BAB I PENDAHULUAN

Tumor

mediastinum

adalah

tumor

yang

terdapat

di

dalam

mediastinum yaitu rongga yang berada diantara paru kanan dan kiri. Mediastinum berisi jantung, pembuluh darah arteri, pembuluh darah vena,trakea, kelenjar timus, syaraf, jaringan ikat, kelenjar getah bening dan salurannya. Secara garis besar mediastinum dibagi atas 4 bagian penting yaitu mediastinum superior,anterior, posterior dan mediastinum medial. Rongga mediastinum ini sempit dan tidak dapat diperluas, maka pembesaran tumor dapat dapun frekuensi menekan tumor organ di dekatnya dan dapat luar menimbulkan kegawatan yang mengancam jiwa. mediastinum dikepustakaan berdasarkan penelitian retrospektif dari tahun !"#$ sampai dengan !""% di &ew Me'ico, (S didapatkan )!" pasien tumor mediastinum ganas yang diidentifikasi dari !!*.)+4 pasien penyakit keganasan primer, jenis terbanyak adalah limfoma %%,, sel germinal !-,, timoma !4,, sarkoma %,, neurogenik $, dan jenis lainnya #,. Sedangkan data frekuensi tumor mediastinum di .ndonesia antara lain didapat dari SM/ bedah Thorak RS 0ersahabatan 1akarta dan RS(2 2r. Sutomo Surabaya. 0ada tahun!"#* 3 !""* di RS 0ersahabatan dilakukan operasi terhadap !$# kasus, jenis tumor yang ditemukan adalah $),), teratoma, )4, timoma,+, tumor syaraf, 4,$, limfoma. 2ata RS(2 2r. Soetomo menjelaskan lokasi tumor pada mediastinum anterior -#, kasus, mediastinum medial )", dan mediastinum posterior )%,%,. 4ebanyakan tumor mediastinum tanpa gejala dan ditemukan pada saat dilakukan foto toraks untuk berbagai alasan. 4eluhan penderita biasanya berkaitan dengan ukuran dan invasi atau kompresi terhadap organ sekitar, misalnya sesak napas berat, sindrom vena kava superior 5S64S7

1

dan gangguan menelan. (ntuk melakukan prosedur diagnostik tumor mediastinum perlu dilihat apakah pasien datang dengan kegawatan 5napas, kardiovaskular atau saluran cerna7 atau tidak. 8ila pasien datang dengan kegawatan yang mengancam jiwa, maka prosedur diagnostik dapat ditunda. Sementara itu diberikan terapi atau tindakan untuk mengatasi kegawatan, bila telah memungkinkan prosedur diagnostik dilakukan. (ntuk mendiagnosis tumor mediastinum diperlukan foto toraks 0 dan lateral, dan 9T scan dapat membantu mendiagnosis tumor mediastinum secara lebih tepat. 9Tscan dapat mengetahui lokasi tumor di mediastinum dan membedakannya dari struktur sekelilingnya seperti kista, vaskular, dan struktur jaringan lunak .walaupun sebenarnya, diagnosis tumor mediastinum secara tepat adalah dengan mendapatkan jaringan tumor tersebut. 0engambilan jaringan itu dilakukan dengan berbagai cara seperti biopsi transtorakal 5TT87, biopsi aspirasi jarum transtorakal 5TT& 7 dengan atau tanpa tuntunan 9T scan, biopsi kelenjar getah bening perifer, torakoskopi, mediastinoskopi, atau torakotomi eksplorasi. 2iagnosis pasti jenis tumor prabedah terkadang sulit didapat oleh karena itu diagnosis umumnya didapat pascabedah. &amun jenis sel tumor mediastinum prabedah dapat ditegakkan dengan pengambilan bahan yang baik dan tepat. 0enatalaksanaan tumor mediastinum sangat bergantung pada sifat tumor, jinak atau ganas. Tindakan untuk tumor mediastinum yang bersifat jinak adalah bedah, sedangkan untuk tumor ganas tergantung dari jenisnya tetapi secara umum terapi untuk tumor mediastinum ganas adalah multimodaliti yaitu bedah, kemoterapi dan radiasi. !

2

3 . kelenjar getah bening dan salurannya. 4ebanyakan tumor mediastinum tumbuh lambat sehingga pasien sering datang setelah tumor cukup besar. Mediastinum anterior. trakea.BAB II TUMOR MEDIASTINUM 2. pembuluh darah arteri.1. pembuluh darah vena. Mediastinum superior. Mediastinum medial 5tengah7. dari garis batas mediastinum superior ke diafargma di depan jantung. Mediastinum posterior. Rongga mediastinum ini sempit dan tidak dapat diperluas. disertai keluhan dan tanda akibat penekanan tumor terhadap organ sekitarnya. Mediastinum berisi jantung. syaraf. d. Secara garis besar mediastinum dibagi atas 4 bagian penting : a. Definisi Tumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di dalam mediastinum yaitu rongga yang berada di antara paru kanan dan kiri. jaringan ikat. kelenjar timus. c. dari garis batas mediastinum superior ke diafragma di antara mediastinum anterior dan posterior. mulai pintu atas rongga dada sampai ke vertebra torakal ke3% dan bagian bawah sternum b. maka pembesaran tumor dapat menekan organ di dekatnya dan dapat menimbulkan kegawatan yang mengancam jiwa. dari garis batas mediastinum superior ke diafragma di belakang jantung.

radiologi diagnosik.ambar !. kondisi itu menyebabkan 4 .. natomi Mediastinum 1enis tumor di rongga mediastinum dapat berupa tumor jinak atau tumor ganas dengan penatalaksanaan dan prognosis yang berbeda. timoma dan teratoma adalah jenis yang paling sering ditemukan. =al itu menyebabkan penatalaksanaan untuk kasus jarang sering masih diperdebatkan. patologi anatomi.ndonesia maupun di negara lain. sebaliknya ada pula jenis tumor yang jarang ditemukan. bedah toraks. karenanya ketrampilan dalam prosedur diagnostik memegang peranan sangat penting. Seorang spesialis paru dan pernapasan hendaknya dapat melakukan prosedur diagnostik standar dan bantuan sejawat lain terkadang dibutuhkan untuk melakukan tindakan diagnostik yang subspesialistik. radioterapi dan onkologi medik7 dituntut agar diagnosis dapat cepat dan akurat. Masalah lain yang didapat di lapangan adalah banyak kasus datang dengan kegawatan napas atau kegawatan kardiovaskular. <imfoma. 4eterampilan yang memadai dan kerjasama antar disiplin ilmu yang baik 5spesialis paru dan pernapasan. baik di . 4arena jenis tumor sangat bervariasi dengan sifat yang berbeda3beda maka penatalaksanaan multidisiplin perlu dilakukan untuk tumor yang sering ditemukan.

mediastinum medial )".ndonesia antara lain didapat dari SM/ &edah Toraks RS 0ersahabatan 1akarta dan RS(2 2r. Sementara itu diberikan terapi dan?atau tindakan untuk mengatasi kegawatan.ndonesia 5020. 2ata RS(2 2r. teratoma.prosedur diagnosis terpaksa ditunda untuk mengatasi masalah kegawatannya terlebih dahulu. Sutomo Surabaya. Tidak jarang pasien datang dengan kegawatan napas. 2ata frekuensi tumor mediasinum di . kasus.ambar ) memperlihatkan prosedur diagnostik pasien tumor mediastinum dengan kegawatan.). sindrom vena kava superior 5S64S7 dan gangguan menelan. dan mediastinum posterior )%. 2ari kepustakaan luar negeri diketahui bahwa jenis yang banyak ditemukan pada tumor mediastinum anterior adalah limfoma. berdasarkan 2okter pedoman diagnosis dan penatalaksanaan Sedangkan gambar dari $ 0aru . jenis tumor yang ditemukan adalah $).2. +. 4.%. timoma dan germ cell tumor. 0ada tahun!"#* > !""* di RS 0ersahabatan dilakukan operasi terhadap !$# kasus.7. Soetomo menjelaskan lokasi tumor pada mediastinum anterior -#. bila telah memungkinkan prosedur diagnostik dilakukan. tumor syaraf. 0erhimpunan diagnosis pasti.$. Diagnosis 4ebanyakan tumor mediastinum tanpa gejala dan ditemukan pada saat dilakukan foto toraks untuk berbagai alasan. )4.) 2. memperlihatkan prosedur diagnostik yang dilakukan dalam usaha mendapatkan 5 . maka prosedur diagnostik dapat ditunda. limfoma.. kardiovaskuler atau saluran cerna. misalnya sesak napas berat. . 4eluhan penderita biasanya berkaitan dengan ukuran dan invasi atau kompresi terhadap organ sekitar. 8ila pasien datang dengan kegawatan yang mengancam jiwa. timoma.

namnesis dan pemeriksan fisis yang cermat akan menemukan keluhan yang khas serta gejala dan tanda yang kadang spesifik untuk jenis tumor 6 .

murah dan aman. 1ika tumor sangat besar kadang juga menjadi sulit menentukan lokasi asal tumor. mengi dan stridor dapat ditemukan pada hampir semua jenis. 8iopsi jarum halus 581=7 atau fine needle aspiration biopsy 5/& 87 pada massa superfisial adalah tindakan pilihan pertama. Sitologi cairan pleura dan biopsi pleura dilakukan bila ditemukan efusi pleura. misalnya pasien usia muda dengan klinis sesuai untuk infeksi paru barangkali limfoma dapat disingkirkan. pasien usia dewasa dengan keluhan miastenia gravis adalah khas untuk timoma. 0embahasan mengenai 9T scan pada tumor mediastinum akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian berikutnya. 8ronkoskopi tidak dianjurkan untuk pengambilan bahan pemeriksaan jenis histopatologik sel tumor tetapi dilakukan untuk melihat kelainan intrabronkus yang biasanya terlihat pada tumor paru. Teratoma dipastikan bila ditemukan massa dengan berbagai jenis jaringan di dalamnya. /oto toraks polos posteroanterior 50 7 sering tidak dapat mendeteksi tumor yang kecil karena superposisi dengan organ lain yang ada di mediastinum. 8iopsi 7 . sedangkan pada tumor mediastinum biasanya melihat stenosis akibat kompresi. 4etelitian dan evidence base penyakit di . (ntuk semua penderita yang akan mengalami pembedahan bronkoskopi dapat membantu ahli bedah untuk memperkirakan lokasi dan luas tindakan yang akan dilakukan. 4eluhan sesak yang makin lama semakin hebat pada anak sering menjadi gejala untuk tumor saraf. seperti ekokardiografi. (ntuk mendapatkan jenis sel tumor sebaiknya dipilih teknik yang sederhana.ndonesia dapat menuntun dokter ke arah diagnostik yang mendekati kebenaran. berat badan turun. (ntuk timoma gambaran makroskopik tumor melalui 9T Scan juga dibutuhkan untuk penentuan staging penyakit. 9T Scan adalah alat diagnostik bantu yang bukan hanya dapat mendeteksi lokasi tumor tetapi dapat memperkirakan jenis tumor tersebut. kadang dibutuhkan bukan hanya untuk diagnostik tetapi juga penatalaksanaan yang akan diberikan. esofagografi dan MR. 0emeriksaan imaging lain. sedangkan foto toraks 0 dan lateral pada tumor dengan ukuran sedang dapat menunjukkan lokasi tumor di mediastinum.mediastinum tertentu. pembesaran kelenjar getah bening. Tetapi keluhan umum seperti demam.

torakotomi eksplorasi dapat dilakukan untuk mencari jenis sel tumor. 1enis tumor mediastinum ganas yang paling sering ditemukan adalah timoma 5bagian dari tumor kelenjar timus7. 8iopsi transtorakal dengan tuntunan fluoroskopi atau 9T Scan dapat menurunkan risiko terjadi komplikasi seperti pneumotoraks. tindakan invasif harus dilakukan. kemoterapi dan radiasi. Teknik 0ercutaneneous core needle biopsy 509&87 untuk tumor mediastinum memiliki sensitivitas "!. dan hemoptisis !.". 8 . sedangkan untuk tumor ganas berdasarkan jenisnya. Secara umum terapi untuk tumor mediastinum ganas adalah multimodaliti yaitu bedah. jinak atau ganas. 2. dengan komplikasi pneumotoraks !!.$. 1ika perlu. murah dan aman dan tidak membutuhkan anestesi umum pada saat tindakan.!) 4elompok yang setuju /& 8 mengatakan teknik itu merupakan tindakan yang sederhana.3. 4emoradioterapi dapat diberikan sebelum bedah 5neoadjuvan7 atau sesudah bedah 5adjuvan7. dan alfa3fetoprotein dilakukan untuk membedakan seminoma atau bukan. tetapi banyak jenis lainnya harus mendapatkan tindakan multimodaliti. 0ilihan terapi untuk timoma ditentukan oleh staging penyakit saat diagnosis. Tindakan untuk tumor mediastinum yang bersifat jinak adalah bedah. Meskipun tumor marker tidak memberikan arti tetapi untuk tumor sel germinal pemeriksaan kadar beta3=9. Penatalaksanaan 0enatalaksanaan tumor mediastinum sangat bergantung pada sifat tumor. 8eberapa jenis tumor resisten terhadap radiasi dan?atau kemoterapi sehingga bedah menjadi pengobatan pilihan.!!. dan spesifisitas "*. sel germinal dan tumor saraf.transtorakal 5TT87 tanpa tuntunan fluoroskopi dapat dilakukan bila ukuran tumor besar dan lokasinya tidak berisi banyak pembuluh darah. dari #* pasien. tumor saraf dibedakan berdasarkan jaringan yang dominan pada tumor. 0enilaian keuntungan dan kerugian tindakan /& 8 atau mediastinoskopi masih diperdebatkan.-. (ntuk tumor sel germinal sangat bergantung pada subtipe tumor. 4elemahan teknik ini adalah apabila jaringan tumor terdiri dari berbagai jaringan seperti pada teratoma sering mendapatkan negatif palsu. perdarahan dan false negative.

klasifikasi yang digunakan adalah klasifikasi oleh Muller3 =ermelink.stilah lain yang digunakan untuk timoma invasif adalah timoma ganas. staging dan penatalaksanaan 2ari gambaran patologi anatomi sulit dibedakan timoma jinak atau ganas. Satu atau lebih tanda dari sindrom paratimik sering ditemukan pada pasien timoma. 4ebanyakan terjadi setelah usia lebih dari 4* tahun dan jarang dijumpai pada anak dan dewasa muda. da beberapa klasifikasi untuk timoma. 9 . 4lasifikasi histopatologi timoma secara umum dibagi $ yaitu medular. Timoma Timoma adalah tumor epitel yang bersifat jinak atau tumor dengan derajat keganasan yang rendah dan ditemukan pada mediastinum anterior. seperti yang dapat dilihat pada tabel !. Timoma termasuk jenis tumor yang tumbuh lambat. Sering terjadi invasi lokal ke jaringan sekitar tetapi jarang bermetastasis ke luar toraks. 4lasifikasi. kortikal dan campuran dan berhubungan dengan tingkat invasinya ke kapsul atau jaringan sekitarnya. batuk. hipogamaglobulinemi dan aplasia sel darah merah.. 1ika pasien datang dengan keluhan maka keluhan yang sering ditemukan adalah nyeri dada. Sistem staging yang digunakan adalah sistem Masaoka. Sedangkan sistem staging dan penatalaksanaan dapat dilihat pada tabel ) dan $.. 2efinisi timoma ganas adalah jika tumor secara mikroskopik 5histopatologik7 dan makroskopik telah invasif ke luar kapsul atau jaringan sekitarnya. misalnya miastenia gravis. . sesak atau gejala lain yang berhubungan dengan invasi atau penekanan tumor ke jaringan sekitarnya.

sampai dengan jaringan perikard dan debulking reseksi sebagian yaitu pengangkatan massa tumor sebanyak mungkin. staging dan klinis penderita.0enatalaksanaan timoma sangat bergantung pada invasif atau tidaknya tumor. 1enis tindakan bedah untuk timoma adalah @'tended Thymo Thymectomy 5@TT7 atau reseksi komplet yaitu mengangkat kelenjar timus beserta jaringan lemak sekitarnya. tetapi sangat jarang kasus datang pada stage . atau noninvasif maka multimodaliti terapi 5bedah. Terapi untuk timoma adalah bedah. Reseksi komplet diyakini dapat mengurangi risiko invasi dan meningkatkan umur harapan hidup. @TTA @R yaitu tindakan reseksi komplet. 10 . 2osis radiasi $%**3%*** c. (ntuk mencegah terjadi radiation3induced injury pemberian radiasi lebih dari -*** c.y harus dihindarkan. 1enis operasi ini sangat bergantung pada staging dan klinis penderita. Radioterapi tidak direkomendasikan untuk timoma yang telah menjalani reseksi komplet tetapi harus diberikan pada timoma invasif atau reseksi sebagian untuk kontrol lokal. radiasi dan kemoterapi7 memberikan hasil lebih baik.y.

yang telah direseksi komplet. vinkristin dan siklofosfamid 5 2B97. dan %*.. Relaps yang biasa terjadi adalah di pleura 5pleural dissemination7 dari sisi yang sama dengan tumor primer.pasien timoma yang telah direseksi komplet. Rejimen lain adalah doksorubisin. Masaoka menghitung umur tahan hidup % tahun berdasarkan staging penyakit. Rejimen yang sering digunakan adalah kombinasi sisplatin.. untuk stage . doksorubisin dan siklofosfamid 59 07. 0eneliti lain juga melaporkan terjadi kekambuhan pada )4 dari !). 0ada kasus yang tidak respons dengan radiasi pemberian kortikosteroid dapat dipertimbangkan. 0rognosis 8anyak faktor yang menentukan prognosis penderita timoma. ./ pascabedah mengalami relaps di mediastinum dan tidak satu kasus pun terjadi pada pasien yang mendapat radiasi CM. lebih sering pada laki3laki dan usia dewasa muda.. teratoma dan nonseminoma. "). 2ari sebuah penelitian +. 4asus kambuh 5recurrence7 juga dapat terjadi dan jarang pada stage . Tumor sel germinal di mediastinum lebih jarang ditemukan daripada timoma. pasien yang mendapat radiasi .#. jika belum radiasi masih dapat dipertimbangkan. terjadi di pleura dan %.4emoterapi diberikan dengan berbagai rejimen tetapi hasil terbaik adalah cisplatin based rejimen.6. 4asus terbanyak adalah merupakan tumor primer di testis sehingga bila diagnosis adalah tumor sel germinal mediastinum. Rejimen yang lebih sederhana yaitu sisplatin dan etoposid 50@7 juga memberikan hasil yang tidak terlalu berbeda. terjadi kekambuhan lokal. untuk stage . -". (ntuk kasus kambuh yang penting diingat adalah apakah pada terapi sebelumnya telah mendapatkan radioterapi full3dose. sedangkan . untuk stage . Tumor sel germinal Tumor sel germinal terdiri dari tumor seminoma. ").pemberian kemoterapi untuk kasus relaps masih dalam penelitian.-. harus dipastikan bahwa primer di testis telah 11 .. untuk stage .. sisplatin... +%.-. relaps di mediastinum meski lebih sedikit tetapi juga terjadi.

teratoma ganas diterapi dengan kemoterapi dan kalau perlu dilakukan reseksi setelah kemoterapi. dan alfa3fetoprotein. 4onsentrasi beta3=9. Teratoma lebih sering pada usia dewasa muda. Terapi tumor sel germinal bergantung pada subtipe sel tumor dan staging penyakit. kasus. 4ira3kira +*. (ntuk membedakan seminoma dengan nonseminoma digunakan serum marker beta3=9. 12 . mesodermal dan endodermal. Seminoma tampak sebagai massa besar yang homogen. 0enampakan nonseminoma ganas adalah massa heterogen dengan pinggir ireguler yang disebabkan invasi ke jaringan sekitarnya. Secara radiologi teratoma tampak bulat dan sering lobulated dan mengandung jaringan lunak dengan elemen cairan dan lemak. tulang rawan atau gigi pada tumor. kalsifikasi terlihat pada )*34$. 8edah adalah terapi pilihan untuk teratoma jinak. terkadang tinggi tetapi alfafetoprotein tidak tinggi. Meskipun pada seminoma yang murni konsentrasi beta3=9. Teratoma terdiri dari derivat sel ektodermal. rambut. Subtipe histopatologi tumor sel germinal dapat dilihat pada tabel 4. dengan insidensi yang hampir sama pada laki3laki dan perempuan. sehingga sering dijumpai komponen kulit. Secara histologi tumor di mediastinum sama dengan tumor sel germinal di testis dan ovarium. <okasi terbanyak di anterior 5superoanterior7 mediastinum. Sedangkan pada nonseminoma konsentrasi kedua marker itu selalu tinggi. dan alfa3fetoprotein lebih dari %** mg?ml adalah diagnosis pasti untuk nonseminoma. teratoma mempunyai pertumbuhan jinak dan )*.disingkirkan. ganas.

y. " pasien mendapatkan cisplatin based kemoterapi dan % lainnya mendapatkan radiasi tanpa kemoterapi. )# membandingkan !4 pasien seminoma. bleomisin dan sisplatin. ## pasien dapat cisplatin based kemoterapi. rejimen yang sering digunakan mengandung vinblastin. massa masih terbatas di mediastinum anterior dan tidak ada metastasis lokal 5intratoraks7 dan?atau metastasis jauh. sedangkan yang nonseminoma diberikan kemoterapi 5lihat tabel %7. dosis radiasi maka reseksi komplet adalah 4%**3%*** c. " pasien radioterapi dan !+ pasien terapi multimodaliti.7 pada kelompok kemoterapi mempunyai long3term disease survivor berbanding $ dari % pasien kelompok radioterapi.Terapi untuk seminoma tergantung pada apakah masih resectable atau tidak.. 2ari tinjauan kepustakaan dikatakan radioterapi saja tanpa kemoterapi long3term disease survivor adalah -). Sedangkan untuk kasus yang bermetastasis diberikan kemoterapi. radiasi dan kemoterapi memberikan umur tahan hidup % tahun lebih dari "*. Seminoma (ntuk seminoma yang resectable terapi multimodaliti yaitu bedah. Ternyata + dari " 5+". Terapi radiasi atau kemoterapi sebagai pilihan terbaik untuk seminoma masih diperdebatkan. dalam masa follow3up median -! bulan 13 . Radioterapi memberikan -%. 4emoterapi yang diberikan adalah cisplatin based. disease3free survival rate dan untuk membuktikan itu /iDDai dkk . !$% penderita ekstragonal seminoma 5%! di antaranya seminoma mediastinum7.. 0enelitian internasional yang dilakukan di merika dan @ropa. 4riteria resectable adalah tanpa gejala 5asymptomatic7. Seminoma sangat radiosensitif.

kasus. Tumor itu dapat bersifat jinak atau ganas dan biasanya diklasifikasi berdasarkan jaringan yang membentuknya. 6uky dkk. Tumor saraf Tumor saraf dapat tumbuh dari sel saraf disebarang tempat. Tetapi ada rejimen yang terdiri dari sisplatin dan bleomisin yang diberikan 4 siklus. Teratoma ganas Rejimen kemoterapi untuk teratoma ganas antara lain sisplatin. &onseminoma Tumor jenis ini jarang ditemukan. dibagi atas neural sheath yang sering bersifat jinak 5schwannoma7 dan neurofibroma yang paling sering 14 . reseksi komplet dapat dilakukan pada )# pasien. bila ditemukan lebih sering pada laki3laki dewasa muda.. Rejimen yang digunakan sisplatin. teratoma pada )). 9isplatin based kemoterapi adalah terapi untuk golongan ini dan kadang dilakukan operasi pascakemoterapi 5postchemoterapy adjuctive surgery7. (ntuk menilai manfaat bedah pascakemoterapi. vinkristin. 0enelitian terhadap !4! pasien nonseminoma mediastinum yang mendapat cisplatin based kemoterapi dengan atau tanpa bedah. kelompok yang dapat kemoterapi sedangkan pada kelompok radioterapi terjadi relaps -#. lebih sering di mediastinum posterior. daktinomisin dan siklofosfamid.... bleomisin dan etoposid. bleomisin dan methotre'ate. masih hidup hingga tindak lanjut bulan ke !" 5rentang !>!#+ bulan7 sedangkan untuk kelompok mediastinal seminoma 4" bulan 5rentang 43!"$ bulan7. analisis histopatologik mendapatkan bahwa tumor masih mengandung jaringan nonseminoma 5viable tumors7 pada --..)+ 0enelitian yang menggunakan $4! pasien seminoma mediastinum mendapatkan bahwa progression3free survival rate lebih rendah secara bermakna pada seminoma yang hanya mendapat radioterapi saja dibandingkan dengan penderita yang mendapat kemoterapi. etoposid.5rentang !3)!! bulan7. melakukan penelitian terhadap $) pasien. terjadi relaps pada !4. . dan jaringan nekrotik pada !).

dapat dilihat klasifikasi histologi tumor saraf. . Temuan karakteristik 9T scan pada tumor mediastinum sangat bervariasi. Topcu dari Turki menganalisis -* pasien tumor saraf dan mendapatkan !$ penderita bayi dan anak3 anak usia 5E !% tahun7. jika sel bersifat ganas atau reseksi tidak komplet maka radiasi pascabedah sangat dianjurkan. 0ada jenis ganas. =anya )*. 0ada tabel . misalnya neuroblastoma yang sulit dibedah. mendapatkan spesifisitas !**.$ 2. gambaran 9T scan pada teratoma mediastinum. kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan.ditemukan. Total reseksi adalah terapi pilihan. !a"#a$an %T s&an 'a(a T)"o$ Me(iastin)" Saat ini 9T scan memiliki peran dalam menegakan diagnosis tumor mediastinum. thymolipoma dan herniasi lemak omentum tetapi akurasi secara keseluruhan terhadap diagnosis tumor mediastinum hanya sebesar 4+. 0enelitian terbaru yang dilakukan hn dkk. 5!) dari -*7 bersifat ganas. 0ada penelitian ini akurasi kesan 9T scan terhadap diagnosis tumor mediastinum 15 . 4# orang dewasa 5usia F!% tahun7. Meskipun dikatakan sering pada anak tetapi juga dapat ditemukan pada orang dewasa.. Tumor yang bersifat jinak sangat jarang menjadi ganas. meskipun gambaran 9T scan yang memiliki ciri khas tertentu hanya terdapat pada beberapa jenis tumor mediastinum tertentu. lebih banyak perempuan 5$" orang7 dibandingkan laki3laki 5)! orang7.

7.7 dan massa dominan kistik !!5!!. pembesaran ! 4.!. massa infiltrasi ke vena kava superior dan atau aorta !$5!$. dan sel germinal !*. =asil pemeriksaan 9T scan didapat dari +4 orang.8 %5%.7 orang.7 orang.#.7.#. 0asien dengan massa berkapsul $)5$).8 "5".7.$.87 pada pemeriksaan 9T scan menjadi salah satu penilaian.. pembesaran )3$ 4.$. 8erdasarkan densiti massa pasien tumor mediastinum yang diperiksa 9T scan didapatkan hasil dengan densiti massa heterogen sebanyak 4%54%.ambaran 9T scan Tumor Mediastinum 16 .7.).7.8 sulit dinilai #5#.!.pada kesan 9T scan timoma 4-.7 orang.7 dan gambaran 9T scan tanpa infiltrasi ke organ sekitar didapatkan %)5%$.8 $5$.-. massa infiltrasi ke perikard !5!.).. densiti massa homogen )+5)+. . massa bersepta !%5!%. limfoma +!.7.$. 8erikut ini adalah hasil dari penelitian lain yang dilakukan oleh Satria 0ratama dkk selama % tahun.". teratoma 44.7.7. 0asien tanpa pembesaran kelenjar getah bening didapatkan sebanyak -*5-!.). 4. dari januari )**) sampai desember )**-.7 dan pasien dengan metastasis ke paru !!5!!.7 orang..7 dan pembesaran lebih dari $ 4.). 8erdasarkan infiltrasi massa tumor mediastinum ke organ sekitar didapatkan hasil pasien dengan gambaran 9T scan yang memperlihatkan massa infiltrasi ke trakea !5!.!. massa infiltrasi ke lebih dari ) organ mediastinum !-5!-.4. Terdapatnya pembesaran kelenjar getah bening 54.!.+. Tabel #.

berkapsul. Tumor hanya melebar ke satu sisi.ambar %. Terlihat massa tumor yang bersifat invasif. tumor melebar ke arah mediastinum bagian medial dan posterior. 9ontoh 9T scan tumor mediastinum jinak yang terletak di bagian mediastinum anterior.ambar 4. pasien yang mengalami tumor mediastinum anterior. dan berkista. % . 9ontoh 9T scan dengan kontras. lobulasi. 2ari !$.% 17 .. Terlihat massa tumor berbatas tegas.

0enilaian pada massa primer paru berupa besarnya densitas massa yang inhomogen pada massa yang bersifat ganas atau homogen pada massa jinak. tidak teratur. dan posterior mediastinum.*. Terlihat tumor mediastinum berukuran besar yang meliputi bagian anterior. seperti mediastinum. 9ontoh foto toraks 0 dan 9T scan tumor mediastinum. 4eterlibatan organ sekitarnya. i. dapat pula menentukan massa yang menyangat pada massa ganas pada umumnya dan tidak menyangat pada massa jinak. 0emberian bahan kontras. 0inggir massa dapat terlihat dengan jelas. !a"#a$an %T s&an 'a(a T)"o$ Pa$) (an Pe$#e(aann+a (engan T)"o$ Me(iastin)" 2alam kasus tumor paru.% 2. atau spikula?pseudopodi pada masssa ganas.. medial. tulang. pembesaran kelenjar getah bening hilus. batas rata pada jinak. bifurkasio paratrakea. pemeriksaan dengan 9T scan dapat memberikan informasi lebih banyak. 18 .ambar -. dapat lebih mudah terdeteksi. =asil biopsi menunjukkan teratoma malignan.v.

dapun kriteria lainnya dari tumor paru adalah: !. 9t scan menunjukkan adanya kavitas dan air fluid level. mengarah ke suatu keganasan. kemungkinan -*3+*.+ 19 . ). sekitar +*. kanker paru perifer. kasus. danya suatu kavitas dengan tebal F !% mm. 4.Massa tumor juga dapat bersinggungan dengan dinding pembuluh darah besar toraks 5aorta dan arteri pulmonalis7 yang merupakan indikasi non operable.# . &on3small 9ell <ung 9ancer 5&S9<97.ambar #. $. danya gambaran pleural tail. pabila ditemukan konsolidasi disertai gambaran air bronchogram pada pasien dengan faktor risiko dan secara klinis diduga kanker paru . %. Mayoritas lesi dengan ukuran F $ cm merupakan lesi ganas. Massa tumor dengan tepi yang berlobus3lobus merupakan kejadian yang sangat mungkin ke arah keganasan terdapat pada +*. maka kemungkinan suatu keganasan sangat tinggi.

Small 9ell <ung 9ancer 5S9<97." 20 ..ambar +. " . 9T scan menunjukkan nodul soliter di paru bagian kanan.ambar ". 9T scan dengan kontras di atas menunjukkan massa berukuran besar yang terdapa pada paru kiri dan hilus. dengan invasi ke arteri pulmonalis kiri. Small 9ell <ung cancer 5S9<97.

c. infiltrasi organ 5trakea. diagnosis tumor mediastinum secara tepat adalah dengan mendapatkan jaringan tumor tersebut. pembuluh darah vena. dan 9T scan dapat membantu mendiagnosis tumor mediastinum secara lebih tepat. trakea. 0enatalaksanaan tumor mediastinum sangat bergantung pada sifat tumor.ESIMPULAN !. syaraf. 8aik dari densitas massa 5homogen?heterogen7. pembuluh darah arteri. kelenjar timus. Tumor mediastinum adalah tumor yang terdapat di dalam mediastinum yaitu rongga yang berada di antara paru kanan dan kiri. %.BAB III . 9T scan dapat mengetahui lokasi tumor di mediastinum dan membedakannya dari struktur sekelilingnya seperti kista. Temuan karakteristik 9T scan pada tumor mediastinum sangat bervariasi. 4. Terdapat pula gambaran kavitas pada paru. struktur massa 5berkapsul. septa7. vaskular. Tindakan untuk tumor mediastinum yang bersifat jinak adalah bedah.walaupun sebenarnya.8. pembesaran 4. <etak massa b. 2apat ditemukan gambaran air bronchogram dan pleural tail. kemoterapi dan radiasi. 0erbedaan gambaran 9T scan tumor mediastinum dan tumor paru adalah: a. Mediastinum berisi jantung. perikard. jinak atau ganas. dan struktur jaringan lunak . ). kelenjar getah bening dan salurannya. jaringan ikat. 6ena cava superior dan atau aorta7. (ntuk mendiagnosis tumor mediastinum diperlukan foto toraks 0 dan lateral. $. sedangkan untuk tumor ganas tergantung dari jenisnya tetapi secara umum terapi untuk tumor mediastinum ganas adalah multimodaliti yaitu bedah. dan metastasisnya. 21 .

pdf 5. 2iunduh dari: jurnalrespirologi. @disi ke ).klikpdpi.pdf 4.medscape.org/..ndonesia. duodenum dan usus kecil.org/jurnal/Jan09/Majalah %20dr.DA-TAR PUSTA.com?article?$%"!!*3overviewJa)* -. 'ara$teristi$ Tumor Mediastinum (erdasar$an 'eadaan 'linis. S.id/admin/jurnal/210838. 2alam: Radiologi 2iagnostik. http:??emedicine.go.K )**-: )$$3)4%. Taufik. @lisna dkk.lipi. 2iunduh dari : http:??www.. Tahun 2 !"2 #.medscape. lambung. 2iunduh dari : http:??isjd.com?article?$%+)#43overviewJa)* 22 .1akarta: 8alai 0enerbit /4(. )**-. 0ratama.go. 'riteria Diagnosis 'an$er Paru Primer (erdasar$an &ambaran Morfologi pada )T Scan Tora$s Dibanding$an dengan Sitologi.medscape. . M.Tomy. 2iunduh dari : isjd.com?modules.com?article?$%+4$$3overviewJa)* 9.htmlG actHtampilIidH4#%$4IidcH)4 ). )**$.lipi. Syahrudin. @sofagus.cksan.pdf 8. Djamil.pdii. http:??emedicine. Tumor Mediastinum.A !.php?Search.pdii. Padang. Penatala$sanaan Tumor Mediastinum &anas. )**#. http:??emedicine. Pedoman Diagnosis dan Penatala$sanaan di %ndonesia./Penatalaksanaan%20tumor %20mediastinum_6_. Tumor Mediastinum di Ruang Rawat Paru RS Dr. DiDa dkk. )**%. 0erhimpunan 2okter 0aru . 2iunduh dari: jurnalrespirologi.phpG nameH9ontentIpaHshowpageIpidH!*$ 3. Satria dkk. 4artoleksono.id?inde'. &ambaran )T scan dan Pertanda Tumor di Rumah Sa$it Persahabatan. 7.