tetapi juga dapat terjadi setelah imunisasi. Merupakan penyakit termediasi imun pada SSP  Sering terjadi setelah infeksi virus. ataupun infeksi bakteri atau parasit .

dengan lama waktu pemulihan 1-6 bulan .000. Angka insidensinya adalah 8 : 1.000 orang per tahunnya  Lebih sering ditemukan pada anak dan remaja dengan umur rata-rata pada 5-8 tahun  Angka mortalitasnya adalah 5%  Sembuh total pada 50-75% kasus.

 Resiko ADEM dari vaksin campak adalah 1-2:1.000. jauh lebih kecil daripada resiko dari infeksi campak yaitu 1:1000  ADEM karena infeksi campak memiliki outcome yang lebih buruk dibandingkan akibat vaksinasi campak .000.

 Virus penyebab: • Influenza virus • Enterovirus • Measles • mumps • rubella • varicella zoster • Epstein Barr virus • cytomegalovirus • herpes simplex virus • hepatitis A • coxsackievirus .

 Bakteri penyebab: • Mycoplasma pneumoniae • Borrelia burgdorferi • Leptospira dan • beta-hemolytic Streptococcus .

 Vaksin penyebab: • • • • • • • • • • • • rabies hepatitis B Pertussis Diphtheria measles mumps rubella pneumococcus varicella influenza Japanese encephalitis polio .

 Molecular mimicri • Epitop antigen dari patogen dan myelin memiliki kesamaan  mengaktifkan limfosit reaktif myelin  migrasi ke SSP dan menyerang myelin  Self-sensitization • Infeksi pada SSP menyebabkan pelepasan peptida myelin dan respon inflamasi • Peptida yang lepas terekspos ke limfosit T0  dikenali sebagai antigen  sel T tersensitisasi migrasi ke SSP dan menyerang myelin  demyelinisasi .

.

.

.

gejala yang timbul berupa: • • • • • • • • Demam Sakit kepala Mengantuk Kejang Koma Hemiparesis Paraparesis Lumpuh nervus kranial . Gejala biasa muncul 1-3 minggu setelah infeksi ataupun vaksinasi.

 Gejala inisial biasanya ringan dan semakin berat seiring berjalannya waktu. dengan waktu hingga gejala terberat adalah 4-5 hari .

metilprednisolon atau deksametason • IVIG 2g/KgBB dibagi dalam 5 hari . Pengobatan terutama bertujuan mengurangi inflamasi pada SSP • Kortikosteroid intravena dosis tinggi.

 50-70% sembuh total dalam waktu 1 sampai 6 bulan  Angka kematian 5%. lebih buruk pada pasien yang tidak responsif terhadap pengobatan steroid  30% memiliki penurunan fungsi motorik ataupun neurokognitif .