DEMAM TYPHOID

identitas
      

Nama Umur Nama Ayah Pekerjaan Nama Ibu Pekerjaan Alamat

 Agama  Bangsa/Suku

: An.Tomi : 11 tahun : M.Topik : Swasta : Milda : PNS : Jl Raya Korambi I Rt 23/ Rw 06,Kampung Duren Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang : Islam : Sunda

anamnesis
 Autoanamnesis dam Alloanamnesis dilakukan pada 3 September pukul 13.00 di Ruang Rawamerta kamar 147

Keluhan Utama  Sesak nafas sejak 5 hari SMRS Keluhan Tambahan  Batuk berdahak dan pilek sejak 7 hari SMRS

anamnesis
Riwayat Penyakit Sekarang  Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 5 hari SMRS. Sesak nafas dirasakan sepanjang hari terutama menjelang sore hari setelah melakukan aktifitas. Sesak nafas tidak hilang walaupun pasien sedang beristirahat. Pada saat beristirahat pasien menggunakan 2 sampai 3 bantal untuk mengurangi sesaknya. Nafas pasien berbunyi ngik.  Tujuh hari SMRS, pasien batuk berdahak dan pilek. Pasien tidak demam. Pasien mempunyai riwayat penyakit asma sejak umur 8 tahun. Serangan asma sering kambuh sebulan sekali apabila pasien terlalu lelah beraktivitas. Ketika serangan asma datang pasien menghirup obat semprot, lalu kemudian sesaknya hilang. Pasien juga mempunyai riwayat alergi udang dan ikan basah.

. Riwayat Penyakit Keluarga  Kakek pasien memiliki riwayat penyakit asma.anamnesis Riwayat Penyakit Dahulu  Pasien mempunyai riwayat asma sejak umur 8 tahun dan pernah dirawat sekali di RS karena diare ebelumnya.

ditolong oleh dokter. Riwayat Kelahiran  Pasien lahir di rumah sakit. ibu pasien selalu mengontrol kehamilan ke dokter. . Pasien adalah anak pertama. Lahir secara sesar pada usia kehamilan 37 minggu. tidak ada penyakit serius yang diderita pasien selama kehamilan.anamnesis Riwayat Kehamilan Ibu  Selama kehamilan. berwarna merah dan langsung menangis setelah lahir. Berat badan lahir 2700 kg. panjang badan lahir 47 cm.

anamnesis  Riwayat Perkembangan Pertumbuhan Gigi 5 bulan : 1 gigi susu 1 tahun : 6 gigi susu 2 tahun : 16 gigi susu 4 tahun : 20 gigi susu Psikomotor Tengkurap : 3 bulan Duduk Berdiri Berjalan Bicara Menulis : 7 bulan : 13 bulan : 13 bulan : 13 bulan : 4 tahun Perkembangan mental baik Membaca : 4 tahun .

anamnesis Riwayat Makanan Usia 0-2 bulan 2-4 bulan 4-6 bulan 6-10 bulan 8-10 bulan 10-12 bulan 1-2 tahun 2-4 tahun ASI/PASI ASI ASI ASI PASI PASI PASI PASI PASI Buah/biskuit -/-/+/+ +/+ +/+ +/+ +/+ +/+ Bubur susu + + + + + + nasi + nasi Nasi tim - .

anamnesis  Riwayat Imunisasi 0-1 bulan BCG DPT/DT POLIO CAMPAK HEPATITI + + + 2 bulan 3 bulan 4 bulan 6 bulan 9 bulan + + + + + + + SB .

anamnesis  Riwayat Keluarga Tanggal lahir Jenis kelamin hidup Lahir mati abortus Mati (sebab) Keterang an kesehata n 1 25 Maret Laki-laki 1999 2 21 2004 3 7 2006 4 26 2010 Juli Laki-laki + baik April Laki-laki + Baik Mei Laki-laki + Baik + Baik .

Topik pertama 27 tahun Sarjana Islam Sunda Baik Ibu Milda Pertama 21 tahun Sarjana Islam Jawa Baik .anamnesis  Riwayat Pernikahan Ayah Nama Pernikahan Usia saat menikah Pendidikan terakhir Agama Suku Keadaan kesehatan M.

anamnesis Riwayat Lingkungan  Pasien tinggal di rumah milik sendiri. . 2 ventilasi. Terdapat 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi.

5° c Data Antropometri  Berat badan : 26 kg  Tinggi badan : 137 cm  Status Gizi : 81. tipe pernafasan thorakoabdominal  Suhu : 36. teratur. reguler. volume cukup.Pemeriksaan fisik Keadaan Umum  Kesadaran : compos mentis  Kesan sakit : tampak sakit sedang  Status mental : tampak tenang Tanda Vital  Tekanan Darah : 90/60 mmHg  Nadi : 115 x/menit.25% (gizi baik) . equalitas sama kanan kiri  Pernafasan : 20x/menit.

diameter 2-3 mm  Lensa : jernih . distribusi merata.Pemeriksaan fisik KEPALA  Bentuk kepala normocephaly. tidak mudah dicabut MATA  Kelopak : tidak edema  Bola mata : tidak ada kelainan  Conjunctiva : tidak anemis  Penglihatan : tidak ada kelainan  Sklera : tidak ikterik  Kornea : jernih  Pupil : bulat isokor. rambut berwarna hitam.

Pemeriksaan fisik TELINGA  Daun telinga  Tuli  Membran timpani  Lubang  Penyumbatan  Serumen  Perdarahan  Cairan : tidak ada kelainan : -/: intak : +/+ : tidak ada : +/+ : tidak ada : -/- .

tidak hiperemis : tidak hiperemis : tidak teraba membesar .Pemeriksaan fisik HIDUNG  Bentuk  Concha  Septum MULUT  Bibir  Lidah  Tonsil  Faring  LEHER  KGB : simetris. deformitas (-) : tidak oedem. tidak hiperemis : tidak deviasi : tidak ada kelainan : normoglosia : Tonsil T1-T1 tenang.

II reguler. murmur (-). simetris : Roseola spot (-) : pergerakan dinding thorax simetris.Pemeriksaan fisik THORAX  Bentuk  Kulit Paru  Inspeksi    : bentuk normal. terdapat retraksi sela iga : vocal fremitus simetris. wheezing +/+. gallop (-) Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung  Inspeksi  Palpasi  Perkusi  Auskultasi . ronchi -/: ictus cordis tidak terlihat : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : BJ I. sama keras kanan kiri : sonor di seluruh lapang paru : Suara nafas vesikuler.

oedem (-) .Pemeriksaan fisik ABDOMEN  Inspeksi  Palpasi  Perkusi  Auskultasi : tampak datar. massa (-) : timpani : Bising usus + normal GENITALIA PEREMPUAN : tidak ada kelainan EXTREMITAS : bentuk tidak ada kelainan. supel. akral hangat. benjolan (-) : Nyeri tekan (-).

5 g%  Leukosit : 13000  LED : 13 mm/jam  Trombosit : 238000 rb  Hematokrit : 40%  Hitung jenis Basofil : 0  Eosinofil :0  Batang :0  Segmen : 60  Limfosit : 34  Monosit :6 .Pemeriksaan penunjang PEMERIKSAAN LABORATORIUM (tanggal 5 Agustus 2010)  Hematologi  Hb : 13.

Pemeriksaan penunjang  Darah rutin  Pemeriksaan spirometri  Analisa Gas Darah  Pemeriksaan IgE .

RESUME  Pasien laki-laki usia 11 tahun dengan berat badan 26 kg datang dengan keluhan sesak nafas sejak 5 hari SMRS. Pasien mempunyai riwayat penyakit asma sejak umur 8 tahun. Pasien tidak demam. Nafas pasien berbunyi ngik. . Sesak dirasakan dirasakan sepanjang hari terutama menjelang sore hari setelah melakukan aktifitas. Pasien batuk berdahak dan pilek sejak 7 hari lalu.

Riwayat imunisasi lengkap. Pasien juga mempunyai riwayat alergi udang dan ikan basah.RESUME  Serangan asma sering kambuh sebulan sekali apabila pasien terlalu lelah beraktivitas.  Riwayat kehamilan baik. lalu kemudian sesaknya hilang. pertumbuhan dan perkembangan dalam batas normal. . Ketika serangan asma datang pasien menghirup obat semprot.

Diagnosa kerja : Asma Bronchiale Diagnosis banding :  Bronkitis Pemeriksaan Penunjang Anjuran : Radiologi (rontgen Thoraks) .

RESUME  Non farmakologis : Pasien dirawat di RS agar mudah di follow up Tirah baring dan kurangi aktivitas fisik  Farmakologis : IVFD KaEn 3A 20 tetes/meni Cefotaxime 3x 700mg Kalmetason 3 x 4 mg Fisioterapi pagi dan sore dengan fentolin dan floxitide .

PROGNOSIS  Ad vitam  Ad functionam  Ad sanasionam : ad bonam : dubia ad bonam : dubia .

RESUME NASEHAT PULANG  Menjauhi allergen  Menghindari kelelahan  Olahraga .

TINJAUAN PUSTAKA .

pendahuluan  Demam tifoid merupakan penyakit endemic di Indonesia. Insidens demam tifoid bervariasi di setiap daerah dan biasanya terkait dengan sanitasi lingkungan. . Penyakit ini termasuk penyakit menular yang tercantum dalam Undang- Undang nomor 6 Tahun 1962 tentang wabah.

kelenjar limfe usus dan Peyer’s patch. .  Penyakit ini ditandai oleh panas yang berkepanjangan. ditopang dengan bakteremia tanpa keterlibatan struktur endothelial atau endokardial dan invasi bakteri sekaligus multiplikasi ke dalam sel fagosit mononuklear dari hati.definisi  Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi sitemik bersifat akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. limpa.

typhi. mempunyai flagella.etiologi  96% kasus demam tifoid disebabkan S. sisanya disebabkan oleh S. kejadian meningkat setelah umur 5 tahun. Mempunyai antigen somatic (O) yang terdiri dari oligosakarida. fakultatifanaerob.(3) Salmonellatyphi adalah bakteri gam-negatif. tidak membentuk spora.(3) .paratyphi. tidak berkapsul.(2)  Prevalens 91% kasus demam tifoid terjadi pada umur 3-19 tahun. flagelar antigen (H) yang terdiri dari protein dan envelope antigen (K) yang terdiri dari polisakarida.

patogenesis .

patogenesis .

kecuali apabila terjadi focus infeksi. .Manifestasi klinik  Pada anak. Semua pasien demam tifoid selalu menderita demam pada awal penyakit.  Penampilan demam pada kasus demam tifoid mempunyai istilah khusus yaitu step-ladder temperature chart yang ditandai dengan demam timbul insidious. kemudian naik secara bertahap tiap harinya dan mencapai titik tertinggi pada akhirminggu pertama. setelah itu demam akan bertahan tinggi dan padaminggu ke-4 demam turun perlahan secara lisis. periode masa inkubasi demam tifoid antara 5-40 hari dengan rata-rata antara 10-14 hari.

malaise. atau obstipasi kemudian disusul episode diare. Gejala gastrointestinal pada kasus demam tifoid sangat bervariasi. obstipasi. . anoreksia. nyeri perut.Manifestasi klinik  Gejala sistemik lain yang menyertai timbulnya demam adalah nyeri kepala. dan radang tenggorokan. nausea. Pasien dapat mengeluh diare. mialgia.

Bradikardi relative jarang dijumpai pada anak.kadang-kadang dijumpai terdengar ronki pada pemeriksaan paru . toraks. delirium. seringkali dijumpai pada daerah abdomen.  Rose spot. Ruam ini muncul pada hari ke 7-10 dan bertahan 2-3 hari.  Hepatomegali lebih sering dijumpai daripada splenomegali. suatu ruam makulopapular yang berwarna merah dengan ukuran 1-5 mm.Pemeriksaan fisik  Kesadaran menurun. Pada sebagian pasien lidah tampak kotor. ekstremitas dan punggung. dengan putih di tengah sedang tepi dan ujungnya kemerahan.

Defisiensi Fe.Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan Darah tepi perifer  . atau perdarahan usus.anemia.  . namun jarang kurang dari 3000/ul  .Leukopenia. terutama pada demam tifoid berat (3) . pada umumnya terjadi karena supresi sumsum tulang.Trombositopenia.Limfositosis relative  .

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan serologi  . Semakin tinggi titernya. semakin besar kemungkinan terinfeksi kuman ini.Serologi widal : kenaikan titer S.  .  Aglutinin O dan H digunakan untuk diagnosis demam tifoid.typhi titer O 1:200 atau kenaikan 4 kali titer/ lebih sama dengan 1:160 fase akut ke fase konvalesens.Kadar IgM dan kadar IgG (Typhi-dot). kemudian meningkat secara cepat dan mencapai puncak pada minggu ke4 . Pembentukan aglutinin mulai terjadi pada akhir minggu perama demam.

 -biakan sumsum tulang masih positif sampai mingu ke-4  Spesimen yang digunakan untuk pemeriksaan kultur darah berbeda sesuai waktu perjalanan penyakitnya. feses : (+) setelah 10 hari demam. urine : (+) minggu ke 2 dan 3.Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan Kultur Darah  -biakan darah terutama pada minggu 1-2 dari perjalanan penyakit. Darah : (+) dalam 10 hari demam. .

apabila diduga terjadi komplikasi pneumonia.Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan Radiologi  Foto toraks.  Foto abdomen. apabila diduga terjadi komplikasi intraintestinal seperti perforasi usus atau perdarahan saluran cerna .

diagnosis  Diagnosis ditegakan berdasarkan gejala klinis berupa demam. diagnosis pasti ditegakkan melalui isolasi S. kemungkinan mengisolasi S.typhi dari dalam darah pasien lebih besar daripada minggu berikutnya. gangguan gastrointestinal dan mungkin disertai perubahan atau gangguan kesadaran. (2) .typhi dari darah. Pada dua minggu pertama sakit. Uji serologi Widal suatu metode serologic yang memeriksa antibody aglutinasi terhadap antigen somatic (O). flagella (H) banyak dipakai untukmembuat diagnosis demam tifoid.

dan malaria  Demam tifoid berat : sepsis.infeksijamur sistemik. beberapa penyakit kadang-kadang secara klinis dapat menjadi diagnosis bandingnya yaitu influenza. bronchitis dan bronkopneumonia. leukemia. limfoma .  Tuberculosis.Diagnosis banding  Pada stadium dini. gastroenteritis.

oral.Amoksisilin 100mg/kg BB/ hari oral atau intravena selama 10 hari . . .Kotrimoksasol 6mg/kg BB/hari. dibagi dalam 2 dosis selama 10 hari Kortikosteroid digunakan pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. oral selama 10 hari . sekali sehari. oral      atau IV dibagi dalam4 dosis selama 10-14 hari .Kloramfenikol (drug of choice) 50-100mg/kg BB/hari.deksametason 1-3 mg/kgBB/hari intravena. 5 hari.penatalaksanaan  .Seftriakson 80 mg/kg BB/hari intravena atau intramuscular.Sefiksim 10mg/kg BB/ hari.dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik.

 Pelihara keadaan nutrisi  Pengobatan gangguan asam basa dan elektrolit  Diet : makanan tidak berserat dan mudah dicerna. bila perlu berikan O2.penatalaksanaan Demam tifoid berat harus dirawat inap di rumah sakit Cairan dan kalori :  Terutama pada demam tinggi.bila perlu asupan cairan dan kalori diberikan melalui sondelambung.  Pertahankan fungsi sirkulasi dengan baik  Pertahankan oksigenasi jaringan.  Penuhi kebutuhan volume cairan intravaskuler dan jaringan dengan pemberian oral/parenteral. setelah demam reda. .muntah dan diare. dapat segera diberikan makanan yang lebih padat dengan kalori cukup.

pencegahan  Secara umum. untuk memperkecil kemungkinan tercemar S. Salmonella typhi disalamair akan mati apabila dipanasi setinggi 57 ° C untuk beberapa menit atau dengan proses iodinasi/klorinasi .typhi. maka setiap individu harus memperhatikan kualitas makanan dan minuman yang mereka konsumsi.

penyulit  Intra intestinal : perforasi usus atau perdarahan saluran cerna: suhu menurun. pielonefritis. pneumonia. meningitis.  Ekstraintestinal : tifoidensefalopati. endokarditis. hepatitis tifosa. pekak hati menghilang. muntah. bisingusus menurun sampai menghilang. nyeri tekan pada palpasi. defance musculaire positif. nyeri abdomen. osteomielitis . syok septik.