You are on page 1of 5

Kasus Perbankan Syariah (Permasalahan Pajak Ganda Murabahah)

Oleh : BERLIANDI WARTOYO HETTY SETIYANI

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

Kasus Perbankan Syariah (Permasalahan Pajak Ganda Murabahah)

Permasalahan pajak ganda yang dikenakan kepada bank-bank Syariah dengan skim murabahahnya sebenarnya issue yang sudah lama. Rumor ini muncul sejak tahun 1997, dan saat ini kembali ramai diperdebatkan lantaran pajak yang harus dibayarkan kepada Ditjen Pajak jauh lebih besar dari pendapatan yang diterima oleh bank-bank syariah dengan transaksi murabahahnya. Pada prinsipnya urabahah itu jual beli, ketika ada permintaan dari nasabah, bank terlebih dahulu membeli pesanan sesuai permintaan nasabah, lalu bank menjualnya kembali kepada pemesan dengan harga aslinya lalu ditambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati oleh pemesan. !arena transaksi jual beli itu terjadinya dua kali, maka terjadi dua kali peralihan kepemilikan sehingga PP"-nya dikenakan dua kali juga. enurut ## "o. 1$ %ahun &''' e-ah, utamanya Pasal (tentang Perubahan !edua )tas #ndang-#ndang "omor $ %ahun 19$* tentang Pajak Pertambahan "ilai +arang dan ,asa dan Pajak Penjualan )tas +arang +agaimana pajak ganda itu diterapkan0 1lustrasi 2 1) ayat (1., huru/ a dan b,. berarti juga terbebani dua kali pembayaran pajak. isalkan , ada nasabah datang ke bank bermaksud ingin membeli motor seharga 13 juta di dealer ), lalu bank menuliskan transaksi akad tersebut dengan meminta margin (keuntungan. 34. ,adi harganya 13.73'.'''. lalu bank membeli motor tersebut di dealer ) dan menyerahkan kepada nasabah. "ah pada saat bank membeli motor dari dealer ) seharga 13 juta, bank sebenarnya sudah dikenai pajak, dimana harga yang Rp. 13 juta itu sudah termasuk pajak PP" 1'4. 5 6eritanya menjadi lain jika membelinya langsung dari pabriknya. kemudian pada saat menjual kembali kepada pemesan seharga Rp. 13.73'.''', bank dikenai pajak lagi. !atakanlah pajak PP" yang dikenakan sebesar 1'4. Sehingga bank harus membayar pajaknya sebesar7 13.73'.''' 8 1'4 9 1'' : 1.373.''',- (ini yang menjadi sumber kerugian bank. Dengan ilustrasi diatas, dapat dikatakan dalam setiap melakukan transaksi murabahahnya, bank syariah akan selalu mengalami kerugian karena harus membayar pajak yang lebih besar dari keuntungan yang diperolehnya. pengambilan margin yang hanya sebesar 3 persen dari transaksi murabahah ini sebelumnya sudah dipertimbangkan oleh bank-bank syariah, sebab jika bank- syariah mengambil keuntungan yang lebih besar dari setiap transaksi murabahahnya, katakanlah lebih besar dari PP" 1'4 dengan alasan supaya menutupi kerugian pembayaran pajaknya, tentunya bank syariah akan kalah bersaing dengan bank-bank lain seperti bank kon;ensional yang memberikan kredit pembiayaan lebih kecil karena bank kon;ensional tidak dikenai pajak ganda. <antaran mengambil margin yang lebih besar dari bank kon;ensional, para nasabah pun pastinya akan memilih bank yang memberikan pembayaran cicilan lebih murah dari bank syariah. ,ika merujuk kepada ## "omor =&9&''9 mengenai PP", aturan PP" murabahah sejatinya sudah dihapuskan, aturan ini baru e/ekti/ )pril &'1' nanti. >anya saja, penghapusan ini hanya bersi/at kasuistis. )rtinya, bank syariah dengan transaksi murabahahnya, masih harus berke-ajiban membayar tagihan pajak tahun-tahun sebelumnya. 1tulah alasan mengapa sekarang ini bank-bank syariah menjadi bank yang memiliki tunggakan besar pajaknya. Sebagai contoh +"1, lantaran terkena pajak ganda, +ank dengan plat merah ini masuk dalam da/tar penunggang pajak yang dirilis Ditjen Pajak. Pajak yang dimaksud

adalah murni dari transaksi murabahah ##S +"1 pada tahun &''7. +esarannya sekitar 1&$,& milyar, dengan rincian PPn murabahah Rp. 1'$,& milyar dan saksi administrasi Rp. &' milyar. Padahal laba ##S +"1 syariah pada tahun &''7 hanya 19,7 milyar. ,ika dihitung dari sejak ##S +"1 berdiri pada ahun &''' hingga tahun &''9, maka total pajak murabahahnya adalah Rp *9* milyar. (Republika, 3 ?ebruari &'1'. Pihak +"1 menuntut keadilan Direktorat ,enderal Pajak dalam menghitung objek pajak berganda transaksi murabahah perbankan syariah, karena semua bank dalam industri tersebut memakai sistem serupa."amun, di sisi lain jika perhitungan itu diterapkan membuat industri perbankan gulung tikar karena akan membayar pajak pertambahan nilai yang mencapai Rp* triliun dalam 1 tahun. Semua perbankan syariah memakai transaksi murabahah dalam melakukan skema pembiayaan, sehingga jika dinilai ada pe-nunggakan pajak berganda semua industri terkena.Pekan lalu, Dirjen Pajak mengumumkan bah-a +"1 bersama +ukopin masuk dalam 1'' besar perusahaan penunggak pajak. !asus kedua perusahaan itu disebabkan oleh transaksi murabahah yang dikenai pajak berganda.. )lasan pemerintah ngotot menarik pajak berganda ini karena melihat nilai pembiayaan murabahah yang lumayan. %engok saja, dari total pembiayaan perbankan syariah sebesar Rp @' triliun, sekitar 374 atau Rp *=,& triliun merupakan pembiayaan akad murabahah. A,adi, ada potensi pajak Rp *,=& triliun. ,ika bank-bank syariah tetap harus membayar tunggakan pajaknya pada tahun-tahun sebelumnya, hal ini akan berakibat meruginya bank-bank syariah, selain itu juga akan berdampak menurunya nilai asset yang dimiliki. Sebab dari nilai transaksi yang dilakukan oleh bank-bank syariah, sekitar $' persen diantaranya adalah transaksi murabahah. enurunnya nilai asset, akan berdampak pada menurunya jumlah tranksaksi pembiayaan, menurunya jumlah transaksi pembiayaan akan menurunya keuntungan9pro/it yang diperoleh. >al ini akan menghambat perkembangan bank syariah di 1ndonesia. Selain itu, penghapusan pajak yang belum sepenuhnya selesai, membuat enggannya minat in;estor untuk masuk ke domain perbankan syariah. Seperti misalnya2 !u-ait ?inance >ouse dan Batar 1slamic +ank yang mau menanamkan modalnya untuk +ank syariah setelah dihapuskannya pajak berganda itu di 1ndonesia. +erdasarkan #ndang-undang "o. 1$ %ahun &''' tentang perubahan kedua atas #ndangundang "o. $ %ahun 19$* tentang Pajak Pertambahan "ilai +arang dan ,asa dan pajak Penjualan )tas +arang e-ah. %entunya regulasi ini menjadikan perbankan syariah sangat terbebani. Padahal data menunjukkan skim murabahah adalah produk yang sangat diminati dan menjadi andalan perbankan syariah saat ini. Dari data terlihat transaksi perbankan syariah tidak kurang dari Rp&1,9&' triliun dengan komposisi terbesarnya adalah murabahah yakni Rp1*,*=' triliun atau sebayak @',$@ persen (Republika, =9&..

Urgensi penghapusan

Paling tidak ada dua alasan mendesak pentingnya dihapus pajak ganda (double taCation. tersebut yaitu 7 Pertama, pajak ganda ini menjadi penghambat perkembangan perbankan syariah, padahal saat ini sedang dilakukan pencapaian target aset perbankan syariah menjadi dua persen. ,ika kita melihat data pada skim pembiayaan terjadi penurunan, tahun &''7 tercatat laju pertumbuhan bank syariah mencapai *',1 persen, lebih rendah dibanding pembiayaan tahun &''@ yang mencapai *=,& persen. Data ini menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya. Kedua, penghapusan pajak ganda menjadi sangat penting terkait dengan kepentingan masuknya in;estasi asing di 1ndonesia. )danya pajak ganda akan menyebabkan industri perbankan dan keuangan syariah 1ndonesia menjadi kurang menarik dikembangkan. Dampaknya, moti;asi para in;estor untuk masuk dan mengembangkan industri syariah di 1ndonesia pun menjadi surut. Dengan adanya penghapusan pajak ganda akan memicu perkembangan industri syariah tidak hanya di perbankan syariah namun juga pada industri lainya seperti asuransi dan pasar modal syariah.Sesungguhnya pemberlakuan hanya satu kali pajak dalam pembiayaan syariah telah dilakukan oleh banyak negara lain. Saat ini negara yang memiliki industri keuangan dan perbankan syariah telah menghapuskan pajak ganda dalam transaksi pembiayaan syariah diantaranya, )merika Serikat melalui D//ice o/ the 6omptroller o/ the 6urrency (DD6. yang mengeluarkan dua interpretati;e letters yang berisi tentang transaksi murabahah dan ijarah. Solusi #ntuk menghapus pajak ganda di 1ndonesia, paling tidak ada dua upaya dapat dilakukan, yakni melakukan perubahan (amandemen. regulasi yang menyangkut pajak, atau dengan melakukan penambahan klausula tentang penghapusan pajak ganda pada regulasi yang menyangkut industri bisnis syariah. Pertama, secara ideal, penghapusan ini dengan melakukan amandemen regulasi yang menyangkut pajak yakni ## "o. 1$ %ahun &''' tentang perubahan kedua atas #ndang-undang "o.$ %ahun 19$* tentang Pajak Pertambahan "ilai +arang dan ,asa dan pajak Penjualan )tas +arang e-ah. Sebenarnya, jika kita cermat, saat ini telah ada Peraturan Pemerintah "o. 1== tahun &''' yang mengatur jasa perbankan mendapatkan dispensai untuk tidak terkena -ajib pajak PP". Kedua, dengan meman/aatkan momentum yang ada, yakni saat ini R## Perbankan Syariah dan R## Surat +erharga Syariah "egara (S+S". sedang dibahas, perlu memasukkan klausula yang menyangkut penghapusan pajak ganda pada kedua R## tersebut. )dapun pasal yang menyangkut penghapusan pajak ganda pada R## tersebut akan menjadi leC specialis (pengecualian hukum. terhadap ## Pajak Pertambahan "ilai (PP".. Sebab selama ini aturan yang mengatur perbankan syariah hanya berupa aturan tentang perbankan nasional (## "o.1' %ahun 199$., belum ada regulasi yang mengatur perpajakan bagi perbankan syariah sehingga transaksi syariah terkena pajak ganda. empertahankan pajak berganda akan menghambat perkembangan industri syariah ke depan, untuk itulah diperlukan political -ill dari pengambil kebijakan dan upaya sinkronisasi perundang-undangam secara menyeluruh dalam rangka membangun ekonomi syariah dan sistem perekonomian 1ndonesia yang kuat. Ketiga, Pentingnya Sinergi antara )hli )kuntansi dan )hli Syariah. Dalam penetapan suatu hal baik itu standar akuntansi di perbankan syariah (PS)!., produk-produk di taka/ul maupun di

pasar modal syariah seharusnya diserahkan kepada pihak yang ahli. Dalam penetapan akuntansi, tidak hanya orang yang ahli akuntansi yang dibutuhkan, akan tetapi tenaga ahli syariah juga sangat penting demi menghindari terjadinya dispute di kemudian hari. Dleh karena itu, seharusnya tim penetapan standar akuntansi syariah nasional yang ada harus melibatkan beberapa tenaga ahli syariah yang kompeten (tidak hanya mengerti di bidang syariah, tetapi juga memahami prinsip-prinsip akuntansi dan perbankan syariah, kalau penetapannya terkait di bidang perbankan syariah. Sedangkan jika terkait dengan pasar modal syariah, maka yang ahli di pasar modal syariah harus dilibatkan.. Sehingga kritikan terhadap standar akuntansi yang ada tidak menimbulkan permasalahan dan bisa jadi menyebabkan produk tersebut tidak sesuai dengan syariah. Keempat, #rgensi emiliki Shariah 6ommittee dalam Penetapan Standar PS)!. Setelah kita menelaah kasus di atas dan bagaimana dasar penulisan PS)! secara umum dalam al-Buran maupun al-Sunnah. Permasalahan yang ada dalam penulisan PS)! yang ada saat ini disebabkan tidak terdapat ahli syariah dalam perumusan PS)! tersebut. aka dari itu, peran Shariah scholar ataupun de-an syariah sangat diperlukan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. !alau kita mau berkaca pada ))D1?1 ()ccounting and )uditing DrganiEation /or 1slamic ?inancial 1nstitution. di +ahrain dan juga 1?S+ (1slamic ?inancial Ser;ices +oard. di alaysia, organisasi-oranisasi tersebut dalam menetapkan setiap akad pasti melibatkan beberapa ulama yang ahli syariah sehingga meminimalkan terjadinya kesalahan dalam penulisan yang tidak sesuai dengan syariah. Dleh sebab itu, keberadaan de-an syariah di lembaga akuntansi di 1ndonesia bisa menjadi F),1+ karena banyaknya permasalahan yang terjadi di standar PS)! yang menyebabkan beberapa produk perbankan syariah kita tidak sesuai dengan syariah.