DAIRI Pers

Membangun Opini Membangun Penerbit : Sidikalang Pers Club Halaman
http://mediadairipers.blogspot.com

1

Nomor : 307 Tahun VIII Tanggal 19 - 25 Januari 2014

DPRD Resmi Daftarkan Pemakzulan Bupati Karo ke MA
Karo-Dairi Pers : Setelah melalui proses angket, DPRD Kabupaten Karo, akhirnya secara resmi mendaftarkan gugatan dugaan pelanggaran konstitusi oleh Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, ke Mahkamah Agung. Pendaftaran itu dilakukan oleh sejumlah fungsionaris Panitia Angket DPRD Karo pada Senin 13 Januari dan diterima langsung oleh Ketua Panitera Mahkamah Agung. “Iya tadi kita sudah daftarkan ke Mahkamah Agung sekitar jam 12:00 WIB. Saya juga ikut langsung. Nomor pendaftarannya saya enggak ingat, tapi tadi diterima langsung oleh pak Erianto, Ketua Panitera MA,” ujar Siti Aminah Peranginangin Selasa (14/ 1/2014). Bersambung ke Hal 7.....

Kasus Bel Sekolah Tetap Diproses
Sidikalang-Dairi Pers : Dugaan kasus bel sekolah yang bernuansa korupsi didiamkan polres Dairi ternyata tidak benar. Juper Tipikor polres Dairi Ganda Sembiring pekan silam mengakui kalau kasus tersebut tetap dilanjutkan. “Senin kami tengah mengumpulkan bukti-bukti dan sekolah-sekolah yang telah membeli bel sekolah tersebut. Tidak ada

Satu Lagi Bupati Masuk Penjara

Setahun Dana Sertifikasi Belum Dibayarkan

Jateng-Dairi Pers : Penahanan terhadap kasus tersebut didiamkan namun Bupati Rembang M Salim oleh Polda Jawa masih dalam tahap pengumpulan Tengah disambut gembira oleh sejumlah bukti bukti”, sebutnya kepada elemen masyarakat tergabung dalam LemDairi Pers Senin (13/1). baga Pemberdayaan Masyarakat (LesSeb agaimana kasus yang pem). mencoreng nama baik diknas Koordinator Lespem Bambang Wahyu Dairi tersebut diketahui kabid Widodo mengatakan, masyarakat RemDikdas Dinas Pendidikan Dairi bang bersyukur sang bupati yang korup itu Cirus Malau mengeluarkan surat telah ditahan. Dia juga menyatakan terima yang ditanda tanganinya kasihnya kepada Kapolda Jateng yang Bersambung ke Hal 7..... telah menepati janji untuk menahan M Salim. “Syukurlah akhirnya M Salim bisa ditahan,” ujar Bambang Wahyu Widodo, Senin (13/1/2014). Menurut Bambang, Bersambung ke Hal 7.....

Kadishut Dairi Akui Kurang Biaya Pengawasan Hutan
Sidikalang-Dairi pers : Sekitar Rp. 3,3 miliar dana sertifikasi guru tahun 2012 hingga berakhir tahun 2013 hingga kini belum juga dibayarkan. Penundaan pembayaran dana sertifikasi guru desember 2012 tersebut dijanjikan akan dibayarkan pada tahun 2013. Namun janji itu tidak terbukti. Januari 2014 dana yang menjadi hak guru itu belum juga terbayarkan hingga mengundang rasa khawatir dikalangan pendidik Dairi. Sejumlah guru yang telah memperoleh predikat guru lulus sertifikasi kepada Dairi Pers menyebutkan tahun 2012 mereka menerima dana sertifikasi guru per triwulan. Besarannya disesuaikan dengan gaji pokok guru. Namun pada desember 2012 mereka tidak menerima penuh selama tiga bulan namun hanya menerima dana untuk dua bulan. Dengan alasan ad min istrasi pemkab Dairi melalui dinas pendidik an Dairi berjanji ak an membayarkannya pada tahun 2013. Namun janji itu tidak juga terpenuhi. Tidak terbuktinya janji pemkab Dairi ini membuat sejumlah guru khawatir dan curiga akan nasib hak mereka yang hingga januari 2014 tidak juga ada tanda-tanda akan dibayarkan. Keuangan Dinas Pendidikan Dairi Ramses Hutauruk yang dikonfirmasi Dairi Pers akan keluhan guru tersebut Rabu (15/1) mene- benar belum dibayarkan. Dikahutan Belum Ada Hasil rangkan kalau informasi berkai- takan dana sertifikasi guru Dairi Sidikalang-Dairi Pers : Ke- dan butuh tambahan untuk tahun tan dengan keterlambatan dana yang Bersambung ke Hal 7..... pala dinas kehutanan Dairi Ir. A- 2014. sertifikasi guru desember 2012 gus Bukka senin (13/1) mengaDisebutkan dengan dana Rp. kui tahun 2013 masih banyak ak- 90 juta per tahun untuk pengatifitas pencurian kayu dari hutan wasan hutan masih kurang dan register di Dairi. Disamping diperlukan tambahan untuk mejumlah personil yang masih ku- ningkatkan pengawasan hutan di rang untuk biaya pengawasan Dairi. Dikatakan Bukka tahun hutan dianggap masih kurang 2013 Bersambung ke Hal 7.....

Usulan 52 ribu Hektar Pembebasan

Langit Sidikalang Tertutup Abu Sinabung

Harga Cabe Merah di Sidikalang Tembus Rp. 60 Ribu
Sidikalang-Dairi Pers : Dalam sepekan terakhir harga Cabe merah di pasar Sidikalang, Dairi menembus harga Rp. 60.000/ Kg. Sementara itu harga tomat juga memasuki harga tertinggi Rp.18.000/Kg. Kondisi kenaikan harga tersebut membuat konsumen mengurangi permintaan dan disisi lain konsumen beralih ke cabe rawit meski harganya juga ikut naik. Bersambung ke Hal 7.....

Yang Miring
Parulok-ulok
Dalam satu situs Humor diceritakan tiga orang duduk di bus. Saat melaju orang Amerika saat ketut katakana excuse me. Sedang Orang Inggris katakan Pardon Me. Namun orang Indonesia pasti katakan Not me. Boleh jadi ada benarnya humor itu karena memang sejumlah pejabat di negara ini tidak pernah jujur. Mencari alasan untuk pembenaran menjadi jurus yang biasa dipertontonkan. Dalam cerita orang batak dikalangan rakyat jelata sering terdengar. Molo si anu dohot ulok jumpa dohot ho di tombak, Tumagon ma pamate sianu I parjolo. Unang ulok pamate. Ala na molo parjolo ulok di pamate annon si anu I mangakku na mate I ulokna. Unjago do si anu I sian ulok. Ido asa didok goarna parulok ulok. Dua pekan silam saat ditahan KPK Anas sebut penahanan dirinya unsur politik. Sungguh bukan Anas saja yang pernah menyatakan demikian. Masih ingat M Nazarudin, Angelina Sondakh, Luthfi Hasan Ishaq, Hartati Murdaya, Djoko Susilo, Atut dan sederet nama lain. Mencari alasan pembelaan diri sehingga seakan-akan dia dikorbankan. Dia mengaku jujur dan korban rekayasa. Ibarat orang yang terseret arus sungai deras semua berusaha diraih agar selamat. Ilmu ulok selalu muncul saat keadaan terjepit. Sejuta alasan bisa dikarang sehingga terkesan tidak bersalah. Tuduhan yang disangkakan seakan-akan tidak benar. Itulah kelebihan orang orang besar di negeri ini. Dikalangan politisi lokal misalnya sering kalau sudah ketahuan bohongnnya berlindung dibalik alasan perintah DPP.Semasa caleg katakan demi rakyat sesudah duduk demi anak istri. Hanya sedikit yang tulus sesuai ucapan dengan perbuatan. Jenis ini disebut politisi parulok ulok. Mantan ketua MK Mahfud MD melihat tingkah Anas urba Ningrum berkomentar ringan dalam twitternya “ setiap politisi yang ditangkap KPK selalu katakan politisasi. Belum ada politisi jujur mengakui kekhilafannya telah melakukan korupsi”. Dalam budaya jepang pejabat yang merasa gagal dalam janji kampanyenya. Atau terjadi kerusakan semasa pemerintahannya pasti memilih mengakui. Jantan memilih mundur. Di indonesia baru satu orang pemimpin Dicky Candra wakil bupati Garut yang jantan meminta mundur saat mengetahui bupatinya Aceng Fikri tidak becus. Kebanyakan mulai dari diteriaki rakyat tidak perduli, Di kritisi Dewan cuek. Ditangkap aparat berusaha menyogok agar kasus tidak lanjut. Kalau lanjut disidangkan tetap juga berusaha menyuap jaksa dan hakim. Diperlihatkan alat bukti-buktipun tetap tidak mengaku. Demikianlah mental umum sebahagian besar pejabat dinegeri ini. Sangat suka mengucapkan not me padahal pelaku pencemaran udara jelas-jelas dirinya. Sedangkan sudah ada barang bukti masih berbohong apa lagi angin. Kecil lah… Parulok-ulok masih mendominasi dunia kekuasaan di negeri ini. Maka jika Negara ini terus tertinggal. Tidak dihargai Negara tetangga adalah hal yang wajar. Dikala orang bicara mendarat di bulan negeri ini masih bicara padang bulan. Ketika Negara maju bicara S1, S 2, S 3 negeri ini masih bicara es digger, es teller dan es mambo. Maka dengan kondisi yang ada seperti sekarang wajar juga kita memikirkan bagaimana cara agar bisa menjadi parulok-ulok. Karena jika memilih tetap benar maka akan tersisih. Pandai berbohong. Cari alasan hingga menjadi bencong tidak mengakui kekhilafan sepertinya jauh lebih menguntungkan dan memang lagi musimnya. Maka orang yang bertahan dalam situasi ini adalah tetap menjadi parulok-ulok. (Chief Of Editor)

2013 DAK Dairi Rp. 61 M Alokasi Tertinggi Pendidikan Rp. 21 M
Sidikalang-Dairi Pers : Tahun anggaran 2013 pemkab Dairi menerima anggaran DAK sebesar Rp. 61. 125.590.000 yang dialokasikan ke sejumlah proyek dan infrastruk di Dairi. Dari dana DAK tersebut dialokasikan ke 14 bidang. Namun bidang terbesar yang dialokasikan yakni bidang pendidikan sebesar Rp. 21 Miliar berupa rehab dan pembangunan baru gedung sekolah dan perpustakaan . Daai data Perda No. 4 tahun 2013 tentang alokasi anggaran belanja Dairi diuraikan dari Rp. 61 M DAK tahun 2013 sebanyak Rp. 21 M untuk alokasi bidang pendidikan yakni tingkat SD sebanyak Rp. 10 M,
Bersambung ke Hal 7.....

Sidikalang-Dairi Pers: Abu vulkanik dari erupsi Sinabung mulai menebal di kota Sidikalang. Meski jarak pandang akibat debu vulkanik tersebut ma-

sih dalam batas normal namun warga Dairi mulai merasakan gangguan ISPA dan batuk-batuk. Sejak selasa (14/1) di kota Sidikalang debu vulkanik Sina-

bung mulai tinggi yang membuat sejumlah atap rumah memutih dan tanaman masyarakat memutih akibat abu menempel.
Bersambung ke Hal 7.....

SBY Akan ke Sinabung Pekan ini
Jakarta-Dairi Pers : Selama dua bulan terakhir, Gunung Sinabung terus mengeluarkan letusannya dan memuntahkan awan panas. Kondisi ini membuat puluhan ribu warga lereng gunung terpaksa mengungsi dan kehilangan mata pencariannya. Tak hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluhkan kurang aktifnya pemerintah daerah dalam menangani pengungsi. Sementara, bantuan dari pemerintah yang diorganisir badan tersebut terus berdatangan. Untuk memastikan bantuan yang dikirimkan diterima para pengungsi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berencana akan mengunjungi posko pengungsian letusan Gunung Sinabung di Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara. “Minggu depan, Insya Allah saya akan berkunjung kembali ke Kabanjahe, untuk pastikan penanganan Sinabung dan pengungsi berjalan baik. *SBY*,” tulis @SBYudhoyono, Senin (13/1). SBY pun memastikan, pemerintah pusat dan daerah
Bersambung ke Hal 7.....

Doyan Serobot Hak Tim

Oknum PPTK Dinas PU Dairi Diduga Warisi Gen Korupsi
Sidikalang-Dairi Pers : Entah apa yang bermain di otak dan pikiran oknum Ir. MBT salah seorang oknum PPTK di dinas PU Bina Marga Dairi hingga menjadi bulan-bulanan sejumlah staf dinas pemkab Dairi. Kembali Rabu (15/1) oknum yang tengah naik daun itu terlibat adu mulut dengan sejumlah staf dinas pendidikan Dairi karena diduga MB serobot hak mereka sebagai tim dalam pengadaan barang dan jasa. Sebelumnya sejumlah staf di dinas PU Bina Marga Dairi telah mengeluhkan sikap dan tingkah oknum PPTK yang satu ini karena disebut doyan “makan” hak orang lain dalam pembayaran honor maupun insentif tim dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa . Data yang dihimpun Dairi pers dari sejumlah staf yang meminta namanya tidak etis dicantumkan itu menyebutkan kalau oknum Ir. MBT kerap mendiamkan hak yang harusnya mereka terima seperti jasa tim. Padahal hak tersebut resmi dialokasikan dalam APBD sebagai honor anggota tim. Bukan itu saja tingkah oknum Ir. MBT terlihat sangat rakus dan lumayan munafik dalam menyerobot hak orang lain. “ kadang saya bingung apa hutang beliau banyak hingga yang menjadi hak orang juga di tilapnya”sebut salah seoarang staf dinas pendidikan Dairi dengan geleng kepala Rabu (15/1). Data yang diperoleh Dairi pers dari sejumlah keluhan staf di jajaran pemkab Dairi tingkah oknum PPTK Ir. MBT ini sangat kikir namun rakus terhadap hak orang lain. Sejumlah honor yang harusnya menjadi hak staf sering
Bersambung ke Hal 7.....

Sukses Tani
Menanam Semangka
Buah dengan kandungan air yang melimpah, salah satunya, adalah semangka. Bentuk alamiahnya umumnya bulat atau lojong. Kulit buahnya sedikit tebal dengan motof jalur kayaknya motif batik parang yang unik. Buah semangka ini banyak digemari sebab rasanya memang manis dan kandungan airnya yang banyak mampu mengusir dahaga seketika. Di Indonesia, bukan hal yang sulit untuk mendapatkan buah semangka ini. Memang ia berasal dari dataran tandus Afrika, namun berkat kepopulerannya, kini semangka dikenal luas di berbagai Negara mulai dari Cina, Jepang, India hingga Indonesia. Adapun sentra budidaya semangka di Indonesia ada di di Malang, Banyuwangi, Indramayu, Karawang, Lampung dan masih banyak lagi lainnya. Pada Bersambung ke Hal 7.....

Menang Belum Tentu Terkuat Terkuat Mereka Yang Bangkit Dari Jatuh

Bayarlah Rekening Air Tepat Pada Waktunya. PDAM TIRTA NCIHO SIDIKALANG-DAIRI Sebelum Tanggal 20 Setiap Bulannya

Dairi Pers
Membangun Membangun Opini Opini Membangun Membangun

Edisi 307 Tanggal 19 - 25 Januari 2014
Membangun Opini Membangun

Halaman :
Tujuh Kabupaten/Kota Korupsi Alkes Rp 60 M

2

Pemimpin Umum Hendrik Situmeang Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab Hendrik Situmeang Wakil Pemp. Umum/Wapemred/Wapenjab Lameh Tarigan Redaktur H. Si tumeang, Lameh Tarigan, Esron Kaloko, B erman Situmorang, Obah Manik, DR (HC) Abdul Angkat, SH, Rudi Sinaga, Rahmad S. Sekretaris Redaksi Marta Diana Silalahi Bendahara Redaksi Nurlaila Purba

Dairi Terima Rp. 5 M Tiga Orang Telah Diperiksa
Medan-Dairi Pers : Kasus dugaan korupsi alkes yang kini tengah ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) angkanya mencapai Rp. 60 miliar lebih. Informasi dihimpun koran menyebutkan, kasus dugaan korupsi alkes yang ditangani Kejatisu masih dalam tahap penyelidikan. Hal ini senada dengan penjelasan Kepala Seksi Penyidik (Kasidik) Kejati Sumut LM Nursim, beberapa waktu lalu, menyebutkan, kasus yang ditanganinya itu masih dalam tahap penyelidikan. Meski masih tahap penyidikan, Nursim membeberkan tujuh  kabupaten/kota yang menerima kucuran dana dari Kementrian Kesehatan yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja NegaraPerubahan tahun 2012 dengan total anggaran Rp116 miliar. “Di antaranya Kabupaten Gunung Sitoli, Nias Utara, Mandailing Natal (Madina), Serdang bedagai (Sergai), Dairi, Tanjungbalai, dan Samosir,” ujar Nursim. Untuk masing-masing kabupaten, dana Alkes yang diduga mark-up itu berbeda-beda alokasinya. Misalnya, Gunung Sitoli memperoleh bantuan Rp.10 miliar yang diperuntukkan di Dinas Kesehatannya, begitu juga Nias Utara, serta Kabupaten Samosir masing-masing memperoleh Rp3 miliar dan Rp10 miliar. “Sementara untuk Madina, dana yang diberikan Kementrian Kesehatan dengan angka tertinggi, yakni Rp17 miliar. Sedangkan untuk Sergai, Dairi, Tanjungbalai, dan Samosir mendapatkan masing-masing Rp5 miliar,” ujar mantan Kasi Intel Kejari Kejari Sulawesi Tenggara itu. Disinggung soal pemeriksaan nama pejabat di instansi terkait, Nursim hanya membeberkan pihaknya sudah memeriksa sejumlah petinggi di masingmasing kabupaten/kota. Misalnya, untuk Kabupaten Samosir, sudah diperiksa lima orang, Dairi tiga orang, Madina satu orang, serta Gunung Sitoli satu orang. “Kabupaten Sergai kita sudah panggil pimpinan rumah sakit daerahnya, namun belum hadir. Sedangkan untuk Nias Utara dananya belum sempat dicairkan,” ungkap dia. Terungkapnya kasus itu sendiri ungkap Nursim, bermula dari laporan masyarakat kepada penyidik Kejati Sumut. “Dari laporan itulah kita dalami. Penyelidikannya mulai November 2013,” pungkasnya. (Rel/ R.07) legislative pro pemerintah dan bukan pro rakyat. Jadi sesungguhnya tidak ada gunanya lembaga legislative kepada rakyat. Dewan yang pro rakyat dengan jumlah minoritas biasanya hanya akan menjadi alat dewan lain untuk menaikkan posisi tawar untuk pelulusan kebijakan eksekutif. Maka sesungguhnya sangat sedikit dewan yang ingin pro rakyat. Kebanyakan tergantung situasi dan membaca situasi. Jika memang harus menjual rakyat ketika itu keputusan mayoritas maka itulah Tupoksi dewan. (Penulis adalah pemred Dairi Pers)

TAJUK RENCANA Jangan Lupakan Sinabung
Sudah lebih dari empat bulan warga Tanah Karo, Sumatra Utara, diimpit penderitaan akibat amuk Gunung Sinabung. Namun, selama itu pula mereka seperti sendirian merasakan nestapa tanpa sentuhan empati dari para pemimpin negeri. Sejak meletus pada awal September 2013, Sinabung telah memaksa ribuan warga meninggalkan ru mah menu ju pengungsian. Sawah dan kebun yang selama ini menjadi sandaran hidup, mereka tinggalkan. Arus pengungsi bukannya surut, melainkan kian hari kian bertambah karena Gunung Sinabung tidak henti meluapkan erupsi. Kini tak kurang dari 7.925 kepala keluarga atau 25.605 jiwa harus menjalani hidup di tempat-tempat penampungan. Perkampungan di sekitar Sinabung ibarat kota mati yang ditinggal penghuninya. Semakin banyak pengungsi semakin sulit pula kehidupan mereka di pengungsian. Tempat-tempat penampungan semakin tak nyaman untuk sekadar merebahkan badan. Di Jambur Berastagi, misalnya, satu tikar di posko pengungsian rata-rata ditempati tujuh kepala keluarga. Bahkan, satu ruang kelas bekas Universitas Karo diisi 60 sampai 130 KK. Pengungsian bak tempat penantian menjemput ajal. Serangan berbagai jenis penyakit plus stres berkepanjangan telah merenggut nyawa 14 pengungsi. Informasi terbaru bahkan menyebutkan 19 orang meninggal. Kita prihatin, amat prihatin, menyaksikan kisah pilu yang dilakoni masyarakat Karo. Namun, kita lebih prihatin, lebih sedih, karena di tengah nestapa yang terus mendera, para pemimpin negara tetap saja minim kepedulian. Benar bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus membantu para pengungsi. Akan tetapi, semua upaya itu masih jauh dari cukup. Yang terjadi justru berbanding terbalik. Bupati Tanah Karo Kena Ukur Karo Jambi Surbakti jarang meninjau langsung posko-posko pengungsian. Ia masih lebih suka bekerja di belakang meja sembari menunggu laporan dari lapangan. Begitu juga pemerintah pusat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum pernah datang menengok rakyatnya yang menggantungkan hidup di tempat pengungsian. Ia baru berencana bertandang ke Tanah Karo, minggu depan. Berbeda ketika ia cepat bereaksi dengan memutuskan berkantor selama beberapa hari di Yogyakarta kala Gunung Merapi meletus pada 2006 dan 2010. Adakah itu sebuah perbedaan perlakuan terhadap bencana di Jawa dan luar Jawa? Rakyat Tanah Karo korban bencana Sinabung ialah bagian dari keluarga besar Indonesia yang tak semestinya diperlakukan berbeda. Ketika mereka menderita, sewajibnya negara mencurahkan perhatian dan kepedulian yang sama dengan anak bangsa lainnya. Tidak sepatutnya negara menebarkan pilih kasih yang bisa memantik kecemburuan. Tidak sepantasnya negara menyemai bibit keluhan daerah yang merasa dianaktirikan Presiden. Tidak ada satu pun manusia di kolong langit yang kuasa mencegah Sinabung meletus. Namun, jika punya kemauan, Presiden bisa meringankan rakyatnya dengan curahan perhatian dan kepedulian. Jangan lupakan bencana Sinabung, Bung!

Pesta (Menjual) Rakyat
Oleh : Hendrik Situmeang Jika secara umum motivasi Genderang tabuh persaingan untuk memperebutkan kursi dewan telah berbunyi nyaring. Waktu semakin mepet namun caleg adalah demikian maka kepastian potensi pemilih tidak juga jelas. Hampir semua caleg dapat dipastikan gedung deyang mendekati masyarakat disambut welcome. Tidak ada alat wan akan selalu dimenangkan ukur yang menjadi jaminan konstituen bakal menjatuhkan pilihan. Semua terjadi karena banyaknya calon yang muncul. Disisi lain penilaian rakyat secara umum orang menjadi dewan masih sebatas lowongan kerja bagi pengangguran maka caleg di mata rakyat adalah lahan empuk untuk melepaskan uang rokok dan menikmati uang caleg sekali dalam lima tahun. Kesamaan visi rakyat dan Caleg untuk perbaikan ke depan tidak pernah dibahas. Yang menjadi inti hanya satu bagaimana agar caleg menang. Hasil investigasi penulis melirik personil caleg yang dimajukan partai dimulai dari memilih kader partai yang bersedia namanya dicantumkan dalam daftar caleg. Beberapa nama caleg justru dimajukan hanya untuk memenuhi quota. Sama halnya dengan quota caleg perempuan kebanyakan dimajukan hanya karena tuntutan peraturan sedang potensi dan kemampanan dalam hingar bingar persaingan tidak mampu. Untuk Dairi selintas terlihat beberapa partai hanya sebatas penggembira saja. Sekedar meramaikan dan berangan-angan dengan perkalian matematika dapat menduduki satu kursi partai tanpa kemampuan financial caleg yang dimajukan. Beberapa caleg yang bersedia namanya dicantumkan hanya sekedar menghargai ketua partai meski sebenarnya, menyadari sama sekali tidak mampu dalam persaingan untuk merebut kursi . Namun disisi lain sejumlah caleg merupakan nama-nama besar yang sepak terjangnya dalam politik lokal sudah teruji. Bagi caleg yang mapan biasanya keberadaan caleg lain hanya dijadikan penggembira yang pada hakekatnya hanya sebagai “pembantu” pengumpul suara . Penulis melihat ada tiga unsur yang harus dimiliki seorang caleg agar berhak bermimpi menjadi dewan. Tiga unsur tersebut yakni uang, Strategi dan personil. Ketiga unsur harus tampil bareng dan tidak boleh salah satunya lemah. Lantas sudahkah sebagai caleg mempunyai ketiga unsur tersebut?. Tidak dapat dipungkiri masih banyak vigur yang maju sebagai caleg hanya mempunyai satu unsur yakni personil. Itupun karena faktor keluarga. Sementara financial jauh dibawah kewajaran. Bahkan berkaitan strategi hanya mengikut-ikut strategi caleg lain. Lantas apa sesungguhnya tupoksi dan khakikat menjadi seorang dewan? Jika mau jujur sesungguhnya mayoritas manusia ingin punya pekerjaan enak, disegani. Tidak perlu peras keringat tapi penghasilan lumayan. Pola pikir caleg masih sangat sederhana korbankan 200 s/d 300 juta ke rakyat maka akan berhak menyandang status terhormat di kursi dewan. Berkaitan tugas dan tanggung jawab kepada kesejahteraan rakyat setelah duduk sepertinya belum menjadi pikiran. Hampir semua Caleg menyebar senyum, Ramah, tidak mudah tersinggung dan royal jelang pemilu. Intensitas melakukan kegiatan agama semakin tinggi dan semakin ramah dalam kegiatan sosial dan budaya. Itu hal yang umum terjadi. Dalam meraup simpati pemilih. Dalam kampanye selalu menyebutkan demi rakyat dan kesejahteraan rakyat. Berbuat untuk rakyat dan mati matian untuk rakyat . Padahal saat duduk hal yang terjadi demi kesejahteraan pribadi dan keluarga. Tidak banyak caleg yang memahami apa sesungguhnya fungsi dewan. Dewan sebagai alat kontrol pemerintah dan cantolan rakyat dalam curhat justru saat menjabat menjadikan jabatan sebagai arena menjual rakyat. Meski sulit dibuktikan namun dapat dirasakan ketika caleg yang dipilih telah dilantik maka banyak diantaranya momen pelantikan itu sebagai saat yang tepat memikirkan kekayaan pribadi . Maka bukan hal baru lagi terjadi sebelum R APBD ditetapkan legislative dan eksekutif sering terjadi tawar menawar kedua lembaga itu agar anggaran diluluskan.Bagi fraksi yang lumayan besar ini menjadi kesempatan memuaskan kepentingan. Tidak jarang terlihat saat sidang tegas melakukan kritisi dan kontrol anggaran. Kritisi dengan sebutan anggaran tidak pro rakyat dan tidak bersedia meluluskan anggaran yang diajukan eksekutif. Namun tingkah sering menjadi aneh tiba-tiba menyetujui anggaran. Tentunya tidak ada yang tahu apa yang terjadi malam hari ketika dewan dan eksekutif sudah kembali ke rumah masing-masing. Penulis melihat menjadi seorang dewan yang sanggup bertahan adalah caleg yang mempunyai pribadi-pribadi ganda. Sekritis apa juga vigurnya sebelum menjabat namun ketika duduk di dewan harus mengikuti irama mayoritas. Jangan pernah berpikir moral , kepatutan, aturan dan terutama tentang kepentingan rakyat ketika masih berharap fasilitas plisiran gratis dari APBD dengan sebutan halus studi banding. Jangan pernah berharap anak dan kerabat menjadi PNS ketika seorang dewan menjalan Tupoksi sebenarnya . Dan jangan coba menggunakan mobil kredit yang mewah (ukuran Dairi) jika masih mau menegakkan aturan dan menjalankan tupoksi sebagai lembaga kontrol. Maka ketika belum sanggup menggunakan sepeda motor ke gedung dewan maka lebih baik memilih menjadi mitra eksekutif saja. Begitu dilantik langsung menyerah sampaikan bagaimana agar proyek dan anggaran dapat dinikmati dengan nyaman. Tentu untuk bisa sampai di kuris dewan usahakan membohongi rakyat mengatakan akan siap menjadi pahlawan rakyat. Berjuang dan tegas agar anggaran harus pro rakyat. Dengan menyiram sedikit uang maka mudah-mudahan rakyat akan tertipu. Pengalaman penulis secara umum vigur caleg yang pas-pasan namun bergaya hidup mewah biasanya saat caleg akan terlihat mati-matian membela rakyat. Menjadikan rakyat bagai Tuhan dan sanggup mengurusi semua urusan tetek bengek rakyat. Namun ketika duduk cenderung mengkredit mobil, memasukkan anak dan kerabat menjadi PNS dan untuk memakmurkan lagi menjadi calo proyek atau rekanan pemborong terselubung. Mereka yang demikian dijuluki Dewan Plat Merah. Penulis menyimpulkan sesungguhnya banyak caleg yang hanya menjadi korban politik dari caleg-caleg mapan. Instropeksi dan kemampuan mengukur diri atas kriteria untuk menjadi dewan yakni uang, strategi dan personil sama sekali tidak dimiliki. Disisi lain penulis melihat menjadi caleg hanya coba-coba mengharap mukzizat. Serta ingin menaikkan status pernah menjadi Caleg. Disamping itu sangat sedikit orang menjadi dewan karena ingin tulus untuk rakyat dan siap menjadi “Babu rakyat”. Faktor kemiskinan berpadu dengan mental korupsi akan menyeret seorang dewan terjun bebas menjadi penjual Rakyat (dewan Plat Merah)

Jalan Sidiangkat Batu Kapur Rusak

Hubungi Kami
KANTOR PUSAT PENERBIT

Jalan Sudirman No. 86 SidikalangKab. Dairi, Sumatera Utara

HP : 081397999140

Yayasan Sidikalang Pers Club (SPC) Akte Notaris : No. 13 / 2006 No. Registrasi: 07 / BKB / 2006 Dicetak oleh : CV. Grafika Sumatera Medan

Alamat Redaksi / Tata Usaha : Jln. Sudirman No. 86 Sidikalang - Dairi Email : dairi.pers@gmail.com Akses berita-berita Dairi Pers di internet melalui situs http://mediadairipers.blogspot.com TARIF IKLAN : Rp 3.500 / mm / Kolom (Sosial) Rp 4.000 / mm / Kolom (Komersial)
WARTAWAN DAERAH * Rahmad P Situmeang * Lameh Tarigan * Erikson Purba * K Thomson Sianturi * Diman Lumban Batu * Binsar Sinaga * Tupang Sianturi * Bodrek. Munthe * Berman Situmorang * Maruba Nainggolan * Saut Sihombing * Obah Manik * Bisner Sihite * Ramadhan Situmeang * Maruba Lumban Gaol * Mansari Harahap : Sidikalang : Koord: Tanah Pinem/ G. Sitember : Silima Pungga-pungga : Tigalingga : Siempat Nempu Hulu : Siempat Nempu Hilir : Siempat Nempu : Pakpak Bharat : Sidikalang : Sumbul : Kartunis : Sidikalang : Gunung Sitember : Sidikalang : Dairi : Sidikalang

Sidikalang-Dairi Pers : Bahu jalan yang menghubungkan Sidiangkat-Batu kapur hingga Kuta Gambir Sidikalang rusak dan sangat, mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Hampir seluruh bahu jalan yang menghubungkan jalur itu telah rusak. Jalan yang termasuk dalam lingkar luar Sidikalang tersebut kini sulit dilalui roda empat. Pantauan Dairi Pers Rabu (15/1) bahu jalan terkelupas hampir sepanjang jalan. Musim kemarau membuat jalan penuh debu sedang pada musim hujan justru air menggenang. Sementara ruas jalan memasuki obyek wisata batu kapur bahu jalan tertutup rumput tanpa perawatan. Saidi angkat warga setempat menyebutkan kondisi itu telah berlangsung lebih dari dua

tahun yang membuat mobil pengangkutan umum enggan memasuki jalur tersebut. Menyinggung kendaraan yang beroperasi disebutkan masih ada namun pada pagi hari bisanya untuk mengangkut anak sekolah. Angkat mengakui meski sepanjang jalan merupakan daerah permukiman penduduk namun jalan tersebut belum menjadi jalan utama hanya semacam jalan alternative untuk lintasan yang dapat langsung masuk ke kota Sidikalang. “ Dari dulu jalan ini tidak terlalu menjadi pilihan pengendara namun karena banyaknya rumah dan lahan pertanian juga diharapkannya pemkab Dairi memberikan perhatian untuk merenovasi jalan tersebut. Bagaimana juga kita warga Indonesia. Kita bayar pajak dan tentu kita butuh kenyamanan, sebut angkat singkat (R.07)

Kasat Intelkam Dairi Dijabat AKP Rohot Nainggolan
Sidikalang Dairi Pers : AKP Rohot Nainggolan diangkat menjadi kepala satuan intelkam Polres Dairi. Rohot Nainggolan bukan wajah baru di Dairi namun sebelumnya pernah bertugas di jajaran polres Dairi. Serah terima jabatan dilakukan pecan silam oleh kapolres Dairi AKBP Donny Damanik. AKP Rohot Nainggolan menggantikan AKP Tarigan yang selanjutnya akan bertugas Dit Intelkam Pola Sumut, sementara AKP Nainggolan sebelumnya bertugas di Polda Sumut.   Kapolres mengatakan alih tugas dan jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa dan akan terus berlanjut dalam rangka memelihara serta meningkatkan kinerja roda organisasi. Kapolres meminta pejabat baru diminta segera menyesuaikan diri dan menguasai situasi kondisi serta perkembangan yang terjadi. Tugas dan tanggung jawab Kasat Intelkam strategis karena selain membantu Kapolres juga mempersiapkan personel untuk pelaksanaan tugas bagi kelancaran organisasi, ditambah lagi menjadi andalan utama dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif.  Vigur AKP Rohot Nainggolan bukan wajah baru di polres Dairi. Sebelumnya pernah bertugas dibeberapa satuan di polres Dairi. Rohot sudah berbaur dan mengenal karakteristik masyarakat Dairi. (RMS)

DAPATKAN DAIRI PERS DI PENYALUR
* TOKO TANJUNG Jl. Singamangaraja Sidikalang * TOKO ANEKA RAGAM Jl. Singamangaraja Sidikalang * SITOMPUL Jl. Singamangaraja Sidikalang

Dairi Pers Edisi 307
Membangun Opini Membangun

Tanggal 19 - 25 Januari 2014
Membangun Opini Membangun

Halaman :

3

Korban Infotainment
Maraknya infotaintment ttg perselingkuhan dan banyaknya pemakaian istilah selingkuhan dewasa ini ternyata menarik perhatian seorang nenek. Dia bertan ya sama cu cu nya : "Cucu....apa seb en er nya selingkuhan itu? " Tak ingin si Nenek memikirkan hal yang tid ak -tid ak , Sang cucu menjawab : "Oh....selingkuhan itu penyakit mencret2 atau diare Nek". .Maka mengertilah nenek sek aran g kalau KD sed ang punya selingkuhan berarti KD sedang punya penyakit diare. Suatu pagi si nenek terduduk lemas di dep an rumah dan kebetulan Pak RT lewat serta merasa iba. Pak RT bertanya pada Sang Nenek : "Nek...kok sepertinya kecapekan dan gak bertenaga gitu?" Jawab si Nenek : "Iya Pak RT....dari sore sampai pagi dihajar selingkuhan sampe lemes....belum sempat naikin celana ...eh si selingkuhan dah hajar lagi.....siapa yg gak lemes Pak RT......"

2013, Polres Dairi Tangani 494 Kasus
Sidikalang-Dairi Pers : Kapolres Dairi AKBP Donny Damanik menyebutkan sepanjang tahun 2013 sebanyak 246 berkas perkara yang ditangani polres Dairi sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidikalang dan sisanya masih dalam proses penyidikan Sepanjang tahun 2013 Polres Dairi menangani total sejumlah 494 tindak pidana. Dikatakan kapolres sepanjang tahun 2013 kasus-kasus yang ditangani itu antara lain pencurian kenderaan bermotor (curanmor), penipuan, penganiayaan, perjudian, tindak pidana asusila, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sementara kasus yang menonjol di Dairi yakni kasus curanmor yang jumlahnya terus meningkat. Donny Damanik menyebutkan Adapun kasus tindak pidana korupsi yang diproses hanya satu perkara yakni kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan bel sekolah di Dairi dengan anggaran Rp 7,5 juta diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Polisi sudah memeriksa CM, seorang kepala bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, terkait kasus ini. Khusus soal kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas), sepanjang 2013 tercatat terdapat 72 kasus yang mengakibatkan 37 orang korban meninggal, 47 korban luka berat, 69 luka ringan. Faktor penyebab tingginya angka lakalantas antara lain karena pengendara sudah dipengaruhi minuman keras ataupun tuak saat mengendarai kenderaan. Kapolres berharap tahun 2014 jumlah kasus akan berkurang khususnya berkiatan dengan kecelakaan lalulintas. Untuk itu diharapkan masyarakat pengguna jalan memenuhi aturan dan rambu lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan. (R.07)

Kisah Inspiratif & Motivasi Rela Makan Nasi + Garam Demi Anak Sarjana
Nana Muhana (76), warga Kampung Sumur Wangi, RT 02/ 09, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, ini hanya mengandalkan penghasilannya sebagai buruh serabutan untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga menyandang gelar sarjana. Tak jarang, wanita berdarah Pariangan ini harus menikmati nasi dan garam agar buah hatinya itu dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jatuh bangun Nana Muhana dan suaminya, Ustadi (alm), mengh idupi keluarganya. Untuk makan sehari-har i dan menyekolahkan anak, ia hanya mengandalkan dua penghasilan yang tak jelas dari penghasilan bercocok tanam di lahan orang dan saat sore hari menjadi guru ngaji. Dari pagi hingga siang hari, Nana membantu suaminya bercocok tanam di lahan seluas 300 meter persegi. Lahan itu benar-benar dimanfaatkan seoptimal mungkin. Dirinya menanam padi, pepaya, ubi dan singkong. Itu pun keuntungan hasil penjualan harus dibagi kepada si pemilik lahan. Sementara pada sore hari, Nana mencari penghasilan lain dengan mengajarkan mengaji ibu dan anak di sekitar rumahnya. Meskipun begitu, Nana tak pernah mengeluh atau pun putusasa. Jusru, ia malah semakin tegar menghadapi cobaan Tuhan yang diberikan kepadanya. Nana pun terpukul etika harus menghidupi buah hatinya itu seorang diri. Pasalnya, suaminya, Ustadi, meninggal dunia, dengan meninggalkan satu anak perempuan bernama Badriah. Tak hanya guncangan jiwa yang dialami wanita ini, kondisi ekonominya pun semakin gonjang-ganjing. Meskip un begitu, senyum wan ita ini tetap terlih at mengembang, seolah tak ada beban dan terus mensyukuri nikmat sang pencipta yang diberikan kepadanya. Selang beberapa tahun, Nana menemukan belahan jiwanya. Kondisi ekonomi Nana mulai terbantu dengan kehadiran Muslim (77) sebagai teman hidupnya. Namun, Nana tetap masih menekuni pekerjaan yang sama. Begitu pula dengan suaminya. Muslim bekerja sebagai buruh tani, serupa dengan suami pertamanya. Dari perkawinannya dengan Muslim, Nana dikaruniai tujuh anak, terdiri atas empat laki-laki dan tiga perempuan, yakni Mashut, Elwani, Sopiah, Doni, Istikhori, Ali Mustofa, dan Tasyiah. Sepasang suami istri ini harus menghidupi delapan anak di sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Namun, keluarga miskin ini tetap bertahan menantang kerasnya dunia dengan terpaksa memeras keringat dan banting tulang di ladang orang. Tak jarang, Nana dan Muslim harus makan dengan nasi dengan lauk garam agar dapat menyisihkan penghasilannya untuk biaya sekolah anak. Bahkan, dirinya rela makan satu hari sekali agar bisa tetap menabung untuk membiayai sekolah si buah hati “Nasi garam menjadi hal yang biasa untuk dinikmati saya dan suami. Kami terpaksa melakukan itu agar anak saya tak menjadi generasi yang putus sekolah, seperti saya,” ucap Nana Muhana saat ditemui Radar Bogor (Grup JPNN) di rumahnya, kemarin. Menurutnya, warisan yang berarti bagi si buah hati adalah ilmu pengetahuan. Sebab, dengan ilmu, seseorang akan jauh dari garis kemiskinan dan dapat bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya. “Saya tidak ingin anak saya harus putus sekolah seperti saya. Sebab, bagaimanapun penerus saya harus lebih baik daripada keadaan saya saat ini,” ucapnya sambil sesekali meneteskan air mata. Kini kedelapan anaknya itu kondisinya lebih baik daripada kondisi ibunya di masa lalu. Badriah anak pertamanya lulusan S1 UIKA dan kini menjadi guru SD di Budi Agung. Sementara anak keduanya, Mashut menyandang gelar Sarjana Pendidikan di UIKA dan kini menjadi ketua di sebuah yayasan swasta. Kemudian, Elwani lulusan SMA dan kini bekerja di sebuah posyandu. Selanjutnya, Sopiah lulusan Diploma 3 di Universitas Pakuan (Unpak) dan menjadi guru tsanawiyah. Sementara Doni menyandang gelar sarjana jebolan Universitas Islam Negeri (UIN). Kemudian Tasyiah sampai jenjang Madrasah Aliyah (MA) dan kini bekerja menjadi guru di sebuah sekolah. Selanjutnya yang terakhir Istikhori kuliah sampai S2. Nana dan Muslim kini tersenyum lebar. Perjuangannya menghidupi kedelapan anaknya membuahkan hasil. Hal ini terlihat dengan kondisi buah hatinya yang jauh lebih baik dibandingkan kondisi ekonomi Nana beberapa tahun lalu. Bahkan, kemajuan anaknya itu membawa berkah bagi dirinya dan suami. Ekonomi kedua orang tua ini jauh lebih baik dari beberapa tahun silam. Kini ia masih menekuni aktivitas keagamaannya sebagai guru ngaji. Bahkan, Nana aktif di dalam sebuah Majelis Taklim (MT) Nurul Huda. Terkadang wanita yang sudah mulai bungkuk ini kerap kali menyempatkan diri ke pondok pesantren milik anaknya yang bernama Darul Mutaqin. Tak jarang, sesekali ia mengh abiskan waktu dengan bercengkrama bersama cucunya, saat cucunya itu meluangkan waktu datang ke rumahnya yang penuh dengan kesederhanaan.

Humor DP

Ketika Tuhan menciptakan Indonesia ..
Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan-Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engakau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang. Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang. Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapibanyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar. Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O,itu," kata Tuhan, "itu Indonesia". Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah, suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni." Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok I nd on esia b aik- baik semua. Lalu d iman a letak keseimbangannya?" Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, 'till you see the idiots I put in the government."=)) =))

Sejumlah Gang Kebakaran di Sidikalang Dimanfaatkan warga
Sidikalang-Dairi Pers : Pembentukan gang kebakaran di wilayah perkotaan Sidikalang masa pemerintahan Bupati Poltak Panggabean kini sudah dimanfaatkan warga. Beberapa gagang kebakaran tertup sehingga dikhawatirkan jika terjadi bencana kebakaran akan menyulitkan damkar memasuki lokasi bencana. Namun demikian hingga kini pemkab Dairi masih menutup mata tidak menertibkan penyerobotan warga tersebut. Pantauan Dairi Pers Beberapa gang kebakaran yang sudah ditutup itu antara lain di kawasan Jalan Sisingamangaraja depan Hotel Dairi, gang kebakaran di sebelah rumah bermarga Gurning yang tadinya menghubungkan Jalan Pakpak dengan Jalan Merdeka, gang kebakaran di sebelah sebuah toko yang tadinya menghubungkan Jalan Pakpak dengan Jalan Batu Kapur Sidikalang. Salah seorang warga Sidikalang Markus purba menyebutkan saat gang kebakaran diprakarsai Bupati Poltak panggabean mendapat respon warga dan terdapat peuluhan gang kebakaran yang dapat dilalui dengan mudah. Namun kini banyak diantaranya yang telah digunakan warga tanpa ada penertiban. Menurut Markus, instansi terkait di Pemkab Dairi mestinya tidak tutup mata dan membiarkan warga yang tinggal di sekitar gang kebakaran secara sepihak menggunakan dan mengambil alih gang kebakaran tersebut untuk menambah luas bangunannya. “Kita semua tahu gang kebakaran ini berguna sekali, karena gang ini menjadi jalan pintas untuk tindakan evakuasi ketika terjadi bencana ataupun pemadaman api kalau terjadi kebakaran.  Karena itu mestinya gang kebakaran tidak dibiarkan tertutup seperti banyak terjadi saat ini,” katanya. Ditambahkan harusnya masyarakat melihat kepentingan umumnya. Disisi lain peran pemerintah juga diharapkan untuk menertibkan (Rp.S)

PHOTO DI DOMPET
Ada seorang suami yg di dompetnya terdapat foto istrinya. Teman2nya memuji dia sbg suami yg ideal. Salah seorang temannya bertanya apa gunanya membawa foto istri. Dia menjawab: "kalau aku punya persoalan di kantor aku selalu memandang foto tsb, dan persoalan itu hilang". "Wah alangkah berbahagianya kamu mempunyai istri seperti itu, bgm bisa begitu"? tanya temannya. Jawabnya: "Ya, kalau saya melihat foto istri saya, semua persoalan apapun di kantor, menjadi tidak ada apa2nya dibandingkan dgn persoalan dgn dia!!"

Dampak Erupsi Sinabung di Kecamatan Lae Parira
Lae Parira-Dairi Pers : Abu erupsi sinabung saat ini sangat terlihat jelas di beberapa desa di Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi. Menurut beberapa warga di beberapa desa, jum’at (16/1) kepada Dairi Pers menyampaikan ketebalan abu erupsi gunung sinabung yang melanda desa mereka baru terlihat seminggu ini. Atap setiap rumah warga dan abu erupsi sinabung yang melekat di daun tanam-tanaman masyarakat adalah bukti nyata yang menunjukkan ketebalan abu erupsi sinabung yang melanda beberapa desa di Kecamatan Lae Parira. Desa Buluduri salah satu desa yang terkena erupsi abu sinabung, seluruh seng warga yang ada didesa tersebut warnanya berubah menjadi putih. Kepala Desa Buluduri Sihombing dengan waktu yang bersamaan kepada Dairi Pers Menyampaikan ketebalan abu vulkanik erupsi sinabung yang melanda desa tersebut terjadi hanya minggu. Akibat dari erupsi abu sinabung masyarakat malas untuk melakukan aktifitas seharihari. Beberapa warga desa memilih mengurung dirumah daripada melaksanakan aktifitas sehari-hari. Menurut warga dampak abu vulkanik erupsi sinabung sangat berpengaruh bagi kesehatan masyarakat. Kepala desa Buluduri, Sihombing mengatakan sepekan ini pengaruh abu vulkanik erupsi sinabung mengakibatkan masyarakat di desa Buluduri mengalami batuk dan pilek, terutama kepada anak-anak yang ada di desa tersebut. Warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada Dairi Pers mengatakan, dengan adanya erupsi abu vulkanik sinabung yang sangat berpengaruh fatal terhadap kesehatan, masyarakat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Dairi agar mengambil kebijakan bagaimana agar masyarakat desa Buluduri dapat bekerja seperti biasa dan masyarakat tidak terjangkit penyakit seperti batuk dan pilek. Masyarakat desa Buluduri hingga saat ini belum mendapatkan masker sebagai alat yang dipakai masyarakat untuk menghindari abu vulkanik sinabung untuk beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat mengaku hingga saat ini sangat sulit mendapatkan masker di desa tersebut. (RMS)

Jujur Tapi Bohong Tapi Jujur Juga
Mengapa Laki2 jujur pun bisa Berbohong? Sebenarnya.. . Semua itu demi kebaikan... Tidak percaya??? Mari kita buktikan ya ! Suatu hari,ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena terjatuh ke sungai. Lalu dia menangis dan berdoa,sehingga Dewa muncul."Mngapa kamu menangis?" Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh ke sungai. Lalu Dewa seketika mnghilang dan muncul kembali membawa kapak emas."Apakah ini kapakmu?" tanya sang Dewa."Bukan, Dewa " jawab lelaki itu. Lalu Dewa menghilang dan muncul kembali membawa kapak perak."Apakah ini kapakmu?" tanya sang Dewa lagi."Bukan Dewa" lelaki itu tetap mnggelengkan kepalanya. Setlah menghilang kembali dalam sekejap mata Dewa datang lagi dan kali ini membawa kapak yang jelek dengan pegangan kayu dan mata besi."Apakah ini kapakmu?""Ya, Dewa,benar ini kapak saya".Kamu orang jujur, karena itu Aku akan memberikan ketiga kapak ini untukmu sebagai upah kejujuranmu" . Lelaki itu sangat bersyukur dan pulang ke rumahnya dengan sangat gembira. Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai, istrinya terjatuh dan hanyut. Lagi,si penebang kayu menangis dan berdoa. Kemudian Dewa muncul."Mengapa kamu menangis?" "Istri saya satusatunya yg sangat saya cintai terjatuh ke sungai, Dewa"Lalu Dewa mnghilang ke dalam sungai dan muncul kembali dengan membawa luna maya. Apakah ini istrimu?" "Ya,Dewa" Lalu Dewa marah dan berkata "Kamu berbohong, kemana perginya kejujuranmu? " Lelaki itu dengan takut dan gemetar berkata, "Dewa, seandainya saya tadi menjawab tidak, Dewa akan kembali dengan membawa cut tary, dan jika saat itu saya juga menjawab tidak, Dewa akan kembali membawa istri saya yang asli, dan jika ketika itu saya menjawab iya, Dewa akan memberikan ketiganya untuk menjadi istri saya.Saya ini orang miskin Dewa..., tidak mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri". kecuali ariel

Cengkunek minggu ini...

Bahasa Inggris Kentut
apa sih bahasa inggrisnya kentut (Wind of change) Kentut yang tidak bunyi (Sound of silence) Kentut yang ada ampasnya (Dust in the wind) Kentut yang gak disengaja (Careless whisper) Kentut yang terhimpit (Please release me) Kentut yang bau banget (Killing me softly…) Kentut malam hari (Wonderfull tonight.) Orang yang sering kentut (Someone like you.)

DairiPers

Membangun Opini Membangun

Edisi 307 Tanggal 19 - 25 Januari 2014
Membangun Opini Membangun

Halaman :

4

Disnakersos Kab. Dairi PKPI Rayakan Sosialisasi tentang PKH Ultah di Dairi
Berampu-Dairi Pers:Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kabupaten Dairi adakan sosialisasi tentang Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Aula kantor Camat Berampu (7/1). Tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut yakni, agar masyarakat yang menjadi peserta PKH mengerti apa itu PKH. Acara kegiatan sosisalisi dihadiri Sekertaris Daerah Kabupaten Dairi (Sekda) Julius Gurning,S.Sos,M.Si. Dalam sambutannya mengatakan, agar peserta PKH mematuhi dan mentaati segala kewajiban seorang peserta. Peserta program PKH adalah Rumah Tangga sangat miskin, yang mempunyai kriteria ibu Hamil/menyusui, Bayi, Balita dan Anak sekolah wajib belajar Sembilan tahun. Melalui program PKH, ibu Hamil/ menyusui diwajibkan untuk memeriksakan kesehatan terhadap fasilitas kesehatan, membawa anak bayi/balita ke Posyandu dan diharapkan ibu-ibu peserta program PKH menjadi kader pembangunan Khususnya kader Posyandu. Disamping itu untuk peserta program PKH yang memiliki anak wajib belajar sembilan tahun untuk meningkatkan peran aktif siswa terhadap pendidikan, dengan harapan kedepan masyarakat di kabupaten Dairi khususnya warga kecamatan Berampu dapat berkembang dan menjadi masyarakat yang penuh harapan dan mempunyai masa depan yang lebih baik. Ditambahkan peserta PKH di kabupaten Dairi tahun 2013/ 2014 berjumlah 1257 kk yang terbagi di lima kecamatan peserta PKH yakni Berampu, Sidikalang, Parbuluan, Sumbul dan Siempat Nempu Hulu. Semua ini tidak terlepas dari kerja keras pemerintah kabupaten Dairi serta Dinas terkait untuk mengakomodir pelaksanaaan program ini di kabupaten Dairi, ungkapnya. Kepala Disnakersos kabupaten Dairi, Drs.Ramland Sitohang dalam arahannya mengatakan program ini adalah program unggulan dan program lintas sektor yang didukung oleh beberapa instansi. Dengan adanya program ini diharapkan mata rantai kemiskinan masyarakat di Kecamatan Berampu dapat terputus dan pada akhirnya dapat menjadi masyarakat yang mandiri. Acara kegiatan Sosialisasi juga dihadiri oleh kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas kesehatan, Camat Berampu serta Kepala dan Staf Bidang Sosial Disnakersos Kabupaten Dairi. Sebagai peserta terdiri dari peserta PKH dan kepala Desa seKecamatan Berampu yang berjumlah 50 orang. Setelah acara sosialisasi selesai , dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis terhadap 193 kk peserta PKH diserahkan oleh Sekda kabupaten Dairi kepada perwakilan peserta anggota PKH. Untuk pencairan dana bantuan dilakukan di kantor Pos Cabang Sidikalang pada tanggal 7 januari 2014. Dalam penSidikalang-Dairi Pers : PKPI merayakan hari ulang tahunnya ke 15 di Dairi Rabu (15/1) bertempat di panji, Sidikalang. Hadir dalam kesempatan itu Fungsionaris PKPI Pusat Berlin Rumapea, Fungsionaris PKPI Propinsi Sumut Jantren Pinem , Sumihar Sagala serta ketua DPC PKPI Dairi Hendra Sinaga. Perayaan hari ulang tahun PKPI tersebut berlangsung dengan sederhana di hadiri seluruh PAC PKPI yang ada di Dairi. Ketua PKPI Dairi Hendra Sinaga dalam sambutannya mengatakan pentingnya secara tulus memperhatikan nasib rakyat bukan karena menjadi caleg atau jelang pemilu. PKPI sebagai partai yang berbasiskan rakyat harus benar-benar tanggap terhadap kebutuhn dan keluhan rakyat. Perayaan hari ulang tahun ke 15 PKPI harusnya menjadi momen penting untuk kembali mengingat dan intropeksi apa yang telah dilakukan kader partai terhadap kepentingan rakyat. Untuk pemilu 2014 PKPI Kabupaten Dairi memajukan caleg untuk Dapil 1 sebanyak 12, dapil II sebanyak 8, Dapil III dengan 6 caleg dan Dapil IV 2 caleg. Hendra menyebutkan sesungguhnya kesempatan semua caleg sama baik itu dari partai manapun. Yang membedakan caleg di mata rakyat sejauh mana caleg bisa dipercayai dan memahami apa kebutuhan rakyat dari dapem yang diwakilinya. Untuk itu disebutkan semua kader PKPI harus bersatu untuk memenangkan para caleg dari Dapil masing-masing. Sementara itu mewakili PKPI Pusat Berlin Rumapea mengatakan PKPI menjadi peserta Pemilu dibutuhkan kerja keras semua kader untuk memenangkan para kader partai di kabupaten/kota, Propinsi serta caleg

SMK Swasta Ris Maduma Berenovasi Dalam Meningkatkan Pendidikan
Sumbul Pegagan-Dairi Pers: Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini perlu menyesuaikan diri dengan dua tuntutan yang paling mendasar. Yang pertama tuntutan perubahan masyarakat diera reformasi yakni demokrasi dalam segala aspek kehidupan terutama bidang pendidikan. Kedua tuntutan perkembangan secara global yakni peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dunia pendidikan yang bermutu sehingga masyarakat dan bangsa Indonesia mampu berperan dan bersaing dalam berinteraksi dalam pendidikan dengan Negara lain. Sejalan dengan perkembangan yang ada saat ini bidang pendidikan di Indonesia sudah terjadi perubahan yang sangat mendasar. Mengimplementasikan konsep manajemen maupun fasilitas sesuai dengan jurusan yang ada disekolah tersebut. Selalui menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan dan tuntutan masyarakat. Dalam meningkatkan fasilitas sekolah dan daya saing dalam bidang pendidikan, SMK Swasta Ris Maduma Kecamatan Sumbul Pegagan Kabupaten Dairi selalu berbenah.

UD. OXFORD
Menjual :
* Segala Jenis Buku Mata Pelajaran Sekolah * Alat Tulis Kantor (ATK) * Alat Peraga & Buku Tulis * Jual Komputer Baru/Bekas
Kami Juga Menerima Kursus Komputer & Bahasa Inggris
Jl. Pakpak No. 34 Sidikalang Telp. 0627- 424445

cairan itu sendiri didampingi oleh pendamping PKH kecamatan Berampu, Maimanah Angkat,S.Sos,MM. dan dipantau langsung oleh kepala bidang Sosial Disnakersos sebagai ketua Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan (UPPKH) kabupaten Dairi Gema T.D Sihite,DCN,M.Kes beserta operator PKH Bettan K. SMK Swasta Ris Maduma Padang.(Rp.S) sekarang sudah banyak melakukan peningkatan. Sekolah tersebut saat ini sudah memiliki fasilitas yang mendukung peningkatan pendidikan. Mulai dari ruangan praktek komputer, ruangan praktek otomotif dan sekolah Kepsek Paulus P. Saing, tersebut sekarang sudah memiS.Pd kepada Dairi Pers me- liki lokasi praktek belajar menyampaikan, seiring dengan ngemudi kepada setiap siswa adanya perubahan dibidang sesuai dengan jurusan setiap pendidikan secara umum yaitu siswa. perubahan kurikulum yang Dengan demikian proses lama memberikan penekanan pembelajaran yang ada saat ini pada materi kurikulum yang sudah bisa dikatakan sekolah berbasis kompetensi. yang bisa beradaptasi sesuai Namun Dirjen Pendidikan dengan tuntutan kebutuhan Nasional saat ini menerapkan siswa dan masyarakat lingkukurikulum Tingkat Satuan Pen- ngan. didikan. Dengan motivasi kuriKepala sekolah Paulus P. kulum saat ini, kepsek SMK Saing,S.Pd mengatakan, seSwasta Ris Maduma, Paulus P. mua apa yang dilakukan tanpa Saing,S.Pd juga mengatakan ada dukungan seluruh guru-gudengan adanya peran masyara- ru sekolah tersebut dalam pekat dan pemerintah kabupaten ningkatan pendidikan, mungkin Dairi dalam peran memajukan apa yang ada saat ini tidak akan dan meningkatkan pendidikan. bisa tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam pe-

ningkatan mutu pendidikan mulai dari sarana, fasilitas dan disiplin adalah kerjasama seluruh guru-guru disekolah tersebut. Beberapa warga masyarakat yang dekat dengan lingkungan sekolah Swasta Ris Maduma Kecamatan Sumbul Pegagan Kabupaten Dairi, kepada Dairi Pers mengatakan sangat senang dan merasa salut terkait perkembangan sekolah yang semakin meningkat. Sejak Saing menjabat sebagai kepala sekolah, masyarat sangat bangga dan merasa salut karena beliau betul-betul memikirkan, memperjuangkan dan mengembangkan sekolah tersebut. Dulu sekolah ini hanya memiliki beberapa ruangan kelas saja namun saat ini sudah bisa dikatakan mulai sempurna. Begitu juga dengan siswa, setiap tahun ajaran baru siswa selalu bertambah, ucap warga.(RMS)

pusat. Kerjasama tersebut untuk menjadikan PKPI semakin besar dan menjadi bagian yang tidak terpisahkand ari rakyat Indonesia. Kepada semua Kader PKPI Dairi diharapkannya tetap menjaga dan memperjuangkan semua kader partai sehingga dapat mencapai target perolehan suara pada pemilu 2014. (Obama)

STT & POLITEKNIK

NNI POLIPROFESI
MEMBUKA PENDAFTARAN MAHASISWA/I T.A 2013

JURUSAN 1. MANAJEMEN INFORMATIKA 2. BAHASA INGGRIS

JADWAL PENDAFTARAN:
GEL GEL GEL GEL 1 2 3 4 : : : : S/D JULI 2013; S/D SEPT 2013; S/D NOP 2013; S/D DES 2013

PADANG MOTOR
BENGKEL RESMI & SHOW ROOM YAMAHA
Harga Sidikalang = Harga Medan Kenapa Tidak Mungkin...??? Datang & Buktikan..! Hanya di Padang Motor
Jln. A.Yani No. 70 Sidikalang-Dairi Telp. (0627) 23359-22804/Jln. Nusantara No. 16 Sidikalang Samping Tk buku Cemerlang Telp. (0627) 22805 Fax : 22804

MARINGGA BROTHERS (MB)
* Entertainment - Event Organizer * Sound system kar 1000 - 30.000 Watt * Full Band Instrumen - Keyboard * Panggung Rigging - Artis Agency, Dll Cocok untuk event besar - kecil Alamat Jl. Persada/Parongil No. 79 Sidikalang

ALAMAT: JL. SM RAJA NO. 271 TEL. 21762; JL. SM RAJA TEL. 21819 HP. 0853 7377 1976 SIDIKALANG DAIRI

Pimp. HALIM P. LUMBANBATU
Pakpak Bharat - Dairi

Dang Tumangon Tu Halak Adong Do Hita

YAMAHA!!! Semakin DI DEPAN
PT. BPR NUSANTARA BONA PASOGIT 8
BANK PENGKREDITAN RAKYAT
1.TABUNGAN * Tabungan Martabe, Tabungan Kotak, Tabungan Pelajar, SIMASDA, Tabungan Pundi, Tabungan KU 2.DEPOSITO * Deposito Maduma dengan suku bunga: * Jangka Waktu 1 bulan : 4.75% * Jangka Waktu 3 bulan : 5.75% * Jangka Waktu 6 bulan : 6.75% * Jangka Waktu 12 bulan : 7.75% * Deposito Kasih Berhadiah (Suku bunga bersaing & uang anda dijamin oleh pemerintah/LPS (Lem baga Penjamin Simpanan sampai dengan 8% sesuai dengan UU No.24 Tahun 2004) 3.KREDIT * Kredit modal kerja/usaha,Kredit konsumsi, Kredit PNS, Kredit kepemilikan kend.roda 2, Investasi, Kredit kelompok Jaminan : Sertifikat tanah, BPKB kendaraan roda dua atau roda empat, SK PNS & SK Potong Gaji # Suku bunga dapat berubah sewaktu – waktu sesuai dengan perubahan suku bunga LPS (Lembaga Penjamin Sim pan) Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami, di Kantor Pusat: Jl. Sisingamangaraja No.259 Sidikalang Telp. 0627-23663 Fax. 0627-23474 Kantor Kas. Jl. M erdeka No.1 Sumbul Tep.0627-450030 Fax.0627-450028, Jl. Sisingamangaraja No.113 Tigalingga Telp.0627-743611 email:bpr08@yahoo.com =KAM I SIAP MENJADI MITRA ANDA=

Pimpinan Daud Maringga HP. 0821 6637 0656 UD.

TIBERKA MUSIK
Menyewakan:
Keyboard/Sound System/Shooting Untuk Acara :
P esta P ernikahan, Saur Matua (Cawir Metua) Adat Karo, Toba, Pakpak dll

Obama

UD. ROHITA
Jln. Sim - sim No. 07 Sidikalang (Depan Mie Cupek)

JOJO’Y
 

Fotocopy

Menjual :

- TOKO BUKU - ATK - ALAT PERAGA PENDIDIKAN - DAGANG UMUM

Alat-alat Tulis Kantor Cetak Undangan

EDIS NABABAN, SE Telp (0627) 22269

Jln. SM.Raja No.136 Sidikalang-Dairi Telp. (0627) 22145

Alamat : Kutabunga No. 77 A Kec. Tigalingga HP. 082162846001 081260105586

UUD. MATA AIR KESUKAAN
MENJUAL: * Pakaian Jadi * Renda Kebaya * Alat-Alat Jahit MENERIMA :
* Jahitan Wanita * Bordir * Sablon * Konfeksi Kaos * Bordir Computer

TUKANG

TALANG Mengerjakan :
* Talang Rumah & Perkantoran * Dandang Masak

GIF MALAU
AUDIOPLUS
Desa Lau Pakpak Kec. Tigalingga
Menyediakan:
* Keyboard, terompet * Sound System * Teratak * Shooting * Photografer * Gondang Bolon

Pengusaha :

* Peralatan Masak

B. SIMORANGKIR
HP. 081376737711

Jln. SM. Raja No. 223 Tigalingga HP. 0821 6384 9821

Jl. A. Yani No. 130 Sidikalang - Dairi

MENJUAL :
TV, PARABOLA, DIGITAL, DVD, VCD, RADIO, TAPE & BARANGBARANG ELEKTRONIK LAIN SERTA GAS ELPIJI MENYEWAKAN : SOUND SYSTEM & KEYBOARD

Surat Kabar Dairi Pers Jawaban yang Tepat Bagi Anda... $ Untuk Mengetahui berita terbaru seputar Dairi,

YAYASAN SPC
Sidikalang Pers Club

Dairi

Pakpak Bharat & Humbang Hasundutan Sosial Untuk Berlangganan, Hubungi Kami : di Jln. Sudirman No. 86 Sidikalang-Dairi, Telp. 081397999140

Bidang Usaha :
* Percetakan, Penerbitan Surat Kabar, Majalah * Pengembangan SDM Jurnalistik * Advokasi Masyarakat Miskin * Advokasi Lingkungan Hidup Jln. Sudirman No. 86 Sidikalang - Dairi

$ Tempat Memasang Iklan Usaha Anda & Iklan

Pengusaha

Pengusaha : D. SINAGA
Jln. GB. Pinem No. 23 Tigalingga Te lp : (0 62 7) 74 362 51 H P : 0 81 37 578 85 59

M.MALAU
0812 6390 3900 - 0823 6753 8577

DairiPers

Membangun Opini Membangun

Edisi 307 Tanggal 19 - 25 Januari 2014
Membangun Opini Membangun

Halaman :

5

Pasca Gantinya Kasat Reserse Sempat Dingin

Kasus 4 Oknum Camat Tersangka Korupsi Kembali Dibuka Polres
 Rakyat Ingin Bukti Bukan Sekedar Wacana
Sidikalang-Dairi Pers: Polres Dairi kembali membuka kasus dugaan korupsi Rp. 1,3 M dana pendistribusian Raskin tahun 2012. 4 Camat yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka yakni Monang Habeahan camat parbuluan. Irwansyah panjaitan Camat Sitinjo, Fitry Berutu camat Siempat Nempu Hulu dan Yon hendrik Camat berampu. Hal itu disampaikan Kapolres Dairi melalui Kanit Tipikor polres Dairi Ipda Rismanto Purba dalam acara konfrensi pers rabu (15/1) di polres Dairi. Diuraikan kasus dugaan korupsi ongkos angkut raskin yang pernah diadukan masyarakat Dairi itu sudah ditindak lanjuti dan 4 camat telah diperiksa sekaitan dengan dugaan korupsi. Perkembangan kasus sejumlah kepala desa di 4 kecamatan yang dilakukan juga telah diperiksa. Di kec. Siempat Nempu Hulu pengakuan kepala desa yang diperiksa ada juga yang mengaku menerima dana ongkos raskin dari camat. Namun ada juga kepala desa yang mengaku terpaksa menaikkan harga jual raskin kepada masyarakat karena mereka tidak menerima ongkos angkut dari Camat. Kasus yang menyeret 4 oknum camat tersebut terjadi tahun silam dimana ditemukan harga jual raskin ditingkat masyarakat jauh diatas harga HET. B erbagai desa yang berhasil dikonfirmasi Di Kecamatan Parbuluan, raskin dibagikan dengan harga Rp 2.000/kg. Harga tersebut telah melampaui HET yang hanya Rp 1.600/kg. Pendistribusian raskin dengan harga di atas HET juga terjadi di desa lain Kabupaten Dairi. Demikian juga disejumlah desa di Berampu, Sitinjo, dan Siempat Nempu Hulu. P enerima raskin harus membayar raskin dengan harga antara Rp. 1.800 s/d Rp. 2500/ kg. Padahal HET untuk raskin hanya Rp. 1.600/Kg. Sementara itu dari 4 camat yang sudah ditetapkan polres Dairi tersangka itu salah satu Nama Fitri Berutu camat Siempat Nempu Hulu kini sudah menjabat sebagai KTU di Disperindagkop Dairi. Tiga nama lainnya masih tetap menempati kantor camat di mana kasus ini disangkakan. Sempat Dingin ada yang signifikan boleh jadi Dairi memang bersih dan tidak ada masalah berkaitan Korupsi. “Kita berharap demikian sehingga Dairi semakin maju dan rakyatnya makmur. Sebaliknya jika kelak melahirkan sesuatu yang mencoreng maka akan ada pihak yang menjadi korban karena lalai dalam tupoksinya” ujar Dahlan. Catatan Dairi pers sejumlah dugaan korupsi di Dairi sering dilansir dimedia massa dan juga sering diadukan berbagai lembaga namun hingga kini tidak satupun dari aduan itu diketahui penyelesaiannya. Hingga kini baru kasus salah seorang oknum PNS di Diknas Dairi yang masuk terali besi akibat korupsi. Kasus yang akhirnya diselesaikan di penjara itu juga sudah berlangsung 4 tahun silam. Sejak itu belum ada kasus dugaan korupsi di Dairi yang masuk meja hijau. (R.07) Catatan Dairi Pers saat jabatan kasat Reserse masih di jabat AKP Demak Oppusunggu tahun 2012 Polres Dairi telah menetapkan ke empat camat tersebut sebagai tersangka dugaan korupsi dana ongkos angkut raskin .keempatnya disangkakan terlibat dalam indikasi korupsi Rp. 1,3 miliar. Sejumlah pejabat dan kepala desa telah diperiksa serangkaian dengan kasus tersebut. Kabag Kesra Pemkab Dairi Marisi Sianturi dalam pemeriksaannya mengakui dalam APBD ditampung dana ongkos angkut raskin dari kantor kecamatan ke desa. Dan tersebut lancar dibayarkan kepada seluruh camat. Pihaknya dalam pemeriksaan polisi juga mengakui kalau dana untuk ongkos angkut di APBD Dairi itu dibayarkan kepada camat. Namun tidak mengetahui bagaimana kelanjutannya dana dari camat ke kepala desa. Kasus ini sempat mencuat jelang pilkada Dairi itu akhirnya mendingin menyusul digantinya kasat Reserse polres Dairi AKP Demak Oppu Sunggu. Kala pergantiannya banyak yang mengaitkan perpindahannya itu dengan keberaniannya membuka sejumlah kasus korupsi di Dairi. Namun demikian kini polres Dairi kembali membuka kasus tersebut saat jabatan kapolres di jabat AKBP Donny Damanik. Butuh Bukti Sementara itu meski kembalinya polres Dairi membuka kasus 4 camat tersangka dugaan korupsi dana raskin ini banyak kalangan masih menunggu keseriusan polres Dairi dalam menuntaskan kasus yang sempat menghebohkan tersebut. Tanggapan pro kotra terdengar dari celotehan masyarakat. Ada masyarakat yang percaya kapolres Dairi yang baru pasti akan menyelesaikan kasus itu ke meja hijau. Tanggapan itu didasarkan kinerja dan track kerja Donny Damanik saat menjabat kapolres Samosir. Namun tidak sedikit berpendapat khawatir justru kasus itu akan kembali adem yang melahirkan pemikiran negatif kinerja polisi atas kasus-kasus dugaan korupsi di Dairi. “ Kita lihat saja dalu nanti seperti yang dulu lagi diributkan tibatiba dingin hingga tidak jelas akhirnya “ sebut warga sambil tersenyum (R.07)

Dari Persidangan Bupati Penyuap MK
Jakarta-Dairi Pers : Persidangan dua terdakwa kasus dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih dan Cornelis Nalau Antun, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta,Kamis (16/1). Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi diajukan oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Waspadai Dairi Tenang
Sidikalang-Dairi Pers : Dari 33 kabupaten kota yang ada di sumut kabupaten Dairi disebut paling tenang . Tidak ada terdengar berita korupsi, penanganan hukum yang mencuat bahkan sepertinya Dairi bersih dan tanpa ada pelanggaran hukum sekaitan kerugian Negara terjadi . Namun kondisi itu disebut sejumlah pengamat di Dairi justru mengkhawatirkan. “ Bisa saja terlihat tenang dan tanpa masalah justru harus diwaspadai. Kita sudah lihat banyak daerah yang selama ini tidak terkenal tiba-tiba menasional karena pejabat atau kepala daerahnya tertangkap karena korupsi”. Demikian disampaikan ketua LSM Gransi Dairi Jonner Simbolon saat dimintai komentarnya atas berbagai kasus yang terjadi di Dairi namun sepertinya tanpa penyelesaian yang jelas. “Kita sudah mengikuti bersama media di televisi banyak daerah yang sebelumnya tidak terkenal justru tibatiba menasional karena pejabatnya atau kepala daerahnya ditangkap karena korupsi. Hendaknya di Dairi tidak demikian sebaiknya dengan semua kejadian yang ada di tanah air menjadi bahan instropeksi dalam menjalankan roda kekuasaan”. Dikatakannya boleh jadi diluar Dairi menganggap kabupaten Dairi sebagai kabupaten tanpa masalah. Selintas tidak ada masalah dan semua berjalan sesuai koridor peraturan. Namun jika dipertanyakan satu persatu warga Dairi tentu tidak akan demikian pendapatnya. Saya justru khawatir dengan kondisi terlalu tenang, bebas melanggar aturan dan berbagai aduan dugaan korupsi yang terjadi tak satupun sampai di meja hukum. Boleh jadi secara mengejutkan nanti Dairi malah menjadi buah bibir di tingkat nasional, sebutnya. Dengan kondisi itu harusnya semua pihak berbenah dan menjalankan fungsinya. Menjawab Dairi pers bagaimana menurutnya kasus dugaan korupsi di Dairi dikatakan Jonner. Secara intistusi dua lembaga yang berhak menindaklanjuti perkara korupsi yakni polres dan kejaksaan. “ Saya tidak berani menilai kinerja kedua lembaga ini namun biarkanlah rakyat menilai. Susah bagi kita memberi tanggapan berkaitan kinerja mereka. Namun biarkan saja rakyat yang menilai. Toh nantinya yang menilai mereka adalah atasannya” sebutnya. Ketua ICW Dairi Marulak Siahaan menyebutkan hingga kini sepertinya tidak ada masalah korupsi di Dairi. Hal itu terbukti belum pernah ada kasus korupsi yang sampai ke meja hijau di sidangkan di Dairi. Kondisi Dairi selintas tenang dan hal itu semakin membuat oknum-oknum tertentu semakin menjadi-jadi. “Kadang kita bertanya dalam hati apa memang tidak ada korupsi di Dairi lantas begitu adem dan santainya?. Apakah semua sudah sesuai aturan hingga tidak ada masalah yang mencuat?, katanya. Menanggapi perkara dugaan korupsi di Dairi menurut Marulak Siahaan tentu tidak hanya satu. Namun yang menjadi pertanyaan banyak diantaranya yang akhirnya tidak diketahui masyarakat penyelesaiannya. Marulak setuju dengan perlunya kehati-hatian para pemangku kuasa anggaran dengan kondisi yang terlihat tenang seperti saat ini. “Jika kita perhatikan di televisi tidak ada yang kebal hukum lagi. Tidak ada yang bisa sesumbar dengan hukum. Tidak mungkin tidak ada masalah korupsi di Dairi. Kondisi tenang begini bisa saja berubah drastis bagai tsunami” tambahnya. Anggota DPRD Dairi Dahlan Sianturi juga berpendapat sama tenangnya suasana Dairi harusnya tidak membuat terlena dan semakin menjadi-jadi. Tentu dengan tidak adanya masalah yang mencuat akan melahirkan dua tanggapan di tingkat nasional. Dua hal itu pertama yakni benar-benar semua hal sudah bersih dan sesuai aturan sehingga tidak ada permasalahan. Atau yang kedua boleh jadi malah tengah dikumpulkan sejumlah fakta-fakta sehingga sekali terbongkar maka semua pihak yang terlibat dapat digulung. “Tenang bukan berarti semua beres” sebutnya. Menjawab bagaimana menurutnya masalah dugaan korupsi di Dairi menurut Dahlan cukup rumit karena tidak mudah untuk menyelesaikan satu kasus dugaan korupsi. Semua terpulang kepada lembaga yang ditugasi Negara menyelamatkan harta Negara. Jika kondisi sekarang belum

Sidang Hambit dan Cornelis langsung masuk pada tahap pemeriksaan saksi lantaran keduanya tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi) usai pembacaan dakwaan pekan lalu. Sidang keduanya dijadwalkan digelar pukul 09.00 WIB. Rencananya jaksa bakal menghadirkan empat saksi dalam sidang kali ini. Mereka adalah komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gunung Mas, Rusdi, Hakim Panel Mahkamah Konstitusi, Maria Farida Indrati, Panitera MK Kasianur Sidauruk, serta Guno. “Iya saksinya rencananya ada empat. Ibu Maria Farida, Rusdi, Kasianur Sidauruk, dan Guno,” kata jaksa Ely Kusumastuti saat ditemui merdeka.com di Gedung KPK Maria Farida adalah salah satu anggota hakim panel yang menyidangkan sengketa pilkada Gunung Mas. Saat itu, dia bekerja bersama hakim anggota Anwar Usman. Sementara mantan ketua MK, Akil Mochtar, bertindak sebagai ketua majelis hakim. Nampaknya jaksa bakal mengungkap skandal dugaan penyuapan pengurusan sengketa pilkada Gunung Mas dilakukan oleh Hambit, Cornelis, Chairun Nisa, dan Akil, dalam persidangan. Jaksa juga membutuhkan keterangan Rusdi dari KPUD Gunung Mas, yang menetapkan Hambit Bintih sebagai pemenang. Dalam berkas dakwaan Hambit dan Cornelis, jaksa menyebut keduanya berpartisipasi aktif untuk menyuap Akil. Hambit meminta bantuan politikus Partai Golkar, Chairun Nisa, supaya bisa membantu mengurus sengketa pilkada Gunung Mas di MK. Hambit juga meminta pengusaha Cornelis Nalau menyiapkan duit suap sebesar Rp 2,075 miliar buat Akil. Panitera: Akil Mochtar Sering Minta Tangani Kasus Pilkada Sementara itu Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar diketahui kerap menawarkan diri untuk menangani gugatan sengketa Pilkada di MK. Pengakuan ini disampaikan Panitera MK Kasianur Sidauruk saat bersaksi untuk terdakwa Hambit Bintih dan Cornelius Nalau di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis 16 Januari 2016. Kasianur mengungkapkan bahwa ada tiga panel hakim di MK. Dari ketiga panel tersebut, memang panel yang dipimpin Akil yang banyak menangani perkara sengketa pilkada. Panel yang didalamnya terdiri dari Akil Mochtar, Maria Farida dan Anwar

Usman itu dikenal paling cepat menangani perkara. Sehingga banyak perkara baru yang ditangani panel yang dipimpin Akil Mochtar. “Memang volume perkara khusus mengenai pilkada hampir seimbang antara tiga panel. Hanya volumenya bertambah pada yang bersangkutan (Akil) atau panel satu,” kata Kasianur di persidangan. Kasianur tidak merasa aneh dengan permintaan Akil yang selalu meminta perkara gugatan Pilkada agar ditangani panel 1. Bahkan, menurutnya kinerja Akil cukup baik karena menyelesaikan perkara dengan cepat, karena sering bersidang hingga malam. “Karena panel satu bersidang dari pagi sampai malam sehingga perkaranya cepat selesai. Karena perkara sudah selesai, Pak Akil katakan jika ada perkara yang masuk silakan saja,” ujar Kasianur. Di samping itu, kata Kasianur, Akil juga kerap menangani perkara sengketa Pilkada di wilayah Kalimantan. “Iya betul. Tetapi tidak ada yang aneh dalam penanganan perkara itu. Karena semua sudah sesuai proses administrasi. Jadi tidak ada aturan yang dilanggar,” lanjutnya Lihat Bukti, Hakim Maria Baru Percaya Akil Terima Suap Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati terpukul saat mengetahui Akil Mochtar terlibat kasus korupsi terkait penanganan perkara di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia sempat tak percaya saat pertama kali mendengar kabar itu. Hari ini, Maria menjadi saksi di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam kasus penyuapan yang menyeret Akil Mochtar. Duduk sebagai terdakwa dalam kasus ini adalah Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Hambit Bintih dan pengusaha Cornelis Nalau. “Saya terpukul mengetahui Pak Akil terlibat kasus itu,” kata dia. Maria mengenal sosok Akil Mochtar sebagai pribadi yang baik. Ia memiliki keyakinan itu karena selama lima tahun menjadi hakim MK, ruang kerjanya dan ruang kerja Akil saling berhadapan. “Saya masih tidak yakin Pak Akil melakukan itu,” ujarnya. Tapi keyakinan Maria itu perlahan luntur, setelah KPK menunjukkan bukti-bukti keterlibatan Akil Mochtar di perkara korupsi dan pencucian uang. Maria sendiri pernah menjadi saksi Akil Mochtar di KPK. Ia merupakan salah satu anggota hakim panel perkara sengketa Pilkada Gunung Mas. “Tapi saya melihat ada alat-alat bukti yang diperlihatkan KPK, saya baru meyakini benar adanya. Tapi saya tidak bisa mengambil kesimpulan karena perkaranya masih berjalan,” ujar Maria. Akil ditangkap di rumah dinasnya sebagai Ketua MK pada Oktober 2013 karena menerima uang Rp3 miliar dari pengusaha Cornelis Nalau. Diduga, uang itu terkait dengan pengurusan perkara sengketa pilkada Gunung Mas (*)

Gadis Cantik Dari Tepian Aek Sibundong Oleh: Esron kaloko
Cerbung.....

Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan lain - lain hanya ketidak sengajaan belaka. Hanya bertujuan untuk menghibur.

Bagian 2
“ Bonar” jawab Bonar singkat yang juga bermaksud memperkenalkan dirinya. “ Bang Bonar, kebetulan kami belum makan, kita makan bersama ya…?” tawar Hasiholan. “ jika memang boleh, saya bersedia diajak” jawab Bonar. “ Mari bang Bonar, makanannya sudah tersedia” ujar gadis manis yang tiba-tiba muncul di pintu. B onar mengkucekkucek matanya bagaikan baru bangun tidur tanpa s epengetahuan adik Parulian it u, Dia mencubit tangannya sendiri untuk memas tikan gadis itu manusia atau dia hanya berhalus inas i. Kembali adik Parulian mengajak untuk makan, barulah Bonar yakin jika dia tidak berhalusinasi, gadis itu memang nyata. “ Ya…ya. Kami akan segera datang” jawab Has iholan s ingkat s ambil mengikut i arah pandangan teman abangnya itu. Mereka bertiga makan dengan tertib dan tanpa basa basi. Hanya sesekali diselingi tawa.

“ Monang,,,Saya tidak pernah menduga bahwa dalam keluarga temanku ini ada juga seorang cewek, dan dimana Ayah Ibu kalian…?” tanya Bonar sambil melirik kegadis cantik yang duduk berseberangan dengannya. “ Ayah dan Ibu telah dahulu menghadap yang Kuasa, pada sebuah tragedi menyedihkan tanpa sebuah pesan pada kami bertiga. Aku, bang Parulian dan Rosinta yang paling bungsu serta satu-satunya cewek dikeluarga kami. Dan Parulian sebagai anak paling sulung yang

harus bertanggungjawab atas kami berdua. Karena it u, s etelah dia menyelesaikan perkuliahannya tiga tahun lalu, langsung mencari kerja di Jawa dan kehidupan kami sepenuhnya ditanggung olehnya. Bahkan sampai dia tidak menikah, hingga kami pernah bertanya kenapa tidak mencari istri…? namun bang Parulian hanya menjawab dengan singkat saja, dia berkata , kalian harus berhasil dulu, aku tidak tega jika nanti Rosinta menderita” sambung Hasiholan. Saat itu terbayang dikelopak mat a Has u-

dungan kesedihan dan kepedihan setelah kedua orang tuanya meninggal. “Bahwa mereka dimakamkan berdampingan, inikah hal yang terjadi diluar dugaan kami semua. saat itu karangan bunga ucapan turut berduka hanya dapat menghibur kami sementara saja. Begitulah ceritanya bang Bonar” kenang adik Parulian dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “ dik maafkan Saya, jika tak salah tadi Hasiholan memanggil namamu Rosinta, sungguh nama yang indah dan masih ada khas dengan nama-nama etnis Tapanuli” ucap Bonar memuji nama gadis itu. Bersambung minggu depan....

DairiPers

Membangun Opini Membangun

Edisi 307 Tanggal 19 - 25 Januari 2014
Membangun Opini Membangun

Halaman :

6

Survei Pilpres Jokowi Masih Tertinggi
(Melihat Peluang & Kendala)
Jakarta-Dairi Pers : Joko Widodo, akrab disapa Jokowi, makin populer dalam survei-survei dengan elektabilitas tertinggi untuk maju menjadi Capres 2014, realitas politik demokrasi Indonesia tidak segera memberi aplaus (tepuk tangan) atau karpet merah kepadanya. Justru karena meroketnya nama Jokowi dalam bursa Capres RI 2014, ‘Satria Piningitan’ ini memiliki potensi ‘sahabatsahabat politik baru’ dan ‘pesaing politik baru’ sekaligus. Dalam bahasa strategi manajerial disebut ‘new (political) common patner’ dan ‘new (political) common enemy’ sebagai kemungkinan-kemungkinan. Delapan kelompok ini dapat sebagai kelompok nyata, tetapi juga tampil sebagai karakter hingga ideologi, yang ada masing-masing atau bersama dalam diri seseorang atau kelompok orang. Bahkan mereka yang disebut sebagai sahabat politik sering menjadi ‘musuh politik paling mematikan’ atau disebut ‘kaum Brutusian’. Delapan kelompok ini dapat ditambah atau dikurangi. 1. Capres RI Definitif adalah kelompok pertama. Mudah dipahami bahwa mereka yang paling sering disebut menjadi Capres RI 2014 sejak lama, mempersiapkan diri lewat Partai dengan beriklan, tersembunyi maupun terang-terangan menjadi ‘pesaing’ (common enemy) sebagai konsekuensi logis. Aburizal Bakrie (ARB), Prabowo Subianto, dan pasangan Wiranto-Harry Tanoe yang belum seusia jagung mendeklarasikan diri dari Partai Hanura. Yang pasti, siapa saja yang berniat maju Capres 2014, akan menghitung untuk menjadikan Jokowi sebagai Mitra Politik atau Pesaing politik. Megawati dan Prabowo tampaknya berada dalam situasi tersulit dari semua Capres lainnya, oleh karena ‘anak kandung politik’-nya harus merebut ‘takhta hati rakyat’ di luar ekpektasi yang pernah ada. Suka tidak suka, berkah atau kutuk, mereka, Prabowo-Megawati ter-fait accompli realitas politik. 2. Kelompok Primordialis adalah kelompok kedua. Politik aliran akan makin melemah dan terpinggirkan seiring menguatnya Jokowi, dalam bursa Presiden. Sosok pluarlis-nasionalis tulen Jokowi, menjadi kritik terbuka dan langsung terhadap hitungan primordialisme. Betapapun dua wakilnya dalam pemerintahan, Wakil Wali-kota Surakarta dan Wakil Gubernur DKI, ditentukan bukan hanya dirinya sendiri, Jokowi dianggap tampil menembus kukungan primordialisme (suku-keimanan-ras-golongan). Mantan Gubernur DKI Foke merasakan dahsyatnya Jokowi mengalahkannya dalam Pilgub DKI, bahkan ketika primordialisme terkadang digadang sebagai topeng dalam ketidakmampuan politisi. 3. . ‘Poros Tengah Jilid 2’: Bila tidak jalan rencana koalisi ‘Poros Tengah’. Masih terkait kelompok atau aliran politik primordialis, rencana Poros Tengah Jilid 2 yang dipelopori DR. Amien Rais dan kawan-kawan adalah agenda politik yang masih dini dibicarakan. Sehingga, dapat menjadi ‘partner’ – seperti selentingan digagas Amien Rais, tapi dapat menjadi ‘political common enemy’. Poros Tengah adalah gabungan nasionalis-agamis pada tahun 1999 yang menghantar Abdurahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden, sementara Megawati yang ‘mestinya’ menjadi Presiden akhirnya ‘hanya’ menjadi wakil dalam sistem Pemilihan Presiden oleh DPR RI terakhir yang dikenal konstitusi kita. Amien Rais mendorong Pimpinan Partai Amanah Nasional (PAN) Hatta Radjasa yang juga Menteri Koordinator Perekonomian menjadi wakil Jokowi. Amien Rais ingin lebih realistis dan belajar bagaimana Jokowi tidak begitu saja patuh pada ‘silent covenant’ pada Pilgub DKI. Take it, or leave it. 4. Politisi Senior: sebagai the rising star dalam panggung politik nasional, wajar saja untuk memandang Jokowi dengan ‘iri hati politik’ tertentu dari mereka yang telah usur di dunia politik. Namun, tidak semua politisi senior bersikap menjadi kompetitor Jokowi, bila dia benar-benar ‘terjerumus’ ke bursa Presiden RI 2014. Para politisi senior dapat memilih memperkuat Capres non-Jokowi pada 2014, hanya karena menganggap Jokowi ‘terlalu muda’ dan belum punya ‘jam terbang’ cukup untuk memimpin Negara Indonesia. Bahasa ‘mental’ politisi senior itu, dapat ada dalam diri mereka yang tua secara usia, tapi juga mereka yang berusia relatif muda, dengan mentalitas ‘senioritas-yunioritas’. Kewajaran kebudayaan hirarkis yang dikalahkan sistem demokrasi. Banyak Presiden di dunia demokrasi maju, termasuk Amerika. Presiden Obama, the real rising star yang dikenal dunia, dapat terjadi di Indonesia dengan Jokowi. Mentalitas kita siap atau tidak, kehendak rakyat (volonte generale) dalam demokrasi memberinya jalan. 5. Birokrat ‘Status Quo’: Pemerintahan Presiden Gus Dur, Megawati, hingga SBY mengalami bagaimana mesin pemerintahan yang terbangun di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, bergerak lamban dan tidak berubah cepat pasca Reformasi. Mereka merasa nyaman dengan ‘status quo’, tidak kreatif tapi income tetap jalan. Kerja keras tidak perlu. Rakyat harus ikut ‘mesin karatan’ Birokrat. Hal ini dialami dalam birokrat dari Sabang hingga Merauke. Tetapi, Jokowi-Ahok telah melakukan revolusi pertama, ‘turun mesin’ Birokrat, bukan sekedar bongkar-pasang. Kelompok ini, terutama ada dalam Golkar, sebagian bermimikri ke Demokrat. Mentalitas birokrat Status Quo tidak suka kerja keras dan kreatif ala Jokowi. Reformasi birokrasi mungkin sudah ada, tapi makin jelas di Pemda DKI. Banyaknya Birokrat pada tingkat Dirjen dan Direktur dalam kementrian, menganggap kinerja Jokowi adalah bahaya nyata terhadap kenyamanan. Mungkin Dirjen dan Direktur juga akan dilelang dalam agenda, bila Jokowi jadi Presiden. 6. Pendukung Buruk (bad political supporters) adalah pendukung Jokowi yang kecewa setelah Jokowi terpilih jadi Gubernur. Tidak sedikit masyarakat yang memahami, bahwa untuk menegakkan aturan, semua pihak harus bekerja secara transparan, termasuk rakyat pendukung Jokowi yang terjerat dalam kelemahan-kelemahan akumulasi peraturan Pemerintahan DKI yang lama dan implementasi kebijakan buruk di lapangan. Sebagai barometer politik nasional, daerah-daerah menyaksikan bagaimana reaksi para pemilih Jokowi setelah terpilih menjadi Gubernur DKI. Kelompok pendukung Jokowi yang kemudian tampil (atau ditampilkan) di media cetak-elektronik dan melakukan kritik terhadap Jokowi yang ‘ingkar janji’ dengan tidak melakukan kontrak sosial-politiknya setelah terpilih jadi Gubernur DKI. Kelompok ini relatif kecil, mungkin tanpa sadar, berharap Jokowi melanggar aturan seperti Pemerintahan (kebiasaan) lama. 7. (Purnawirawan) Militer yang belum siap menerima kepemimpinan nasional Sipil adalah kelompok lainnya. Dikotomi sipil militer memang tidak perlu ada, namun seperti Mesir, beda historisitas, realitas sosial-politik menjadikan faktor dikotomi ini tidak hilang. Presiden SBY memang menjadi ‘militer tengah’ reformasi militer. Sehingga, SBY menjadi jalan tengah. Jika Jokowi dapat maju sebagai Capres, pendapat pribadi saya, ia didampingi seorang militer reformis, tegas dan taat demokrasi. 8. Terakhir dan terpenting adalah internal PDIP. Spekulasi tentang majunya Megawati Soekarnoputri masih beredar. Tapi, santer juga isu Mega memberi lampu hijau kepada Jokowi untuk ‘lanjut ke tingkat lebih tinggi’, ya Capres. Jokowi adalah berkah untuk Rakyat DKI, ya Rakyat Indonesia. Tetapi apakah Jokowi juga, tetap ‘barokah’ juga untuk (internal) PDIP, dengan suatu aklamasi bagi Jokowi Capres 2014? Rakyat Indonesia menunggu jawaban PDIP. Jika, Jokowi resmi dicalonkan PDIP sebelum Pemilu legislatif 9 April 2014, PDIP akan ketiban durian runtuh kedua kali, seperti pernah dialami Megawati tahun 1990-an. (*)

Nasional Jokowi Masih Teratas
Di sejumlah hasil survei capres, nama Joko Widodo selalu moncer di urutan teratas. Meskipun lawan-lawan Jokowi, sapaan Joko Widodo , adalah tokoh politik senior, bahkan mantan presiden dan wakil presiden. Anies Baswedan, salah satu peserta konvensi Demokrat, menilai fenomena ini terjadi karena mantan wali kota Solo itu bersaing dengan capres yang sudah berumur alias tua. “Kenapa Jokowi tinggi (elektabilitas)? Karena calon lain tua dan lama. Akan berubah jika muncul calon yang baru dan muda,” kata Anies Baswedan usai memaparkan program di sekretariat Komite Konvensi Partai Demokrat , di Jakarta, Kamis (9/1/). Alasannya, capres yang lebih tua dianggap hanya bisa menawarkan masa lalu. Selain itu, menurut rektor Universitas Paramadina ini, anak muda umumnya punya semangat bekerja lebih tinggi dan gagasan baru untuk mendorong kemajuan bangsa. “Karena anak muda tidak menawarkan masa lalu. Tinggal pilih saja, mau pilih muda dan baru atau lama dan tua,” lanjutnya. Anies sendiri belum ingin menyampaikan strategi yang disiapkan untuk melawan Jokowi. Yang jelas, kata Anies, kehadiran tokoh muda akan membuat pertaru- rik.“Saya menang dulu, baru kita ha- muda dan baru, akan berbeda,” tanngan Pilpres 2014 semakin mena- dapi. Saya yakin, kalau ada calon das Anies.

Polisi dan Politisi Terkorup
Jakarta-Dairi Pers : Dewan Perwakilan Rakyat dan Kepolisian menempati ranking pertama sebagai institusi terkorup di Indonesia. Begitulah temuan survei Global Corruption Barometer (GCB) 2013 yang dirilis Transparency International Indonesia (TII). Survei dilakukan terhadap 1.000 responden di lima kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Bandung. Selain DPR dan polisi, survei ini juga menyimpulkan bahwa pengadilan dan partai politik juga dinilai masyarakat sebagai lembaga yang korup. Temuan TII tersebut boleh jadi tidak mengagetkan banyak pihak. Karena sudah berkali-kali institusi seperti DPR, Polisi, pengadilan dan partai politik bertengger jadi juara korupsi. Publik sepertinya sudah mafhum bahwa kedua institusi tersebut mewakili bobroknya sistem politik dan penegakan hukum di Indonesia. Memang, temuan TII ini merupakan persepsi masyarakat. Akan tetapi, persepsi itu biasanya tidak serta merta lahir tanpa dasar. Persepsi itu dibangun atas pengalaman dan fakta yang dilihat dan dialami oleh masyarakat selama ini. Bahwa sudah menjadi rahasia umum, banyaknya politisi dan polisi yang terlibat kasus korupsi. Terkait DPR, data KPK menunjukkan bahwa ada 65 anggota dan mantan anggota DPR yang diproses dalam kasus korupsi. Para politisi tersebut pada umumnya terlibat dalam kasus suap, praktik mafia anggaran dan korupsi proyek pemerintah. Kebiasaan koruptif para politisi DPR konon sudah menjadi semacam rahasia umum. Mereka sering kali mendapatkan imbalan ketika melaksanakan tugas. Tak jarang anggota DPR juga berperan sebagai calo anggaran atau pemeras anggaran. Kenyataan bahwa para politisi di negeri ini tak lebih dari sekedar para pemburu rente tercatat dari sekian banyak kasus suap dan korupsi yang ditangani KPK. Sebut saja kasus pembangunan wisma atlet, Hambalang, korupsi dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah, dan berbagai kasus lainnya. Selain itu, berbagai kebijakan kontroversi juga sering muncul dari DPR. Misalnya pemborosan anggaran melalui studi banding ke luar negeri, proyek pengadaan dan pembangunan yang tak masuk akal serta tak jarang anggota DPR menunjukkan sikap anti terhadap pemberantasan korupsi. Politisi DPR seringkali menjadi perpanjangan tangan aspirasi koruptor di antaranya dengan mendukung remisi terhadap koruptor dan menghambat kinerja KPK. Ungkapan Lord Acton benar adanya. Power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely. Kekuasaan DPR yang terlalu besar menjadi awal malapetaka. Pasca reformasi, terjadi perpindahan kekuasaan dari executive heavy menjadi legislative heavy. Sangat banyak urusan ketatanegaraan di tangan DPR. Kewenangan yang paling rentan terhadap korupsi adalah kewenangan anggaran. Inilah pangkal masalah korupsi. Kekuasaan yang terlalu besar, tanpa diimbangi dengan akuntabilitas. Badan Kehormatan yang diharapkan mampu menjaga etika dan perilaku anggota DPR, mengalami disfungsi dan gagal total menjadi penjaga kehormatan DPR. Sementara terkait kepolisian, institusi ini merupakan lembaga penegak hukum yang paling disorot masyarakat. Kasus terbaru yang melibatkan petinggi kepolisian, yakni mantan Kepala Korps Lalu Lintas, Djoko Susilo, telah mencoreng kredibilitas polisi. Kasus ini menarik perhatian masyarakat karena disamping terlibat korupsi, Djoko juga dijerat dengan pasal pencucian uang. Ada sekitar Rp 200 milIar harta kekayaan yang disita KPK. Selain kasus Djoko, publik juga tentunya masih ingat bagaimana ulah para mafia hukum ditubuh kepolisian. Yang mengagetkan dari hasil penelitian beberapa lembaga adalah, bahwa masyarakat menilai mafia hukum dalam jumlah besar justru ada di kepolisian. Ambil contoh survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tahun 2010 yang menyatakan bahwa 40% masyarakat yakin akan keberadaan mafia hukum di kepolisian. Penilaian masyarakat ini tentu bukan tanpa alasan. Terbongkarnya permainan mafia hukum, Anggodo Widjojo, adalah bukti nyata. Ketidakpuasan publik terhadap kinerja kepolisian tergambar dalam tingginya laporan masyarakat yang dterima oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hingga tahun 2012, Kompolnas sudah menerima 1.700-an lebih laporan pengaduan masyarakat. Sebanyak 70% pelapor mengeluhkan sikap dan perilaku penyidik Polri yang tidak professional. Dalam laporan itu disebutkan berbagai macam perilaku penyidik seperti menghambat, memeras, bahkan tidak menyelesaikan perkara yang sudah dilaporkan dan ujung-ujungnya duit. Namun sangat disayangkan, sebagian besar laporan tersebut tidak ditanggapi oleh Kapolri. Padahal, laporan-laporan tersebut harusnya menjadi perhatian Kapolri untuk mengevaluasi kinerja dan perilaku anggotanya. Akhirnya, hasil survei TII harus dijadikan bahan evaluasi, baik bagi kepolisian maupun DPR. Kedua lembaga tersebut harus menunjukkan komitmen yang kuat untuk melakukan pembenahan internal. Momentum pergantian Kapolri dan Pemilu 2014, boleh jadi adalah peluang emas untuk mewujudkan perubahan. Pemberantasan korupsi harus menjadi misi politisi dan polisi, karena itu adalah amanat rakyat. Madril SH MA (Penulis adalah Staf Pengajar dan Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM)

Akil Mochtar Sembunyikan Uang di Balik Tembok Ruang Karaoke
Jakarta-Dairi Pers : Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengaku diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dimintai keterangan akhir terkait Akil Mochtar. “Jadi saya dimintai keterangan akhir karena kasus Akil ini harus segera dilimpahkan pengadilan. Kalau awal Februari tidak dilimpahkan, berarti dia harus dilepaskan (dari penahanan). Mungkin tanggal 20 Januari 2014 bisa dilimpahkan,” ujar Mahfud di Gedung KPK, Senin 13 Januari 2014. Menurutnya, penyidik mengajukan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan Akil, seperti seputar perkenalannya dengan Akil. Namun, pertanyaan yang substansif adalah mengenai ruang penyimpanan uang Akil yang berada di rumah dinas Ketua MK di Widya Chandra. Mahfud menuturkan sempat mem- kup bukti,” sambungnya. Sementara kan. Mahfud menjelaskan ketika satu buat ruang karaoke di rumah terse- itu, ketika ditanya mengenai kemung- perkara gugatan permohonan dikabut. “Yang mengagetkan bagi saya, kinan adanya keterlibatan hakim bulkan atau ditolak, maka keputusanjustru ternyata uang-uang akil disim- konstitusi lain dalam kasus Akil, Mah- nya tidak langsung diumumkan. Jeda pan di tembok-tembok ruang karaoke fud menyangkalnya. “Oh tidak ada. waktu itulah yang bisa dimanfaatkan saya dulu,” ujarnya. Dia mengatakan Bersih semuanya bersih. Nanti lihat seorang hakim untuk ‘bermain’. tidak mengetahui pasti berapa jum- aja itu di dakwaan semuanya ada,” “Sekarang diputuskan perkara dilah uang Akil yang disimpan di sana sambungnya. Dia mengungkapkan kabulkan, tok! Diucapkan minggu deyang akhirnya disita oleh penyidik itu. dalam kasus Akil, ‘permainan’ bisa pan akan diumumkan tanggal sekian, “Tidak tahu, saya tidak tanya dan ti- dilakukan sendiri tanpa harus meli- baru di situ orang bisa main sendiri. dak ingin tahu juga. Udah tahu u- batkan pihak lain. Baik itu gugatan Jadi Anda lihat saja nanti gak ada haangnya lebih dari 100 miliar udah cu- yang ditolak maupun yang dikabul- kim lain terlibat,” ujarnya.(*)

Citra Partai Jatuh Karena Korupsi
Jakarta-Dairi Pers : Pol-Tracking Institute telah melakukan survei mengenai pemberitaan media massa dengan persepsi publik terhadap partai politik. Dari survei itu, ditemukan bahwa faktor korupsi adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kegagalan partai pada pemilu 2014 dibandingkan dengan faktor lainnya. Hal ini, bisa terlihat bahwa berdasarkan hasil survei, elektabilitas Partai Demokrat terus menurun dari bulan Oktober 2013 sebesar 8,8 persen sementara bulan Desember 2013 sebesar 7,92 persen. Hasil ini, jauh turun dibanding Pemilu 2009 Partai Demokrat memperoleh suara mencapai 20,85 persen. Tak hanya Demokrat, PKS juga terus turun dibanding Pemilu 2009 dengan perolehan suara 7,8 persen, sementara pada tahun 2013 bulan Oktober hanya tinggal 2,9 persen dan 3 persen pada bulan Desember. Kedua partai politik ini, elektabilitasnya terus turun karena kasus hukum yang menjerat petingginya terus menerus diberitakan oleh media. Partai Demokrat paling banyak diberitakan sebanyak 35,8 persen sementara PKS di urutan kedua sebanyak 26,1 persen. Dari hasil survei Pol-tracking, yang dilakukan pada 13 September-11 Oktober 2013 dengan responden 2.010 dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara pada 16-23 Desember 2013, dengan responden 1,200 dengan margin error 5 persen. Survei ini dilakukan di 33 provinsi secara serentak. Ditemukan bahwa, pengaruh pemberitaan media massa sangat besar terhadap persepsi kepada partai politik, yaitu sebesar 75 persen. Sementara sebesar 46,96 persen publik mengetahui informasi mengenai partai politik melalui pemberitaan di media masa. Media yang paling banyak diakses oleh publik adalah televisi yaitu sebanyak 77,1 persen. Sementara pembaca koran sebanyak 10 persen dan hanya 7,2 persen yang mengakses internet atau media online. “Program TV yang paling banyak ditonton adalah berita,” kata Direktur eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda di Hotel Morrissey, Jakarta, Selasa 14 Januari 2014. Padahal, di televisi 43 persen pemberitaan mengenai kasus hukum. Sementara isu-isu lainnya seperti kebijakan publik hanya 12,7 persen, kegiatan partai 11 persen, pencalegan 9,5 persen dan pencapresan hanya 2,8 persen. Menariknya pemberitaan kasus hukum di media massa terkait Demokrat dan PKS memiliki tone negatif paling banyak. Bahkan PKS yang paling banyak disorot media massa. Sebanyak 46,7 persen berita tentang korupsi petinggi PKS, Demokrat sebesar 20,5 persen dari total berita Demokrat, dan Golkar 31 persen dari total berita Golkar. Sehingga, tak heran jika kasus-kasus korupsi yang menimpa dua partai itu, Demokrat dan PKS, sangat mendominasi di pemberitaan. Tone negatif pemberitaan PKS misalnya pada kasus korupsi yang menjerat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, tiga tsunami yang menghantam PKS, serta sindiran Ahmad Mubarok yang menyindir PKS bahwa sejarah telah berubah karena kasus sapi. Pemberitaan PKS dengan tone positif juga hanya sedikit, misalnya PKS menang di Pilgub Jawa Barat dan Sumatera Utara. Sementara di partai Demokrat misalnya, banyak diberitakan mengenai keterlibatan Sekjen Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam kasus Hambalang. Selain itu, kasus yang banyak diberitakan adalah prahara partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa, kasus hukum Anas Urbaningrum yang diseret dalam persoalan politik, konvensi untuk dongkrak elektabilitas, konvensi capres hanya adu uang dan partai yang paling korup. Sedangkan tone positif Partai Demokrat di pemberitaan hanya mengenai SBY sebagai Ketua Umum, dan konvensi mampu memperbaiki citra Partai Demokrat. Pemberitaan negatif juga menyerang partai Golkar, misalnya dengan kasus perebutan kursi ketua umum, adanya korelasi anggaran Lapindo dengan dukungan Golkar. Golkar juga ditantang menolak kenaikan BBM, korupsi Akil Mochtar, dinasti Atut dan korupsinya. Sementara, pemberitaan positif menge-nai Golkar adalah dalam beberapa survei Golkar menduduki elektabilitas di atas, serta adanya pemberitaan “jaman Golkar lebih nyaman” dan Golkar juga membidik dua juta suara di Malaysia. Di media massa sendiri, Golkar hanya diberitakan sebanyak 10,4 persen.(Rel)

Panda: Mbak Mega Bilang Kepada Saya Tidak Mau Nyapres
Medan-Dairi Pers : Ketua DPD Sumatera Utara Panda Nababan, mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak akan maju mencalonkan diri jadi Presiden 2014. Sebab, dia menilai umur Mega sudah terlalu tua dan akan mempersilakan kader-kader muda maju dicapreskan. “Mba Mega secara tegas tidak maju karena apa? Mba bilang kepada saya, dia (Mega) umurnya sudah terlalu tua,” ujar Panda di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Lenteng Agung, Nomor 99 Jakarta Selatan, Jumat (10/1).Lebih lanjut, Panda menuturkan, apabila Mega tidak maju sebagai capres nantinya, partainya akan tetap solid dan akan mendukung penuh siapapun yang di capreskan nanti.

“Tidak ada yang pecah. Ibu Mega punya kewenangan, akan membuka peluang-peluang yang muda terbukti sudah ada Joko Widodo, Ganjar, dan Risma,” katanya. Panda tak menampik juga bila Jokowi memiliki peluang besar untuk di capreskan. Sebab, menurut dia Mega sangat memiliki pertimbangan yang baik dalam memutuskan. “Saya pikir Mba Mega sangat arif dan cerdas karena Mba Mega punya feeling. Pak Jokowi punya peluang besar,” ujarnya.(*) kesehatan (alkes) kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan 2012 dan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan sarana dan prasarana alkes di lingkungan Pemprov Banten 2011-2013. Terbaru, Wawan yang merupakan bos PT Bali Pasific Pragama (BPP) itu ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPU terkait kasus dugaan korupsi terkait pengadaan sarana dan prasarana alkes di lingkungan Pemprov Banten 2011-2013. Dikabarkan Wawan menjadi seorang pengusaha besar setelah kakaknya, Ratu Atut Chosiyah menjadi Gubernur Banten sejak 2007. Tim KPK pernah menemukan belasan mobil mewah di dua garasi saat penggeledahan di rumah Wawan-Airin, Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, pada awal Oktober 2013 lalu. Mobil-mobil itu di antaranya Bentley, Ferrari, Lamborghini Gallardo, Lexus, Rol Royce, dan Toyota Land Cruise Prado. Namun, tim KPK tidak melakukan penyitaan terhadap mobil-mobil yang berharga miliaran rupiah itu. Selain itu, Wawan juga dikabarkan berbisnis kapal pesiar yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.Sebelumnya, Manajer Asset and Property PT BPP, Agah M Noor, sudah mengakui dirinya hanya menjalankan tugas untuk menjaga dan mengelola sebagian aset milik bosnya, Wawan. Aset-aset itu di antaranya berupa apartemen, SPBU, SPBG, dan kos-kosan. (Rel)

KPK Beberkan Dua Alat Bukti Yang Menyeret Atut
Jakarta-Dairi Pers : Penyidik KPK menemukan dua al at bukti dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Satu alat bukti itu di antaranya adanya transaksi perbankan dan aset Wawan berupa puluhan tanah dan rumah yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. “Tadi, saya baru dapat informasinya, dari hasil asset tracing (penelusuran aset)sementara, ada puluhan tanah dan bangunan yang dimiliki TCW. Tapi, belum dilakukan penyitaan,” ujar juru bicara KPK, Johan Budi (15/1/2014) Johan mengaku belum mengetahui secara rinci tentang lokasi dan total nilai tanah dan rumah atau bangunan dari hasil penelusuran aset sementara tim KPK ini. Namun, ia menyatakan, tim penyidik KPK akan segera melakukan penyitaan terhadap aset-aset Wawan itu. Sumber di internal KPK menyebutkan, total nilai tanah dan bangunan milik Wawan yang berhasil ditelusuri itu mencapai lebih Rp 50 miliar. Puluhan aset Wawan berupa tanah dan bangunan itu paling dominan berada di Bandung,

Pilkada Banten Juga Dicurigai
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melacak praktik suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar selama menangani sengketa Pilkada. KPK saat ini mengendus aroma suap Akil di Pilgub Banten tahun 2011 yang memenangkan pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno. Itu terlihat dari pemeriksaan yang dilakukan KPK hari ini, KPK memeriksa dua kandidat calon Gubernur Banten kala itu, Wahidin Halim dan Jazuli Juwaini. Wahidin usai diperiksa KPK sekira pukul 17.00 WIB, ini mengaku diperiksa KPK terkait pelaksanaan Pilgub Banten. Dimana, kala itu Wahidin menggugat Pilgub tersebut ke MK. "Soal Pilgub 2011, Pilgub di Banten. Soal gugatan ke MK waktu 2011 itu saja," katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Dia juga mengaku diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai calon Gubernur Banten kala itu. Wahidin diperiksa sebagai saksi untuk kasus yang membelit Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan Akil. "Ini pemeriksaan untuk Wawan sama Akil. Sebagai calon, waktu Cagub," tandasnya. Kendati demikian, Wahidin enggan membeberkan terkait dugaan suap yang mewarnai Pilgub tersebut, calon yang diusung partai Demokrat ini lebih memilih menyerahkan segala sesuatunya kepada penyidik KPK. Dia juga membantah adanya keterlibatan dirinya dalam isu suap tersebut. "Saya enggak tahu, tanya saja ke penyidik," tegasnya. Seperti diketahui, pasangan Wahidin-Narulita sempat mengajukan gugatan ke MK atas Pilgub Banten karena menemukan banyak terjadi pelanggaran yang struktur, masif, dan sistematis menyangkut politik uang dan mobilisasi PNS. Begitu juga dengan pasangan Jazuli-Muzaki.

Tangerang Selatan, dan Jakarta. “Nilai da-ri yang sudah di-tracing sementara itu lebih dari Rp 50 M. Temuan ini baru hasil tracing sementara. Saat ini tim masih terus bekerja. Tapi, nanti bisa lebih mengejutkan lagi soal jumlah dan nilai aset Wawan ini,” ujarnya. Hasil penyidikan sementara, Wawan merupakan pelaku aktif dari TPPU yang dilakukannya. Penyidik belum menemukan bukti pelaku pasif atau pihakpihak yang membantu Wawan dalam melakukan TPPU tersebut.

Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani itu ditangkap dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK pada 3 Oktober 2013. Ia ditangkap karena diduga terlibat penyuapan Rp 1 miliar kepada Akil Mochtar selaku hakim konstitusi, terkait pemulusan pemenangan sengketa Pilkada Lebak, Banten. Dari pengembangan kasus itu, KPK menetapkan Wawan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat

Dairi Pers Edisi 307
Membangun Opini Membangun DPRD Resmi .......
Siti Aminah yang merupakan rival Karo Jambi saat kontestasi pemilihan Bupati Karo pada 2010 itu menyatakan, dengan didaftarkannya dugaan pelanggaran konstitusi tersebut, maka proses pemakzulan Karo Jambi telah memasuki babak akhir. “DPRD sen dir i sejatin ya berharap ada keinginan dari Bupati Karo untuk berdialog, tapi sepertinya lembaga DPRD ini sudah tidak ditanggap i lagi. Buktinya seluruh fraksi dengan suara bulat dan aklamasi telah menyepakati tindakan Bupati Karo merupakan pelanggaran e-

Tanggal 19 - 25 Januari 2014

Halaman :
Membangun Opini Membangun Kasus Bel Sekolah.....
nanggapi apatis dana itu akan mereka peroleh. Anggota Komisi C DPRD Dairi Martua Nahampun saat dimintai Dairi Pers komentarnya Rabu (154/1) akan hal tersebut mengatakan harusnya janji ditepati. Jika telah berjanji bahkan sudah sampai setahun tidak terbukti maka wajar guru menjadi curiga. “ Kita memang wakil rakyat yang harusnya memperjuangkan masalah rakyat. Namun jika kami tidak diberitahu atau diingatkan tentu kami tidak mengetahui problema rakyat” sebut Ketua Komisi C tersebut. Dikatakan Martua Nahampun berkaitan dana sertifikasi wajib diterima guru. Dengan alasan apapun pemerintah harusnya mendahulukan kepentingan pendidikan. Jika sudah setahun perlu juga memeriksa ada apa sebenarnya yang tentu kami tidak mengetahui problema rakyat” sebut Ketua Komisi C tersebut. Dikatakan Martua Nahampun berkaitan dana sertifikasi wajib diterima guru . Dengan alasan apapun pemerintah harusnya mendahulukan kepentingan pendidikan. Jika sudah setahun perlu juga memeriksa ada apa sebenarnya yang terjadi. Pemkab harusnya secara moral merasa malu tidak dapat menyelesaikan persoalan dana tersebut ketika daerah lain telah rampung. Namun demikian Martua menyebutkan Komisi C perlu campur tangan untuk mendesak agar hutang kepada guru tersebut secepatnya diselesaikan pemkab Dairi.(R.07) Bharat dan Humbang Hasundutan telah membayarkan tunggakan dana sertifikasi guru tersebut pada tahun 2013. Sebelumnya banyak kabupaten di Sumut terpaksa menunda pembayaran dana sertifikasi guru menunggu pengusulan kembali. Namun pada 2013 kabupaten tetangga tersebut telah membayarkan dana sertifikasi guru yang tertunggak tersebut. Spekulasi Sementara itu sejumlah dugaan guru kalau dana tersebut semakin tidak jelas keberadaannya kemungkinan telah digunakan atau diperuntukkan kepada hal lain. Mereka juga meminta pemkab Dairi secepat mungkin menyelesaikan masalah tunggakan tersebut karena merupakan hak guru yang telah ada dalam APBN. Bukan hanya masalah hak, namun sesungguhnya pemkab Dairi seharusnya tidak mendiamkan masalah hak tersebut karena berkaitan dengan nama baik pemkab Dairi. Mengapa daerah lain bisa. Mereka kabupaten Baru, Justru Dairi yang merupakan induk malah terlambat. Ini harusnya pelajaran untuk instropeksi” sebut Salah seoarang guru yang meminta namanya tidak dituliskan. Dugaan lain yang dilontarkan justru pemkab Dairi telah gagal menyelesaikan tanggung jawabnya kepada guru karena janji akan membayarkan tunggakan tersebut pada tahun 2013 ternyata tidak terealiasasi. Kecurigaan guru akan “rimba” dana tersebut telah disalah gunakan terdengar dari beberapa guru yang me-

7

Dairi Hutang Rp. 3,3 M............
tika dari 35 (anggota DPRD), 33 di antaranya hadir menyepakati bahwa usulan Bupati Kena Ukur Surbakti dilengserkan untuk disampaikan ke MA, termasuk anggota DPRD dari Partai yang mengusung Bupati,” tambahnya. Siti Aminah juga mengatakan, DPRD sudah menutup komunikasi terkait persoalan pemakzulan ini dengan Bupati. Dia pun meminta agar Bupati menunggu keputusan MA. “Saya pikir kalau dialog sudah tidak lagi lah. Tunggu keputusan MA saja,”tutupnya. (Rel) belum terbayarkan pada desember 2012 sekitar Rp. 3,3 Miliar. Hal tersebut terjadi karena pada 2012 terjadi kenaikan gaji PNS yang berpengaruh pada kesediaan dana pemkab. Sehingga pada saat itu dana sertifikasi guru hanya dibayarkan dua bulan dalam triwulan terakhir tahun 2012 menunggu diusulkan kembali ke mendiknas satu bulan lagi dana sertifikasi guru Dairi yang belum terbayarkan. “Kita sudah menyurati masalah itu ke pemerintah pusat dan jawabannya telah ditangan kita tertanggal 20 dember 2013” sebut Ramses. Dikatakan berdasarkan surat jawaban pemerintah pusat No. 843/B/KU/2013 dan surat No. 4492/C/KU/2013 serta surat Nomor 7364/D/KU/2013 intinya kekurangan dana sertifikasi guru di Dairi belum dibayarkan menunggu audit BPKP. “Yang jelas tetap kita susul akan dana tersebut namun balasan surat yang sampai kepada kita masih menunggu audit BPKP. Kita tetap menjalankan semua prosedur dan berupaya agar dana tersebut secepatnya terbayarkan namun masih harus menunggu BPKP” sebut Ramses Hutauruk. Berkaitan dengan tenggang waktu penyelesaian hutang pemerintah kepada guru tersebut disebutkan Ramses Hutauruk tidak dapat memastikan pembayarannya karena harus menunggu putusan pemerintah pusat. “Benar itu belum kita bayarkan namun kita tetap berusaha untuk menyelesaikan itu secepatnya” sebutnya. Sementara itu sejumlah kabupaten tetangga seperti Pakpak

Kadishut Akui ....... mereka mengangkat petugas pengamanan hutan di kecamatan dengan honor Rp. 200.000 per bulan. Dana operasional itu dianggap masih jauh dibawah standart namun untuk kondisi sekarang hal itu dikatakan merupakan pilihan yang terbaik. Menyinggung keefektifan petugas yang diangkat dikatakan Bukka masih sangat kurang namun diakui ada juga pengaruhnya menekan jumlah dan aktifitas pencurian kayu di hutan register Dairi. Pembebasan kawasan Hutan Sementara itu agus Bukka menyebutkan sesuai SK menhut No. 44 pemkab Dairi melalui dinas kehutanan telah melaporkan 52.000 hektar kawasan pemukiman yang telah dihuni masyarakat untuk dibebaskan dalam kawaan hutan lindung. Namun hingga kini reaksi peLangit Sidikalang .......
Sementara itu meski abu vulkanik semakin parah namun belum mengganggu aktifitas warga. Warga Sidikalang setiap keluar rumah terpaksa menggunakan masker. Sementara anak sekolah juga menggunakan masker saat belajar mengajar berlangsung. Pantauan Dairi Pers Rabu (15/1) dari Bukit kapur, Sidiangkat abu vulkanik terlihat memutih di langit kota Sidikalang. Meski hari itu merupakan kemarau namun terlihat langit memutih diduga kuat merupakan abu vulkanik Sinabung. Biasanya jika hari cerah jarak pandang melihat pengunungan bukit barisan tampak jelas namun rabu gunung bukit barisan sama sekali tidak terlihat tertutup debu Sinabung. Tanaman warga di daerah Sidiangkat memutih akibat daun tertutup material debu. Rasidin Angkat warga setempat menyebutkan sejak selasa mengurangi aktifitas ke kebunnya karena khawatir akan dampak debu terhadap kesehatannya. “ Biasanya dari Sidiangkat tampak jelas gunung sinabung meski dalam jarak pandang yang jauh. Namun karena arah angin mungkin ke Sidikalag maka gunung yang erupsi tersebut tidak terlihat lagi “ sebutnya. Ianya mengaku sedikit khawatir dengan debu vulkanik yang menempel di tanaman jagungnya akan merusak karena menurutnya debu vulkanik bercampur belerang. Sementara itu pantauan Dairi Pers sejumlah perkebunan jeruk dan tanaman hortikultura masyarakat tampak memutih akibat debu yang menempel. Petani berharap hujan segera turun sehingga debu yang menempel di daun tersiram. Beberapa petani juga mencoba mencuci daun tanaman dengan penyemprotan air bersih. Di kota Sidikalang akltifitas warga keluar rumah tetap menggunakan masker . Obah Manik yang biasa mengunakan sepeda motor menyebutkan harus menggunakan masker karena cukup rentan terhadap kesehatan. Dikatakan butiran debu vulkanik yang menempel ke mata terasa pedih mungkin karena mengandung belerang, sebutnya. (Rp. S)

merintah pusat belum ada. “Saya sering didatangi masyarakat meminta keberadaan rumah mereka dan meminta tanda tangan. Saya katakan siapa juga ti-dak berani. Diakui sejumlah perumahan dan fasilitas umum diatas peta kehutanan masih dianggap kawasan hutan lindung seperti kantor camat Pegagan hilir. Desa invalident seluruhnya serta sejumlah desa di Dairi diatas peta masih tercatat sebagai hutan lindung padahal kenyataannya sudah ratusan tahun sebagai permukiman penduduk. Sehingga jik ada masyarakat dari daerah itu meminta tanda tangan saya berkaitan dengan keberadaan tanah mereka kita tidak berani, sebut Bukka. Dikatakan hingga kini balasan surat menhut akan permintaan pemkab Dairi atas pembebasan hutan register itu belum juga ada. (R.07)

sendiri untuk diedarkan di sekolah-sekolah SD di Dairi. Inti dari surat yang dikeluarkan kepala sekolah dapat membeli bel sekolah yang ditawarkan salah satu usaha dagang tersebut. Permasalahan yang timbul justru setelah pengaduan ICW yang mengadukan perihal penjualan bel sekolah itu dengan harga tinggi Rp. 7.5 juta per unit. Padahal harga dipasaran paling Rp. 2,5 juta per unit. Sekolah dirugikan dengan harga yang demikian tinggi bahkan semakin mengherankan dalam isi surat yang dikeluarkan Kepala Bidang tersebut menyebutkan tidak melanggar aturan kepala sekolah SD menggunakan dana bos untuk pembelian bel sekolah. “Surat sakti” itu menjadi menarik karena justru yang menunjukkan surat tersebut kepada kepala sekolah sebagai calon pembeli adalah orang dari salah satu usaha Dagang 2013 DAK Dairi .......

yang beralamat di perumnas kalang simbara padahal mereka sama sekali bukanlah jajaran PNS. Dugaan kuat kerjasama oknum kabid dan usaha dagang tersebut patut diduga. Informasi terakhir yang diperoleh Dairi pers menyebutkan sekitar 130 sekolah telah membeli bel sekolah tersebut. Dengan estimasi sekitar Rp. 500 juta s/d Rp. 600 juta keuntungan telah diperoleh usaha dagang tersebut dari penjualan bel sekolah yang harganya di mark up itu. Sementara itu sebelumnya polres Dairi telah memeriksa sejumlah kepala sekolah SD dan UPT diknas untuk dimintai keterangannya berkaitan dengan pembelian bel sekolah yang ditawarkan Usaha Dagang tersebut. Oknum kabid Dikdas Cirus Malau juga telah beberapa kali dimintai polres Dairi keterangannya berkaitan dengan surat yang dikeluarkan tersebut. (R.07)

Satu Lagi Bupati Masuk Penjara............ penahanan M Salim yang menyandang status tersangka sejak 2010 itu sudah lama ditunggu masyarakat. Selama ini masyarakat di Rembang ingin mengetahui kelanjutan kasus tersebut. Bahkan, masyarakat memberikan deadline atau batas waktu hingga Senin 13 Januari 2014 agar M Salim segera ditahan. Jika lewat dari batas waktu tersebut dan belum ditahan, maka warga mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa. Terpisah Sekretaris Komite Penyidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme Eko Haryanto menyatakan penahanan itu sebagai bukti komitmen Kapolda Jateng. “Kapolda pernah berjanji untuk tahan M Salim. Janji itu utang kepada masyarakat Rembang, kepada masyarakat Jateng, yang telah dibayar Kapolda Jateng,” ujar Eko. Seperti diketahui, M Salim diduga terlibat dalam penyimpangan penyertaan modal PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) pada 2006-2007. Perhitungan Kerugian Negara (PKN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sudah turun dan diterima Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyebut negara rugi Rp4,12 miliar. Dari total kerugian akibat korupsi itu, Rp1,8 miliar di antaranya digunakan untuk pembelian tanah. Salim ditetapkan tersangka sejak 16 Juni 2010 bersama Direktur PT RBSJ (dulu bernama PT RSM), M Siswadi. Kasus ini juga menyeret Kepala Bagian Perekonomian setempat, Waluyo sebagai tersangka. Sebelumnya, Direskrimsus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Mas Guntur Laupe mengatakan, akan segera memanggil Salim. Pemeriksaan dilakukan untuk meminta keterangan Salim atas laporan BPK. Hingga diketahui bagian mana dari penyertaan modal yang menimbulkan kerugian negara. Sebenarnya Salim pernah diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng. Tapi pemeriksaan itu sebagai saksi atas tersangka lain. Penyertaan modal ke PT RBSJ (semula bernama PT RSM) itu semula didalihkan untuk program kesejahteraan untuk warga Rembang. PT RBSJ sendiri bergerak di bidang industri garam, etanol dan perkebunan. Dari APBD 2006 disertakan Rp.25 miliar dan dari APBD 2007 disertakan Rp 10 miliar. Dari audit BPK ditemukan kerugian atas pembelian bidang tanah untuk pembangunan SPBU serta kerja sama pengadaan kayu untuk gempa bumi di Yogyakarta. Selain Salim, Direktur PT RBSJ, Siswadi juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Beberapa saksi telah Sukses Tani .......
dasarnya cara menanam semangka ini cukup mudah. Jadi, Andapun bisa membudidayakannya di pekarangan rumah Anda. Persiapan Awal Sebelum menanam semangka, Anda tentu perlu mengetahui beberapa syarat agar tanaman semangka Anda bisa tumbuh subur, antara lain: Jika didasarkan pada teori, semangka suka pada wilayah dengan curah hujan yang berkisar di angka 40 sampai 50 mm per bulannya. Ia juga akan berbuah dengan baik jika ditanam di wilayah dengan suhu kurang lebih 25 derajat celcius di siang hari. Sementara itu kelembaban udara yang tepat untuk semangka adalah yang cenderung kering dan miskin uap air. Memang ia me-

Harga Cabe Merah ....... Pantauan Dairi Pers di pasar Sidikalang Rabu (15/1) harga jual cabe merah Rp. 50. 000 s/.d 60.000/ Kg. Amsah br Panjaitan salah seorang pedagang di pasar Sidikalang menyebutkan harga tersebut sudah sedikit menurun dibanding pekan sebelumnya yang mencapai Rp. 70.000/Kg. Minat pembeli berkurang dan paling tinggi konsumen yang merupakan ibu rumah tangga membeli dalam ukuran setengah Kg. Dikatakan permintaan akan cabai menurun seiring harga yang meroket. Menjawab apa penyebab kenaikan harga disebutkan br Panjaitan tidak diketahui namun diakui pasokan cabai meOknum PPTK Dinas PU..... didiamkan bahkan suka berlaku rakus “memakan” hak staf lain. Jika tidak diingatkan oknum tersebut akan menilap hak orang lain. Kekesalan sejumlah staf kerap menghubungkan Ir. MB diduga mewarisi gen korupsi . “Kalau kebutuhan yang wajar barang kali dari penghasilannya cukup. Istrinya juga PNS dan mempunyai jabatan yang tidak kecil. Anak anak masih kecil dan kebutuhannya belum banyak namun mengapa sedemikian rakus?” sebut Salah satu staf kesal.

rah berkurang drastis dari petani. hal tersebut membuat harga naik tajam. “ Tidak tahu kita ada yang bilang karena sinabung meletus, ada juga yang mengatakan tidak ada barang. Kita pedagang menjual sesuai harga saja.” Sebutnya Sementara itu dikalangan petani cabe harga yang meroket tersebut merupakan rezeki awal tahun yang dirasakan sudah sangat menguntungkan. Sementara di kalangan ibu rumah tangga harga cabe merah sedemikian tinggi disebutkan sangat merugikan mereka karena harus membatasi jumlah pembelian dan terpaksa mengurangi porsi penggunaan cabe merah di ru- ke Thailand. Diduga kuat untuk mah.(RMS) membutuhi hobbynya itu terpaksa melakukan “penyerobotan” hak orang lain. Sumber lain menyebutkan Diketahui sejumlah proyek kalau Ir. MBT tidak merokok pengadaan barang dan jasa kadan tidak suka dengan budaya bupaten Dairi tahun 2013 dialaki-laki umumnya seperti mi- waki oknum yang satu ini. Senum, dugem atau berjudi. Na- jumlah data menyebutkan kamun Ir. MBT untuk kebutuhan lau proyek pengadaan sejumlah shopping MBT tidak pernah alat-alat di Dairi tidak lama lamemperhitungkan uang. Apala- gi akan bermasalah karena digi kalau sudah untuk kebutuhan duga harga lebih dahulu di pembelian alat-alat permainan mark up. anaknya yang masih kecil. SeKetika Dairi pers coba berapa harganyapun pasti MB- mengkonfirmasi hal tesebut keT membelinya, sebut sumber pada Oknum PPTK MBT rabu Dairi Pers. MBT juga dikenal dan kamis pekan silam tidak hobby plisiran sampai trave- berhasil. Sedang Nomor HP ling ke luar negeri. Beberapa miliknya yang coba dihubungi kali mengajak serta sekeluarga tidak tersambung. (R.07)

SBY Akan ke Sinabung.... terus melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah pengungsi. Namun, agar semua dapat terorganisir dengan baik, SBY memerintahkan semuanya dikendalikan dari pusat. “Meskipun baik pusat dan daerah terus menangani permasalahan ini, saya memutuskan untuk meningkatkan pengendalian dan bantuan pusat” pungkasnya.(R.07)

SLTP Rp. 4 M SMA Rp. 3,5 M dan SMK Rp. 3,9 M. Dari dana tersebut umumnya digunakan untuk proyek pendirian ruangan baru, rehab gedung dan pendirian perpustakaan, mobiler beserta isinya. Sementara itu untuk alokasi bidang kesehatan dialokasikan Rp. 5,2 M yang diperinci untuk pelayanan dasar Rp. 2,1 M, Pelayanan Farmasi Rp. 1,9 M dan Pelayanan Rujukan Rp. 1 M. Sementara untuk infrastruktur jalan mengalokasi Rp. Rp. 9,6 diperiksa, mulai dari pemilik M. Infrastruktur Irigasi Rp. 2,8 tanah yang dibeli untuk SPBU M. Air minum Rp. 2,1 M. Bihingga beberapa anggota de- yang perlu diperhatikan adalah wan Kabupaten Rembang. cara menanam semangka itu Sakit sendiri, antara lain: Sehari setelah ditahan BuPersiapan benih. Proses ini pati Rembang M.Salim dilari- merupakan hal yang pertama kakan ke Rumah Sakit Bhayang- li dilakukan. Benih yang bagus kara Semarang karena menge- untuk ditanam adalah benih seluh sakit. Menurut petugas ke- mangka hibrida import (bisa trisehatan RS Bhayangkara yang ploid atau juga haploid). Apabila bersangkutan mengalami stres, triploid maka sebaiknya bijinya katanya. Saat ini kata dia, yang disayat atau direnggangkan terlebih dahulu sebab cangkang biji bersangkutan masih menjalani semangka yang satu ini cukup perawatan di RS Bhayangkara. keras. Sementara itu biji seLiliek belum bisa memasti- mangka haploid mudah disemai kan berapa lama M.Salim akan karena cangkang bijinga tidak dirawat di RS Bhayangkara. sekeras triploid. Setelah direnggangkan, biji “Kalau kondisinya sudah membaik akan dikembalikan ke ta- semangka tersebut kemudian direndam di dalam larutan yang hanan,” katanya. Terpisah, Edi Haryanto, pe- merupakan campuran air hangat, nasihat hukum Bupati M. Sa- hormon, fungisida dan juga bakterisida. Biasanya direndam selim, menuturkan, sejak peme- lama kurang lebih 30 menit. riksaan sebelum akhirnya dita- Kemudian diangkat dan ditirishan telah dijelaskan bahwa kli- kan hinga air tak mengalir lagi ennya memiliki penyakit jan- dari benih. Bibit kemudian siap tung. dikecambahkan. Setelah berke“Ketika dicek tim medis di- cambah, bibit kemudian siap unnyatakan sehat untuk ditahan. tuk ditanam. Langkah selanjutPadahal, kami sudah sampai- nya adalah persiapan awal sebekan bahwa Pak Salim punya ri- lum bibit ditanam yakni dengan wayat penyakit jantung,” kata- membersihkan media tanam. Jangan sampai ada gulma pengnya. (*) ganggu di sana. Apabila ada tanah yang tak rata sebaiknya diratakan. Buang pula bebatuan rupakan tanaman yang berasal yang akan mengganggu proses dari wilayah kering Afrika. penanaman. Setelah tanah siap, Semangka menyukai wilayah selanjutnya adalah dengan memyang terkena matahari secara buat bedengan agar air yang ada sempurna. Kurangnya penyina- di dalam tanah mudah dialirkan. ran akan membuat proses pema- Ingat, semangka tak suka kondisi nenan buah semangka undur. tanah yang mangandung terlalu Sementara itu, kondisi tanah banyak air. yang paling cocok ditanami seSetelah bedengan selesai, lamangka adalah yang gembur kukanlah proses pengapuran tedengan kandungan unsur hara rutama jika tanah yang hendak yang tinggi. Pastikan medim ta- ditanami pH-nya belum ideal namnya bukan tanah yang bersi- yakni di bawah 6. Selanjutnya fat asam ataupun bekas kebun adalah proses pemupukan awal. atau sawah yang telah dikering- Gunakan pupuk organik dan juga kan. pupuk buatan. Setelah semua Adapun pH yang cocok yakni proses awal siap, buatlah lubang 6 sampai 6,7. Jika ia bersifat a- tanam pada tanah dengan kedasam, sebaiknya dilakukan proses laman antara 8 sampai 10 cm. pengapuran dengan dosis yang Lubang tanam dibuat seminggu disesuaikan dengan pH yang di- sebelum tanaman dipindahkan. inginkan. Jenis tanah yang coSelanjutnya adalah proses cok ditanami semangka adalah penanaman. Sebelum ditanam, dari jenis sarang atau dikenal ju- area lubang tanam disiram secaga dengan nama porous. Dengan ra massal agar tanah tersebut sijenis tanah ini, kita lebih mudah ap dan menerima bibit dengan membuang kelebihan air. Air baik. Sebelum ditanam, bibit juyang berlebih akan membuat se- ga harus direndam dengan larumangka Anda kurang berkua- tan tertentu. Langkah ini disebut litas. Syarat menanam semangka dengan imunisasi. Perendaman selanjutnya yang perlu diperha- ini dilakukan kurang lebih 5 tikan adalah ketinggian tempat. sampai 10 menit. Selanjutnya, Yang paling ideal berkisar di bibit ditanam dengan cara memiangka 100 sampai 300 meter da- sahkan tanah dengan kantong tari permukaan laut. nam. Hati-hatilah jangan sampai Menaman Semangka Per- akar semangka rusak. Masukkan syaratan tersebut di atas ideal- akar beserta tanah tersebut ke nya terpenuhi agar hasil panen dalam lubang tanam. Bagian cebuah bisa menghasilkan semang- lahnya ditutup dengan tanah dan ka yang berkualitas. Selanjutnya kemudian disiram agar tanah

dang prasarana pemerintahan Rp. 3,8 M Kelautan dan perikanan Rp. 918 juta. Bidang pertanian Rp. 4,3 M. Bidang lingkungan hidup Rp. 960 juta. Bidang keluarga berencana Rp. 827 juta. Bidang perdagangan Rp. 3, 3 M. Keselamatan transportasi darat Rp. 386 juta. Infrastruktur sanitasi Rp. 1,6 M serta bidang transportasi pedesaan Rp. 3,4 Miliar. Secara umum DAK tersebut digunakan untuk proyek infrastruktur dan perbaikan sedang bidang kesehatan berkaitan dengakan pelayanan kesehatan masyarakat. (R.07)
dari kantong tanam mudah menyatu dengan tanah medium tanam. Selanjutnya adalah proses pemeliharaan tanaman. Lakukanlah penjarangan juga penyulaman. Langkah penjarangan dilakukan apabila tanaman terlalu lebat dengan cara memangkas daun juga batang yang tidak dibutuhkan. Adapun langkah penyulaman dilakukan dengan mengganti bibit yang mati atau tidak tumbuh semestinya dengan bibit baru. Langkah pemeliharaan lainnya adalah penyiangan. Hal ini dilakukan dengan cara mengeliminasi ranting yang dianggapt idak bergun a. Pada ujung cabang sekundernya cukup disisakan helai daun sebanyak 2 saja. Selanjutnya yang harus diperhatikan dalam tata cara menanam semangka adalah proses pengairan dan juga penyiraman. Umumn ya petan i semangka menggunakan sistem Farrow Irrigation dimana air dialirkan menggunakan saluran di antara bedengan. Adapun frekuensi pemberian air pada musim kemarau yakni 4 sampai 6 hari. Pastikan volume penyiraman air tidak berlebihan. Langkah penting lainn ya adalah penyemprotan pestisida. Sebaiknya dilakukan di atas 20 hari usia tanaman di lahan. Kemudian selanjutnya dilakukan setiap 5 kali dalam sehari sampai seman gk a b er u sia 70 hari. Proses penyemprotan memakai sprayer jika area tidak terlalu luas dan memakai mesin diesel jika lahan hingga ribuan hektar. Langkah berikutnya adalah penanggulangan hama dan penyakit. Umumnya hama semangka dibagi ke dalam dua kelompok yakni hama yang tahan pada pestisida dan juga hama yang tidak tahan pada pestisida. Agar terhindar dari hama penyebab penyakit sebaiknya pastikan pematang semangka selalu dalam keadaan bersih dan dirikanlah pagar mengelilingi tanaman semangka itu. Pemanenan merupakan langkah terakhir dari rangkaian budidaya semangka. Semangka yang bisa dipanen adalah yang berusia 70 sampai 100 hari. Ciricirinya adalah terjadinya perubahan warna buah yang kasat mata. Batang pada tanaman juga terlihat mengecil dan kemudian sedikit mengering. Hal ini menandakan buah sudah bisa diambil. Sebaiknya proses pemanenan ini dilakukan saat cuaca cerah dan tak berawan agar buah semangka yang dipanen dalam keadaan kering. (*)

DAIRI Pers
http://mediadairipers.blogspot.com

Membangun Opini Membangun

Nomor : 307 Tahun VIII Tanggal 19 - 25 Januari 2014

Halaman

8
H O TE L & R E STO R A N

Diperkirakan Rp. 3,3 M Gedung Metrologi Dairi Bakal Tak Berfungsi
Sidikalang-Dairi Pers : Gedung megah pembangunan gedung metrologi Dairi yang berlamat di pancuran , Sidikalang, Dairi yang tahap pembangunan hingga kini belum juga rampung diperkirakan bakal tidak berfungsi maksimal. Pasalnya gedung yang berhubungan dengan sektor perdagangan itu selama ini di Dairi belum menjadi pusat perhatian. Disamping itu disebutkan kalau pimpinan untuk gedung megah itu nantinya hanya sekelas kabid saja.

NANTAMPUKMMAS
Jl. Runding No. 184 Puncak Sidiangkat Sidikalang. Kab. Dairi. Sumatera Utara HP. 0812 6901 0010

Satu-satunya Hotel & Restoran yang berada di Puncak
Hotel Nantampukmmas Menyediakan : VIP Room, Suite Room, Deluxe Room, Standart Room, Ruang pertemuan daya tampung 50-60 orang, Areal parkir yang luas, Pemandangan yang luas ke Sidikalang dan Laut Singkil, Sport Mendaki gunung. Restoran Nantampukmmas Menyediakan : Masakan Nasional, Nasi, Pecal lele (Makanan Khas), aneka jus dan minuman segar. Kami juga menyediakan KOPI BUBUK ASLI SIDIKALANG cap “NONA NANTAMPUKMMAS”yang diproduksi oleh : Kelompok Tani Kopi Mas Sidiangkat.

Data yang diperoleh menyebutkan untuk pendirian gedung metrologi Dairi tersebut menelan biaya Rp. 3,3 Miliar yang terdiri dari pembangunan gedung serta pengadaan alat-alat kelengkapan di dalamnya. Ketua LSM Gransi Dairi Jonner Simbolon menyebutkan melihat fakta selama ini dinas perindagkop Dairi dimana bidang perdagangan yang menjadi salah satu bidang didalamnya dinilai kurang berfungsi.

“Jujur saja selama ini apa yang sudah dilakukan bidang perdagangan untuk rakyat Dairi. Dari program yang selama ini dilakukan juga sebatas soasialisasi. Kemudian pameran atau apa saja kegiatan yang gawenya belum menyentuh kepentingan rakyat Dairi secara umum. Atas salah satu penilaian itu tentu patut kita menduga kalau keberadan gedung tersebut nantinya juga tidak terlalu berguna

pada kepentingan mayoritas rakyat” sebutnya. Dikatakan Jonner menyaksikan gedung mewah tersebut wajar diacungi jempol. Namun kelak akan menjadi cibiran masyarakat ketika tidak mempunyai guna bagi kepentingan umum rakyat. “Jika hanya sekedar mengalokasikan dana saja tanpa jelas tujuan dan capaian target kegunaan gedung tentu justru menjadi salah satu pemborosan yang merugikan uang rakyat” tambahnya. Informasi yang dikumpulkan Dairi pers pembangunan gedung hingga januari 2014 masih terus dikerjakan salah satu perusahan pemenang tender di Dairi. Gedung yang bernilai Rp. 2,4 miliar itu terlam- bat selesai dikerjakan tahun 2013. Melihat desain dan bentuk gedung merupakan inovasi baru yang terlihat megah melahirkan kesan modern. Namun demikian belum diketahui bentuk pemanfaatan dan kegunaan nyata yang dirasakan rakyat kelak atas keberadaan gedung mewah tersebut. Sektor perdagangan di Dairi selama ini seperti rutinitas saja tanpa pernah memberikan ge-

Karaoke President
Gratis softdrinks, tempat sangat cozy & nyaman Pengusaha : st. O. Br. Habeahan

brakan atas kinerja. Kegiatan yang bisa dilakukan juga sebatas sosialisasi dan pameran saja. Dua kegiatan rutinnya yang selalu ditampung di APBD setiap tahun pameran pembangunan hari ultah Dairi serta PRSU saja. Selebihnya tidak pernah terdengar terobosan baru sekaitan dengan perdagangan komoditi pertanian Dairi (R.07)

PT. EKA RAJAWALI ANDALAS
Kredit: Uang Muka Murah, Angsuran Murah
Jln. Sisingamangaraja No. 155 Sidikalang/Depan Gedung nasional

Segera Hubungi Telp. 0627 - 22779 Fax: 0627 - 22779

Kijang Tabrak Tembok Di Sumbul, Penumpang Luka luka
Disamping pengusaha kopi bubuk IDA

Segera hub: TOKO RAJAWALI Jl. gerilya no. 8 Sidikalang Telp. 0821 6537 0888 Eka Rajawali Andalas Jl. SM. Raja no. 155 Syarat Kr edi t : Fotocopy K TP / S IM Suami / Is tr i,
Fotocopy KK/ Surat Nikah, Rek ening Listr ik/ Air / Telepon.

Oknum Camat Tanah Pinem Jadikan Sekolah Arena Politik
 Martua Nahampun : Kita Sudah Klarifikasi Keterlaluan
caleg sebanyak 12 guru yang ada di ruang kepala sekolah tersebut tidak mau menjawab pertanyaan wartawan. Dari wajah mereka terlihat rasa takut karena barang bukti alat peraga kampanye itu justru masih berada di meja kepala sekolah. Oknum Camat Tanah Pinem Robert Ginting yang dikonfirmasi wartawan kamis (16/1) di kantornya justru tampil santai dan sedikit arogan dengan menyatakan wajar mendukung istrinya sebagai caleg. Oknum yang hampir kena massa saat kampanye pilkada lalu juga menampakkan sikap arogan seakan perbuatannya sebagai PNS terlibat politik praktis tidak melanggar aturan. “ Sampaikan saja sama Koran klian pasti ini dinaikkan” sebut Robet dengan tenang. Keterlaluan Masih pada hari yang sama Anggota DPRD Dairi partai demokrat Martua Nahampun yang bertemu dengan wartawan di Tigalingga meminta tanggapan wakil rakyat Dapem tersebut atas praktik politik praktis yang dilakukan oknum Camat Tanah Pinem. Pada saat itu Martua langsung menghubungi HP Oknum Robert Ginting namun oknum yang dahulunya pernah terbuang menjadi staf biasa awal pemerintahan Johnny Sitohang itu malah tidak mengakui kalau dirinya yang mengantarkan alat peraga kampanye caleg yang juga istrinya tersebut. Kita memang sudah mendapat laporan itu dari sejumlah masyarakat

Tanah Pinem-Dairi Pers : Prediksi awal salah satu partai di Dairi yang merekrut istri istri PNS menjadi caleg akan memanfaatkan jabatan dalam merebut suara pada pemilu mulai terbukti. Oknum camat Tanah Pinem, Robert Ginting sebagaimana diakui kepala SD 034818 D Sembiring didampingi salah satu Guru Br. Ginting mereka diserahkan kartu nama Istri camat yang menjadi caleg di Dapil IV kamis (16/1). Empat wartawan yang kebetulan konfirmasi kepada kepala sekolah SD 034818 Lau Tawar, Tanah Pinem tersebut justru disuguhi pemandangan arogansi kartu nama salah satu caleg Dapil 4 yang diketahui istri oknum Camat Tanah Pinem terletak di

meja kepala sekolah. Salah satu kartu nama lainnya dari partai yang sama untuk caleg propinsi. Wartawan yang mempertanyakan keberadaan kartu nama dan kalender yang berserak di meja kepala sekolah itu dikatakan kalau kartu dan kalender caleg dari salah satu partai itu diserahkan Oknum Camat Tanah pinem Robert Ginting kepada mereka. Pemberian kartu nama dalam kotak tersebut sekalian dengan pemberian masker penutup mulut merek Sensi mask. Diduga oknum camat memanfaatkan pengaruhnya dalam jajaran PNS dan melanggar aturan melakukan politik praktis di jam kerja. Saat wartawan mempertanyakan sekolah dijadikan ajang politik untuk

Sidikalang- Dairi Pers : Diduga ingin mendahului mobil L300 didepannya,Mobil Toyota Kijang Innova warna Hitam dengan Nomor Polisi BK 1365 JM, tabrak pagar beton gudang Padi milik salah seorang warga jalan singamangaraja Rakkom, Sumbul Pegagan, Dairi, senin (14/1). Kejadian tersebut mengakibatkan pengemudi luka parah dan penumpang lainnya menderita luka ringan . Dari keterangan Saksi mata di Lokasi kejadian, girsang (25) menceritakan, mobil Kijang Innova yang dikemudikan S.Sembiring (25) terlihat melaju kencang  di  Jalan  SM  Raja,  Kecamatan Sumbul dari arah Sidikalang menuju Medan, saat itu ada mobil L-3OO didepannya, diduga dengan melebihi kecepatan maksimum, kijang Innova tersebut berusaha mendahului Mitsubishi L-300, namun L-300 yang hendak di dahului itu juga maupun PNS akan tingkah oknum camat yang satu ini. Kita sudah cek dan memang keterlaluan. PNS dilarang berpolitik. Namun itulah yang terjadi. Kita meminta barang buktinya saja dan hal ini harus kita pertanyakan kepada pimpinannya nanti. “ Sekalipun pejabat dan penguasa bukan berarti berhak melanggar aturan. Sederhana saja jika memilih politikus silahkan tinggalkan PNS. Dan jika memilih PNS jangan langgar aturan. Mencoba nakal silahkan saja namun semua punya resiko, sebut Martua. Martua menyebutkan apa yang dilakukan oknum Camat sudah tidak fair dan terkesan arogan melanggar aturan. Jangan karena merasa diatas angin, dekat dengan penguasa lantas merasa bebas melanggar aturan. Mungkin merasa kebal terhadap aturan silahkan saja namun yakinlah rakyat akan menilai setiap orang dengan ketidak sportifan yang dilakukan, sebutnya. (LB)

malah tancap gas, tidak mau didahului kijang Innova. ‘’Tiba-tiba datang Mobil dari arah berlawanan (dari medan menuju sidikalang), Kijang Innova langsung membanting stir sebelah kanan dan menghantam Pagar Tembok milik marga Bakkara sehingga bagian depan ringsek dan Ban depan Pecah,” ucap girsang. Diduga Kecepatan dari Mobil Kijang Innova sangat kencang dan mobil L-300 sempat berhenti melihat kijang Innova seruduk pagar tembok namun kembali melanjutkan arah medan. Kami tidak memperdulikan L-300 nya yang kami utamakan menyelamatkan para penumpang di dalam mobil yang minta tolong, sebutnya. “Penumpang ada 7 orang, 2 anak-anak dan 5 dewasa, mereka luka-luka dan minta tolong. Masyarakat mengeluarkan penumpang dan mengevakuasinya ke Puskesmas Sumbul, yang parah Cuma supirnya bagian kepala dan satu orang anak Balita luka dikepala juga,” tambah Girsang Dilokasi kejadian menurut keterangan beberapa warga setempat sudah sering terjadi kecelakaan, umumnya mereka para pelancong yang tidak pernah melintasi jalan tersebut. Jika dilihat selintas memang jalan tersebut lurus dan rata (tidak bergelombang) tetapi beram disisi badan jalan terlihat sangat dalam. Jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, sering tidak bisa mengkontrol apa bila selisih dengan kendaraan lain.Sehingga sering masuk ke beram dan mengakibatkan mobil oleng. Kasat Lantas Polres Dairi AKP P.Ternalem yang di hubungi membenarkan adanya kejadian tersebut. Diterangkan Kasat Lantas bahwa, kejadian tersebut merupakan laka murni, namun demikian pihaknya akan tetap melakukan proses hukum sesuai dengan undang-undang berlalu lintas.(Obama).

Sinabung Semakin Mengkhawatirkan

T.Karo-Dairi Pers : Kondisi Gunung Sinabung semakin mengkhawatirkan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan gunung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ini telah meletus 254 kali selama sepekan terakhir. “Dalam satu pekan terakhir, gempa hibrid masih mendominasi, yaitu mencapai 9.403 kali,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo P Nugroho, Sabtu (11/1). Letusan diikuti oleh awan panas. Tinggi letusan mencapai 300-4.000 meter ke arah utara. Sutopo menyebutkan, luncuran awan panas yang terjadi mencapai 1.500-4.000 meter ke arah Tenggara-Selatan. Letusan mengakibatkan beberapa rumah rusak di Desa Kuta rakyat. Hal ini disebabkan, rumah tidak mampu menahan beban pasir. Akibatnya, atap rumah warga roboh. Ribuan hektare tanaman perkebunan dan pertanian rusak akibat erupsi Sinabung. Bahkan, abu

vulkanik yang diterbangkan angin mencapai Kota Medan. Level ‘awas’ yang ditetapkan pemerintah sejak November 2013 masih bertahan sampai hari ini. Penduduk dilarang mendekat dalam radius lima kilometer dan tujuh kilometer di sisi tenggara. Pengungsi Sinabung terus bertambah seiring dengan masih intensifnya aktivitas Sinabung. Pengungsi bertambah menjadi 25.516 jiwa atau 7.898 kepala keluarga (KK). P engungsi ini tersebar di 38 titik pengungsian. Titik pengungsian baru tercatat di Jambur Siabang-abang (1.192 jiwa, 367 KK), Losd Lau Gumba (507 jiwa, 175 KK), Lapangan futsal Lau Gumba (894 jiwa, 326 KK), GBKP RG Sumbul (311 jiwa, 100 KK), dan Gereja Advend Sumbul (265 jiwa, 78 KK). Sutopo mengatakan, titik pengungsian ini masih kekurangan logistik dan layanan lain.(Rel)