You are on page 1of 1

Essai Kelembaban Relative pada Iklim Tropis

Nama NIM Kelas Mata kuliah Nama Dosen : Candra Aditya Wiguna : 6512010005 : LNG Academy / Pengolahan Gas : Heat Transfer : Fanny Arfianto, MT

Iklim tropis memiliki karakteristik cuaca yang cenderung terasa lebih panas dibandingkan dengan wilayah dengan iklim sub-tropis, mengapa bisa terjadi demikian? Selain karena temperature yang lebih tinggi yang diakibatkan oleh jarak terdekat dengan matahari ternyata penyebab lainnya adalah kelembapan udara di iklim tropis yang cenderung tinggi. Relative humidity atau kelembaban relative merupakan perbandingan rasio antara jumlah kandungan uap air dalam ruang tertentu pada suhu tertentu dibandingkan dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung ruang itu pada saat mencapai titik jenuhnya. Relative humidity ternyata memiliki fungsi terbalik terhadap temperatur, semakin tinggi temperature maka relative humidity-nya semakin kecil begitu juga sebaliknya. Bagaimana bisa terjadi demikian?

RH =

atau

Iklim tropis yang memiliki temperature tinggi akan mengakibatkan udara yang termasuk gas akan terekspansi, hal ini akan mempengaruhi densitas atau kerapatan molekul udara menjadi semakin renggang. Kerapatan molekul udara yang semakin renggang mengakibatkan kapasitas uap yang bisa dikandung atau jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung di dalam udara tersebut menjadi besar. Semakin besar kapasitas uap air maka udara yang berada dalam iklim tropis tersebut bisa semakin banyak mengandung uap air atau menjadi semakin lembab. Sesuai dengan fungsi tersebut, daerah dengan iklim tropis mempunyai relative humidity yang rendah disbandingkan dengan daerah sub-tropis untuk jumlah uap air yang sama. Sebab factor pembagi yang merupakan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung di iklim tropis lebih besar daripada di sub-tropis. Tetapi iklim sub tropis dapat menyimpan uap air yang lebih banyak maka dari itu suasananya lebih lembab.