LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH

I. Konsep Dasar A. Definisi Harga diri rendah adalah individu cenderung untuk menilai dirinya negative dan merasa rendah dari orang lain (DepKes RI, 2000, hlm. 98).

B. Etiologi atau Faktor Resiko Penyebab harga diri rendah menurut Fitria (2009, hlm.6-7), antara lain : 1. Faktor Predisposisi: a. Penolakan orang tua yang tidak realistis. b. Kegagalan yang berulang kali. c. Kurang mempunyai tanggung jawab personal. d. Ketergantungan pada orang lain. e. Ideal diri yang tidak realistis. 2. Faktor Presipitasi, dapat berasal dari dalam atau luar individu, antara lain: a. Trauma, seperti penganiayaan seksual dan psikologis, atau menyaksikan kejadian yang mengancam kehidupan. b. Ketegangan peran berhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan yang membuat individu mengalami berbagai frustrasi. Tanda dan gejala:  Pola makan berubah atau perubahan pola tidur dan kegiatan  Mudah marah atau tersinggung  Perasaan tidak mampu atau motivasi hilang, mudah bosan  Produktivitas dan kualitas kerja menurun  Cenderung melakukan kesalahan atau daya nilai buruk  Pelupa dan sering bloking  Sering melamun

Harga diri Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri. merasa aman dan bebas dari rasa cemas disebut self esteem meningkat. dll. Jika individu menerima dan menyukai dirinya. Stressor yang dapat menyebabkan perubahan / terjadinya gangguan citra tubuh adalah stroke. hlm. fungsi. Cara individu memandang diri e. Gambaran diri Sikap seseorang terhadap tubuhnya baik secara sadar / tidak sadar. serta potensi tubuh saat ini dan masa lalu. Sejumlah aspirasi. hamil. obesitas. Tidak terlalu tinggi. tua. buta. Organ seksual / reproduksi d. perubahan fisik pada remaja. antara lain : 1. Gambaran realistis terhadap menerima dan menyukai bagian-bagian tubuh. nilai dan tujuan yang ingin dicapai. Persepsi dan perasaan tentang ukuran dan bentuk.64-66). Pandangan seseorang . tetapi harus cukup untuk memberi dukungan secara kontinu pada self respect. Fokus individu terhadap fisik yang menonjol b. Merupakan bagian dari kebutuhan manusia (Maslow) adalah perasaan individu tentang nilai / harga diri.C. status hubungan. amputasi. TB dan BB c. agama dan kondisi fisik. DM. Stabilitas psikologis. Ideal diri Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku sesuai standar pribadi. jenis kelamin. Bentuk tubuh. Faktor lain yang berpengaruh terhadap citra tubuh adalah sosiokultural. penampilan. masektomi. Klasifikasi / Tipe / Jenis Komponen konsep diri menurut Kusumawati (2010. f. Dipengaruhi oleh budaya. 2. dan keefektifan dirinya. 3. dan kemampuan individu. manfaat. Berdasarkan norma masyarakat dan usaha individu untuk memenuhi. Hal penting terkait citra tubuh adalah sebagai berikut : a. Dibentuk oleh gambaran tipe orang yang diinginkan. keluarga.

tujuan. Menghukum diri c. Menganggap diri lebih penting dari orang lain 4. mendapat perhatian dan respek orang lain. berhubungan dengan jenis kelamin. Gangguan hubungan interpersonal e. Harga diri rendah : adanya kesenjangan antara ideal diri dengan konsep diri Ciri-ciri harga diri rendah adalah sebagai berikut : a. Harga diri diperoleh dari diri dan orang lain yang dicintai. Peran Seperangkat pola perilaku yang diharapkan secara sosial yang berhubungan dengan fungsi individu di berbagai kelompok sosial. 5. Ideal diri : harapan. Normo sosial d. Merasa gagal d. Berhubungan dengan perasaan berbeda dengan orang lain. dan standar perilaku yang ditetapkan b. . Perasaan bersalah / penyesalan b. Mengkritik diri sendiri da orang lain f. Faktor yang mempengaruhi harga diri adalah sebagai berikut : a. Identitas diri Identitas diri adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesis dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh.tentang dirinya secara keseluruhan berupa positif dan negatif “most of the time i feel really good about my self”. Interaksi dengan orang lain c. Harga diri tinggi : seimbang antar ideal diri dengan konsep diri f. Harapan orang terhadap dirinya dan kemampuan dirinya untuk memenuhi harapan tersebut e. nilai.

Bicara lambat dengan nada suara lemah . Mengungkapkan dirinya tidak semangat untuk beraktivitas atau bekerja. Kurang memperhatikan perawatan diri i. Pandangan hidup yang pesimistis d. Mengungkapkan dirinya malas melakukan perawatan diri (mandi. Penurunan produktivitas f. Data objektif a.D. berhias. Pathway (Pohon Masalah) Isolasi sosial: menarik diri Harga diri rendah Koping individu tidak efektif II. Perasaan tidak mampu c. Kurang memperhatikan perawatan diri h. Lebih banyak menunduk m. Konsep Keperawatan A. Data subjektif : a. Penolakan terhadap kemampuan diri g. Mengkritik diri sendiri b. d. hlm. Tidak berani menatap lawan bicara l. Mengungkapkan dirinya merasa tidak berguna b.9) antara lain : 1. Pengkajian Pengkajian menurut Fitria (2009. Tidak menerima pujian e. Berkurang selera makan k. atau toileting) 2. Berpakaian tidak rapi j. Mengungkapkan dirinya merasa tidak mampu c.

Harga diri rendah C.B. Membantu klien dapat merencanakan kegiatan sesuai kemampuannya yaitu memberikan kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan. 11. hlm. Beri pujian yang realistis / nyata dan hindarkan penilaian negatif setiap kali bertemu dengan klien. Isolasi sosial : menarik diri 2. Berikan dukungan dan pujian yang nyata setiap kemajuan yang diperlihatkan klien. Susun bersama klien dan buat daftar aktivitas atau kegiatan sehari-hari. 6. dengan cara mendiskusikan bahwa klien masih memiliki sejumlah kemampuan dan aspek positif seperti kegiatan pasien dirumah. 4. Beri pujian atas aktifitas / kegiatan yang dapat dilakukan klien setiap hari. 2. Rencana Keperawatan Rencana keperawatan menurut Yosep (2009. 3. antara lain : 1. Bantu klien menetapkan aktivitas mana yang dapat dilakukan secara mandiri. Diagnosa Keperawatan Yang Muncul 1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap aktifitas. mana aktivitas yang memerlukan bantuan penuh dari keluarga atau lingkungan terdekat klien. Perlihatkan respon yang positif danj menjadi pendengar yang baik. 12. . Berikan contoh cara pelaksanaan aktivitas yang dapat dilakukan klien.258-259). Membantu klien menilai kemampuan yang dapat digunakan saat ini. Melatih kegiatan klien yang sudah dipilih sesuai kemampuan dengan cara memperagakan beberapa kegiatan yang akan dilakukan klien. 10. adanya keluarga dan lingkungan terdekat klien. Menyebutkan dan memberi penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan klien. 9. Membantu klien memilih / menetapkan kegiatan sesuai dengan kemampuan dengan cara mendiskusikan beberapa aktivitas yang dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan dilakukan sehari-hari. 13. 7. 8. 5.

. Yakinkan bahwa keluarga mendukung setiap aktifitas yang dilakukan klien. Susun daftar aktifitas yang sudah dilatihkan bersama klien dan keluarga. 15. 16. Berikan kesempatan mengungkapkan perasaannya setelah pelaksanaan kegiatan.14.

Jakarta : Departemen Kesehatan. (2009). (2010). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Refika Aditama . Hartono. Keperawatan jiwa teori dan tindakan keperawatan cetakan I. Yosep. Iyus.DAFTAR PUSTAKA DepKes RI Direktorat Jendral Pelayanan Medik Direktorat Pelayanan Keperawatan tahun 2000. Kusumawati. Bandung : PT. Yudi. Jakarta : Salemba Medika. Farida . Fitria. Nita. Keperawatan Jiwa. (2009). Jakarta : Salemba Medika. Prinsip Dasar Dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan Dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan (LP dan SP) Untuk 7 Diagnosis Keperawatan Jiwa Berat Bagi Program S1 Keperawatan. (2000).

S.Kep (N1.12.LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH Disusun Oleh: Feri Wibowo.017) PROGAM PROFESI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN TELOGOREJO SEMARANG 2013 .