Continuing Professional Development (CPD

)
Dr.Muhammad Yusuf,SpS

Continuing Medical Education CME = PKB 1. Topik tergantung penyelenggara 2. Berupa ceramah, diskusi minimal 3. Tidak sesuai dengan kebutuhan

Continuing Professional Development CPD=P2KB 1. Tatalaksana pasien 2. Pengetahuan kedokteran 3. Kemampuan komunikasi 4. Profesionalisme 5. Belajar dari praktik

6. Praktik dalam sistim

CPD
CME
Patient Care Recommendations

.

.

.

.

.

Continuing Professional Development Under graduate Medical Education Graduate Medical Education Continuing Medical Education Maintenance of Licensure ( Requirements by members of IAMRA) Maintenance of Certification Medical Student Resident Licensed Specialist Credentialed Practice .

Performance Analysis Synthesis Competence Judgment .

Health Systems Medical Schools Professionals Healthcare Profesional Organization Standard of Proffesional Conduct : Competence Accountability Altruism Collegiality Ethics Standard of care CPD Clinical governance Education & training Clinical effectiveness Accountaibity R&D Clinical audit Risk management .

CPD adalah semua aktifitas dokter. formal atau informal. yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dokter setelah menyelesaikan pendidikan/pelatihan dalam kedokteran dasar dan pascasarjana sebagai respon terhadap tuntutan pasien WFME .

. serta prilaku belajar mandiri seumur hidup agar dapat melaksanakan praktik profesionalnya melayani masyarakat dengan kompetensi yang tinggi.Peck : CPD adalah proses yang dilakukan oleh para profesional kesehatan agar senantiasa updated untuk memenuhi kebutuhan pasien. keterampilan. CPD mencakup kegiatan berkesinambungan untuk memperoleh pengetahuan. pelayanan kesehatan serta pengembangan profesional mereka sendiri.

.

Komponen kompetensi .

Perawatan pasien   Kemampuan mengumpulkan informasi Kemampuan menentukan prosedur diagnostik dan terapi. memahami keterbatasan diri untuk melakukan konsultasi  Kemampuan merencanakan dan menginformasikan tatalaksana kepada pasien dan keluarga .I.

II. Profesionalisme Memperlihatkan komitmen kuat untuk bertindak dan bertanggung jawab secara profesional . Pengetahuan Kedokteran Memiliki akses untuk informasi kedokteran yang relevan . Keterampilan Komunikasi Memiliki keterampilan dan seni untuk berkomunikasi IV. memaham telaah kritis dengan menggunakan evidence yang mutakhir untuk menangani pasien III.

Belajar dari Praktik Melakukan evaluasi terus menerus terhadap aktifitas praktiknya. telaah dalam penatalaksanaan pasien VI. System based Practice kritis Praktik yang cost-effective dalam sistem pelayanan tempat bekerja . belajar dari kesalahan dan pengalaman dengan menggunakan evidence ilmiah.V.

resertifikasi .uji kompetensi .Model Kegiatan CPD di beberapa negara : •AS : Setelah mengikuti CPD------uji kompetensi dengan ujian formal •ABIM (CPD---1970) thn 2006 melaksanakan CPD terstruktur dengan ujian formal •Negara persemakmuran ---pengembangan kemampuan praktek dan aktifitas mandiri tanpa ujian formal •Indonesia :.

Indonesia CPD = P2KB (Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan) .

.

Dasar Hukum .

.

beretika sesuai standard kompetensi global.P2KB pada dasarnya merupakan : • Pembinaan (Oversight) • Pengetahuan (Knowledge) • Keterampilan (Skill) • Attitude (Sikap) . 3.TUJUAN 1. 2.Mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme dokter berkualitas.Terjaminnya suatu penyelenggaraan pelayanan kedokteran yang bermutu melalui upaya sertifikasi dokter.

Kewajiban. Ada kesempatan menerapkan hasil belajar. Kepuasan kerja à ==>mencegah kejenuhan. Menjalani P2KB merupakan kewajiban profesi setiap dokter. P2KB efektif bila : Ada kebutuhan mempelajari suatu tema/topik. 5. P2KB merupakan kegiatan mandiri dengan ciri self-directed dan practice-baced 3. Dokter harus mempunyai Personal depelopment plan 6. 2.PRINSIP 1. 4. Sertifikat kompetensi syarat mutlak dikeluarkannya rekomendasi SIP oleh IDI . Cara belajar sesuai kebutuhan. Motivasi menjalani P2KB muncul dari 3 dorongan utama : Dorongan professional à layanan terbaik pada pasien.

penaggulangan bencana.Ditinjau dari profesi kegiatan P2KB dibedakan atas : Pembelajaran (learning) à artikel dijurnal. angota pokja. . pelatihan Kegiatan profesional à menangani pasien. mendidik. penyaji makalah. pembimbing. panitia pelaksana P2KB Publikasi ilmiah à karya tulis Pengembangan Ilmu pengetahuan à peneliti. supervisor. istruktur. moderator Pengabdian masyarakat à penyuluhan. membuat ujian. pengurus organisasi profesi.

Kompetensi seorang dokter dinilai setiap 5 th .Penilaian dilakukan sendiri dengan menghitung SKP IDI .Penilaian Kompetensi .diserahkan ke P2KB untuk diverifikasi dan dinilai oleh komisi P2KB .

. (b) Cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan itu (c) Adanya kesempatan untuk menerapkan hasil belajar itu.P2KB ---.efektif didukung oleh (a) Adanya kebutuhan untuk mempelajari suatu tema/topik.

● Dorongan untuk memenuhi kewajiban kepada pemberi kerja. ● Keinginan untuk memperoleh kepuasan kerja dan mencegah ”kejenuhan” (burn-out) Unsur P2KB----.3 dorongan / motivasi ---.P2KB : ● Dorongan profesional untuk memberikan layanan yang terbaik kepada pasien.utamanya adalah pencatatan .

3 Jenis Kegiatan P2KB 1.Kegiatan Pendidikan Eksternal .Kegiatan Pendidikan Individu 2.Kegiatan Pendidikan Internal 3.

Melakukan kajian review 8. Terlibat dalam pengabdian masyarakat untuk pelayanan/penyuluhan 3. Membaca jurnal dan menjawab uji dirinya 2. Menulis tinjauan kasus/pustaka/buku/monograf 5. Terlibat dalam suatu panitia/pokja 7. Membuat tulisan populer 4. Duduk dalam kepengurusan profesi 6. Mengajar/membuat soal ujian 10. Menyajikan makalah dalam acara ilmiah 9.Melakuakan penelusuran informasi sesi EBM 11.Kegiatan Pendidikan Individu 1.Membuat Penelitian .

penyaji/penyelia 7.Pembimbing mahasiswa S1/S2/S3 . Berpartisipasi/memimpin visite 3. Bertugas dalam pembacaan x-ray/patolog 8.Kegiatan Pendidikan Internal 1. Berpartisipasi dalam review 9. Berparitisipasi dalam pertemuan auditor 5. Berpartisipasi dalam jurnal :peserta. Supervisor 10. Menangani pasien RS/Puskesmas/klinik 2. Berpartisipasi dalam seminar 6. Duduk dalam kepanitiaan 4.

Mengikuti pendidikan jarak jauh . Berpartisipasi dalam seminar (pembicara.panitia.peserta) 4. Mengahdiri konferensi 2.moderator. Kegiatan Pendidikan Eksternal 1.1. Mengikuti pelatihan untuk kualifikasi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful