BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang mempengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Dan terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 % rakyat Indonesia tidak mampu mendapatkan jaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan dibidang pemeliharaan kesehatan seperti Askes, Taspen dan Jamsostek. ”Kesehatan adalah nikmat yang teramat besar yang senantiasa kita jaga, kondisi fisik dan jiwa yang sehat menjamin kita semua memberikan yang terbaik untuk umat dan bangsa. Menyadari pentingnya kesehatan dalam pembangunan nasional sesuai dengan MDG’s, diperlukan peran seluruh komponen kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama mahasiswa sebagai elemen intelektual muda” (Bakornas LKMI PB HMI).” Pentingnya kesehatan menjadi sorotan publik pada sekarang ini, apalagi oleh masyarakat Indonesia, karena masyarakat Indonesia kurang sekali perduli terhadap kesehatan, oleh karena itu perlu adanya peran aktif dari pemuda, khususnya mahasiswa didalam pembangunan kesehatan di Indonesia. B. Rumusan masalah Konsep sehat dan sakit menurut budaya masyarakat sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor-faktor lain diluar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. Banyak ahli filsafat, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau

1

ketidakmampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan baik secara biologis, psikologis maupun sosial budaya. Seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis) atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit seperti masuk angin, pilek tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya maka ia dianggap tidak sakit. Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, sosial budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika dan sebagainya. C. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah mengenai “hubungan dan peran antara masyarakat dan pembangunan kesehatan” adalah yang pertama untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah yaitu sosiologi. Selain itu topik ini sangat menarik karena kita dapat mengetahui mengenai bagaimana hubungan dan peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan serta mengetahui tentang pentingnya pembangunan kesehatan di masyarakat. Serta untuk mengetahui gambaran masalah kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia saat ini, untuk mengetahui strategi paradigma kesehatan, untuk mengetahui konsep baru tentang makna sehat, dan untuk mengetahui sasaran dan strategi utama pembangunan kesehatan.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masayarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu diperlukan adanya reformasi di bidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan, derajat kesehatan yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan. Reformasi dibidang kesehatan perlu dilakukan mengingat lima fenomena yang berpengauh terhadap pembangunan kesehatan. Pertama, perubahan pada dinamika kependudukan. Kedua, Temuan-temuan ilmu dan teknologi kedokteran. Ketiga, Tantangan global sebagai akibat dari kebijakan perdagangan bebas, revolusi informasi, telekomunikasi dan transportasi. Keempat, Perubahan lingkungan. Kelima, Demokratisasi. Perubahan pemahaman konsep akan sehat dan sakit serta semakin maju IPTEK dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Paradigma pembangunan kesehatan yang baru yaitu Paradigma Sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan masyarakat yang bersifat proaktif. Paradigma sehat sebagai model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Dalam Indonesia Sehat 2010, lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang
3

cara pencegahan dan pemberantasannya  Peningkatan persediaan pangan dan kecukupan gizi  Penyediaan air minum dan sanitasi dasar  Pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana  Imunisasi  Pengobatan dan pengadaan obat Oleh karena pelayanan kesehatan dasar merupakan kunci untuk mencapai derajat kesehatan yang layak bagi semua. mencegah resiko terjadinya penyakit. maka perencanaan. telah ditetapkan misi pembangunan kesehatan (DepKes RI. Dasar-Dasar pembangunan kesehatan untuk mencapai taraf kesehatan bagi semua. maka paling sedikit yang harus tercakup dalam pelayanan kesehatan dasar adalah:  Pendidikan tentang masalah kesehatan umum. para penanggung jawab program pembangunan harus memasukkan 4 . Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memlihara dan meningkatkan kesehatan.berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. pengorganisasian dan penyelenggaraan yang efisien mutlak diperlukan disamping harus berdasarkan :  Perikemanusiaan  Kesehatan sebagai hak asasi  Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat  Pengutamaan upaya kesehatan promotif dan upaya kesehatan preventif  Pelayanan kesehatan perorangan yang sesuai kebutuhan  Dukungan sumber daya kesehatan Misi Pembangunan Kesehatan dalam mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2010. 1999)  Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan Untuk dapat terwujudnya Indonesia Sehat 2010.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak hanya berada ditangan pemerintah.  Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. yaitu terbentuknya lingkungan sehat dan pembentukan perilaku sehat. 1999): 1. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya Untuk terselenggaranya tugas penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif. Tujuan. Disamping itu masalah kesehatan banyak yang bersifat spesifik daerah. mencakup garis besar kegiatan dimana semua sektor yang terlibat untuk mewujudkan kebijaksanaan tersebut. merata dan terjangkau oleh masyarakat. Strategi Pembangunan Kesehatan dan strategi pembangunan nasional harus berdasarkan pada kebijakan nasional.  Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat Perilaku sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Desentralisasi Penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan harus berangkat dari masalah dan potensi spesifik masing-masing daerah. Desentralisasi yang pada inti pokoknya adalah pendelegasian wewenang yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk mengatur sistem pemerintah dan rumah tangga sendiri dipandang lebih sesuai untuk pengolahan pembangunan. 3. 5 . Pembangunan kesehatan berwawasan kesehatan Setiap program pembangunan nasional yang diselenggarakan di Indonesia harus memberikan konstribusi positif terhadap kesehatan. Salah satu tanggung jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu. Profesionalisme Untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu dilaksanakan melalui penerapan kemajuan ilmu dan teknologi. melainkan mengikutsertakan masyarakat dan potensi swasta.pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya. serta didukung oleh penerapan nilai-nilai moral dan etika. merata dan terjangkau.  Memlihara dan meningkatkan kesehatan individu. (DepKes RS. Oleh karena itu seluruh elemen dari Sistem Kesehatan Nasional harus berperan sebagai penggerak utama pembangunan nasional berwawasan kesehatan. Beberapa hal penting yang harus diterapkan adalah. 2.

2000. kemandirian dan kemitraan swasta  Peningkatan kesehatan lingkungan  Peningkatan upaya kesehatan  Peningkatan sumber daya kesehatan  Peningkatan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan  Peningkatan perlindungan kesehatan masyarakat terhdaap penggunaan sediaan farmasi. 2001):  Pemantapan kerja sama lintas sektor  Peningkatan perilaku. serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Indonesia. maka ditetapkan Kebijakan umum pembangunan kesehatan (DepKes RI. Tujuan pembangunan kesehatan Meningkatkan kesadaran. makanan dan alat kesehatan yang tidak absah 6 . kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat. bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidp dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat. Soemantri S. Sasaran Pembangunan Kesehatan :  Kerja sama lintas sektor  Kemandirian masyarakat dan kemitraan  Perilaku hidup sehat  Lingkungan sehat  Upaya kesehatan  Manajemen pembangunan kesehatan  Derajat kesehatan Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut.Sasaran dan Kebijakan pembangunan Kesehatan. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu adil dan merata.

pembiayaan kesehatan dan hukum kesehatan Program perbaikan gizi Program pencegahan penyakit menular termasuk imunisasi Program peningkatan perilaku hidup sehat dan kesehatan mental Program lingkungan pemukiman. 7. (DepKes RI. 1999) : 1. 5. Program pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat yang dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program pembangunan nasional ditetapkan 10 pogram unggulan kesehatan yaitu. 4. Program lingkungan sehat 3. bahan berbahaya. Program pengawasan obat. Program pengembangan sumber daya kesehatan 5. Disusun 7 program pembangunan kesehatan yaitu. 2. Program kebijakan kesehatan. Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Program pembangunan kesehatan Program-program pembangunan kesehatan dikelompokkan dalam pokok-pokok program yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dengan pembangunan sektor lain yang memerlukan dukungan dan peran serta masyarakat. 1999) : 1. makanan dan minuman 7 . kesehatan reproduksi dan keluarga berencana Program keselamatan dan kesehatan kerja Program anti tembakau. alkohol dan madat Program pengawasan obat. Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan 7. Program upaya kesehatan 4. 3. makanan dan obat berbahaya 6. 9. 6. air dan sehat Program kesehatan keluarga. (DepKes RI. 8. Program perilaku dan pemberdayaan masyarakat 2.

Keterlibatan kesmas dibidang preventif di bidang pengendalian memerlukan penguasaan teknik-teknik lingkungan dan pemberantasan penyakit. rudapaksa dan keselamatan lalu lintas Peran tenaga kesehatan masyarakat dalam pembangunan kesehatan Tenaga kesehatan masyarakat (Kesmas) merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya dalam pembangunan kesehatan dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Pelayanan promotif. cara-cara dan metode pencegahan serta pengendalian penyakit. Program preventif ini merupakan salah satu lahan bagi tenaga kesmas dalam pembangunan kesehatan. Tenaga kesehatan masyarakat diharapkan mampu mengambil bagian dalam promosi PHBS sehingga dapat melakukan perubahan 8 . Bersih. Tenaga kesmas juga dapat berperan dibidang kuratif dan rehabilitatif kalau yang bersangkutan mau dan mampu belajar dan meningkatkan kemampuannya dibidang tersebut. WHO. Program ini dimulai dengan apa yang diketahui. Program pencegahan kecelakaan. Peran tenaga kesehatan masyarakat dalam merubah perilaku masyarakat menuju hidup bersih dan sehat program promosi perilaku hidup bersih dan sehat yang biasa dikenal PHBS/Promosi Higiene merupakan pendekatan terencana untuk mencegah penyakit menular yang lain melaui pengadopsian perubahan perilaku oleh masyarakat luas. Dalam program promotif membutuhkan tenaga-tenaga kesmas yang handal terutama yang mempunyai spesialisasi dalam penyuluhan dan pendidikan. edukasi dan menyampaikan informasi secara tepat dan benar yang sekarang disebut dengan promosi kesehatan. 1997. Program promosi PHBS harus dilakukan secara profesional oleh individu dan kelompok yang mempunyai kemampuan dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat serta memahami tentang lingkungan dan mampu melaksanakan komunikasi. Pelayanan preventif. untuk menjamin terselenggaranya pelayanan ini diperlukan paran tenaga kesmas yang memahami epidemiologi penyakit. untuk meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan diperlukan program penyuluhan dan pendidikan masyarakat yang berjenjang dan berkesinambungan sehingga dicapai tingkatan kemandirian masyarkat dalam pembangunan kesehatan. UNICEF. Sehat dan Sejahtera).10. diinginkan dan dilakukan masyarakat setempat dan mengembangkan program berdasarkan informasi tersebut (Curtis V dkk. Pembangunan kesehatan dengan paradigma sehat merupakan upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.

Mengidentifikasikan perubahan perilaku masyarakat. positif. menarik berdasarkan apa yang disukai kelompok sasaran  Merancang paket komunikasi. b. leaflet. yang merupakan pendekatan terencana untuk mencegah penyakit diare melalui pengadopsian perubahan perilaku oleh masyarakat secara meluas. Tenaga kesehatan masyarakat telah mempunyai bekal yang cukup untuk dikembangkan dan pada waktunya disumbangkan kepada masyarakat dimana mereka bekerja. wawancara dan melalui uji coba perilaku  Membuat pesan yang tepat sehingga sasaran mau melakukan perubahan perilaku  Menciptakan sebuah pesan sederhana. film). dalam tahap ini akan dilakukan identifikasi perilaku beresiko melalui pengamatan terstruktur. positif. pada tahap ini telah dapat menentukan perubahan perilaku dan menempatkan pesan dengan tepat dengan memadukan semua informasi yang telah dikumpulkan.perilaku masyarakat untuk hidup berdasarkan PHBS. menarik yang dirancang untuk dikomunikasikan lewat sarana lokal seperti poster. dan dilakukan masyarakat. diinginkan.  Memilih beberapa perubaha perilaku yang diharapkan dapat diterapkan  Mencari tahu apa yang dirasakan oleh kelompok sasaran mengenai perilaku tersebut melalui diskusi terfokus. selanjutnya dikomunikasikan dengan dukungan seperti audio visual (video. visual (flip charts). tepat berdasarkan situasi daerah maka diperlukan pemahaman dan tahapan sebagai berikut : a. Program ini dimulai dari apa yang diketahui. leaflet). Dalam mewujudkan PHBS secara terencana. Perencanaan suatu program promosi hygiene untuk masyarakat dilakukan berdasarkan jawaban atau pertanyaan diatas atau bekerjasama dengan pihak yang terlibat. 9 . untuk itu diperlukan pesan-pesan sederhana. cetak (poster. Merancang program komunikasi. Memotivasi perubahan perilaku masyarakat. Memperkenalkan kepada masyarakat gagasan dan teknik perilaku Program promosi Hygiene Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). oral (radio). Sehingga dapat ditentukan cara pendekatan baru terhadap perbaikan hygiene sehingga diharapkan anak-anak terhindar dari lingkungan yang terkontaminasi. langkahlangkah untuk memotivikasi orang untuk mengadopsi perilaku hygiene termasuk .

cuci dan kakus (MCK) dan pembuangan sampah serta limbah. Kondisi umum kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu lingkungan. dan pelayanan kesehatan. telah didirikan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Lingkungan fisik seperti sanitasi dan hygiene perorangan. namun harus lebih komprehensif dan luas. pembiayaan dan manajemen kesehatan. tenaga kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan dasar. lingkungan perumahan. keluarga dan masyarakat. Perubahan terhadap lingkungan memerlukan intervensi dari tenaga kesehatan terutama Tenaga Kesehatan Masyarakat yang mempunyai kompetensi sehingga terciptanya lingkungan yang kondusif dalam Program Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan menuju masyarakat sejahtera. Sementara itu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan. perilaku. sikap perilaku dan budaya setempat yang berhubungan dengan PHBS. fasilitas mandi.Sasaran PHBS tidak hanya terbatas tentang hygiene. Lingkungan biologi adalah flora dan fauna. yaitu Puskesmas yang diperkuat dengan Puskesmas Pembantu dan Puskesmas keliling. obat dan perbekalan kesehatan. mencakup perubahan lingkungan fisik. tersedianya air bersih. lingkungan biologi dan lingkungan sosialbudaya masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang berwawasan kesehatan dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. 10 . Lingkungan sosial-budaya seperti pengetahuan.

padahal Bantar Gebang bisa dibilang menjadi urat nadi perekonomian kota. kabupaten Bogor. Bekasi Selatan. Pada awal tahun 1990-an laju pertumbuhan penduduk Kota Bekasi masih sekitar 6. Lahan permukiman di wilayah seluas 21. sebanyak 3. Lahan untuk pendidikan dan pemerintahan dan bangunan umum masing-masing 2 dan 1 %. Kota Bekasi menjadi kota yang super sibuk karena selain harus melayani warga dari daerah sendiri juga dari wilayah-wilayah yang mengelilinginya seperti DKI Jakarta. Dan kecamatan Bantar Gebang dilupakan sebagai pusat industri di wilayah ini. Misalnya pada tahun 2000 laju pertumbuhan penduduk Kota Bekasi yang 5.79%. Usianya sebagai kota otonom memang belum lama. Perkembangan Kota Bekasi sudah terlihat sewaktu masih berstatus sebagai kecamatan dan kota administratif.049 hektar ini terkonsentrasi di beberapa kecamatan bekas kotif seperti Bekasi Utara.773 hektar dengan 90 % berupa permukiman. namun demikian 11 . dan kabupaten Bekasi.68 persennya adalah laju pertumbuhan migrasi. baru lima tahun pada 10 Maret 2002. Selama ini Kota Bekasi memang lebih menonjol dengan sektor properti khususnya perumahan.BAB III HASIL TINJAUAN LAPANGAN Kota Bekasi terkenal dengan kesemrawutan lalu lintas dan kemacetan yang terjadi setiap hari. Sejak tahun 2001 wilayah administrasi Kota Bekasi terbagi menjadi 10 kecamatan yang terdiri dari 52 kelurahan. Di kecamatan-kecamatan tersebut hampir tidak ada lahan kosong. Total tanah Bekasi yang sudah terbangun seluas 10. Bantargebang yang bermasalah sebagai TPA sampah warga DKI Jakarta.18 persen. Sebelumnya Kota Bekasi berstatus sebagai Kecamatan Bekasi yang kemudian menjadi kota administratif (Kotif) tahun 1982 di bawah Kabupaten Bekasi. Sayangnya penyebaran penduduk tidak merata di seluruh wilayah.29% sedangkan pada awal tahun 2000 menjadi 5. Jumlah penduduk Bekasi kian membengkak karena migrasi penduduk dari luar.19% dan pada tahun 2003 sebesar 4. Juga padatnya lahan perumahan dan pertokoan. Sisanya untuk industri dan perdagangan dan jasa masing-masing 4 dan 3 %. Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Jumlah dan pertumbuhan penduduk sejak awal tahun 2000-an pertumbuhan penduduk Kota Bekasi mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode tahun 1990-an.

Padahal kecamatan yang terluas wilayahnya adalah kecamatan Bantar Gebang. Sumber air bersih untuk daerah pelayanan Kota Bekasi berasal dari sumber air permukaan. Kali Bekasi. Kondisi sistem drainase yang ada telah banyak yang rusak dan kurang terpelihara. DPU Kota Bekasi serta truk tinja milik swasta.035 hektar atau 43% dari luas wilayah kota.005 jiwa yang terdiri dari 930.845. bar screen dan screen chamber.persebaran penduduk di Kota Bekasi masih belum merata. Pengolahan akhir tinja di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berlokasi di Kelurahan Sumur Batu. Ada lima unit Instalasi Pengolahan Air di lima kecamatan di Kota Bekasi. antara lain : pompa lumpur. Dengan jumlah penduduk Kota Bekasi pada tahun 2003 mencapai 1. serta 21 unit truk tinja milik swasta. Sementara Kecamatan Jati Sampurna memiliki jumlah penduduk paling sedikit yaitu 103. Sistem drainase Kota Bekasi saat ini mencakup wilayah seluas kurang lebih 9. Di Kota Bekasi terdapat 11 unit truk tinja milik Subdin Kebersihan DPU Kota Bekasi. maka genangan menjadi masalah utama di Kota Bekasi dengan 12 . Kapasitas IPLT 115 m3/hari. Kali Cileungsi beserta anak-anak sungainya.862 jiwa penduduk perempuan. sebagian besar adalah penduduk di kecamatan Bekasi Utara. Kali Cikeas. Layanan sanitasi yang saat ini diberikan kepada masyarakat baru berupa layanan penyedotan lumpur tinja di septik tank milik masyarakat yang dilakukan melalui truk tinja milik Pemda serta truk tinja milik swasta.110 jiwa.952 jiwa.303 jiwa kemudian kecamatan Pondok Gede sebesar 232.143 jiwa penduduk laki-laki dan 914. Kapasitas produksi dari kelima unit IPA yang ada sebesar 1. Kali Sunter. Wilayah Kota Bekasi dialiri 5 (lima) sungai utama yaitu Kali Cakung. Secara fisik kondisi prasarana masih belum lengkap. Akibat dari kondisi yang ada. IPLT belum beroperasi penuh karena masih dalam penyelesaian. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai drainase utama/primer (drainase makro).065 liter/detik. Kelima sungai tersebut mempunyai daerah tangkapan air yang cukup luas dengan muara ke arah utara dan berakhir di Laut Jawa. Tingkat pelayanan yang saat ini sudah dicapai dengan bantuan swasta telah mencapai rata-rata 40%. Terdapat saluran penerus/sekunder dari pusat daerah tangkapan dalam kota ke badan air penerima dengan lebar dan kedalaman saluran bervariasi. Kecamatan Bantar Gebang. Jumlah penduduk dikecamatan Bekasi Utara sebesar 236. Lumpur tinja yang berasal dari septik tank masyarakat disedot dan diangkut menggunakan truk tinja (Vacuum) milik Sub Dinas Kebersihan. dan pagar pengaman.

Gejala ini juga diikuti oleh terdapatnya peningkatan jumlah pendatang yang mendirikan perumahan liar di sekitar TPST. 13 . 3. Adanya hambatan saluran air dari arah selatan ke utara oleh:  Jalan tol  Kalimalang  Jalan Kereta Api  Selokan/gorong-gorong yang ada saat ini kapasitasnya sudah tidak memenuhi lagi. Mustika Jaya. Luapan/genangan terjadi karena pertambahan debit tersebut tidak disertai dengan perencanaan ulang saluran drainase eksisting.luas genangan sekitar 58. kain. Faktor alamiah saluran itu sendiri karena terjadi penggerusan dan terbawanya material saluran oleh aliran air. Kondisi lingkungan yang buruk berpengaruh pada kesehatan penduduk khususnya anak-anak yang diperlihatkan dengan penampilan yang tidak sehat. 2. Adanya pengembangan wilayah kota yang mengubah tata guna lahan mengakibatkan bertambahnya debit air di saluran. Faktor pola perilaku masyarakat yang membuang sampah ke dalam saluran drainase dan pembangunan fisik yang tidak memperhatikan garis sempadan saluran menyebabkan penyumbatan dan kerusakan saluran drainase. Jumlah penduduk terbanyak adalah desa Bantar Gebang. Hal ini terutama disebabkan oleh banyaknya perusahaaan perusahaan yang dapat menyerap banyak tenaga kerja.  DAMPAK TPST BAGI MASYARAKAT SEKITARNYA Pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan Bantar Gebang merupakan daya tarik tersendiri bagi penduduk daerah lain. kaca. sehingga terjadi pedangkalan dan sedimentasi yang mengakibatkan terjadinya penyempitan dimensi saluran drainase. botol. Jumlah penduduk Kecamatan Bantar Gebang pada tahun 1997 adalah 68. Hal ini diperburuk lagi dengan keikut sertaan anak-anak membantu orang tuanya memilah sampah berupa plastik.5 hektar yang tersebar di 27 lokasi. dan Pedurenan sejak terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997 terjadi peningkatan urbanisasi yang cukup signifikan. Genangan yang terjadi di Kota Bekasi disebabkan oleh: 1.559 jiwa. 4.255 jiwa dan pada tahun 1998 meningkat menjadi 70.

jika dilihat dari sudut kesehatan.” imbuh Tacin. banyak diantara warga Ciketing Udik menderita batuk-batuk. Dari sudut ekonomi. tak sedikit warga yang merasa dirugikan. gatal-gatal. tak sedikit juga masyarakat yang diuntungkan dari beroperasinya TPST Bantar Gebang. mulai berbeda dari biasanya. dan infeksi telinga. Kampung yang jaraknya hanya kurang lebih 150 meter dari lokasi TPST ini sejak beberapa bulan terakhir mengeluhkan air dari sumur rumahnya tidak bersih lagi. 14 . yang juga banyak digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan harian Republika 5 Oktober 1999 penyakit yang diderita oleh penduduk di sekitar TPST Bantar Gebang adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). kami khawatir itu akan menjadi sebuah dampak yang tidak baik. disentri. Bahkan. Menurut masyarakat setempat. 02 dari kelurahan yang sama. air yang biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga. hal ini diakibatkan rembesan air yang berasal dari gunung sampah di TPST. sudah barang tentu tidak ada yang merasa diuntungkan. diare. Masih dari Desa Ciketing Udik. 05 salah satu contohnya. sampah bagi masyarakat di sekitar TPST Bantar Gebang telah menjadikan segalanya berubah. anemia. Semenjak puluhan tahun silam.dan benda-benda lain yang memiliki nilai tukar yang cukup berarti. Rembesan itu mengkontaminasi air tanah. “Kalau pagi menuangkan air ke dalam gelas ada kotoran yang berasal dari airnya. kemungkinan bisa menimbulkan penyakit. penyakit gigi. penyakit kulit. sejak bertahun-tahun lalu warga sudah merasa was-was akan bahaya sampah terhadap kesehatan masyarakat. Sebaliknya.” kata Tacin Ketua RT 02 Kelurahan Ciketing Udik. Ia mencontohkan. Warga Ciketing Udik RW. infeksi kulit. Lain halnya permasalahan yang dihadapi masyarakat RT.  DAMPAK TPST BAGI LANGKUNGAN SEKITARNYA Gunung sampah itu semakin hari semakin meninggi. Kota Bekasi. Tacin mengaku mulai menyadari imbas dari keberadaan TPST Bantar gebang di wilayahnya. Masyarakat yang didominasi petani padi ini selama tiga tahun terakhir mengeluhkan menurunnya hasil padinya setiap kali panen. dan muntaber. pneumonia. Menurut warga setempat. Mobil-mobil pengangkut sampah tak henti hentinya berlalu-lalang keluar masuk lokasi pembangunan sampah di Kecamatan Bantar Gebang. “Kami nyaris gagal panen karena adanya lalat dan hama yang ditimbulkan sampah tersebut.

direalisasikan dalam bentuk bangunan fisik. Tatkala musim hujan datang. seperti masjid. tak mudah untuk mengatasi masalah sampah yang sudah menggunung itu tanpa teknologi yang canggih. tidak ada kekuatan yang menahan sampah-sampah tersebut. keluhan warga Kelurahan Ciketing Udik merupakan hal yang wajar. Bantar Gebang salah seorang pemulung yang berasal dari Indramayu. Karena jangankan warga yang dekat dengan TPST. ia meminta semua pihak untuk duduk bersama agar hal tersebut dapat dimusyawarahkan. Di tempat terpisah. Adapun dana kompensasi sebesar Rp 50. walau pun demikian itu tidak akan aman karena kalau musim hujan saya khawatir akan longsor. Masyarakat menuntut kebijakan pemerintah agar TPST Bantar gebang ditutup secara total. warga semakin was-was akan bahaya longsor. pemerintah kota Bekasi menekankan perlunya orang-orang yang ahli untuk menangani pengelolaan sampah di TPST Bantar Gebang secara profesional. permasalahan yang dihadapi masyarakat di sekitar TPST Bantar Gebang tidak hanya berhenti sampai disini. “Kalau enggak begitu pasti akan timbul benturan. sehingga aspirasi masyarakat dapat tertampung. 15 . yang jauh juga ingin menikmatinya. Pasalnya. Anen Samsudin menyatakan.” tutur Sukara warga Sumur Batu. Karena. tanah yang menjadi medan tumpukan sampah tak mampu lagi menahan air hujan.” katanya. “Masalah dana kompensasi juga perlu dikedepankan untuk mencapai kesepakatan apakah nantinya dana itu fifty-fifty untuk dibagikan langsung berupa dana kompensasi dan pembangunan fisik? itu perlu dimusyawarahkan karena itu merupakan hak warga.Hal senada dilontarkan salah seorang tokoh masyarakat Ciketing Udik yang menyatakan masyarakat di kampungnya mulai tidak tenang dengan situasi seperti ini.” komentar Anen Samsudin.000 per bulan. “Tatkala musim kemarau. sampah akan terbakar dengan sendirinya karena sampah yang berbentuk plastik dan bahan kimia mudah terbakar bila terkena sorotan matahari.” lanjut pemulung yang sudah beraktifitas selama tiga tahun di TPST Bantar Gebang ini. Sementara. dan kedepannya pengelolaan sampah di TPST tidak merugikan siapapun. Namun. “Kalau tidak ditutup dengan tanah pasti akan terjadi kebakaran karena kebakaran ini sering terjadi. agar semua pihak merasa diuntungkan. pihak kelurahan Ciketing Udik.

16 . dan tidak terjadi penumpukan seperti di TPST Bantar Gebang. agar bisa dikelola dengan baik. tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang sudah sulit dipisahkan antara jenis organik dan non organik. seperti di Bali.“Bagaiman caranya dengan teknologi canggih bisa mengatasi masalah tumpukan sampah yang sudah menggunung? Tapi masalahnya.

Gangguan pada lingkungan juga merupakan masalah kesehatan karena dapat memberikan gangguan kesehatan atau sakit. Tansisi perilaku. 2. Masalah kesehatan tidak hanya ditandai dengan keberadaan penyakit. masih tingginya angka BBLR. anak-anak usia sekolah. kekurangan kalori dan protein pada bayi dan anak-anak. anemia pada kelompok mahasisiwa. Transisi demografi. transisi gizi dan transisi perilaku. transisi epidemiologi. GAKY terutama didaerah endemic.BAB IV PEMBAHASAN A. serta bagaimana mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi. misalnya mendorong peningkatan usia harapan hidup yang meningkatkan proporsi kelompok usia lanjut sermentara masalah bayi dan BALITA tetap menggantung. 3. kekurangan vitamin A pada anak. Perubahan masalah kesehatan ditandai dengan terjadinya berbagai macam transisi kesehatan berupa transisi demografi. Di negara kita mereka yang mempunyai penyakit 17 . Transisi epidemiologi. 4. tetapi gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya perasaaan terganggu fisik. 1. menyebabkan beban ganda atas penyakit menular yang belum pupus ditambah dengan penyakit tidak menular yang meningkat dengan drastis. ditandai dengan gizi kurang dibarengi dengan gizi lebih. Transisi gizi. Permasalahan tersebut harus ditangani secara sungguhsungguh karena dampaknya akan mempengaruhi kualitas bahan baku sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang. mental dan spiritual. membawa masyarakat beralih dari perilaku tradisional menjadi modern yang cenderung membawa risiko. Transisi kesehatan ini pada dasarnya telah menciptakan sebab ganda (double burden) masalah kesehatan. Masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia Dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak antara lain: anemia pada ibu hamil.

Masih tingginya disparitas status kesehatan. e. B. i. Beberapa permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan antara lain: a. Kualitas. Dalam 18 . Selama ini nampak bahwa perhatian yang lebih besar ditujukan kepada mereka yang sakit. Dimana pola penyakit yang diderita oleh masyarakat adalah penyakit infeksi menular dan pada waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular. dan antar perkotaan-perdesaan masih cukup tinggi. pengawasan obat tradisional. f. kosmetik. Lemahnya dukungan peraturan perundang-undangan. h. sehingga Indonesia menghadapi beban ganda pada waktu yang bersamaan (double burden) d. Untuk itu. kemampuan sumber daya manusia. standarisasi. Kinerja pelayanan kesehatan yang rendah. peletakan perhatian dan biaya sebesar 85 % seharusnya diberikan kepada 85% masyarakat sehat yang perlu mendapatkan upaya promosi kesehatan. dalam penyusunan prioritas anggaran. Status kesehatan penduduk miskin masih rendah. Strategi Paradigma Kesehatan Paradigma berkembang sebagai hasil sintesa dalam kesadaran manusia terhadap informasi-informasi yang diperoleh baik dari pengalaman ataupun dari penelitian. obat asli Indonesia. akan tetapi disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi. Beban ganda penyakit. Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat. Masih rendahnya kondisi kesehatan lingkungan juga berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. penilaian hasil penelitian produk. Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan. Dengan adanya tantangan seperti tersebut di atas maka diperlukan suatu perubahan paradigma dan konsep pembagunan kesehatan. Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat. dan sistem informasi. Kesehatan lingkungan merupakan kegiatan lintas sektor belum dikelola dalam suatu sistem kesehatan kewilayahan. b. Sedangkan mereka yang berada di antara sehat dan sakit tidak banyak mendapat upaya promosi. Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusinya tidak merata.diperkirakan 15% sedangkan yang merasa sehat atau tidak sakit adalah selebihnya atau 85%. antar kawasan. c. g. pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan masih rendah. produk terapetik/obat.

Dimulai pada zaman keemasan yunani bahwa sehat itu sebagai virtue. memaksa kita untuk melihat kembali prioritas dan penekanan program dalam upaya meningkatkan kesehatan penduduk yang akan menjadi pelaku utama dan mempertahankan kesinambungan pembangunan. Kita perlu re-orientasi dalam strategi dan pendekatan. peran penghargaan dan pemahaman kita terhadap kesehatan. Tahun lima puluhan kemudian definisi sehat WHO mengalami perubahan seperti yang tertera dalam UU kesehatan RI No. Perubahan paradigma dan re-orientasi mendasar yang perlu dilakukan adalah paradigma atau konsep yang semula menekankan pada penyembuhan penyakit berupa pengobatan dan meringankan beban penyakit diubah ke arah upaya peningkatan kesehatan dari sebagian besar masyarakat yang belum jatuh sakit agar bias lebih berkontribusi dalam pembangunan. Filosofi yang berkembang pada saat ini adalah filosofi Cartesian yang verorientasi pada kesehatan fisik semata-mata yang menyatakan bahwa seseorang disebut sehat bila tidak ditemukan disfungsi alat tubuh.am bentuk paradigma sehat. Mental dan roh bukan urusan dokter-dokter melainkan urusan agama. Sebelumnya pembangunan kesehatan cenderung menggunakan paradigma sakit dengan menekankan upaya-upaya pengobatan (kuratif) terhadap masyarakat Indonesia.perkembangan kebijaksanaan pembangunan kesehatan maka memasuki era reformasi untuk Indonesia baru telah terjadi perubahan pola pikir dan konsep dasar strategis pembangunan kesehatan dal. Definisi terkini yang dianut di beberapa negara maju 19 . Setelah ditemukan kuman penyebab penyakit batasan sehat juga berubah. kita harus berfikir dan agak berbeda dengan apa yang kita lakukan sekarang. sesuatu yang dibanggakan sedang sakit sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat. Untuk membentuk manusia Indonesia menjadi sumber daya manusia sehat-produktifkreatif.23 tahun 1992 telah dimasukkan unsure hidup produktif social dan ekonomi. Pembangunan penduduk yang sehat tidak bisa dilakukan melalui pengobatan yang sedikit saja. Konsep Baru Tentang Makna Sehat Konsep sakit-sehat senantiasa berubah sejalan dengan pengalaman kita tentang nilai. Perubahan paradigma kesehatan dan pengalaman kita dalam menangani masalah kesehatan di waktu yang lalu. Seseorang disebut sehat apabila setelah diadakan pemeriksaan secara seksama tidak ditemukan penyebab penyakit. C.

Balonde (1974) dan diperkuat oleh Hendrik L. Perubahan konsep dari Cartesian ke holistic filosofi. karena sejak tahun 1974 terjadi diskusi intensif yang berskala nasional dan internasional tentang karakteristik. Sehat adalah sarana atau alat untuk hidup sehari-hari secara produktif. Transisi epidemiology pergeseran angka kesakitan dan kematian yang semula disebabkan oleh penyakit infeksi ke penyakit kronis. 2. seperti membuat peraturan perundang-undangan yang penting dalam Undang-undang kesehatan No. Setelah deklarasi Alma Ata HFA-Year 2000 (1976). Blum (1974) dalam tulisannya secara jelas mengatakan bahwa “ status kesehatan penduduk bukanlah hasil pelayanan medis semata-mata”. Akan tetapi factor-faktor lain seperti lingkungan. Batasan tentang sehat dari keadaan atau kondisi ke alat/sarana.23 tahun 1992 terutama yang berkaitan dengan upaya promotif dan preventif sebagaimana tujuan program kesehatan dalam GBHN. pertemuan Mexico (1990) dan Saitama (1991) para ahli kesehatan dan pembuat kebijakan secara bertahap beralih dari orientasi sakit ke orientasi sehat. Upaya Kesehatan Program kesehatan yang mengutamakan upaya penyembuhan penyakit dalam jangka panjang dapat menjadi bumerang terhadap program kesehatan itu sendiri. c. 1. perilaku dan genetika justru lebih menentukan terhadap status kesehatan penduduk. tidak diikuti dengan perubahan kebijakan dalam upaya pelayanan kesehatan di Indonesia. degeneratif dan kecelakaan. dimana perubahan pemahaman dan pengetahuan tentang determinan kesehatan tersebut. b. Paradigma Baru Kesehatan setelah tahun 1974 terjadi penemuan bermakna dalam konsep sehat serta memiliki makna tersendiri bagi para ahli kesehatan masyarakat di dunia tahun 1994 dianggap sebagai pertanda dimulainya era kebangkitan kesehatan masyarakat baru. Makin jelasnya pemahaman kita tentang factor-faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk. konsep dan metode untuk meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.seperti Canada yang mengutamakan konsep sehat produktif. maka untuk menyongsong PJP-II program kesehatan yang diperlukan adalah program kesehatan yang lebih “efektif” yaitu program kesehatan yang mempunyai model-model pembinaan kesehatan (Health Developmenn Model) sebagai paradigma pembangunan kesehatan yang 20 . Perubahan tersebut antara lain disebabkan oleh: a.

Pendekatan multi sector dan inter disipliner. penanggulangan pencemaran lingkungan serta perlindungn masyarakat terhadap pengaruh lingkungan buruk (melalui perubahan perilaku) h. f. Melindungi masyarakat luas dari pencemaran melalui upaya promotif-preventif-protektif dengan pendekatan pro-aktif.diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus memenuhi PJP-II. l. Memberi pelayanan kesehatan dasar bagi yang sakit. i. Promosi kesehatan yang memungkinkan penduduk mencapai potensi kesehatannya secara penuh (Peningkatan vitalitas). Penggerakan peran serta masyarakat. Model ini menekankan pada upaya kesehatan dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: a. pengendalian. Pengembangan kebijakan yang dapat memberi perlindungan pada kepentingan kesehatan masyarakat luas (tidak merokok di tempat umum). Penduduk yang tidak sakit (85%) agar lebih tahan terhadap penyakit. Pencegahan. Upaya kesehatan seperti tersebut diatas tidak lain merupakan bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya pencegahan. c. Meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang ada. Pencegahan penyakit melalui imunisasi: bumil. e. d. bayi. 3. b. Penciptaan lingkungn yang memungkinkan masyarakat dapat hidup dan bekerja secara sehat. g. j. Kebijakan kesehatan baru perubahan paradigma kesehatan yang kini lebih menekankan pada upaya promotif-preventif dbandingkan dengan upaya kuratif dan rehabilitatif diharapkan merupakan titik balik kebijakan Depkes dalam menangani kesehatan penduduk yang berarti program kesehatan yang menitik beratkan pada pembinaan kesehatan bangsa bukan sekedar 21 . Penyelenggaraan pelayanan kesehatan desar bagi yang sakit. anak. Mempersiapkan bahan baku sumber daya manusia yang berkualitas untuk 20-25 tahun mendatang. k. dan juga melindungi masyarakat dari pencemaran.

mampu mengelola system pelayanan kesehatan 22 . Thomas Kuha menyatakan bahwa hampir setiap terobosan baru perlu didahului dengan perubahan paradigma untuk merubah kebiasaan dan cara berpikir yang lama. partisipasi aktif dan pemberdayaan masyarakat. 4. 6. Hal itu disebabkan karena pengorganisasian upaya kesehaan yang ada. Indikator Kesehatan Indicator-indikator kesehatan yang digunakan dewasa ini yaitu IMR. Indeks massa tubuh.penyembuhan penyakit.mati) yang dewasa ini masih dipakai. d. maka semua wahana tenaga dan sarana yang ada sekarang perlu dilakukan penyesuaian atau bahkan reformasi termasuk reformasi kegiatan dan program di pusat penyuluhan kesehatan. dokter gigi. b. Penilaian atas kesehatan sendiri. adalah merupakan wahana dan sarana pendukung dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya penyembuhan penyakit. Konsekuensi implikasi dari perubahan paradigma perubahan paradigma kesehatan apabila dilaksanakan dapat membawa dampak yang cukup luas. CDR. maka untuk mendukung terselenggaranya paradigma sehat yang berorientasi pada upaya promotif-preventif proaktif. Tenaga kesehatan peranan dokter. Upaya kesehatan di masa daaing harus mampu menciptakan dan menghasilkan SDM Indonesia yang sehat produktif sehingga obsesi upaya kesehatan harus dapat mengantarkan setiap penduduk memiliki status kesehatan yang cukup. fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. memotifasi dan memberdayakan masyarakat. Tenaga kesehatan harus mampu mengajak. Melihat ada tidaknya kelainan patosiologis pada seseorang. c. community centered. Untuk mengukur status kesehatan penduduk yang tepat digunakan adalah indicator positif. One Expectancy. mampu melibatkan kerjasama lintas sektoral. bukan hanya indicator negatif (sakit. perawat dan bidan dalam upaya kesehatan yang menekankan penyembuhan penyakit adalah sangat penting. menyeluruh. dan dilakukan terhadap masyarakat secara kolektif dan tidak individual. 5. Mengukur kemampuan fisik. WHO menyarankan agar sebagai indicator kesehatan penduduk harus mengacu pada empat hal sebagai berikut: a. Pengelolaan upaya kesehatan dan pembinaan bangsa yang sehat memerlukan pendekatan holistic yang lebih luas. masih cocok disebut sebagai indicator kesehatan penduduk.

Meningkatkan sistem surveillans. di setiap desa tersedia cukup obat esensial dan alat kesehatan dasar. setiap bayi. D. Masalah kesehatan pada dasarnya adalah masalah politik oleh karena itu untuk memecahkan masalah kesehatan diperlukan komitmen politik. monitoring dan informasi kesehatan. sehingga apabila ada kegoncangan dalam keadaan ekonomi negara alokasi terhadap sector ini tidak akan meningkat. seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat serta seluruh keluarga sadar gizi. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat. 23 . Kesehatan dan Komitmen Politik. Sasaran utama strategi ini adalah seluruh desa menjadi desa siaga. Dalam mengatasi masalah kesehatan dapat digunakan beberapa strategi utama. di setiap desa tersedia SDM kesehatan yang kompeten. dibutuhkan strategi jitu untuk menghadapinya. 3. dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang sangat penting adalah bagaimana mengajak dan menggairahkan masyarakat untuk dapat tertarik dan bertanggungjawab atas kesehatan mereka sendiri dengan memobilisasi sumber dana yang ada pada mereka. Puskesmas dan jaringannya memenuhi standar mutu. Dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di tengah beban dan permasalahan kesehatan yang semakin pelik. Meningkatkan akses masyarakat tehadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. setiap orang miskin mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. antara lain: 1.yang efisien dan efektif. pelopor. anak. Sasaran utama strategi ini adalah. Para penentu kebijakan banyak beranggapan sector kesehatan lebih merupakan sector konsumtif ketimbang sektor produktif sebagai penyedia sumber daya manusia yang berkualitas. pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit. Strategi dan Sasaran Utama Pembangunan Kesehatan Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional yang diupayakan oleh pemerintah. dan kelompok masyarakat risiko tinggi terlindungi dari penyakit. 8. Pemberdayaan masyarakat. setiap Puskesmas dan jaringannya dapat menjangkau dan dijangkau seluruh masyarakat di wilayah kerjanya. mampu menjadi pemimpin. 7. pembinan dan teladan hidup sehat. 2. Dewasa ini masih terasa adanya anggapan bahwa unsur kesehatan penduduk tidak banyak berperan terhadap pembangunan social ekonomi.

Untuk terselengggaranya pembangunan berwawasan kesehatan perlu dilaksanankan kegiatan sosialisasi. maka seyogyanyalah kedua pelayanan yang pertaama tersebut dapat lebih diutamakan. dan terciptanya sistem jaminan pembiayaan kesehatan terutama bagi rakyat miskin. Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan Semua kebijakan pembangunan nasional yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus memiliki wawasan kesehatan. Sedangkan secara mikro. Strategi pembangunan kesehatan untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010 adalah : 1. Meningkatkan pembiayaan kesehatan. semua kebijakan pembangunan kesehatan yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus dapat makin mendorong meningkatnya derajat kesehatan seluruh anggota masyarakat. Pertama. Jika diketahui pemeliharaan dan peningkatan kesehatan tersebut akan lebih efektif dan efisien jika dilaksanakn melalui upaya promotif dan preventif. setiap kejadian luar biasa (KLB) dan wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak kesehatan masyarakat. Selain itu. anggaran kesehatan pemerintah diutamakan untuk upaya pencegahan dan promosi kesehatan.Sasaran utama dari strategi ini adalah setiap kejadian penyakit terlaporkan secara cepat kepada desa/lurah untuk kemudian diteruskan ke instansi kesehatan terdekat. Artinya program pembangunan nasional tersebut harus memberikan kontribusi yang positif terhadap kesehatan. terhadap pembentukkan lingkungan sehat. 24 . Sasaran utama dari strategi ini adalah pembangunan kesehatan memperoleh prioritas penganggaran pemerintah pusat dan daerah. terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan. Kedua. Adalah amat diharapkan setiap program pembangunan yang diselenggarakan di Indonesia dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap terbentuknya lingkungan dan perilaku sehat tersebut. semua ketersediaan farmasi. dan berfungsinya sistem informasi kesehatan yang evidence based di seluruh Indonesia. setidak-tidaknya terhadap dua hal. terhadap pembentukkan peilaku sehat. orientasi. 4. bukan upaya kuratif dan rehabilitatif. perlu pula dilakukan kegiatan penjabaran lebih lanjut dari konsep tersebut sehingga benar benar menjadi operasional serta terukur segala pencapaian dan dampak yang dihasilkan. makanan dan perbekalan kesehatan memenuhi syarat. kampanye dan pelatihan sehingga semua pihak yang terkait (stakeholders) memahami dan mampu melaksanakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.

Lebih dari itu. semua tenaga kesehatan dituntut untuk selalu menjunjung tinggi sumpah dan kode etik profesi. termasuk peran serta dalam pembiayaan. perlu didukung oleh penerapan berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran. Dalam konteks penataan sub sistem pelayanan kesehatan. Selain itu. perlu pula didukung oleh penerapan nilau-nilai moral dan etika profesi yang tinggi. yakni sumber daya manusia kesehatan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. pelatihan berdasarkan kompetensi. dinilai lebih efektif dan efisien dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan di samping berpengaruh positif pula dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.2. yang apabila berhasil dilaksanakan. Untuk terselenggaranya pelayanan yang bermutu. kampanye dan pelatihan untuk semua pihak yang terkait sehingga mereka memahami konsep dan program JKPM. Untuk terwujudnya pelayanan kesehatan yang seperti ini. serta kegiatan peningkatan kualitas lainnya. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Untuk memantapkan kemandirian masyarakat dalam pola hidup sehat. adalah wujud nyata dari peran serta masyarakat tersebut. Pelayanan kesehatan profesional tidak akan terwujud apabila tidak didukung oleh tenaga pelaksana. Desentralisasi 25 . perlu digalang peran serta masyarakat yang seluas-luasnya. 3. untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu. orientasi. strategi JPKM akan lebih mengutamakan pelayanan promotif dan preventif. akan dikembangkan pula peraturan perundang-undangan. Untuk terselenggaranya strategi profesionalisme akan dilaksanakan penentuan standar kompetensi bagi tenaga kesehatan. pelatihan Badan Pelaksana JPKM. serta melalui penerapan nilai-nilai moral dan etika. 4. Untuk terselenggaranya strategi tersebut akan dilaksanakan sosialisasi. akreditasi dan legislasi tenaga kesehatan. JPKM yang pada dasarnya merupakan penataan sub sistem pembiayaan kesehatan dalam bentuk mobilisasi sumber dana masyarakat. yang apabila berhasil dilaksanakan akan mempunyai peranan yang besar pula dalam turut mempercepat pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Pelaksanaan perilaku yang dituntut dari tenaga kesehatan seperti diatas perlu dipantau secara berkala melalui kerjasama dengan berbagai organisasi profesi. dan pengembangan unit pembina JPKM agar strategi JPKM dapat terlaksana dengan baik. jelaslah pengembangan sumber daya manusia kesehatan dipandang mempunyai peranan yang amat penting. Profesionalisme Profesionalisme dilaksanakan melalui penerapan kemajuan ilmu dan teknologi. Untuk terwujudnya pelayanan kesehatan yang seperti ini.

penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan harus berangkat dari masalah dan potensi spesifik masing-masing daerah. Menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit malaria. Tentu saja untuk keberhasilan desentralisasi ini berbagai persiapan perlu dilakukan. Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih d. tuberkulosis paru. Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke Puskesmas f. Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal. terutama penduduk miskin. Meningkatnya ketersediaan obat esensial nasional 26 . pelatihan.Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan. pengembangan sumber daya manusia daerah. Meningkatnya proporsi keluarga yang berperilaku hidup bersih dan sehat b. Adapun sasaran pembangunan kesehatan pada akhir tahun 2007 diarahkan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses masyarakat. Meningkatnya proporsi keluarga yang memiliki akses terhadap sanitasi dan air bersih c. Meningkatnya pemerataan tenaga kesehatan k. diare. Meningkatnya cakupan imunisasi h. terhadap pelayanan kesehatan yang antara lain tercermin pada beberapa indikator sebagai berikut: a. postnatal dan neonatal e. analisa kemampuan daerah. Meningkatnya tingkat kunjungan (visit rate) penduduk miskin ke rumah sakit g. Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita j. termasuk yang terpenting adalah persiapan perangkat organisasi serta sumber daya manusianya. Desentralisasi yang inti pokoknya adalah pendelegasian wewenang yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk mengatur sistem pemerintahan dan rumah tangga sendiri memang dipandang lebih sesuai untuk pengelolaan berbagai pembangunan nasional pada masa mendatang. demam berdarah dengue (DBD). penempatan kembali tenaga dan lain-lain kegiatan sehingga strategi desentralisasi dapat terlaksana secara nyata. Untuk terselenggarnya desentralisasi akan dilakukan kegiatan analisa dan penentuan peran pemerintah pusat dan daerah dalam bidang kesehatan. dan HIV/AIDS i. penentuan kegiatan upaya kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh daerah.

Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap 27 . produk komplemen dan produk pangan m. yaitu : 1. Berpihak pada Rakyat Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. kosmetik. Departemen Kesehatan akan selalu berpihak pada rakyat. Meningkatnya umur harapan hidup dari 66. Departemen Kesehatan telah bertekad untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sebagai berikut: 1. Menurunnya angka kematian bayi dari 35 menjadi 26 per 1000 kelahiran hidup 3.6 tahun 2. telah ditetapkan bahwa sasaran pembangunan kesehatan pada akhir tahun 2009 adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Meningkatnya jumlah penelitian dan pengembangan di bidang pembangunan kesehatan.l.7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009. Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana produksi dan distribusi produk terapetik/obat. Pencapaian sasaran tersebut tercermin dari indikator dampak pembangunan kesehatan. obat tradisional. Meningkatnya jumlah peraturan dan perundang-undangan di bidang pembangunan kesehatan yang ditetapkan o. perbekalan kesehatan rumah tangga. Meningkatnya penelitian dan pengembangan tanaman obat asli Indonesia n. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 menjadi 226 per 100.8 % menjadi 20%. Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan.2 tahun menjadi 70. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak anak balita dari 25.000 kelahiran hidup 4. Berdasarkan Peraturan Presiden No.

3. apalagi yang bersifat darurat harus dilakukan secara cepat. Tindakan yang cepat juga harus diikuti dengan pertimbangan yang cermat. Integritas tinggi. Dalam mengatasi masalah kesehatan. berkepribadian yang teguh. harus dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dan depertanggungugatkan kepada publik. kejujuran. dan bermroral tinggi. Kerjasama tim Dalam mengemban tugas-tugas pembangunan kesehatan. semua anggota Departemen Kesehatan harus memiliki ketulusan hati. Bertindak cepat dan tepat. 5. 2. integrasi. sehingga dapat mengenai sasaran dengan intervensi yang tepat. dan status sosial ekonomi. harus dibina kerja tim yang utuh dan kompak. Transparan dan akuntabilitas Semua kegiatan pembangunan kesehatan yang diselenggarakaan oleh Departemen Kesehatan. golongan agama. 28 . Dalam melakasanakan tugas.orang adalah salah satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku. sinkronisasi dan sinergisme 4. dengan menerapkan prinsip koordinasi.

2. Promosi kesehatan. Paradigma sehat mempunyai orientasi dimana upaya peningkatan kesehatan masyarakat dititik beratkan pada: 1. dalam paradigma sehat ini pengukuran derajat kesehatan masyarakat tidak semata-mata dilihat dari penurunan kesakitan/kematian (dengan memakai indicator negatif). dengan kegiatan pelayanan yang senantiasa bersifat promotif untuk mengentaskan kesehatan masyarkat. 29 . bayi dan anak. oleh tenaga kesehatan professional bersama masyarakat yang partisipatif. pencemaran lingkungan serta perlindungan masyarakat terhadap pengaruh buruk (melalui perubahan perilaku). (15%) melalui pelayanan medis.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Pencegahan pengendalian penanggulangan. Nilai indicator positif ini diperoleh sebagai dampak dari upaya kesehatan promotif yang telah dilaksanakan oleh tenaga kesehatan professional dan didukung besarnya penempatan biaya upaya promotif yang sesuai. direncanakan dalam suatu system desentralisasi. Paradigma sehat merupakan strategi pembangunan kesehatan untuk semua sehat di tahun 2010. KESIMPULAN Paradigma sehat merupakan suatu strategi baru pembangunan kesehatan yang memandang masalah kesehatan sebagai suatu variable kontinyu. 4. Memberi pengobatan bagi penduduk yang sakit. tetapi lebih ditekankan pada pencapaian hasil peningkatan pada angka kesehatan (indicator Positif). Selain itu. fitness dan vitamin. 3. Pencegahan penyakit melalui imunisasi pada ibu hamil. diamana mengarah kepada mempertahankan kondisi sehat dan tidak sakit dan produktif yang dikenal dengan upaya promotif dan preventif daripada upaya kuratif yang hanya menekankan pada upaya penanganan orang-orang sakit. peningkatan vatalitas penduduk yang tidak sakit (85%) agar lebih tahan terhadap penyakit melalui olah raga.

B. khususnya dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di semua jenjang administrasi pemerintahan dalam pembangunan kesehatan. Komitmen dan kerjasama antara Negara berkembang dengan Negara maju untuk mencapai MDG. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 2. 30 . kerjasama dengan semua pelaku pembangunan kesehatan. Peningkatan pemberdayakan masyarakat. SARAN 1. Meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan karenan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk dalam upaya pembangunan kesehatan khususnya di indonesia. 3. 4. 5. Kebijaksanaan pembangunan kesehatan pada tahap sekarang ini harus diarahkan pada upaya bagaimana membina bangsa yang sehat dan bukan bagaimana menyembuhkan mereka yang sakit.

Peran Tenaga Kesehatan masyarakat dalam merubah perilaku masyarakat menuju hidup bersih dan sehat program promosi perilaku hidup bersih dan sehat yang biasa dikenal PHBS/Promosi Higiene merupakan pendekatan terencana untuk mencegah penyakit menular yang lain melaui pengadopsian perubahan perilaku oleh masyarakat luas.BAB VI PENUTUP Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Oleh karena itu diperlukan adanya reformasi di bidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan. walaupun masih dijumpai berbagai masalah san hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Bersih. 1997. UNICEF. Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masayarakat secara cukup bermakna. Program ini dimulai dengan apa yang diketahui. politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Program promosi PHBS harus dilakukan secara profesional oleh individu dan kelompok yang mempunyai kemampuan dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat serta memahami tentang lingkungan dan mampu melaksanakan komunikasi. Pembangunan kesehatan dengan paradigma sehat merupakan upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras. agama. Peran tenaga kesehatan masyarakat dalam pembangunan kesehatan Tenaga kesehatan masyarakat (Kesmas) merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sangat penting perannya dalam pembangunan kesehatan dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). edukasi dan menyampaikan informasi secara tepat dan benar yang sekarang disebut dengan promosi kesehatan. Tenaga kesehatan masyarakat diharapkan 31 . Sehat dan Sejahtera). derajat kesehatan yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan. diinginkan dan dilakukan masyarakat setempat dan mengembangkan program berdasarkan informasi tersebut (Curtis V dkk. WHO.

Perubahan terhadap lingkungan memerlukan intervensi dari tenaga kesehatan terutama Tenaga Kesehatan Masyarakat yang mempunyai kompetensi sehingga terciptanya lingkungan yang kondusif dalam Program Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan menuju masyarakat sejahtera. untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. semua kebijakan pembangunan kesehatan yang sedang dan atau akan diselenggarakan harus dapat makin mendorong meningkatnya derajat kesehatan seluruh anggota masyarakat. Strategi umum yang dipergunakan dalam rangka menyelenggarakan misi pembangunan kesehatan tersebut. fasilitas mandi. Lingkungan biologi adalah flora dan fauna. dalam upaya mencapai Visi Indonesia 2010 adalah sebagai berikut: 1. maka diperlukan juga suatu strategi khusus dalam mencapai tujuan tersebut. Lingkungan fisik seperti sanitasi dan hygiene perorangan.mampu mengambil bagian dalam promosi PHBS sehingga dapat melakukan perubahan perilaku masyarakat untuk hidup berdasarkan PHBS. Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan Secara makro setiap program pembangunan nasional yang diselenggarakan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap terbentuknya lingkungan dan perilaku sehat tersebut. tersedianya air bersih. Sasaran PHBS tid ak hanya terbatas tentang hygiene. Secara mikro. namun harus lebih komprehensif dan luas. lingkungan biologi dan lingkungan sosial-budaya masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang berwawasan kesehatan dan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan sosial-budaya seperti pengetahuan. Tenaga kesehatan masyarakat telah mempunyai bekal yang cukup untuk dikembangkan dan pada waktunya disumbangkan kepada masyarakat dimana mereka bekerja. Profesionalisme 32 . orientasi. mencakup perubahan lingkungan fisik. Didalam kerangka strategi ini perlu dilakukan kegiatan sosialisasi. lingkungan perumahan. keluarga dan masyarakat. cuci dan kakus (MCK) dan pembuangan sampah serta limbah. sikap perilaku dan budaya setempat yang berhubungan dengan PHBS. dan advokasi serta pelatihan sehingga semua sektor pembangunan berwawasan kesehatan. Setelah menentukan visi pembangunan kesehatan yang ditunjang oleh misi pembangunan kesehatan. kampanye. 2.

penempatan kembali tenaga kesehatan. serta peningkatan kualitas lainnya. Dalam kontek penataan subsistem pelayanan kesehatan. 4. serta melalui penerapan nilai-nilai moral dan etika. 3. sebagai wujud nyata peran serta masyarakat dalam mempercepat pemerataan dan keterjangkaunan pelayanan kesehatan. pengembangan sumber daya manusia. strategi JPKM akan lebih mengutamakan pelayanan promotif dan preventif. penentuan kegiatan upaya kesehatan yang wajib dilakukan oleh daerah. Didalam kerangka profesionalisme di bidang kesehatan. Untuk keberhasilan desentralisasi ini berbagai persiapan perlu dilakukan termasuk yang terpenting adalah persiapan perangkat organisasi serta sumber daya manusia. akreditasi dan legislasi tenaga kesehatan. Secara terus menerus ditingkatkan profesionalisme para petugas kesehatan serta profesionalisme di bidang manajemen pelayanan kesehatan. dilaksanakan penentuan standar kompetensi bagi tenaga kesehatan. pelatihan berdasarkan kompetensi. 33 . JPKM pada dasarnya merupakan penataan sub sistem pembiayaan kesehatan dalam bentuk mobilisasi sumber dana masyarakat. Perlu dilakukan analisis dan penentuan peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah bidang kesehatan. Desentralisasi Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan. penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan harus berangkat dari masalah dan potensi spesifik masing-masing daerah. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Untuk memantapkan kemandirian masyarakat dalam pola hidup sehari-hari digalang peran serta masyarakat yang seluas-luasnya termasuk peran serta dalam pembiayaan.Profesionalisme dilaksanakan melalui penerapan kemajuan ilmu dan teknologi. pelatihan.

wordpress.php?option=com_content&view=article&id=59%3 Aaki&catid=1%3Alatest-ne Sumber : Media Litbang Kesehatan DepKes RI No.XIII/2003 34 .go. 13 Oktober 2010   http://zipoer7.com/2009/09/05/upacara-adat-sunda/ http://datastudi.com/2009/10/26/konsep-sehat-sakit-dan-penyakit dalam-kontekssosial-budaya/  http://www. Rabu.DAFTAR PUSTAKA  Waskitho. Pengembangan Sistem Kesehatan Masyarakat Indonesia Berbasis Partisipasi Seluruh Masyarakat menghadapi Era Glibalisasi.wordpress.id/index.2/Vol.com/2010/01/27/pengembangan-sistem-kesehatan masyarakatindonesia-berbasis-partisipasi-seluruh-masyarakat-menghadapi-era globalisasi/.  http://crackbone.dinkesjatengprov.wordpress.