04-Dec-13

NASIONAL HEALTH ASSURANCE (NHA)

JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)

OLEH : dr. ACHMAD FARICH., MM

MENGAPA PERLU MEMILIKI JAMINAN KESEHATAN Biaya Kesehatan tidak dapat ditanggung oleh Individu atau keluarga Bergotong royong agar dapat membiayai pelayanan kesehatan bersama “Ringan Sama dijinjing berat sama dipikul “ Ada kepastian biaya Agar terjadi subsidi antara yg sehat dng yg sakit, muda & tua, antara penduduk & antar daerah
2

1

04-Dec-13

DESAIN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

PROVIDER
Pembayaran
Prospektif

Pelayanan Kesehatan KOMPREHENSIF

PESERTA/PASIEN
Paket Benefit

iuran

BPJS KES
JAM. KESEHATAN TERKENDALI

KONTRAK /MOU TELAAH UTILISASI KONTROL, PENGAWASAN STANDAR,DSB

PENYELENGGARAAN : NIRLABA, DANA AMANAH PORTABILITAS , PROFESIONAL, BERKEADILAN, SOLIDARITAS SOSIAL, MENDORONG : PENERAPAN SPM, STANDAR/MUTU, TARIF, WIN-WIN SOLUTION, RS DAN BPJS TIDAK DIRUGIKAN, YANKES LEBIH FAIR, KOMPETISI DALAM MENJAGA MUTU PELAYANAN www.jpkm-online.net

Jaminan Kesehatan
adalah perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah
Jaminan Kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip Asuransi Sosial dan ekuitas (Pasal 19, UU No 40 thaun 2004)
2

2

JKN harus dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh. SDM ? 3. Penyelenggaraan JKN harus dapat menyatukan sekaligus penggerak berbagai subsistem yang ada Reformasi Sistem IMPLEMENTASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (2) 4. Komprehensif sesuai kebutuhan medis berdasarkan kebutuhan dasar yg layak (UU SJSN pasal 22 ) Bagaimana Pelaksanaannnya? Komprehensif seperti apa? Kebutuhan dasar seperti apa? 5. manfaat dan Akses pelayanan kesehatan yang sama untuk seluruh penduduk Bagaimana caranya? Bagaimana Kesiapan Daerah Faskes. Jaminan Kesehatan harus dapat memberikan perlindungan.04-Dec-13 IMPLEMENTASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (1) 1. JKN harus dapat memberikan keadilan dalam pembiayaan kesehatan sehingga terjadi cross subsidi antara penduduk dan antara daerah 3 . Jaminan kesehatan diselenggaran secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan equitas (Pasal 19 UU SJSN) 2.

kuratif dan rehabilitatif • Dalam manfaat jaminan kesehatan diatur pelayanan yang dijamin dan pelayanan yang tidak dijamin • JKN memberlakukan sistem rujukan (terstruktur dan berjenjang) meliputi fasilitas primer. Distribusi Faskes dan SDM yang belum sama dan belum merata b. JKN membangun solidaritas antar Penduduk dalam konteks NKRI 7 DISAIN MANFAAT JAMINAN KESEHATAN NASIONAL(4) • Manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan UKP. sekunder dan tersier • Faskes yang digunakan milik Pemerintah maupun swasta yg bekerjasama dgn BPJS 4 . kecukupan untuk biaya operasional dan kecukupan dalam membayar biaya Yankes 7. preventif. Jaminan Kesehatan harus dapat menjawab dan memberikan jalan keluar pada situasi ketidaksamaan daerah dlm memenuhi kebutuhan pelayanan.04-Dec-13 IMPLEMENTASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (3) 6. seperti : a. Kecukupan biaya kesehatan antar daerah yg sangat timpang c. mencakup pelayanan promotif.

dan Untuk Menjadi Peserta harus membayar Iuran melalui outlet-outlet yang disediakan seperti bank yg bekerja sama.04-Dec-13 BAGIMANA MENJADI PESERTA Setiap Penduduk Wajib menjadi Peserta Jaminan Kesehatan. iuran dibayar Pemerintah sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Peserta PBI ditetapkan oleh Pemerintah. bukan mendaftarkan dirinya menjadi peserta PBI 9 PESERTA DAN IURAN Peserta Penerima upah Wajib Non Penerima Upah Iuran Pekerja dan Pemberi Kerja Kelompok/ /Kel/Individu Pemerintah PBI Ctt PBI = Penerima Bantuan Iuran 5 . dll Bagi yang tidak mampu membayar.

Kecil & Mikro B S K 20% 20% 10% 50% 50% 30% 75% 75% 50% 100% 100% 70% 100% 100% Sinkronisasi Data Kepesertaan: JPK Jamsostek. Perluasan peserta pd perusahaan2 secara bertahap 3. Pengalihan & integrasi kepesertaan 2.5 juta peserta (semua penduduk) dikelola BPJS Keesehatan 2018 2019 `Perusahaan USAHA BESAR USAHA SEDANG USAHA KECIL USAHA MIKRO 2014 20% 20% 10% 10% 2015 2016 50% 50% 30% 25% 2017 90. Perluasan 257. Perluasan kepesertaan sd seluruh penduduk pd thn 2019 86. iuran dan manfaat 4.07 jJuta pst dikelola oleh Badan Lain 73.2 jt jiwa 50. Sedang. TNI Polri ke BPJS Kesehatan Perpres Dukungan Operasional Kesehatan bagi TNI Polri Penyusunan Sisdur Kepesertaan dan Pengumpulan Integrasi Kepesertaan Jamkesda/PJKMU dan askes komersial ke BPJS Kesehatan Pengalihan Kepesertaan TNI/POLRI ke BPJS Kesehatan Iuran Pemetaan Perusahaan dan sosialisasi Perluasan Peserta di Usaha Besar. Jamkesmas.4 juta PBI 2.04-Dec-13 Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Penduduk (Universal Health Coverage) Adalah salah satu bentuk perlindungan sosial di bidang kesehatan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang layak melalui penerapan sistem kendali biaya dan kendali mutu.6 PBI dr non KTP Sebagian kecil jamkesda 121.6 juta peserta dikelola BPJS Keesehatan Penduduk yang dijamin di berbagai skema 148. dilakukan: 1. tiap 6 bulan Kajian perbaikan manfaat dan pelayanan peserta tiap tahun 6 . Dilakukan kajian berbagai regulasi.4juta belum jadi peserta 2012 2013 2014 2015 2016 75% 100% 75% 100% 50% 70% 100% 40% 60% 80% Tingkat Kepuasan Peserta 85% 2017 100% 2018 2019 Pengalihan Peserta JPK Jamsostek. Jamkesmas dan Askes PNS/Sosial -. Integrasi.NIK Pengukuran kepuasan peserta berkala.8 juta belum jadi peserta Peta Jalan Menuju Kepesertaan Semesta (UHC) KEGIATAN: Pengalihan. dan diselenggarakan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan equitas bagi seluruh penduduk di wilayah Republik Indonesia Selama kurun waktu 2014-2019.

termasuk Obat Dan Bahan Medis Habis Pakai Yang Diperlukan. Pengobatan untuk mendapatkan keturunan.04-Dec-13 PAKET MANFAAT JKN Manfaat Jaminan Kesehatan Bersifat Pelayanan Perseorangan yg Mencakup Pelayanan Kesehatan Promotif. alat bantu gerak (tongkat penyangga. pengobatan alternatif. f) Pelayanan Kes Pada Saat Bencana Dan a) b) c) d) e) Pengobatan Prosedur Pelayanan Peserta JKN (1) Untuk pertama kali setiap Peserta didaftarkan oleh BPJS Kesehatan pada satu FasKes tingkat pertama yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan setelah mendapat rekomendasi dinkes kabupaten/kota (2) Dalam jangka waktu paling sedikit 3 (tiga) bulan selanjutnya Peserta berhak memilih Fasilitas Kesehatan tingkat pertama yang diinginkan. 7 . kursi roda dan korset). Tidak sesuai prosedur Pelayanan diluar Faskes Yg bekerjasama dng BPJS Pelayanan bertujuan kosmetik. Pelayanan yang dibatasi meliputi. Impotensi. General check up. Kuratif dan Rehabilitatif. (3) Peserta harus memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan tingkat pertama tempat Peserta terdaftar. kaca mata. alat bantu dengar (hearing aid). Pelayanan yg tidak dijamin. Preventif.

atau b. sesuai sistem rujukan yang diatur dalam ketentuan peraturan yg berlaku Strukturisasi pelayanan dg. dalam keadaan kegawatdaruratan medis (5) Jika peserta memerlukan layanan rujukan. maka Faskes tk pertama harus merujuk ke Faskes rujukan tk lanjut yg terdekat. ketentuan ayat 3 tidak berlaku bagi Peserta yang: a.04-Dec-13 Prosedur Pelayanan Peserta JKN (4) Dalam keadaan tertentu. sistem rujukan dalam Jaminan Kesehatan Tertiary Secondary Sistem Rujukan Primary Care Tertiary Care Self Care 04/12/2013 Unstructured www.jpkm-online. berada di luar wilayah Fasilitas Kesehatan tingkat pertama tempat Peserta terdaftar.net Structured 8 .

04-Dec-13 1. PERKEMBANGAN PENYUSUNAN REGULASI 17 PROGRESS REGULASI NO PERATURAN JUMLAH TAHAP 1 2 3 PERATURAN PEMERINTAH PERATURAN PRESIDEN PERATURAN MENTERI Total 7 berkas 3 berkas 4 berkas 14 berkas selesai harmonisasi selesai harmonisasi Selesai Seluruhnya selesai Jumlah Regulasi dalam rangka kesiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan sebanyak 14 berkas. dan seluruhnya telah selesai disiapkan 18 9 .

04-Dec-13 2. KESIAPAN FASILITAS KESEHATAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN JKN FASILITAS KESEHATAN PADA JKN (1/2) Faskes yg digunakan pd JKN 1 Januari 2014 adalah yang sekarang melayani: • Jamkesmas • JPK Jamsostek • TNI Polri • Askes PNS Perjanjian Kerja Sama (PKS) Faskes sesuai kebutuhan melalui: • Perjanjian Kerja Sama 20 10 .

Bidan : 126.132 12.687 • Rumah Sakit Khusus: 492 • Klinik Spesialis: 1. ASKES JENIS FASKES PRIMER BEKERJASAMA DGN ASKES JUMLAH FASKES FASKES PRIMER PRIMER YG ADA & YG POTENSIAL BLM BEKERJASAMA DI BEKERJASAMA THN 2014 DGN ASKES 0 26.731 11 .04-Dec-13 FASILITAS KESEHATAN PADA JKN (2/2) Fasilitas Kesehatan tk Primer/Pertama: • Puskesmas : 9.250 • RS Pratama/Bergerak: 24 • Praktek Mandiri .130 39.Dokter : 22.729 22 PUSKESMAS KLINIK/DR/ DRG/SWASTA TOTAL 9.649 • Balai Kesehatan: 600 21 JUMLAH FASKES PRIMER YANG BEKERJASAMA DENGAN PT.599 3.998 26.599 30.556 .276 • Bidan & Perawat dengan kewenangan di daerah tertentu.599 • Klinik Pratama : 6.418 . Fasilitas Kesehatan tk Lanjutan/Rujukan: • Rumah Sakit Umum: 1.998 9.Dokter Gigi: 3.

04-Dec-13 Satu dokter melayani 2.D LULUS SETELAH 2013 PADA 2014 2014 50 296 197 67 218 187 207 44 224 227 63 283 60 189 141 959 284 1210 JENIS TENAGA Sp.500 2.000 >10.501-5.000 5.An JUMLAH KETER SEDIAAN 739 567 612 641 319 2. Dasar Sumber: BPPSDM Kemenkes September 2013 24 12 .500 peserta JKN Tahun 2013 SULAWESI UTARA KALIMANTAN SELATAN SUMATERA BARAT KALIMANTAN TENGAH MALUKU UTARA KEPULAUAN RIAU KALIMANTAN TIMUR BABEL RIAU SUMATERA UTARA PAPUA BALI BENGKULU ACEH PAPUA BARAT SULAWESI BARAT GORONTALO SULAWESI TENGAH JAWA TIMUR DI YOGYAKARTA JAWA TENGAH DKI JAKARTA SUMATERA SELATAN JAMBI MALUKU SULAWESI TENGGARA SULAWESI SELATAN KALIMANTAN BARAT NTT NTB BANTEN JAWA BARAT LAMPUNG Puskesmas & Klinik Praktek Mandiri 10 8 8 6 5 2 2 5 2 4 8 4 3 4 7 4 3 5 3 3 1 2 3 6 3 1 2 6 2 2 1 4 2 7 7 1 3 7 5 3 9 10 5 5 6 4 11 7 5 3 2 5 3 2 3 6 3 10 4 8 4 1 7 1 4 2 1 20 10 1 18 1 1 15 16 2 1 2 10 5 10 7 1 2 5 1 13 3 7 10 11 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 15 11 0 5 10 15 20 25 30 35 40 <= 2.061 Standar Tiap Faskes Rujukan klas C minimum 4 Sp. TNP2K.000 NA Sumber Data: Diolah dari data Kemenkes.A SpOG Sp. dan PT Askes Kebutuhan dan Pemenuhan Dokter Spesialis di RS Pemerintah Kelas C & D PESERTA PPDSBK PREDIKSI SUDAH PREDIKSI LULUS LULUS S.PD Sp. Dasar dan klas D minimum 2 Sp.001-10.878 KEKU RANGAN 149 319 247 219 229 1.B Sp.

Panduan Praktek Klinik • Panduan Praktek Klinik 3.04-Dec-13 Kesiapan Sistem dan Pedoman Pelayanan MENTERI KESEHATAN 1. Pemenuhan Sarana & Alkes utk 50 RS Rujukan Regional. Panduan Praktek Klinik Faskes Rujukan 4. HTA 26 13 . 1 T  New Inisiative 2014 3. Modul PLJJ: • e-learning & e-training 25 Kesiapan Sistem & Penguatan Rujukan 1. Ina CBGs 5. • Anggaran Rp. Program Penguatan Sistem Pelayanan Kesehatan Primer • Promotif & Preventif 2. Penguatan Sistem Rujukan • 12 Propinsi sudah mempunyai Pergub/ Perda 2.

328/Menkes/SK/VIII/2013 tgl 19 September 2013). Buku pedoman sosialisasi. dilakukan sejak 1 Juni 2013. RKO • Rencana Kebutuhan Obat (RKO) nasional utk faskes primer dan rujukan thn 2014 telah disusun sejak Agustus 2013. Daftar Obat • Formularium Nasional (SK Menkes No. • Sedang dalam proses produksi poster dan spanduk tentang JKN yang akan dipasang di fasilitas kesehatan 28 14 . update 16 Desember 2013. • Monitoring Fornas diintegrasikan dengan sistem informasi RS. Penyusunan Bahan sosialisasi: • Telah disusun bahan sosialisasi diantaranya adalah kumpulan perundangan. • 514 item zat aktif dlm 913 kekuatan/bentuk sediaan. • Penetapan harga dlm e-catalogue dilakukan secara nasional • Pengadaan obat oleh Faskes melalui e-purchasing (pengadaan langsung) berdasarkan e-catalogue . e-catalogue SOSIALISASI DAN ADVOKASI 1. Leaflet dan Iklan Layanan Masyarakat. • Industri Farmasi yg berpartisipasi: 29 (Juni 2013) & potensi 100 27 (Oktober 2013).04-Dec-13 KESIAPAN KEFARMASIAN DI FASKES PRIMER DAN RUJUKAN Ketersediaan Obat • IF Kab/Kota dan IFRS telah menyusun rencana pengadaan utk kebutuhan 1 thn (2014) sejak bulan Oktober 2013. buku Frequent Question and Aswer.

id • Pertemuan/worshop/seminar dengan sasaran masyarakat umum. IURAN.04-Dec-13 2. Pelaksanaan Sosialisasi • Advertorial tentang JKN di Media cetak dan elektronik (on-line) • Penayangan Iklan Layanan Masyarakat dan running text di TV nasional dan Radio • Talkshow di beberapa TV Nasional dan Radio • Sosial media melalui Tweeter @puskomdepkes dan Utube • Pengembangan microcite JKN di website kemkes. TARIF DAN SUSTAINABILITAS 30 15 . stakeholder dan kementerian dan Lembaga 29 3.go.

225. 23 31 BESARAN IURAN PBI 2014 SASARAN PBI SUMBER PEMBIAYAAN APBN BESARAN IURAN PBI (Rp) 19. 23 PEKERJA 4. 19.225/ jiwa/ bulan KEBUTUHAN ANGGARAN (Rp) 19.3. Rp 42.500. Rp 59. kelas 2 Pasal 16C.5% dari pekerja 4% dari pemberi kerja mulai 1 Juli 2015: 1% dari pekerja 4% dari pemberi kerja KET Ranap kelas 3 Pasal 16A.5 % (per keluarga) PENERIMA UPAH dan SELAIN PNS DLL 5% (per keluarga) PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH dan BUKAN PEKERJA NILAI NOMINAL (per jiwa) 1. Ranap kelas 2 3.500. Rp 25.93 T/ tahun Masyarakat miskin & tidak mampu sejumlah 86.4 juta jiwa 32 16 . 23 Ranap kelas 1. kelas 2 Pasal 16B.2.500. Ranap kelas 3 2. Ranap kelas 1 Pasal 16F.- 1. 23 Ranap kelas 1.2% dari pekerja 3% dari pemberi kerja s/d 30 Juni 2015: 0.04-Dec-13 IURAN JKN (PERUBAHAN PERPRES 12/2013) PESERTA PBI PNS/TNI/POLRI/ PENSIUN BENTUK IURAN NILAI NOMINAL (per jiwa) 5% (per keluarga ) BESARAN IURAN Rp.

04-Dec-13 KEMENKES SUMBER DANA JKN PEMERINTAH PBI PNS BAYAR IURAN TNI  AKTIF & PNS + ANGGOTA KEL POLRI  AKTIF & PNS + ANGGOTA KEL PENSIUNAN VETERAN BPJS KES JPK JAMSOSTEK  PEKERJA & PEMBERI KERJA PEKERJA TDK MENERIMA UPAH (MANDIRI) 33 TARIF KAPITASI NO JENIS FASILITAS KESEHATAN TK PERTAMA Puskesmas RS Pratama/Klinik Pratama/Dokter Praktek Dokter Gigi Praktek KAPITASI Rp 1 3000 – 6000 2 3 8.000 2.000 17 .000 – 10.

000 18 .000 600.000 100.000 TARIF PELAYANAN KEBIDANAN DAN NEONATUS NO PELAYANAN KESEHATAN TARIF 1 2 3 4 5 6 7 8 Pemeriksaan ANC Persalinan Normal Penanganan perdarahan paska keguguran.000 15.000 2 RS Pratama 100.000 25.000 125. persalinan pervaginam dg tindakan emerg dsr Pemeriksaan PNC/neonatus Pelayanan tindakan paska persalinan (mis placenta manual) Pelayanan pra rujukan pd komplikasi kebidanan & neonatal Pelayanan KB pemasangan IUD/Implant dan Suntik Penanganan komplikasi KB paska persalinan 25.000 750.000 175.04-Dec-13 TARIF RAWAT INAP FASKES TK I NO JENIS FASILITAS KESEHATAN TARIF 1 Puskesmas 100.000 125.

2. 5.19% HASIL SIMULASI : KENAIKAN PENDAPATAN RS PADA TARIF PERAWATAN KELAS 3 DG TARIF INA-CBG’S JKN Perawatankelas 1.66% 37.92% 53. 2 dan 3 Kenaikankelas 3 ke 2: 20% Kenaikankelas 3 ke 1: 40 % 19 . 6. 4. RS kelas A RS kelas B RS kelas C RS kelas D RSU Rujukan Nasional RSK Rujukan Nasional Tarif RS Swasta = Tarif RS Pemerintah TARIF KELOMPOK KELAS RAWAT INAP PADA TARIF INA-CBG’S KELAS KELAS A KELAS B KELAS C KELAS D KENAIKAN 29.04-Dec-13 KELOMPOK KELAS RS TARIF INA-CBG’S 1.62% 53. 3.

04-Dec-13 REGIONALISASI • Tujuan: untuk membedakan tarif di kab/kota  perbedaan kemahalan harga obat dan alat medik habis pakai • Terdapat 5 skala/index • Digunakan dalam negosiasi antara BPJS kes dengan asosiasi faskes • Tarif regionalisasi diatur dalam peraturan BPJS Kesehatan 4. INTEGRASI JAMKESDA DAN PERAN PEMERINTAH DAERAH 40 20 .

Permendagri No 27 Th 2013 ttg Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2014 “Pemda tetap menyediakan anggaran untuk Jamkesda” 42 21 . Bagi daerah yang tidak mampu membayar Rp 19.-: • menyeleksi sasaran yang benar2 miskin dan tidak mampu yang dibiayai Pemda • Masyarakakat yang mampu dimotivasi untuk mendaftarkan menjadi peserta ke BPJS Kesehatan dan membayar iuran KETENTUAN JAMKESDA DALAM ERA SJSN 1. Besaran iuran mengikuti ketentuan iuran PBI JKN  Rp 19.225. 2./ jiwa/bulan 4. Penyelenggaran diarahkan didalam sistem JKN melalui pengelolanya adalah BPJS Kesehatan 3. Perpres perubahan atas Perpres No 12 tahun 2013 ttg Jaminan Kesehatan pasal 6A diatur bahwa: “Penduduk yg belum termasuk sebagai Peserta Jaminan Kesehatan dpt diikutsertakan dlm program Jaminan Kesehatan pada BPJS Kesehatan oleh pemerintah daerah”..225.04-Dec-13 JAMKESDA DALAM ERA JKN 1. Fokus menjamin masyarakat miskin dan tidak mampu yang belum tercover oleh JKN 2.

Biaya operasional faskes akan dibiayai dari hasil pendanaan JKN.04-Dec-13 PERAN PEMERINTAH (PUSAT DAN DAERAH) DALAM PEMBIAYAAN KESEHATAN (1) 1. Pembiayaan yang bersifat Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) menjadi tanggung jawab masyarakat melalui kontribusi iuran masyarakat. faskes daerah masih membutuhkan subsidi operasional dari. 44 22 . Ketersedian dan pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan termasuk pendistribusiannya menjadi tanggung jawab Pusat dan daerah 6. Penyediaan fasilitas umum dan Faskes (UU45 pasal 34 ayat2) 43 PERAN PEMERINTAH (PUSAT DAN DAERAH) DALAM PEMBIAYAAN KESEHATAN 4. 3. namun masa transisi. Pemerintah Fokus pada pembiayaan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Iuran bagi Fakir miskin dan Tidak mampu 2. dan penyeimbang anggaran berdasarkan fiskal daerah. Pusat (Kemenkes) akan lebih fokus pada pengaturan termasuk penetapan Pedoman. standar-standar. 5.

Peran pemeritah daerah dalam pelaksanaan JKN sangat penting utama penyediaan kecukupan Faskes. dan kecukupan biaya kesehatan 5. Sosialisasi dan advokasi harus terus ditingkat untuk seluruh elemen masyarakat 4. KESIMPULAN 1. JKN dapat terlaksana dengan baik secara efisien dan berkesinambungan dengan didukung berbagai langkah yang ditempuh menuju sustainabilitas 46 23 . SDM kes. Faskes & SDM pada saat beroperasionalnya BPJS kesehatan memadai dan masih diperlukan tambahan seiring dng pertumbuhan peserta JKN 3. Peraturan pelaksanaan penyelenggaraan JKN telah siap untuk mendukung pelaksanaan JKN 2014 2.04-Dec-13 TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DAERAH TERHADAP URUSAN KESEHATAN • Urusan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi disamping pendidikan • Pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem jaminan sosial termasuk jaminan kesehatan • Pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran urusan kesehatan minimal 10% dari total belanja APBD diluar gaji.

04-Dec-13 TERIMA KASIH 47 24 .