Dewi Kristiana FKG Universitas Jember

memperoleh karbon dari lingkungannya. . Sel heterotrof : tidak dpt mempergunakan karbondioksida dari atmosfir.Organisme hidup dibagi 2 kelompok:   Sel autotrof : dpt mempergunakan karbondioksida dari atmosfir sebagai satu-satunya sumber karbon untuk membangun biomolekul yang mengandung karbon.

koenzin NADPH  Anabolisme : biosintesis. banyak energi bebas yang disimpan melalui reaksi enzimatik .Metabolisme terdapat dua fase:  Katabolisme : menguraikan. didalam bentuk molekul pembawa energi ATP. sintesis pembentukan dari metabolisme. mengakibatkan peningkatan ukuran memerlukan energi bebas yang diberikan oleh pemecahan ATP menjadi ADP dan fosfat. . diikuti pelepasan energi bebas yang disimpan.

Nutrient penghasil energi: Karbohidrat Lemak Protein Makromolekul sel: Protein Polisakarida Lipid As Nukleat Katabolisme Energi Kimia: ATP NADPH Anabolisme Produk akhir : CO2 H2O Molekul pemula: As Amino Gula As Lemak .

Asam Amino Piruvat CO2 Asam Lemak Tahap 1 NH3 CO2 2H 2H 2H Asetil-KoA Okaloasetat Sitrat Malat 2H Tahap 2 Fumarat CO2 Suksinat 2H GTP NADH 2e- Isositrat Siklus Asam Sitrat CO2 α-Ketoglutarat 2H Suksinil-KoA 2H ADP + Pi NADH dehidrogenase 2e- ATP Ubikuinon 2e- Tahap 3 Sitokrom b 2e - ADP + Pi Transport elektron dan fosforilasi oksidatif Sitokrom c1 2e- ATP Sitokrom c 2e- ADP + Pi Sitokrom oksidase 2e- ATP 2H+ + ½ O2 H2O .

 Tahap I : makromolekul sel dipecah menjadi unit-unit pembangun  Tahap II : produk yang terbentuk di tahap I dikumpulkan dan diubah menjadi molekul yang lebih sederhana  Mis: senyawa 3 karbon = piruvat 2 karbon = asetil   Tahap III : Asetil Ko A  SAS  CO2 dan H2O   Setiap tahap pada katabolisme dan anabolisme biomolekul tertentu dikatalisis oleh sistem multi enzim .

biosintesis adalah proses “menaik” yang memerlukan energi. terjadi dengan melepaskan energi. Degradasi molekul organik yang kompleks biasanya merupakan proses “menurun”.Alasan lintas katabolik dan anabolik berbeda: Lintas yang terjadi pada proses degradasi biomolekul mungkin tidak dapat merncukupi kebutuhan energi bagi biosintesa. .

Biosintesis as lemak dari asetil KoA memerlukan input atom H y. Pengaturan yang terpisah dimungkinkan hanya jika lintas yang berlawanan benar-benar berbeda …………  Mis: oksidasi as. tmpt berlangsungnya reaksik oksidatif.i sebagai tenagai pereduksi . . berlangs dengan serangkaian enzim yang berbeda. Jika hanya satu lintas yang dipergunakan secara dapat balik pada kedua arah jalur. yang terletak di sitosol. penurunan kecepatan proses katabolik dengan menghambat satu diantara enzim yang terlibat juga akan menghambat proses biosentesa yang bersangkutan. Lemak  asetil KoA dlam hati terjadi serangkaian aktivitas enzim didalam mitokondria.

 AMFIBOLIK yaitu katabolik yang terdiri dari SAS dan beberapa enzim pembantu bekerja sebagai daerah pertemuan utama yang dapat dijangkau oleh kedua jalur katabolik dan anabolik. .

Bagi transport nutrient melalui membran.   Sel hidup  sejumlah besar energi yang dibebaskan dari glukosa dan bahan bakar seluler lainnya pada proses katabolisme disimpan oleh sintesis ATP dari ADP dan fosfat anorganik. RNA dan protein.  Energi yang tersimpan dalam bentuk ATP : 1. ATP dapat memberikan energi yang diperlukan bagi kerja kimia pada biosintesis. . untuk menjamin pemindahan informasi genetik secara tepat selama biosintesis DNA. ATP merupakan sumber energi bagi motilitas dan kontraksi sel 3.ATP membawa energi dari reaksi katabolik ke reaksi anabolik  Energi bebas adalah bentuk energi yang mampu melakukan kerja pada kondisi suhu dan tekanan tetap. 2. melawan gradien konsentrasi 4.

.  Oleh karena itu pernafasan dan respirasi selular sangat berhubungan.  Istilah respirasi sama dengan bernafas yaitu pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara organisme dan lingkungannya.Respirasi Selular  Respirasi seluler adalah jalur metabolimse yang memanen atau menghasilkan energi.  Respirasi selular yaitu pemanenan atas proses menghasilkan energi secara aerobik (perlu O2) dari molekul makanan oleh sel.

. kau memasukkan oksigen untuk menyediakan sel-sel dapat melangsungkan jalur aerobik ini. molekul energi bioogi.  Tipe yang paling umum terjadi dalam sel yaiut respirasi aerobik dan yang merupakan jalur utama penghasil energi yang menghasilkan ATP (pembentukan ATP). Rumus umum untuk respirasi selular adalah:  C6H12O6 + 6O2 à 6 CO2 + 6H2O + ATP  Ada tiga tipe jalur metabolisme yang menghasilkan energi.  Istilah aerobik menunjukkan makna bahwa jalur aerobik tidak dapat berlangsung tanpa tersedianya oksigen yang cukup. Setiap pernafasan yang kau ambil.

 Kebanyakan bakteri dan protista lain sangat mengandalkan jalur anaerob untuk membuat atau mengahasilkan ATP yang diperlukannya.  Jalur anaerobik yang paling umum adalah jalur fermentasi dan transport elektron anaerob. Jalur anaerobik. yaitu jalur yang dapat ditempuh tanpa ketersediaan oksigen. .

bisa aerobik. tergantung kebutuhan sel dan atau ketersediaan oksigen dalam sel.  Setelah reaksi glikolisis jalur berikutnya bisa berbeda.  Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma sel tanpa peranan oksigen.  Reaksi glikolisis memecah glukosa menjadi dua molekul asam piruvat. bisa anaerob. Jalur metabolisme penghaisl energi tersebut memulai prosesnya dengan reaksi yang sama yang disebut reaksi glikolisis. .

. Apabila jalur melalui aerob yang ditempuh. tetapi harus dibantu enzim.  Apabila jalur anaerob yang dipilih maka proses metabolisme berlangsung tetap pada sitoplasma sel Dalam ketiga jalur tersebut. reaksi tidak dapat mereka langsungkan sendiri. maka proses akan dilangsungkan dalam organel mitrokondria.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful