You are on page 1of 11

RTRW Provinsi Papua Barat 2008 - 2028

7.2 ARAHAN PERATURAN ZONASI UNTUK STRUKTUR RUANG DAN POLA RUANG
Indikasi arahan peraturan zonasi sistem provinsi merupakan pedoman dalam perumusan arahan peraturan zonasi yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Arahan peraturan zonasi sistem provinsi meliputi: 1. 2. Arahan peraturan zonasi untuk struktur ruang. Arahan peraturan zonasi untuk pola ruang.

7.2.1

Arahan Peraturan Zonasi untuk Struktur Ruang

Arahan peraturan zonasi untuk struktur ruang Provinsi Papua Barat ditetapkan dengan tujuan: a. Menjamin berfungsinya sistem perkotaan dan jaringan prasarana wilayah Provinsi Papua Barat dengan mengatur pemanfaatan ruang di sekitar jaringan prasarana; b. Mengatur ketentuan pelarangan pemanfaatan ruang yang menyebabkan gangguan terhadap berfungsinya sistem perkotaan provinsi dan jaringan prasarana provinsi; dan c. Membatasi intensitas pemanfaatan ruang agar tidak mengganggu fungsi sistem perkotaan provinsi dan jaringan prasarana provinsi. Arahan peraturan zonasi Struktur Ruang Provinsi Papua Barat terdiri atas arahan peraturan zonasi untuk sistem perkotaan dan arahan peraturan zonasi untuk jaringan prasarana wilayah, sebagai berikut: 1. Arahan peraturan zonasi untuk PKN, PKW, PKL dan PKSN adalah: a. Menetapkan batas perkembangan fisik kawasan perkotaan berupa ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan dan pinggiran berdasarkan daya dukung lingkungan. b. Mengelola tingkat perkembangan fisik perkotaan di daerah pinggiran agar tidak melebihi batas perkembangan fisik yang telah ditetapkan. c. Mengembangkan pusat-pusat pelayanan kepada masyarakat secara berhierarki yang terdistribusi di seluruh kawasan perkotaan dan disesuaikan dengan jumlah penduduk yang dilayani.

Untuk PKN berlaku indikasi arahan peraturan zonasi sebagai berikut: Mengembangkan prasarana perekonomian untuk menunjang kegiatan ekonomi wilayah. Mengembangkan prasarana transportasi untuk menunjang pergerakan dari dan menuju kawasan lain di sekitarnya.

Laporan Rencana

7-1

dan pelayanan kesehatan. karantina dan keamanan. Menjamin ketersediaan air bersih. Untuk PKW dan PKL berlaku arahan peraturan zonasi sebagai berikut: Mengembangkan prasarana dan sarana perekonomian untuk menunjang kegiatan ekonomi wilayah. energi listrik.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . Mengembangkan jaringan akses dari pusat-pusat produksi berorientasi ekspor menuju pelabuhan laut/ atau bandar udara. Mengembangkan kegiatan budidaya dengan memperhatikan fungsi pertahanan dan keamanan negara. Mengembangkan struktur penahan kebisingan pada sisi jalan yang melalui kawasan permukiman. berlaku indikasi arahan peraturan zonasi sebagai berikut: Mengembangkan prasarana dan sarana untuk menunjang fungsi kepabeanan. Arahan peraturan zonasi untuk jaringan jalan kolektor primer yang terdapat di Provinsi Papua Barat adalah: Membatasi tingkat perkembangan kegiatan budidaya di sisi jalan. Mengintegrasikan dengan sistem transportasi darat untuk mewujudkan pelayanan transportasi yang terpadu dan efisien. pendidikan. 3. Mengembangkan sistem drainase di sepanjang sisi jalan. 2. Mengembangkan prasarana dan sarana untuk menunjang transportasi dan perdagangan lintas batas. 4. Mengembangkan prasarana transportasi untuk menunjang pergerakan dari dan menuju kawasan lain di sekitarnya. Selain arahan peraturan zonasi. Mempertahankan garis sempadan bangunan di sisi jalan sekurang-kurangnya setengah dari lebar ruang milik jalan. Arahan peraturan zonasi untuk sistem jaringan transportasi laut adalah: Laporan Rencana 7-2 . jaringan telekomunikasi di pelabuhan penyeberangan. imigrasi.2028 - Mengembangkan jaringan akses dari pusat-pusat produksi berorientasi ekspor menuju pelabuhan laut dan/atau bandar udara. Arahan peraturan zonasi untuk transportasi penyeberangan adalah: Mengembangkan fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan kondisi fisik lingkungan. Mengembangkan ruang untuk sentra-sentra kegiatan produksi dalam skala lokal dan wilayah. Membatasi akses masuk dengan jarak tertentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . Menjamin ketersediaan air bersih. listrik jaringan telekomunikasi dan instalasi pengolahan air limbah di kawasan pelabuhan. - Mengembangkan pelabuhan yang mampu melayani angkutan peti kemas. - Meningkatkan aksesibilitas transportasi laut antara kawasan andalan dengan kawasan sub regional dan kawasan strategis (ekonomi) provinsi. Laporan Rencana 7-3 . - Mengembangkan terminal penumpang untuk melayani pelayaran dan/atau penyeberangan provinsi. - Mengembangkan sistem keamanan berstandar provinsi.2028 - Menyiapkan rencana alokasi ruang pelabuhan yang dapat memenuhi kebutuhan ruang untuk pengembangan kegiatan prasarana pelabuhan. Menyusun studi lingkungan regional yang memperhatikan konservasi kawasan lindung dan daya dukung lingkungan secara umum untuk melengkapi rencana pengembangan pelabuhan. Mengintegrasikan pelabuhan provinsi dengan sistem transportasi darat yang menghubungkan pelabuhan dengan PKN atau PKW terdekat dan pusat produksi wilayah lainnya. - Mengembangkan pelabuhan yang mampu berfungsi sebagai simpul transportasi laut provinsi yang menghubungkan pelabuhan pengumpan dengan pelabuhan yang lebih tinggi hierarkinya.

Mengembangkan pelayanan keberangkatan dan kedatangan pesawat dan penumpang dengan volume sedang. Arahan peraturan zonasi untuk sistem jaringan energi dan listrik adalah: Arahan peraturan zonasi untuk sistem jaringan energi dan listrik: a. c. 7. Mengembangkan fasilitas bongkar muat kargo yang efisien untuk mendukung aktivitas ekspor impor. Memprioritaskan pemanfaatan sumber energi setempat dan sumber energi yang terbarukan guna menjamin ketersediaan sumber energi primer untuk pembangkit listrik. 6. Mengembangkan subsidi pengusahaan energi listrik. Arahan peraturan zonasi untuk sistem jaringan transportasi udara adalah: Mengembangkan landasan pacu dan prasarana penunjang penerbangan provinsi. Arahan peraturan zonasi untuk jaringan terisolasi: a. Arahan peraturan zonasi untuk sistem jaringan prasarana sumberdaya air adalah: Laporan Rencana 7-4 . Mengintegrasikan dengan prasarana transportasi lainnya.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . b. Mengembangkan jaringan interkoneksi untuk mengembangkan kawasan andalan.2028 5. c. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya setempat sebagai sumber energi listrik. c. b. Arahan peraturan zonasi untuk jaringan interkoneksi adalah: a. Memanfaatkan sumber energi primer terbarukan maupun yang tidak terbarukan secara efektif dan efisien. Mengatur tingkat harga jual energi listrik sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat setempat. d. b. Arahan peraturan zonasi untuk sistem jaringan telekomunikasi ditetapkan oleh dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang telekomunikasi. investasi dan sistem permukiman provinsi. dan keandalan sistem jaringan transmisi tenaga listrik untuk menjamin tersedianya pasokan energi listrik. Meratakan distribusi permintaan dan penawaran energi listrik provinsi. Mengatur penempatan pembangkit dan jaringan transmisi bertegangan tinggi dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat dan lingkungan. Menerapkan standar keamanan. mutu. 8. Menyelenggarakan penataan ruang di bandar udara dan sekitarnya sesuai dengan standar keselamatan penerbangan. Menyediakan dan memanfaatkan sumber energi untuk pembangkit tenaga listrik dengan mempertimbangkan keamanan masyarakat dan lingkungan.

2028 - Membagi peran yang tegas dalam pengelolaan sumberdaya air di antara pemerintah. Kawasan Lindung 1. Mengendalikan daya rusak air untuk melindungi masyarakat. serta kawasan sekitar mata air dari kegiatan yang berpotensi merusak kualitas air. sempadan sungai. Menjamin terciptanya keberlanjutan pembangunan dan perbaikan kualitas lingkungan dengan menciptakan keserasian dan keterpaduan antar pemanfaatan ruang yang berbeda. kegiatan budidaya. Menjamin kelestarian lingkungan alam dan keanekaragaman hayati dengan melakukan pembatasan terhadap kegiatan yang mengubah bentang alam.2.2 Arahan Peraturan Zonasi untuk Pola Ruang Arahan peraturan zonasi untuk pola ruang Provinsi Papua Barat terbagi atas arahan peraturan zonasi untuk kawasan lindung dan arahan peraturan zonasi untuk kawasan budidaya. serta prasarana dan sarana penunjang perikehidupan manusia. 7. Mengembangkan sistem prasarana sumberdaya air yang selaras dengan pengembangan sistem pusat permukiman. dan kawasan lindung. Arahan peraturan zonasi untuk pola ruang disusun dengan tujuan: 1. pemerintah provinsi. - Mengatur pemanfaatan sumberdaya air untuk kegiatan budidaya secara seimbang dengan memperhatikan tingkat ketersediaan dan kebutuhan sumberdaya air. kawasan sekitar danau dan waduk serta mata air. - Melindungi kawasan bagian hulu dan tengah aliran sungai. 3. kawasan budidaya. a. 2.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . kawasan sekitar danau dan waduk. Mengembangkan sistem prasarana sumberdaya air untuk mendukung sentra produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan provinsi. Melindungi kawasan yang berfungsi menampung limpasan air di bagian hilir. dan pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan wewenang masing-masing. Arahan peraturan zonasi untuk hutan lindung meliputi: Pengelolaan kegiatan budidaya yang telah berlangsung dalam hutan lindung berdasarkan analisis mengenai dampak lingkungan. Menjamin terciptanya keselamatan umum dengan melakukan pembatasan terhadap pemanfaatan ruang di kawasan rawan bencana alam dan pemanfaatan ruang lain yang memiliki potensi bahaya bagi masyarakat sekitarnya. Melindungi sempadan sungai. Laporan Rencana 7-5 . - Memulihkan fungsi hidrologis yang telah menurun akibat kegiatan budidaya di kawasan resapan air.

2. Pengaturan ruang dan bimbingan untuk kegiatan budidaya masyarakat yang tinggal di dalam kawasan lindung. Melarang segala kegiatan budidaya yang dapat mengakibatkan perusakan kualitas air. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan resapan air adalah: Memberikan ruang yang cukup pada daerah tertentu untuk keperluan penyerapan air hujan bagi kawasan bawahannya maupun kawasan yang bersangkutan. 3. dan keindahan pantai. Membangun bangunan penangkap air untuk melindungi sumber mata air terhadap pencemaran. Penetapan standar peralatan dan perlengkapan yang dapat dipergunakan sesuai dengan karakteristik pantai guna membatasi kegiatan budidaya di pesisir pantai dan laut. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan sekitar mata air meliputi: Membatasi kegiatan budidaya yang dapat merusak kualitas air dan kondisi fisik kawasan yang berada di sekitarnya. Arahan peraturan zonasi untuk sempadan pantai meliputi: Pengembangan model pengembangan ekowisata berbasis masyarakat untuk mempertahankan keaslian. Mengembangkan vegetasi alami di bantaran sungai untuk menghambat arus aliran hujan atau volume air yang mengalir ke tanah. Melarang penebangan pohon muda berdiameter 6-25 cm dan/atau tinggi 3 meter di kawasan resapan air. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan suaka alam serta suaka alam laut dan perairan lainnya. kondisi fisik daerah tangkapan air kawasan di sekitar mata air. Pengembangan mekanisme perizinan budidaya di daerah sempadan pantai. yang efektif terhadap kegiatan Laporan Rencana 7-6 . 5. Membangun prasarana di sempadan sungai untuk mencegah peningkatan suhu air yang dapat mengakibatkan kematian biota tertentu.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . Arahan peraturan zonasi untuk sempadan sungai sebagaimana dimaksud adalah: Menertibkan penggunaan lahan sempadan sungai. Membangun kawasan yang mengakomodasi berbagai kegiatan pembangunan dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan. estetika.2028 Penerapan pengembangan kegiatan budidaya bersyarat di kawasan hutan lindung yang di dalamnya terdapat deposit mineral atau sumberdaya lainnya. 4. Memelihara vegetasi sempadan sungai untuk menjaga tingkat penyerapan air yang tinggi dalam mengisi air tanah yang menjadi kunci pemanfaatan sumber air secara berkelanjutan.

Laporan Rencana 7-7 . Arahan pengaturan zonasi untuk kawasan rawan bencana alam meliputi: Kawasan rawan gempa bumi ditetapkan dengan kriteria kawasan yang pernah dan/atau berpotensi mengalami gempa bumi dengan skala Modified Mercally Intensity (MMI) VII sampai dengan XII. Kawasan tanah rawan longsor ditetapkan dengan kriteria kawasan berbentuk lereng yang rawan terhadap perpindahan material pembentuk lereng baik yang berupa batuan. bahan rombakan. 8. Arahan peraturan zonasi untuk taman hutan raya meliputi: Melarang adanya pengurangan luas kawasan yang telah ditentukan. Meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar taman provinsi. Kawasan rawan bencana alam banjir ditetapkan dengan kriteria kawasan yang diidentifikasikan sering dan/atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam banjir. tanah maupun material campuran. 9. Melarang pengrusakan kekhasan potensi sebagai pembentuk ekosistem. 6. taman hutan raya dan taman wisata alam.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . Melindungi kawasan dari kegiatan manusia yang dapat menurunkan kualitas taman provinsi. Melarang memasukkan jenis tumbuhan dan satwa yang bukan asli ke dalam kawasan. Arahan peraturan zonasi untuk taman wisata alam meliputi: Melindungi hutan atau vegetasi tetap yang memiliki tumbuhan dan satwa yang beragam serta arsitektur bentang alam untuk keperluan pendidikan. Memanfaatkan kawasan pelestarian alam untuk kegiatan pengawetan tumbuhan dan satwa langka. 7. Kawasan rawan gelombang pasang ditetapkan dengan kriteria kawasan sekitar pantai yang rawan terhadap gelombang pasang dengan kecepatan antara 10 sampai dengan 100 km/jam yang timbul akibat angin kencang atau gravitasi bulan maupun matahari.2028 Melindungi keanekaragaman sumberdaya alam hayati beserta ekosistemnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas kehidupan. Menetapkan daerah yang berbatasan dengan kawasan suaka alam sebagai daerah penyangga. rekreasi dan pariwisata. Arahan peraturan zonasi untuk cagar alam laut dan taman wisata alam laut meliputi: Melarang adanya perubahan bentang alam kawasan yang mengusik atau mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa.

Menjaga kelestarian flora dan fauna. Kawasan yang terletak di zona patahan aktif ditetapkan dengan kriteria sempadan dengan lebar 250 meter atau lebih dari tepi jalur patahan aktif. 10. Memanfaatkan kawasan untuk penelitian dan pendidikan. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan ditetapkan dengan kriteria sebagai hasil budaya manusia yang bernilai tinggi yang dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . Mengatur alokasi pemanfaatan ruang laut dan dasar laut di sepanjang dan sekitar jalur perlintasan biota laut yang dilindungi. Indikasi arahan peraturan zonasi untuk kawasan perlindungan plasma nutfah: Melestarikan fungsi lindung dan tatanan lingkungan. Indikasi arahan peraturan zonasi untuk kawasan terumbu karang adalah: Mengembangkan panduan pemantauan dan perlindungan terumbu karang berbasis masyarakat. Kawasan rawan gerakan tanah ditetapkan dengan kriteria memiliki tingkat gerakan tanah tinggi. kawasan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan Laporan Rencana 7-8 . Kawasan rawan tsunami ditetapkan dengan kriteria pantai dengan elevasi rendah dan/atau pernah atau berpotensi mengalami tsunami. Pemanfaatan teknologi. Melindungi ekosistem kawasan. 11. Melindungi kawasan perairan laut dan keunikan ekosistem yang sesuai bagi keberlangsungan hidup jenis biota laut yang dilindungi. Indikasi arahan peraturan zonasi untuk perlintasan bagi jenis biota laut yang dilindungi adalah: Menetapkan daerah penyangga untuk menjamin kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem yang terkandung di daerah perlintasan. Melarang segala bentuk pemanfaatan sumberdaya alam dan kelautan dengan menggunakan alat yang dapat merusak lingkungan hidup. Kawasan rawan bahaya gas beracun ditetapkan dengan kriteria kawasan yang pernah dan/atau berpotensi mengalami bahaya gas beracun. Menetapkan daerah tangkapan ikan nelayan lokal.2028 Kawasan rawan gerakan tanah ditetapkan dengan kriteria kawasan yang diidentifikasikan sering dan/atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam banjir. Mengembangkan mata pencaharian alternatif berkelanjutan bagi masyarakat pesisir guna menghindari eksploitasi sumberdaya kelautan.

Kawasan Budidaya 1. pertanian lahan kering. 5. Kriteria teknis hutan produksi terbatas dan hutan produksi yang dapat dikonversi sebagaimana ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kehutanan. Mengatur zonasi komoditas pertanian untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran. energi. Merupakan kawasan yang apabila dikonversi mampu mempertahankan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Menerapkan metoda konservasi tanah dan sumberdaya air sesuai dengan kondisi kawasan. Mencegah konversi lahan pertanian produktif untuk peruntukan lain. perikanan air tawar. 4. jenis tanah dan intensitas dengan jumlah skor 125 Sampai 174. 2. dan bahan galian lainnya untuk kemakmuran rakyat. Peningkatan kemampuan untuk melakukan pengawasan volume produksi.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . Arahan peraturan zonasi untuk kawasan pertambangan adalah: Penyelesaian hak ulayat terlebih dahulu. 3. Menanam kembali untuk mengganti setiap batang pohon. jenis tanah dan intensitas hujan dengan jumlah 124 atau kurang. Memberlakukan persyaratan penebangan yang ketat untuk melindungi populasi pohon dan ekosistem kawasan. Program bimbingan pertanian (transformasi bagi masyarakat adat). Arahan peraturan zonasi untuk kawasan pertanian adalah: Mengatur alokasi pemanfaatan ruang untuk kegiatan pertanian lahan basah. Peningkatan kemampuan untuk mengendalikan dampak lingkungan dan sosial. Memanfaatkan sumberdaya mineral. Mempertahankan kawasan pertanian beririgasi teknis. Arahan peraturan zonasi untuk hutan produksi sebagaimana dimaksud adalah: Melestarikan fungsi lingkungan hidup kawasan hutan untuk keseimbangan ekosistem wilayah.2028 b. Memiliki faktor kelas lereng. Kawasan hutan produksi terbatas ditetapkan dengan kriteria sebagai berikut: Memiliki faktor kelas lereng. terletak di luar kawasan lindung. Laporan Rencana 7-9 . Mengendalikan neraca sumberdaya kehutanan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. dan peternakan sesuai dengan kesesuaian lahan dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidup. perkebunan.

Memperhatikan kelestarian sumberdaya mineral. Memelihara kelestarian potensi sumberdaya ikan. Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan sumberdaya mineral. pengelola pariwisata dan pengembangan fasilitas. Pembakuan zona adat: daerah penangkapan ikan yang terkendali oleh norma adat (sasi). Laporan Rencana 7-10 . Memanfaatkan lokasi industri berbasis sumberdaya alam lokal dan berorientasi ekspor. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan pariwisata adalah: Penetapan peraturan bagi wisatawan. 8. Meningkatkan nilai tambah perikanan melalui pengembangan industri pengelolaan hasil perikanan dan kelautan. Meningkatkan nilai tambah sumberdaya alam yang terdapat di dalam dan di sekitar kawasan. Mempertahankan kelestarian nilai budaya. Mempertahankan kelestarian fungsi lingkungan hidup. energi. energi dan bahan galian lainnya sebagai cadangan pembangunan yang berkelanjutan. adat istiadat. keindahan alam dan budaya di kawasan pariwisata.2028 Mencegah terjadinya dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pengelolaan sumberdaya mineral. dan bahan galian lainnya dengan memperhatikan ketentuan perundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup. Melindungi jenis biota laut tertentu yang dilindungi peraturan perundangan. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan perikanan adalah: Pemetaan zona adat. Pengkajian daur kehidupan ikan dan pengukuran produktivitas ikan komersial. serta mutu dan keindahan lingkungan alam. 6. Memperhatikan keserasian dan keselarasan antara kawasan pertambangan dengan kawasan sekitarnya. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan industri adalah: Memanfaatkan potensi kawasan industri untuk peningkatan nilai tambah pemanfaatan ruang. Memanfaatkan potensi perikanan di wilayah perairan teritorial dan ZEE Indonesia. Merehabilitasi lahan pasca kegiatan pertambangan. Memanfaatkan potensi lingkungan hidup.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . 7. Persiapan sosial masyarakat di kawasan pariwisata.

Kriteria teknik kawasan permukiman ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang permukiman. Aman dari bahaya bencana atau bahaya bencana buatan manusia. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan permukiman adalah: Didominasi hunian dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal. Menciptakan nilai tambah dan pengaruh positif secara ekonomis dan pengembangan kawasan tertentu. Mengatur pemanfaatan ruang kawasan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pertahanan keamanan negara. baik bagi pembangunan provinsi maupun bagi pembangunan daerah.RTRW Provinsi Papua Barat 2008 . 10. Pemanfaatan ruang secara optimal bagi penyelenggaraan fungsi pertahanan keamanan baik yang bersifat statis maupun dinamis. Akses menuju pusat kegiatan masyarakat baik yang terdapat di dalam maupun di luar kawasan. Memperhatikan nilai sosial budaya masyarakat. Laporan Rencana 7-11 . Arahan peraturan zonasi untuk lingkungan hidup adalah: Menyediakan lingkungan yang sehat dan aman dari bencana alam. 11. Arahan peraturan zonasi untuk kawasan strategis provinsi adalah: Meningkatkan fungsi kawasan lindung dan fungsi kawasan budidaya yang berada dalam kawasan strategis provinsi. Pemanfaatan potensi sumberdaya alam dengan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna dan memberikan daya saing provinsi.2028 9. Menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup. Pengendalian yang ketat terhadap pemanfaatan sumberdaya alam dalam rangka mempertahankan fungsi lingkungan hidup.