METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

No. Paket Kontrak Nama Paket Propinsi/Kab./Kodya DATA UMUM KEGIATAN

: : :

Pembangunan Jembatan Pinang Sori Cs. Sumatera Utara

RUANG LINGKUP PEKERJAAN Raung lingkup pekerjaan ini disesuiakan dengan daftar kuantitas dan harga, sesuai dengan Time Schedule, maka urutan pelaksanaan dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut PEKERJAAN PERSIAPAN Setelah ada SPMK untuk melaksanakan pekerjaan ini, maka kontraktor akan mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana untuk kebutuhan pelaksanaan antara lain: a. b. c. d. Jaminan Pelaksanaan Penandatanganan Kontrak Menyiapan Time Schedule dan Adminitrasi lainya Melaksanakan Pre Construction Meeting (PCM) yang bertujuan untuk menyamakan persepsi akan isi semua Dokumen Kontrak. Mobilisasi a. b. c. d. Mengirimkan contoh material yaitu Split, Abu batu, Pasir dan aspal ke Laboratorium Pengujian Mempersiapkan peralatan yang dibtuhkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan Mobilisasi personil untuk melaksanakan pekerjaan dilapangan Membuat perencanaan kerja yang matang dan terinci untuk mengantisipasi agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang tersedia dengan menjaga mutu agar sesuai dengan Spesifikasi Teknik. Uraian jika mobilisasi lump sum di dalam harga kontrak : Pembuatan Job Mix Design Kantor Lapangan dan Fasilitasnya Rekayasa Lapangan Material dan Penyimpanan Jadwal Konstruksi (TIME SCHEDULE) Transport lokal alat-alat dan perlengkapan dengan jumlah yang minimum sesuai dengan yang tersebut dalam naskah kontrak, sampai ke proyek dimana akan dibutuhkan Instalasi-instalasi termasuk antara lain kantor-kantor, bengkel, gudang-gudang laboratorium lapangan dan sebagainya. Manajemen Mutu Kontrak

I.

e. -

II. PEKERJAAN TIANG PANCANG UMUM 1) Uraian Pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini akan mencakup tiang pancang yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan Spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati Gambar menurut penetrasi atau ke dalamannya sebagaimana yang diperintah-kan oleh Direksi Pekerjaan. Tiang pancang uji dan/atau pengujian pembebanan diperlu-kan untuk menentukan jumlah dan panjang tiang pancang yang akan dilaksanakan. Pekerjaan ini mencakup jenis-jenis tiang pancang berikut ini :  Tiang Beton Bertulang Pracetak  Tiang Beton Pratekan, Pracetak Jenis tiang pancang yang akan digunakan harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar. Tiang Uji (Test Pile) Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk melaksanakan tiang uji, bilamana diang-gap perlu untuk mengetahui dengan pasti daya dukung dari jenis pondasi pada setiap jembatan. Kontraktor akan melengkapi dan melaksanakan tiang uji pada lokasi yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Semua pengujian tiang uji harus dilaksanakan dengan pengawasan Direksi Pekerjaan. Bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, tiang uji harus diuji dengan pengujian pembebanan sesuai dengan ketentuan dari Spesifikasi . Setelah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, pemancangan tiang uji harus dilanjutkan sampai diperintahkan untuk dihentikan. Pemancangan tiang uji melampaui ke dalaman telah ditentukan

2)

diperlukan untuk menunjukkan bahwa daya dukung tiang pancang masih terus meningkat. Kontraktor selanjutnya harus melengkapi sisa tiang pancang dalam struktur yang belum diselesaikan. Dalam menentukan panjang tiang pancang, Kontraktor harus mengikuti daftar panjang tiang pancang yang diperkirakan untuk sisa panjang yang harus diselesaikan dalam struktur. Jumlah tiang pancang yang diuji akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, tetapi jumlah ini tidak kurang dari satu atau tidak lebih dari empat untuk setiap jembatan. Tiang uji dapat dilaksanakan di dalam atau di luar keliling pondasi, dan dapat menjadi bagian dari pekerjaan yang permanen. 3) Pengujian Pembebanan (Loading Test) Percobaan pembebanan harus dilakukan dengan cara yang disetujui oleh Direksi Peker-jaan. Kontraktor harus menyerahkan detil gambar peralatan pembebanan yang akan digunakannya kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Peralatan tersebut harus dibuat sedemikian hingga memungkinkan penambahan beban tanpa menyebabkan getaran terhadap tiang uji. Bilamana cara yang disetujui ini membutuhkan tiang (jangkar) tarik, tiang tarik semacam ini harus dari jenis dan diameter yang sama dengan pipa yang permanen dan harus dilaksanakan di lokasi pipa permanen tersebut. Tiang dan selongsong pipa yang dinding-dindingnya tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan beban percobaan bila dalam keadaan kosong, harus diberi penulangan yang diperlukan dan beton yang dicor sebelum dilakukan pembebanan. Beban-beban untuk pengujian pembebanan tidak boleh diberikan sampai beton memcapai kuat tekan minimum 95 % dari kuat tekan beton berumur 28 hari. Bilamana Kontraktor menghendaki lain, Kontraktor dapat meng-gunakan semen dengan kekuatan awal yang tinggi (high-early-strength-cement), jenis III atau IIIA untuk beton dalam tiang pengujian pembebanan dan untuk tiang tarik. Peralatn yang disetujui dan cocok untuk mengukur beban tiang dan penurunan tiang pancang dengan akurat dalam setiap peningkatan beban harus disediakan oleh Kon-traktor Peralatan tersebut harus mempunyai kapasitas kerja tiga kali beban rancangan untuk tiang yang akan diuji yang ditunjukkan dalam Gambar. Titik referensi untuk mengukur penurunan (settlement) tiang pancang harus dipindahkan dari tiang uji untuk meng-hindari semua kemungkinan gangguan yang akan terjadi. Semua penurunan tiang pancang yang dibebani harus diukur dengan peralatan yang memadai, seperti alat peng-ukur (gauges) tekanan, dan harus diperiksa dengan alat pengukur elevasi. Peningkatan lendutan akan dibaca segera setelah setiap penambahan beban diberikan dan setiap interval 15 menit setelah penambahan beban tersebut. Beban yang aman dan diijinkan adalah 50 % beban yang telah diberikan selama 48 jam secara terus menerus menyebabkan penurunan tetap (permanent settlement) tidak lebih dari 6,5 mm yang diukur pada puncak tiang. Beban pengujian harus dua kali beban rancangan yang ditunjukkan dalam Gambar. Beban pertama yang harus diberikan pada tiang percobaan adalah beban rancangan tiang pancang. Beban pada tiang pancang dinaikkan sampai mencapai dua kali beban ran-cangan dengan interval tiga kali penambahan beban yang sama. Setiap penambahan beban harus dalam interval waktu minimum 2 jam, kecuali jika tidak terdapat penam- bahan penurunan kurang dari 0,12 mm dalam interval waktu 15 menit akibat penam- bahan beban sebelumnya. Bilamana kekuatan tiang uji untuk mendukung beban pengujian diragukan, penambahan beban harus dikurangi sampai 50 % masing-masing beban pengujian, sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan agar kurva keruntuhan yang halus dapat digambar. Beban pengujian penuh harus dipertahankan pada tiang uji dalam waktu tidak kurang dari 48 jam. Kemudian beban ditiadakan dan penurunan permanen dibaca. Bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan, pembebanan diteruskan melebihi 2 kali beban rancangan dengan penambahan beban setiap kali 10 ton sampai tiang runtuh atau kapasitas peralatan pembebanan ini dilampaui. Tiang pancang dapat dianggap runtuh bila penurunan total akibat beban melebihi 2,5 cm atau penurunan permanen melebihi 6,5 mm. Setelah pengujian pembebanan selesai dilaksanakan, beban-beban yang digunakan harus disingkirkan, dan tiang pancang, termasuk tiang tarik dapat digunakan untuk struktur bilamana oleh Direksi Pekerjaan dianggap masih memenuhi ketentuan untuk digunakan. Tiang uji yang tidak dibebani harus digunakan seperti di atas. Jika setiap tiang pancang setelah digunakan sebagai tiang uji atau tiang tarik dianggap tidak memenuhi ketentuan untuk digunakan dalam struktur, harus segera disingkirkan bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, atau harus dipotong sampai di bawah permukaan tanah atau dasar pondasi telapak, mana yang dapat dilaksanakan. Jumlah dan lokasi tiang uji untuk pengujian pembebanan akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Untuk tiang dengan diameter lebih dari 600 mm jumlah ini tidak boleh kurang dari satu dan tidak lebih dari tiga untuk setiap jembatan; untuk tiang dengan diameter kurang dari dan sampai dengan 600 mm jumlah tiang tidak boleh kurang dari satu untuk setiap 30 tiang. Kontraktor harus membuat laporan untuk setiap pengujian pembebanan. Laporan ini harus meliputi dokumen-dokumen berikut ini :  Denah pondasi

    

Lapisan (stratifikasi) tanah Kurva kalibrasi alat pengukur tekanan Gambar diameter piston dongkrak Grafik pengujian dengan absis untuk beban dalam ton dan ordinat untuk penu-runan (settlement) dalam desimal mm. Tabel yang menunjukkan pembacaan alat pengukur tekanan dalam atmosfir, beban dalam ton, penurunan dan penurunan rata-rata dimana semua itu merupakan fungsi dari waktu (tanggal dan jam).

4)

5)

Bilamana kapasitas daya dukung yang aman dari setiap tiang pancang, diketahui kurang dari beban rancangan, maka tiang pancang harus diperpanjang atau diperbanyak sesuai dengan yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Jaminan Mutu Mutu bahan yang dipasok, kecakapan kerja dan hasil penyelesaian harus dipantau dan dikendalikan seperti yang ditetapkan dalam Standar Rujukan dari Spesifikasi. Toleransi a) Lokasi Kepala Tiang Pancang Tiang pancang harus ditempatkan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gam-bar. Penggeseran lateral kepala tiang pancang dari posisi yang ditentukan tidak boleh melampaui 75 mm dalam segala arah. Kemiringan Tiang Pancang Penyimpangan arah vertikal atau kemiringan yang disyaratkan tidak boleh lebih melampaui 20 mm per meter (yaitu 1 dalam 50). Kelengkungan (Bow) Kelengkungan tiang pancang beton cor langsung di tempat harus tidak boleh melampaui 0,01 dari panjang suatu tiang pancang dalam segala arah. Kelengkungan lateral tiang pancang baja tidak boleh melampaui 0,0007 dari panjang total tiang pancang. Tiang Bor Beton Cor Langsung Di Tempat Garis tengah lubang bor tanpa selubung (casing) harus 0 sampai + 5% dari diameter nominal pada setiap posisi. Tiang Pancang Beton Pracetak Toleransi harus sesuai dengan Spesifikasi TIANG PANCANG BETON PRACETAK Umum Tiang pancang harus dirancang, dicor dan dirawat untuk memperoleh kekuatan yang diperlukan sehingga tahan terhadap pengangkutan, penanganan, dan tekanan akibat pemancangan tanpa kerusakan. Tiang pancang segi empat harus mempunyai sudut-sudut yang ditumpulkan. Pipa pancang berongga (hollow piles) harus digunakan bilamana panjang tiang pancang yang luar biasa diperlukan. Baja tulangan harus disediakan untuk menahan tegangan yang terjadi akibat pengang-katan, penyusunan dan pengangkutan tiang pancang maupun tegangan yang terjadi akibat pemancangan dan beban-beban yang didukung. Selimut beton tidak boleh kurang dari 40 mm dan bilamana tiang pancang terekspos terhadap air laut atau pengaruh korosi lainnya, selimut beton tidak boleh kurang dari 50 mm. Penyambungan Penyambungan tiang pancang harus dihindarkan bilamana memungkinkan. Bilamana perpanjangan tiang pancang tidak dapat dihindarkan, Kontraktor harus menyerahkan metode penyambungan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan. Tidak ada penyambungan tiang pancang sampai metode penyambungan disetujui secara tertulis dari Direksi Pekerjaan. Perpanjangan Tiang Pancang Perpanjangan tiang pancang beton pracetak dilaksanakan dengan penyambungan tum-pang tindih (overlap) baja tulangan. Beton pada kepala tiang pancang akan dipotong hingga baja tulangan yang tertinggal mempunyai panjang paling sedikit 40 kali diameter tulangan. Perpanjangan tiang pancang beton harus dilaksanakan dengan menggunakan baja tu-langan yang sama (mutu dan diameternya) seperti pada tiang pancang yang akan diper-panjang. Baja spiral harus dibuat dengan tumpang tindih sepanjang 2 kali lingkaran penuh dan baja tulangan memanjang harus mempunyai tumpang tindih minimum 40 kali diameter. Bilamana perpanjangan melebihi 1,50 m, acuan harus dibuat sedemikian hingga tinggi jatuh pengecoran beton tak melebihi 1,50 m. Sebelum pengecoran beton, kepala tiang pancang harus dibersihkan dari semua bahan lepas atau pecahan, dibasahi sampai merata dan diberi adukan semen yang tipis. Mutu beton yang digunakan sekurangkurangnya harus beton K400. Semen yang digunakan haruslah dari mutu yang sama dengan yang dipakai pada tiang panjang yang akan disambung, kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.

b)

c)

d)

e)

1)

2)

3)

tetapi seluruh tiang pancang tidak boleh digeser dalam waktu 7 hari setelah pengecoran beton. Perpanjangan tiang pancang akan dirawat dan dilindungi dengan cara yang sama seperti tiang pancang yang akan disambung.1 dan Seksi 7. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Pembuatan dan Perawatan Tiang pancang dibuat dan dirawat sesuai dengan ketentuan dari Seksi 7.Acuan tidak boleh dibuka sekurang-kurangnya 7 hari setelah pengecoran. Untuk tiang pancang beton bertulang. ditambah dampak dinamis yang diperkirakan dan dikalikan dengan faktor keamanan. 4) Sepatu Tiang Pancang Tiang pancang harus dilengkapi dengan sepatu yang datar atau mempunyai sumbu yang sama (co-axial). Untuk tanah liat atau pasir yang seragam. kerikil kasar.1.5 m lebih panjang dari pada panjang yang disebutkan dalam Gambar. Sisa bahan potongan tiang pancang. Pengupasan Kepala Tiang Pancang Beton harus dikupas sampai pada elevasi yang sedemikian sehingga beton yang terting-gal akan masuk ke dalam pur (pile cap) sedalam 50 mm sampai 75 mm atau sebagaimana ditunjukkan di dalam Gambar. tidak perlu diamankan. maka perpanjangan baja tulangan yang diperlukan harus seperti yang ditunjukkan dalam Gambar. tanpa kerusakan. Selama operasi pengangkatan. kepala tiang pancang direncanakan tertanam dalam pur (pile cap). 5) 6) PEMANCANGAN TIANG 1) Umum Tiang pancang dapat dipancang dengan setiap jenis palu. asalkan tiang pancang tersebut dapat menembus masuk pada ke dalaman yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telah ditentukan. yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan. tanah liat dengan berangkal. Bilamana tiang pancang tersebut akan dibuat 1. jika perlu. jika dipancang masuk ke dalam atau menembus jenis tanah seperti batu. harus diselesaikan sesuai dengan Pasal 7. Kontraktor dapat menggunakan semen yang cepat mengeras untuk membuat tiang pencang. . Acuan samping dapat dibuka 24 jam setelah pengecoran beton. Setiap tiang harus ditandai dengan tanggal pengecoran dan panjangnya. Tidak ada tiang pancang yang akan dipancang sebelum berumur paling sedikit 28 hari atau telah mencapai kekuatan minimum yang disyaratkan. Untuk tiang pancang beton pratekan. Bilamana tiang pancang akan diperpanjang setelah operasi pemancangan sedang berjalan. Semen yang demikian tidak boleh digunakan sebelum disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Setiap beton yang retak atau cacat harus dipotong dan diperbaiki dengan beton baru yang direkatkan sebagaimana mestinya dengan beton yang lama. Tiang pancang tersebut dapat dipindahkan bilamana pengujian kuat tekan pada keempat benda uji menunjukkan kekuatan yang lebih besar dari tegangan yang terjadi pada tiang pancang yang dipindahkan. sepatu tersebut dapat ditiadakan. Periode dan ketentuan perlindungan sebelum pemancangan harus sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. pengikatan dapat dihasilkan dengan baja tulangan lunak yang dicor ke dalam bagian atas dari tiang pancang pada saat pembuatan. Waktu yang diijinkan untuk memindahkan tiang pancang harus ditentukan dengan menguji empat buah benda uji yang telah dibuat dari campuran yang sama dan dirawat dengan cara yang sama seperti tiang pancang tersebut. dengan baja tulangan yang dicor ke dalam bagian atas tiang pancang. Perawatan harus dilaksanakan selama 7 hari setelah dicor dengan mempertahankan tiang pancang dalam kondisi basah selama jangka waktu tersebut. dan tanah jenis lainnya yang mungkin dapat merusak ujung tiang pancang beton. Penjangkaran ini harus dilengkapi. Bilamana tidak disebutkan dalam Gambar. Direksi Pekerjaan akan memerintahkan menggunakan baja tulangan dengan diameter yang lebih besar dan/atau memakai tiang pancang dengan ukuran yang lebih besar dari yang ditunjukkan dalam Gambar. atau lebih lama sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Sebagai alternatif. Pengupasan tiang pancang beton harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah pecahnya atau kerusakan lainnya pada sisa tiang pancang. Ruas tiang pancang yang akan terekspos untuk pemandangan yaitu tiang-tiang rangka pendukung.3 dari Spesifikasi ini. Kontraktor harus memberitahu secara tertulis kepada Direksi Pekerjaan atas penggunaan jenis dan pabrik pembuat semen yang diusulkan. semuanya harus berdasarkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan. tiang pancang harus didukung pada titik seperempat panjangnya atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. maka panjang tumpang tindih baja tulangan harus 40 kali diameter untuk tulangan memanjang. kawat pra-tegang yang tertinggal setelah pengupasan harus dimasukkan ke dalam pur (pile cap) paling sedikit 600 mm.5. ditulis dengan jelas dekat dekat kepala tiang pancang.(3). baja tulangan yang tertinggal setelah pengupasan harus cukup panjang sehingga dapat diikat ke dalam pur (pile cap) dengan baik seperti yang ditunjuk-kan dalam Gambar. Luas ujung sepatu harus sedemikian rupa sehingga tegangan dalam beton pada bagian tiang pancang ini masih dalam batas yang aman seperti yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. harus dibuang sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan. Sepatu tersebut dapat terbuat dari baja atau besi tuang.

bila memungkinkan. Tinggi jatuh palu tidak boleh melampaui 2. Posisi tersebut dapat lebih tinggi jika disetujui oleh Direksi Pekerjaan. berat palu harus dua kali berat tiang beserta topi pancangnya. tetapi sama sekali tidak boleh kurang dari setengah jumlah berat tiang beserta topi pancangnya. Setiap perubahan yang mendadak dari kecepatan penetrasi yang tidak dapat dianggap sebagai perubahan biasa dari sifat alamiah tanah harus dicatat dan penyebabnya harus dapat diketahui. dan palu pancang tidak boleh diganti dan dipindahkan dari kepala tiang pancang tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan atau wakilnya. Bilamana tiang pancang diperkirakan sekonyong-konyongnya akan mendapat penolakan akibat batu atau tanah yang benar-benar tak dapat ditembus lainnya. Palu. umumnya digunakan jenis uap atau diesel. katrol dan tiang pancang harus mempunyai sumbu yang sama dan harus terletak dengan tepat satu di atas lainnya. Untuk tiang pancang baja. yang diberikan menerus untuk sekurang-kurangnya 60 mm. Penghantar Tiang Pancang (Leads) Penghantar tiang pancang harus dibuat sedemikian hingga dapat memberikan kebebasan bergerak untuk palu dan penghantar ini harus diperkaku dengan tali atau palang yang kaku agar dapat memegang tiang 2) .5 meter atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Alat pancang dengan jenis gravitasi. Alat pancang uap.Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang berada di bawah permukaan tanah asli. Contoh-contoh berikut ini adalah kondisi yang dimaksud :    Bilamana terdapat lapisan tanah keras dekat permukaan tanah yang harus ditem-bus pada saat awal pemancangan untuk tiang pancang yang panjang. tidak dapat memenuhi Spesifikasi.2 meter dan lebih baik 1 meter. maka Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk menambah jumlah tiang pancang dalam kelompok tersebut sehingga beban yang dapat didukung setiap tiang pancang tidak melampaui kapasitas daya dukung yang aman. atau ditentukan dengan peng-ujian pembebanan sampai mencapai ke dalaman penetrasi akibat beban pengujian tidak kurang dari dua kali beban yang dirancang. Penumbukan dengan gerakan tunggal (single acting) atau palu yang dijatuhkan harus dibatasi sampai 1. Enerji total alat pancang tidak boleh kurang dari 970 kgm per pukulan. dan pemancangan yang terus menerus setelah tiang pancang hampir berhenti penetrasi harus dicegah. yang digunakan oleh Kontraktor. uap atau diesel. Bilamana pemancangan dengan menggunakan palu yang memenuhi ketentuan minimum. Untuk tiang pancang beton. penumbukan ulangan harus dilaksanakan dengan hati-hati. Berat palu pada jenis gravi-tasi sebaiknya tidak kurang dari jumlah berat tiang beserta topi pancangnya. Tiang pancang termasuk tiang pancang miring harus dipancang secara sentris dan diarahkan dan dijaga dalam posisi yang tepat. Perhatian khusus harus diberikan agar dasar pondasi tidak terganggu oleh penggalian di luar batas-batas yang ditunjukkan dalam Gambar.6. Semua pekerjaan pemancangan harus dihadiri oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya. angin atau diesel yang dipakai memancang tiang pancang beton harus mempunyai enerji per pukulan. dan minimum 2 ton untuk tiang pancang beton.(7). Bilamana serangkaian penumbukan tiang pancang untuk 10 kali pukulan terakhir telah mencapai hasil yang memenuhi ketentuan. atau Direksi Pekerjaan dapat mengubah rancangan bangunan bawah jembatan bilamana dianggap perlu.7. Tiang pancang harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau penetrasi tertentu. harus mampu memasukkan tiang pancang tidak kurang dari 3 mm untuk setiap pukulan pada 15 cm dari akhir pemancangan dengan daya dukung yang diinginkan sebagaimana yang ditentukan dari rumus pemancangan yang disetujui. Penumbukan dengan tinggi jatuh yang lebih kecil harus digunakan bilamana terdapat kerusakan pada tiang pancang. uap atau diesel yang disetujui. Bilamana ketentuan rancangan tidak dapat dipenuhi. posisi akhir kepala tiang pancang tidak boleh lebih tinggi dari yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan setelah pemancangan tiang pancang uji. terutama jika digunakan palu berukuran sedang. Dalam hal tersebut. untuk setiap gerakan penuh dari pistonnya tidak kurang dari 635 kgm untuk setiap meter kubik beton tiang pancang tersebut. maka Kontraktor harus menyediakan palu yang lebih besar dan/atau menggunakan water jet atas biaya sendiri. kecuali untuk tiang pancang beton sebagaimana disyaratkan di bawah ini. Bilamana terdapat lapisan tanah lunak yang dalam sedemikian hingga penetrasi yang dalam terjadi pada setiap penumbukan. Kepala tiang pancang baja harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel dan kepala tiang kayu harus dilindungi dengan cincin besi tempa atau besi non-magnetik sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini. maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum pemancangan. Suatu catatan pemancangan yang lengkap harus dilakukan sesuai dengan Pasal 7. sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Alat pancang yang digunakan dapat dari jenis gravitasi. Tidak diperkenankan memancang tiang pancang dalam jarak 6 m dari beton yang berumur kurang dari 7 hari. sebelum pemancangan dilanjutkan. topi baja. bantalan topi.

2. Perlengkapan harus dibuat. seperti alat peng-ukur ( gauges) tekanan. jenis. Penghantar tiang pancang miring sebaiknya digunakan untuk pemancangan tiang pancang miring. tiang pancang harus dipancang sedekat mungkin dengan posisi semula.6. 6) Tiang Pancang Yang Cacat Prosedur pemancangan tidak mengijinkan tiang pancang mengalami tegangan yang berlebihan sehingga dapat mengakibatkan pengelupasan dan pecahnya beton.1. Pelaksanaan Pembebanan . Tekanan air harus 5 kg/cm2 sampai 10 kg/cm2 tergantung pada kepadatan tanah.3) pancang selama pemancangan. pembe-lahan. Pengujian tiang dapat dilaksanakan di dalam atau di luar keliling pondasi. c). peralatan tersebut harus mempunyai kapasitas kerja tiga kali beban rancangan untuk tiang yang akan diuji yang ditunjukkan dalam Gambar. Tiang pancang yang cacat harus diperbaiki atas biaya Kontraktor sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 7. 5) Pemancangan Dengan Pancar Air (Water Jet) Pemancangan dengan pancar air dilaksanakan hanya seijin Direksi Pekerjaan dan de-ngan cara yang sedemikian rupa hingga tidak mengurangi kapasitas daya dukung tiang pancang yang telah selesai dikerjakan. Jumlah tiang pancang yang diuji tidak kurang dari satu atau tidak lebih dari empat untuk setiap jembatan. Sebelum penetrasi yang diperlukan tercapai. jenis III atau IIIA untuk beton dalam tiang pengujian pembebanan dan untuk tiang tarik. untuk mengalirkan air yang tergenang pada permukaan tanah. maka elevasi kepala tiang pancang harus diukur dalam interval waktu dimana tiang pancang yang berdekatan sedang dipancang. Banyaknya pancaran. Lubang-lubang bekas pancaran di samping tiang pancang harus diisi dengan adukan semen setelah pemancangan selesai. penetrasi pada saat penumbukan terakhir. dan hanya akan dilakukan dengan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan. dan tak akan diijinkan. panjang aktual. Tiang pancang yang naik sebagai akibat pemancangan tiang pancang yang berdekatan. kecuali jika pengujian pemancangan kembali pada tiang pancang yang berdekatan menunjukkan bahwa pemancangan ulang ini tidak diperlukan. atau tiang pancang tambahan harus dipancang sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.6. Semua penurunan tiang pancang yang dibebani harus diukur dengan peralatan yang memadai.1. panjang perpanjangan. penghantar tiang pancang.6. adalah keterlaluan. sebaiknya mempunyai panjang yang cukup sehingga penggunaan bantalan topi tiang pancang panjang tidak diperlukan. Manipulasi tiang pancang dengan memaksa tiang pancang kembali ke posisi yang sebagaimana mestinya. Peralatan Peralatan yang digunakan adalah peralatan yang disetujui dan cocok untuk mengukur beban tiang dan penurunan tiang pancang dengan akurat dalam setiap peningkatan beban. panjang dalam pondasi telapak.PENGUJIANTIANG 2. Titik referensi untuk mengukur penurunan (settlement) tiang pancang harus dipindahkan dari tiang uji untuk meng-hindari semua kemungkinan gangguan yang akan terjadi. panjang pemotongan dan panjang akhir yang dapat dibayar. namun dapat juga menggunakan semen dengan kekuatan awal yang tinggi (high-early-strength-cement). stabilitas tanah atau keamanan setiap struktur yang berdekatan. posisi. Bilamana pemancangan ulang untuk mengembalikan ke posisi semula tidak memungkin-kan.(10) dan sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. atau deformasi baja. Bantalan Topi Tiang Pancang Panjang (Followers) Pemancangan tiang pancang dengan bantalan topi tiang pancang panjang sedapat mung-kin harus dihindari. dan harus diperiksa dengan alat pengukur elevasi. pecahnya dan kerusakan kayu. jika diperlukan. Beban-beban untuk pengujian pembebanan tidak boleh diberikan sampai beton mencapai kuat tekan minimum 95 % dari kuat tekan beton berumur 28 hari. b). harus dipancang kembali sampai ke dalaman atau ketahanan semula. 7) Catatan Pemancangan (Calendering) Sebuah catatan yang detil dan akurat tentang pemancangan harus disimpan oleh Direksi Pekerjaan dan Kontraktor harus membantu Direksi Pekerjaan dalam menyimpan catatan ini yang meliputi berikut ini : jumlah tiang pancang. ukuran. tanggal pemancangan. volume dan tekanan air pada nosel semprot haruslah sekedar cukup untuk melonggarkan bahan yang berdekatan dengan tiang pancang. dan dapat menjadi bagian dari pekerjaan yang permanen. menurut pendapat Direksi Pekerjaan. enerji pukulan palu.Pengujian dengan Static Load Test (SLT) Pengujian tiang dilaksanakan untuk mengetahui dengan pasti daya dukung dari jenis pondasi pada setiap jembatan. 4) Tiang Pancang Yang Naik Bilamana tiang pancang mungkin naik akibat naiknya dasar tanah. maka pancaran harus dihentikan dan tiang pancang dipancang dengan palu sampai penetrasi akhir. bukan untuk membongkar bahan tersebut. Kecuali jika tiang pancang dipancang dalam air.

12 mm dalam interval waktu 15 menit akibat penam. Bilamana kekuatan tiang uji untuk mendukung beban pengujian diragukan.5 mm yang diukur pada puncak tiang. Pengujian dengan Dynamic Load Test (DLT) a). beban diberikan secara dinamik pada kepala tiang dengan menggunakan hammer pemancang. Metode Static Load Test (SLT) ini memerlukan banyak waktu (time consuming). CEBTP dari Perancis dan PID dari Swedia). Kemudian beban ditiadakan dan penurunan permanen dibaca. beban-beban yang digunakan harus disingkirkan.2. Peralatan dan Persiapan Bahan-bahan dan hal-hal yang harus dipersiapkan adalah : · Siapkan peralatan DLT dengan mengisi cek list dan lakukan test peralatan dengan menggunakan test box · Siapkan file input data dengan memperhatikan form yang sudah diisi dan data kalibrasi sensor-sensor · Record pemancangan untuk tiang yang akan ditest (kalendering) · Blowrecord untuk tiang yang ditest (Blowcount) · Data soil investigasi dapat berupa SONDIR.6. Untuk tiang dengan diameter lebih dari 600 mm jumlah ini tidak boleh kurang dari satu dan tidak lebih dari tiga untuk setiap jembatan. Bilamana kapasitas daya dukung yang aman dari setiap tiang pancang. Jumlah dan lokasi tiang uji untuk pengujian pembebanan akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. termasuk tiang tarik dapat digunakan untuk struktur bilamana oleh Direksi Pekerjaan dianggap masih memenuhi ketentuan untuk digunakan. beban dalam ton. Tiang pancang dapat dianggap runtuh bila penurunan total akibat beban melebihi 2. penurunan dan penurunan rata-rata dimana semua itu merupakan fungsi dari waktu (tanggal dan jam). Umum Test dengan beban statis merupakan metode terbaik dan juga merupakan yang termahal untuk menentukan daya dukung suatu tiang. Dengan memberikan blow (pukulan) dari hammer pemancang. Jika setiap tiang pancang setelah digunakan sebagai tiang uji atau tiang tarik dianggap tidak memenuhi ketentuan untuk digunakan dalam struktur. Test pembebanan tiang secara dinamis ini menggunakan peralatan FPDS (Foundation Pile Diagnostic System) berikut software PDA (Pile Driving Analyis) tertentu misalnya PDI dari USA.Peningkatan lendutan akan dibaca segera setelah setiap penambahan beban diberikan dan setiap interval 15 menit setelah penambahan beban tersebut. Beban pada tiang pancang dinaikkan sampai mencapai dua kali beban ran-cangan dengan interval tiga kali penambahan beban yang sama. Beban yang aman dan diijinkan adalah 50 % beban yang telah diberikan selama 48 jam secara terus menerus menyebabkan penurunan tetap ( permanent settlement) tidak lebih dari 6. Test dengan beban dinamis atau Dynamic Load Test (DLT) adalah metode lain yang lebih ekonomis dan efisien. signal acceleration (percepatan) dan strain (regangan) dari tiang dicatat dan direkam oleh computer. Beban pertama yang harus diberikan pada tiang percobaan adalah beban rancangan tiang pancang. atau harus dipotong sampai di bawah permukaan tanah atau dasar pondasi telapak. untuk tiang dengan diameter kurang dari dan sampai dengan 600 mm jumlah tiang tidak boleh kurang dari satu untuk setiap 30 tiang. b).bahan beban sebelumnya. Beban pengujian harus dua kali beban rancangan yang ditunjukkan dalam Gambar. kecuali jika tidak terdapat penam. 2. Tiang uji yang tidak dibebani harus digunakan seperti di atas. atau SPT dan data BORING · Gambar desain jembatan . Pelaporan Laporan yang harus dibuat untuk setiap pengujian pembebanan meliputi dokumen-dokumen berikut ini : § Denah pondasi § Lapisan (stratifikasi) tanah § Kurva kalibrasi alat pengukur tekanan § Gambar diameter piston dongkrak § Grafik pengujian dengan absis untuk beban dalam ton dan ordinat untuk penurunan (settlement) dalam desimal mm. penambahan beban harus dikurangi sampai 50 % masing-masing beban pengujian. d).5 cm atau penurunan permanen melebihi 6. Setiap penambahan beban harus dalam interval waktu minimum 2 jam. Setelah pengujian pembebanan selesai dilaksanakan. diketahui kurang dari beban rancangan. dan tiang pancang. harus segera disingkirkan bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Dengan menggunakan system ini.bahan penurunan kurang dari 0.5 mm. pembebanan diteruskan melebihi 2 kali beban rancangan dengan penambahan beban setiap kali 10 ton sampai tiang runtuh atau kapasitas peralatan pembebanan ini dilampaui. Pembebanan secara static yang merupakan uji skala penuh dilakukan dengan memberikan beban yang lebih besar dari beban rencana seperti yang telah dijelaskan diatas. Beban pengujian penuh harus dipertahankan pada tiang uji dalam waktu tidak kurang dari 48 jam. Dari dua signal tersebut dapat diperoleh signal velocity-time dan force-time dan kemudian tahanan pemancangan dinamis ( dynamic driving resistance) dapat ditentukan. § Tabel yang menunjukkan pembacaan alat pengukur tekanan dalam atmosfir. Bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan. TNO dari Belanda. maka tiang pancang harus diperpanjang atau diperbanyak sesuai dengan yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. mana yang dapat dilaksanakan. sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan agar kurva keruntuhan yang halus dapat digambar.

Data test dari setiap hammer blow atau dari blow hammer tertentu dicatat untuk dianalisa lebih lanjut. Signal matching Tiang yang ditest dipasang transducer strain dan acceleration.· Tiang yang akan ditest dipilih salah satu tiang dari kelompok tiang dan dapat tiang dengan kondisi kalendering yang besar atau tiang yang jauh dari titik berat kelompok tiang (pilar atau abutment) · Tiang yang akan ditest harus dibiarkan beberapa hari (2-7 hari) agar tegangan air tanah ( pore pressure) kembali pada kondisi sebelum pemancangan (setting) · Tiang yang akan ditest minimal 2 meter harus muncul dari permukaan tanah asli atau air yang ada saat pengujian · Tersedia Power Supply untuk computer dan bor listrik minimum 1000VA · Tersedia hammer dengan kapasitas yang sama dengan yang digunakan pada saat pemancangan c). Pelaksanaan Test DLT I Lapangan · Tiang yang akan ditest dilubangi (dibor) untuk meletakan sensor dan sensor harus dipasang pada tiang yang akan ditest secara simetris · Pasang sensor dan hubungan kabel-kabel pada signal conditioning dan perangkat komputer yang dioperasikan dengan paket software DLT atau PDA tertentu · Cek kelurusan hammer dengan tiang pancang · Monitoring signal dari hammer blow · Cek signal velocity dan force dengan memperhatikan hammer centricity (sekitar 100%) dan kedua signal force channel 3 dan channel 4 harus tekan (positif) · Jika telah memenuhi persyaratan teknis lakukan monitoring untuk kurang lebih 15 pukulan · Jika belum memenuhi persyaratan cek kembali kelurusan hammer dengan tiang dan lanjutkan langkah selanjutnya Pilih signal yang mewakili untuk digunakan pada signal matching. d). Umumnya dianjurkan dari data yang didapatkan dari dynamic load test diikuti dengan analisa yang teliti yang mana biasanya dilakukan jauh dari lokasi tiang yang ditest (biasanya dilakukan di kantor). Suatu hal yang mendasar dari tiang yang ditest secara dynamic bahwa tahanan (soil resistance) pada pergerakan tiang dianggap sebagai baik statik (elasto-plastic) dan dynamic (damped). tetapi hal ini sangat tergantung pada asumsi soil damping resistance dan biasanya hanya digunakan bilamana soil damping resistance sudah dievaluasi dan divalidasi dengan menggunakan cara lain seperti static load testing suatu tiang. Beberapa metode telah dikembangkan untuk mengevaluasi static resistance pada waktu test. Analisa tersebut didasarkan pada ”wave equation philosopy” dan menggunakan program komputer dalam uraian ini diambil sebagai contoh adalah TNOWAVE dengan pilihan SIGNAL MATCHING. Cara ini dapat menentukan daya dukung tiang dan karakteristik deformasi tiang seketika akibat beban statik. pengukuran strain dilakukan pada saat adanya tumbukan hammer dan bersamaan itu juga pergerakan tiang dicatat sebagai acceleration. Analisa teliti ini memberikan hasil yang lebih detail dibandingkan dengan yang didapat langsung dari lokasi. .

e) Selimut Beton Jika tidak ditentukan lain.nyetujui pemasangan baja tulangan. Benda asing yang melekat pada baja harus dihilangkan sete-lah pra-tegang atau sebelum penempatan dalam selongsong. diambil yang lebih besar. dan baja pra-tegang. maka baja tersebut harus mengikuti ketentuan di atas untuk perlindungan terhadap korosi dan ditolak jika berkarat. Pengecoran harus sesuai dengan ketentuan. Suatu lapisan karat yang tipis tidak dianggap merusak asalkan baja tersebut tidak nampak keropos setelah dibersihkan dari karat. Sertifikat kalibrasi harus disimpan di kantor kerja pada tempat pengecoran dan disediakan untuk Direksi Pekerjaan atas permintannya. Perlengkapan penarikan kabel harus disediakan paling sedikit 2 alat pengukur tekanan dengan permukaan diameter tidak kurang dari 150 mm. jangkar. yaitu dengan lap kain guni atau wol baja halus dan setiap jenis minyak harus dibersihkan dengan menggunakan deterjen. maka Kontraktor harus dapat menunjukkan bahwa semua selongsong tidak rusak hingga dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan. f) Pengecoran Beton Kontraktor harus memberitahu Direksi Pekerjaan paling tidak 24 jam sebelum permulaan operasi pengecoran beton yang dijadwalkan agar Direksi Pekerjaan dapat memeriksa persiapan pekerjaan tersebut. Selongsong yang retak atau robek harus diganti. atau bilamana tidak disuntik dalam waktu 10 hari sejak pemasangan. kawat. bahan penghambat korosi harus digunakan dalam selongsong setelah pemasangan kabel. d) Perakitan Kabel Pra-tegang Kabel pra-tegang harus dirakit sesuai dengan petunjuk yang diikutsertakan dalam sertifikat persetujuan pabrik. Bilamana diperlukan rongga dalam beton. atau baja tulangan. beton harus digetar dengan hati-hati untuk menghindari pergeseran kabel. selongsong. Untuk bagian yang lebih dalam dan tipis. maka pembentuk rongga beton harus terpasang kaku dengan cara yang sedemikian hingga tidak terjadi pergeseran yang cukup besar dalam segala arah selama pelaksanaan pengecoran. dengan uap air dapat digunakan sesuai dengan yang 2. maka selimut beton tidak boleh kurang dari 2 kali diameter kabel atau 3 cm. Selimut beton tersebut harus ditambah 1. selongsong. Semua pencegahan harus dilakukan untuk menghindari kerusakan pada acuan selama pengecoran. penggetar luar yang ditempelkan pada acuan dapat dilaksanakan untuk menam-bah getaran di bagian dalam.0 cm untuk elemen beton yang dipasang dalam air asin. g) Perawatan Perawatan disyaratkan. oleh suatu tim sangat berpengalaman dalam menggunakan peralatan tersebut . JEMBATAN a) Lokasi GELAGAR Tempat pencetakan harus BETON PRATEKAN Pencetakan Pekerjaan. c) Perlengkapan Pra-tegang Perlengkapan penarik kabel harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum digunakan dan harus dikalibrasi sebagai unit yang lengkap oleh suatu labora-torium yang disetujui setiap enam bulan (atau lebih sering jika diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan) agar memberikan korelasi antara gaya yang diberikan pada kabel dan bacaan yang ditunjukkan oleh alat ukur tekanan. Alat pengukur tekanan harus akurat sampai ketelitian 1 % kapasitas penuh. maka permukaan baja pra-tegang harus diperiksa terhadap korosi. baik selama pemasangan maupun penge-coran.2. setiap tempat disetujui oleh Direksi b) Acuan Unit Acuan Pipa acuan untuk membentuk lubang melintang dalam pekerjaan akhir atau perkakas cetak lainnya yang akan membatasi regangan memanjang dalam elemen acuan harus dilepas sesegera mungkin setelah pengecoran beton sede-mikian rupa sehingga pergerakan akibat penyusutan atau perubahan temperatur beton dapat dikendalikan.5 cm untuk beton yang kontak langsung dengan permukaan tanah atau 3. Baik sebelum pengecoran maupun segera sesudah pengecoran beton. Baja yang sangat berkarat atau baja yang keropos harus ditolak dan dikeluarkan dari tempat kerja.III.Jangkar harus dirakit dengan kabel dengan cara sedemikian sehingga dapat mencegah setiap pergeseran posisi. Beton tidak boleh dicor sampai Direksi Pekerjaan telah memeriksa dan me. Pra-penegangan (Pre-stressing) a) Umum Tidak ada penegangan yang boleh dilaksanakan tanpa persetujuan dari Direksi Pekerjaan. satu untuk membaca lendutan akibat penegangan dan yang satunya untuk membaca pembebanan selama operasi penegangan akhir. Karat lepas harus dibuang dengan tangan. Operasi penegangan harus dilaksanakan di bawah pengawasan dari seorang ahli yang disediakan oleh pabrik dari peralatan akan digunakan. Bilamana baja pra-tegang untuk pekerjaan penegangan sebelum pengecoran (pre-tension) dipasang sebelum pengecoran pada unit tersebut. Dalam hal ini. Bilamana pembentuk rongga beton diikat pada kabel prategang. Sebelum perakitan. maka pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa pola untaian tidak mengalami distorsi akibat gaya apung dari rongga tersebut.

dan disaksikan oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya. Salinan catatan tersebut harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan dalam waktu 24 jam setelah setiap operasi penegangan. jenis dan nomor dynamometer. pompa dan dongkrak. Alat pengukur tekanan ini juga harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan rusak bila terjadi penurunan tegangan secara mendadak. 2. peralatan harus diperiksa. pompa dan dongkrak. Bilamana memungkinkan.Pabrik pembuatnya. Alat pengukur tekanan harus disesuaikan dengan petunjuk pabrik pem-buatnya. Pemuluran setelah dongkrak dilepas. Perbedaan gaya penegangan adalah 5 persen dari gaya yang diperlukan. jika dipandang perlu. Landasan harus cukup kuat sehingga tidak terjadi lendutan atau kerusakan akibat beban terpusat atau beban mati dari unit-unit yang ditunjang. iii) Kabel Untuk Penegangan Setelah Pengecoran ( Post-Tension) Data-data berikut ini yang harus dicatat : . Pengukuran atau kegiatan lainnya harus dilaksanakan dari samping dongkrak atau tempat lainnya yang cukup aman. Jangkar harus diletakkan pada posisi yang dikehendaki dan tidak bergeser selama pengecoran beton. ii) Peralatan Sebelum pekerjaan penegangan. . Sesaat sebelum penarikan kabel. dikalibrasi atau diuji. dan harus dipasang sedemikian hingga tidak bergeser selama pengecoran beton. Identifikasi kabel. Landasan harus dibuat sedemikian rupa sehingga bila terjadi slip pada jangkar tidak menyebabkan kerusakan pada landasan. toleransi. alat peng-ukur. Cara penarikan kabel termasuk pemasangan dan penempatan setiap garis lengkung kabel. perhatian khusus harus diberikan agar kabel tidak menyentuh acuan yang telah diminyaki. Gaya akhir dan pemuluran pada saat penegangan akhir.3. Pada penempatan kabel. Bilamana terlihat tanda-tanda minyak pada kabel. sebagaimana dipandang perlu oleh Direksi Pekerjaan. masuknya baji ( wedge draw-in) dan kehilangan akibat gesekan ( friction losses). toleransi dan nomor dynamometer. harus dilakukan penca-tatan data-data berikut ini : § Nama dan nomor pekerjaan § Nomor balok/gelagar § Tanggal selesainya pengecoran § Tanggal diberikannya gaya pra-tegang ii) Kabel Untuk Penegangan Sebelum Pengecoran (Pre-Tension) Data-data berikut ini harus dicatat : § Pabrik pembuatnya. Dynamometer dan alat ukur lainnya harus mempunyai toleransi sampai 2 %. METODE PENEGANGAN SEBELUM PENGECORAN (PRE-TENSION) 1) Landasan Gaya Pra-tegang Landasan untuk mendukung gaya pra-tegang selama operasi pra-tegang harus dirancang dan dibuat untuk menahan gaya-gaya yang timbul selama operasi pra-tegang.dapat dipasang lebih dari satu alat pengukur tekanan. penegangan kabel hendaknya dilaksanakan sebelum acuan diminyaki. Untuk maksud pencatatan. 3) Besarnya Gaya Penegangan Yang Dikehendaki Kecuali ditentukan lain dalam Gambar. c) Data-data Yang Harus Dicatat i) Umum Baik untuk Penegangan Sebelum Pengecoran (Pre-Tension) maupun Penegangan Setelah Pengecoran (Post-Tension). § Tekanan pompa atau dongkrak dan luas piston. perhitungan yang menunjukkan gaya-gaya pada jangkar dan setiap titik lendutan. § Besarnya gaya yang dicatat oleh dynamometer. Besar gaya penegangan yang diberikan harus dapat sudah termasuk pengurangan gaya akibat slip pada perkakas jangkar. tanda-tanda yang cukup jelas harus terpasang pada kedua ujung unit tersebut untuk memperingatkan orang agar tidak mendekati tempat tersebut. alat pengukur. 2) Penempatan Kabel Kabel harus ditempatkan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam Gambar. maka kabel harus segera dibersihkan dengan menggunakan kain yang dibasahi minyak tanah atau bahan yang cocok lainnya. § Pemuluran terakhir segera setelah penjangkaran. Gaya awal pada saat penegangan awal. dan perkiraan kehilangan gaya akibat .Gaya dan pemulura pada selang waktu tertentu jika dan bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan. b) Penegangan Kabel i) Keselamatan Kerja Selama proses penarikan kabel tidak diperbolehkan seorangpun berdiri di muka dongkrak. gaya penegangan yang diperlukan adalah sisa gaya kabel pada tengah-tengah setiap unit segera setelah semua kabel dijangkar pada abutment dari landasan dan berada dalam posisi lendutan akhir.

kuat tekan beton gagal mencapai kekuatan minimum yang disyaratkan. maka gaya 100 kg atau sebesar yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan harus diberikan pada kabel. Untuk menghilangkan kekenduran dan menaikkan kabel dari lantai landasan. Direksi Pekerjaan harus diberitahu sebelum pengecoran dimulai. maka alat pelengkung ( hold down) harus diletakkan memanjang dalam 200 mm dan vertikal dalam 5 mm dari lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar. harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan sebelum dimulainya pembuatan elemen-elemen. maka Kon-traktor harus segera memberitahu Direksi Pekerjaan sehingga Direksi Pekerjaan dapat memeriksa unit tersebut dan menentukan apakah unit tersebut dapat dipakai terus atau harus diganti. Bilamana diperlukan oleh Direksi Pekerjaan. ujung yang ditarik dan ujung yang mati serta pada kopel (bila digunakan). Alat pelengkung (hold down) harus dirancang sedemikian hingga pelengkung (deflec-tors) yang dalam keadaan kontak langsung dengan untaian ( strand) berdiameter tidak kurang dari diameter kabel atau 15 mm. sedemikian hingga slip dan masuknya kabel ( draw-in) dapat diukur. Pengukuran pemuluran. Cara penarikan kabel harus dapat menjamin bahwa gaya yang diperlukan dihasilkan dari semua kabel di tengah-tengah bentang setiap unit. Gaya pra-tegang harus diberikan dan dilepas secara bertahap dan merata. . Bilamana terjadi slip pada salah satu kelompok kabel yang ditarik secara bersama-sama. maka tegangan pada seluruh kabel harus dikendorkan. 4) Prosedur Pra-tegang Operasi penarikan kabel harus dikerjakan oleh tenaga yang terlatih dan berpengalaman di bidangnya. 5) Pemindahan Gaya Pra-tegang a) Persetujuan Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan usulan terinci cara pemindahan gaya pra-tegang untuk mendapat persetujuan sebelum pemindahan gaya dimulai. dan jika dipandang perlu. dan tekanan dongkrak harus dilepas sebelum setiap operasi berikutnya dimulai. Kecuali disebutkan lain oleh Direksi Pekerjaan. terutama selama penge-coran dan operasi penggetaran. agar dapat dilakukan pencatatan bilamana terjadi slip atau masuknya kabel (draw-in). Gaya awal harus diberikan untuk menghitung pemuluran yang diperlukan. Bilamana penegangan ulang diperlukan. maka kabel harus ditandai pada kedua ujungnya. kabel-kabel diatur lagi dan kelompok kabel tersebut ditarik kembali. maka Kontraktor harus memeriksa apakah kebutuhan gaya tarik kabel masih dipertahankan. dengan perkakas yang cukup kuat untuk memegang kabel dalam posisi yang sesuai. Semua kabel harus diberi tanda pada kedua ujung balok pratekan. c) Prosedur Semua kabel harus diperiksa sebelum dilepas untuk memastikan bahwa tidak terdapat kabel yang kendur. terutama bilamana lebih dari satu kabel atau satu unit ditarik dalam suatu operasi penarikan. kabel harus diuji ulang dan peralatan dikalibrasi ulang sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Sebagai alternatif. Bilamana.gesekan. Kabel harus dilengkungkan bilamana ditunjukkan dalam Gambar. Kontraktor harus melaksanakan percobaan operasi penegangan untuk memperoleh besarnya tahanan geser yang diberikan alat pelengkung (hold down) dan juga memas-tikan bahwa masuknya baji yang disebutkan masih konsisten dengan jenis dongkrak dan teknik yang diusulkan. Kabel harus ditandai untuk pengukuran pemuluran setelah tegangan awal diberikan. Bilamana terdapat kabel yang kendur. penarikan kelompok kabel dapat diteruskan sampai selesai dan kabel yang kendor ditarik kemudian. hanya boleh dilaksanakan setelah Direksi Pekerjaan memeriksa perhitungan dan menentukan bahwa sistem tersebut telah memenuhi ketentuan. setelah 28 hari. Bacaan alat pengukur tekanan dari dongkrak harus digunakan sebagai pembanding penguluran pemuluran. Pelengkung ( deflectors) harus dibuat dari bahan yang tidak lebih keras dari baja mutu 36 sesuai dengan ketentuan dari AASHTO M183. Gaya pra-tegang harus dipindahkan dari dongkrak penarik ke abutment landasan pra-tegang segera setelah gaya yang diperlukan (atau pemuluran) dalam kabel telah tercapai. b) Ketentuan Kekuatan Beton Tidak ada kabel yang dilepas sebelum beton mencapai kuat tekan yang lebih besar dari 85 % kuat tekan beton berumur 28 hari yang disyaratkan dalam Gambar dan didukung dengan pengujian benda uji standar yang dibuat dan dirawat sesuai dengan unit-unit yang dicor. jika kabel yang slip tidak lebih dari dua. Beton tidak boleh dicor lebih dari 12 jam setelah peraikan kabel. Bilamana untaian (strand) yang dilengkungkan disyaratkan. mana yang lebih besar. Bilamana bacaan tekanan dongkrak dan pengukuran pemuluran berbeda lebih dari 3 %. maka perpanjangan kabel yang terjadi harus ditahan dengan menggunakan pelat pengunci (shims) tanpa mengganggu baji yang telah tertanam. Bilamana waktu ini dilampaui. Pelepasan kabel harus secara berangsur-angsur dan tidak boleh terhenti pada waktu pelepasannya. maka Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan pengukuran pemuluran atau regangan pada berbagai posisi sepanjang kabel untuk menentukan gaya pada kabel pada masing-masing posisi. maka kabel segera dilepaskan dan unit beton tersebut harus ditolak. Kontraktor harus menyerahkan perhitungan yang menunjukkan bahwa alat pelengkung telah dirancang dan dibuat untuk menahan beban terpusat yang diakibatkan dari gaya pra-tegang yang diberikan.

dimana prosedur dan rencana pelaksanaan tersebut harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan sebelum setiap pekerjaaan untuk unit penegangan setelah pengecoran dimulai. Kecuali disebutkan lain dalam Gambar. METODE PENEGANGAN SETELAH PENGECORAN ( POST-TENSION) 1) Persetujuan Kecuali disebutkan lain dalam Gambar. Bilamana unit-unit terdiri dari elemen-elemen yang disambung. Direksi Pekerjaan akan menentukan perkiraan pemuluran dan tekanan dongkrak. maka bidang permukaan beton yang kontak langsung dengan plat baja tersebut harus rata. kabel-kabel antara unit-unit harus bekerja baik sepanjang garis dari titik pelepasan. Kontraktor dapat menentukan prosedur pra-tegang yang dikehendakinya. Selama penegangan. iii) Direksi Pekerjaan harus hadir dalam setiap pelepasan kabel dengan pemanasan. ii) Pemanasan harus dilaksanakan merata pada seluruh panjang kabel dalam waktu yang cukup untuk menjamin bahwa seluruh kabel telah regang ( relax) sepenuhnya sebelum dilakukan pemotongan. Besar gaya total dan perpanjangan yang dihitung harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum penegangan dimulai. Kontraktor harus menetapkan titik duga untuk mengukur perpanjangan dan tekanan dongkrak samapai dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan. 2) Penempatan Jangkar Setiap jangkar harus ditempatkan tegak lurus terhadap garis kerja gaya pra-tegang. pelepasan kabel dapat dilakukan dengan pemanasan. tempattempat dimana kabel akan diberikan pemanasan. daktil ( ducktile) dan diletakkan tegak lurus terhadap arah gaya pra-tegang. Masuknya kabel pada setiap kabel tidak boleh melampaui 3 mm pada setiap ujung. 3) Penempatan Kabel Lubang jangkar harus ditutup untuk menjamin bahwa tidak terdapat adukan semen atau bahan lainnya masuk ke dalam lubang selama pengecoran. kecuali disebutkan lain dalam Gambar. maka nilai tersebut tidak boleh melampaui 80 %. Bilamana ditentukan dalam Gambar bahwa plat baja digunakan sebagai jangkar. . kekuatan yang dipindah-kan ke bahan sambungan paling sedikit harus sama dengan kekuatan yang dipindahkan pada unit beton. Kontraktor harus menambahkan gaya pra-tegang yang diperlukan untuk mengatasi kehi-langan gaya akibat gesekan dan penjangkaran. dan pemanasan tidak boleh dilakukan lang-sung pada setiap bagian kabel yang berjarak kurang dari 10 cm dari permukaan beton unit tersebut. panjang kabel bebas pada kedua ujung landasan. Kontraktor harus menunjukkan bahwa semua kabel bebas bergerak antara titik-titik penjangkaran dan elemen-elemen tersebut bebas untuk menampung pergerakan horisontal dan vertikal sehubungan dengan gaya pra-tegang yang diberikan. Beton tidak boleh dipanaskan secara berlebihan. Setelah gaya prategang telah dipindahkan pada unit-unit. Jangkar pelat baja dapat ditanam pada adukan semen sebagaimana yang disetujui atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. 5) Besarnya Gaya Pra-tegang Yang Diperlukan Pengukuran gaya pra-tegang yang dilakukan dengan cara langsung mengukur tekanan dongkrak atau tidak langsung dengan mengukur pemuluran. kelebihan panjang kabel harus dipotong sampai ujung permukaan unit dengan pemotong mekanis.4. Setelah gaya pra-tegang dipindahkan seluruhnya pada beton. dan tidak boleh kurang dari 14 hari setelah pengecoran jika perawatan dengan pembasahan digunakan. cara pemanasan kabel dan peralatan yang diusulakan untuk digunakan. 4) Kekuatan Beton Yang Diperlukan Gaya pra-tegang belum boleh diberikan pada beton sebelum mencapai kekuatan beton yang diperlukan seperti yang disyaratkan dalam Gambar. maka tegangan dalam kabel pra-tegang tidak boleh melampaui 70 % dari beban yang ditetapkan. Direksi Pekerjaan akan menentukan prosedur yang diambil setelah pengamatan kondisi dan ketelitian yang dapat dicapai oleh kedua prosedur tersebut. jangkar harus ditutup dengan beton dengan tebal paling sedikit 3 cm. Segera sebelum penarikan kabel. asalkan ketentuan berikut ini dilaksanakan : i) Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan rincian cara pemindahan gaya pra-tegang termasuk panjang kabel bebas di antara unit-unit. 2. dan dipasang sedemikian hingga tidak akan bergeser selama pengecoran beton.Dengan persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Setiap upaya harus dilakukan untuk mencegah kerusakan pada beton. Sesudah pekerjaan pra-tegang dan penyuntikan selesai. Bilamana masuknya kabel melampaui toleransi maksimum maka pekerjaan tersebut harus ditolak. 6) Masuknya (Draw-in) Kabel Yang Diijinkan. rencana pemotongan kabel dan pelepasan alat untuk kabel yang dilengkungkan. atau kurang dari 2 hari setelah pengecoran jika perawatan dengan uap digunakan. Segera setelah penjangkaran.

Bilamana tarikan ke dalam (pull-in) kabel pada penjangkaran akhir lebih besar dari yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. maka kabel harus dijangkarkan. Pemberian gaya pra-tegang yang melampaui gaya maksimum yang telah dirancang untuk mengurangi gesekan dapat diijinkan asal sepengetahuan dan sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan. kecuali disebutkan lain dalam Gambar atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Perpanjangan kabel dalam gaya total yang disetujui tidak boleh melampaui 5 % dari perhitungan perpanjangan yang disetujui. Bilamana perbedaan pemuluran antara yang diukur dengan yang dihitung. Dalam keadaan apapun. sampai mencapai besar gaya yang dikehendaki.5 cm sebelum dongkrak lainnya dihubungkan. harus diatur agar besarnya cukup akan tetapi tidak mengganggu besarnya gaya yang diperlukan yang akan digunakan untuk setiap prosedur. maka tidak perlu dilakukan penarikan lebih lanjut sampai perhitungan dan peralatan tersebut diperiksa. Salah satu dongkrak diberikan perpanjangan paling tidak 2. Bilamana Direksi Pekerjaan menghendaki untuk menentu-kan kesalahan pembacaan pemuluran ( zero error in measuring elongation) selama proses penegangan. Pelepasan dongkrak harus bertahap dan menerus. Kedua dongkrak selanjutnya dikerjakan dengan mempertahankan gaya yang sama pada kedua dongkrak. untuk mengatasi penurunan gaya yang diperlukan. Kabel dicoba untuk ditarik keluar dan masuk ke dalam selongsong agar dapat kelengketan akibat kebocoran selongsong dapat segera diketahui dan diambil langkah-langkah seperlunya. Kabel yang masih kendor harus dikencangkan. karat/korosi. Setelah kabel ditegangkan. kabel tersebut harus dilepas. Bilamana slip terjadi pada satu kabel atau lebih dari sekelompok kabel. b) Penarikan Kabel Dengan 2 Dongkrak Umumnya operasi pra-tegang harus dilaksanakan dengan dongkrak pada setiap ujung secara bersamasama. dan kabel yang per-tama-tama ditegangkan adalah pada dongkrak yang tidak diberi perpanjangan (disebut leading jack). Gaya tarik pendahuluan. Tekanan dongkrak kemudian harus dilepas dengan sedemikian rupa sehingga dapat menghindari goncangan terhadap jangkar atau kabel tersebut. yang mengakibatkan batas toleransi yang diijinkan dilampaui. jika diperintahkan oleh Direksi Pekejaan. maka tarikan ke dalam (pull-in) pada ujung yang jauh dari dongkrak harus diukur dengan akurat dengan memperhitungkan kehilangan gaya untuk perpanjangan yang diukur pada ujung dongkrak. perhatian khusus harus diberikan agar kabel tidak ditarik melebihi 85 % dari kekuatan maksimumnya. Penegangan kemudian dilanjutkan dengan memberi gaya hanya pada trailing jack. atau diganti jika perlu. Bagian kabel yang menonjol harus dibersihkan dari bahan-bahan yang tidak dikehendaki. Penegangan harus dari salah satu ujung. c) Penegangan Dengan 1 Dongkrak Bilamana ditunjukkan dalam Gambar bahwa kabel harus ditarik pada satu ujung (biasanya bentang pendek). Direksi Pekerjaan dapat mengijinkan untuk menaikkan pemuluran kabel yang belum ditegangkan asalkan gaya yang diberikan tidak akan melebihi 85 % kekuatan maksimumnya. untuk menegangkan kabel dari posisi lepasnya. Penegangan pada salah satu ujung harus dilakukan untuk menentukan kehi-langan gesekan ( friction loss). sebelum ditarik ulang.. dan dongkrak tidak dipaksa sampai melebihi batas kapasitas maksimumnya. Pemberian gaya pra-tegang sebagian (partially prestressed) hanya boleh diberikan bilamana ditunjukkan dalam Gambar atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Penegangan ujung ini harus dilanjutkan sampai pemuluran mendekati 75 % dari total pemuluran yang diperkirakan pada ujung trailing jack. minyak atau kotoran debu lainnya yang dapat mempengaruhi perlekatannya dengan pekerjaan pen-jangkaran. kabel harus dibersihkan dengan cara meniupkan udara bertekanan ke dalam selongsong. . kedua ujung ditandai untuk mengukur pemuluran masuknya kabel ( draw-in). maka hanya satu dongkrak yang digunakan. Bilamana kabel slip atau putus.Kabel harus ditegangkan secara bertahap dengan kecepatan yang tetap. kedua ujungnya diberi tanda untuk memulai peng-ukuran pemuluran. maka beban harus dilepas secara bertahap dengan kecepatan tetap dan penarikan kabel dapat diulangi. Setelah kabel ditegangkan. Bilamana penegangan pada kabel dilakukan dengan pendongkrakan pada kedua ujung-nya. Gaya dalam kabel harus diperoleh dari pembacaan pada dua buah arloji atau alat pengukur tekanan yang menyatu dengan peralatan tersebut. Bilamana perpanjangan yang diperlukan tidak dapat dicapai maka gaya dongkrak dapat ditingkatkan sampai 75 % dan beban yang ditetapkan untuk kabel. Bilamana pekerjaan pra-tegang telah dilakukan sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan. Dongkrak yang tidak diberi gaya (disebut trailing jack) harus dipasang sedemikian hingga gaya yang dipindahkan pada ujung ini dapat dicatat. 6) Prosedur Penarikan Kabel a) Umum Semua pekerjaan penarikan kabel harus dihadiri oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya. data bacaan dynamometer dan pengukuran pemu-luran harus dicatat dan dibuat grafiknya untuk setiap tahap penegangan. sisa-sisa adukan semen. Setiap usaha yang dilakukan untuk mencatat semua gaya pada setiap dongkrak selama operasi penarikan kabel harus diteruskan sampai gaya yang diperlukan pada dongkrak tercapai atau sampai jumlah pemu-luran sama dengan jumlah pemuluran yang diperlukan. Sebelum penegangan. lebih dari 5 %. Jangkar juga harus dalam keadaan bersih. sampai pada kedua dongkrak tersebut tercatat gaya yang sama. Penarikan kabel harus sesuai dengan urutan yang telah ditentukan dalam Gambar. Kedua dongkrak dihubungkan pada kedua ujung dari setiap kabel. gemuk.

Data yang ditandakan pada semua unit harus mencakup nomor rujukan dan tanggal pengecoran. permukaan adukan dalam penyuntikan dan lubang pembuangan udara harus diperiksa dan diperbaiki sebagaimana diperlukan. Lubang masuk harus ditutup dengan rapat. Udara bertekanan tidak boleh digunakan. Setelah suatu jangka waktu yang semestinya. harus dicuci sampai bersih dengan air bersih setelah setiap rangkaian operasi dan pada akhir operasi setiap hari. Tidak kurang dari 2 hari setelah penyuntikan. Interval waktu antar pencucian tidak boleh melebihi dari 3 jam. Selanjutnya selongsong harus dibersihkan dengan air dan udara bertekanan. Lubang penyuntikan harus diuji dengan diisi air bertekanan 8 kg/cm2 selama satu jam sebelum penyuntikan. katup dan sambungan penyesuai antar diameter.7) Lubang Penyuntikan (Grouting Hole) Lubang penyuntikan harus disediakan pada jangkar. Malahan pelat pracetak harus mempunyai data yang digoreskan pada permukaan atas segera setelah pengecoran. kemudian semen. Setelah semua lubang ditutup. dan harus diangkut dalam posisi tegak. Pencampuran tidak boleh dilakukan secara manual. Setelah disetujui oleh Direksi Pekerjaan. dengan interval satu meter yang diukur dari ujung tiang panjang. Cat tahan cuaca harus digunakan dalam menandai unit-unit tersebut. suntikan atau udara. Unit-unit beton pracetak yang rusak akibat penyimpanan dan penanganan yang tidak sebagaimana mestinya harus diganti oleh Kontraktor dengan biaya sendiri.5.0 mm. Cara penyuntikan adukan harus sedemikian hingga dapat menjamin bahwa seluruh selongsong terisi penuh dan penuh di sekeliling kabel. maka penyuntikan selanjutnya harus dilaksanakan untuk mengisi setiap rongga yang mungkin ada. PENGANGKUTAN DAN PENYIMPANAN UNIT-UNIT BE-TON PRACETAK 1) Pemberian Tanda Unit-unit Beton Pracetak Segera setelah pembongkaran acuan samping dan melaksanakan perbaikan kecil. Semua pipa yang disambungkan ke pompa penyuntikan harus mempunyai suatu lengkung minimum. Peralatan penyuntikan tersebut harus mampu beroperasi secara menerus dengan sedikit variasi tekanan dan harus mempunyai sistim untuk mengalirkan kembali adukan bila-mana penyuntikan sedang tidak dijalankan. akibat beban dari unit-unit tersebut. Kabel tidak boleh dipotong dalam waktu 7 hari setelah penyuntikan. Juga tiang pancang harus mempunyai tanda ukuran panjang yang jelas dan permanen di sepanjang panjang tiang. Grouting harus dapat mengalir dari ujung bebas selongsong sampai kekentalannya ekivalen dengan grouting yang disuntikkan. maka tidak . PENANGANAN. Titik angkat. Lubang penyuntikan dan lubang pembuangan udara paling tidak harus berdiameter 10 mm dan setiap lubang harus ditutup dengan katup atau perleng-kapan sejenis yang mampu menahan tekanan 10 kg/cm2 tanpa kehilangan air. 2. Jumlah dan lokasi titik-titik ini harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan tetapi tidak boleh lebih dari 30 meter pada bagian dari panjang selongsong. 3) Penyimpanan Unit-unit harus ditempatkan bebas dari kontak langsung dengan permukaan tanah dan ditempatkan pada penyangga kayu di atas tanah keras yang tidak akan turun baik musin hujan maupun kemarau. Peralatan tersebut harus mempunyai tekanan tetap yang tidak melebihi 8 kg/cm2. 2) Penanganan dan Pengangkutan Perhatian khusus harus diberikan dalam penanganan dan pemindahan unit-unit beton pracetak. Peralatan pencampur harus dapat menghasilkan adukan semen dengan kekentalan yang homogen dan harus mampu memasok secara menerus pada peralatan penyuntikan. maka unit-unit harus diberi tanda untuk memudahkan indentifikasi di kemudian hari. Pengadukan harus dilanjutkan sampai diperoleh suatu kekentalan yang merata. Peralatan tersebut harus mampu mempertahankan tekanan pada selongsong yang telah disuntik sampai penuh dan harus dilengkapi dengan katup yang dapat terkunci tanpa kehilangan tekanan dalam selongsong. tekanan penyuntikan harus dipertahankan pada 8 kg/cm2 p Selongsong penyuntikan tidak boleh terpengaruh oleh goncangan atau getaran dalam waktu 1 hari setelah penyuntikan. jika digunakan. Ujung kabel harus dipotong sedemikian rupa sehingga minimum terdapat selimut beton setebal 3 cm pada ujung balok (end block). Setiap lubang grouting harus ditutup dengan cara yang serupa secara berturut-turut dalam arah aliran. Pertama-tama air dimasukkan ke dalam alat pencampur. bentuk dan posisinya harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan.45 menurut takaran berat kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan. Bilamana telah dicampur sampai merata. Penyangga dan penggantung yang cocok harus digunakan setiap saat dan tidak boleh ada unit beton pracetak yang akan digerakkan sampai sepenuhnya lepas dari permukaan tanah. Gelagar dan pelat pracetak harus diangkat dengan alat pengangkat atau melalui lubang-lubang dibuat pada unitunit tersebut. maka Kontraktor harus mengikuti cara yang telah disetujui. pada titik atas dan bawah profil kabel dan pada titktitik lainnya yang cocok. Bilamana cara pengangkatan dan pengangkutan gelagar tidak disebutkan dalam Gambar. terutama pipa. maka aditif akan ditambahkan. Semua peralatan. Semua pengatur arus ke pompa harus disetel dengan saringan 1.semen pada campuran tidak akan melebihi 0. Bilamana unit-unit tersebut disusun dalam lapisan-lapisan. 8) Penyuntikan dan Penyelesaian Akhir Setelah Pemberian Gaya Pra-tegang Kabel harus disuntik dalam waktu 24 jam sesudah penarikan kabel selesai dilakukan kecuali jika ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan. Penyuntikan harus dikerjakan dengan cukup lambat untuk menghindari timbulnya segre-gasi adukan. Rasio air . maka Kontraktor harus menyerahkan cara yang diusulkan kepada Direksi Pekerjaan.

kedap air. jenis macam dan jumlah bahan pencegah korosi yang digunakan (termasuk tanggal sewaktu dimasukkan). Ketepatan cetakan terhadap segmen-segmen harus sedemikian hingga diperoleh sambungan yang kedap air. 2. Bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan maka Kontraktor harus menyerahkan contoh usulan sambungan beton yang telah dirawat untuk membandingkan warna beton sambungan dan beton semula. dan perhatian khusus harus diberikan dalam penanganan. · Bilamana diperlukan. Baja pra-tegang harus dibung-kus dalam peti kemas atau bentuk pengiriman lainnya untuk melindungi baja tersebut dari kerusakan fisik. · Sambungan beton antara segmen-segmen harus ditempatkan dalam cetakan yang me-menuhi bentuk. maka ukuran efektif maksimum harus 10 mm. garis dan dimensi yang diperlukan dalam penyelesaian pekerjaan ini. terutama di sekeliling dan di bawah selongsong dan jangkar. · Perhatian khusus harus diberikan selama pengecoran dan pemadatan beton agar setiap kerusakan pada selongsong dapat dihindarkan. Penyangga untuk setiap lapisan harus dipasang di atas lapisan yang terdahulu. permukaan atas dari sambungan harus diratakan sampai sama dengan . Kontraktor harus merancang sistem penyangga untuk menyalurkan semua beban yang mungkin terjadi. · Beton sambungan harus dilaksanakan dengan pengawasan Direksi Pekerjaan dan setiap beton sambungan yang dilaksanakan tanpa pengawasan Direksi Pekerjaan atau dilak-sanakan tidak memenuhi ketentuan harus dibongkar oleh Kontraktor dan harus dibuat lagi tanpa tambahan biaya.6. Untuk gelagar dan tiang pancang. PELAKSANAAN BALOK BETON PRATEKAN SEGMENTAL 1) Uraian Pekerjaan ini terdiri dari perakitan. Unit harus dirakit dengan ketidaktepatan alinyemen selongsong dan permukaan luar seminimum mungkin serta harus berada dalam toleransi yang diberikan dalam ketentuan. Bahan pencegah korosi tidak boleh mempunyai pengaruh yang merusak pada baja pra-tegang atau beton atau kekuatan ikat ( bond strength) baja pada beton. · Setelah pengecoran beton. diperkaku dan diikat bersama agar posisi dan bentuknya selama pengecoran beton tidak berubah. dapat digunakan langsung pada baja pra-tegang. 3) Sambungan Beton Beton yang digunakan untuk sambungan dan diafragma yang terkait atau beton yang dimasukkan lainnya untuk pelaksanaan penegangan setelah pengecoran ( post-tension) harus sesuai dengan ketentuan. · Sambungan beton harus mempunyai kekuatan yang sama dengan beton tersebut sebelum diberi gaya prategang . 4) Baja Pra-tegang (Pre-stressing Steel) Semua baja pra-tegang harus dilindungi dari kerusakan fisik dan karat atau akibat lain dari korosi setiap saat dari pembuatan sampai penyuntikan. Permukaan yang akan diisi beton harus dikasarkan sampai mencapai permukaan yang padat dan keras. kecuali bilamana dimodifikasi dengan ketentuan lain seperti di bawah ini. Segmen-segmen harus dirakit pada acuan atau pada penyangga di atas tanah lapang. Unit-unit ini harus difabrikasi sesuai dengan ketentuan dalam Seksi ini. penyambungan dan penegangan segmen-segmen pracetak di lapangan. Alat penggetar tidak boleh bersentuhan langsung dengan selongsosng. Kemasan atau bentuk lainnya yang rusak oleh berbagai sebab harus segera diganti atau diperbaiki hingga mencapai kondisi semula. Baja pra-tegang yang telah mengalami kerusakan fisik pada setiap saat harus ditolak. Bilamana selongsong rusak selama pengecoran. tepat (pas) dengan permukaan yang bersebelahan. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan detil rancangan acuan. pembukaan sementara pada acuan harus dilakukan untuk memu-dahkan pengecoran dan pemadatan beton yang memadai. · Bahan untuk beton harus dipilih dengan teliti dan sesuai dengan proporsi rancangan campuran untuk memperoleh beton sambungan dengan kekuatan yang disyaratkan dan warna yang serupa dengan segmensegmen tersebut. permukaan tersebut harus dibersihkan dari semua kotoran dan benda-benda asing lainnya. Sebe-lum pengecoran. Cetakan harus kaku. seluruh atau sebagian pengecoran beton ini dapat ditolak oleh Direksi Pekerjaan. Cetakan harus sedemikian hingga permukaan yang halus dan rata dapat diperoleh. Kemasan atau bentuk lainnya harus ditandai dengan jelas dengan suatu keterangan bahwa kemasan berisi baja pra-tegang berkekuatan tinggi. · Sambungan antara segmen-segmen harus diisi penuh dengan beton yang dipadatkan dengan kuat tekan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. atau bila diijinkan oleh Direksi Pekerjaan. Bahan pencegah korosi harus dimasukkan ke dalam kemasan atau bentuk lainnya. petunjuk pengamanan dan petunjuk penggunaan. dan harus menyertakan perlengkapan untuk menyesuaikan posisi setiap segmen selama perakitan. metode pemasangan dan perakitan untuk mendapat persetujuan paling sedikit 4 minggu sebelum tanggal memulai perakitan segmen-segmen ini. yang diukur dari setiap ujung.melebihi dari 3 lapisan dengan penyangga kayu dipasang di antara tiap lapisan. · Kadar semen tidak kurang dari 450 kg atau tidak lebih dari 500 kg per meter kubik beton. · Kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan. 2) Perakitan Segmen Pracetak Penanganan unit-unit pracetak dalam pelaksanaan balok pracetak segmental selama operasi pemasangan harus sesuai dengan ketentuan.. penyangga harus dipasang pada jarak tidak lebih dari 20 % dari ukuran panjang unit.

mengelupas atau deformasi pada baja tulangan. 2. Kelas dan Komposisi Campuran Beton Kelas beton yang digunakan pada setiap bagian struktur harus sesuai dengan apa yang dicantumkan pada gambar rencana. 4) Pengecoran Ceruk Jangkar Pengecoran ceruk jangkar pada balok pratekan pracetak segmental harus dilaksanakan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam Gambar dan sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini. atau penyingkiran atas unit-unit yang ditolak. jumlah air yang dipakai harus sesuai dengan yang ditentukan agar beton tersebut mudah dikerjakan dan mempunyai konsistensi cukup sesuai keperluan pada konstruksi. menggunakan bahan perekat yang disetujui untuk mencegah pergeseran perletakan selama pemasangan unit-unit. dan beton komposit. b) Unit-unit Yang Ditanamkan Pada Adukan Semen Bilamana Gambar menunjukkan bahwa unit-unit harus ditanamkan pada adukan semen. b. ternyata rusak seperti retak. Kekuatan yang diperlukan . sehingga membentuk lajur tumpuan yang rata. Tidak diperbolehkan adanya udara didalam beton kecuali disyaratkan dalam spesifikasi. Beton kelas K125 dipergunakan sebagai lapisan lantai dasar pondasi dan sebagai pengisi. K250. konstruksi harus baik menurut bentuk. maka Kontraktor harus memeriksa mutu dan kondisi pada saat barang tiba di tempat dan harus segera melapor secara tertulis kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap cacat atau kerusakan. unit yang demikian harus disisihkan sampai diperiksa oleh Direksi Pekerjaan. c. dan K125. dan volume seperti yang dicantumkan pada gambar rencana atau menurut petunjuk Direksi. dan semua biaya untuk mengganti unit-unit ini di lapangan harus menjadi beban Kontraktor. Kontraktor bertang-gungjawab atas semua kerusakan yang terjadi pada unitunit setelah barang tiba di tempat. 5) Kerusakan Unit-unit Bilamana setiap unit yang difabrikasi atau diterima oleh Direksi Pekerjaan. maka bantalan tersebut harus diletakkan sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar dan harus ditahan pada posisinya dengan merekatkan permukaan beton yang berkontak langsung dengan perletakan. Unit-unit beton pratekan harus diletakkan pada bangunan bawah jembatan yang telah disiapkan dalam posisi yang ditunjukkan dalam Gambar. a. dimensi. Semua beton harus termasuk dalam beton kelas K400. PEKERJAAN BETON Beton Pekerjaan ini mencakup pekerjaan persiapan sampai penyelesaian pekerjaan beton. K225. dan sebagainya harus diluruskan dengan hati-hati selama pemasangan unit-unit tersebut. K175. K350. kepala jembatan yang berdiri dengan berat sendiri dan pondasi berat dengan ketebalan tidak kurang dari 60 cm. Untuk tercapainya kekuatan beton yang optimum dan keawetannya. gorong-gorong persegi (box culvert). rangka. 2) Tumpuan untuk Unit-unit a) Unit-unit Yang Diletakkan di atas Landasan Neoprene atau Elastomer Bilamana unit-unit akan diletakkan di atas perletakan neoprene atau elastomer. Direksi akan menentukan berat dalam kilogram dari agregat kasar dan haus (pada keadaan jenuh air dengan kondisi kering permukaan) per meter kelas beton yang ditentukan. agar dapat menjamin penempatan lubang dengan tepat. 3) Pengaturan Posisi Unit-unit Semua baut yang tertanam dan lubang untuk tulangan melintang. yang akan menentukan apakah unit tersebut ditolak dan dikeluarkan dari lapangan pekerjaan atau diperbaiki oleh Kontraktor. maka suatu lajur adukan semen harus disiapkan di atas struktur bagian bawah jembatan segera sebelum pemasangan unitunit beton pratekan. ditempatkan dengan lebar yang ditunjukkan dalam Gambar dan tebal sekitar 10 mm. Beton sambungan harus dirawat dengan satu cara atau lebih sesuai ketentuan dan selama minimum 7 hari.permukaan atas segmen-segmen yang bersebelahan dan harus ditutup agar ter-hindar dari pengeringan dini. Batang baja harus dipasang pada lubang untuk tulangan melintang sewaktu perakitan berlangsung. Adukan semen harus dibuat dengan campuran 1 semen portland dan 3 pasir ditambah dengan bahan aditif yang disetujui. Percobaan Campuran Direksi akan menentukan perbandingan campuran beton dengan dasar dari percobaan campuran dengan material yang akan digunakan untuk pelaksanaan di lapangan. Beton K175 digunakan untuk beton tak bertulang atau beton bertulang ringan dalam pondasi atau pada elevasi sebagai dinding yang berdiri dengan berat sendiri. IV. tembok sayap dan bangunan pelimpah. Biaya untuk perbaikan ini. Beton siklop dengan K175 pada pondasi atau pada elevasi digunakan sebagai dinding yang berdiri akibat berat sendiri. PEMASANGAN UNIT-UNIT BETON PRATEKAN 1) Penerimaan Unit-unit Bilamana unit-unit difabrikasi di luar tempat kerja.7. Setiap kelebihan adukan semen harus dibuang.

Untuk mutu beton K175 dan K125. dapat juga dipakai semen tros kapur. jumlah semen yang dipakai dalam setiap campuran dapat ditentukan dengan ukuran isi. waktu pengikatan. sesuai dengan PBI 1971. Untuk beton mutu yang lebih besar dari K 225. hendaknya diusahakan sedemikian rupa agar tidak terjadi pemisahan bahan (segregation) atau pengotoran bahan lain dari luar. Untuk beton mutu non struktural. Penakaran bahan-bahan Material-material beton ditakar menurut beratnya kecuali air dapat ditakar dengan alat (ember. Batu pecah Batu untuk beton siklop harus terdiri dari batu yang telah disetujui kualitasnya. yang diharapkan. dimana hanya 5% yang cacat. sisa diatas ayakan 1 mm harus minimum 10% berat c. Untuk pengadukan beton pada waktu pengangkutan menggunakan truck mixer hendaknya dari tipe yang mempunyai revolving drum. 2. 6. Untuk beton mutu K175 dan mutu lebih tinggi. Bahan pembantu Untuk memperbaiki mutu beton. 1. c. sisa diatas ayakan 4 mm harus minimum 2% berat b. b. sifat-sifat pengerjaan. sisa diatas ayakan 4 mm harus berkisar antara 90% . tidak boleh mengandung bahan organis. container atau lainnya). 4. Penggudangan dan penyimpanan material Cara pengerjaan dan penyimpanan agregat beton. ditetapkan sebagai kekuatannya. Agregat harus disimpan secara terpisah menurut ukurannya agar tidak saling tercampur. garam. selisih antara sisa-sisa kumulatif diatas dua ayakan berurutan adalah maksimum 60% dan minimum 10%. bebas dari kotoran.35 mm harus berkisar antara 80% dan 95% berat. sisa diatas ayakan 31. Pada umumnya yang dimaksud dengan agregat kasar adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm. seperti terik matahari dan hujan. tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton. dan bahan lain yang mempengaruhi ikatannya dengan beton. Air Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak. dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum. Agregat halus harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besar dan apabila diayak harus memenuhi syarat berikut : a. Untuk konstruksi beton bertulang pada umumnya dapat dipakai jenis-jenis semen yang memenuhi ketentuan dan syarat yang ditentukan dalam NI-8. 3. Pengadukan Beton Pengadukan. harus memenui syarat sebagai berikut : a. 5. peralatan hendaknya dari tipe yang dapat mengerjakan beton dengan nilai air semen yang rendah. jumlah semen yang dipakai dalam setiap campuran harus ditentukan dengan ukuran berat. Direksi dapat memerintahkan agar diadakan pemeriksaan pada bahan-bahan atau campuran bahan-bahan yang dipakai dalam pelaksanaan konstruksi beton bertulang. 2. asam alkali. Beton. Jumlah air yang dipakai untuk membuat adukan beton dapat ditentukan dangan ukuran isi atau berat dan harus dilakukan setepat-tepatnya. artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca. 3. . Agregat Kasar (kerikil dan batu pecah) Agregat kasar dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batu-batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu.98% berat c. Pelaksanaan Pekerjaan 1. Material Bila dianggap perlu. untuk minimum 20 kali percobaan. Semen harus disimpan dengan teratur dan rapi menurut urutan datangnya sehingga pemakaian dapat diusahakan agar tidak ada semen yang terlalu lama berada dalam penyimpanan.Kekuatan karakteristik dari bermacam-macam kelas beton. Jenis dan jumlah bahan pembantu yang dipakai harus disetujui oleh Direksi. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besarnya dan apabila diayak. keras dan awet dan bebas dari retak dan berpori dan tidak rusak oleh pengaruh cuaca. bersifal kekal. Semen a. minyak. terutama untuk mutu K 225 keatas harus dicampur dengan alat pengaduk mekanis (beton molen). pengangkutan dan pengecoran beton sebaiknya dilaksanakan pada cuaca yang baik. diskonstrueer sedemikian sehingga dicapai hasil yang homogen. kedap air. selain jenis semen tersebut diatas. dan pengerasan ataupun untuk maksud lain dapat dipakai bahan-bahan pembantu.5 mm harus 0% berat b. Beton mutu K 175 ke bawah umumnya yang bermutu sedang atau rendah dapat diaduk di tempat pekerjaan. Dan harus terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras. Batu harus bersudut runcing. sisa diatas ayakan 0. Agregat Halus (pasir) Agregat halus dapat berupa pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami dari batu-batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori. bahan-bahan organis atau bahan lain yang merusak beton dan/atau baja tulangan. seperti zat yang reaktif alkali.

Adukan beton tidak boleh dijatuhkan emlebihi tinggi 1. Untuk internal vibrator digunakan dengan cara memasukkan alat-alat pulsa torn atau penggetar mekanis ke dalam adukan beton yang baru dicor. Sebelum pengecoran dimulai. material dan pekerja harus sudah berada ditempat . Untuk dinding-dinding penahan tanah aau pilar yang ebih tebal dari 60 cm dapat digunakan batu-batu pecah berukuran maksimum 25 cm. Permukaan beton harus diusahakan tetap dalam keadaan lembab dengan cara menutupinya dengan karung-karung basah. 6. Pada umumnya acuan dan perancah dapat dibongkar setelah beton berumur 3 minggu. Ujung-ujung atau sudut-sudut harus dibentuk penuh dan tajam.. abutment yang berfungsi sebagai pemberat (gravity abutment). dan dilindungi dengan adukan beton setebal 15 cm. Perancah Perancah adalah konstruksi yang mendukung acuan dan beton muda yaitu sebelum beton mengeras mencapai kekuatan yang disyaratkan dan sebelum beton mendapat bentuknya yang permanen. Pemadatan beton Selama dan sesudah pengecoran. Alat ini tidak boleh dibiarkan disuatu tempat lebih lama dari 30 deti. Pemakaian bambu tidak diperbolehkan. sehingga tidak merusak bentuk acuan atau pasangan-pasangan lain yang berdekatan. atau bagian yang membekas pada permukaan.5 meter dan tidak diperkenankan menimbun beton dalam jumlah banyak dengan maksud memudahkan pengambilannya pada waktu pembongkaran acuan. Cara pengadukan beton harus lancar sehingga tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan yang mencolok antara beton yang sudah dicor dan yang akan dicor. melendut. termasuk gaya-gaya pratekan dan gaya-gaya lain yang mungkin ada.000 getaran per menit dari berat efektif sebesar 0.25 kg. atau beton cetak yang bermutu baik dan tidak mudah lapuk. Pengecoran sebaiknya dilakukan segera setelah selesai pengadukan dan sebelum beton mulai mengeras. tidak tampak bagian-bagian yang keropos. Pemakaian beton cyclop antara lain pada konstruksi : pilar. 9. Lalu lintas baru dapat diizinkan melewatinya sesudah beton berumur 28 hari atau sampai waktu yang akan ditentukan oleh Direksi. atau menggenanginya dengan air sampai selama waktu perawatan. Tulangan-tulangan harus sudah seluruhnya mendapat izin dari Direksi mengenai penempatan dan telah cukup diberi beton deking sehingga pengecoran dan pemadatan beton nantinya tidak akan menyebabkan tulangan-tulangan bergeser atau terlalu dekat dengan permukaan luar beton. beton harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat (internal atau external vibrators) mekanis. b. Adukan beton pada umumnya harus sudah dicor dalam waktu 1 (satu) jam setelah pengadukan air dimulai. Beton Siklop (cyclop) Pekerjaan beton cyclop terdiri dari beton kelas I yang mempunyai batu-batu pecah berukuran besar. 8. dan ditempatkan pada posisi yang tidak lebih jauh dari 45 cm. 7. semen atau butir halus). penundaan pengecoran dalam hal ini masih diizinkan dalam batas dimana beton masih dikerjakan tanpa penambahan air. Perancah harus dibuat dari kayu. Pengecoran hanya diperbolehkan pada siang hari. . bagian yang rapuh. lubang-lubang dan bagian yang tidak memenuhi syarat harus segera diperbaiki. pondasi yang masif atau yang dipakai pada tiang-tiang atau balok sumuran. Permukaan sebelah dalam acuan harus sudah bersih dan harus dibasahi dahulu dengan air hingga jenuh. semua alat-alat. dan alat-alat dalam keadaan bersih serta siap untuk dipakai. lurus. kecuali Direksi mengizinkan menggunakan tenaga manusia. Pembongkaran acuan dan perancah Perancah dan acuan tidak boleh dibuka kecuali telah ada persetujuan dari Direksi. dan harus dibasahi sebelum diletakkan. Cara pengerjaan hendaknya dikerjakan sedemikian sehingga tidak terjadi pemisahan bahan (segregation) dan pengerjaan kembali beton yang telah selesai dicor itu.4. dimana untuk slump test harus sering diadakan selama pelaksanaan pekerjaan beton untuk menjamin agar nilai air semen tetap sesuai dengan beton yang telah disyaratkan. Alat mekanis yang digunakan sebagai external vibrator harus mampu memberikan getaran paling tdak 5. sedang konstruksinya sendiri harus juga kokoh terhadap pembebanan yang akan ditanggungnya. Perawatan beton Pada umumnya beton yang baru selesai di cor harus dilindungi terhadap hujan dan panas matahari serta kerusakan-kerusakan lainnya sampai beton telah menjadi keras. kecuali seizin Direksi. pasir basah. Pengecoran a. baja. Perancah harus dibuat diatas pondasi yang kuat dan kokoh terhindar dari bahaya penggerusan dan penurunan. Permukaan beton jadi Semua permukaan jadi beton harus rata. dan harus diletakkan pada acuan sehingga akan menghasilkan getaran-getaran mendatar. c. e. dengan memperhitungkan kekuatan konstruksi untuk menahan berat sendiri dan beban-beban selama pelaksanaan sehingga tegangan beton dapat ditampung seluruhnya berdasarkan kekuatan kubus tes pada umur yang sama dengan masa mulai selesainya pengecoran sampai waktu pembongkaran acuan dan perancah. 5. d. Batu pecah ini diletakkan dengan hati-hati. Segera setelah sesudah pembongkaran acuan. Pengangkutan beton Pengangkutan beton adukan dari tempat pengadukan ke tempat-tempat pengecoran harus dilakukan dengan cara-cara dimana dapat dicegah segregasi dan kehilangan-kehilangan bahan-bahan) air.

sesuai dengan yang berlaku. V. l.Acuan beton Acuan beton adalah konstruksi cetakan terbuat dari kayu. ukuran dan bentuk atau yang disetujui oleh Direksi. Besi tulangan hendaknya disimpan pada tempat terlindung. dipegang teguh pada posisinya dan didudukan pada landasan yang dibuat dari adukan semen berukuran 5 x 5 x 3 cm dengan campuran 1 pc : 3 pasir. kotoran-kotoran. Pelaksanaan Pekerjaan 1. bersih. harus rata. dan halus. Tempaan i. Perletakan baja . bebas dari karat. baja atau beton precast yang digunakan untuk membentuk beton muda agar bila telah mengeras mancapai dimensi dan kedudukan seperti yang tercantum dalam gambar rencana. untuk ring berbentuk bulat. atau sesuai ketentuan Direksi. Pada umumnya setiap baja mempunyai standard mutu dan jenis baja. Untuk baut pada kepalanya diberi tanda 3 radial . 2. Besi tulangan harus cermat ditempatkan sesuai dengan gambar rencana. Batu belah yang digunakan untuk cyclop tidak diadakan pembayaran sendiri. ditumpu agar tidak menyentuh tanah dan dijaga agar tidak berkarat ataupun rusak karena cuaca. Terutama pada besi tulangan dengan sifat getas tidak diperbolehkan untuk pembengkokan kedua kalinya. gemuk minyak cat. dan volume dari besi diterima dalam keadaan jadi dan terpasang. Perletakan Elastomeric k. Lendutan yang terjadi dibawah kombinasi pembebanan tidak boleh melebihi 15% dari tebal perletakan elastomeric. Baut berteganagan tinggi f. batang-batang baja harus mengkuti ketentuan ASTM A36 c. Untuk pembengkokan. diikat antara sesamanya atau pada acuan dengan kawat baja. Pengukuran Hasil Pekerjaan dan Dasar Pembayaran Besi beton dihitung dalam kilogram. Baja Bangunan Pekerjaan ini meliputi konstruksi baja dan bagian konstruksi baja dari composite structure. mur dan ring harus memenuhi syarat AASHTO M-614. pengolahan di pabrik. Perletakan elastomeric dapat digunakan apabila beban mati tidak melebihi 35 kg/cm 2 atau kombinasi beban mati. konstruksi harus kokoh dan pantas menurut gambar rencana baik elevasi. Tidak ada pembiayaan lain terhadap penambahan semen. m. Material a. beban hidup dan kejut tidak melebihi 56 kg/cm 2. g. gemuk.2 Pembesian Pekerjaan ini mencakup menyiapkan dan memasang besi beton yang sesuai dengan spesifikasi dan mengikuti rencana atau petunjuk Direksi. Material 1. pemasangan dan pengecatan dari konstruksi baja seperti yang ditentukan dalam spesifikasi atau didalam gambar rencana. Perletakan harus terbuat dari bahan lempengan elastomer dari logam yang disusun secara berlapislapis. dimana ukuran besi ditentukan didalam gambar rencana atau menurut perintah. bahan pembantu lainnya serta untuk pekerjaan finishing. bahan-bahan adukan yang menempel. Besi tempa (wrought iron) h. Besi yang digunakan sebagai tulangan hendaknya menuruti persyaratan. Acuan beton harus direncanakan sedemikian sehingga pada waktu pembongkaran tidak akan menimbulkan kerusakan pada beton dan perancah. Pengukuran Hasil Pekerjaan dan Dasar Pembayaran Beton diukur dalam kubik meter menurut yang terpasang dengan ukuran seperti yang ditentukan dalam gambar rencana. Baut dan mur d. 3. Tuang (casting) j. besi-besi tulangan hendaknya dipotong. Baja konstruksi. atau bahan lain yang disetujui agar permukaan acuan mudah dilepas apabila beton telah mengeras. Bahan untuk acuan beton pada umunya digunakan kayu. 2.2 mm. Besi beton Setiap jenis besi beton yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik baja terkenal dapat dipakai. Baja Konstruksi b. dengan kepala berbentuk segi enam e. Bagian dalam dari acuan sebaiknya diberi minyak. Baut. Kawat pengikat Kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm yang telah dipijarkan terlebih dahulu dan tidak bersepuh seng. dibengkokan atau diluruskan secara hati-hati. 2. Lempengan logam yang paling luar dan ujung-ujungnya harus dilapisi elastomer adalah antara 12. Pekerjaan ini termasuk penyelesaian.7 mm sampai 3. bahan-bahan lepas. baja atau beton cetak atau bahan-bahan lainnya yang telah disetujui oleh Direksi. lumpur. Baut dan mur harus memenuhi syarat ASTM A-370.

80. dan setiap bahan pengisi (filler) dan penutup (sealer). maka Kontraktor harus menempatkan dengan teliti perletakan itu. Memotong dengan las pemotong Pekerjaan las dan pengawasan pekerjaan las Mengebor Menuang dan menempa Seluruh tempaan harus baik. Pekerjaan besi tidak boleh dipasang sebelum cara. Sebelum penyerahan. bebas dari sumbatan-sumbatan. Pemasangan paku keling Setiap paku keling harus cukup panjang membentuk kepala dengan ukuran standard. sehingga jarak horizontal antara as pelat landasan. Pelaksanaan Pekerjaan . - - - - - VI. pekerjaan baja termasuk setiap railing yang akan terpasang langsung pada pekerjaan baja. Penyelesaian permukaan pada bagian-bagian yang dikerjakan dengan mesin perkakas. Montase di bengkel (montase percobaan) Sebelum diangkat. . Pengecatan baja Semua konstruksi baja yang akan dipasang perlu dipabrik dengan cat dasar yang telah disetujui kecuali pada bidang-bidang yang dikerjakan dengan mesin perkakas misalnya pada perletakan. maka perhatian khusus diperlukan dalam pengepakan serta cara perkuatan pada saat transport. Semua sambungan dipasang dengan drift dan baut yang disyaratkan dan bila telah disetujui oleh Direksi.Pemeriksaan . alat dan sebagainya yang akan digunakan telah mendpaat persetujuan Direksi. dan harus dipanaskan merah menyeluruh. lubang-lubang dan cacat lain dan harus disempurnakan dengan mesin perkakas sehingga berbentuk seperti tertera pada gambar rencana.n. Penyelesaian dan pembentukan Memotong Pekerjaan baja dapat dipotong dengan menggunting. untuk menjamin terlindungnya kerusakan. Untuk engsel dan rol berdiameter lebih dari 7” harus memenuhi syarat AASHO M 102. SAMBUNGAN EKSPANSI (EXPANSION JOINT) Pekerjaan ini akan terdiri dari pemasokan dan pemasangan sambungan lantai yang terbuat dari logam atau elastomer. handling dan montase percobaan pekerjaan besi itu. Pengecatan di bengkel Penyerahan untuk pemasangan akhir (montase lapangan) Transport dan handling Cara transport dan handling pekerjaan besi harus sesuai dengan cara yang telah disetujui oleh Direksi. memasang dan mengeling dan atau baut dan atau las seluruh pekerjaan besi. harus dipasang sementara (montase percobaan) pada halaman Kontraktor pabrikasi yang terlindung dari cuaca untuk diperiksa oleh Direksi mengenai alignment serta melintang dan seluruh batang-batang penguat. baut-baut untuk pemasangan akhir Meletakkan perletakan dan sebagainya (beating) Untuk memperkenankan perpanjangan konstruksi besi dibawah beban mati. atau benda-benda asing yang akan mengganggu mutu baja struktur itu dan menjaga agar bebas terhadap karat.Tukang yang dipekerjakan harus dari tenaga yang ahli pada bidangnya dan melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan petunjuk Direksi. gemuk oli. Penyerahan penerimaan dan menjaga pekerjaan besi Pemasangan (erection) Kontraktor harus menyediakan seluruh perancah dan alat-alat yang diperlukan dan mendirikannya di tempat pekerjaan. Bahan-bahan baja struktur harus disimpan pada tempat penyimpanan sehingga baja struktur bebas dari kotoran. merah menyeluruh pada saat dimasukkan dan dikerjakan dan mengisi seluruh lubang selama masih panas. Penggunaan baja keras. harus memenuhi syarat-syarat AASHO M 169 dan kekerasan Rockwell B. akan dikeling atau dibaut secara permanen. paku keling stel dan sebagainya Drift parallel untuk montase Kerangka baja Gelagar induk Gelagar induk harus dipasang lengkap dengan gelagar melintang dan sebagainya. pada suhu 25°C sesuai dengan yang tertera pada gambar rencana atau sperti yang diperintahkan oleh Direksi. Paku keling berada dalam keadaan tetap panas. menggergaji atau dengan las pemotong. untuk sambungan antar struktur sesuai dengan Gambar dan sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Drift. Pekerjaan mesin perkakas dan gerinda yang diperkenankan. Engsel dan rol berdiameter lebih kecil atau sama dengan 7”.

Bagian baja dan baut jangkar harus sesuai dengan AASHTO M120 Kelas A. Sambungan vertikal dan miring harus ditutup dengan sambungan Expandite Plastic. Posisi semua baut yang dicor di dalam beton atau semua lubang bor yang dibuat dalam beton harus ditentukan dengan akurat dengan menggunakan mal. Tepi yang kasar atau tidak teratur tidak diperkenankan.9 A.84 : Hot Poured Elastic Sealer. Bahan Pengisi Sambungan (Joint Filler) Bahan pengisi sambungan harus dari jenis kenyal yang tidak dikeluarkan pracetak (premoulded nonextruding resilient type). Pengisi Sambungan Pracetak dan Penutup Sambungan Elastis Sambungan pada lantai.1) 2) 3) 4) 5) BAHAN Struktur Sambungan Ekspansi (Expansion Joint Structure) Jenis struktur sambungan ekspansi tergantung pada jumlah pergerakan lantai yang diperlukan dan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. Pencampuran. jika perlu. untuk memastikan bahwa bahan tidak terlepas selama operasi pelaksanaan berikutnya atau pergerakan dari struktur. Ukuran celah harus sesuai (compatible) dengan temperatur jembatan rata-rata pada saat pemasangan. Thioflex 600 dua bagian persenyawaan polysulfida. Uliran skrup harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari karat. Temperatur ini harus ditentukan sesuai dengan pengaturan yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Sambungan pelat atau siku. ditutupi. gemuk atau benda-benda asing lainnya. sesuai dengan AASHTO M153 .25 m2 harus dibuat dalam satu lembaran. Bahan-bahan Lain Semua bahan lainnya yang diperlukan untuk sambungan harus sesuai dengan Gambar dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Penutup sambungan harus sedikit cembung atau sedikit cekung terhadap permukaan sambungan pada saat mengeras. 1) PASANGAN BATU UMUM Uraian a) Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan. Bahan ini harus selalu dilindungi dari kerusakan dan bilamana ditempatkan harus bebas dari kotoran. sambungan baja bergerigi (steel finger joint) dan sambungan berpenutup neoprene harus mempunyai bentuk yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Bahan tersebut harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terpasang dengan kokoh dalam rongga dan terekat dengan baik pada satu tepi dari beton. Bahan tersebut harus dipotong dengan perkakas yang tajam untuk memberikan tepi yang rapi. Struktur sambungan ekspansi harus dipasang sesuai dengan Gambar dan petunjuk pabrik pembuatnya. 1) 2) 3) VII. Luas yang lebih kecil dari 0. Penutup sambungan harus dikerjakan sampai penyelesaian yang halus dengan menggunakan sebuah spatula atau alat yang sejenis. PELAKSANAAN Penyimpanan Bahan Bahan sambungan yang dikirim ke lapangan harus disimpan. Pekerjaan harus meliputi pemasokan semua bahan. minyak. Ukuran celah sambungan ekspansi harus sesuai dengan temperatur rata-rata jembatan pada saat pemasangan. Jalan alih harus disediakan dan dipelihara untuk melindungi semua sambungan ekspansi dari beban kendaraan sampai sambungan ini diterima dan Direksi Pekerjaan mengijinkan pembongkaran jalan alih tersebut. Sebagai alternatif. galian. yang dibuat dari Pasangan Batu. dempul bitumen. Bahan sambungan untuk dasar (primer) dan penutup (sealer) sambungan harus dicampur dan digunakan sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya.84 atau AASHTO M213 . Bahan pengisi sambungan harus digunakan dalam lembaran yang sebesar mungkin. Temperatur ini harus ditentukan sesuai dengan pengaturan yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. menggunakan paku tembaga. Persenyawaan dasar sambungan (joint priming compound) harus sebagaimana yang disarankan oleh pabrik bahan penutup yang dipilih untuk digunakan. penutup dari bitumen karet yang dicor panas seperti Expandite Plastic Grade 99 atau yang sejenis dapat digunakan dengan persetujuan dari Direksi Pekerjaan. pada landasan di atas permukaan tanah. Penutup Sambungan (Joint Sealer) Bahan untuk penutup sambungan horisontal harus sesuai dengan AASHTO M173 . Bahan pengisi (filler) sambungan tidak boleh diisi sampai melebihi rongga yang seharusnya diisi dengan penutup (sealer) kecuali bilamana lembaran bahan pengisi yang terpisah digunakan sebagai cetakan. Struktur Sambungan Ekspansi Sambungan harus dapat meredam gonjangan dan suara dan merupakan struktur yang kedap air. dinding dan sebagainya harus dibentuk dengan akurat meme-nuhi garis dan elevasi sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. PEK. atau bahan sejenis yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan .81. Waterstops Jenis dan bahan waterstops harus terinci dalam Gambar atau sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Bagian logam harus dilindungi terhadap korosi. penggunaan dan perawatan semua bahan jenis patent harus memenuhi ketentuan pabrik pembuatnya. PASANGAN BATU PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI 7.

lubang penangkap. batu harus memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 15 cm. Terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan. Bilamana fungsi utama suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan. C. Batu harus dipasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar dengan muka dinding dari batu yang terpasang. lantai gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya pada lereng atau di sekitar ujung gorong-gorong. Batu harus ditangani sedemikian sehingga tidak menggeser atau memindahkan batu yang telah terpasang. potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan. Batu harus rata. Peralatan yang cocok harus disediakan untuk memasang batu yang lebih besar dari ukuran yang dapat ditangani oleh dua orang. Perhatian harus diberikan untuk menghindarkan pengelompokan batu yang berukuran sama. 3. Penertiban Detil Pelaksanaan Detil pelaksanaan untuk pasangan batu yang tidak disertakan dalam Dokumen Kontrak pada saat pelelanganakan diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan stelah peninjauan kembali rancangan awal atau revisi desain telah selesai dikerjakan. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekerjaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. Persetujuan. B. Tebal dari landasan adukan harus pada rentang antara 2 cm sampai 5 cm dan merupakan kebutuhan minimum untuk menjamin bahwa seluruh rongga antara batu yang dipasang terisi penuh. pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur seperti dinding penahan. Batu a) b) c) Batu harus bersih. lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang yang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. Sebelum pemasangan. Toleransi Dimensi. lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling menguncibila dipasang bersama-sama. Penempatan Adukan a. PELAKSANAAN PASANGAN BATU Persiapan Pondasi 1) Pondasi untuk struktur pasangan batu harus disiapkan sesuai syarat untuk Spesifikasi Galian. BAHAN 1. c.b) 2) 3) yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan Spesifikasi ini dan memenuhi garis. atau yang diminta lain oleh Direksi Pekerjaan. Landasan yang akan menerima setiap batu juga harus dibasahi dan selanjutnya landasan dari adukan harus disebar pada sisi batu yang bersebelahan dengan batu yang akan dipasang. dasar pondasi untuk struktur dinding penahan harus tegak lurus. maka kelas pekerjaan di bawah Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat digunakan seperti Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared Stonwork) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip rap). dasar pondasi harus mendatar atau bertangga yang juga horisontal. Bilamana batu . bukan sebagai penahan beban. batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai merata dan dalam waktu yang cukup untuk memungkinkan penyerapan air mendekati titik jenuh. Adukan Adukan haruslah adukan semen yang memenuhi kebutuhan dari Spesifikasi ini. 2. 2) Terkecuali disyaratkan lain atau ditunjukkan pada Gambar. Beton yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Spesifikasi. Kondisi Tempat Kerja. gorong-gorong pelat. lubang sulingan atau kantung penyaring untuk pekerjaan pasangan batu harus memenuhi kebutuhan dari Spesifikasi ini. c. dan tembok kepala gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk menahan beban luar yang cukup besar. batu harus dibentuk untuk menghilangkan bagian yang tipis atau lemah. seperti lapisan selokan. 4) Bilamana ditunjukkan dalam Gambar. Drainase Porous Bahan untuk membentuk landasan. suatu pondasi beton mungkin diperlukan. Umumnya. Bila perlu. Jadwal Kerja. Pemasangan Batu a. 3) Lapis landasan yang rembes air (permeable) dan kantung penyaring harus disediakan bilamana disyaratkan sesuai dengan ketentuan dalam seksi Drainase Porous. b. ketinggian. Pengajuan Kesiapan Kerja. Landasan dari adukan paling sedikit 3 cm tebalnya harus dipasang pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. atau bertangga yang juga tegak lurus terhadap muka dari dinding. Untuk struktur lain. b. Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada suatu waktu haruslah dibatasi sehingga batu hanya dipasang pada adukan baru yang belum mengeras. Perbaikan Atas Pekerjaan yang Tidak Memenuhi Ketentuan atau RusakKetentuan yang disyaratkan untuk pekerjaan pasangan batu dengan mortar dalam Spesifikasi ini harus digunakan. Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapis dasar dan pada sudut-sudut. tanoa bagian yang tipis atau retak dan harus dari jenis yang diketahui awet.

Ketentuan Lubang Sulingan dan Detalasi a. a). Lapisan seng pada kawat harus tetap melekat dan tidak retak meskipun kawat tersebut dililit melingkar sebanyak 6 (enam) kali pada batang uji sebesar 4 (empat) kali diameter kawat. Jumlah dan kerapatan Lilitan . maka delatasi harus dibentuk untuk panjang struktur tidak lebih dari 20 m. juga bahan Drainase Porous tidak hanyut melewati sambungan. dan dikerjakan sampai permukaan tersebut rata. Perpanjangan kawat tidak boleh lebih dari 12%. mempunyai lereng melintang yang dapat menjamin pengaliran air hujan. sesuai dengan ketentuan yang berkaitan dengan Spesifikasi ini. KAWAT a). Sambungan antar batu pada permukaan harus dikerjakan hampir rata dengan permukaanpekerjaan. penimbunan kembali harus dilaksanakan seperti disyaratkan. e. Setiap bronjong dipisahkan dengan sekat. Semua kawat yang dipakai dalam pembuatan bronjong maupun kawat pengikat untuk perakitan/pemasangan harus sesuai dengan BS 1052/1980. dan adukannya dibersihkan dan batu tersebut dipasang lagi dengan adukan yang baru. f. dan dalam waktu yang tidak lebih dini dari 14 hari setelah pekerjaan pasangan selesai dikerjakan. dan ASTM A-975-97. sebagaimana pekerjaan dilaksanakan. Batu yang digunakan untuk pembentukan sambungan harus dipilih sedemikian rupa sehingga membentuk sambungan tegak yang bersih dengan dimensi yang disyaratkan di atas. Dinding dari pasangan batu harus dilengkapi dengan lubang sulingan. Pada struktur panjang yang menerus seperti dinding penahan tanah. Lapisan Seng.Kawat Anyaman 3. Berat minimum lapisan seng diameter 3. dan sewaktu adukan masih baru.08 mm . yaitu kawat baja lunak dengan kuat tarik antara 41-51 Kg/mm 2 sebelum kawat tersebut dianyam dengan mesin. Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup kuat. Semua kawat yang dipakai dalam pembuatan bronjong dan matras maupun kawat pengikat untuk perakitan/pemasangan harus berlapis seng sesuai dengan standar BS 443/1982. sedemikian hingga tanah yang ditahan tidak dapat hanyut jika melewatinya. dan sudut dibulatkan.10 mm . anyaman dibuat dengan cara melilitkan 2 batang kawat membentuk segi enam (hexagonal) mengacu pada ASTM A-975-97. PEKERJAAN BRONJONG Bronjong harus mempunyai fleksibilitas yang tinggi dan terbuat dari kawat baja lunak berlapis seng tebal yang dianyam dengan mesin penganyam.20 mm dengan tolenransi + 0. b). Lereng yang bersebelahan dengan bahu jalan harus dipangkas dan untuk memperoleh bidang antar muka rapat dan halus dengan pasangan batu sehingga akan memberikan drainase yang lancar dan mencegah gerusan pada tepi pekerjaan pasangan batu VIII. Terkecuali disyaratkan lagi.00 mm dan berat lapisan minimum 275 gr/m 2.00 mm dengan toleransi + 0. Lapisan tahan cuaca harus dimasukkan ke dalam dimensi struktur yand disyaratkan. lubang sulingan harus ditempatkan dengan jarak antara tidak lebih dari 2 m dari sumbu satu ke sumbu lainnya dan harus berdiameter 50 mm. permukaan horisontal dari seluruh pasangan batu harus dikerjakan dengan tambahan adukan tahan cuaca setebal 2 cm. dengan lebar bukaan dan ukuran tertentu sesuai spesifikasi tersebut dibawah ini. Permukaan yang telah selesai harus dirawat seperti yang disyaratkan untuk Pekerjaan Beton dalam Spesifikasi ini. ANYAMAN Dengan menggunakan mesin penganyam.menjadi longgar atau lepas setelah adukan mencapai pengerasan awal.Kawat Sisi(Pengaku) 4.00 mm dengan tolensi + 0. b. Semua bronjong berlapis seng tebal tersebut mengacu pada standar BS 1052/80. pada percobaan yang dilakukan terhadap batang uji kawat dengan panjang 30 cm sebelum kawat dianyam dengan mesin. c.Kawat Pengikat 2. Timbunan di belakang detalasi haruslah dari bahan Drainse Porous berbutir kasar dengan gradasi menerus yang dipilih. Segera setelah batu ditempatkan. seluruh permukaan batu harus dibersihkan dari bekas adukan. atau seperti diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. tetapi tidak sampai menutup batu. c.06 c). Kecuali ditunjukkan lain pada Gambar atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. b. Diameter kawat bronjong dan toleransinya sebagai berikut : . d. maka batu tersebut harus dibongkar.BS 443/82. SNI 03-30461992. Pekerjaan Akhir Pasangan Batu a. Detalasi harus 30 mm lebarnya dan harus diteruskan sampai seluruh tinggi dinding.

KAWAT SISI Semua bagian tepi dari bronjong. untuk diameter kawat anyaman adalah 3. d) Pekerjaan ini juga mencakup timbunan batu dengan manual atau dengan derek. b). yaitu timbunan biasa.0 mm. kelandaian. Pengukuran kuantitas untuk pembayaran pemasangan bronjong. juga digunakan di daerah saluran air dan lokasi serupa dimana bahan yang plastis sulit dipadatkan dengan baik.0 mm dan 42 kN/m untuk 2. maupun bahan drainase porous yang dipakai untuk drainase bawah permukaan atau untuk mencegah hanyutnya partikel halus tanah akibat proses penyaringan. Tipe dan Ukuran Anyaman Tipe anyaman menunjukkan setting mesin pengayam. . yang harus dibuktikan dengan hasil pengujian oleh lembaga independence. timbunan pilihan dan timbunan pilihan di atas tanah rawa.7 mm. dan untuk pekerjaan timbunan lainnya dimana kekuatan timbunan adalah faktor yang kritis. Timbunan pilihan di atas tanah rawa akan digunakan untuk melintasi daerah yang rendah dan selalu tergenang oleh air. angkutan. termasuk panel dan sekat harus terikat rapat pada kawat sisi secara mekanikal. dilakukan berdasarkan jumlah volume yang dibutuhkan sesuai rencana yang ditunjukkan dalam gambar serta yang terpasang sesuai petunjuk/persetujuan Direksi Pekerjaan yang dinyatakan dalam satuan m³. PENGISIAN BRONJONG DENGAN BATU Untuk pengisian bronjong dipergunakan batu kali/ batu gunung dengan ukuran antara 15 – 20 cm juga dapat dipergunakan batu – batu dengan ukuran yang lebih kecil dengan syarat batu tidak boleh lolos dari lubang anyaman bronjong kawat dan harus dengan persetujuan dari Direksi. Diameter kawat sisi harus lebih besar dari diameter kawat anyaman. untuk penimbunan kembali galian pipa atau struktur dan untuk timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai dengan garis. adapun ukuran anyaman menunjukkan lebar bukaan anyaman yang sesungguhnya dengan tipe dan ukuran anyaman sesuai dengan ASTM A-975-97 adalah sebagai berikut : Tipe Anyaman 8 cm x 12 cm . telah meliputi biaya pekerjaan persiapan/pengukuran. dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui. Anyaman bronjong harus mempunyai kuat tarik anyaman tertentu. Diameter kawat pengikat adalah 2. c) Pekerjaan yang tidak termasuk bahan timbunan yaitu bahan yang dipasang sebagai landasan untuk pipa atau saluran beton. penyimpanan. Timbunan pilihan akan digunakan sebagai lapis penopang (capping layer) untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar. penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan. IX.0 mm kawat sisi memakai diameter 4. pengangkutan. Pengukuran dan Pembayaran. antara satu kawat dengan kawat lainnya harus saling melilit dan tidak longgar. b) Timbunan yang dicakup oleh ketentuan dalam Seksi ini harus dibagi menjadi tiga jenis . Hal ini untuk menjaga terlepasnya anyaman. yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan tidak dapat dialirkan atau dikeringkan dengan cara yang diatur dalam Spesifikasi ini. Ukuran Anyaman (mm) 83 x 114. Toleransi Ukuran Anyaman 10%. bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Sekat ini harus dilekatkan pada bagian dasar bronjong dengan kawat spiral. yang dianalis dalam tenaga kerja. Pembayaran biaya pemasangan bronjong dilakukan dalam harga satuan (m³). Hal ini akan berpengaruh terhadap kuat tarik anyaman dan elongationnya serta kerapihan bronjong setelah diisi dengan batu. c). yaitu minimum 50 kN/m untuk diameter kawat 3. KAWAT PENGIKAT Kawat pengikat dan kawat penghubung antar sisi panel yang diberikan untuk perakitan/pemasangan bronjong adalah + 5% dari berat bronjong. penyedian. Kuat tarik anyaman yang dimaksud adalah kuat tarik sejajar lilitan (arah vertikal).00 m dan panjang sama dengan lebar standar bronjong matras. TIMBUNAN 1) Uraian a) Pekerjaan ini mencakup pengadaan. Timbunan pilihan dapat juga digunakan untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran timbunan jika diperlukan lereng yang lebih curam karena keterbatasan ruangan.Lilitan bronjong harus 3 kali lilitan.2 mm. SEKAT Tiap bronjong dan matras diberi sekat sehingga membentuk bidang dengan ukuran lebar 1. memasang dan pekerjaan penunjang guna penyempurnaan sesuai uraian pekerjaan dalam Daftar dan harga sebagaimana ditunjukkan/diatur pada gambar dan spesifikasi pekerjaan. dikerjakan sesuai dengan Spesifikasi ini dan sangat mendekati garis dan ketinggian yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan Sumber Bahan 2).

Dalam segala hal. ketinggian dan detil yang ditunjukkan pada Gambar. kanal irigasi atau saluran air lainnya yang pasti tidak terhindarkan dari gangguan baik yang bersifat sementara maupun tetap. b) Pekerjaan ini juga mencakup relokasi atau perlindungan terhadap sungai yang ada. c) Penggalian atau penimbunan lebih lanjut. X. memiliki CBR paling sedikit 10 % setelah 4 hari perendaman bila dipadatkan sampai 100. SELOKAN DAN SALURAN AIR 1) Uraian a) Pekerjaan ini mencakup pembuatan selokan baru yang dilapisi (lined) maupun tidak (unlined) dan perataan kembali selokan lama yang tidak dilapisi. Seluruh timbunan lain yang digunakan harus dipandang sebagai timbunan biasa (atau drainase porous bila ditentukan atau disetujui sebagai hal tersebut sesuai dengan Seksi 2. Selokan yang dilapisi akan dibuat dari pasangan batu dengan mortar atau yang seperti ditunjukkan dalam Gambar. Jenis bahan yang dipilih.1) Timbunan Pilihan a) Timbunan hanya boleh diklasifikasikan sebagai "Timbunan Pilihan" bila digunakan pada lokasi atau untuk maksud dimana timbunan pilihan telah ditentukan atau disetujui secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.% kepadatan kering maksimum sesuai dengan SNI 03-1742-1989. 4) Jadwal Kerja a) Kontraktor senantiasa harus menyediakan drainase yang lancar tanpa terjadinya genangan air dengan menjadwalkan pembuatan selokan yang sedemikian rupa agar drainase dapat berfungsi dengan baik sebelum pekerjaan timbunan dan struktur perkerasan dimulai. yang tidak dimasukkan dalam Dokumen Kontrak pada saat pelelangan akan diterbitkan oleh Direksi Pekerjaan setelah Kontraktor menyerahkan hasil survei lapangan Elevasi galian dasar selokan yang telah selesai dikerjakan tidak boleh berbeda lebih dari 1 cm dari yang ditentukan atau disetujui pada tiap titik. baik yang dilapisi maupun tidak. b) Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas untuk timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya. 3. 2) Penerbitan Detil Pelaksanaan Detil pelaksanaan selokan. maka timbunan pilihan dapat berupa timbunan batu atau kerikil lempungan bergradasi baik atau lempung pasiran atau lempung berplastisitas rendah. atau pada tekanan yang akan dipikul. Kontraktor harus meminta persetujuan Direksi Pekerjaan sebelum bahan pelapis selokan dipasang. bilamana diperlukan termasuk penimbunan kembali dan dipadatkan terlebih dulu pada pekerjaan baru kemudian digali kembali hingga memenuhi garis yang ditentukan.Bahan timbunan harus dipilih dari sumber bahan yang disetujui 2. sesuai dengan Spesifikasi ini serta memenuhi garis. d) Bahan timbunan pilihan yang digunakan pada lereng atau pekerjaan stabilisasi timbunan atau pada situasi lainnya yang memerlukan kuat geser yang cukup. seperti diperintahkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. seluruh timbunan pilihan harus. . PASANGAN BATU DENGAN MORTAR Sebelum memulai pekerjaan kontraktor harus mengajukan kepada Direksi Teknik dua contoh batu yang mewakili masing-masing seberat 50 kg dari batu tersebut. 3) Pengajuan Kesiapan Kerja a) Contoh bahan yang akan digunakan untuk saluran yang dilapisi harus diserahkan sebagaimana yang disyaratkan dalam Spesifikasi b) Setelah selesainya pekerjaan pembentukan penampang selokan.1) Timbunan Biasa a) Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari bahan galian tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebagai bahan yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam pekerjaan permanen. dan harus cukup halus dan merata untuk menjamin aliran yang bebas dan tanpa genangan bilamana alirannya kecil. dalam penyelesaian pekerjaan yang memenuhi ketentuan dalam Kontrak ini. dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan akan tergantung pada kecuraman dari lereng yang akan dibangun atau ditimbun. haruslah pasir atau kerikil atau bahan berbutir bersih lainnya dengan Indeks Plastisitas maksimum 6 %. sedangkan pemangkasan tahap akhir termasuk perbaikan dari setiap kerusakan yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan yang berdekatan atau bersebelahan selesai. bilamana dilaksanakan dengan pemadatan kering normal. Alinyemen selokan dan profil penampang melintang yang telah selesai dikerjakan tidak boleh bergeser lebih dari 5 cm dari yang ditentukan atau telah disetujui pada setiap titik. bila diuji sesuai dengan SNI 03-1744-1989. Pekerjaan pasangan batu tidak boleh dimulai sebelum ada persetujuan dari Direksi Teknik terhadap formasi penempatan. c) Bahan timbunan pilihan yang akan digunakan bilamana pemadatan dalam keadaan jenuh atau banjir yang tidak dapat dihindari.4 dari Spesifikasi ini). XI. Satu dari contoh batu akan disimpan oleh Direksi Teknik untuk rujukan selama periode kontrak. b) Pada tahap awal selokan harus digali sedikit lebih kecil dari penampang melintang yang disetujui.

Landasan adukan ini harus dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian hingga batu permukaan selalu tertanam pada adukan tersebut sebelum mengeras. Lebarnya akan ditentukan menurut gambar rencana atau seperti yang ditentukan oleh Direksi. Bila bentuk batu sedemikian rupa sehingga dapat saling mengunci kuat. yang mudah hancur. b. c. Batu untuk lapisan selokan dan saluran air harus sedapat mungkin persegi bentuknya. Adukan haruslah merupakan semen mortar yang memenuhi persyaratan dari spesifikasi. Permukaan yang tak terlindungi dari struktur pekerjaan pasangan batu harus diakhiri dan diperam seperti yang disyaratkan untuk pelapisan batu. Material 1. Mutu dan ukuran dari batu harus disetujui oleh Direksi sebelum digunakan. dan dalam batas tertentu tidak banyak mengandung batu-batu yang lunak. c. Batu harus terdiri dari batu alam. batu harus betul-betul basah dan sudah cukup waktu yang diberikan untuk penyerapan air sampai jenuh. Urugan kembali disekeliling struktur yang telah selesai diperam harus dipasang sesuai dengan persyaratan. Pelaksanaan struktur dengan pasangan batu memakai adukan (mortar) Ujung dasar tembok yang dibangun dalam galian.Saluran dengan pasangan batu harus memenuhi persyaratan untuk sifat bahan. tahan terhadap udara dan air. dan pembuatan “apron” (lantai golak). tidak banyak tercampur dengan bentuk-bentuk yang pipih atau memanjang. menahan dan mencegah gerusan pada tepi perkerasan. 4. e. b. Pelaksanaan 1. awet. Material 1. Penyiapan Batu a. atau struktur lainnya dimana dukungan tanah atau cetakan lain disediakan. b. selambat-lambatnya 30 hari sebelum dilakukan pengambilan material yang akan dipakai sebagai bahan base yang berisi tentang tempat asal bahan. awet. lugas. dan permukaan harus diakhiri segera setelah pengerasan awal dari adukan dengan menyapunya dengan sapu yang kaku. dan macam agregat yang akan dicapai sebagai bahan base. struktur pekerjaan pasangan batu dapat pula dibangun tanpa cetakan. Lereng yang bersebelahan dan bahu harus diratakan dan dibentuk untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan pasangan batu sehingga akan memungkinkan drainase lancar. Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng kearah atas. Semua agregat harus terdiri dari bahan-bahan yang bersih. Pondasi atau galian untuk pekerjaan pasangan batu dengan mortar dari ujung dari tembok atau struktur harus disiapkan sesuai dengan persyaratan. Tambahan adukan harus dipasang untuk mengisi rongga yang ada diantara batu-batu dan harus diakhiri hampir rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak menutup batunya. Agregat untuk base harus memenuhi persyaratan untuk bahan base kelas A. Pekerjaan ini mencakup pasangan sisi dan dasar dari selokan serta saluran air. b. 2. B . bersudut tajam. 3. Penyiapan Formasi atau Pondasi a. keras. XII. komposisi. dan bila digunakan adukan yang keras. Formasi untuk lapisan pekerjaan pasangan harus disiapkan sesuai dengan ketentuan. d. Sebelum pekerjaan melapis. a. Pasangan Batu a. 2. kotoran atau bahan-bahan lain yang mudah membusuk/tidak dikehendaki. penempatan. pemadatan dan jaminan mutu yang disyaratkan dalam spesifikasi. Batu a. d. Permukaan akhir harus diperam seperti yang disyaratkan untuk pekerjaan beton. Landasan dari adukan semen setebal paling sedikit 3 cm harus ditempatkan pada formasi yang telah disiapkan. PERKERASAN BERBUTIR Base merupakan bagian dari perkerasan jalan yang terletak diantara subbase dan lapisan penutup. sebagaimana yang diuraikan untuk pasangan batu. padat. dan cocok dalam segala hal untuk fungsi yang dimaksud. Kontraktor harus mengajukan pernyataan. 2. Adukan Adukan haruslah merupakan semen mortar yang memenuhi persyaratan. atau batu galian dan tidak belah dan kasar yang baik. harus dilaksanakan dengan mengisi galian atau cetakan dengan adukan setebal 60 % dari ukuran maksimum dari batu dan langsung menempatkan batu pada adukan yang belum mengeras. . b. Batu harus dibersihkan dari cacat yang dapat mengurangi lekatan dari adukan. Batu harus tertanam dengan kuat satu dengan lainnya bersinggungan untuk mendapatkan tebal yang diperlukan dari lapisan yang diukur tegak lurus terhadap lereng. lubang masuk dan struktur saluran kecil lainnya dengan menggunakan pasangan batu dengan adukan semen yang dibangun diatas dasar yang telah disiapkan sesuai dengan persyaratan.

alat-alat sapu. XIII.3. Lebih dari satu lapis lapisan yang terdahulu harus sudah dipadatkan secukupnya sebelum penempatan lapisan selanjutnya. pencampuran dilakukan dengan motor grader atau alat lain pada kadar air yang dikehendaki. c. Selama itu air bila perlu ditambah agar dicapai kadar air optimum. 3. b. PERKERASAN ASPAL 1. Penebaran dan Pemadatan a. maka permukaan subbase tersebut harus sudah sempurna dikerjakan dibentuk sesuai dengan gambar rencana dan dibersihkan dari segala bentuk kotoran atau bahan-bahan yang tidak dikehendaki. Kelas A terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut : Pelaksanaan Pekerjaan 1. dijaga agar kadar air tetap dalam batas-batas yang disyaratkan dan dihampar di lapangan untuk segera dipadatkan. Peralatan yang akan digunakan adalah peralatan yang sesuai untuk dapat melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya termasuk mesin gilas. Satuan pengukuran untuk pekerjaaan base kelas A dan Kelas B adalah meter kubik. Cara dengan alat pencampur yang berjalan Setelah material untuk masing-masing lapisan ditempatkan dengan mesin (spreader) atau alat lain. material diangkut ke tempat pekerjaan. Material 1. Kepadatan tersebut harus dicapai pada seluruh tebalnya. c. Pencampuran dan pengerjaan Dalam mengerjakan pencampuran material base dapat menuruti salah satu cara dibawah ini yaitu : a. Material Penghampar Material penghampar yang dianjurkan dari debu batu atau pasir yang bersih atau dari bahan lain yang disetujui oleh Direksi. Cara dengan pencampur setempat (mixed on place) Setelah material untuk masing-masing lapisan ditempatkan. Tebal lapisan itu maksimum tidak lebih dari 20 cm setelah selesai pemadatan. Cara-cara pengerjaan harus sesuai dengan spesifikasi dan sampai pada lebar yang tertera pada gambar penampang jalan dari gambar rencana. Cara dengan alat pencampur stasioner Agregat dan air dicampur didalam suatu mixer. Lapisan yang dipadatkan tersebut harus digilas dan dipangkas (blanded) sedemikian agar permukaan jadi berbentuk sesuai dengan gambar rencana. Segera setelah dilakukan penebaran material dan perataan. Pengukuran Hasil Pekerjaan dan Dasar Pembayaran Jumlah yang akan dibayar adalah meter kubik dari lapisan base yang telah dikerjakan dengan mengikuti semua persyaratan yang ada atau petunjuk Direksi dan hasil kerja tersebut telah diterima dengan baik oleh Direksi dan dibayarkan menurut harga satuan yang tercantum dalam penawaran. Kerikil pecah atau batu pecah untuk lapisan base kelas A. Pekerjaan pendahuluan pada permukaan Subbase Bila base harus diletakkan pada lapisan subbase. mesin gilas roda karet (pneumatic tired rollers) atau alat pemadat lain yang disetujui oleh direksi untuk dipakai. 2. Setelah proses pencampuran. Prime coat harus dilaksanakan pada saat permukaan base dalam keadaan kering atau sedikit lembab. pembuang debu. 2. Material base akan dipadatkan tiap lapisan tebal sedemikian agar kepadatan maksimum dapat dicapai dengan alat-alat yang ada. tiap lapis segera dipadatkan pada seluruh lebar jalan dengan mesin gilas (three steel rollers). sprinkler. Jumlah air diatur selama pencampuran agar mencapai kadar air yang sesuai untuk keperluan kepadatan yang memenuhi syarat. kemudian dilakukan pencampuran dengan alat pencampur berjalan. b. B hendaknya terdiri dari hasil pemecahan kerikil atau batu. Lapis Resap Pengikat Pekerjaan ini terdiri dari membersihkan permukaan base course yang telah selesai dikerjakan dan memberikan lapisan aspal diatasnya. Pelaksanaan Pekerjaan 1. 4. Material base harus dipadatkan hingga mencapai paling tidak 100% dari kepadatan kering maksimum yang dipadatkan. . dan bila temperatur pada tempat yang kelindungan adalah diatas 13° C dengan tendensi naik atau diatas 15° C dengan tendensi turun dan keadaan cuaca tidak berkabut atau hujan. alat-alat pengangkut aspal dan alat-alat untuk memanaskan aspal.

permukaan base course harus dibersihkan dari debu. dengan sikat-sikat kawat. awet yang terbebas dari kotoran. abu tanur semen atau bahan mineral non plastis lainnya dari sumber yang disetujui oleh Direksi. Formula yang diserahkan harus menetapkan ukuran nominal maksimum agregat. Lapis Perekat Aspal tack coat digunakan dalam rencana campuran untuk binder base yang terdiri dari : batu pecah. 3. untuk campuran yang akan digunakan di proyek. 2. sumber-sumber agregat. Sebelum dilaksanakan penghamparan aspal. penampang memanjang dan melintang sesuai dengan yang diperintahkan oleh Direksi. kotoran-kotoran. 1. sapu lidi. Selisih berat dibagi luas karton merupakan jumlah aspal persatuan luas. 2. Agregat Halus untuk Campuran Aspal Biasanya diperlukan sejumlah abu batu hasil pengayakan batu pecah (crusher dust) untuk menghasilkan suatu campuran yang ekonomis dan memenuhi persyaratan campuran. dan temperatur saat pengadukan maupun temperatur pada saat campuran dikirim ke tempat penghamparan harus dalam batas komposisi umum dan . secara tertulis. jumlah sebenarnya yang telah dihampar. 4. Material Aspal untuk Campuran aspal Material aspal harus dari jenis AC-10 atau AC-20 aspal semen yang memenuhi persyaratan dalam AASHTO M226-78. bahan-bahan lepas dan bahan-bahan yang rapuh kedudukannya. Agregat kasar harus terdiri dari material yang bersih. kecuali fraksi agregat kasar untuk latasir klas A atau B boleh bukan batu pecah. Pengukuran Hasil Pekerjaan dan Dasar Pembayaran Jumlah hasil kerja yang dihitung dalam pembayaran adalah liter aspal dari permukaan yang telah ditutup dengan aspal yang telah disetujui dan diterima oleh Direksi dan dibayar berdasarkan harga satuan menurut mata pembayaran yang tercantum dalam harga penawaran. pondasi atas atau lapisan atas pelindung aspal beton yang terdiri dari agregat dan material aspal dicampur di pusat pencampur. serta menghampar dan memadatkan campuran tersebut diatas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai dengan persyaratan dan memenuhi bentuk sesuai gambar dalam hal ketinggian. 4.3. 5. persentase dari gabungan agregat yang lolos saringan. dan aspal yang akan dihamparkan dan dipadatkan pada permukaan lapisan yang ditentukan pada gambar rencana mengenai kedudukan. Abu batu harus diproduksi melalui pemecahan batu yang bersih dan tidak mengandung lempung atau lanau dan harus disimpan secara terpisah dari pasir alam yang digunakan dalam campuran. keras. abu terbang. Kontraktor menyerahkan kepada Direksi rumus campuran kerja yang diusulkan. Bahan Pengisi untuk Campuran Aspal Bahan pengisi harus terdiri dari abu batu kapur (limestone dust). Kontarktor harus melindungi dan menjaga bituminous prime coat yang telah jadi itu selama kurang lebih 5 hari sebelum memberikan lapisan lain (surfacing) diatasnya. pasir (debu batu) jika dikehendaki. lebar. Material Agregat yang akan digunakan dalam pekerjaan harus sedemikian rupa agar campuran aspal yang proporsinya dibuat sesuai dengan rumus campuran kerja akan memiliki kekuatan sisa yang tidak kurang dari 75% bila diuji hilangnya kohesi akibat pengaruh air. atau bahan yang tidak dikehendaki. Setelah selesai. dan panjangnya. penetapan tentang banyaknya aspal yang harus dihamparkan per meter persegi menurut gambar rencana hendaknya ditafsirkan sebagai perkiraan. Campuran Aspal Panas Pekerjaan jemabatan ini mencakup pengadaan lapis perata padat yang awet. Pengukuran Hasil Pekerjaan dan Dasar Pembayaran Jika tack coat dibutuhkan menurut pendapat Direksi lapangan dihitung menurut liter yang dipasang dan akan dibayar menurut harga satuan kontrak. Pelaksanaan Pekerjaan Material aspal harus dipanaskan sampai pada temperatur yang seharusnya dalam ketel-ketel atau tankitanki da terhindar dari pemanasan memusat pada tempat-tempat tertentu. Rumus Campuran Kerja Sebelum memulai pekerjaan. karton tersebut ditimbang lagi. semen portland. sapu ijuk dan kompressor atau alat-alat mesin dan peniup debu jika ada. 3. Pemanasan tersebut harus diusahakan tetap dan kontinyu agar dapat mensupply mixer dengan aspal mixer dengan aspal pada temperatur yang disyaratkan. jumlah total kadar aspal efektif. Untuk mengetahui banyaknya aspal dengan kertas karton 50 x 50 cm yang telah ditimbang diletakkan pada permukaan base course dan dihamparkan dengan aspal sesuai dengan prosedur pelaksaan. Untuk penghamparan aspal. Agregat Kasar untuk Campuran Aspal Agregat kasar harus memenuhi gradasi yang disyaratkan dan harus terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah atau campuran yang memadai dari batu pecah dengan kerikil besi. tebal.

Perlengkapan Pengukur panas Termometer yang dilindungi yang dapat digunakan dari 100°C sampai 200°C harus dipasang dalam saluran pemasukan aspal pada tempat yang tepat dekat katup pengeluaran pada unit pencampur. 2. Pemasok untuk mesin pengering (Feeder for drier) Harus disediakan pemasok untuk masing-masing agregat yang akan dipakai pada pencampuran. serta mempunyai kapasitas normal yang lebih besar daripada kapasitas pencampur (mixer). Timbangan dan rumah timbang Timbangan dan rumah timbang harus disediakan untuk menimbang truk yang bermuatan material yang siap untuk dikirim ke tempat pekerjaan. 5. Peralatan untuk penyiapan bahan aspal Tangki penyimpanan bahan aspal harus dilengkapi dengan alat pemanas dan mempertahankan material pada temperatur tertentu. 1. Pemanas dapat memakai spiral uap (steam coil). 10. dan sumber-sumbernya yang mendasari formula campuran kerja yang diterapkan. Penampung (Bins) Instalasi ini harus mempunyai tempat penyimpanan material dengan kapasitas cukup untuk memasok material ke pencampur ketika beroperasi penuh. Perbedaan minimum antara angka-angkanya dalam segala hal harus tidak melebihi dari 1 kilogram. . Sewaktu menyetujui Rumus Campuran Kerja. Pada masing-masing ruang penyimpanan harus dilengkapi katup pembuangan yang tidak akan bocor waktu ditutup. Pemasok untuk agregat halus harus dari tipe ban (belt conveyor). 8. Instalasi ini harus dilengkapi dengan alat mekanis pemasok agregat secara merata kedalam tungku pengering (drier) sehigga diperoleh produksi yang seragam dan temperatur yang merata. 6. 4. 9. sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Cara untuk memeriksa kuantitas dan kecepatan aliran dari material aspal kedalam pencampur harus disediakan. Alat pengering (drier) Instalasi ini harus mempunyai sebuah tungku pengering (drier) atau lebih yang terus menerus mengaduk agregat selama proses pengeringan dan pemanasan sampai temperatur yang disyaratkan. untuk memperoleh jumlah yang tepat dari material aspal didalam campuran dalam batas toleransi yang dipersyaratkan untuk campuran kerja. kecepatan operasi dari pompa harus disinkronkan dengan aliran agregat kedalam pencampur dengan pengendalian penguncian otomatis. Tempat penyimpanan harus mempunyai pintu untuk pengambilan sample. 11. Unit pengontrol aspal Harus disediakann suatu cara. harus memiliki kapasitas yang cukup untuk memasok mesin penghampar secara terus menerus bilamana menghampar campuran pada kecepatan normal dan ketebalan yang dikehendaki. Timbangan pada pusat pencampur Timbangan untuk menimbang material aspal harus memenuhi persyaratan sebagai timbangan agregat. 3. Instalasi pencampur aspal (AMP) harus dilengkapi dengan alat pengumpul debu (dust collector) yang lengkap yaitu sistem pusaran kering (dry cyclone) dan pusaran basah (wet cyclone) sehingga tidak menimbulkan pencemaran debu ke atmosfir. Persyaratan Peralatan Pelaksanaan Unit pencampuran (Mixing Plant) dapat berupa pusat pencampuran dengan sistem penakaran (batching) atau sistem menerus (continuous). 7. Tempat penyimpanan harus dipisahkan sekurang-kurangnya menjadi 3 kompartemen dan disusun sehingga cukup untuk masing-masing fraksi agregat. Untuk pusat pencampur menerus. Cakram pembacaan timbangan untuk menimbang material aspal harus memiliki kapasitas yang tidak lebih dari dua kali material yang akan ditimbang dan harus dibaca sampai satu kilogram yang terdekat. Peralatan timbangan dapat digunakan bila telah diperiksa dan diuji oleh instansi yang berwenang dan disetujui Direksi. Pengumpul debu (dust collector) Unit pencampur harus dilengkapi dengan alat pengumpul debu yang dibuat sedemikian rupa agar membuang dan mengembalikannya secara merata ke elevator seluruh atau sebagian dari material yang dikumpulkannya. listrik atau alat lainnya yang telah disetujui dimana api harus tidak berhubungan langsung dengan tangki pemanas. Ketentuan khusus untuk unit pencampur Batch. Katup harus dapat menutup dengan cepat dan sempurna. Direksi akan menunjuk agregat tertentu.batas-batas temperatur yang ditentukan. Ayakan Ayakan harus mampu menyaring semua agregat dengan ukuran dan proporsi tertentu. baik dengan menimbang atau mengukur aliran.

Peralatan Pengangkutan Truk pengangkut campuran bitumen harus mempunyai dasar bak logam yang rapat. . c. Pintu masuk harus dapat tertutup rapat agar material tidak bocor pada saat ditimbang. Setiap penampung harus mempunyai pintu pengontrol sehingga dapat mengukur volume material yang keluar dari setiap penampung. penghamparan atau pembentukan. minyak yang telah diencerkan. yang mempercepat pengeluaran campuran. Peralatan Pemadat Mesin pemadat harus terdiri dari dua mesin gilas baja (steel wheel roller) dan satu mesin gilas bertekanan dan semua mesin gilas harus mempunyai tenaga penggerak sendiri. Unit pencampur untuk metode menerus Alat ini mencakup pengaduk berantai (continuous mixer) dengan tipe yang disetujui. b. rata dan sudah disemprot dengan sedikit air sabun. d. Unit Pengontrol Gradasi Unit harus memiliki suatu alat untuk mengatur proporsi secara teliti masing-masing penampung dengan ukuran agregat baik dengan penimbangan atau dengan pengukuran volume. Mesin gilas yang dapat bergerak sendiri dapat dibagi dalam tipe : a. Pencampur (Mixer) Batch mixer harus menggunakan tipe twin pugmill (pengaduk putar ganda) yang disetujui dan mampu menghasilkan campuran secara merata dalam batas toleransi job-mix. bak mixer harus dilengkapi dengan tudung debu (dust hoad) untuk mencegah debu berhamburan. 15. Mesin gilas roda b. Kalibrasi dari berat pemasukan agregat Unit pengendali gradasi harus dilengkapi dengan kalibrasi bukaan pintu dengan penimbangan contoh uji dan dengan berbagai ukuran bukaan material yang tersalur di bak uji masing-masing. Kotak Penimbang atau penampung. Pembuatan dan Produksi Campuran Campuran aspal tidak boleh diproduksi bilamana tidak cukup tersedia peralatan pengangkutan. sampai penutupan pintu mixer dalam satu siklus pencampuran. c. Pengendalian waktu pencampuran Mixer harus dilengkapi dengan alat pengunci waktu yang tepat untuk mengendalikan operasi setiap siklus pencampuran. Bahan aspal harus dipanaskan dengan temperatur antara 140°C sampai 160°C didalam sebuah tangki yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya pemanasan setempat dan mampu mengalirkan bahan aspal ke alat pencampur secara terus menerus pada temperatur yang merata setiap saat. 13. Persyaratan Khusus untuk Unit Pencampur Menerus (Continuous Mixing Plants) a. minyak tanah atau kapur. Peralatan ini harus mencakup alat timbangan agregat untuk masing-masing ukuran pada bak timbangan yang digantungkan pada alat ukur penimbang. 12. Mesin gilas tandem dengan tiga subu. panasnya cukup. Peralatan Penghampar dan pembentuk Peralatan ini harus mempunyai mesin penggerak sendiri dilengkapi dengan alat perata (screed) atau alat pemadat tumbuk dan dapat menghamparkan dan membentuk permukaan campuran sesuai dengan ketentuan lebar dan ketebalan yang diperlukan. atau pekerja yang dapat menjamin kemajuan pekerjaan dengan tingkat kecepatan minimum 60 % kapasitas instalasi pencampuran. Bila pengontrol gradasi dengan volume. Alat ini akan mengunci pintu bak timbangan setelah pengisian mixer. Alat ini harus dilengkapi corong pembuang dengan pintu pembuang (dump gate). bersih. dan dapat menghasilkan campuran yang rata dalam batas toleransi (job mix tolerance). unit ini harus mempunyai sebuah pemasok (feeder) yang dipasang dibawah ruang penampung. Sinkronisasi pemasukan agregat dan aspal Harus disediakan alat yang memadai untuk menjalankan pengendalian secara timbal balik (inter locking) antara aliran agregat dari tempat penampungan (bins) dan aliran material bitumen dari meteran atau alat pengukur lainnya. Harus tersedia terpal penutup atau material lainnya dengan ukuran tertentu untuk melindungi material campuran dari pengaruh cuaca. dengan kapasitas ukur yang cukup. 14. Harus ada alat penunjuk dari pabrik mengenai volume netto isi mixer dengan skala meter yang dipasang permanen. b. Juga harus dilengkapi dengan grafik untuk menunjukan kecepatan penuangan agregat per menit pada kecepatan operasi peralatan. Bila tidak dilengkapi dengan pengumpul debu (dust collector). Kontrol ini harus dilakukan dengan alat mekanik interlocking (saling berhubungan) atau dengan metode lain yang disetujui Direksi. Kapasitas bak uji contoh (sample) tidak boleh kurang dari 50 kg. Mesin gilas dua roda c. larutan kapur untuk mencegah melekatnya campuran ke bak.a.

mengetahui detil semua sifat-sifat bahan. pengecatan. digosok. Setiap penambahan lubang yang diperlukan untuk pengaliran atau diperlukan untuk galvanisasi harus diletakkan dalam posisi yang sedemikian hingga tidak langsung tampak dan tidak mengurangi kapasitas pipa terhadap beban. tetapi tidak melampaui 14°C di atas temperatur bahan aspal. 4. 9. setara dengan Baut Jangkar Dengan Perekat Epoxy (Epoxy Bonded Stud Anchor Bolts). pipa harus dilengkapi dengan lubang yang ditunjukkan dalam Gambar. 6.. Paku jangkar jenis lainnya tidak diijinkan. kecuali jika galvanisasi ini telah mempunyai tebal minimum 80 mikron. serta bentuk penampang melintang yang disyaratkan. 2) Pengelasan. Sambungan pada panel yang berbatasan harus sangat tepat (match-marked) untuk maksud pemasangan. Bila terjadi segregasi. 2) Baut Pemegang (Holding Down Bolt) Baut pemegang harus berbentuk U dan berdiameter 25 mm memenuhi ASTM A307 atau. 3) Galvanisasi. permukaan tersebut harus diperiksa dan setiap ketidaksempurnaan yang terjadi harus diperbaiki. Semua bagian baja harus digalvanisasi sesuai dengan AASHTO M111 . koyakan atau alur pada permukaan. maka agregat harus kering dan dipanaskan terlebih dahulu dengan temperatur dalam rentang yang disyaratkan untuk bahan aspal. Pelat dasar harus dilas ke tiang-tiang untuk menghitung setiap ketinggian yang diberikan dalam Gambar dan dengan cara yang sedemikian hingga tiang-tiang ini akan tegak jika dalam posisi akhir. Semua baut pemegang harus diproteksi terhadap korosi atau digalvanisasi. Segera setelah campuran aspal dihamparkan dan diratakan. Setelah galvanisasi elemen-elemen sandaran selesai. dan sebagainya. 5. Pengelasan harus dilaksanakan oleh tenaga yang trampil. Sesaat sebelum penghamparan. Pekerjaan pengeboran dan pengelasan harus sudah selesai sebelum galvanisasi. Penggilasan awal atau pemecahan dan penggilasan akhir atau penyelesaian harus seluruhnya dilakukan dengan mesin gilas roda baja. Mesin gilas pemecah harus beroperasi dengan roda penggerak berada diarah mesin penghampar. elevasi. selanjutnya akan dilaksanakan (setelah semua karat. Fabrikasi umumnya harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dari Baja Struktur. tiang sandaran. sepatu (screed) alat penghampar harus dipanaskan. SANDARAN (RAILLING) Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan. Garis.90 atau standar lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. . pelat dasar. Lapisan yang terekspos harus dikupas. PERALATAN 1) Umum. Agar kondensasi uap air dapat lolos setelah fabrikasi sebelum galavanisasi. galvanisasi yang mengelupas. Campuran aspal harus dihampar dan diratakan sesuai dengan kelandaian. dengan cara yang ahli. Alat penghampar harus dioperasikan dengan suatu kecepatan yang tidak menyebabkan retak permukaan. fabrikasi dan pemasangan sandaran baja untuk jembatan dan pekerjaan lainnya seperti galvanisasi. pengelasan atau pengeboran tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan Direksi Pekerjaan. Pipa harus digalvanisasi luar dan dalam. Perbaikan galvanisasi. Sambungan memanjang maupun melintang pada lapisan yang berurutan harus diatur sedemikian rupa sehingga sambungan pada lapis satu tidak terletak segaris yang lainnya. uap air. atau bentuk ketidakrataan lainnya pada permukaan. 2. Atas perintah Direksi Pekerjaan. dikikir dan dibersihkan untuk mendapatkan penampilan yang bersih sebelum digalvanisasi. Pengukuran Hasil Pekerjaan dan Dasar Pembayaran Kualitas diukur untuk pembayaran campuran aspal didasarkan pada pengaturan untuk bahan lapisan permukaan. maka alat penghampar harus dihentikan dan tidak boleh dijalankan lagi sampai penyebabnya ditemukan dan diperbaiki.90 Galvanizing. Bahan untuk sandaran jembatan harus baja rol dengan tegangan leleh 2800 kg/cm2 memenuhi AASHTO M183 . Kontraktor harus menguji baja rol di instasi pengujian yang disetujui bilamana tidak terdapat sertifikat pabrik pembuatnya. misalnya Lataston. Penggilasan campuran harus terdiri dari tiga operasi yang berbeda sebagai berikut : 7. Kecepatan alat pemadat tidak boleh melebihi 4 km/jam untuk roda baja dan 15 km/jam untuk ban angin dan harus selalu dijaga rendah sehingga tidak mengakibatkan bergesernya campuran panas tersebut. 3. XIV. AC jumlah meter persegi dari material yang dihampar dan diterima. sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan dan memenuhi Spesifikasi BAHAN 1) Baja. kecepatan dan arah penggilasan tidak boleh diubah secara tiba-tiba atau dengan cara yang menyebabkan terdorongnya campuran aspal. minyak dan benda-benda asing lainnya telah dibersihkan) dengan 3 lapis cat dasar serbuk seng (zinc dust) yang bermutu tinggi dan awet seperti yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. koyakan. 8. yang dihitung sebagai hasil perkalian dari panjang penampang yang diukur lebar yang diterima.Bila agregat akan dicampur dengan bahan aspal. permukaan yang akan dihampar harus dibersihkan dari bahan yang lepas dan yang tidak dikehendaki dengan sapu mekanis yang dibantu dengan cara manual bila diperlukan. Sebelum memulai penghamparan. Penggilasan sekunder atau antara harus dilakukan dengan mesin gilas ban dan angin. Sandaran harus difabrikasi di bengkel yang disetujui. Penghamparan campuran 1. bila disetujui oleh Direksi Pekerjaan. baut pemegang.

lampu pengatur lalu lintas. XV. pengencangan dan penunjangan yang diperlukan. Pekerjaan pemasangan perlengkapan jembatan harus meliputi semua penggalian. perasi-operasi yang dilaksanakan menurut Pekerjaan !arian dapat terdiri dari pekerjaan jenis apapun se"agaimana yang ditunjukkan atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan# dan dapat mencakup pekerjaan tam"ahan dari drainase# galian# tim"unan# sta"ilisasi# pengujian# pengem"alian (restitution) perkerasan lama ke "entuk semula# pelapisan ulang# struktur atau pekerjaan lainnya. Pengajuan Kesiapan Kerja a) Sebelum memesan bahan “khusus” (tidak terdapat dalam Harga Satuan Dasar yang tercantum dalam Penawaran). Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan daftar pekerjaan harian untuk disetujui. pengukuran dilaksanakan dalam meter panjang yang diambil sepanjang permukaan atas pegangan (hand rail). c) Kontraktor harus menyerahkan tagihan Pekerjaan Harian 2) BAHAN DAN PERALATAN 1) Bahan . pondasi. pemasangan. kerb. merakit dan memasang perlengkapan jalan baru atau penggantian perlengkapan jalan lama seperti rambu jalan. alinyemen yang benar dan lendutan balik (camber) pada seluruh panjang. baut pemegang. Pengukuran harus dilaksanakan sepanjang permukaan elemen-elemen sandaraan antara pusat-pusat tiang tepi dan harus termasuk semua tiang-tiang bagian tengah. jenis dan material yang digunakan disesuaikan dengan Spesifikasi dan gambar rencana ataupun petunjuk direksi teknis. penyangga sandaran dan elemen-elemen ujung. Sandaran harus dipasang dengan hati-hati sesuai dengan garis dan ketinggian yang ditunjukkan dalam Gambar. mata kucing.Glass Beadst diberikan segera setelah cat marka selesai disemprotkan Jenis Perlatan yang digunakan : 1. rel pengaman. dan sesudah melakukan pemesanan bahan harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan kwitansi atau bukti lain sebagaimana diperlukan untuk membuktikan jumlah yang dibayar. Urutan Pekerjaan : . MARKA JALAN Pekerjaan dini dilaksanakan setelah pekerjaan overlay dilaksanakan. patok kilomater. panel-panel yang dimasukkan dan setiap perlengkapan lain yang diperlukan untuk menyelesaikan sandaran. lampu penerangan jalan dan pengecatan marka jalan baik pada permukaan perkerasan lama maupun yang selesai di-overlay. Tidak ada pembayaran tersendiri yang dibuat untuk pelat dasar. Persetujuan dari Direksi Pekerjaan harus diperoleh sebelum sandaran dimatikan. Mesin Marka Jalan atau dengan Mal 3.4 Baja Struktur. Air compressor untuk membersihkan debu dari permukaan 2.Permukaan dibersihkan dari debu/kotoran. PENGEMBALIAN KONDISI UMUM Pekerjaan ini meliputi memasok. dan catatan tersebut harus ditandatangani oleh Direksi Pekerjaan untuk pengesahan atas mata pembayaran dan kuantitas yang akan ditagihkan. paku jalan. penjangkaran. 1) PEKERJAAN HARIAN Uraian Pekerjaan ini mencakup operasi-operasi yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan yang semula tidak diperkirakan (atau disediakan dalam Daftar Kuantitas dari Divisi 1 sampai 8) tetapi diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan untuk penyelesaian Pekerjaan yang memenuhi ketentuan. Sandaran baja harus diukur untuk pembayaran dalam jumlah meter panjang sandaran dari jenis yang ditunjukkan dalam Gambar. Truck XVI. penimbunan kembali. XVII. .Cat disemprotkan dengan compressor di atas maal triplek yang dipasang di permukaan jalan . patok pangarah. Untuk tangga. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN 1) Cara Pengukuran. Kontraktor akan memberitahukan Direksi Pekerjaan bilamana pemeriksaan dan persetujuannya diperlukan. selesai di tempat dan diterima. trotoar. pada lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.PELAKSANAAN Pemasangan harus sesuai dengan Seksi 7. Sandaran harus disetel dengan hati-hati sebelum dimatikan agar dapat memperoleh sambungan yang tepat. b) Kontraktor harus menyerahkan catatan tertulis tentang waktu yang digunakan oleh pekerja dan peralatan instalasi serta kuantitas bahan yang digunakan untuk Pekerjaan Harian pada akhir dari setiap hari kerja.

07 Februari 2007 PT. Bilamana dapat dilaksanakan. Ringkasan jam kerja untuk semua pekerja. maka mutu bahan harus seperti diperintahkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. bersama dengan seluruh data penunjangnya. d) Direksi Pekerjaan akan menandatangani dan memberikan tanggal Perintah Pekerjaan Harian sebagai perintah bagi Kontraktor untuk melaksanakan peker-jaan tersebut. Dalam kedua hal tersebut. produk atau layanan yang digunakan dalam Pekerjaan seperti diperintahkan dalam Variasi (Pekerjaan Tambah/Kurang) Direksi Pekerjaan akan memeriksa dan mengesahkan tagihan Pekerjaan Harian Kontraktor sebagai bagian dari permohonan Pembayaran Sertifikat Bulanan sesuai dengan Pasal-pasal yang berkaitan dari Syarat-syarat Kontrak tentang pengesahan dan pembayaran. pada permohonan pembayaran sementara (interim payment). Tagihan Atas Pekerjaan Harian a) Setelah setiap perintah untuk pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan Peker-jaan Harian telah selesai. Apabila pekerjaan sudah selesai dilaksanakan. melalui Sertifikat Bulanan.JO IR. perintah ini akan menguraikan batas dan sifat dari pekerjaan yang diperlukan dengan lampiran Gambar atau Dokumen Kontrak yang telah direvisi untuk menentukan detil pekerjaan. proses ini dilaksanakan pada saat pekerjaan telah seselai 100% Dan pekerjaan laiinnya yang tidak disebutkan dalam metode pelaksanaan dikerjakan secara simultan oleh kontraktor. b) Untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan dimana Harga Satuan Pekerjaan Harian sudah dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. dan akan disertai dengan Variasi (Pekerjaan Tambah/Kurang) mencakup Harga Satuan baru atau tambahan yang disetujui. Ringkasan jam kerja untuk semua peralatan yang digunakan. maka perintah ini akan dirujuk silang ke. dan akan menentukan metode untuk menetapkan harga akhir dari Pekerjaan yang diperintahkan. MITRA PERKASA JAYA – ROY. FACHRI MUDA DALAM KUASA JO . Data penunjang untuk tagihan Pekerjaan Harian ini harus termasuk semua catatan harian yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan ditambah semua informasi tambahan lainnya yang diminta oleh Direksi Pekerjan seperti : 3) i) ii) iii) iv) v) b) Salinan Surat Perintah Pekerjaan Harian dari Direksi Pekerjaan. Peralatan Seluruh peralatan yang digunakan dalam Pekerjaan Harian harus memenuhi ketentuan dari Seksi yang bersangkutan dari Spesifikasi ini dan harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum pekerjaan dimulai. dan jika perlu. Ringkasan dari tanggal dan waktu pekerjaan diselesaikan dan oleh siapa. Medan. PELAKSANAAN PEKERJAAN HARIAN 1) Perintah Pekerjaan Harian a) Pekerjaan Harian dapat diminta (requested) secara tertulis oleh Kontraktor maupun diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Untuk bahan yang tidak disyaratkan secara terinci dalam Spesifikasi ini. kwitansi dan surat tanda terima setiap bahan khusus. setelah suatu Variasi (Pekerjaan Tambah/Kurang) yang ditandatangani. dan Kontraktor harus melengkapi tagihan Pekerjaan Harian ini. Kontraktor diharuskan menyiapkan tagihan mata pembayaran untuk pekerja. maka kontraktor akan mengajukan surat permohonan untuk Serah Terima Pertama Pekerjaan (PHO). Demikian Metode Pelaksanaan ini diperbuat dengan sebagaimana mestinya agar menjadi pedoman untuk pelaksanaan pekerjaan dilapangan.2) Seluruh bahan yang digunakan dalam Pekerjaan Harian harus ketentuan mutu dan kinerja yang diberikan dalam Seksi yang bersangkutan dari Spesifikasi ini. peralatan dan bahan yang diperlukan untuk melak-sanakan Pekerjaan Harian. pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum diterbitkan suatu Perintah Pekerjaan Harian oleh Direksi Pekerjaan. c) Untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan dimana diperlukan persetujuan terlebih dahulu atas Harga Satuan Pekerjaan Harian yang baru atau tambahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful