You are on page 1of 6

Bagian 2

GEOPOLITIK UNTUK
GERAKAN SOSIAL
TUJUAN

Memberikan pemahaman bagaimana analisa geopolitik dapat membantu sebagai alat analisa
untuk gerakan sosial.

Mengapa analisa geopolitik?


Kekuasaan adalah salah satu perhatian terpenting dari gerakan sosial. Tuntutan-tuntutan perubahan
yang diusung oleh gerakan sosial akan selalu berurusan dengan kekuasaan. Karenanya, para pelaku ger-
akan sosial berinteraksi dengan berbagai bentuk kekuasaan : negara, kapital, agama, partai politik, tokoh
masyarakat sampai hansip dan satpam pabrik. Di sisi lain, gerakan sosial juga adalah sebentuk kekua-
saan.

Kenapa?
Organisasi-organisasi gerakan sosial meng-
komunikasikan kepentingan mereka, melakukan
upaya perubahan material, dalam bentuk mobil-
isasi massa untuk tekanan politik: demonstrasi
Definisi Geopolitik
jalanan, mogok buruh, blokade, dst.
Organisasi-organisasi tersebut juga mem-
berikan pengaruh konseptual ke dalam ma- Pada kenyataannya istilah geopolitik
syarakat dengan aktivitas kampanye (agitasi dan merujuk kepada semua hal yang ber-
propaganda) untuk memperbesar kekuatannya. hubungan dengan persaingan kekua-
Pergerakan sosial berupaya memenangkan dukun-
gan masyarakat yang lebih luas. Artinya gerakan saan atau perebutan pengaruh di
sosial adalah juga AKTOR GEOPOLITIK, yang atas wilayah-wilayah tertentu dan
terlibat sebuah pertarungan/persaingan dengan masyarakat (populasi) yang hidup di
aktor-aktor lain dalam memperebutkan perhatian,
pengaruh dalam masyarakat. atasnya (Yves Lacaste)

Elemen-elemen Fundamental dalam Geopolitik

Kekuasaan Wilayah Bangsa

25
KEKUASAAN
Manipulasi Ide (Hegemoni)
Penguasa Manipulasi Fisik (Koersif ) Individu Aksi/Diam

Legislatif

Penguasa
Penguasa

Individu

Individu Penguasa

Penguasa Individu

Yudikatif Penguasa
Individu

Individu

Penguasa Individu
Eksekutif

Penguasa
Penguasa

Masyarakat sebagai kesatuan berbagai relasi kekuasaan

Dalam sebuah masyarakat demokratis (per definisi liberal-parlementarian) kekuasaan menjadi me-
miliki banyak bentuk dan ada di mana-mana.
Model Trias Politica (eksekutif, legislatif, yudikatif) bukanlah pembagian kekuasaan sesungguhnya,
namun malah menjadi pertaruhan/perebutan (stake atau enjeux) oleh berbagai macam kekuasaan, mulai
dari klik militer dan militeris, partai politik, gerakan sosial, kasta-kasta berduit, dan seterusnya.

26
Fundamental: Wilayah
Adakah masyarakat tanpa wilayah tinggal? Adakah kekuasaan tanpa territori?

Makna Wilayah
Kata “Region” berasal dari kata “regere”, yang berarti “menguasai” (dalam bahasa Inggris “to rule” atau
“to direct”). Pembagian permukaan bumi ke dalam wilayah-wilayah (benua, negara, kawasan) sangatlah
berhubungan dengan kekuasaan, bukan sebuah proses alami. Jika benua Australia begitu jelas batasannya,
bagaimanadengan Eropa, Asia dan Afrika. Apakah penentuan batas-batas negara dilakukan secara alami?

Masyarakat (Populasi)

Kekuasaan A Kekuasaan B

Kekuasaan
Dominan

Masyarakat (Populasi) = Bangsa

Wilayah (Territori) = negeri / ibu pertiwi

Pertarungan antar kekuasaan dan pengaruh dalam sebuah masyarakat dan wilayah

Masyarakat (Populasi) Masyarakat (Populasi)

Kekuasaan Kekuasaan Kekuasaan Kekuasaan


A B A B

Kekuasaan Kekuasaan
Dominan Dominan

Permukaan Bumi
Pertarungan antar kekuasaan dalam konteks konflik bilateral

27
Fundamental: Bangsa
Dalam Konsepsi Liberal-Demokratik:

“Bangsa adalah sebuah jiwa, sebuah prinsip spiritual. Dua hal yang, sesungguhnya telah me-
nyatu, membentuk jiwa ini, prinsip spiritual ini. Yang satu dari masa lalu, yang lain dari masa kini.
Yang satu adalah kepemilikan bersama atas warisan ingatan; yang lain adalah kesepakatan masa
kini, hasrat untuk hidup bersama, keinginan untuk menghargai warisan yang diterima bersama.
“Maka sebuah bangsa adalah sebuah solidaritas besar yang dibentuk dari perasaan atas
pengorbanan-pengorbanan yang telah dilakukan dan atas hal-hal yang bisa dilakukan lagi. Ia men-
syaratkan sebuah masa lalu; ia berlanjut khususnya dalam masa kini dengan fakta yang jelas:
kesepakatan, hasrat yang dengan tegas untuk melanjutkan kehidupan bersama. Keberadaan
sebuah bangsa adalah (maafkan saya atas metafora ini) sebuah plebisit setiap hari.” Ernest Renan,
Qu’est-ce qu’une nation?, kuliah umum di Sorbonne tanggal 11 Maret 1882

Bangsa: ide-kekuatan geopolitik


Definisi Renan melupakan beberapa hal:
Ω Pada perkembangan sebuah bangsa, yang menjadi penguasa adalah bagian dari bangsa tersebut, yang
disahkan melalui konsep warganegara dan negara-bangsa (nation-state). Di berbagai bangsa, keaslian
seorang presiden bisa menjadi isu yang penting, bahkan menjadi bagian dari konstitusi (ingat: “Presiden
adalah orang Indonesia asli” dalam UUD 1945).
Ω Tidak ada bangsa tanpa wilayah. Bangsa mengklaim ruang (space) yang ditempatinya sebagai pemilik
tunggal, di mana biasanya terkait dengan ruang-wilayah bahasanya (l’air de language). Dua faktor terse-
but adalah wujud pertarungan kekuasaan dan pengaruh, dengan kata lain gerakan kebangsaan adalah
gerakan geopolitik dan bangsa adalah ide-kekuatan geopolitik.

Sesi II:
Metode Geopolitik Kritis

Studi Representasi Analisa Spatial (kartografi) Metode: Studi Representasi

Representasi adalah penggambaran sesuatu hal dengan cara-cara tertentu. Hasil dari penggambaran
hanyalah mewakili sebagian dari obyek yang digambarkan, atau bahkan tidak mewakilinya sama sekali.
Akan tetapi proses representasi mempertimbangkan hal-hal yang pasti/jelas, yang merupakan hasil dari
pemikiran, dan memiliki berbagai bukti dan pengalaman.

Contoh dari representasi:

“Malaysia mencuri Indonesia”

“Umat Islam selalu ditindas”.

“Australia anti Indonesia”

28
Metode: Studi Representasi
Studi representasi dalam analisa geopolitik menjadi penting, karena pertarungan kekuasaan berger-
ak melalui sekian banyak representasi ataupun manipulasi kenyataan lainnya.Dalam studi representasi,
haruslah mengambil jarak dengan ide yang membawa representasi tersebut dan menempatkannya ke
dalam kesejarahan.
Beberapa pertanyaan selanjutnya adalah:
1. kapan ia muncul,
2. bagaimana dan mengapa ia muncul,
3. dan siapa-siapa saja yang memunculkannya.

Sumber Riset Geopolitik


Studi representasi merupakan studi multi-disiplin, ia akan meminjam banyak dari disiplin-disiplin
ilmu sosial lain di luar geografi dan politik, bahkan ilmu ekonomi, statistika, dan seterusnya. Karena itu ia
mengandalkan studi teks:
1. Teks-teks sejarah, antropologi, sosiologi, dan seterusnya, dari berbagai versi yang berhubungan dengan
subyek yang dikaji.
2. Media, terutama media cetak.
3. Dokumen-dokumen resmi, catatan pidato, wawancara, dan lain-lain

Metode: Analisa Spatial (kartografi)


Dalam konsep representasi, peta adalah sebuah representasi dari kenyataan di atas sebuah wilayah.
Ia bisa hanya merepresentasikan relief alami (gunung, sungai, laut dst, atau seperti peta topografi), bisa
dipakai untuk menunjukkan demografi penduduk, atau bahkan merepresentasikan pilihan politik populasi
wilayah tersebut.
Untuk memahami dinamika geopolitik diperlukan peta yang disusun berdasarkan data-data yang di-
kumpulkan melalui riset. Dalam sebuah
subyek riset geopolitik, dibuat berbagai
macam peta dari wilayah yang diteliti
dengan berbagai skala, dari yang lebih
kecil (untuk melihat hubungan ekster-
nal-internal wilayah tersebut) sampai
yang lebih besar (untuk melihat lebih
detail di tingkat desa/kota).
Selain dengan berbagai skala, peta
juga dibuat dengan berbagai macam isi:
sumber daya alam, suku dan desa, etnis,
posisi militer, dan seterusnya. Data-data
tersebut tentunya didapatkan dari riset.
Dengan menghubungkan berbagai
macam peta tersebut, baik secara run-
tutan waktu ataupun dengan metode
diatop. Yang terakhir adalah penyusunan
peta.
yang menyangkut wilayah yang sama dalam satu presentasi beruntutan vertikal. Peta yang berskala
kecil (misal peta dunia) ditempatkan paling atas, kemudian lebih besar (peta benua atau negara), kemudian
lebih besar lagi (provinsi) dan terakhir peta berskala paling besar (kota bahkan desa).

29
Bibliografi

1. Roysepta Abimanyu, The Geopolitics of Post 9/11 United States-Indonesia Military Relations,
(unpublished).
2. Emanuel Gonon dan Frederic Lassere, Espace et Enjeux: méthodes d’une géopolitique critique,
L’Harmattan, Paris, 2001
3. Yves Lacoste, Géopolitique: La longue histoire d’aujourd’hui, Larousse, Paris, 2006
4. _________, Vive la nation: Destin d’une idée géopolitique, Fayard, Paris, 1995

30