A.

Teorema Pythagoras
1. Pengertian Teorema Pythagoras
Siapakah Pythagoras itu? Pythagoras adalah seorang ahli matematika dan filsafat berkebangsaan Yunani yang hidup pada tahun 569 – 475 sebelum Masehi. Sebagai ahli metematika, ia mengungkapkan bahwa kuadrat panjang sisi miring suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi - sisi yang lain. Untuk membuktikan hal ini, coba kamu lakukan Kegiatan 5.1. Kegiatan 5.1 1. Sediakan kertas karton, pensil, penggaris, lem, dan gunting. 2. Buatlah empat buah segitiga yang sama dengan panjang sisi alas a = 3 cm, sisi tegak b = 4 cm, dan sisi miring c = 5 cm. Lalu guntinglah segitiga - segitiga itu. 3. Buatlah sebuah persegi dengan panjang sisi yang sama dengan sisi miring segitiga, yaitu c = 5 cm. Warnailah daerah persegi tersebut, lalu guntinglah. 4. Tempelkan persegi di karton dan atur posisi keempat segitiga sehingga sisi c segitiga berimpit dengan setiap sisi persegi dan terbentuk sebuah persegi besar dengan sisi (a + b). Lihat gambar berikut.

1

Jika kamu perhatikan dengan cermat akan diperoleh hubungan c2 = a2 + b2, dimana c adalah panjang sisi miring, a adalah panjang alas, dan b adalah tinggi. Dari hubungan tersebut dapat dikatakan bahwa kuadrat panjang sisi miring segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat sisi - sisi lainya. Inilah yang disebut teorema Pythagoras. Cara lain untuk membuktikan teorema Pythagoras adalah dengan menempatkan persegi di setiap sisi segitiga siku - siku. Coba kamu perhatikan Gambar 5.2 secara saksama. Gambar tersebut menunjukkan sebuah segitiga yang memiliki persegi pada setiap sisinya. Ukuran segitiga tersebut adalah
  

Panjang sisi miring = AC = 5 satuan. Tinggi = BC = 3 satuan. Panjang sisi alas = AB = 4 satuan.

Perhatikan bahwa luas persegi pada sisi miring sama dengan luas persegi pada sisi alas ditambah luas persegi pada tinggi segitiga. Pernyataan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut. Luas persegi pada sisi miring = luas persegi pada sisi alas + luas persegi pada tinggi. 25 = 16 + 9 (5)2 = (4)2 + (3)2 AC2 = AB2 + BC2 Sekali lagi, uraian ini membenarkan kebenaran teorema Pythagoras . Untuk lebih jelasnya, coba kamu pelajari Contoh Soal 5.1

2

bagaimana menentukan panjang sisi-sisi yang lain? seperti panjang sisi alas c atau tinggi a? Dengan menggunakan rumus umum teorema Pythagoras. penulisan teorema Pythagoras pada setiap sisi segitiga siku-siku dapat dituliskan sebagai berikut. 3 . Berdasarkan. Dari uraian tersebut. panjang sisi alas c.2. Gambar tersebut menunjukkan sebuah segitiga siku-siku ABC dengan panjang sisi miring b. kamu telah mempelajari teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku. Coba perhatikan Gambar 5. dalam segitiga siku-siku tersebut berlaku: Sekarang. diperoleh perhitungan sebagai berikut. dan tinggi a.3. Penulisan Teorema Pythagoras Pada materi sebelumnya. teorema Pythagoras.

Penggunaan Teorema Pythagoras Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. 4 . teorema Pythagoras banyak sekali digunakan dalam perhitungan bidang matematika yang lain. Berikut ini akan diuraikan penggunaan teorema Pythagoras pada segitiga dan bangun datar.3. menghitung panjang sisi-sisi segitiga. sampai perhitungan diagonal ruang pada suatu bangun ruang. menentukan diagonal pada bangun datar. Misalnya.

Penggunaan Teorema Pythagoras pada Sisi-Sisi Segitiga. Sekarang coba perhatikan dan pelajari Contoh Soal 5. kamu telah mempelajari cara menghitung panjang sisi-sisi segitiga dengan menggunakan teorema Pythagoras.3 5 .a. Pada materi sebelumnya.

6 .

7 .

teorema Pythagoras digunakan dalam perhitungan bangun datar. menghitung panjang diagonal. 8 .b.contoh soal berikut ini. Untuk lebih jelasnya. dan lain sebagainya. Penggunaan Teorema Pythagoras pada Bangun Datar Pada kondisi tertentu. Misalnya. menghitung sisi miring trapesium. perhatikan contoh .

9 .

10 .

11 . alangkah baiknya jika permasalahan tersebut dituangkan dalam bentuk gambar.masalah yang dapat dipecahkan menggunakan teorema Pythagoras.4.contoh soal berikut ini secara saksama. Untuk mempermudah perhitungan. Coba kamu perhatikan dan pelajari contoh . Penerapan Teorema Pythagoras Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali masalah .

12 .

13 .

dan garis sumbu.B. coba kamu perhatikan Gambar 5. Proyeksi Untuk memahami apa yang dimaksud dengan proyeksi. Hasil proyeksi titik P tersebut adalah P'. Garis-Garis Pada Segitiga Di kelas VII. Berdasarkan materi persamaan garis lurus yang telah kamu pelajari. a.7(a). Bagaimana panjang garis proyeksi tersebut ? Ada dua macam perhitungan yang dapat kamu lakukan. dapat diuraikan sebagai berikut. kamu akan mempelajari bagaimana menentukan dan menghitung panjang garis-garis pada segitiga.7(b) gambar tersebut menunjukan proyeksi titik P terhadap garis AB dengan posisi yang berbeda. coba kamu perhatikan Gambar 5. Pada gambar tersebut terlihat titik P diproyeksikan terhadap garis AB. garis bagi. Garis Tinggi Pada Segitiga Sebelum mempelajari perhitungan garis tinggi pada segitiga. Dari uraian ini apa yang dapat kamu ketahui? Proyeksi sebuah titik adalah pembentukan bayangan suatu titik terhadap satu bidang. garis berat. Hasil proyeksi titik P tersebut adalah titik P'. Namun. garis-garis pada segitiga yang dibahas pada bab ini dibatasi hanya garis tinggi dan garis berat. kamu harus memahami terlebih dahulu proyeksi titik atau garis pada suatu garis. Masih ingatkah kamu pengertian untuk masing-masing garis tersebut ? Pada subbab ini. Garis-garis pada segitiga tersebut adalah garis tinggi. 14 . kamu telah mengenal berbagai macam garis pada segitiga. Sekarang. dengan syarat garis hubung titik dan titik hasil proyeksinya harus tegak lurus dengan bidang tersebut. 1. Coba kamu pelajari uraian berikut. Proyeksi merupakan dasar perhitungan garis tinggi pada segitiga.

15 .

16 .

17 .

dan RS adalah garis-garis tinggi segitiga PQR. Jadi.b. garis tinggi pada segitiga adalah garis yang ditarik dari sudut segitiga dan tegak lurus terhadap sisi yang ada di hadapan sudut segitiga tersebut.10 Garis PU. Menghitung garis tinggi pada segitiga Masih ingatkah kamu apa yang dimaksud dengan garis tinggi pada segitiga ? Perhatikan segitiga sebarang PQR pada Gambar 5. Untuk lebih jelasnya coba kamu pelajari uraian berikut secara saksama. 18 . QT. Sekarang bagaimana cara menghitung garis tinggi pada suatu segitga? Ada rumus umum yang dapat kamu gunakan untuk menghitungnya.

19 .

20 .

garis berat pada segitiga pun telah kamu pelajari di kelas VII. Perhatikan bahwa AE.2.11. Untuk menghitung panjang EC. perhatikan uraian berikut. Bagaimana cara menghitung panjang garis berat pada suatu segitiga? Coba perhatikan segitiga sebarang ABC pada Gambar 5. 21 . apa yang dapat kamu ketahui tentang garis berat? Garis berat pada segitiga adalah garis yang ditarik dari sudut segitiga dan membagi dua dengan sama panjang sisi yang ada di hadapan sudut tersebut. Titik G pada segitiga ABC merupakan titik berat segitiga. dan CD merupakan garis berat segitiga ABC. Gambar tersebut menunjukkan sebuah segitiga sebarang ABC. Ingatkah kamu apa yang dimaksud dengan garis berat? Coba perhatikan Gambar 5. Garis EC merupakan garis berat sedangkan garis DC merupakan garis tinggi. Jadi. BF. Garis Berat pada Segitiga Sama halnya dengan garis tinggi.12 di samping.

22 .

23 .

24 .

25 .