You are on page 1of 35

Arithmatic Logic Unit (Half-Full Adder, Ripple Carry Adder

)
Agus Widodo

1

Jum’at, 20 Januari

Kompetensi dasar
 Memahami Arithmatic Logic Unit (Half-Full Adder,

Ripple Carry Adder)  Menerapkan operasi aritmatik dan logik pada Arithmatic Logic Unit

Materi Pokok
Arithmatic Logic Unit (ALU)  Rangkaian half dan full adder  Rangkaian penjumlah dan pengurang (Ripple Carry Adder)  Arithmatic Logic Unit (TTL ALU)

2

3

4

Arithmatic Logical Unit (machine language)
 merupakan

Sirkuit CPU berkecepatan tinggi yang bertugas menghitung dan membandingkan.  ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit aritmatika dan unit logika boolean.  ALU menjalankan operasi penjumlahanan, pengurangan, dan operasi-operasi sederhana lainnya pada input-outputnya, dengan demikian memberikan suatu hasil pada register output.  ALU sendiri merupakan suatu kesatuan alat yang terdiri dari berbagai komponen perangkat elektronika termasuk di dalamnya sekelompok transistor, yang dikenal dengan nama logic gate, dimana logic gate ini berfungsi untuk melaksanakan perintah dasar matematika dan operasi logika. Kumpulan susunan dari logic gate inilah yang dapat melakukan perintah perhitungan matematika yang lebih komplit seperti perintah “add” untuk menambahkan bilangan, atau “devide” atau pembagian dari suatu bilangan.
5

Fungsi Arithmetic Logic Unit
1. Melakukan suatu proses data yang berbentuk angka dan logika, seperti data matematika dan statistika 2. Melakukan keputusan dari operasi sesuai dengan instruksi program yaitu operasi logika (logical operation). 3. Melakukan perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program 4. Membantu Control Unit saat melakukan perhitungan aritmatika (ADD, SUB) dan logika (AND, OR, XOR, SHL, SHR)
6

Rangkaian Kombinasional
A. 1. 2. 3. Rangkaian Penjumlahan [ Adder] Half Adder  menjumlahkan dua bit Full Adder [FA]  menjumlahkan tiga bit Pararel Binary Adder  menjumlahkan banyak bit

B. Rangkaian Pengurangan [Subtractor] 1. Half Subtractor [HS] 2. Full Subtractor [FS] 3. Pararel Subtractor

7

A. Rangkaian Penjumlahan [ Adder] 1. Half Adder  menjumlahkan dua bit 2. Full Adder [FA]  menjumlahkan tiga bit 3. Pararel Binary Adder  menjumlahkan banyak bit

8

Rangkaian Penjumlahan [Adder]

Half Adder  Rangkaian dasar penjumlah yang dipakai untuk menambah 1‐bit bilangan biner dengan masukkan dua input (A dan B)  Rangkaian mempunyai dua keluaran : Sum (hasil jumlah) dan Carry (simpan)
9

Tabel Half Adder  Penjumlahan Setengah Masukan A + B 0 + 0 0 + 1 1 + 0 1 + 1 Penjumlahan digir biner
10

Keluaran ∑ C0 0 0 1 0 1 0 0 1 Jumlah Di Simpan XOR AND

∑= sum, C0 = Carry out

Simbol Half Adder

11

Diagram logika untuk penjumlahanan setengah

Rangkaian logika
B B 1 AB AB
=A B Carry = ∑ m [3] = AB

B

Persamaan outputnya : Sum = ∑ m A A[1,2] = AB + AB
1

Rangkaian logikanya

12

Rangkaian Penjumlahan [Adder]

Full Adder [FA] (penjumlahan lengkap)  Rangkaian penjumlah yang dipakai untuk menambahkan 1‐bit bilangan biner dengan masukkan tiga input (A, B dan Cin).

13

Blok diagram :
Cin Masukan A B
FA Penjumlaha n Lengkap ∑ = Sum

C0 = Carry Out Keluaran C0 = Carry Out

Cin Penjumlaha C A B ∑ 0 n setengah Penjumlaha A B n setengah B C0
Simbol blok
14

A

C0

Tabel kebenaran Full Adder [FA]
No 0

1 2 3 4 5 6 7

Masukan A B Cin 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 Pindahan + B + A

Keluaran ∑ C0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 Jumlah Carry Out

15

Cin = Incoming carry, CO = outgoing carry, ∑ = Sum

 Rangkaian

16

penjumlah setengah dan penjumlah lengkap banyak digunakan sebagai bagian unit logika aritmatik (ALU) dari suatu mikroprosesor. ALU dari mikroprosesor dapat juga mengurangi penggunaan rangkaian penjumlah setengah dan penjumlah lengkap yang sama.  Full adder mengolah penjumlahan untuk 3 bit bilangan atau lebih (bit tidak terbatas), oleh karena itu dinamakan rangkaian penjumlah lengkap

Dari tabel diatas dapat dibuat persamaan boolea n sebagai berikut

17

Sum = ∑ m [1,2,4,7] ∑ = A B Cin + A B Cin + A B Cin + A B Cin ∑ = A ⊕ B ⊕ Cin Cin = A B Cin + A B Cin + A B Cin Dengan menggunakan peta karnaugh, C + A B Cin in dapat diserhanakan menjadi : Cin = AB + A Cin + B Cin

Tabel kebenaran Full Adder [FA]
No 0 1 2 3 4 5 6 7
18

A 0 1 0 1 0 1 0 1

Masukan B Cin 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1

Keluaran ∑ C0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1

Cin = Incoming carry, CO = outgoing carry, ∑ = Sum

simbol blok full adder

q
19

20

Rangkaian Penjumlahan [Adder]

21

PARALEL BINARY ADDER Parallel Adder adalah rangkaian Full Adder yang disusun secara parallel dan berfungsi untuk menjumlah bilangan biner berapapun bitnya, tergantung jumlah Full Adder yang diparalelkan.  Diperlukan rangkaian FA sebanyak jumlah bit dari setiap bilangan biner

Contoh : penambahan bilangan biner 4 bit
C3

A: B: C3 1
A: B: 1
22

C2 A3 B3 S3

C1 A2 B2 S2

C0 A1 B1 S1

A0 B0 S0

1 1 1 1

1 1 1 0

1 0 0 0

1 1 0

Untuk melakukan proses itu diperlukan rangkaian paralel biner adder 4 bit

23

B. Rangkaian Pengurangan [Subtractor]

1. Half Subtractor [HS] 2. Full Subtractor [FS] 3. Pararel Subtractor

24

B.1. Half Subtractor [HS]
Digunakan untuk mengurangi dua bilangan pada tingkat pertama (masing‐masing 1‐bit) Rangkaian mempunyai dua keluaran :  Difference (D) : selisih  Borrow (B): pinjam Bilangan pengurang (Subtrahend): Z Bilangan yang dikurangi (Minuend): Y
25

• Tabel kebenaran HS
No 0

Input
Y 0 Z 0

1 2 3

0 1 1

1 0 1

Output D B 0 0 1 1 1 0 0 0

• Persamaan output HS
D = ∑ m [1,2] = Y Z + Y Z =Y⊕Z B = ∑ m [1] = Y Z
26

• Rangkaian logika
Y Z D

B

27

B.2. Full Subtractor [FS]

Pada tingkat kedua dan seterusnya, akan diperkurangkan tiga buah bilangan karena ada kemungkinan timbulnya borrow dari tingkat yang lebih rendah
28

• Tabel kebenaran FS
No 0 1 2 3 4 5 6 7
29

Y 0 0 0 0 1 1 1 1

Input Z 0 0 1 1 0 0 1 1

Bin 0 1 0 1 0 1 0 1

Output D Bo 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1

Bin = Borrow input D = Deference Bo = Borrow output

Persamaan output FS
D = ∑ m [1,2,4,7] = Y ⊕ Z ⊕ Bin Bo = ∑ m [1,2,3,7] = Y Z + ZBin + YBin Rangkaian Logika FS

30

B.3. Paralel Subtractor

Digunakan untuk pengurangan bilangan biner beberapa bit Diperlukan rangkaian FS sebanyak jumlah bit dari setiap bilangan biner
31

Contoh : penambahan bilangan biner 4 bit Y : Y3 Z : Z3 D3 Y: Z:
a

B3 Y2 Z2 D2

B2 Y1 Z1 D1

B1 Y0 Z0 D0

1 1 0

1 0 0

0 1 1

1 1 0

32

Paralel subtractor
Untuk melakukan proses itu diperlukan rangkaian paralel binary subtractor 4‐bit

33

Ripple Carry Adder

34

35