PROPOSAL

PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PETERNAKAN Tahun 2011

SUB KEGIATAN PENYELAMATAN SAPI BETINA PRODUKTIF TAHUN 2011

KELOMPOK TANI TERNAK ”LESTARI” DESA GEDAREN KECAMATAN JATINOM KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH 2011

KELOMPOK TANI TERNAK ”LESTARI” DESA GEDAREN KECAMATAN JATINOM KABUPATEN KLATEN Klaten, 03 Januari 2011

Nomor : /MA/01/11 Lampiran : 1 (satu) bundel Perihal : Bantuan Kegiatan Penyelamatan Sapi Betina Produktif Tahun 2011

Kepada Yth. Direktur Jenderal Peternakan dan Keswan Kementerian Pertanian RI di JAKARTA

Dengan hormat, Kami yang bertanda tangan di bawah ini Ketua kelompok Tani Ternak “Lestari” Desa Gedaren Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten. Bersama ini kami mengajukan permohonan bantuan dana talangan penyelamatan sapi betina produktif dan sarana prasarana kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI di Jakarta sebesar Rp. 472.000.000 (Empat ratus tujuh puluh dua juta rupiah) pada Tahun Anggaran 2011. Dana yang kami terima akan kami kelola sesuai petunjuk Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dan Dinas Pertanian Kabupaten Klaten. Besar harapan kami atas terkabulnya permohonan ini demi tercapainya program pencapaian swasembada daging sapi melalui penyelamatan sapi betina produktif di masyarakat dan peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani ternak.

Kepala Desa Gedaren

Ketua Kelompok Tani Ternak

SUNARTO “Mengetahui” An. Kepala Dinas Kepala Bidang Peternakan

GUNAWAN Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Jatinom

IR. SRIMURYANI DA, MSi NIP. 19621003 198608 2 002

BASUKI RAHMAD, A.Md NIP. 19640708 200701 1 016

Tembusan disampaikan kepada : 1. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah; 2. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten; 3. Arsip

LATAR BELAKANG Kabupaten Klaten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah 65.556 Ha dimana areal pertanian mencakup 33.437 Ha terbagi dalam 26 kecamatan dan jumlah penduduk 1.296.987 jiwa. Wilayah Kabupaten Klaten terbagi dalam 3 dataran, yang terdiri dari : dataran lereng Gunung Merapi, dataran rendah dan dataran gunung berkapur. Sektor pertanian diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam mengujudkan Visi Kabupaten Klaten yang “TOTO TITI TENTREM KARTORAHARJO”. Pertanian dalam arti luas dan Sub sektor peternakan menjadi tumpuan utama bagi sebagian besar masyarakat pedesaan. Jumlah populasi, produksi dan produktifitas dalam skala rumah tangga serta masih rendahnya tingkat pengolahan dan pemasaran hasil produksi merupakan kondisi peternakan di Kabupaten Klaten. Tujuan pemeliharaan sapi di peternak rakyat bukan berdasarkan siklus produksi yang ada, sehingga sewaktu-waktu peternak membutuhkan uang tunai SBP yang dimiliki akan dijual. Sebagian besar sapi jantan dari daerah sumber bibit seperti NTT, NTB, Bali, Jatim, Jateng, DIY, Sulsel dan daerah lainnya dijual ke Surabaya, Jakarta, Jawa Barat dan Banten atau Kalimantan. Hal ini mengakibatkan rumah potong hewan (RPH) di wilayah sumber ternak ini kesulitan memperoleh sapi siap potong, sehingga banyak SBP dipotong untuk memenuhi kebutuhan daging penduduk setempat. Pelarangan pemotongan SBP dan pengantar-pulauan sapi bibit menyebabkan SBP tidak laku dijual sehingga harga SBP lebih rendah dibandingkan dengan sapi jantan. Kondisi ini menyebabkan pemotongan

SBP di wilayah sumber bibit atau gudang ternak sangat besar, diperkirakan secara nasional telah mencapai sekitar 150-200 ribu ekor per tahun. Pemotongan SBP sejak lama telah dilarang, dan berdasarkan UU No. 18/2009 dapat dikenakan sangsi administrasi (denda) maupun hukuman kurungan yang cukup berat. Namun sampai saat ini sangsi tersebut belum ditetapkan. Pemotongan SBP banyak dilakukan di RPH resmi secara terang-terangan atau dengan cara melukai ternak agar SBP tidak layak untuk dikembang-biakkan. Pemahaman dan kesadaran dari seluruh pemangku kepentingan masih sangat beragam, sehingga perlu tindakan konkrit yang lebih operasional. Pengembangan SBP harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi lintas sub sektor maupun sektoral baik di tingkat pusat maupun daerah. Guna penyelamatan SBP perlu adanya lembaga keuangan yang mampu memberi kredit maupun dana talangan kepada peternak yang memerlukan uang dan akan menjual SBP. Penjaringan dilakukan sejak tahap awal di peternak dengan memberdayakan kelembagaan yang ada (kelompok ternak, koperasi) dan juga intensifikasi penyuluhan. Selain itu perlu dilakukan transmigrasi SBP sebagai calon bibit dari wilayah padat ke wilayah kurang ternak.

TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai yaitu untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan penyelamatan sapi betina produktif melalui: (1) Penyelamatan sekaligus pengawasan dan pencegahan pemotongan sapi betina produktif secara efektif. (2) Terbinanya kelompok / unit usaha budidaya perbibitan dan penggemukan sapi potong secara efektif. (3) Terjaganya struktur populasi sapi betina produktif sehingga dapat menjamin kontinuitas peningkatan populasi yang optimal.

(4) Meningkatkan produksi sapi potong dengan memenuhi permintaan daging yang kebutuhannya semakin meningkat. (5) Pemberdayaan masyarakat di bidang pengembangan usaha ternak sapi potong. (6) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani peternak sapi. (7) Menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa.

MANFAAT KEGIATAN Manfaat dari kegiatan Penyelamatan Betina Produktif adalah : (1) Terselamatkannya sapi yang melahirkan kurang dari 5 (lima) kali atau berumur dibawah 8 (delapan) tahun, atau sapi betina yang berdasarkan hasil pemeriksaan reproduksi dokter hewan atau petugas teknis yang ditunjuk di bawah pengawasan dokter hewan dan dinyatakan memiliki organ reproduksi normal serta dapat berfungsi optimal sebagai sapi induk. (2) Terbinanya kelompok / unit usaha budidaya perbibitan dan penggemukan sapi potong secara efektif. (3) Terpenuhinya kebutuhan daging di masyarakat. (4) Memberikan kesempatan berusaha kepada masyarakat desa. (5) Meningkatkan pendapatan masyarakat desa khususnya anggota kelompok.

RENCANA KEGIATAN Berdasarkan analisa potensi desa dan permasalahan yang dihadapi kelompok untuk pelaksanaan kegiatan penyelamatan betina produktif ini telah di bahas dalam musyawarah anggota kelompok dan dari musyawarah tersebut berhasil memutuskan beberapa kegiatan yang akan di laksanakan antara lain : (1) Rehabilitasi kandang sapi kelompok dan mempersiapkan peralatan-peralatan yang akan digunakan dalam pemeliharaan sapi; (2) Membeli sapi betina produktif yang disertai surat keterangan status kesehatan dan reproduksi;

(3) Menyediakan stok sapi siap potong untuk pengganti sapi betina yang diselamatkan; (4) Memelihara / mengelola sapi betina secara optimal hingga terjadi kebuntingan dan terjamin sehat; (5) Menjual sapi betina produktif yang telah bunting 3-5 bulan dan sehat kepada pembeli baik kelompok, koperasi, swasta maupun masyarakat umum; (6) Uang hasil penjualan dikelola sebagai asset kelompok yang bersifat abadi dan selanjutnya digunakan untuk penyelamatan sapi betina produktif berikutnya; (7) Keuntungan dari hasil pemeliharaan dan penjualan sapi betina produktif bunting dibagi untuk kesejahteraan kelompok dengan sebagian dikembangkan untuk penambahan modal usaha; (8) Membuat laporan kegiatan (jumlah ternak yang dibeli, dijual/sebar, suplai sapi siap potong) setiap bulan yang disampaikan kepada Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/kota setempat; (9) Mengembangkan kerja sama dan usaha yang bergerak di bidang peternakan dalam rangka optimalisasi agribisnis berbasis ekonomi kerakyatan.

LOKASI KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan Penyelamatan Betina Produktif dialokasikan di Desa Gedaren , Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.

PEMBIAYAAN Dalam rangka tercapainya kegiatan Penyelamatan Betina Produktif, berikut kami sampaikan kebutuhan serta alokasi dana yang diperlukan. No A. 1 2 3 4 5 6 7 Kegiatan dan Jenis Belanja Belanja Barang Pengadaan betina produktif Pengadaan sapi bakalan Perbaikan kandang Obat-obatan dan IB Pengolahan limbah ternak Pengembangan HMT Pakan Konsentrat Satuan Harga Satuan (Rp) 9.000.000 7.800.000 30.000.000 6.000.000 6.000.000 6.000.000 22.000.000 Jumlah Harga (Rp) 225.000.000 156.000.000 30.000.000 6.000.000 6.000.000 6.000.000 22.000.000

25 ekor 20 ekor 1 unit 1 paket 1 unit 1 paket 1 paket

8 Alsin 9 Pemeriksaan kebuntingan 10 Administrasi kelompok

1 unit 1 paket 1 paket

9.000.000 10.000.000 2.000.000

9.000.000 10.000.000 2.000.000

Jumlah

472.000.000

Sumber dana dan pembiayaan diperoleh dari Bantuan pemerintah melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI dan Swadaya kelompok.

PELAKSANAAN KEGIATAN Sesuai hasil musyawarah kelompok, penanggung jawab pelaksana kegiatan sebagai berikut : 1. Nama Kelompok 2. Sekretariat kelompok : : Lestari Desa Gedaren , Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten 3. Kegiatan rutin Pertemuan : kelompok setiap malam minggu legi Simpan pinjam No Nama Alamat Jabatan dalam Kelompok 1Gunawan 2Haryono 3Sumarjo 4Suwarno Surobayan, Gedaren, Jatinom Ketua Surobayan, Gedaren, Jatinom Sekretaris Surobayan, Gedaren, Jatinom Bendahara Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Keterangan

5Sugeng Purwanto Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota 6Waluyo 7Suyahyo 8Dayanto Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota

9Tunggal 10Triyono 11Warno Utomo 12Dayani 13Sumardi 14Nyoto Ketrimo 15Susanto

Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota Surobayan, Gedaren, Jatinom Anggota

PENUTUP Demikian proposal yang kami ajukan semoga menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan Bidang Pertanian Sub Sektor Peternakan di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah tahun 2011.