Tugas PJOK

Nama:M.Abi Fauzan Kelas:6-D

Perkembangan senam irama atau senam ritmis bersamaan dengan datangnya perubahan di bidang seni panggung. Dalam hal ini ditekankan pada Senam Kesegaran Jasmani (SKJ). Ia . Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) dan Senam Ria Anak Indonesia (SRAI). seni musik dan seni tari.PENGARUH SENAM MENGGUNAKAN ALAT MUSIK LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN Landasan Teori Hakikat Senam Irama Senam irama yang sering kita lakukan adalah senam poco-poco. Teknik Alat Musik Pengaruh musik ke dalam senam dibawa oleh dalcroze melalui latihan jasmani. Modus Pintar (2011:33) Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) senam ini ternyata mampu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmani seseorang jika secara teratur dilaksanakan. Selain untuk melatih koordinasi gerak tangan dan kaki. (5) mudah dilakukan oleh anak-anak karena pola gerak sesuai kemampuan motorik anak. nyanyian maupun hitungan. (6) musik pengiring yang menarik sehingga memotivasi anak untuk bergerak. Prinsip-prinsip senam SKJ adalah: (1) waktu pelaksanaan tidak lebih dari 15 menit. (3) mengikuti irama perkalian delapan. serasi dengan musik pengiring dengan pola gerak tidak berpindah tempat dan berpindah tempat. Sedangkan irama yang dimaksud dapat berupa iringan musik. senam chacha. (4) urutan gerakan sistematis. senam irama juga berguna untuk kesehatan dan sebagai sarana hiburan (Modus Pintar 2010:44). (2) gerakan sederhana dan meliputi seluruh bagian badan.Karena manfaatnya yang besar SKJ dapat diajarkan di sekolah-sekolah dasar karena gerakannya mudah dipraktekkan oleh siswa. Dengan demikian gerakan senam irama berupa gerakan-gerakan yang kreatif. (7) dapat dilakukan laki-laki dan perempuan. (8) indah dan menarik. Pola gerak dengan mengikuti irama yang teratur akan menghasilkan keindahan gerak. Walaupun banyak mengalami perubahan gerak dari waktu ke waktu namun pada intinya sama. Ia adalah seorang guru musik pengaruh musik ke lapangan latihan jasmani.

Pada dinamik lembut. bunyikan alat dengan lembut. dan model irama. ataupun dikocok. Gerak jasmani dapat membawa ke pemusik lebih baik. bergiliran mencapai klimaks secara berangsur-angsur. misalnya drum. Narimo. kastanyet. Latihanlatihannya melalui gerak jasmani. Menurut Dalcroze dalam Suyati (1995:751) musiklah yang lebih penting. meliputi gaya berat dan gaya pusing. Cara memainkan alat musik ritmis dengan dipukul. meliputi seluruh badan. Jadi pendapatnya merupakan sistem pendidikan jasmani. Eka Katminingsih (2010:34) alat musik ritmik adalah alat musik tak bernada. Meskipun Dalcroze mementingkan musik dari pada gerak tubuh.berpendapat bahwa tema-tema dapat dinyatakan dengan gerak-gerak jasmani. rebana. Musik merupakan alat pengiring agar anak-anak mendapatkan perangsang psikis membebaskan tekanan jiwa. baik dipukul dengan tangan maupun dengan alat. simbal. karakter. tamborin. latihan jasmani hanya untuk alat pendidikan musik. begitu pula pada dinamik keras. Alat musik ritmik. Dengan demikian. Kecepatan lagu bisa ditentukan oleh alat musik ritmik. Alat musik merupakan suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan mengahasilkan musik Seni Musik SMP (2006:122). Yang dimaksud oleh dia ialah untuk belajar agar lebih mudah dapat menyesuaikan irama musik harus berlatih. sesuai kecepatan permainan dengan jenis lagu. Gerakan yang dikehendaki Bode adalah: sesuai dengan hukum-hukum biologis dan fisiologis dapat dipertanggungjawabkan. Alat musik ritmis hanya bisa memainkan irama dalam lagu. Sebelum memainkan alat musik ritmik perlu pengaturan alat agar menghasilkan suara sebaikbaiknya. Dengan gerakan-gerakan tersebut di atas Bode menginginkan dapat memperkuat dan memperkembangkan ritme serta batin. triangel. Kerangka Berpikir . Bode lebih mengutamakan gerak di bawah pengaruh intuisi. karena gerak ini lebih menjiwai. kendang. peregangan dan pengenduran otot secara tepat. tetapi ini merupakan modal sebagai dorongan terciptanya senam irama. Bode dalam Suyati (1995:752) berpendapat bahwa musik kurang penting tetapi pernyataan tentang isi jiwa dengan gerakan-gerakan yang ritmis. bermain alat musik ritmik perlu memperhatikan tanda-tanda yang terdapat dalam lagu misalnya dinamik dan tempo.

Hipotesis Tindakan . Pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran senam irama adalah dengan pendekatan musik. Gerakan harus ekonomis dan kerja otot secukupnya tidak berlebihan. dan gerakan pendinginan untuk kesehatan. Hal tersebut perlu dicarikan solusi pemecahannya. Salah satu kemampuan peserta didik yang mendasar adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri melalui gerakan. Baik dan tidaknya gerak tergantung kepada kesadaran akan gerak. dan gerakan pendinginan. Alasan dilakukannya penelitian tindakan kelas ini. dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Henrich Medau (1929) syarat gerak yang baik adalah gerak keseluruhan dan gerak yang berirama. gerakan inti. Pernafasan sangat penting untuk melakukan gerakan yang baik. Pemanfaatan musik dalam senam irama ini adalah untuk mengkoordinasi gerakan pemanasan. Rendahnya kemampuan senam irama peserta didik ditunjukkan dengan hasil evaluasi awal pembelajaran dan perilaku serta respon mereka cenderung pasif pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Berdasarkan gerak. Syarat yang penting dalam gerakan adalah rileks atau lepas. seni musik. Semua gerakan harus dimengerti. Oleh karena itu.Perkembangan senam irama atau senam ritmis bersamaan dengan datangnya perubahan dibidang seni panggung. seseorang harus memiliki keterampilan senam irama agar dapat melaksanakan gerakan pemanasan. gerakan inti. dan seni tari. senam irama merupakan keterampilan untuk koordinasi gerakan pemanasan. Pendekatan musik merupakan teknik yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar mencapai tujuan belajar tertentu. dan gerakan pendinginan secara baik dan benar. Salah satu solusi yang digunakan untuk mengatasi kesulitan dalam masalah tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan dalam pembelajarannya yang tepat agar peserta didik dapat termotivasi. yaitu adanya fenomena rendahnya ketrampilan senam irama pada peserta didik. sebab gerakan yang tidak dimengerti akan menjadi gerakan yang salah. Musik menggugah emosi untuk mengisi gerakan dan gerakan menggugah kembali emosi. gerakan inti. serta sarana hiburan.

teknik tes ini diberikan kepada peserta didik setiap mengakhiri siklus pembelajaran. Tes ini digunakan untuk mengetahui kompetensi peserta didik dalam senam irama. yaitu Juli 2010 sampai September 2010. baik siklus I maupun siklus ke II. dan kolaborator dalam proses pembelajaran. gerakan inti. selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif. afektif. Penelitian tindakan dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Karangmojo 01 Kelas III semester I tahun pelajaran 2010/2011.indikator kerja. METODE PENELITIAN Seting Penelitian. Tehnik Pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. guru. efisien dan kerja sama antara peserta didik. Penetapan kelas III didasarkan pada pertimbangan hasil diskusi teman sejawat (kolaborasi) yang berpendapat dalam berolah raga terutama melakukan senam irama tersebut mempunyai nilai rata-rata rendah. lembar observasi dan lembar penilaian untuk mengukur indikator . hipotesis tindakan pada penelitian ini yaitu peningkatan keterampilan senam irama pada peserta didik kelas III Sekolah Dasar Negeri Karangmojo 01 Weru Sukoharjo meningkat setelah digunakan pendekatan melalui musik dalam kegiatan belajar mengajar yang ditandai terjadi perubahan perilaku ke arah positif yaitu peserta didik menjadi lebih aktif dan antusias dalam melakukan senam irama sehingga mampu melakukan gerakan pemanasan. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah keterampilan senam irama dengan memperhatikan unsur-unsur pembangun pada senam irama. dari setiap siklus didapat data kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah keterampilan senam irama peserta didik kelas III Sekolah Dasar Negeri Karangmojo 01 pada tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah 33 yang terdiri dari 15 siswa dan 18 siswi . sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif. Intrumen nontes yang digunakan adalah pengukuran kinerja kognitif. . maupun psikomotorik.Berdasarkan landasan teoretis dan kerangka berpikir. Penelitian direncanakan selama tiga bulan. dan gerakan pendinginan untuk dapat mengikuti senam irama dengan benar.

Prosedur Penelitian. dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 75%. Disamping itu peningkatan kompetensi belajar diharapkan 75%. Penilaian hasil keterampilan senam irama didasarkan pada pedoman yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini . Target hasil belajar nilai tertulis minimal 75 sesuai dengnan KKM sekolah. Guru berperan sebagai pembimbing. Siklus ke II pembelajaran masih menerapkan teknik mengunakan musik.Indikator Kinerja. Tahapan pelaksanaan sebagai berikut: siklus I pembelajaran sudah menerapkan teknik menggunakan musik dengan menggunakan lembar diskusi peserta didik. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. namun dengan penambahan motivasi. kemudian peserta didik mengerjakan secara kooperatif.