You are on page 1of 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.

DEFINISI Glaukoma sudut terbuka/simpleks adalah glaukoma yang penyebabnya tidak diketahui, merupakan suatu glaukoma primer yang ditandai dengan sudut bilik mata terbuka.4 Glaukoma sudut terbuka adalah glaukoma kronis atau pencuri penglihatan dan pasien sering tidak menyadarinya. Pada umumnya mulai terjadi pada usia di atas 40 tahun.3 Glaukoma sudut terbuka adalah tipe yang paling umum dijumpai, biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan lahan selama berbulan bulan atau bertahun tahun. permanen." Glaukoma sudut terbuka/kronis adalah suatu penyakit dengan kerusakan pada sara! optik yang terjadi perlahan lahan hampir tanpa keluhan subjekti!.# Glaukoma sudut terbuka primer adalah glaukoma yang penyebabnya tidak ditemukan dan ditandai dengan sudut bilik mata depan yang terbuka. $ecara genetik penderitanya adalah homo%igot dan umumnya terdapat pada orang orang berusia di atas 40 tahun, tetapi dapat juga ditemukan pada usia muda &glaukoma june'ill(. Pada glaukoma ini, terdapat kecenderungan !amiliai yang kuat dan kerabat dekat pasien dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan penapisan secara teratur.),4,* idak ditemukan gejala jelas ampai sudah terjadi kerusakan berat pada syara! optik dan !ungsi penglihatan telah terpengaruh secara

B.

ETIOLOGI Pada umumnya glaukoma simpleks ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun, walaupun kadang kadang penyakit ini ditemukan juga pada usia muda. +iduga 3

glaukoma simpleks diturunkan secara dominan atau resesi! pada kira kira "0, penderita, secara genetik penderitanya adalah homo%igot.4 -enurut $umantri, .ke tahun )004, glaukoma sudut terbuka primer penyebabnya tidak diketemukan dan hanya ditandai dengan sudut bilik mata depan yang terbuka.3 C. PATOFISIOLOGI Pada glaukoma simpleks ditemukan perjalanan penyakit yang lama akan tetapi berjalan terus sampai berakhir dengan kebutaan yang disebut sebagai glaukoma absolut./ 0!ek peningkatan tekanan intraokular di dalam mata ditemukan pada semua bentuk glaukoma yang mani!estasinya dipengaruhi oleh perjalanan waktu dan besar peningkatan intraokuler.4 -ekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atro!i sel ganglion di!us, yang menyebabkan penipisan lapisan serat sara! dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di sara! optikus. +iskus optikus menjadi atro!ik, disertai pembesaran cekungan optikus. .ris dan karpus siliare juga menjadi atro!ik dan prosesus siliaris memperlihatkan degenerasi hyalin.4 Gambaran patologik utama pada glaukoma sudut terbuka primer adalah proses degenarti! di jaringan trabekular, termasuk pengendapan bahan ekstrasel di dalam jalinan dan di bawah lapisan endotel kanalis $chlemm. 1al ini berbeda dengan proses penuaan normal. 2kibatnya adalah penurunan drainase humor akueus yang menyebabkan peningkatan tekanan intra okuler.4 -enurut .lyas, $idarta, et. al, tahun )00), disebutkan bahwa mekanisme terjadinya glaukoma sudut terbuka adalah adanya hambatan pada jaringan trabekulum sendiri. 2kuos humor dengan leluasa mencapai lubang lubang trabekulum, tetapi sampai di dalam terbentur celah celah trabekulum yang sempit, hingga akuos humor tidak dapat keluar dari bola mata yang bebas.3

D.

GEJALA Gejala yang timbul pada penderita glaukoma tipe ini adalah 4 /. 1ambatan pengeluaran cairan mata &akous humor( pada jalinan trabekulum dan kanal $chlemm4 ). 0kska'asi papil4 3. +egenerasi papil4 4. Gangguan lapang pandang & memperlihatkan gambaran khusus kampus glaukoma seperti melebarnya titik buta, skotoma 5jerrum dan skotoma tangga 6onne ( # yang disebabkan langsung atau tidak langsung oleh tekanan bola mata pada papil sara! optik dan retina atau pembuluh darah yang memperdarahinya4 ". #. imbulnya gejala disadari agak lambat kadang tidak disadari oleh penderita sampai akhirnya berlanjut dengan kebutaan 4,* ekanan bola mata sehari hari tinggi atau lebih dari )0 mm1g) *. -ata tidak merah atau tidak terdapat keluhan4 3. -ata sebelah terasa berat, kepala pening sebelah, kadang kadang penglihatan kabur dengan anamnesa tidak khas4 7. Pasien tidak mengeluh adanya halo dan memerlukan kacamata koreksi untuk presbiopia lebih kuat dibanding usianya /0. $tadium awal memperlihatkan adanya remisi dan eksaserbasi daripada gangguan out !low dan peninggian tekanan intraokuler* //. ajam penglihatan umumnya masih baik3 FAKTOR RESIKO 8aktor resiko pada seseorang untuk mendapatkan glaukoma bila mempunyai riwayat 4 4," /. +iabetes melitus ). 1ipertensi 3. 9ulit berwarna 4. -iopia "

E.

". :sia lebih 4" tahun #. -emiliki riwayat glaukoma di dalam keluarga *. 3. ekanan bola mata tinggi ekanan darah tinggi

7. -igrain atau penyempitan pembuluh darah otak &sirkulasi darah yang buruk( /0. 9ecelakaan pada mata sebelumnya //. -enggunakan steroid cortisone dalam jangka waktu lama

F.

DIAGNOSIS Penegakan diagnosis glaukoma primer sudut terbuka diawali dengan adanya pemeriksaan bila tekanan )/ mm1g, sebaiknya dikontrol rasio ;/+, periksa lapang sentral, temukan titik buta yang meluas dan skotoma sekitar titik !iksasi dan bila tensi )4 30 mm1g, kontrol lebih ketat dan lakukan pemeriksaan di atas bila masih dalam batas batas normal mungkin satu hipertensi okuli.4 +iagnosis glaukoma primer sudut terbuka dapat ditegakkan apabila ditemukan 4 4,*,3 /. ). 3. 4. 9elainan kelainan glaukomatosa pada diskus optikus dan lapangan pandang disertai peningkatan tekanan intraokuler $udut kamera anterior terbuka dan tampak normal idak terdapat sebab lain yang menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler Glaukoma pada kedua mata pada pemeriksaan pertama +iagnosis sering baru ditegakkan jika pasien telah melakukan tonometri rutin yang misalnya hanya datang untuk ganti kacamata.

G.

PEMERIKSAAN DAN TES PENUNJANG DIAGNOSIS -asalah utama dalam mendeteksi glaukoma sudut terbuka primer adalah tidak adanya gejala sampai stadium lanjut penyakit. $aat ini untuk deteksi dini masih diandalkan pemeriksaan o!talmologik teratur bagi kerabat pasien dan pada #

pemeriksaan diskus optikus dan tonometri yang menjadi bagian pemeriksaan !isik rutin bagi semua orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun.) 5eberapa teknik pemeriksaan dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis glaukoma sudut terbuka misalnya 4#,3,7 /. onometri, untuk mengetahui tekanan bola mata seseorang, dengan teknik4 a. +igital &palpasi( tonometri, kurang tepat karena tergantung !aktor subjekti! 4 -erupakan cara yang paling mudah dan murah karena tidak memerlukan alat ;aranya adalah dengan menyuruh penderita melihat ke bawah, pada kelopak atas diberikan tekanan dengan jari telunjuk kedua tangan bergantian 5ila satu telunjuk menekan bola mata, telunjuk yang lain tidak menekan bola mata <ilai daya tahan bola mata terhadap tekanan jari ekanan bola mata dicatat dengan .< = tekanan normal, n > / = tekanan bola mata agak tinggi, rendah b. $chiot% tonometri, dengan memberi beban pada permukaan kornea Pemeriksaan tekanan bola mata yang dilakukan dengan menggunakan tonometer 2lat 4 obat tetes anestesi lokal &tetrakain( dan tonometer schiot% Pasien diminta melonggarkan pakaian termasuk dasi yang dipakai, dan tidur terlentang di tempat tidur -ata ditetesi dengan tetrakain dan tunggu sampai pasien tidak merasa pedas 9elopak mata pasien dibuka dengan telunjuk dan ibu jari, kemudian pasien diminta untuk melihat ibu jari tangannya d depan matanya atau melhat ke langit langit ruangan pemeriksaan elapak tonometer $chiot% diletakkan pada permukaan kornea * n / = tekanan bola mata agak

c. d.

$etelah telapak tonometer menunjukkan angka yang tetap, dibaca nilai tekanan pada skala busur $chiot% yang berantara 0 /", <ilai jika tekanan lebih tinggi dari )0 mm1g dicurigai glaukoma dan bila tekanan lebih )" mm1g maka pasien menderita glaukoma

2planasi tonometri, mendatarkan permukaan kecil kornea onometri udara, kurang teliti karena dipergunakan di ruang terbuka es komputerisasi lapang pandang penglihatan atau perimetry adalah

). ?apang pandangan pengukuran terpenting untuk melihat luasnya kerusakan syara! mata. $elama tes dilakukan, pasien akan diminta melihat layar komputer dan menekan tombol ketika pasien melihat kilatan cahaya atau munculnya garis garis hitam. 9ondisi sara! optik pasien akan di!oto berwarna pada saat kunjungan pertama. 8oto ini akan dijadikan pembanding untuk !oto yang diambil pada kunjungan berikutnya. +engan cara ini, setiap perubahan atau kemajuan glaukoma dapat dideteksi.4 Pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya kondisi glaukoma pada seseorang khususnya glaukoma sudut terbuka diantaranya adalah 4 /. ). 3. H. es minum air*,7 es pilokarpin* es pro'okasi steroid*

PENANGANAN MEDIS 5ila diagnosis sudah dibuat, maka penderita sudah harus memakai obat seumur hidup untuk mencegah kebutaan. ujuan pengobatan pada glaukoma simpleks adalah untuk memperlancar pengeluaran cairan mata &akuos humor( atau usaha untuk emngurangi produksi cairan mata.4 -eskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan glaukoma, pada kebanyakan kasus glaukoma dapat dikendalikan. Glaukoma dapat dirawat dengan 3

obat tetes mata, tablet, operasi laser atau operasi mata. $egera menurunkan tekanan pada mata dapat mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut." Penanganan medis ini dapat dijelaskan sebagai berikut 4 /. Pemakaian tetes mata3,4," -erupakan bentuk perawatan yang paling umum dan paling awal diberikan. $angatlah penting untuk menggunakan obat tetes mata sesuai resep. " @bat ini dapat menurunkan produksi atau meningkatkan pengeluaran cairan bola mata sehingga didapatkan tekanan bola mata yang diinginkan dengan pemakaian secara teratur dan terus menerus3 @bat tetes yang diberikan berjenis 4 -iotik 34 a. Pilokarpin ) 4,, 3 # kali / tetes sehari &membesarkan pengeluaran cairan mata out!low(),3 b. 0serin A B /,, 3 # kali / tetes sehari &membesarkan pengeluaran cairan mata out!low(3 $impatomimetik 3 4 0pine!rine 0," ),, / ) kali / tetes sehari &menghambat produksi akuos humor(3 5eta blocker imolol maleate 0,)" 0,"0,, / ) kali tetes sehari &menghambat produksi akuos humor(3 ). Pemakaian tablet Pemberian obat tablet dilakukan setelah pemberian obat tetes mata tidak menunjukkan hasil sehingga dilakukan kombinasi pemberian obat dengan jenis tablet) 2seta%olamid )"0 mg, 4 kali / tablet &menghambat produksi akuos humor(/,3 @bat obatan tablet sering menyebabkan rasa kesemutan pada ujung kaki dan tangan, rasa lemas, hilangnya rasa lapar dan adanya batu ginjal.3 7

3. -

?aser Pengobatan dengan laser cukup berguna untuk beberapa jenis glaukoma. Pada glaukoma sudut terbuka, pengobatan dengan laser trabekuloplasti sangat e!eki! untuk menurunkan tekanan bola mata dan tidak perlu menginap di rumah sakit 3,4,",*

4. -

@perasi/bedah mata +ilakukan apabila tekanan intraokuler masih belum bisa dikendalikan dengan cara trabekulektomi atau pembedahan trabekulektomi yaitu suatu tindakan yang membuat saluran kecil dari bilik mata depan ke konjungti'a untuk menurunkan tekanan bola mata dengan menggunakan alat operasi yang sangat kecil dan mikroskop khusus ),3,# etapi tindakan ini juga dapat menimbulkan peningkatan sementara tekanan intraokuler yang berbahaya# @perasi/bedah dilakukan apabila 4# ekanan intraokuler tetap di atas 30 mm1g 9erusakan papil sara! optik progresi! 9erusakan lapang pandang yang progresi! $ceie* rabekulektomi* .ridenkleisis* @perasi !iltrasi mata"

Cenis operasi yang dilakukan adalah operasi !istula 4

I.

PROGNOSIS anpa pengobatan, glaukoa ini dapat berkembang secara perlahan sehingga akhirnya menimbulkan kebutaan secara total. 2pabila proses penyakit dapat dideteksi secara dini, sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik secara medis.),4,*

/0

$ecara keseluruhan, tingkat keparahan penderita yang datang ke 6$;adalah 3", kasus kasus stadium lanjut sehingga sulit untuk dibantu penglihatannya. $ara! mata yang sudah terlanjur rusak hanya dapat dipertahankan agar tidak bertambah rusak.3 :ntuk itu, sekali lagi ditekankan pentingnya deteksi glaukoma pada stadium dini. 9eadaan sara! mata yang masih sedikit kerusakannya dapat dipertahankan dengan pemberian obat obatan, laser ataupun tindakan bedah.3

//