You are on page 1of 11

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Penanaman Nilai-Nilai Kedisiplinan Siswa

Novianita Bintari P (08110087) Mahasiswa PPKN IKIP Veteran Semarang ABSTRAK Pola asuh orang tua ada tiga jenis, yaitu demokratis, permisif dan otoriter. Pola asuh mana yang cocok dan sesuai dengan kondisi anak, bila dilihat ciri-cirinya adalah pola asuh demokratis. Di sisi lain, nilai-nilai kedisiplinan perlu dimiliki dan ditanamkan pada anak, sebab dengan nilai-nilai kedisiplinan yang dimilikioleh anak, maka segala kegiatan yang dilakukan oleh anak akan terjadwal, hal ini termasuk juga dalam proses belajarnya. Dengan demikian diharapkan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, diharapkan mampu dan berpengaruh dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada anak. Permasalahan yang dimunculkan adalah; (1) bagaimana pola asuh orang tua siswa ?, (2) seberapa besar nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki oleh anak ?, dan (3) apakah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua mampu memberikan pengaruh terhadap penananaman nilainilai kedisiplinan pada anak ? Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui pola asuh orang tua siswa, (2) untuk mengetahui nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki oleh siswa?, dan (3) untuk membuktikan ada-tidaknya pengaruh pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terhadap nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki oleh siswa SD 2 Gajah Kabupoaten Demak. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mengggunakan regresi sederhana, hal ini untuk mencari pengaruh dari kedua variabel, yaiu variabel pola asuh orang tua dan nilai-nilai kedisiplinan siswa. Kata Kunci : Pengaruh, Pola Asuh, Orang Tua, Penanaman, Kedisiplinan PENDAHULUAN Orang tua secara sadar wajib membimbing anak hingga mencapai arah kedewasaan, baik kedewasaan fisik maupun kedewasaan pemikiran, dengan harapan agar di masa mendatang anak mampu mandiri dan tanpa tergantung kepada orang lain, termasuk kepada orang tua. Oleh sebab itu, baik ayah sebagai kepala keluarga dan ibu sebagai kepala rumah tangga selalu berusaha untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut. Namun kenyataan menunjukkan, belum seluruhnya orang tua bisa melaksanakan peran dan fungsi tersebut dengan baik. Ketidakmampuan dalam melaksanakan peran dan fungsi ini di antaranya disebabkan oleh kesibukan kedua orang tua untuk bekerja di luar rumah, sehingga orang tua tidak sepenuhnya memiliki waktu guna memberikan perhatian dan pola pengasuhan kepada anak. Kondisi di atas tidak bisa menyalahkan begitu saja kepada ayah ataupun ibu, namun orang tua bekerja juga bukan untuk kepentingan pribadi, dan bahkan semuanya ditujukan untuk kepentingan keluarga atau anak, sehingga pekerjaan di luar rumah tersebut harus dilakukan. Hasil dan jerih payah dari pekerjaan ini bisa berwujud pemenuhan kebutuhana ekonomi keluarga, sandang (pakaian), papan (rumah), penyediaan perlengkapan dan peralatan sekolah, uang saku, uang transport, SPP, rekreasi keluarga, dan pemenuhan kebutuhan keluarga lainnya. . Gambaran di atas merupakan suasana keluarga bahagia, damai dan sejahtera, keluarga utuh, yang tentu merupakan dambaan setiap orang tua. Namun tidak seluruhnya hal itu bisa terjadi, kadang pertengkaran antara kedua orang tua, perbedaan pendapat serta sebab-sebab lain, bisa menyebabkan

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

96

suasana dalam keluarga tidak nyaman, tidak damai, dan bahkan anggota keluarga merasa malas untuk tinggal di rumah, akibatnya dalam keluarga tersebut mengalami perpecahan. Apabila kondisi demikian terjadi, maka dalam keluarga tersebut akan terjadi komunikasi yang kurang sehat, menjadi keluarga yang tidak bahagia, dan bahkan cenderung mengalami keretakan. Akibatnya adalah, anak menjadi korban, sebab di antara kedua orang tua memprioritaskan kepentingan pribadi,

mempertahankan egonya, sehingga pola pengasuhan kepada anak menjadi berkurang. Kondisi di lapangan menunjukkan, belum seluruhnya orang tua siswa SD Gajah 2 Demak

melaksanakan pola pengasuhan kepada anaknya dengan baik. Hal ini dibuktikan belum seluruhnya siswa sekolah tersebut memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan etika dan norma, bahkan ada

sebagian siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah, sehingga perlu ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Selain itu diperolehnya prestasi belajar yang kurang, yakni dibawah nilai ratarata kelas, ini menunjukkan perhatian dan pola pengasuhan orang tua kepada anaknya kurang. Kondisi di atas bila dikaji secara mendalam, proses pembelajaran dilakukan secara klasikal. Artinya, penyampaian materi diberikan kepada siswa dalam satu kelas dengan fasilitas atau sarana dan prasarana pembelajaran yang sama, diberikan pada waktu yang sama, tempat yang sama serta guru yang sama pula, seharusnya juga memberikan hasil yang sama. Namun kondisi nyata, adanya hasil pembelajaran yang berbeda ini menunjukkan bahwa perhatian dan pola pengasuhan dalam memberikan motivasi belajar kepada anak kurang, sehingga perlu dicari solusi agar kegagalan anak ini tidak ditemukan atau bahkan bebrimbas kepada teman yang lain. Di sisi lain, penanaman nilai-nilai kedisiplinan perlu diterapkan pada anak, sebab dengan penanaman nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki oleh anak, maka anak akan berbuat dan bertindak serta bertingkah laku dalam semua kegiatan dilakukan dengan penuh perhitungan, perencanaan dan kematangan. Ini sekaligus memberikan makna dengan kedisiplinan yang dimiliki oleh anak maka ujung keberhasilan bisa diperoleh, sebab segala kegiatan didasarkan dengan perencanaan yang matang. Tentangnya pentingnya pola asuh orang tersebut, karena usia anak SD adalah anak yang rentan terhadap perubahan dan anak mudah terkena pengaruh dari luar, maka pola asuh orang tua menjadi sesuatu hal yang dominan. Hal ini bukan berarti menyepelekan bimbingan dan nasehat dari guru, namun karena waktu anak lebih banyak di rumah dari waktu di sekolah yang sangat terbatas, maka pola asuh orang tua memberikan warna dan andil besar dalam penanaman nilai-nilai kedisiplinan bagi anak. Melalui pola asuh orang tua yang baik dan tepat diharapkan nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki oleh anak, namun apakah hal demikian juga terjadi pada siswa yang menempuh pendidikan dei SD Gajah 2 Kabupaten Demak? Hal inilah yang mendorong peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Penanaman Nilai-nilai Kedisiplinan Siswa SD Gajah 2 Demak.

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

97

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Pola Asuh Pada dasarnya orang tua dalam keluarga memiliki peranan penting dalam perkembagan dan pendidikan anak, karena sesuatu yang diperbuat oleh orang tua akan berpengaruh terhadap diri anak, sehingga perhatian dan tanggung jawab orang tua sangat diperlukan oleh anak. Hal senada juga dikemukakan oleh Sayekti Pujosuwarno yakni; segala sikap dan tingkah laku orang tua, baik yang disengaja untuk pendidikan maupun yang tidak disengaja untuk pendidikan anak akan berpengaruh terhadap perkembangan dan kepribadian anak. Dari pendapat tersebut, orang tua mempunyai

berbagai macam fungsi diantaranya adalah mengasuh anak-anaknya. Keluarga merupakan tempat utama dan pertama bagi pendidikan seorang anak, sehingga pembentukan sikap dan kepribadian sangatlah dominan. Hal ini sangat tergantung pada pola asuh yang diberikan orang tua kepada anaknya. Perbuatan dan pola perilaku yang dilakukan orang tua sehari-hari akan dilihat, dinilai dan ditiru oleh anak, sehingga anak akan berbuat dan berperilaku seperti orang tuanya, terlebih bagi anakanak yang usianya semakin memasuki usia remaja, yakni seusia SMP. Pengertian Nilai-nilai Kedisiplinan Pengertian nilai-nilai kedisiplinan adalah nilai-nilai yang terkanding dalam seperangkat aturan yang harus dituruti atau dilakukan berdasarkan kesapakatan yang telah ditetapkan, terutama berkaitan dengan kegiatan sehari-hari dengan penuh kesadaran. Winataputra menyatakan nilai-nilai kedisiplinan adalah seperangkat aturan yang berisi norma, etika, dan nilai yang ditujukan kepada orang per orang atau kelompok tertentu dalam bertindak, bersikap yang tidak didasarkan pada kemauan sendiri, tetapi didasarkan atas pertimbangan norma, etika, dan nilai yang telah disepakati bersama dan dihormati berdasarkan kesadaran. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan adalah ketaatan anak dalam melakukan aktivitas tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun, sebab anak telah memiliki keksadaran

berkaitan dengan usaha untuk memperoleh perubahan tingkah laku. Diharapkan setelah ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, maka anak mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik, tanpa harus disuruh orang orang lain. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian direncanakan pada bulan Pebruari sampai April 2012, sedangkan tempat penelitian mengambil lokasi di SD Gajah 2 Kabupaten Demak, dengan pertimbangan tempat tinggal peneliti tidakk jauh dari sekolah tersebut, sehingga akan lebih efektif dan efisien dari segi: tenaga, dan biaya dalam memperoleh data. Populasi Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas IV dan kelas V di SD Gajah 2 Demak yang berjumlah 95 anak. Adapun alasan penelitian dikenakana pada siswa kelas waktu,

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

98

tersebut, karena kelas VI disibukkan dengan jadwal ujian kelulusan, sedangkan kelas III, II, dan I dianggap belum mempu memahami angket yang disebarkan peneliti. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini ada dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat, seperti dikemukakan berikut ini. 1. Variabel Bebas (X) Variabel bebas adalah unsur yang mempengaruhi munculnya unsur yang lain. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah pola asuh orang tua yang diberi simbol X. Adapun materi yang dikupas adalah jenis pola asuh orang tua yaitu: a. Pola asuh otoriter b. Pola asuh demokratis c. Pola asuh permisif 2. Variabel Terikat (Y) Variabel terikat adalah unsur yang munculnya dipengaruhi oleh adanya unsur lain. Adapun yang menjadi variabel terikat adalah nilai-nilai kedisiplinan anak yang diberi simbol Y. Materi yang dikupas adalah jenis kedisiplinan di sekolah yaitu: a. Kedisiplinan pada saat jam pelajaran di dalam kelas b. Kedisiplinan pada saat istirahat c. Kedisiplinan di luar kelas

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sajian dan Analisis Data 1. Analisis Deskriptif Persentase Analisis deskriptif ini digunakan untuk mengungkap peristiwa atau kejadian dan sekaligus menjawab permasalahan yang diajukan, di antaranya adalah pola asuh orang tua (variabel X) dan penilaian nilai-nilai kedisiplinan kepada anak (variabel Y), seperti diuraikan berikut ini. a. Pola asuh orang tua (variabel X) Untuk bisa membuktikan besarnya skor pola asuh orang tua (variabel X), peneliti melakukan sebaran angket kepada 95 siswa sebagai responden yang diungkap dengan 15 item pertanyaan (item 115 pada lampiran 6). Dengan demikian proses penyelesaiannya adalah : 1) Menghitung skor maksimal; 15 x 4 = 60 2) Menghitung skor minimal; 15 x 1 = 15 3) Menentukan range (r), yakni skor maksimal skor minimal; 60 15 = 45 4) Menetapkan kriteria, dalam hal ini peneliti tetapkan ada tiga, yakni; sangat tinggi, cukup tinggi, dan rendah. 5) Menentukan interval, yakni; range/kriteria: 45/3 = 15

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

99

6) Memasukkan hasil sebaran angket dari 95 responden seperti direkap lampiran 6 tentang pola asuh orang tua ke dalam tabel berikut. Tabel 1. Analisis Deskriptif Pola Asuh Orang Tua (Variabel X) Interval Kriteria Frekuensi Persentase 46 60 Sangat Tinggi 82 86,32% 31 45 Cukup Tinggi 13 13,68% 15 30 Rendah Jumlah 95 100% Berdasar analisis deskriptif yang direkap tabel tersebut diketahui kriteria sangat tinggi diperoleh skor 82 dengan persentase 86,32%, kriteria cukup tinggi skor 13 dengan persentase 13,6% dan untuk kriteria rendah tidak ditemukan, sehingga bisa dikemukakan bahwa pola asuh orang tua siswa SD 2 Gajah adalah sangat tinggi. b. Penanaman nilai-nilai kedisiplinan (variabel Y) Untuk bisa membuktikan besarnya skor penanaman nilai-nilai kedisiplinan (variabel Y), peneliti juga melakukan sebaran angket kepada 95 siswa sebagai responden yang diungkap dengan 15 item pertanyaan (item 16 30 pada lampiran 6). penyelesaiannya adalah : 1) Menghitung skor maksimal; 15 x 4 = 60 2) Menghitung skor minimal; 15 x 1 = 15 3) Menentukan range (r), yakni skor maksimal skor minimal; 60 15 = 45 4) Menetapkan kriteria, dalam hal ini peneliti tetapkan ada tiga, yakni; sangat tinggi, cukup tinggi, dan rendah. 5) Menentukan interval, yakni; range/kriteria: 45/3 = 15 6) Memasukkan hasil sebaran angket dari 95 responden seperti direkap lampiran 6 tentang kemandirian belajar ke dalam tabel berikut. Tabel 2. Analisis Deskriptif Penanaman Nilai-nilai Kedisiplinan (Variabel Y) Interval Kriteria Frekuensi Persentase 46 60 Sangat Tinggi 54 56,84% 31 45 Cukup Tinggi 41 43,16% 15 30 Rendah Jumlah 95 100% Dari tabel di atas diketahui, kriteria sangat tinggi diperoleh skor 54 dengan persentase 56,84%, kriteria cukup tinggi skor 42 dengan persentase 43,16%, dan untuk kriteria rendah tidak ditemukan dalam jawaban, sehingga bisa dikemukakan bahwa penanaman nilai-nilai kedisiplinan pada siswa SD 2 Gajah adalah sangat tinggi. 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis ini didasarkan pada skor sebaran angket pola asuh orang tua (variabel X) dan penanaman nilai-nilai kedisiplinan (variabel Y) seperti ungkap dalam angket lampiran 1 dan kedua variabel tersebut diperoleh dari 95 siswa sebagai responden seperti direkap pada lampiran 6. Dari lampiran 6 ini kemudian bisa dibuat tabel kerja sebagai persiapan untuk mencari pengaruh No 1 2 3 Dengan demikian proses No 1 2 3

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

100

kedua variabel tersebut. Mengingat penelitian bersifat regresional, yaitu penelitian yang berusaha mencari pengaruh dari dua variabel atau lebih, tetapi dalam penelitian ini digunakan dua variabel, maka rumus yang digunakan adalah regresi linier. Adapun langkah-langkah penyelesiaannya adalah : a. Menyusun tabel kerja pengaruh variabel X terhadap variabel Y seperti pada lampiran 7 yang menyajikan data : N = 95 X = 4840 Y = 4413 X2 = 249256 Y2 = 206771 XY = 226946

b. Mencari persamaan garis regresi dengan rumus sebagai berikut : Y = a + bX, sehingga proses perhitungannya adalah : (Y) (X2) (X) (XY) a = nX2 - (X)2 (4413) (249256) (4840) (226946) = 95 (249256) - (4840)2 1099966728 - 1098418640 = 23679320 - 23425600 1548088 = 253720 = 6,102 nXY - (Y) (X) b = nX2 - (X)2 95 x 226946 4413 x 4830 = 95 (249256) - (4840)2 21560155 - 21314790 = 23679320 - 23425600 245365 = 253720 = 0,967 Jadi persamaan garis regresi dari perhitungan di atas adalah sebagai berikut : Y = 6,102 + 0,967.X

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

101

c. Dari nilai tersebut kemudian bisa diramalkan untuk masing-masing X setiap responden. Misalnya perhitungan pada responden nomor 1 (lampiran 7, X No. 1 = 57) maka proses perhitungannya adalah: Y = 6,102 + 0,967 (57) = 6,102 + 55,119 = 61,221 Contoh tersebut dapat diterapkan pada seluruh responden dari nomor 2 sampai 95 dari seluruh sampel. d. Langkah selanjutnya adalah mencari signifikansi garis regresi dengan menggunakan analisis yang nantinya akan diperoleh nilai F, dengan proses perhitungan sebagai berikut : (X) (Y) xy = XY N (4840) (4413) = 226946 95 21358920 = 226946 95 = 226946 224830,736 = 2115,263 x = X 2 2

(X)2 N (4840)2

= 249256 95 23425600 = 249256 95 = 249256 246585,263 = 2670,737 y = Y 2 2

(Y)2 N (4413)2

= 206771 95

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

102

19474569 = 206771 95 = 206771 204995,463 = 1775,537 JKT = y2 = 1775,537 (xy)2 JKreg = x2 (2115,263)2 = 2670,737 4474337,559 = 2670,737 = 1675,319 JKres = JKT - JKreg = 1775,537 1675,319 = 100,218 dbT =N-1 = 95 - 1 = 94

dbreg = 1 dbres = N - 2 = 95 - 2 = 93 JKreg RKreg = dbreg 1675,319 = 1 JKreg R Kres = dbres 1675,319 = 93 = 18,014 = 1675,319

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

103

e. Menguji pengaruh variabel X terhadap variabel Y dengan rumus : RKreg Freg = RKres 1675,319 = 18,014 = 93,001 d.b = 1 lawan 93 Untuk lebih jelasnya perhitungan tersebut dapat diringkas seperti pada tabel berikut ini. Tabel 3. Perhitungan Angka F dengan Standar Deviasi Sumber Variasi Regresi (reg) Residu (res) Total Dari sajian data pada tabel Db JK RK F

1 1675,319 1675,319 93,001 93 100,218 18,014 94 1775,537 1693,333 93,001 tersebut diketahui bahwa untuk proses perhitungan analisis 93,001, kemudian angka tersebut

data diperoleh F hitung atau F regresi sebesar =

dikonsultasikan dengan tabel F dengan N (populasi) = 95 . Mengingat N = 95 dalam tabel F tidak terdapat, maka dicari angka yang terdekat (interpolasi) yakni pada N = 120, yang diperoleh angka 1,658 untuk taraf signifikan 5% atau taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil hitung di atas, maka berikut; 93,001 > 1,658, karena bisa dibuat persamaan matematika sebagai

F hitung lebih besar dari F tabel maka hipotesis kerja (Ha)

yang berbunyi; Ada pengaruh positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap penanaman nilai-nilai kedisiplinan siswa SD 2 Gajah Kabupaten Demak tahun ajaran 2011/2012 diterima. Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini mengupas tentang pola asuh orang tua sebagai variabel X dan penanaman nilainilai kedisiplinan sebagai variabel Y. Berdasarkan pengupasan kedua variabel, untuk variabel X tentang pola asuh ornag tua diperoleh hasil sebesar 86,32% dengan kategori sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa pola asuh yang diberikan kepada anaknya yang menempuh pendidikan SD 2 Gajah adalah sangat tinggi, dalam arti orang tua benar-benar memberikan pola asuh dan memberikan perhatian kepada anaknya dengan sangat tinggi atau sangat baik. Penanaman nilai-nilai kedisiplinan pada anak atau variabel Y diperoleh skor 41 atau 43,16% dengan kriteria sangat baik. Hal ini juga merupakan hasil yang sangat wajar bagi anak, yakni siswa telah memiliki kedisiplinan dalam

melakukan kegiatan, termasuk di dalamnya kedisiplinan dalam belajar, menapati jadwal yang telah ditentukan dan tentu saja ini disertai dengan motivasi untuk melakukan belajar. Bila dikaji secara mendalam, berarti anal dalam melakukan belajar tanpa disuruh oleh orang tua. Bila dilihat dari

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

104

angkanya, penanaman disiplinan anak diperoleh skor di atas 56,84% hal ini sangat wajar, sebab anak seusia ini masih memerlukan pengawasan, perhatian, bimbingan dan pengarahan dari orang tua, namun bila dilihat dari jumlah siswanya, angka tersebut diperoleh 54 dari sejumlah 95 nak sebagai responden, dengan demikian hasil ini di atas 50%. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh; 93,001 > 1,658, karena hasil hitung (F hitung) lebih besar dari angka F dalam tabel, maka hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi; Tidak ada pengaruh positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap penanaman nilai-nilai kedisiplinan siswa SD 2 Gajah Kabupaten Demak tahun ajaran 2011/2012 ditolak, sedangkan hipotesis kerja (Ha) yang berbunyi; Ada pengaruh positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap penanaman nilai -nilai kedisiplinan siswa SD 2 Gajah Kabupaten Demak tahun ajaran 2011/2012 diterima.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil sajian dan dua analisis data, maka bisa disimpulkan untuk menjawab permasalahan yang diajukan, yakni : 1. Pola asuh orang tua siswa SD 2 Gajah diperoleh skor 82 dari 95 siswa sebagai responden atau 86,32% dengan kriteria sangat tinggi. 2. Penanaman kedisiplinan pada siswa SD 2 Gajah diperoleh skor 54 dari 95 siswa sebagai

responden atau 56,84% dengan kriteria sangat tinggi. 3. Pengaruh pola asuh orang tua terhadap penanaman kedisiplinan siswa diperoleh sebesar 93,001, angka tersebut lebih besar dari angka dalam F tabel, yakni; 1,658. Mengingat hasil hitung lebih besar dari angka dalam tabel 1,658, sehingga bisa dikemukakan bahwa; Ada pengaruh positif dan signifikan pola asuh orang tua terhadap penanaman nilai-nilai kedisiplinan siswa SD 2 Gajah Kabupaten Demak tahun ajaran 2011/2012 diterima.

DAFTAR PUSTAKA

Drost.SJ, JIGM., 2002, Sekolah Mengajar atau Mendidik, Yogyakarta : Kanisius. Depdiknas, 2006, Rambu-rambu Penerapan Tata Tertib Sekolah, Jakarta : Dikdasmen. ----------------, 2006, Gerakan Disiplin Nasional, Jakarta : Dikdasmen. Fakhrududin, 2006, Bentuk Kedisiplinan Belajar Siswa, Surabaya : Usaha Nasional. Hsibuan dan Mujiyono, 2004, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta : Gramedia. Hadi Subrata, 2007, Mengembangkan Kepribadian Anak, Jakarta : Gunung Mulia. Hurlock, B. Elizabeth. 2002, Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Jakarta : Erlangga. Kartini Kartono, 2005, Penelitian Bidang Sosial, Bandung : Rosdakarya. Lucia Hernawati, 2008, Pola Asuh Orang Tua pada Anak, Semarang : Lemlit Universitas Katolik Soegijopranoto.

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

105

Moh. Shocib, 2008, Pola Asuh Orang Tua dalam Membantu Kedisiplinan Diri, Jakarta : Rineka Cipta. Maman Rahman, 2007, Metode Pembelajaran dan Faktor yang Mempengaruhinya, Semarang : UNNES Press. Nana Syaodih Sukmadinata, 2004, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung : Remaja Rosdakarya. Nasution, S., 2005, Teori Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Gramedia Pustaka-tama. Ngalim Purwanto, 2000, Ilmu Pendidikan, Suatu Pendekatan Teoretis, Bandung : Rosdakarya. Rahmat Jalaluddin, 2006, Psikologi Komunikasi, Bandung : Remaja Karya. Sardiman, AM., 2006, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : Rajawali. Singgih D. Gunarso, 2003, Psikologi untuk Membimbing, Jakarta : Gunung Mulia. Sanafiah Faisal, 2006, Teknik Menyusun Instrumen Angket, Surabaya : Usaha Nasional. Sayekti Pujo Suwarno, 2004, Bimbingan Anak dalam Keluarga, Yogyakarta : Muara Mas Offset. ___________, 2005, Pengukuran Kesehatan Mental Manusia, Bandung : Rosda Karya. Sugiyono, 2003, Statistik Nonparametris untuk Penelitian, Bandung : Alfabeta. ___________, 2007, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung : Alfabeta. Suharsimi Arikunto, 2007, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Bumi Aksara. Sumadi Suryabrata, 2008, Sosiologi Keluarga, Jakarta : Erlangga. Sutrisno Hadi, 2006, Metodologi Research, Yogyakarta : Andi Offset. ____________, 2006, Statistik, Yogyakarta : Andi Offset.

JURNAL ILMIAH PPKN IKIP VETERAN SEMARANG

106