dalam pengelolaan hutan pada ken*ataann*a telah mem#a(a dampak *ang positif #agi kelestarian hutan karena mereka mempun*ai tingkat ketergantungan dari hutan itu sehingga pola6pola pemanfaatan le#ih mengarah pada kelestarian ,Praset*o -..23& Di ka(asan hutan daerah hulu Ka#upaten Sarolangun Pro$insi %am#i terdapat #entuk kearifan lokal mas*arakat dalam pengelolaan hutan dengan nama “im#o larangan” *ang dilaksanakan oleh desa6desa eks Marga Bukit Bulan Ke!amatan "imun Ka#upaten Sarolangun Pro$insi %am#i&

1&

Hompongan ,:rang 'im#a6 %am#i3

/&

Tem#a(ai ,Da*ak )#an6 Kalimantan Barat3 Sasi ,Maluku3

;&

2&

Pamali Maman!ing )kan ,Desa Bo#an!igo6 Maluku 7tara3 Simpuk Munan="em#o ,Da*ak Benua>6 Kalimantan Timur3 Koko dan Tattakeng ,To Bentong6 Sula(esi Selatan3 Kapamalian ,Ban+ar6 Kalimantan Selatan3 Pahom#a ,Sum#a Timur6 8usa Tenggara Timur3

<&

Hutan tanaman #uah6#uahan ,agroforestr*3 *ang dikem#angkan oleh mas*rakat Da*ak Benua> di Kalimantan Timur&

5&

Koko adalah lahan perladangan *ang diolah se!ara #erpindah sedangkan Tattakeng adalah lahan #ekas perladangan *ang di#erakan&

B&

Tin+auan Pustaka

9&

Pengertian Hutan Adat menurut 77 8o /4 tahun 4999 adalah hutan 8egara *ang #erada dalam (ila*ah mas*arakat hukum adat& Hutan adat ditetapkan oleh pemerintah sepan+ang menurut ken*ataann*a mas*arakat hukum adat *ang #ersangkutan masih ada dan diakui ke#eradaann*a& Apa#ila dalam perkem#angann*a mas*arakat hukum adat *ang #ersangkutan tidak ada lagi maka hak pengelolaan hutan adat kem#ali pada pemerintah& Sard+ono ,-../3 mendefinisikan #ah(a mas*arakat lokal ,local community3 adalah sekelompok manusia *ang #ermukim di dalam atau disekitar hutan se!ara kehidupann*a tergantung pada sum#erda*a terse#ut& Kearifan lokal ter#entuk karena adan*a hu#ungan antara mas*arakat tradisional dengan ekosistem sekitarn*a dimana mereka memiliki sistem keper!a*aan hukum dan pranata adat pengetahuan dan !ara mengelola sum#erda*a alam se!ara lokal& Sekain itu ada *ang mendefinisikan #ah(a kearifan lokal adalah #entuk pengetahuan ke*akinan pemahaman atau (a(asan serta adat ke#iasaan atau etika *ang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologi *ang di(ariskan dari satu generasi ke generasi selan+utn*a& Ber#agai

Aturan6aturan ,pantangan3 dalam pengelolaan lingkungan misaln*a larangan untuk mem#uka hutan keramat&

4.&

?ugus hutan *ang dise#ut Pahom#a terlarang untuk dimasuki apa#ila untuk diam#il hasil hutann*a& Berfungsi se#agai pohon6pohon induk *ang dapat men*e#arkan #enih ke padang6padang rumput *ang relati$e luas se#agai proses perluasan hutan se!ara alamiah dapat #erlangsung& Se#agai riparian atau tum#uhan tepian sungai *ang #erfungsi se#agai filter terhadap materi erosi dan sekaligus #erfungsi se#agai sempadan alamiah sungai untuk pelestarian air sungai& Teknologi tradisional pemakaian air se!ara

44&

Su#ak ,Bali3

efisien dalam pertanian dilakukan dengan !ara su#ak& "e(at saluran pem#agian *ang ada pem#agian aliran #erdasarkan luas areal sa(ah dan masa pertum#uhan padi& 4-& Talun ,Kampung Dukuh6%a(a Barat3 Bentuk kearifan dalam pengelolaan SDA dan lingkungan hidup *ang dikem#angkan mas*arakat Kasepuhan Pan!er Panga(inan di(u+udkan dalam penataan ruang hutan pelestarian dan pengelolaan air pengelolaan lahan dengan pengem#angan talun& @alsafah hidup atau pedoman dalam #ertindak #agi setiap (arga mas*arakat "ampung *akni menemui muimah ,ramah lingkungan3 nengah n*appur ,keseim#angan lingkungan3 sakai sam#a*an ,pemanfaatan lingkungan3 dan +uluk adek ,pertum#uhan lingkungan3& 7ndang6undang sim#ur !aha*a *ang se#agian su#stansin*a mengatur tentang pentingn*a pelestarian lingkungan&

4&

Ka(asan Atas=Hulu=Barat ,"indung3 Adalah (ila*ah Ka#upaten Sarolangun #agian #arat *aitu ke!amatan Batang Asai dan "imun dimana se#agian #esar (ila*ahn*a adalah hutan lindung disamping itu topografi !uram #er#ukit serta merupakan (ila*ah resapan air&

-&

Ka(asan Tengah atau Pengem#angan Pela*anan 7mum Pemerintahan

%asa dan

Adalah (ila*ah Ke!amatan Pela(an6Singkut Batin E))) dan Sarolangun& 1& Ka(asan Ba(ah=Hilir atau Budida*a Kehutanan dan Perke#unan Adalah (ila*ah Ke!amatan Pauh Air Hitam dan Mandiangin Ber+alann*a praktek6praktek pem#angunan dengan konsep Fona 1 (ila*ah pem#angunan #er#asis DAS di Ka#upaten Sarolangun se#agai salah satu alternatif model pem#angunan (ila*ah #erkelan+utan& Adan*a pengelolaan (ila*ah hutan tertentu oleh mas*arakat adat dalam #entuk kegiatan perlindungan terhadap rim#a larangan di tiga lokasi atau desa pada Fona atas ,Hulu="indung3& "okasi hutan adat *ang sedang dalam proses pem#entukan dan legalisasi adalah0 4& Ke!amatan "imun *aitu Desa Pan!a Kar*a ,Ka(asan Hutan Kampung Pondok dan Ka(asan Hutan Mensio3 Desa "u#uk Bedorong ,Ka(asan Hutan Seguguk dan "u#uk "aranganTemalang3 dan Desa 8apal Melintang Desa Mersip& Ke!amatan Batang Asai ,Ka(asan Hutan Bukit 'a*a3&

41&

Piil Pasenggiri ,"ampung3

4/&

7ndang6 undang Sim#ur Aaha*a ,"ahat6 Sumatera Selatan3 Ke6kean ,Sumatera Selatan3 Bana 8gkiki ,8gata Toro6 Sula(esi Tengah3

4;&

Perhitungan (aktu *ang tepat untuk menanam +enis tanaman tertentu *ang dikaitkan dengan ilmu per#intangan& Bana 8gkiki adalah ka(asan hutan di pun!ak gunung *ang +auh dari pemukiman *ang ditum#uhi oleh pohon6pohon *ang tidak terlalu #esar rerumputan #an*ak lumut ha(an*a dingin dan merupakan ha#itat dari #e#erapa +enis #urung& Di dalam hutan ini tidak ada akti$itas manusia& Perelak ialah se#idang tanah disekitar desa atau kampung *ang ditanami #er+enis tanaman untuk memenuhi ke#utuhan dapu sehari6hari& Ke#un mudo ialah se#idang tanah *ang ditanami satu +enis tanaman muda tertentu& 7mo renah ialah ladang !ukup luas *ang ditanami padi dengan selingan tanaman muda& 7mo Talang adalah ladang +auh di tengah hutan *ang #iasan*a ditanami padi& Disini mereka +uga menanam tanaman keras seperti karet dan durian& -&

42&

Aturan Adat (Pegang Pakai) 7ntuk le#ih memahami aturan adat atau le#ih dikenal dengan”pegang pakai” Mas*arakat Adat Bukit Bulan perlu dipahami makna6makna tersirat *ang disampaikan melalui pepatah6pepatah atau s loko *ang disampaikan oleh tokoh adat seperti *ang tersampaikan di#a(ah ini alasann*a seperti tersampaika dalam pepatah 0 “Adaik Batando Sirek S*araG Batando surek” Artin*a 0 “Adat #ertanda *ang tersirat ,kata6kata3 S*araG atau agama #ertanda tersurat ,ter!atat3& Kehidupan mas*arakat adat *ang ada di eks Marga Bukit Bulan dinaungi oleh dua aturan *ang #erasal dari dua sum#er *aitu agama se#agai aturan tertulis dan aturan adat *ang mengatur kehidupan *ang merupakan (arisan para leluhur mereka merupakan peraturan *ang #entukn*a tersirat *ang disampaikan se!ara lisan dan dipegang teguh dan diturunkan ke generasi #erikutn*a& Pegang Pakai utama *ang dikenal mas*arakat adat Ka(asan Marga Bukit Bulan *ang le#ih mendetail adalah 0 4& Hukum Pidana Ompek di ateh ,empat di atas3 a& #& !& d& Menikam Bumi ,larangan mem#unuh3 Ayam Mancarak Toluo ,Cina dengan anak sendiri3 Mandi di Pancuran Gading ,Beristri dengan istri orang3 Menyunting Bungo di Tangkai ,Mengganggu anak gadis orang3

4<&

Perelak Ke#un Mudo67mo 'enah dan 7mo Talang ,ela*u6%am#i3

A&

Pem#ahasan Sistem Conasi Dalam Pengelolaan Hutan

Pro$insi %am#i memiliki keragaman ekosistem terlengkap mulai dari hutan pegunungan dataran tinggi hinggi dataran rendah #era(a& Demikian +uga dengan Ka#upaten Sarolangun *ang #erada diantara - tipe terse#ut dengan luas ka(asan hutan -;-&1<< 54 Ha atau /.D dari total luas (ila*ah Sarolangun& Hasil ka+ian *ang pernah dilakukan Birdlife )ndonesia dan KK) Barsi ,-../3 menun+ukkan #ah(a selama kurun (aktu 4. tahun antara tahun499.6-... di Ka#upaten Sarolangun luasan hutan tersisa seluas 444&951 Ha sehingga ter+adi pengurangan luas hutan se#esar 4/.&19; 54 Ha atau -- </D dengan menggunakan luas Ka#upaten Sarolangun se#esar 24<&/.. Ha& Bila*ah Sarolangun se#agai ka#upaten #aru ,di#entuk 49993 sangat #erkepentingan untuk men*erasikan pem#angunan aspek sosial ekonomi dengan aspek lingkungan& Hal ini di(u+udkan dalam perumusan konsep pem#angunan Sarolangun *ang ditumpukkan dalam karakteristik alam se#agaimana tertuang dala Peraturan Daerah 8o .2 Tahun -..4tentang strategis tahun -..-6-..<& Berdasarkan peraturan daerah ini konsep pem#angunan Sarolangun dilakukan melalui pendekatan ke(ila*ahan *ang terdiri dari 1 ka(asan *aitu 0

Ompekdi bawah ,empat di #a(ah3 a. b. Upeh Racun

c. d. -&

Pancuang Permayo

-& 1& /&

Potai dak boleh di tobang ,petai tidak doleh dite#ang3 !epayang dak bulih di tobang ,#atang kepa*ang tidak #oleh dite#ang3 Topian dak bulih di tubo ,sungai tidak #oleh dira!uni3 ;& Ulu aie dak bulih di bukak ,hutan hulu sungai tidak #oleh di#uka3

Hukum Perdata a& #& !& d& e& f& g& Rumah Bertenganai artin*a di rumah ada tenganai aman Ba Undang artin*a di halaman ada aturan !ampung Ba Adat artin*a di kampung ada adat Tapian Ba Baso artin*a di tempat mandi ada tempat khususn*a "alan Bapaga artin*a ada #atas antara +alan dengan #atas rumah !ampung Batuo artin*a di kampung ada tetua kampung Alam Bara#o artin*a alam atau (ila*ah ada ra+an*a

Kearifan Masyarakat dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Pengelolaan sum#erda*a alam #er#asis kearifan lokal di (ila*ah #ukit #ulan *ang dikenal dengan istilah “Hutan Adat” dapat di#edakan men+adi 1 #entuk pengelolaan *aitu 'im#o "arangan Hutan Sauk dan Hutan Adat& 4& 'im#o "arangan ,(mbo arangan3 0 )m#o "arangan merupakan gagasan dari pemangku adat *ang didasarkan pada hasil dari pemanfaatan langsung *ang mereka dapatkan dari (ila*ah hutan #erupa air #ersih se#agai ke#utuhan dasar mas*arakat& Bila*ah hutan *ang #erfungsi mem#erikan sum#er air #ersih akhirn*a diputuskan se#agai 'im#a "arangan *ang dilindungi dengan suatu aturan adat& Mas*arakat tidak #oleh mengganggu keutuhan hutan terse#ut guna mempertahankan fungsi hutan terse#ut se!ara #erkelan+utan& -& Kepala Sauk Adalah istilah *ang digunakan untuk melindungi suatu ka(asan hutan dengan fungsi utama se#agai sum#er6sum#er air untuk ke#utuhan pengairan aliran persa(ahan& Kepala sauk ini uumn*a letakn*a tidak +auh dari pemukiman dan terletak pada hulu area persa(ahan dan pada umumn*a telah ada kepemilikan& Keutuhan dan #esarn*a kapasitas air *ang mengalir di (ila*ah hutan di Kepala Sauk akan menentukan peluang perluasan areal sa(ah se!ara #erkesinam#ungan& 1& Hutan Adat Hutan adat adalah istilah pengelolaan sum#erda*a hutan oleh mas*arakat *ang diatur melalui peraturan lokal *ang fungsin*a untuk men+aga dan melindungi fungsi (ila*ah hutan *ang dikelola oleh mas*arakat se!ara ekologis sosial dengan pemungutan hutan se!ara ter#atas&

Terdapat / tokoh kun!i ,Ke* Person3 *ang men+adi panutan #agi mas*arakat sehingga aturan6aturan adat dapat di+alankan di Desa Eks Marga Bukit Bulan tokoh kun!i terse#ut adalah0 4& $inik Mana 0 tokoh6tokoh mas*arakat *ang men+adi panutan karena garis keturunann*a Tuo Tengganai 0 Ketokohan *ang di+adikan panutan karena faktor usia *ang le#ih tua dan le#ih pengalaman Alim Ulama 0 Pemuka agama %erdik Pandai 0 tokoh6tokoh mas*arakat *ang men+adi panutan karena adan*a memegang +a#atan #aik di lem#aga adat atau di pemerintah desa&

-&

1& /&

Aturan Adat dalam Pengelolaan Sum#erda*a Alam Mengenai pengelolaan sum#erda*a alam *ang diungkapkan tentang tata !ara larangan pantangan dalam mem#uka lahan dan kearifan memanfaatkan sum#erda*a alam 0 4& Bilang cokiak 0 mem#uka lahan dengan meninggalkan lahan atau mu#aFir dalam mem#uka lahan tidak di#olehkan meninggalkan sisa lahan antara lahan *ang akan di#uka dengan lahan orang lain hendakah sisa terse#ut dimanfaatkan& &awai $gulang Anak 0 tidak di#olehkan untuk mem#uka lahan *ang telah di #uka pada tahun se#elumn*a hendaklah ditunggu dulu selama ; tahun ke depan untuk di#uka kem#ali& %omin Bangkai 0 diantara dua orang #ersaudara dilarang untuk mem#uka lahan #erdekatan atau #erse#elahan& Apik Bangkai 0 tidak di#olehkan dua orang #ersaudara untuk mem#uka lahan sementara di antara mereka telah ada orang lain *ang mem#uka lahan terse#ut& !i#ang Baanyuik 0 tidak di#olehkan untuk mem#uka lahan menuruni te#ing *ang di#a(ahn*a ada anak sungai atau sungai& Guling Arang 0 mem#uka ke#un mestilah meluruskan garis #atas ke#un terse#ut&

-&

Pemanfaatan *ang rutin didapatkan dari hutan adat adalah sum#er air *ang digunakan untuk mengairi sa(ah dan pen*ediaan ke#utuhan air #ersih& Selain itu +uga pemanfaataan air untuk penerangan dengan pemanfaatan tenaga hidromikro ,tenaga air skala ke!il3 untuk menggerakkan generator *ang telah di#angun& Pem#angkit listrik hidromikro ini mampu men*alurkan listrik keseluruh rumah di Desa 8apal Melintang& Pemanfaatan lain dari hutan adat adalah pemanfaatan ka*u untuk keperluan mas*arakat untuk perumahan sarana umum dan tu+uan lainn*a& %umlah ku#ikasi pohon *ang dite#ang per tahun telah diatur pada masing6masing desa& Pemanfaatan ka*u #ukan untuk tu+uan ekonomis atau tidak untuk di+ual& Pemanfaatan sum#erda*a alam *ang ada dalam ka(asan adat #elum #egitu #an*ak diatur #aru pada pemanfaatan sum#er air dan pemanfaatan ka*u untuk penggunaan sendiri& Sementara itu untuk pemanfaatan lain seperti hasil hutan non ka*u dan hasil hutan ikutan #elum #egitu #an*ak dilakukan& Terdapat aturan dalam pemanfaatan hasil ka*u antara lain 0 4& -& Adan*a #atasan maksimal pengam#ilan ka*u per tahun& Adan*a ke(a+i#an *ang harus dilakukan setelah pengam#ilan ka*u seperti penanaman kem#ali dengan +umlah *ang le#ih #an*ak dan pem#a*aran #ia*a administrasi&

1&

/&

;&

2&

Sementara itu ada pula pantangan *ang mengatur tentang tanaman dan sum#erda*a air antaralain0 4& 'uian dan budih di pan#ek ,durian tidak #oleh dipan+at3

"arangan dalam pemanfaatan hasil ka*u seperti 0

4& -& 1& /&

"arangan untuk mem#uka lahan "arangan untuk memper+ual #elikan lahan Mene#ang ka*u Melakukan kegiatan *ang merusak fungsi dari hutan adat

ini lahir dari seorang pemuda )ndonesia #ernama Soekarno *ang merasa pada saat itu Belanda tidak menghargai marta#at seorang pri#umi *ang dengan semena6mena ditindas& :leh Soekarno se#agai #ukti keseriusann*a menentang segala #entuk penindasan *ang melanggar HAM ini ia dan ka(an6ka(ann*a mengikutsertakan Pan!asila ke dalam Pem#ukaan 7ndang67ndang Dasar 49/; *ang men+adi tu+uan 8egara )ndonesia *aitu #ah(a kemerdekaan merupakan hak segala #angsa dan oleh se#a# itu maka pen+a+ahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan& Sila ini didasari oleh sila se#elumn*a *aitu Ketuhanan Yang Maha Esa karena pada hakikatn*a manusia adalah ga#ungan kodrat rokhani dan raga dimana kodrat itu harus di+amin hak6hak asasi manusian*a seperti *ang ter!antum dalam 7ndang67ndang Dasar 49/; pasal -5 *ang men+amin hak6hak asasi manusia dimana kedudukan kodrat adalah se#agai makhluk *ang #erdiri sendiri dan merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa *ang #ermoral #er#uda*a dan #eragama& )nti mutlak atau hakikat sila “Kemanusiaan *ang adil dan #erada#” se#agai pengertian *ang a#strak namun uni$ersal ialah kesesuaian sifat6sifat dan keadaan6keadaan diri dan di dalam 8egara 'epu#lik )ndonesia dengan hakikat manusia ,8otonagoro 49<;3& 8egara #erasal mula dari manusia dari rak*at dan #angsa *ang terdiri atas manusia6manusia& :leh karena itu maka 8egara mengandung sifat6sifat *ang terdapat pada manusia i#arat ka!ang *ang tidak meninggalkan lan+arann*a& Dengan demikian maka ada hu#ungan se#a# aki#at

Penerapan Adat Dalam Men+aga Kondisi Hutan Pada desa *ang masih menerapkan aturan dalam pengelolaan hutan sedikitn*a terdapat dua aturan adat *ang se!ara ilmiah dapat di+elaskan kegunaann*a dalam rangka men+aga kesta#ilan ekosistem hutan antara lain0

4&

Sa(ai 8gulang Anak 0 tidak di#olehkan mem#uka lahan *ang sudah di #uka pada tahun se#elumn*a harus ditunggu dulu selama ; tahun ke depan untuk di#uka kem#ali& Aturan adat ini merupakan #entuk tradisi mem#uka lahan dengan pola daur *ang menekankan agar adan*a proses suksesi hutan *ang telah di#uka untuk mensta#ilkan sistem *ang ada didalamn*a& 7lu aie dak #ulih di #ukak 0 tidak #oleh mem#uka hutan hulu sungai

-&

Di (ila*ah Ke!amatan "imun Ka#upaten Sarolangun terdapat sekitar ;5&/4. Ha ka(asan *ang merupakan ka(asan hutan *ang terdiri dari 1<&1/; Ha ka(asan hutan produksi ,kelompok hutan sungai kutur3 dan -4&.2; Ha hutan lindung ,kelompok hutan #ukit tin+au limau3& Dari luasan terse#ut sekitar 9D ,1&124 .; Ha3 adalah lahan kritis terdapat pada hutan produksi dan 44D ,-&14< 4; ha3 terdapat pada ka(asan hutan lindung& "ahan kritis #an*ak terdapat pada desa *ang tidak menerapkan aturan adat dalam pengelolaan hutann*a& @enomena ini dapat men+elaskan #ah(a hukum positif seperti perlindungan hutan *ang melarang kegiatan eksploitasi pada hutan produksi maupun hutanlindung tidak dipahami sama sekali& Aktifitas mas*arakat *ang men*e#a#kan lahan kritis adalah pem#ukaan lahan untuk #erke#un dan pengam#ilan ka*u #aik untuk #angunan rumah atau di+ual& Tetapi kondisi #er#eda didapatkan pada desa *ang menerapkan aturan adat dalam pengelolaan hutann*a& Desa6desa terse#ut dapat men!iptakan hutan *ang memiliki fungsi ekologis *ang #aik& Selain itu mas*arakat sekitar +uga tetap dapat memanfaatkan hasil hutan se!ara #erkelan+utan&

antara 8egara dengan manusia& Konsekuensin*a ialah #ah(a segala sesuatu dari dan di dalam 8egara harus sesuai dengan hakikat a#strak manusia ,8otonagoro dalam Suhadi 499;3& Sifat Hsifat dan keadaan 8egara 'epu#lik )ndonesia terse#ut meliputi hakikat 8egara kekuasaan 8egara penguasa 8egara #entuk 8egara organisasi 8egara tu+uan 8egara rak*at #angsa dan mas*arakat& Mengingat #etapa pentingn*a Hak Asasi *ang harus di+aminkan kepada setiap orang guna melindungi marta#atn*a maka Pan!asila sila6- ini merupakan sesuatu *ang rele$an dan harus dis*ukuri ke#eradaann*a se#agai penegas #ah(a kita harus selalu menghargai marta#at orang lain :leh karena itu ide dari Soekarno dan ka(an6ka(an ,Pan!asila sila ke6-3 ini merupakan ide *ang !emerlang *ang memang sangat di#utuhkan sampai sekarang dan akan selalu di#utuhkan dalam kehidupan #ermas*arakat&Karena manusia memiliki hak *ang sama untuk diper+uangkan& P RMASA%AHA" Permasalahan menimpa Suku Anak Dalam Batin Sem#ilan *ang

D&

Kesimpulan

#ermukim di ka(asan Hutan Produksi *ang saat ini dikuasai oleh PT& 'estorasi Ekosistem )ndonesia ,'EK)3& Atas dasar iFin konsesi ,)7PHHK6HA3 *ang di#erikan oleh pemerintah maka SAD *ang #ertahan diatas tanah adat mereka telah di !ap se#agai peram#ah oleh 8egara& Barga mengatakan #ah(a sudah se+ak lama mereka hidup diatas tanah terse#ut& Seperti SAD lainn*a pola hidup #ertani dan #er#uru merupakan !iri dari pola kehidupan mereka dalam memenuhi ke#utuhan hidup& Semangat

Desa *ang menerapkan aturan adat dalam pengelolaann*a akan men!iptakan hutan *ang memiliki fungsi6fungsi *ang dapat mense+ahterakan mas*arakat sekitar& Pemanfaatan *ang dapat diam#il dari hutan antara lain pemanfaatan ka*u pemanfaatan sum#erda*a air dan pemanfaatan hasil hutan non ka*u& Adan*a hokum adat +uga dapat melestarikan adan*a hutan ter#ukti dengan ekosistem hutan *ang tetap ter+aga&

Pelanggaran HAM terhadap Suku Anak Dalam Batin Sembilan di Kawasan Hutan Produksi PT
Restorasi kosistem !ndonesia

kolektifitas dalam pem#ukaan hutan untuk #erladang selalu tertuang dalam aturan adat *ang mereka *akini& Pem#agian lahan garapan pun diatur se!ara adil dan merata& Tidak ada in$idu atau kelompok tertentu *ang melakukan monopoli atas lahan garapan& Di mana masing6masing kepala keluarga diper#olehkan mem#uka hutan untuk #erladang seluas satu hektar setiap musimn*a dan saling #erdekatan satu sama lain& "adang *ang mereka #uka ditanami dengan tanaman

P "#AH$%$A" Bangsa )ndonesia se+ak a(al mendirikan negara #erkonsensus untuk memegang dan menganut Pan!asila se#agai sum#er inspirasi nilai dan moral #angsa& Kemanusiaan *ang adil dan #erada# merupakan suatu pemikiran manusia *ang sangat men+un+ung tinggi harkat dan marta#at manusia& Pemikiran genius

pangan *ang men+adi ke#utuhan hidup sehari6hari& Mereka +uga sangat mengenali ge+ala alam se#elum memutuskan untuk #erladang& Kondisi diatas menu+ukkan #ah(a tanah adalah tempat hidup dan men!ari kehidupan #agi mereka& 8amun kedaulatan itu tidak #erlangsung hingga saat ini& Tern*ata 8egara tak #erpihak pada kedaulatan SAD Batin Sem#ilan& Hal itu ditandai dengan di#ukan*a pintu in$estasi #agi #e#erapa perusahaan #esar diatas tanah adat mereka& "ahan garapan mereka tak lagi luas karena digusur oleh perusahaan perke#unan kelapa sa(it milik (ilmar group ,PTI&Asiati! Persada3& Tak han*a itu lahan garapan *ang masih tersisa tern*ata telah men+adi milik salah satu perusahaan *ang #ergerak di#idang pemanfaatan hutan ka*u ,PT&Asialog3& Bak #ola kasti *ang dilempar kesana6kemari SAD ini pun kem#ali ke ka(asan konsesi PT&Asiti! Persada *ang dulu merupakan areal perladangan mereka& An!aman dan pengusiran dari pihak PT& Asiati! Persada mem#uat mereka tak mampu untuk #ertahan& Akhirn*a mereka memilih kem#ali ke ka(asan PT&Asialog tadi& Disini pun mereka mendapat perlakuan *ang sama& Di mana mereka dilarang untuk #erladang dan #ermukim& Dengan sedikit rasa kasihan maka SAD ini diper#olehkan oleh tenaga lapangan PT&Asialog untuk #erladang namun dalam +umlah *ang sangat tidak men!ukupi& Tahun demi tahun semakin #erlalu pergantian +enis iFin konsesi dan pelaku #isnisn*a pun kian #ergulir diatas tanah adat SAD Batin Sem#ilan& 8amun kehidupan mereka tetap tak sedikit pun #eru#ah menu+u per#aikan *ang sedikit le#ih la*ak& PT& 'EK) H *ang #erada di#a(ah mana+emen JHarapan 'ainforesG H pun masuk dan mulai #eroperasi dika(asan eks HPH PT&Asialog terse#ut pada Tahun -.4.& Tak tangung6tangung iFin konsesi ini #erlaku hingga seratus tahun atau satu a#ad ,dalam SK Menhut 8o 1-<=Menhut6))=-.4. -; Mei -.4. me ngenai )7PHHK 'estorasi Ekosistem Hutan seluas /2&15; Ha di Pro$insi %am#i3& Ke#eradaan perusahaan ini +uga menerapkan hal sama dengan perusahaan6 perusahaan lainn*a ,PT&Asiati! Persada dan PT& Asialog3& Dimana SAD simpang ma!an ini +uga dilarang untuk #erladang dan men!ari kehidupan diatas tanah adat mereka sendiri& Bahkan tak +arang mereka diusir dari lokasi terse#ut karena ada larangan untuk mendirikan tepat tinggal *ang permanen& Kondisi saat ini SAD ,khususn*a di simpang ma!an3 memilih untuk tinggal dirumah kera#atn*a karena ditempat semula selalu mendapat larangan untuk tinggal& 7ntuk ke#utuhan hidup mereka men+adi #uruh #rondol di perke#unan kelapa sa(it PT&Asiati! Persada dan #er#agai peker+aan sera#utan *ang mereka +alani& Kondisi ini telah men+elaskan seterang6terangn*a #ah(a dengan di#ukan*a pintu in$estasi #agi industri6industri #esar terse#ut han*a akan memiskinkan kaum tani *ang dulun*a arif dalam memanfaatkan sum#er6sum#er keka*aan dalam hutan& Ke#erpihakan 8egara +ustru #ukan untuk kaum tani melainkan untuk ke#utuhan perusahaan6perusahaan #esar terse#ut atas lahan #isnis& !nstruksi &ubernur 'ambi Pada pertengahan #ulan 8o$em#er lalu ?u#ernur %am#i mengeluarkan surat instruksi 8o& .9=)8ST&?7B=Dishut&;&1=-.4tentang Pen!egahan Penanggulangan Peram#ahan Pem#akaran dan Pene#angan Hutan Se!ara )legal di Ka(asan Huta Produksi PT 'estorasi Ekosistem )ndonesia& )nstruksi ini

ditu+ukan kepada Bupati Ka#upaten Sarolangun Bupati Ka#upaten Batang Hari dan Dinas Kehutanan Pro$insi %am#i& Ada empat poin him#auan *ang tertuang dalam surat terse#utK 43 Melaksanakan penindakan se!ara pre(entif dan refresif terhadap kegiatan mas*arakat *ang melakukan peram#ahan pem#akaran dan pene#angan hutan se!ara illegal di ka(asan hutan PT&'EK)& -3 Melakukan koordinasi dengan instansi terkait& 13 Melakukan instruksi ini dengan se#aik6#aikn*a& /3 melaporkan hasil pelaksanaan instruksi ini di daerah masing6msing kepada gu#ernur& Poin satu dari instruksi ini terlihat #egitu garang dan menakutkan& Di mana akan dilaksanakan pengusiran se!ara pre$entif dan JrefresifG& Artin*a gu#ernur %am#i telah merestui dan memerintahkan kepada pemerintah di#a(ahn*a untuk mengusir kaum tani dari hak n*a se!ara paksa& %ika ter+adi tindakan kekerasan #ahkan mungkin men*e#a#kan +atuhn*a kor#an +i(a maka gu#ernur +am#i merestui kematian terse#ut& Semakin menun+ukkan kepada kita #ah(a 8egara H dalam hal ini pemerintah Pro$insi %am#i H anti terhadap kaum tani& Hak serta ke#e#e#asan kaum tani dalam memanfaatkan sum#er da*a alam telah di renggut dengan di #ukan*a pintu in$estasi se#esar6#esarn*a H terle#ih in$estasi #agi #isnis *ang #er#asiskan penguasaan tanah se!ara luas& Ditam#ah dengan tindakan intimidasi serta represifitas terhadap kaum tani& P M)AHASA" Kasus *ang menimpa Suku Anak Dalam Batin Sem#ilan merupakan !ontoh kasus *ang kerap ter+adi pada #idang Kehutanan& Penduduk asli hutan *ang terpinggirkan karena kepentingan pihak tertentu& Bila ditelusuri le#ih dalam kasus terse#ut telah melanggar Hak Asasi Manusia dalam melangsungkan hidupn*a& Padahal makna dasar 8egara se!ara +elas menun+ukkan perlindungan HAM& Makna sila kedua ,kemanusiaan *ang adil dan #erada#3 adalah Mengakui persamaan dera+at persamaan hak dan persamaan ke(a+i#an antara sesama manusia saling men!intai sesama manusia mengem#angkan sikap tenggang rasa& tidak semena6mena terhadap orang lain kemanusiaan #erani mem#ela ke#enaran dan keadilan& Pelaksanaan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Berada# *ang diartikan se#agai penghormatan Bangsa dan 8egara terhadap Hak Asasi Manusia Dalam pengha*atan Kemanusian Yang Adil dan Berada# *ang paling penting dan tidak pernah #isa di+alankan oleh pemerintah adalah supremasi hukum *ang tidak pandang #ulu seperti diamanatkan oleh 77D 49/; pasal -5D a*at ,43 Setiap orang #erhak atas pengakuan +aminan perlindungan dan kepastian hukum *ang adil serta perlakuan *ang sama dihadapan hukumK pasal -< tentang hak hukum hak atas ker+a dan hidup la*akK pasal 11 tentang hak sosial ekonomiK dan pasal 1/ tentang hak di#e#askan dari kemiskinan& Sikap pemerintah terhadap sila kemanusiaan *ang adil dan #erada# sesuai dengan 77D 49/; Pasal -5 a*at ,/3 Perlindungan pema+uan penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung +a(a# negara terutama pemerintah& )ni adalah tugas *ang sangat #erat *ang harus dipikul pemerintah se#agai konsek(ensi dan tanggung +a(a# pemerintah se#agai keper!a*aan pilihan *ang dilakukan oleh rak*at dalam proses demokrasi& 'ak*at akan menilai dari (aktu ke (aktu apakah ke(a+i#an ini #etul6#etul akan di+alankan oleh pemerintah *ang dipilih langsung oleh rak*at melalui pemilu *ang demokratis& Atau pemilu seperti pada masa orde #aru *ang han*a sekedar formalitas penun+ukan pemimpin atau rotasi giliran pergantian kekuasaan tanpa men*entuh esensi kemampuan dalam men*elesaikan masalah #angsa se!ara komprehensip& Sampai kita #isa menemukan pemimpin *ang pun*a kemampuan dalam men*elesaikan masalah #angsa kita #angsa )ndonesia han*a #isa melihat sila ke men+un+ung tinggi nilai

- dari Pan!asila H Kemanusian Yang Adil dan Berada# se#atas formal +uridis tanpa mampu men*entuh realitas hidup #er#angsa dan #ernegara& Dengan memasukkan pasal6pasal penghargaan terhadap HAM didalam amandemen ke6- 77D 49/; tahun -... menun+ukkan sudah ada langkah ma+u dan kehendak 8egara dan mas*arakat )ndonesia untuk mulai memperhatikan penghargaan terhadap HAM oleh karena itu (alaupun dalam pelaksanaan sila 6 Kemanusian Yang Adil dan Berada# masih mengalami #er#agai kendala #agaimanapun +uga kita perlu mem#erikan apresiasi ide penggali Pan!asila *ang mempun*ai pemikiran “for(ard looking” dimana ide penghargaan terhadap HAM sudah di!etuskan pada tanggal 4 %uni 49/; oleh pemimpin #angsa dan di!antumkan se#agai sila ke - dari Pan!asila *ang akhirn*a di+adikan dasar 8K')&

%ATAR ) %AKA"& Da*ak )#an merupakan salah satu suku *ang terdapat di (ila*ah 8anga Badau& Se!ara geografis Ke!amatan 8anga Badau di #agian 7tara #er#atasan langsung dengan Distrik "u#ok Antu Sriaman 8egara Sera(ak Mala*sia& Bila*ah utara terse#ut merupakan ka(asan per#ukitan dan hamparan lem#ah *ang #er#ukit dan #ergelom#ang *ang ka*a akan sum#er da*a alam& Potensi *ang ada di 8anga Badau #aik itu potensi flora dan fauna potensi sosial #uda*a potensi ekonomi dan potensi pari(isata #elum #an*ak dieksplorasi dengan #aik sehingga #elum mampu mem#erikan sum#angan *ang signifikan terhadap proses pem#angunan& 7saha6usaha ekplorasi *ang ada pun !enderung #ersifat indi$idu dan #erpotensi pada eksploitasi *ang menguntungkan pihak6 pihak tertentu sa+a& Se+atin*a fungsi per#atasan dalam 7ndang67ndang 8o&-1 Tahun -..2 tentang Administrasi Kependudukan Daerah per#atasan adalah daerah #atas (ila*ah 8egara Kesatuan 'epu#lik )ndonesia dan daerah #atas (ila*ah negara tetangga *ang disepakati #ersama #erdasarkan per+an+ian lintas #atas ,!rossing #order agreement3 antara Pemerintah 'epu#lik )ndonesia )ndonesia dan negara tetangga #erdasarkan peraturan perundang6undangan& Se!ara teoritis per#atasan memiliki fungsi *ang sangat krusial dalam kehidupan #er#angsa dan #ernegara& Setidakn*a terdapat ; ,lima3 fungsi per#atasan negara0 pertama se#agai garis pertahanan suatu negaraK kedua se#agai pelindung kegiatan ekonomi dalam (ila*ahK ketiga fungsi hukumK empat #atas (ila*ah kekuasaan negara dan kelima se#agai aspek kepentingan suatu negara& Batas negara pada dasarn*a merupakan garda terdepan dalam hu#ungan dengan luar negeri atau dunia internasional& 7ntuk itu dikenal konsep daerah frontier dan #oundar*& @rontier merupakan (ila*ah *ang #erada di depan sedangkan #oundar* mengandung makna garis #atas *ang tegas dalam aspek politik sesuai dengan kedudukan suatu negara& @rontier dan #oundar* terkait dengan integrasi nasional dan kedaulatan 8K') , Horstmann -..-3 &

K S!MP$%A" Pelaksanaan sila kemanusiaan *ang adil dan #erada# diartikan se#agai penghargaan kepada hak asasi manusia& 8amun masih #an*ak pelanggaran *ang ter+adi seperti pada kasus Suku Anak Dalam Batin Sem#ilan& Maka perlu adan*a tindakan tegas dari pemerintah terhadap pelaku pelanggaran HAM terse#ut melalui peraturan *ang kuat *ang dapat men+erat para pelaku pelanggaran ,#aik pemerintah maupun mas*arakat3& Sehingga tidak lagi diketemukan adan*a pelanggaran HAM terutama dalam hal mema+ukan kese+ahteraan mas*arakat& Selain melalui peraturan *ang ada dengan adan*a sila kemanusiaan *ang adil dan #erada# *ang telah disusun oleh pendiri #angsa diharapkan dapat menghapuskan praktek pelanggaran hak asasi manusia *ang ada di 8egara kita&

D)8AM)KA 8AS):8A")SME MASYA'AKAT DAYAK )BA8

P "#AH$%$A" Mas*arakat per#atasan *ang ada di )ndonesia !enderung masuk dalam kelompok mas*arakat *ang tertinggal dari #er#agai aspek pem#angunan& Dalam lam#ang Bhineka Tunggal )ka pada sila ke61 *ang #er#un*i “Persatuan )ndonesia” di kalimat ini terkandung makna 8asionalisme& Dalam hal ini kita mengaitkan 8asionalisme dengan studi kasus mas*arakat per#atasan Da*ak )#an& Menurut Kamus Besar Bahasa )ndonesia 8asionalisme adalah ,4&3 memiliki arti paham ,a+aran3 untuk men!intai #angsa dan negara sendiriK sifat kenasionalan0 66 makin men#iwai bangsa (ndonesia) ,-&3 kesadaran keanggotaan dl suatu #angsa *g se!ara potensial atau aktual #ersama6sama men!apai mempertahankan dan menga#adikan identitas integritas kemakmuran dan kekuatan #angsa ituK semangat ke#angsaan& Selain itu nasionalisme +uga dapat diartikan se#agai paham ke#angsaan *ang tum#uh karena rasa !inta kepada #angsa dan tanah air sendiri serta menempatkan segala kepentingan ke#angsaan diatas kepentngan *ang lain ,Sardiman -..<3& Makalah ini memotret isu6isu dinamika dan eksistensi tradisi lokal dalam mempertahankan nasionalisme&)su6isu terse#ut merupakan isu6isu sentral dalam kerangka pengem#angan (ila*ah6(ila*ah pinggiran 8egara Kesatuan 'epu#lik )ndonesia ,8K')3 karena isu6isu terse#ut adalah *ang se#enarn*a men+adi ruh dari pem#angunan&

)su6isu tentang dinamika mas*arakat lokal per#atasan di )ndonesia adalah tema *ang sela*akn*a mendapat perhatian le#ih serius dari #er#agai pihak di )ndonesia #aik oleh mas*arakat di (ila*ah per#atasan itu sendiri pemerintah daerah per#atasan dan pemerintah pusat di %akarta serta mas*arakat )ndonesia se!ara umum se#agai #agian dari mas*arakat internasional& Setidakn*a ada #e#erapa argumen *ang mendukung pern*ataan mengenai pentingn*a ka+ian mas*arakat lokal di per#atasan& Pertama mas*arakat Da*ak )#an !enderung masuk dalam kelompok mas*arakat *ang tertinggal dari #er#agai aspek pem#angunan& Kedua adan*a isu tentang reformasi #irokrasi dalam kaitann*a dengan nasionalisme *ang seolah mengikis rasa nasionalisme pada mas*arakat Da*ak )#an& Ketiga kegalauan identitas dan nasionalisme #angsa )ndonesia *ang dialamin oleh mas*arakat Da*ak )#an&

P M)AHASA" Pada isu *ang pertama *aitu mas*arakat per#atasan Da*ak )#an !enderung masuk dalam kelompok mas*arakat *ang tertinggal dari #er#agai aspek pem#angunan karena minimn*a sorotan dari pemerintah )ndonesia dan isu kedua *aitu isu tentang reformasi #irokrasi dalam kaitann*a dengan nasionalisme *ang seolah mengikis rasa nasionalisme pada mas*arakat Da*ak )#an& Aspek pem#angunan *ang terkait dari kedua isu terse#ut *aitu salah satu !ontohn*a pada persoalan kelam#anan proses pem#angunan *ang men+adi salah satu

persoalan pokok pendorong mun!uln*a fakta6fakta rendahn*a kualitas sarana dan prasarana pada mas*arakat Da*ak )#an& Masalah kualiatas +alan dan +arak *ang +auh antara Badau ke Putusi#au dan daerah lain di Ka#upaten Kapuas Hulu men+adi faktor penting #agi proses pem#angunan& Dari Badau (aktu tempuh menu+u i#ukota ka#upaten adalah sekitar ; +am sedangkan untuk men*e#rang ke kampung negara tetangga han*a perlu +arak tempuh 4; menit dengan kondisi +alan *ang mulus& Tidak han*a itu dipinggiran +alan Ke!amatan Badau #an*ak di+umpai plat kendaraan #ernomor polisi asing *akni mo#il dan motor asal Mala*sia& Balaupun kendaraan terse#ut han*a #eroperasi di sekitar Badau dan sekitarn*a serta tidak mempun*ai surat men*urat *ang lengkap tetapi (arga per#atasan mampu mem#eli mo#il terse#ut hal ini dikarenakan mo#il dan motor *ang di+ual di Mala*sia hargan*a #er#anding +auh dari )ndonesia& Dengan mem#a(a uang dua +uta mas*arakat di Badau sudah #isa mem#a(a sepeda motor dengan uang 'p& -; +uta #isa mem#a(a mo#il sekelas Pa+ero dan Daihatsu& Padahal harga kisaran di )ndonesia sekitar ratusan +uta rupiah& )su ketiga *ang terkait kegalauan identitas dan nasionalisme #angsa )ndonesia *ang dialamin oleh mas*arakat Da*ak )#an& )su6isu terse#ut merupakan isu6isu sentral dalam kerangka pengem#angan (ila*ah6(ila*ah pinggiran 8egara Kesatuan 'epu#lik )ndonesia ,8K')3 karena isu6isu terse#ut adalah *ang se#enarn*a men+adi ruh dari pem#angunan& )su6isu tentang fungsi negara adalah isu sentral *ang men+adi infrastruktur utama di mana peran negara dalam seluruh aspek ke#angsaan dan kenegaraan adalah tiang utama dalam roda organisasi 8K') di seluruh (ila*ahn*a termasuk di Badau se#agai #agian *ang tidak terpisahkan dari 8K')& Dalam 8K') #elum dapat mengam#il fungsin*a se#agai negara *ang dapat menga*omi (ila*ah6(ila*ahn*a& Pemerintah masih terfokus pada sentralisasi di pulau %a(a sehingga daerah per#atasan seperti mas*arakat Da*ak )#an ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah oleh karenan*a mereka !enderung memenuhi kehidupan hidupn*a ke negara tetangga ,Mala*sia3& Hu#ungan mas*arakat Da*ak )#an dengan kehutanan *aitu terdapat faktor keka*aan SDA di (ila*ah terse#ut diantaran*a terdapat hutan *ang didalamn*a terdapat sum#er da*a alam *ang di#utuhkan oleh mas*arakat Da*ak )#an namun dikarenakan kurangn*a perhatian pemerintah terhadap pengelolaan sum#er da*a alam di ka(asan terse#ut kemungkinan #esar dapat ter+adi eksploitasi *ang dilakukan oleh mas*arakat Da*ak )#an& Sehingga dapat men*e#a#kan kerusakan ekosistem di ka(asan terse#ut& 'itme kehidupan #er+alan dengan lan!ar penuh ke#ersamaan dan kesederhanaan dengan dukungan lauk pauk hasil limpahan hasil #umi& Mas*arakat Da*ak )#an tidak susah pa*ah mengenai air #ersih karena air ter+un Bong Ki+ang di Dusun Sungai Telian men*ediakan limpahan air #ersih& Dengan #er#agai masalah *ang ter+adi di per#atasan (ila*ah mas*arakat Badau termasuk etnis Da*ak )#an harus #erhadapan dengan pilihan6 pilihan sulit0 mempertahankan men+adi (arga 8K') dengan kondisi kehidupan *ang kurang #eruntung dan merantau ke Mala*sia mengikuti sanak keluargan*a *ang tinggal di negeri +iran terse#ut dengan harapan n*ata atas kehidupan *ang le#ih #aik& Se#again ke!il etnis Da*ak )#an ada *ang memutuskan untuk men*e#arang dan menetap di Mala*sia namun se#agian #esar *ang lain tern*ata masih memiliki nasionalisme *ang tinggi pada 8K')& Mereka memanfaatkan kemudahan6kemudahan *ang di#erikan oleh negeri +iran namun mereka tetap setia pada 8K')& Barga Da*ak )#an misaln*a selama #ertahun6tahun tetap #erdiri kokoh memegang teguh adat istiadat dan #uda*a serta 8K') dengan sem#o*an *ang dapat ditemui pada mas*arakat Badau *aitu “?aruda di Dadaku Mala*sia di Perutku”& Sem#o*an terse#ut #ermakna sangat dalam dan

#erhu#ungan erat dengan #er#agai aspek kehidupan mas*arakat Badau se#agai #agian *ang tidak terpisahkan dari ma*arakat )ndonesia& Makna sem#o*an (arga Da*ak )#an terse#ut se#enarn*a adalah #ah(a mereka tetap mengakui #ah(a mereka adalah B8) *ang patuh (arga *ang paham akan kesadaran #er#angsa satu #ahasa )ndonesia akan tetapi mereka +uga tidak #isa menampik #ah(asan*a isi perut mereka adalah produk negara tetangga ,Praso+o -.413 & Sem#o*an mas*arakat etnis Da*ak )#an #ermakna sangat dalam dan strategis& 8amun sangat disa*angkan kesetiaan ma*arakat Badau terse#ut #elum diim#angi oleh perhatian *ang setimpal khususn*a oleh pemerintahan 8K')& "alu sampai kapan mereka akan tetap setia +ika kondisin*a tidak #eru#ah atau malah semakin #urukL

K S!MP$%A" Tingkat nasionalisme pada mas*arakat Da*ak )#an sangatlah tinggi (alaupun pemerintah )ndonesia kurang mem#erikan perhatian *ang le#ih terhadap mas*arakat Da*ak )#an mereka tetap mengakui #ah(a mereka adalah B8) *ang patuh dan (arga *ang paham akan kesadaran #er#angsa satu #ahasa )ndonesia& SARA" Pemerintah diharapkan tidak han*a mengandalkan pem#angunan *ang #ersifat sentralisasi melainkan #ersifat men*eluruh *aitu hingga men!akup daerah per#atasan6per#atasan di )ndonesia& Sehingga tidak ter+adi kesen+angan antara satu daerah dengan satu daerah lainn*a& Apa#ila kesen+angan terse#ut dapat teratasi diharapkan tingkat nasionalisme #aik dari daerah per#atasan maupun daerah sentralisasi memiliki tingkat nasionalisme *ang semakin meningkat& Kita se#agai (arga )ndonesia *ang tinggal selain di per#atasan seharusn*a +uga memiliki +i(a nasionalisme *ang dimiliki oleh mereka *ang tinggal diper#atasan& Sehingga persatuan )ndonesia se#agai tonggak nasionalisme dapat di+un+ung tinggi&

ASP K # M*KRAS! K*"*M! #A%AM P " MPATA" H$TA" PR*#$KS! %atar )elakang Bertitik tolak dari 77 8omor /4 tahun 4999 tentang Kehutanan dimana mas*arakat di#eri kesempatan untuk ikut mengelola ka(asan hutan se#agai alternatif #entuk pengelolaan hutan oleh mas*arakat adalah merupakan inti dari konsep So!ial @orestr* *ang sekarang ini men+adi paradigma #aru dalam pem#angunan sektor kehutanan& Menindaklan+uti hal itu oleh Pemerintah !&> Departemen Kehutanan pada #ulan %uli -..1 di!anangkanlah program So!ial @orestr* se#agai upa*a per#aikan kondisi hutan di )ndonesia sekaligus dapat meningkatkan kese+ahterakan mas*arakat di dalam dan di sekitar hutan& )nti dari program So!ial @orestr* adalah mas*arakat terli#atkan aktif se!ara langsung dalam pengelolaan hutan dengan tu+uan mas*arakat #isa se+ahtera dan kondisi hutan #isa le#ih #aik& Berdasarkan paradigma So!ial forestr* terse#ut maka ke#erhasilan pem#angunan kehutanan sangat ditentukan oleh se+auhmana tingkat partisipasi mas*arakat dalam #erkontri#usi terhadap upa*a pengelolaan hutan dan kualitas sum#erda*a manusia *ang mendukungn*a& Dalam upa*a pengem#angan kualitas mas*arakat khususn*a *ang #ermukim di dalam dan sekitar hutan agar ma+u dan mandiri se#agai pelaku pem#angunan kehutanan maka strategi pem#erda*aan mas*arakat dalam upa*a reha#ilitasi hutan dan lahan mutlak dilaksanakan&

Pada ken*atann*a dilapangan pem#erda*aan mas*arakat dalam pem#angunan kehutanan masih lemah karena #elum didukung oleh kelem#agaan mas*arakat *ang kuat antara lain pengetahuan dan ketrampilan *ang rendah sistem pengorganisasian *ang #elum sempurna kesulitan memperoleh modal dan akses pemasaran *ang #elum memadai& Padahal aspek kelem#agaan mempun*ai peranan sangat #esar #agi kesuksesan pem#angunan hingga dapat dikatakan #ah(a kegagalan pem#angunan umumn*a dikarenakan lemahn*a kelem#agaan *ang ada termasuk sektor kehutanan& Dalam rangka me(u+udkan mas*arakat mandiri se#agai pelaku pem#angunan kehutanan dimasa *ang akan datang se#agaimana semangat dalam program So!ial @orestr* maka hal *ang sangat urgen dilakukan adalah mem#angun memperkuat dan mengem#angkan kelem#agaan mas*arakat *ang terkait dengan pem#angunan kehutanan& Proses pem#erda*aan mas*arakat pada dasarn*a merupakan upa*a #agaiman mas*arakat itu dapat mengenal dan merefleksikan permasalahann*a sendiri potensi diri dan lingkungann*a serta memoti$asi dalam mengem#angkan potensi terse#ut se!ara proporsional dengan !ara=metode partisipatif& Pemberdayaan Masyarakat #imasa %alu Sesungguhn*a proses pem#erda*an mas*arakat di sekitar hutan dalam rangka pengelolaan hutan dan lahan di )ndonesia sudah dimulai se+ak lama *ang implementasin*a dalam #entuk penghi+auan re#oisasi dan reha#ilitasi lahan kritis di#er#agai DAS se+ak tahun PE")TA ) ,49<.6an3& Semua program terse#ut dimaksudkan supa*a nilai6nilai pengelolaan hutan dan lahan dapat melem#aga di mas*arakat& Dari segi kepro*ekan sudah ri#uan ha lahan *ang sudah dire#oisasi dihi+aukan dan direha#ilitasi& Demikian +uga pem#inaan mas*arakat sudah ri#uan orang dilatih dan disuluhkan nilai6nilai pengelolaanhutan dan lahan& 8amun demikian issu dan permasalahan *ang #erkaitan dengan kelestarian hutan dan lahan masih sa+a men+adi issu atau pro#lematik *ang menarik untuk di#i!arakan dan memerlukan penanganan tersendiri& @enomena kerusakan hutan dan lahan dalam satuan DAS seperti kekeringan #an+ir erosi dan sedimentasi masih sa+a ter+adi #ahkan ke!enderungann*a meningkat& Data terakhir menun+ukkan #ah(a la+u kerusakan hutan se#esar 4 2 +uta ha=tahun +auh mele#ihi kemampuan untuk mereha#ilitasin*a *ang han*a sekitar 9..&... s=d 4 - +uta ha=tahun& Dari #e#erapa laporan menun+ukkan #ah(a0 4& tingkat partisipasi mas*arakat dalam pengelolan DAS masih rendah -& #an*ak pro*ek6pro*ek *ang ke#erhasilann*a sulit dipertahankan 1& ke#i+akan antar pemerintah atau 8?: sering tidak se+alan ,!onflik of interest3 /& inter$ensi mas*arakat terhadap lahan semakin ganas karena telah mamasuki Fona lindung& Padahal undang6undang telah menegaskan #ah(a setiap mas*arakat atau lem#aga *ang mengelolah atau memanfaatkan sum#erda*a alam di(a+i#kan untuk memelihara dan melakukan kegiatan konser$asi tanah dan air& Dari fenomena itu dapat ditarik kesimpulan #ah(a pengelolaan hutan dan lahan )ndonesia #elum melem#aga dalam kehidupan mas*arakat& Masih #an*ak pemanfatan sum#erda*a alam *ang tidak menerapkan konsep6konsep pengelolaan hutan lestari & )ndikasi ini menun+ukkan #ah(a penerapan nilai6nilai pengelolan hutan lestari masih rendah #elum diikuti oleh partisipasi mas*arakat& Mengapa demikianL Salah satu pen*e#a#n*a adalah strategi *ang dilaksanakan selama ini kurang meli#atkan mas*arakat& Keterli#atan mereka dalam pengelolaan hutan men+adi ter#atas #ahkan di #er#agai lokasi men+adi hilang& Hal ini mem#uat mas*arakat merasa asing terhadap lingkungan *ang selama puluhan tahun digelutin*a #ahkan di #e#erapa tempat kegiatan mereka di hutan dianggap illegal& "e#ih +auh lagi rasa memiliki mereka terhadap hutan di sekelilingn*a menghilang& Di #er#agai daerah di )ndonesia #an*ak ter+adi konflik antara mas*arakat dengan pihak s(asta ,HPH3 dan B7M8 ,Perhutani )nhutani3 dan antara mas*arakat dengan pemerintah #erkaitan dengan pemanfaatan dan pemilikan hutan& Dampak dari keadaan ini adalah kerusakan hutan *ang tak terkendali disamping itu kese+ahteraan mas*arakat +uga tidak kun+ung mem#aik& Disamping itu paradigma *ang #erkem#ang dimasa lalu adalah #ah(a pro#lema pengelolaan hutan dan lahan #ukanlah pro#lema mas*arakat akan tetapi merupakan pro#lema pemerintah& Karena kegiatan *ang dilakukan #ersifat top do(n dan instruksional serta kurang memperhatikan faktor6faktor *ang mendorong ter+adin*a proses pelem#agaan #aik dari aspek teknologi maupun dari aspek organisasi dan nilai *ang men*ertain*a& Teknologi *ang diintrodusir #iasan*a merupakan paket *ang ditentukan dari pusat demikian +uga dalam penentuan organisasi kelompok tani peserta kegiatan pro*ek tertentu& 7ntuk dapat me(u+udkan kese+ahteraan mas*arakat sekaligus melindungi dan atau memper#aiki kondisi hutan *ang telah rusak oleh pemerintah sekarang ini le#ih menekankan #entuk keterli#atan mas*arakat se!ara luas dalam pengelolaan hutan dengan men+adikan mereka se#agai partner& Sehingga pada tahun -..1 #erlokasi di Kalimantan Tengah Pemerintah )ndonesia !&> Departemen Kehutanan men!anangkan program nasional So!ial @orestr*& Program ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan hutan dan men+aga kelestarian hutan itu sendiri serta mem#erikan penghasilan dan sum#er pangan #agi mas*arakat setempat& Se#agai pilot per!ontohan telah dipilih 44 lokasi So!ial @orestr* di seluruh )ndonesia& Kese#elas lokasi terse#ut me(akili #er#agai t*pe peruntukan hutan& So!ial @orestr* atau Perhutanan Sosial dapat didefinisikan se#agai suatu sistem pengelolaan hutan dimana mas*arakat lokal #erpartisipasi aktif

didalamn*a untuk mense+ahterakan mereka dan sekaligus melestarikan atau memper#aiki hutan di sekelilingn*a& Dalam program So!ial @orestr* ini mas*arakat akan dili#atkan dalam pengelolaan hutan dari peren!anaan pemanfaatan dan pemasarann*a& Mas*arakat +uga di#eri hak untuk mengelola ka(asan hutan dengan #atasan6 #atasan tertentu& Menurut $ersi Departemen Kehutanan So!ial @orestr* meliputi 1 aspek *aitu aspek kelola ka(asan kelola kelem#agaan dan kelola usaha=#isnis& Adan*a aspek Mkelola kelem#agaan‟ menun+ukkan #ah(a kelem#agaan merupakan salah satu kun!i penting ke#erhasilan pengelolaan hutan& @akta di lapangan menun+ukkan #ah(a kelem#agaan di tingkat mas*arakat sangat lemah karena #an*ak kelem#agaan *ang merupakan #entukan dari luar untuk pen*aluran atau mendapatkan pro*ek& Karenan*a #an*ak program pro*ek ataupun #antuan dari luar *ang #ermaksud untuk mem#angun mas*arakat desa #erakhir dengan kegagalan& Se#agai !ontoh )DT ,)npres Desa Tertinggal3 PPPK ,Pro*ek Pem#angunan Ke!amatan3 Program Pem#angunan Mas*arakat Desa Hutan dan se#again*a& Dengan pengalaman terse#ut dalam pelaksanaan So!ial @orestr* peren!anaan *ang matang dan keterli#atan #er#agai pihak se+ak a(al merupakan #agian penting dalam menga(ali program ini& Pemerintah pusat men*ediakan #an*ak dana untuk pem#uatan peren!anaan teknis ,'TS@3& Dalam pem#uatan 'TS@ pemerintah pusat tidak lagi memakai +asa konsultan namun dilakukan oleh mas*arakat sendiri #ersama instansi pemerintah daerah terkait Perguruan Tinggi dan "em#aga S(ada*a Mas*arakat& Mereka di#eri pelatihan oleh tenaga ahli dari pusat dan didampingi dalam pelaksanaan pem#uatan 'TS@& Kelompok6 kelompok di#entuk meren!anakan kegiatan *ang mereka minati sesuai dengan kemampuan mereka dan nantin*a akan melaksanakan kegiatan *ang mereka ren!anakan terse#ut& Dikarenakan keter#atasan tenaga dari Pemerintah Pusat maka dipersiapkan tenaga6tenaga pendamping lokal untuk melan+utkan kegiatan lapangan& Strategi Pemberdayaan Masyarakat +, Proses Pemberdayaan, Paradigma pem#erda*aan ,empo(erment3 adalah pem#erian kesempatan ker+a kelompok untuk meren!anakan kemudian melaksanakan program pem#angunan terse#ut *ang mereka pilih sendiri& Maksud dari pem#erda*aan itu adalah meningkatkan kemampuan dan kemandirian kelompok& Ke#erda*aan mas*arakat merupakan unsur utama=dasar *ang memungkinkan suatu mas*arakat itu dapat #ertahan dan mengem#angkan diri dalam men!apai tu+uan& 7pa*a untuk meningkatkan kemampuan mas*arakat dengan orientasi pem#angunan *ang #erpusat pada mas*arakat antara lain dapat dilkukan melalui pendekatan kelem#agaan& Dengan pendekatan pem#angunan seperti ini maka pem#angunan diartikan se#agai peningkatan kemampuan orang untuk mempengaruhi masa depann*a dengan implikasi !apa!it* empo(erment dan sustana#le ,Br*nt N Bhite 495<3& Pem#angunan haruslah memiliki $isi pem#erda*aan manusia dan mas*arakat dalam arti *ang seluas6luasn*a se#a# sepan+ang +aman kes(ada*aan merupakan sum#er da*a kehidupan *ang a#adi dan manusia men+adi intin*a atau fokusn*a dan partisipasi merupakan per(u+udan optimaln*a& Ke#erda*aan merupakan modal utama mas*arakat untuk mengem#angkan dirin*a serta mempertahankan ke#eradaann*a ditengah mas*arakat lainn*a& Proses Pem#erda*aan dapat dilakukan dengan dua !ara *aitu0 4& Se!ara indi$idual -& Se!ara kolektif=kelompok& Proses pem#erda*an dengan pendekatan indi$idual akan le#ih lam#at #erkem#ang dan !akupann*a le#ih sempit di#anding dengan pendekatan se!ara kolektif dan kelompok& Hal ini dise#a#kan karena didalam kelompok ter+adi proses interaksi *ang menum#uhkan dan memperkuat kesadaran dan solidaritas& Disamping itu pula peru#ahan pola pikir petani melalui aktifitas indi$idu #iasan*a le#ih lam#at di#anding dengan petani *ang aktif dalam kegiatan kelompok& Demikian pula penerapan ino$asi #aru melalui aktifitas kelompok akan le#ih !epat dan le#ih meluas di#anding +ika disampaikan melalui pendekatan indi$idu& )katan dalam kelompok ter#entuk karena adan*a pandangan dan ke#utuhan *ang sama *ang hendak di!apai& 7ntuk memperkuat kesadaran dan solidaritas maka kelompok harus menum#uhkan identitas seragam dalam mengenali kepentingan dan tu+uan mereka #ersama& Bila anggota kelompok #elum seragam mengenali kepentingan dan tu+uan #ersama *ang hendak di!apai #ahkan sering samar tidak +elas atau tidak diketahui maka kelompok itu tidak dinamis #ahkan lam#at laun akan #u#ar dengan sendirin*a& Ada lima misi utama program pem#erda*aan mas*arakat *ang men+amin ter!apain*a hasil *ang #aik adalah se#agai #erikut0 +, Penyadaran, Dalam #an*ak kasus di pedesaaan mas*arakatn*a sulit dan #ahkan tidak mampu mengenali potensi diri dan potensi SDA *ang se#enarn*a #an*ak mereka miliki& Aki#atn*a #an*ak potensi *ang tak termanfaatkan atau mu#asir sementara kehidupan mas*arakatn*a memprihatinkan& :leh karena itu sering kita +umpai ironi dalam mas*arakat i#arat ”a*am lapar di lum#ung padi” atau ” itik kehausan ditengah sungai”& :leh karena itu pen*adaaran ini penting agar mas*arakat desa tahu potensi peluang an!aman dan tantangan di masa depan&

-, Pengorganisasian& Satu sum#er kesalahan *ang paling mendasar dalam pengem#angan organisasi komunitas lokal adalah paternalisme&dari para peren!ana& Ketika para peren!ana menemukan keadaan kelem#agaan tradisional *ang lemah maka mereka se!ara refleksi memperkenalkan organisasi modern dengan #entuk dan pola *ang ser#a seragam dengan daerah lain& Padahal organisasi modern terse#ut #elum tentu sesuai dengan karakteristik mas*arakat setempat& Alhasil #an*ak organisasi introduksi terse#ut tidak melem#aga dalam mas*arakat& Mungkin organisasi terse#ut #erhasil di suatu tempat tetapi #elum tentu #erhasil di tempat lain& Kelem#agaan *ang hakiki haruslah #era(al dari prakarsa mas*arkat se!ara sukarela agar memudahkan mereka mengelola potensi sosial ekonomi *ang dimiliki& Kiner+a kelem#agaan lokal itu perlu dinilai kem#ali disempurnakan dan terus dimoti$asi agar nilai6nilai dan norma *ang terkandung didalamn*a dapat le#ih hidup dan men+i(ai kelem#agan itu& Seperti semangat ”Mapalus” dimas*arakat Minahasa ”Sisaro” di Tana Tora+a dll& Dengan demikian kelem#agaan itu dapat #erkem#ang men+adi ”#iduk” #agi mas*arakat men*ongsong masa depan *ang kina ter#uka dan kompetitif& ., Kaderisasi pendampingan, Setiap program pem#angunan ada +angka (aktu pelaksanaann*a& Selama progrma terse#ut #er+alam mas*arakat #erpartisipasi aktif karena ada tu+uan *ang didapat didalamn*a misaln*a ga+i=upah kesempatan ker+a *ang #ersifat +angka pendek& 8amun setelah pem#anguna itu #erakhir maka partisipasi mas*arakatn*a menurun #ahkan #erangsur6angsur hilang karena tu+uan semula sudah tidak ada lagi& :leh se#a# itu se#elum pem#angunan terse#ut #erkahir seharusn*a mas*arakat dipersiapkan untuk melan+utkan memelihara dan mengem#angkan sendiri se!ara s(ada*a karena selama pelaksanan pem#angunan terse#ut itu merupakan kegaitan in$estasi a(al dari pemerintah atau s(asta& %adi setiap pem#angunan penting mempersiapkan kader6kader pengem#angan kes(ada*aan lokal *ang akan mengam#il alih tugas pendampingan setelah program #erakhir& 7kuran ke#erhasilan kaderisasi adalah kemampuan kader lokal untuk memerankan diri se#agai pendamping #agi mas*arakat& Disinilah peran strategis "SM lokal untuk melakukan pendampingan agar partisipasi mas*arakat terus tum#uh #erkem#ang dalam mendukung setiap pem#angunan& /, #ukungan teknis& Pem#aharuan dalam suatu mas*arakat umumn*a memerlukan #antuan teknis dari suatu lem#aga dari luar *ang menguasai sum#erda*a informasi dan teknologi *ang dapat mem#antu memper!epat peru#ahan itu men+adi ken*ataan& :rganisasi pendukung teknis se#aikn*a dari insitusi *ang #erkompten untuk itu seperti peneliti atau pen*uluh atau aparat dinas terkait atau +uga tenaga profesional lainn*a dari perusahaan s(asta& 0, Pengelolaan Sistem, Keterpaduan antar lem#aga terkait sangat penting #aik dalam hal peren!anaan pelaksanaan monitoring dan e$aluasi kegiatan maupun dalam hal pendanaann*a& Disamping itu pengelolaan sistem dimaksudkan untuk mensinergikan kepentingan antar lem#aga *ang terkait untuk itu diperlukan korrdinasi *ang #aik agar ter!ipta sistem pengelolaan *ang #aik& -, Teknik Pemberdayaan Masyarakat Menurut pengalaman pendampingan mas*arakat seperti *ang dilakukan oleh P1AE67) dkk& di sekitar ka(asan Taman Hutan 'a*a Ban A#dul 'a!hman ?unung Betung Propinsi "ampung pada tahap a(al *ang terpenting dilakukan adalah mem#angun fondasi sosial karena fondasi sosial merupakan kun!i utama terhadap penum#uhan dan pem#inaan mas*arakat terhadap aspek6 aspek *ang lain& :leh karena itu pendampingan sosial se#aikn*a le#ih dahulu dilakukan se#elum kegiatan pendampingan *ang lain dalam rangka pem#erda*an kelompok *ang mandiri dalam mengelolah sum#erda*a hutan& Dalam proses pem#erda*aan +uga ter+adi proses #ela+ar #ersama dan #erusaha #ersama meme!ahkan masalah6masalah *ang dihadapi mas*arakat& Berikut ini adalah proses pendampingan *ang dapat dilakukan dalam rangka pem#erda*aan mas*arakat *ang mandiri0 a, Membangun kedekatan Kedekatan antara pendamping dengan mas*arakat sangat diperlukan dalam melakukan pendampingan& Hal ini dapat dipela+ari dari pengalaman kegagalan dalam pem#inaan mas*arakat pedesaan *ang pada umumn*a gagal karena petugas han*a #erkun+ung #e#erapa saat sa+a #ilamana ada kepentingan kemudian meninggalkan desa dan mas*arakatn*a& :leh karena itu mem#angun kedekatan adalah sangat penting dan #erarti para pendamping harus tinggal #ersama6sama mas*arakat& b, Membangun pertemanan Dalam tahap ini ter+adi proses keakra#an antara mas*arakat dengan pemdamping& Hal ini #isa ter+adi karena pendamping hidup #ersama6sama mas*arakat& Me(u+udkan pertemanan #ukanlah hal *ang mudah oleh karena itu #aik pendamping maupun mas*arakat harus memahami prinsip6prinsip pertemanan& Prinsip6prinsip *ang dikem#angkan oleh P1AE67) dkk& dalam pendampingan mas*arakat antara lain adalah kesetaraan demokrasi dan keadilan& Kesetaraan artin*a semua indi$idu mempun*ai status atau dera+at *ang sama tidak mem#eda6#edakan antara pendamping dengan mas*arakat maupun antar

indi$idu di dalam mas*arakat& Demokrasi artin*a semua mempun*ai hak *ang sama hak untuk mengemukanan pendapat mengungkapkan permasalahan dan men*ampaikan keinginan& Sedangkan keadilan artin*a mereka mempun*ai ke(a+i#an dan hak *ang sama dalam meme!ahkan masalah dan me(u+udkan keinginan #ersama& Suatu hal *ang sangat perlu ditum#uh kem#angkan dalam pertemanan adalah rasa saling senasi# sepenanggungan saling men+aga antara sesama teman saling menghormati dan saling mem#eri toleransi& Senasi# sepenanggungan karena mereka mempun*ai permasalahan dan keinginan *ang sama& Saling men+aga saling menghormati dan saling mem#eri toleransi kerena pada dasarn*a mereka terdiri dari indi$idu6indi$idu *ang #er#eda& 1, Membangun keper1ayaan Keper!a*aan tidak dapat di#angun han*a dengan +an+i6+an+i #elaka& Akan tetapi keper!a*aan dapat di#angun dengan !ara menun+ukan ken*ataan #ah(a apa *ang diu!apkan itulah *ang kemudian dilakukan& 7ntuk itu dalam melakukan pendampingan hendakn*a menghindari u!apan +an+i6+an+i dan mengutamakan upa*a #er#uat #ersama antara pendamping dan mas*arakat& Mem#angun keper!a*aan adalah sangat penting karena rasa saling per!a*a merupakan pilar utama dari semua interaksi antar indi$idu maupun kelompok dalam mas*arakat& Dengan rasa saling per!a*a kita dapat men!iptakan kedekatan keter#ukaan ker+asama kelompok dan kelem#agaan& d, Membangun keterbukaan& Keter#ukaan diperlukan dalam mengungkapkan masalah *ang dihadapi keinginan *ang diharapkan potensi *ang dimiliki dan kelemahan serta kekurangan *ang ada& Keter#ukaan ini tidak akan dapat dilakukan apa#ila se#elumn*a tidak ada kedekatan dan rasa saling per!a*a& Perlu disadari #ah(a di dalam pendampingan terkandung kegiatan identifikasi masalah dan potensi *ang terdapat di dalam mas*arakat& Melalui mem#angun keter#ukaan inilah se#enarn*a proses identifikasi terse#ut #er+alan dan mengalir dengan sendirin*a& Berdasarkan hasil identifikasi masalah dan potensi *ang diungkapkan oleh mas*arakat dengan !ara keter#ukaan tadi kemudian pendamping #ersama6sama mas*arakat dapat menarik kesimpulan #ah(a se#enarn*a mereka memiliki masalah *ang sama keinginan *ang sama pula dan +uga memiliki potensi *ang dapat di#erda*akan untuk men!apai keinginan #ersama terse#ut& e, Membangun ker2asama Masing6masing indi$idu dalam mas*arakat pada tahap ini sudah mengetahui #ah(a mereka memiliki masalah *ang sama keinginan *ang sama pula dan +uga memiliki potensi *ang dapat di#erda*akan untuk men!apai keinginan #ersama terse#ut& Akan tetapi potensi *ang mereka miliki tidak mungkin dapat di#erda*akan untuk meme!ahkan masalah dan men!apai keinginan apa#ila potensi terse#ut masih terpe!ah6pe!ah pada masing6masing indi$idu& Pada tahap inilah saatn*a seluruh mas*arakat #ersama6sama pendamping memikirkan perlun*a mem#angun ker+asama& Dalam mem#angun ker+asama ini mereka se!ara le#ih n*ata dituntut memahami dan melaksanakan prinsip6prinsip kesetaraan demokrasi keadilan dan pertemanan *ang meliputi rasa saling senasi# sepenanggungan saling men+aga antara sesama teman saling menghormati dan saling mem#eri toleransi& Setelah mas*arakat memahami mau dan mampu #eker+asama maka kegiatan6kegiatan #ermus*a(arah mulai dapat dilakukan& Pertemuan6pertemuan untuk mem#ahas masalah dan keinginan dalam pengelolaan ke#un garapan di ka(asan hutan dapat di+ad(alkan se!ara #erkala& Kemudian #agaimana melakukan ker+asama menggarap ke#un dan #agaimana melakukan langkah6 langkah untuk mendapatkan kepastian +aminan atas status pengelolaan lahan garapann*a terse#ut& f, Membangun kelompok Ker+asama dengan #er#agai akti$itasn*a merupakan proses *ang dinamis oleh karena itu diperlukan (adah *ang dapat menampung dinamika ker+asama terse#ut& Pada status *ang demikian perlu di#entuk kelompok se#agai (u+ud atau (adah dari interaksi atau ker+asama *ang sudah dan sedang di#angun& Pem#entukan kelompok6kelompok terse#ut dimaksudkan agar ker+asama diantara anggota kelompok akan men+adi le#ih efektif dan efisien& Dalam pem#entukan kelompok di samping mempertim#angkan prinsip6prinsip *ang telah dise#utkan di atas +uga mempertim#angkan kesatuan lokasi garapan dan kesatuan lokasi tempat tinggal& g, Membangun kelembagaan Kelem#agaan merupakan kelan+utan dari kelompok *ang telah dilengkapi dengan pranata6pranata atau aturan6aturan *ang di#uat dan disepakati oleh anggota kelompok& Di samping itu kelompok *ang sudah melem#aga +uga memiliki struktur kepengurusan sesuai dengan aturan6aturan *ang telah disepakati para anggotan*a& Dengan demikian mekanisme ker+a kelompok men+adi le#ih sistematis dan terpimpin& Suatu hal *ang perlu dipahami dan ditekankan #ah(a peran kepengurusan di dalam mem#angun kelem#agaan adalah me(akili memfasilitasi dan melaksanakan kesepakatan atau ker+asama *ang diputuskan oleh seluruh anggota kelompok& Kelem#agaan mas*arakat dalam kaitann*a dengan upa*a pengelolaan lahan garapan di dalam ka(asan hutan di Sum#er Agung ?unung Betung #ukan han*a sekedar #ertu+uan memenuhi pers*aratan untuk mendapatkan kepastian

+aminan dari pemerintah& Akan tetapi dalam mem#angun kelem#agaan *ang le#ih penting adalah #agaimana men!apai kemandirian mas*arakat dalam upa*a pengelolaan hutan se!ara lestari dan men+adikan mas*arakat le#ih se+ahtera& Seluruh proses pemdampingan mas*arakat seperti telah diuraikan di atas se#aikn*a dilakukan dengan konsep #ela+ar #ersama dan mengikuti arus perkem#angan *ang diinginkan mas*arakat& Bela+ar #ersama artin*a #aik pendamping maupun mas*arakat dalam kegiatan ini tidak ada *ang merasa le#ih pintar le#ih tahu atau le#ih mampu dari pada *ang lain& Akan tetapi mereka sama6sama men*adari #ah(a pendamping harus #ela+ar dari mas*arakat karena ken*ataann*a mas*arakatlah *ang le#ih tahu tentang diri mereka sendiri demikian +uga mas*arakat #ela+ar dari pendamping karena ken*ataann*a pendamping le#ih #an*ak mengetahui ke#i+akan6ke#i+akan pemerintah tentang ketentuan6ketentuan pengelolaan hutan oleh mas*arakat& Demikian +uga tentang hal6hal *ang lain men*angkut pem#erda*aan mas*arakat di sekitar hutan mereka saling #ela+ar& Sedangkan mengikuti arus keinginan mas*arakat pengertiann*a adalah #ah(a proses pendampingan *ang dilakukan tidak mem#uat target6target tertentu *ang di#atasi oleh (aktu ataupun hasil *ang harus di!apai dengan !ara setengah dipaksakan& Karena praktek pendampingan *ang di#atasi oleh (aktu dan setengah dipaksakan #an*ak mengalami kegagalan se#agaimana ke#iasaan *ang ter+adi pada #er#agai pro*ek pada masa lalu& ., Strategi Pengembangan Kelem#agaan Mas*arakat Dalam pengem#angan kelem#agaan %efta "ei#o dalam Sudi#*o dan Suda*atna ,-../3 mengemukakan #e#erapa strategi se#agai #erikut0 a, Strategi gotong royong Mendasarkan pada asumsi6asumsi paradigma struktural6fungsional kelem#agaan strategi gotong ro*ong melihat mas*arakat se#agai suatu “sistem sosial” *ang terdiri atas #agian6#agian *ang terintegrasi se!ara normatif *ang mana tiap6tiap #agian mem#erikan sum#angan fungsional masing6masing #agi pen!apaian tu+uan mas*arakat se#agai keseluruhan& Strategi ini mengan+urkan peru#ahan=pengem#angan dilakukan atas dasar partisipasi luas seluruh lapisan mas*arakat didalam proses pengam#ilan keputusan6keputusan dan tindakan6 tindakan mas*arakat& b, Strategi teknikal3profesional Pada dasarn*a strategi ini tidak #an*ak #er#eda dengan strategi gotong ro*ong& Yang mem#edakan pada pokokn*a adalah strategi ini mem#erikan peranan *ang le#ih kritikal pada agen6agen pem#aharuan didalam menetukan program6program pem#engunan men*ediakan pela*anan6pela*anan *ang diperlukan dan menentukan tindakan6tindakan *ang harus dilakukan untuk merealisasikan program6program *ang ditentukan& Strategi teknikal6profesional han*a mem#erikan kepada kelompok6keompok ker+a dan organisasi *ang terdiri dari atas se+umlah ke!il (arga mas*arakat “terpilih” *ang dimo#ilisasi untuk mengorganisasikan informasi6informasi mengurangi rasa takut mas*arakat terhadap resiko *ang #erhu#ungan dengan adopsi ino$asi #aru menemukan !ara6 !ara *ang le#ih kreatif untuk men*esaikan masalah6masalah *ang mereka hadapi& 1, Strategi konflik Strategi konflik melihat mas*arakat melalui suatu diskriminasi *ang sangat ta+am tentang per#edaan antara dua ma!am !itra tentang struktur sosial dan peru#ahan kemas*arakat& Strategi konflik mengnggap #ah(a “paksaan” atau “kekuasaan” adalah merupakan landasan *ang le#ih realistik #agi terti# sosial setiap mas*arakat& Strategi konflik men*atakan #ah(a se#agai suatu sistem kemas*arakat mas*arakat memelihara dan men*esuaikan dirin*a terhadap lingkungan *ang terus6menerus #eru#ah melalaui alokasi dan penggunaan kekuasaan& Dari #e#erapa strategi di atas mana *ang sesuai untuk diterapkan dalam pengem#angan kelem#agaan mas*arakat pedesaan *ang kita hadapi tentun*a perlu dika+i le#ih lan+ut sesuai dengan karakteristik mas*arakat *ang #ersangkutan dan perkem#angan sosial mas*arakat *ang ada& Kom#inasi dari #e#erapa strategi +uga memungkinkan untuk diadopsi aspek6aspek positipn*a& Penutup 4& Keterli#atan mas*arakat se#agai pelaku pem#angunan dalam pengelolaan hutan dalam setiap tahapan kegiatan merupakan suatu keharusan dan ke#utuhan *ang sudah saatn*a untuk dilem#agakan dengan pendekatan partisipatif& -& Pem#erda*aan mas*arakat harus dilakukan se!ara komprehensif tidak han*a #erupa peningkatan pengetahuan sikap dan keterampilan namun +uga disertai fasilitasi dan pengem#angan peluang dan ke#i+akan agar mas*arakat le#ih terakselerasi untuk #erpartisipasi& 1& Partisipasi mas*arakat perlu ditum#uhkem#angkan sedemikian rupa sehingga *ang ter#angun #ukan lagi pola mo#ilisasi mas*arakat #erdasarkan insentif material tetapi partisipasi interaktif *ang menempatkan kehendak dan pertim#angan mas*arakat se#agai pendorong utama /& 7ntuk me(u+udkan pem#erda*aan dan partisipasi terse#ut maka perlu ditempu dengan pendekatan penda*agunaan potensi mas*arakat lokal& Dengan demikian kegiatan apapun *ang dikem#angkan akan memiliki kesesuain ,!ompati#ilit*3 *ang tinggi dengan kondisi mas*arakat setempat sehingga memungkinkan #erkem#angn*a partisipasi mas*arakat dengan kualifikasi o#+ektif ,relia#le3 didukung semua

pihak ,a!!epta#le3 #isa dilaksanakan dengan sum#erda*a *ang tersedia ,aOe!uta#le3 terukur ,measura#le3 dan #erkelan+utan ,sustan#le3 7pa*a6upa*a *ang urgen dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong mas*arakat dalam rangka pelestarian hutan dan lahan adalah melakukan pem#inaan dan #im#ingan serta pen*ediaan teknologi tepat guna *ang dapat meningkatkan penggunaan hasil hutan& Disamping itu men*ediakan #i#it *ang memadai #aik kualitas maupun kuantitasn*a melalui pem#angunan persemaian se#agai sum#er #i#it #agi mas*arakat pada setiap dusun di desa6desa supa*a petani #isa men+angkaun*a& Selain itu #agi mereka se!ara perorangan atau pun se!ara kelompok mas*arakat adat *ang mempun*ai hutan rak*at atau hutan adat ter#aik di#eri penghargaan pada forum lom#a penilaian hutan rak*at=adat& Peranan pen*uluhan sarana6prasarana dan lem#aga kredit +uga le#ih di#erda*akan seoptimal mungkin untuk mendukung pengem#angan dan pengelolaan hutan lestari&

KES)MP7"A8 Konflik *ang ter+adi di Mesu+i adalah potret n*ata ketimpangan ekonomi *ang ter+adi di mas*arakat *ang ter+adi antara si #e#erapa faktor salah tentang H?7 ka*a dan si miskin& Konflik ini dise#a#kan oleh

satun*a adalah ketidakfleksi#elan hukum Agraria *ang mengatur

,Hak ?una 7saha3& Aki#at dari penerapan hukum atau aturan6aturan *ang tidak fleksi#el disini adalah dikuasain*a tanah adat oleh pihak kapitalis *ang men*e#a#kan (arga kehilangan mata kapitalis pen!ahariann*a ini ter#ukti pemerintah +uga kurang tegas terhadap pihak

tidak tegasn*a pemerintah terhadap sikap PT BSM) *ang tidak mau mengukur ulang tanah (arga dan mengganti rugi ulang sesuai ukuran tanah aslin*a& Tindakan represif *ang dilakukan oleh aparat keamanan +uga merupakan salah satu pemi!u konflik agraria *ang le#ih #esar& Aparat Keamanan dianggap tidak #erpihak kepada rak*at dan !enderung menguntungkan pihak pengusaha& Melihat fakta6fakta *ang ter+adi di Mesu+i dapat disimpulkan 8egara #ertindak se!ara tidak adil dengan memihak salah satu kelompok ,kelompok pengusaha3 dan merugikan mas*arakat ke!il& Hal terse#ut terlihat dari dikeluarkann*a peraturan6peraturan terkait iFin lokasi dan H?7 diatas tanah6tanah (arga di Mesu+i&Tidak dapat dipungkiri +uga dalam perkem#angann*a 8egara mulai !on!ern terhadap masalah agraria apalagi saat mun!uln*a #erita mengenai pem#antaian di Mesu+i& Salah satu usaha *ang dilakukan pemerintah adalah mem#entuk Tim ?a#ungan Pen!ari @akta untuk meneliti pen*e#a# dan mem#erikan rekomendasi atas peme!ahan masalah agraria di Mesu+i& Selain itu telah mulai di#ahas usaha6usaha untuk mereformasi agraria seperti pem#ahasan '77 mengenai desa *ang mengatur +uga tentang pengelolaan sum#er da*a alam di desa& Apa *ang harus dilakukan agar kasus seperti di Mesu+i6 "ampung tidak terulang kem#aliL Dalam hemat penulis harus ada upa*a pre$entif dari pemerintah pusat dan daerah& Pertama pemerintah melakukan re$isi atas 77 Agraria& Su#stansi isin*a harus melindungi (arga negara& Kedua pemerintah pusat harus menga(asi pemerintah daerah karena dalam #e#erapa kasus mereka seringkali #ertindak gega#ah demi men*erap keuntungan se#esar6 #esarn*a dari korporasi& Ter#ukti dalam konteks Mesu+i6"ampung Pemerintah Daerah Tingkat ) dan )) mem#entuk tim terpadu untuk melakukan penerti#an (arga& Atas nama penerti#an tim ini kemudian mero#ohkan rumah (arga menangkap ratusan orang #ahkan menem#ak mereka& Ker+a ini harus mendapat penga(asan dari pihak lain& Pihak *ang dapat memerankan fungsi ini adalah 8?:& Bahkan 8?: harus mengam#il peran se#agai Jpenga(asG se#a# dalam konteks )ndonesia pemerintah dan perangkatn*a kerap men*ele(engkan (e(enang& %ika mereka luput dari penga(asan maka #esar kemungkinan akan meletus kasus6kasus *ang le#ih #esar&

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful