Tujuan dari prosedur Bassini adalah untuk memperkuat dinding posterior. Dengan cara menjahitkan M.

transversus abdominis dan aponeurosis M. obliquus abdominis internus atau conjoint tendon ke ligamentum inguinal. Prosedur ini juga menyempitkan cincin interna

Bassini repair. Teknik ini mulai diperkenalkan pada tahun 1889, merupakan teknik yang simple dan cukup efektif. Prinsipnya adalah approksimasi fascia tranversalis, otot tranversus abdominis dan otot obliqus internus (ketiganya dinamai the bassini triple layer) dengan ligamentum inguinal. Approksimasi dilakukan dengan menggunakan jahitan interrupted. Teknik dapat digunakan pada hernia direk dan hernia indirek.

Karena funikulus spermatikus terhambat atau terjepit, sehingga pasokan darah menjandi terganggu dan akan terjadi atrofi testis.

Anestesia blok pada n ilioinguinal dengan cara menusukan jarum suntik pada daerah medial SIAS tersebut. maka dinding kantong hernia dipegang dengan beberapa klem. 6. Kantong hernia kemudian dibuka 3-4 cm untuk melihat isinya. Tanpa mencabut jarum. Arah jarum kemudian dipindahkan ke median mendatar. Lakukan anastesi lokal menurut Brown dengan novokain 1% pada tempat-tempat berikut: 1. Kremaster dan semua jaringan ikat dan vaskuler yang meliputinya. 3. Suntikan infrakutan sampai membenjol diatas tuberkulum pubikum. .1. Setelah berhasil. 7. Fasia dibersihkan lalu disayat. Arah pembebasan harus sedemikian rupa sehingga dari medial ke lateral dapat bertemu dalam jarak yang terpendek. Lalu dimasukan satu jari ke dalam kantong hernia dan dipegang dengan perantaraan sebuah kasa steril. Abdominis oblikus eksternus hingga anulus inguinalis ikut terbelah. 14. 9. segera tampak aponeurosis m. Suntikan intrakutan sampai membenjol pada tempat kira-kira dua jari medial sias. suntikan secara subkutan sejauh 5 cm. Kremaster dicari dan dibebaskan. 12. Suntikan di bawah fasia sebanyak 5-10 ml lalu jarum diangkat dari kulit. Bebaskan pula ligamentum inguinale yang tebal dan mengkilat di lateralnya dan conjoined area (karena conjoined tendon hanya terdapat 5 % populasi) di sebelah medial. Oblikus abdominis eksternus dengan krural medial dan lateral yang merupakan cincin luar kanalis inguinalis. tegak lurus tulang ileum sedalam-dalamnya sampai menyentuh tulang lalu ujung jarum ditarik sedikit dan dipindahkan kekanan dan kekiri sambil disemprotkan zat anestesik secukupnya. Kantong hernia dicari dengan bantuan dua buah pinset anatomis yang dicubitkan pada lapisan jaringan yang meliputinya. lalu digunting dengan hati-hati dan dibebaskan lapis demi lapis sampai akhirnya tammpak lapisan yang berwarna biru abu-abu dan kuat. anestesi diteruskan membujur kearah femoral sepanjang 5 cm dengan suntikan subkutan infiltrasi sebanyak 5 ml. Kemudian kantong hernia dibebaskan secara melingkar penuh dengan arah melintang pada sumbunya dari jaringan sekitarnya. Jari yang memegang kantong digeserkan sedikit demi sedikit mengikuti arah jari yang membebaskan kantong tersebut dari luar. Nervous ileoinguinal yang telah dibebaskan juga diamankan ke lateral. dilakukan sayatan sepanjang 10 cm terbawah diantara kedua benjolan (poin a dan poin g) memotong kutis dan subkutis. 11. 2. Belah aponeurosis m. Ini berarti kita telah mencapai prosesus vaginalis peritonei yang merupakan pembungkus kantong hernia. 4. 10. 2. Setelah diyakini anestesi berhasil. Pindahan ke arah kranial dan suntikan subkutan infiltrasi sampai bertemu bekas suntikan yang dilakukan pada poin d. Dilakukan antisepsis pada daerah sekitar lipat paha sesisi hernia. Funikulus spermatikus dipreparasikan lalu ditarik dengan kasa steril yang dilingkarkan mengelilinginya ke arah lateral. Kemudian funikulus spermatikus yang diselubungi m. yaitu m. lalu dengan tangan yang lain dibebasan lapisan jaringan yang meliputinya dengan kasa steril pula. 8. Suntikan subkutan infiltrasi ke arah simfisis pubis sebanyak 5-10 ml. Pasien tidur dalam posisi terlentang. 13. Lalu suntikan subkutan infiltrasi pada daerah tuberkulum pubikum ke arah lateral sampai bertemu dengan bekas suntikan yang ke arah femoral. Tindakan ini harus dilakukan scara hati-hati untuk menghindari pendarahan. 5.

Rektus abdominis. ligamentum inguinale. c. 8. Bassini I: Jahitkan dengan benang besar dan kuat dan dengan jarum yang ujungnya seperti paku.kemudian dinding kantong tersebut dibebaskan lagi dari jaringan yang meliputinya sejauh mungkin ke proksimal sampai dapat ditemukan lapisan lemak preperitoneal. dan conjoined tendon diantara tempat jahitan Bassini I dan III. Illioinguinal dan lain-lainnya dikembalikkan ke tempatnya. Lalu funikulus spermatikus n. yaitu bila di ujung jari masih bisa dimasukkan dengan mudah diantara anulus inguinalis interna dengan jahitan Bassini III. subkuts dengan catgut. Bassini III: Seperti di atas letak di lateral dari Bassini II bila masih dilonggar dapat dilanjutkan IV. Kemudian dilakukan herniorafi menurut Bassini(Bassini plasty) sebagai berikut: setelah fasia tranversa dibelah: 1. 6. . fasia transversa. 5. tuberkulum pubikum ke fasia trasversa. b. 3. Kantong hernia dijepit pada batas ini. Perdarahan dirawat dan dinding perut kemudian ditutup lapis demi lapis. Luka operasi dibersihkan dan ditutup dengan kassa steril. 4. Pada ikatan Bassini III harus sedemikian erat tapi masih cukup longgar bagi funikulus spermatikus. Bassini II: Jahitkan dengan jarum biasa dan benang yang sama. 2. 7. Ikatan Bassini dipersiapkan semua dulu. Fasia dijahit dengan sutra. V dst. lalu distalnya dipotong melintang dengan gunting. baru disimpulkan dengan erat satu persatu. dan kutis dengan sutra. dan fasia transversa lagi kemudian ke conjoined tendon pada tepi terdekat m.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful