1. Etiologi AIDS disebabkan oleh virus yang mempunyai beberapa nama yaitu HTL II, LAV, RAV.

ang nama ilmiahnya disebut Human Immunode!i"ien"y Virus # HIV $ yang berupa agen viral yang dikenal dengan retrovirus yang ditularkan oleh darah dan punya a!initas yang kuat terhadap lim!osit T. 1. Patofisiologi Sel T dan makro!ag serta sel dendritik % langerhans # sel imun $ adalah sel&sel yang terin!eksi Human Immunode!i"ien"y Virus # HIV $ dan terkonsentrasi dikelen'ar lim!e, limpa dan sumsum tulang. Human Immunode!i"ien"y Virus # HIV $ mengin!eksi sel le(at pengikatan dengan protein peri!er )D *, dengan bagian virus yang bersesuaian yaitu antigen grup +,-. .ada saat sel T* terin!eksi dan ikut dalam respon imun, maka Human Immunode!i"ien"y Virus # HIV $ mengin!eksi sel lain dengan meningkatkan reproduksi dan banyaknya kematian sel T* yang 'uga dipengaruhi respon imun sel killer pen'amu, dalam usaha mengeliminasi virus dan sel yang terin!eksi. Virus HIV dengan suatu en/im, reverse transkriptase, yang akan melakukan pemograman ulang materi genetik dari sel T* yang terin!eksi untuk membuat double&stranded D0A. D0A ini akan disatukan kedalam nukleus sel T* sebagai sebuah provirus dan kemudian ter'adi in!eksi yang permanen. 1n/im inilah yang membuat sel T* helper tidak dapat mengenali virus HIV sebagai antigen. Sehingga keberadaan virus HIV didalam tubuh tidak dihan"urkan oleh sel T* helper. 2ebalikannya, virus HIV yang menghan"urkan sel T* helper. 3ungsi dari sel T* helper adalah mengenali antigen yang asing, mengakti!kan lim!osit 4 yang memproduksi antibodi, menstimulasi lim!osit T sitotoksit, memproduksi lim!okin, dan mempertahankan tubuh terhadap in!eksi parasit. 2alau !ungsi sel T* helper terganggu, mikroorganisme yang biasanya tidak menimbulkan penyakit akan memiliki kesempatan untuk menginvasi dan menyebabkan penyakit yang serius. Dengan menurunya 'umlah sel T*, maka system imun seluler makin lemah se"ara progresi!. Diikuti berkurangnya !ungsi sel 4 dan makro!ag dan menurunnya !ungsi sel T penolong. Seseorang yang terin!eksi Human Immunode!i"ien"y Virus #HIV $ dapat tetap tidak memperlihatkan ge'ala #asimptomatik$ selama bertahun&tahun. Selama (aktu ini, 'umlah sel T* dapat berkurang dari sekitar +--- sel perml darah sebelum in!eksi men"apai sekitar ,--&5-- per ml darah, ,&5 tahun setelah in!eksi. Se(aktu sel T* men"apai kadar ini, ge'ala&ge'ala in!eksi # herpes /oster dan 'amur oportunistik $ mun"ul, 6umlah T* kemudian menurun akibat timbulnya penyakit baru akan menyebabkan virus berproli!erasi. Akhirnya ter'adi in!eksi yang parah. Seorang didiagnosis mengidap AIDS apabila 'umlah sel T* 'atuh diba(ah ,-- sel per ml darah, atau apabila ter'adi in!eksi opurtunistik, kanker atau dimensia AIDS. +. 2lasi!ikasi Se'ak + 'anuari +775, orang&orang dengan keadaan yang merupakan indi"ator AIDS #kategori )$ dan orang yang termasuk didalam kategori A5 atau 45 dianggap menderita AIDS. +. 2ategori 2linis A

Angiomatosis 4aksilaris .. +. In!eksi Human Immunode!i"ien"y Virus #HIV $ primer akut dengan sakit yang menyertai atau ri(ayat in!eksi Human Immunode!i"ien"y Virus #HIV$ yang akut.ersistent 9enerali/ed Limpanodenophaty $ 5. khusus dengan abses Tubo Varii . 2andidiasis .urpura <.9I : . Displasia Serviks # sedang % berat karsinoma serviks in situ $ *. Herpes ?oster yang meliputi . Leukoplakial yang berambut >.8en"akup satu atau lebih keadaan ini pada de(asa%rema'a dengan in!eksi Human Immunode!i"ien"y Virus #HIV$ yang sudah dapat dipastikan tanpa keadaan dalam kategori klinis 4 dan ). @. 2ategori 2linis 4 )ontoh&"ontoh keadaan dalam kategori klinis 4 men"akup : +. In!eksi Human Immunode!i"ien"y Virus #HIV$ yang simptomatik. Idiopatik Trombositopenik . .enyakit in!lamasi pelvis. Limpanodenopati generalisata yang persisten # .!rekuen % responnya 'elek terhadap terapi 5. =..ro!aring% Vulvavaginal #peristen. . ke'adian yang bebeda % ter'adi pada lebih dari satu dermaton sara!. 9e'ala konstitusional seperti panas # 5<. +.=o ) $ atau diare lebih dari + bulan.