“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam

rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

SNI 2827:2008

Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir

Standar Nasional Indonesia

ICS 93.020

Badan Standardisasi Nasional

“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

.................2 Kalibrasi ...............................................................2 Perlawanan geser (fs).......................................................................................2........................................................1........................................ 5.............................................2..........................2 Prosedur perhitungan ......... 3............................................................................................... 5................................................. 4.............2.............. i i iii iv 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6 7 7 7 7 7 8 8 8 10 10 10 10 ............. 3....... 5................................................................................................................................................... 3...............3 Petugas ..............4 Geseran total (Tf) .............. 4... 5..........................1 Perlawanan konus (qc) ..... 4 Cara pengujian ........ 3.1 Rumus-rumus perhitungan ................................................ Pendahuluan ....................................................................... 5.....1........ 3.......................2...............................................................................1 Persiapan pengujian ........................... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Daftar isi .................................................................................................................................................................................... 4.....6 Mesin pembeban hidraulik .....................................................................2................................... 5...........................................................2 Pengujian ............ 5 Perhitungan ...................................2.........1............................................................1 Cara perhitungan ...1 Batasan peralatan dan pengujian .....................................................................1 Konus ........ 4...............................................................................3 Angka banding geser (Rf).......................................... 5...................................................................................... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar................1..............1.................... 3................................................2 Pembacaan hasil pengujian ...........................................SNI 2827:2008 Daftar isi “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.......................................... 3............1................1 Peralatan penetrometer konus ........... 1 2 3 Ruang lingkup .............. Istilah dan definisi ….... 5........ 3.....................4 Penyelesaian pengujian .................................................... 6 Laporan uji ................................................................................................. 4.......5 Batang dalam ...............................1.... 3....................1...................................................................................................................................................3 Bahan baja ...................................................................................... 3.................................1 Pengujian penetrasi konus ganda.............2 Selimut bidang geser ......... Pedoman.............................................................................. Ketentuan dan persyaratan ..............4 Pipa dorong.1... 3..............................1................................2 Prosedur pengujian................................................................................ Prakata ................................2............... 3..............................3 Pengulangan langkah-langkah pengujian ........................................................................4 Penanggung jawab pengujian ......................2 Cara penggambaran hasil uji penetrasi konus...........................2................................................. 4...........................2...........2.......................................

................................ Pedoman.............................. Lampiran C Tabel daftar deviasi teknis dan penjelasannya (informatif) ....... Bibliografi ...........................SNI 2827:2008 Lampiran A Bagan alir cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir (normatif) ........ 11 12 16 17 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan...................... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” ii ......... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar................. Lampiran B Contoh formulir uji penetrasi konus statik (sondir) (informatif) ................

Standar ini disusun oleh Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil pada Sub Panitia Teknk Bidang Sumber Daya Air. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Standar berjudul Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir merupakan revisi dari SNI 03-2827-1992. perbaikan gambar dan pembuatan contoh formulir. penjelasan rumus.SNI 2827:2008 Prakata “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Pedoman. penambahan dan revisi beberapa materi mengenai Persyaratan dan Ketentuan serta cara pengujian. pakar dan lembaga terkait. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. dengan perubahan pada judul. penambahan Istilah dan definisi. pembuatan bagan alir. Metode Pengujian Lapangan dengan alat sondir. Tata cara penulisan disusun mengikuti PSN 08:2007 dan dibahas pada forum rapat konsensus pada tanggal 16 November 2006 di Bandung dengan melibatkan para nara sumber. iii .

Pedoman. perlawanan geser (fs). bidang geser. Dalam melakukan uji penetrasi lapangan ini digunakan metode pengujian lapangan dengan alat sondir (SNI 03-2827-1992) yang berlaku baik untuk alat penetrasi konus tunggal maupun ganda yang ditekan secara mekanik (hidraulik). para pendesain bangunan dan pihak-pihak terkait lainnya. yang dapat dipergunakan untuk interpretasi perlapisan tanah dan bagian dari desain fondasi. Parameter tersebut berupa perlawanan konus (qc). Parameter perlawanan penetrasi dapat diperoleh dengan berbagai cara. iv . batang dalam. dan geseran total tanah (Tf). angka banding geser (Rf). mesin pembeban hidraulik. pipa dorong. dengan alat sondir (penetrasi quasi statik).SNI 2827:2008 Pendahuluan “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Tujuannya adalah untuk memperoleh parameter-parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah di lapangan. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Standar ini diharapkan bermanfaat bagi para laboran atau tenaga teknisi yang berhubungan dengan penyelidikan geoteknik. dan perlengkapan lainnya. perlu disusun revisi standar berjudul “Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir”. Cara uji ini dimaksudkan sebagai pegangan dan acuan dalam uji laboratorium geser dengan cara uji langsung terkonsolidasi dengan drainase pada benda uji tanah. Mengingat diperlukannya parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah di lapangan untuk keperluan interpretasi perlapisan tanah dan bagian dari desain fondasi suatu bangunan. Peralatan uji penetrasi ini antara lain terdiri atas peralatan penetrasi konus. bahan baja. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Dalam desain struktur tanah fondasi sering dilakukan analisis stabilitas dan perhitungan desain fondasi suatu bangunan dengan menggunakan parameter tanah baik tegangan total maupun tegangan efektif.

Parameter tersebut berupa perlawanan konus (qc). perhitungan parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Cara uji ini berlaku baik untuk alat penetrasi konus tunggal maupun ganda yang ditekan secara mekanik (hidraulik).7 penyondiran serangkaian pengujian penetrasi yang dilakukan di suatu lokasi dengan menggunakan alat penetrasi konus. untuk memperoleh parameter-parameter perlawanan penetrasi lapisan tanah di lapangan. 2. 2. 2. dinyatakan dalam persen. Pedoman. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir. dan geseran total tanah (Tf). laporan uji. angka banding geser (Rf).SNI 2827:2008 Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. persyaratan peralatan dan pengujian. yang dapat digunakan untuk interpretasi perlapisan tanah yang merupakan bagian dari desain fondasi. perlawanan geser (fs).1 angka banding geser (Rf) perbandingan antara perlawanan geser dan perlawanan konus (fs/qc).6 penetrometer konus tunggal alat penetrasi konus dengan sondir untuk mengukur komponen perlawanan ujung terhadap gerakan penetrasi.3 kekuatan geser tanah tahanan atau tegangan geser maksimum yang dapat ditahan oleh tanah pada kondisi pembebanan tertentu. dengan alat sondir (penetrasi quasi statik).4 konus ujung alat penetrasi yang berbentuk kerucut untuk menahan perlawanan tanah. 2 Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang berkaitan dengan standar ini adalah sebagai berikut. cara uji. dan contoh uji. 2. 1 dari 17 .5 penetrometer konus ganda alat penetrasi konus dengan sondir untuk mengukur komponen perlawanan ujung dan perlawanan geser lokal terhadap gerakan penetrasi.2 gigi dorong gigi yang mendorong penekan hidraulik melalui suatu roda gigi yang merupakan bagian dari alat ukur penetrasi. 2. 2. Standar ini menguraikan tentang prinsip-prinsip cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir meliputi: sistem peralatan uji penetrasi di lapangan dan perlengkapan lainnya. 2.

1. 2. perlawanan ini terdiri atas jumlah geseran dan gaya adhesi.9 perlawanan konus atau perlawanan daya dukung (qc) nilai perlawanan terhadap gerakan penetrasi konus yang besarnya sama dengan gaya vertikal yang bekerja pada konus dibagi dengan luas ujung konus. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 3 3.10 selimut (bidang) geser bagian ujung alat ukur penetrasi ganda.4 mm atau luas proyeksi konus = 10 cm2. tempat terjadinya perlawanan geser lokal.11 tegangan geser tanah perlawanan tanah terhadap deformasi bila diberi tegangan geser.1 Ketentuan dan persyaratan Peralatan penetrometer konus 3. ukuran diameter konus adalah 35. 2 dari 17 .1 Konus Konus yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (lihat Gambar 1): a) keadaan tertekan Gambar 1 1) 2) b) keadaan terbentang Rincian konus ganda ujung konus bersusut 600 ± 50 .7 mm ± 0.SNI 2827:2008 2. yang bekerja pada bidang geser dibagi dengan luas permukaan selimut geser.8 perlawanan geser (fs) nilai perlawanan terhadap gerakan penetrasi akibat geseran yang besarnya sama dengan gaya vertikal. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. 2. 2. Pedoman.

3 m di atas puncak selimut geser. Sambungan-sambungan harus didesain aman terhadap masuknya tanah. Setiap pipa sondir harus mempunyai diameter dalam yang tetap. Rangka mesin pembeban berfungsi sebagai dudukan sistem penekan hidraulik yang dapat digerakkan naik/turun.1. Pipa-pipa tersambung satu dengan yang lainnya dengan penyekrupan.7 mm ditambah dengan 0 mm s. gerigi dorong dan penekan hidraulik yang berfungsi untuk mendorong/menarik batang dalam dan pipa dorong. rantai. Proyeksi ujung alat ukur penetrasi tidak boleh melebihi diameter selimut geser. Pedoman. Batang-batang dalam harus mempunyai diameter luar yang konstan.SNI 2827:2008 3) bagian runcing ujung konus berjari-jari kurang dari 3 mm.3 Pipa dorong Batang-batang yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) Pipa terbuat dari bahan baja dengan panjang 1. Pada penekan hidraulik terpasang 2 buah manometer yang digunakan untuk membaca tekanan hidraulik yang terjadi pada waktu penekanan batang dalam. sehingga terbentuk rangkaian pipa kaku yang lurus.1 mm. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Sistem penekan hidraulik terdiri atas engkol pemutar.4 Batang dalam Batang-batang dalam yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) g) Batang dalam terbuat dari bahan baja dan terletak di dalam pipa dorong. Batang dalam mempunyai penampang melintang yang dapat menyalurkan perlawanan konus tanpa mengalami tekuk atau kerusakan lain. Panjang batang-batang dalam sama dengan panjang pipa-pipa dorong dengan perbedaan kira-kira 0. roda gigi. Ukuran diameter luar pipa tidak boleh lebih besar daripada diameter dasar konus ganda untuk jarak minimum 0.1.5 Mesin pembeban yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (lihat Gambar 2 dan Gambar 3): a) b) c) Rangka mesin pembeban harus dijepit oleh 2 buah batang penjepit yang diletakkan pada masing-masing jangkar helikoidal agar tidak bergerak pada waktu pengujian. Selimut geser pipa harus mempunyai kekasaran sebesar 0. Jarak ruangan antara batang dalam dan pipa dorong harus berkisar antara 0. Mesin pembeban hidraulik 3. 3.0 mm.5 μ m AA ± 50 %. Luas permukaan selimut geser adalah 150 cm2 ± 3 cm2. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.1. Konus ganda harus terbuat dari baja dengan tipe dan kekerasan yang cocok untuk menahan abrasi dari tanah. Pipa harus menerus sampai konus ganda agar penampang pipa tidak tertekuk jika disondir/didorong.d 0. Pipa bagian dalam harus dilumasi untuk mencegah korosi.5 mm. Pipa dorong dan batang dalam harus dilumasi dengan minyak pelumas untuk mencegah korosi.1. 3. Pipa dorong dan batang dalam harus bersih dari butiran-butiran untuk mencegah gesekan antara batang dalam dan pipa dorong. pipa dorong dan 3 dari 17 d) .5 mm dan 1.00 m.2 Selimut (bidang) geser Selimut (bidang) geser yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a) b) c) d) a) Ukuran diameter luar selimut geser adalah 35. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 3.

Untuk pembacaan tekanan menengah digunakan manometer berkapasitas 0 MPa s.1 Batasan peralatan dan perlengkapan Persyaratan yang diperlukan adalah sebagai berikut: a) b) Ketelitian peralatan ukur dengan koreksi sekitar 5 %.2 Pengujian 3.d 5 MPa dengan ketelitian 0. dan untuk pembacaan tekanan tinggi digunakan manometer berkapasitas 0 MPa s.05 MPa. Pedoman.2.SNI 2827:2008 konus (tunggal atau ganda). “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. c) 4 dari 17 . 2) untuk perlawanan geser (fs) adalah 20 %. Deviasi standar pada alat penetrasi secara mekanik: 1) untuk perlawanan konus (qc) adalah 10 %.05 Mpa.d 2 MPa dengan ketelitian 0.1 MPa. seperti mesin pembeban hidraulik. Alat ukur harus dapat mengukur perlawanan penetrasi di permukaan dengan dilengkapi alat yang sesuai. Untuk pembacaan tekanan rendah disarankan menggunakan manometer berkapasitas 0 Mpa s.d 25 MPa dengan ketelitian 0. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Gambar 2 Rangkaian alat penetrasi konus (sondir Belanda) 3.

SNI 2827:2008 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. 3. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.2.2. Pedoman.d 3 m sehingga datanya tidak bermanfaat.2 Kalibrasi Semua alat ukur harus dikalibrasi minimum 1 kali dalam 3 tahun dan pada saat diperlukan. biasanya digali dengan linggis sedalam sekitar 5 cm. namun di daerah tanah lunak tidak dapat digunakan kecuali dengan pemberian beban menggunakan karungkarung pasir. 4 4. Pada alat sondir ringan (< 200 kg) biasanya tidak dapat tembus untuk 2 m s. 5 dari 17 . dan diletakkan di atas dudukan yang kokoh serta tidak berubah arah pada waktu pengujian. sesuai dengan persyaratan kalibrasi yang berlaku.1 Cara pengujian Persiapan pengujian Lakukan persiapan pengujian sondir di lapangan dengan tahapan sebagai berikut: a) Siapkan lubang untuk penusukan konus pertama kalinya. dan diawasi oleh ahli geoteknik. 3.3 Petugas Petugas pengujian ini adalah laboran atau teknisi yang memenuhi persyaratan kompetensi yang berlaku dalam pengujian penetrasi lapangan dengan alat sondir. Pada alat sondir berat (> 200 kg) digunakan sistem angker. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Gambar 3 Rincian penekan hidraulik d) e) f) Alat perlengkapan mesin pembeban harus mempunyai kekakuan yang memadai.

e) Putar engkol searah jarum jam dan jaga agar kecepatan penetrasi konus berkisar antara 10 mm/s sampai 20 mm/s ± 5.2 4. bisa ditambah dengan potongan besi berdiameter sama dengan batang dalam. tambahkan beban mati di atas balok-balok penjepit.d 25 MPa untuk penyondiran tanah keras. Pasang manometer 0 MPa s. Periksa sistem hidraulik dengan menekan piston hidraulik menggunakan kunci piston. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. sehingga rangka pembeban berdiri kokoh dan terikat kuat pada permukaan tanah. Pasang balok-balok penjepit pada jangkar dan kencangkan dengan memutar baut pengecang.d 5 MPa dan manometer 0 MPa s.2 Pembacaan hasil pengujian Lakukan pembacaan hasil pengujian penetrasi konus sebagai berikut: 1) Baca nilai perlawanan konus pada penekan batang dalam sedalam kira-kira 4 cm pertama (kedudukan 2.1 Pengujian penetrasi konus Lakukan pengujian penetrasi konus ganda dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) Tegakkan batang dalam dan pipa dorong di bawah penekan hidraulik pada kedudukan yang tepat. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 4. Jika ternyata kurang panjang. Selama penekanan batang pipa dorong tidak boleh ikut turun.2. sehingga penekan hidraulik berada tepat di atasnya. c) Putar engkol searah jarum jam. karena akan mengacaukan pembacaan data.d 5 MPa untuk penyondiran tanah lembek. 6 dari 17 . sehingga kedudukan rangka berdiri vertikal. lihat Gambar 4) dan catat pada formulir (Lampiran C) pada kolom Cw . b) Dorong/tarik kunci pengatur pada kedudukan siap tekan. 4. Apabila tetap bergerak pada waktu pengujian.2.SNI 2827:2008 b) c) d) e) f) g) h) Masukkan 4 buah angker ke dalam tanah pada kedudukan yang tepat sesuai dengan letak rangka pembeban. sehingga gigi penekan dan penekan hidraulik bergerak turun dan menekan pipa luar sampai mencapai kedalaman 20 cm sesuai interval pengujian. dan jika kurang tambahkan oli serta cegah terjadinya gelembung udara dalam sistem. sehingga penekan hidraulik hanya akan menekan pipa dorong. Setel rangka pembeban. lihat Gambar 5). lihat Gambar 4) dan catat pada formulir (Lampiran C) pada kolom Tw. atau pasang manometer 0 MPa s. Pedoman. d) Pada tiap interval 20 cm lakukan penekanan batang dalam dengan menarik kunci pengatur. Prosedur pengujian “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Sambung konus ganda dengan batang dalam dan pipa dorong serta kepala pipa dorong. 2) Baca jumlah nilai perlawanan geser dan nilai perlawanan konus pada penekan batang sedalam kira-kira 4 cm yang ke-dua (kedudukan 3. dalam kedudukan ini batang dalam selalu menonjol keluar sekitar 8 cm di atas kepala pipa dorong.d 2 MPa dan manometer 0 MPa s. sehingga penekan hidraulik hanya menekan batang dalam saja (kedudukan 1. Tempatkan rangka pembeban.

.............. dihitung dengan menggunakan persamaan : (1) Pkonus = P piston ............................................... (5) 7 dari 17 ..............3 Pengulangan langkah-langkah pengujian Ulangi langkah-langkah pengujian tersebut di atas hingga nilai perlawanan konus mencapai batas maksimumnya (sesuai kapasitas alat) atau hingga kedalaman maksimum 20 m s............2........................... Ac 5................................. Api = π (Dpi ) / 4 2 (2) (3) (4) ..... 2 Perlawanan geser (fs) Nilai perlawanan geser lokal diperoleh bila ujung konus dan bidang geser terdorong bersamaan....4 Penyelesaian pengujian a) b) Cabut pipa dorong.....................1 Perlawanan konus (qc) Nilai perlawanan konus (qc) dengan ujung konus saja yang terdorong.d 40 m tercapai atau sesuai dengan kebutuhan.. ............. Pedoman.................. qc x Ac = Cw x Api qc = Cw x Api / Ac . batang dalam dan konus ganda dengan mendorong/menarik kunci pengatur pada posisi cabut dan putar engkol berlawanan arah jarum jam... 5..2 = π (Dc) / 4 .........1 Perhitungan Rumus-rumus perhitungan Prinsip dasar dari uji penetrasi statik di lapangan adalah dengan anggapan berlaku hukum Aksi Reaksi (persamaan 10)....1.. seperti yang digunakan untuk perhitungan nilai perlawanan konus dan nilai perlawanan geser di bawah ini. Hal ini berlaku baik untuk sondir ringan ataupun sondir berat........ Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Gambar 4 Kedudukan pergerakan konus pada waktu pengujian sondir 4..... 5 5...... Catat setiap penyimpangan pada waktu pengujian.....................SNI 2827:2008 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan...............................2................1................................................... dan dihitung dengan menggunakan persamaan : Pkonus + Pgeser = Ppiston ........ 4.......... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar...........................

...... Pedoman..SNI 2827:2008 (qc x Ac) + (fs x As) = Tw x Api (Cw x Api) + (fs x As) = Tw x Api fs As Kw 5........ fs : perlawanan geser lokal (kPa)...................... Ds Ls : panjang selimut geser (cm) 8 dari 17 ..........3 = Kw x Api / As = π Ds Ls .. 5.. : diameter selimut geser (cm).................................... Dc = Ds : diameter konus sama dengan diameter selimut geser (cm).............. Tf : geseran total (kPa)....... Ppiston : gaya pada piston (kN)...................................... Pkonus : gaya pada ujung konus (kN)..........1....4 Geseran total (Tf) (9) Nilai geseran total (Tf) diperoleh dengan menjumlahkan nilai perlawanan geser lokal (fs) yang dikalikan dengan interval pembacaan............... Tw : pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus dan geser (kPa)......................... Rf : angka banding geser (%)........ Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.................. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” ....................................... = (Tw ... Kw : selisih dengan (kPa)..... Angka banding geser (Rf) Angka banding geser diperoleh dari hasil perbandingan antara nilai perlawanan geser lokal (fs) dengan perlawanan konus (qs)......... qc : perlawanan konus (kPa)... (10) dengan : Cw : pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus (kPa). dan dihitung dengan menggunakan persamaan: Rf = (fs / qs ) x 100 .......... Ac : luas penampang konus (cm2)................Cw ) ....................1............ Dpi : diameter piston (cm)............ Api : luas penampang piston (cm2)................. As : luas selimut geser (cm2)....... (6) (7) (8) “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan...... dan dihitung dengan menggunakan persamaan : Tf = (fs x interval pembacaan) .....

Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” SNI 2827:2008 Gambar 5 Sistem gaya waktu pengujian sondir 9 dari 17 . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Pedoman.

informasi kalibrasi ujung alat dan cabang atau kedua-duanya. c) Hitung angka banding geser (Rf) dengan menggunakan persamaan (9). d) Tempatkan grafik-grafik dari sub butir a). d) Tipe ujung alat penetrasi yang digunakan. yang memuat hal-hal sebagai berikut: a) Nama pekerjaan dan lokasi pekerjaan. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. gambarkan grafik hubungan antara angka banding geser dengan . dan geseran total (Tf) tanah dan penggambaran hasil pengujian dengan tahapan berikut. Pedoman. tipe mesin bercabang. 5. b) Untuk uji sondir dengan konus ganda gambarkan hubungan antara perlawanan geser (fs) dengan kedalaman dan geseran total (Tf) dengan kedalaman.SNI 2827:2008 5. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 6 Laporan uji Hasil uji sondir dilaporkan dalam bentuk formulir seperti diperlihatkan dalam Lampiran C. 10 dari 17 . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. elevasi tanah dan muka air tanah (bila memungkinkan).2. nama pengawas. c) Jumlah pengujian. angka banding geser (Rf). b) Nama penguji. 5.2 Prosedur perhitungan Lakukan perhitungan perlawanan konus (qc). e) Catat setiap penyimpangan pada waktu pengujian. dan tanggal pengujian.d (4). perlawanan geser (fs).1 Cara perhitungan a) Hitung perlawanan konus (qc) bila ujung konus saja yang terdorong dengan menggunakan persamaan (1) s. c) Apabila diperlukan rincian tanah yang diperkirakan dari data perlawanan konus dan perlawanan geser. kedalaman.2 Cara penggambaran hasil uji penetrasi konus a) Gambarkan grafik hubungan antara variasi perlawanan konus (qc) dengan kedalaman (meter). dan nama penanggung jawab hasil uji dengan disertai tanda tangan (paraf) yang jelas. d) Hitung geseran total (Tf) tanah dengan menggunakan persamaan (10). b) dan c) di atas pada satu lembar gambar dengan skala kedalaman yang sama. b) Hitung perlawanan geser (fs) lokal bila ujung konus dan bidang geser terdorong bersamaan dengan menggunakan persamaan (5) s.2.d (8). koordinat lokasi atau sketsa situasi letak.

Persiapan sebelum pengujian Siapkan lubang sedalam 65 cm untuk penusukan pertama. d) Pada tiap interval 20 cm lakukan penekanan batang dalam dengan menarik kunci pengatur. c) Putar engkol searah jarum jam (kecepatan 10 s. sehingga penekan hidraulik menekan batang dalam saja (kedudukan 1. 2. sehingga penekan hidraulik berada tepat di atasnya. Prosedur pengujian (penekanan batang dalam) a) Baca perlawanan konus pada penekan batang dalam sedalam kira-kira 4 cm pertama (kedudukan 2. b) Baca jumlah perlawanan geser dan perlawanan konus ` pada penekan batang sedalam ± 4 cm yang ke-dua (kedudukan 3.d 5MPa dan 0 s. b) Dorong / tarik kunci pengatur pada kedudukan siap tekan.d 20 mm/s). Tempatkan rangka pembeban. Pasang balok-balok penjepit pada jangkar dan kencangkan dengan memutar baut pengencang Sambungkan konus ganda dengan batang dalam dan batang dorong serta kepala pipa dorong. Setel rangka pembeban. Gambar 4). sehingga pembeban berdiri vertikal Pasang manometer untuk tanah lunak 0 s. sehingga gigi penekan dan penekan hidraulik bergerak turun dan menekan pipa luar sampai mencapai kedalaman 20 cm sesuai interval pengujian. Pedoman. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” MULAI UJI SONDIR 1. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. a) b) c) d) e) f) g) h) 3. Tidak 4.d 5 MPa atau untuk tanah keras 0 s. Masukkan 4 buah angker ke dalam tanah sesuai letak rangka pembeban.SNI 2827:2008 Lampiran A (normatif) Bagan alir cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.d 20 MPa Periksa sistem hidraulik dengan menekan piston hidraulik menggunakan kunci piston. Gambar 4) dan catat pada formulir (Lampiran B) pada kolom Tw. Prosedur pengujian (penekanan pipa dorong) a) Dirikan batang dalam dan pipa dorong di bawah penekan hidraulik pada kedudukan yang tepat. dan bila kurang tambahkan oli serta cegah terjadinya gelembung udara dalam sistem. sehingga penekan hidraulik hanya akan menekan pipa dorong. Lanjutkan pengujian pada kedalaman 20cm berikutnya Apakah qc < kapasitas alat? Ya ` 5. Gambar 4) dan catat pada formulir (Lampiran B) pada kolom Cw . Perhitungan dan pembuatan grafik a) Perhitungan formulir 1 b) Pembuatan grafik hasil uji sondir SELESAI 11 dari 17 .d 2 MPa dan 0 s.

Pedoman. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.SNI 2827:2008 Lampiran B (informatif) “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Contoh formulir hasil uji penetrasi konus statik (sondir) Tabel B.1 Lokasi No. sondir Elevasi : : : Cw kPa/100 Tw kPa/100 Kw kPa/100 Contoh formulir hasil uji penetrasi konus statik Penanggung jawab Tanggal : : : fsx20cm kPa/100 Tf kPacm/100 Rf (%) Kedalaman qc kPa/100 fs kPa/100 Penguji Penyelia ( ) ( ) 12 dari 17 .

99 690.067 0.68 8.67 747.34 13.73 Rf (%) 0.00 10.40 Kw kPa/100 1 5 5 5 21 3 2 5 5 5 9 8 6 4 8 9 4 3 6 6 5 8 9 16 7 8 8 7 8 8 3.34 21.03 781.201 0. Najoan 15-11-2005 SALAMDARMA DCPT.800 0.68 8.133 0.534 1.400 0.67 733.34 13.88 0.34 8.467 0.800 0.61 593.1 + 0.21 461.334 0.00 5.40 9.43 224.5 12 5 3 6 30 38 41 39 35 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.534 0.11 2.67 5.5 3 4 3 5 3 3 2.02 21.534 0.34 24.400 0.80 5.00 18.34 24.60 0.84 5.67 1.40 8.067 1.00 8.34 24.67 5.134 0.83 1.20 4.00 16.34 13.68 24.15 304.40 0.46 1.84 6.60 9.934 0.45 269.201 0.SNI 2827:2008 Tabel B.76 2.93 5.03 8.667 1.67 6. M.80 2.34 21.15 320.22 2.68 21.34 42.667 0.22 3.15 288.80 10.67 717.67 3.00 13.20 10.00 8.667 1.02 10.801 0.00 13.00 4.46 5.20 0.667 1.40 3.05 0.78 2.19 6.97 661.067 0.34 3.22 6.400 0.20 2.99 698.05 125.29 628.2 Lokasi No.39 138.20 5.38 6.00 16. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Kedalaman 0.067 0.11 1.93 5.800 0.68 98.667 0.00 2.34 56.200 0.02 10.03 2.60 1.71 805.97 650.34 18.00 8.5 6 12 6 10 13.67 1.33 4.02 Tf kPacm/100 2.31 Penguji Penyelia (Warsah) (Ir.93 5.667 0.80 9.67 6.83 378.09 197.400 0.20 7.61 612.02 16.400 0.71 106.201 1.00 3.63 642. Theo F.68 6.99 705.00 9.00 7.85 421.00 m Tw kPa/100 9 30 35 33 42 22 18 16 17 17 27 24 16 14 17 20 18 21 35 25 20 32 28 41 26 17 17 15 19 16 7.66 13.201 0.20 3.00 13.067 1.Eng) 13 dari 17 .40 2.60 8.85 6.15 333.45 5.00 3.16 4.5 18 12 15 7 9 5 7.267 0.5 9 2.55 482.67 6.00 5.60 7.400 0.80 7.5 3 24 33 32 35 26 Contoh hasil uji penetrasi konus static Penanggung jawab Tanggal : : Ir.47 280.80 1.5 3 6 5 9 4 9 qc kPa/100 16 50 60 56 42 38 32 22 24 24 36 32 20 20 18 22 28 36 58 38 30 48 38 50 38 18 18 16 22 16 8 18 12 16 8 12 6 8 6 16 6 10 21 18 5 3 6 48 66 64 70 52 fs kPa/100 0.667 0.40 6. Carlina Soetjiono.34 8.67 1.34 24.49 354.33 4.800 0.25 553.40 7.89 501.5 1.33 1.80 8.00 1.267 0.11 1.68 8.29 620.934 1.78 3.34 24.667 2. Pedoman.34 9.00 6.400 0.00 6.67 709.201 2.65 669.800 0.067 1.34 21.83 3.534 1.20 1.07 176.84 6.90 2.53 440.68 21.65 682.5 1.20 6.467 1.20 9.400 0.40 1.84 4.5 9 6 7 3 3 2 3.667 0.34 13.01 771.91 544.68 4.00 5.60 2.201 fsx20cm kPa/100 2.71 112.40 4.57 522.59 577.66 16.00 16.20 8.43 213.80 4.60 6.80 3.34 16.00 29. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.934 1.01 1.60 4.00 2.80 6.60 5.60 3.34 9.400 0.11 245.00 8.00 10.73 152.067 1. sondir Elevasi : : : Cw kPa/100 8 25 30 28 21 19 16 11 12 12 18 16 10 10 9 11 14 18 29 19 15 24 19 25 19 9 9 8 11 8 4 9 6 8 4 6 3 4 3 8 3 5 10.91 1.02 42.68 21.67 1.68 18.40 5.38 2.27 2.34 13.67 5.29 633.00 10.

08 1.60 12.201 1. L = 13.02 53.31 2.001 1.80 12.334 1.68 26.67 6.82 4.67 6.055.428.2 Kedalaman 10.74 2.67 2.70 2.46 6.60 21.601 2.86 4.80 21.334 1.401 2.68 21.14 1.67 3. Najoan.02 13.42 1.122.00 16.30 1.07 865.20 16.00 18.E.23 1.445.56 cm Dc = 3.134 2.60 14. H.71 6.34 6.00 16.401 2.) 14 dari 17 .71 4.578.61 0.764.20 14.356.68 42.80 15.36 40.60 2.96 2.10 2.45 4.530.60 18.134 2.40 17.00 6.268 1.223.30 2.98 1.815.40 15.02 32.40 19.80 20.40 13.70 48.67 6.20 13.45 959.667 1.73 1.00 11.75 4.314.98 1.722.93 1.800 0.679. Eng.535 2.09 4.02 13.75 887.00 13.16 6.631.80 18.34 26. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Ds = 3.25 1.68 40.00 16.281.02 37.49 1.SNI 2827:2008 Lanjutan Tabel B. Dp1’ = 3.00 3.934 1.868 1.68 48.40 16.247.76 5.67 6.16 3.20 19.074.67 1.68 1.479.359.19 1.67 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.67 6.268 2.68 29. (Ir.167. Theo F.00 22.033.68 50.143.111.40 Cw kPa/100 38 41 37 35 38 20 19 10 11 9 11 11 14 16 16 17 19 18 17 21 18 20 22 20 31 22 22 32 30 30 32 32 31 30 28 30 30 15 18 32 32 40 31 13 20 15 15 15 15 18 15 13 15 20 18 20 18 20 15 10 Tw kPa/100 41.319.00 10.02 24.47 1.83 1.70 48.668 2.60 1.535 2.24 2.60 11.36 13.20 20.02 45.983.00 14.33 3.02 32.70 50.60 19.134 2.14 0.199.001 2.067 1.12 1.22 2.15 5.04 1.68 32.20 15.800 0.80 13.67 2.60 13.00 1.401 2.35 24.007.) Penanggung jawab.00 3.68 16.34 1.405.78 2.400 0.213.34 8.001 0.334 1.68 Tf kPacm/100 815.02 42.704.134 2.467 1.477.401 2.001 2.279.02 40.02 45.067 1.60 20.96 1.193.34 18.06 6.34 32.80 22.934 2.36 21.50 1.30 cm Bandung.56 cm .66 6.5 44 43 41 42 28 26 20 21 17 21 21 22 28 25 29 28 28 28 30 31 32 38 37 41 41 41 50 50 48 48 48 50 48 42 38 40 21 25 50 48 58 48 25 25 25 30 30 30 35 30 25 30 25 35 25 28 38 30 20 Kw kPa/100 3.268 1.401 1.30 6.20 18.80 11.031.334 0.20 1.52 1.5 3 6 6 4 8 7 10 10 8 10 10 8 12 9 12 9 10 11 9 13 12 16 17 10 19 19 18 20 18 16 16 19 18 14 8 10 6 7 18 16 18 17 12 5 10 15 15 15 17 15 12 15 5 17 5 10 18 15 10 qc kPa/100 76 82 74 70 76 40 38 20 22 18 22 22 28 32 32 34 38 36 34 42 36 40 44 40 62 44 44 64 60 60 64 64 62 60 56 60 60 30 36 64 64 80 62 26 40 30 30 30 30 36 30 26 30 40 36 40 36 40 30 20 fs kPa/100 0.80 2.20 21.900.02 2.601 2.02 40. 15 November 2005 Diperiksa oleh : (Ir.239.087.40 14.36 2. Pedoman. Dipl.20 1.00 3.36 26.07 855.80 19.07 823.70 Rf (%) 0.68 21.80 14.68 48.60 15.34 45.84 2.06 3.601 1.07 839.17 1. Carlina Soetjiono.02 24.82 2.40 20.334 2.517.40 21.40 11.467 0.734 1.98 1.20 11.81 5.68 21.575.80 17.20 22.922.00 15.40 18.20 12.67 2.334 fsx20cm kPa/100 9. M.601 0.268 0.93 6.68 26.16 1.589.80 16.067 1.88 1.36 48.00 4.863.535 2.85 5.00 12.20 2.001 2.60 17.34 26.26 2.964.02 40.68 48.33 4.401 2.201 1.00 3.76 3.615.75 4.20 17.06 5.334 2.00 2.68 2.02 26.00 19.402.02 26.28 1.534 1.00 21.67 6.15 1.800 0.13 980.02 40.68 26.067 0.601 1.66 2.001 1.98 2.36 32.530.334 1.22 2.76 2.00 17.667 1.167.38 2.34 26. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.72 1.667 2.00 20.34 26.40 12.68 50.02 34.02 42.67 6.71 3.201 1.334 1.67 3.730.78 2.02 42.58 1.664.334 2.60 16.21 1.56 cm .59 3.948.60 10.75 3.68 45.77 932.00 18.09 905.33 3.

Pedoman. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” SNI 2827:2008 Contoh grafik hasil uji sondir Gambar B. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.1 15 dari 17 .

Penambahan contoh uji/ perhitungan (Lampiran C).Penjelasan rumus dan gambar . Perbaikan sedikit pada beberapa penjelasan. bagan alir cara uji. Gambar Gambar masih kurang jelas 8. Perbaiki. 4. Materi Judul 2. 1. Pedoman. Contoh Formulir Belum lengkap Lengkapi rumus dengan gambar dan satuan serta perhitungannya. Rumus Sudah ada Sudah ada 7. 6. Lengkapi penjelasan rumus dan gambar. dan contoh uji. bagan alir cara kerja dan cantumkan sumbernya. lengkapi dan perjelas gambar-gambar cara kerja alat.SNI 2827:2008 Lampiran C (informatif) Tabel daftar deviasi teknis dan penjelasannya “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. 16 dari 17 . disusun menurut abjad.Penjelasan cara kerja peralatan. 3. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Format Acuan normatif Istilah dan definisi Sebelum Metode pengujian penetrasi dengan alat SPT Format SNI Ada Sudah ada Revisi Cara uji penetrasi lapangan dengan alat SPT Tetap ASTM yang terkait dipindah ke Bibliografi. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” No. serta cara kerja peralatan secara skematis. 5. .

“Standard penetration test and split barrel sampling of soils”.. De Beer. Juli 1977. 17 dari 17 . Springer – Verlag .C. H. (1967). Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” SNI 03-2827-1992. “Manual on subsurface investigations”. Schultze. Berlin/ Heidelberg/ New York. “Cone penetration test (CPT) : International reference test procedure”. in Penetration Testing 1988 Volume 1. W. Pedoman. U. FHWA-TA-78-209 (1977). Balkema. FHWA NHI-01-031. Goelen. Department of Transportation. page 147 – 169.. E. Washington. “Guidelines for Cone Penetration Test. De Ruiter. Edited by J. Heynen. D. K. Federal Highway Administration. 1988. & Muhs. Rotterdam/ Brookfield . and Joustra.. Performance and Design“. “Metode pengujian lapangan dengan alat sondir”. E.SNI 2827:2008 Bibliografi “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.E. A. Implementation Div. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. E. Offices of Research and Development.. 1988.S. 20590. ASTM D 1586-84 (1984). “Bodenuntersuchungan fur Ingenieurbauten“.A.J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful